LABORATORIUM PUSDIKLAT MIGAS
SKRIPSI
Disusun oleh :
KEVIN PRATAMA
NPM. 0934010075
J URUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL
"
VETERAN
"
J AWA TIMUR
LABORATORIUM PUSDIKLAT MIGAS
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Komputer
Jurusan Teknik Informatika
Disusun oleh :
KEVIN PRATAMA
NPM. 0934010075
J URUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL
"
VETERAN
"
J AWA TIMUR
SISTEM INFORMASI PADA LABORATORIUM
KALIBRASI PUSDIKLAT MIGAS
Disusun O leh :
KEVIN PRATAMA
NPM. 0934010075
Telah disetujui untuk mengikuti Ujian Negar a Lisan Gelombang IV Tahun Akademik 2012/2013
Pembimbing Utama Pembimbing Pendamping
I Gede Susrama, ST. M.Kom Sahr ul Munir S.Kom NIP/NPT. 3 7006 06 0211 1 NIP/NPT. 3 8912 13 342 1
Mengetahui,
Ketua J urusan Teknik Infor matika Fakultas Teknologi Industri UPN ”Veteran” J awa Timur
SISTEM INFORMASI PADA LABORATORIUM
KALIBRASI PUSDIKLAT MIGAS
Disusun Oleh :
KEVIN PRATAMA NPM. 0934010075
Telah dipertahankan di hadapan dan diterima oleh Tim Penguji Skr ipsi Pr ogram Studi Teknik Infor matika Fakultas Teknologi Industri
Univer sitas Pembangunan Nasional ”Veteran” J awa Timur Pada Tanggal 14 J uni 2013
Pembimbing : Tim Penguji :
1. 1.
I Gede Susrama, ST. M.Kom Intan Yuniar P., S.Kom, MS.c NIP. 3 7006 06 0211 1 NIP. 3 8006 04 0198 1
2. 2.
Sahr ul Munir, S.Kom Wahyu S.J . Saputr a, S.Kom, M.Kom NIP. 3 8912 13 342 1 NIP. 3 8608 10 02951
3.
Bar ry Nuqoba, S.Si, M.Kom NIP. 19 8411020212121002
Mengetahui,
Dekan Fakultas Teknologi Industri
Univer sitas Pembangunan Nasional ”Veteran” J awa Timur
FAKULTAS TEKNOLO GI INDUSTRI
PANI TI A UJ I AN SKRIPSI / KOMPREHENSI F
KETERANGAN REVISI Mahasiswa di bawah ini :
Nama : KEVIN PRATAMA
NPM : 0934010075 Jurusan : Teknik Informatika
Telah mengerjakan revisi/ tidak ada revisi*) pra rencana (design)/ skripsi ujian lisan gelombang IV, TA 2012/2013 dengan judul:
”
SISTEM INFORMASI PADA LABORATORIUM
KALIBRASI PUSDIKLAT MIGAS”
Surabaya,18 Juni 2013 Dosen Penguji yang memerintahkan revisi:
1) Intan Yuniar P., S.Kom, MS.c NIP. 3 8006 04 0198 1
2) Wahyu S.J . Saputr a, S.Kom, M.Kom NIP. 3 8608 10 02951
3) Bar ry Nuqoba, S.Si, M.Kom NIP. 198411020212121002
Mengetahui,
Pembimbing Utama Pembimbing Pendamping
I Gede Susrama, ST. M.Kom Sahr ul Munir, S.Kom NIP/NPT. 3 7006 06 0211 1 NIP/NPT. 3 8912 13 342 1
{
}
{
}
SISTEM
INF'ORMASI
I{.AIIBRASI
PADA
LASORATORNNfi
PUSDII.TI"AT MIGAS
Disusun Oleh
:PRlttlt tllt - ti.l t! 4
5.EVIN
.r-i<A l.A^[Yr/r0934010075
Teteh
Bipert*h*nka*
Dih*dapandan
Diterima OtehTim
Penguii SkripsiProgram Studi Teknik lnformatika Fakultas Teknologi lndustri
Universiias Pembarlgunan Nasionai *Veteran"
iawa
TimurPatla
Tanggal
:
14Juni
2013" F:r'nbimbing
\#'
i
i,-t
Gede Susrama MD.. ST.. M.Kom.rFr.
3
7006 060 211I
fiF*
rl
Rttil*-Svahrul *lilunir. $.Kom'
8006 040 {98
al
Mengetahui
Dekan Fakultas Teknologi lndustri
Universitas Jawa Timur
NPT. 3
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke pada Allah SWT atas segala rahmat kasihnya dan atas limpahan rahmat-Nya sehingga dengan keterbatasan peneliti baik waktu, tenaga, dan pikiran yang peneliti miliki, akhirnya peneliti dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir.
Penulis membahas masalah tentang Modul Pembelajaran yang berjudul “SISTEM INFORMASI KALIBRASI PADA PUSDIKLAT MIGAS”.
Penulis tak lupa mengucapkan terima kasih sebesar-besarya kepada semua pihak yang telah mendukung peneliti baik secara materil dan dukungan doa untuk menyelesaikan pembuatan laporan Praktek Kerja Lapangan terutama kepada :
1. Bapak Ir.Sutiyono, MT selaku DEKAN FTI UPN “VETERAN” Jawa timur dan Bapak Ir.Mutasim Billah, MT selaku WAKIL DEKAN FTI UPN “VETERAN” yang telah memberikan ijin kepada peneliti untuk melaksanakan Tugas Akhir ini.
2. Orang Tua dan keluarga peneliti tercinta atas motivasi dan doanya sehingga yang peneliti kerjakan dalam menyelesaikan laporan Praktek Kerja Lapangan.
3. Ibu Dr.Ir.Ni Ketut Sari, MT. selaku Kepala Jurusan Teknik Informatika, FTI UPN “VETERAN” Jawa Timur.
bimbingan selama proses peneliti melaksanakan Tugas Akhir sehingga dapat terselesaikan.
5. Semua dosen Jurusan Teknik Informatika selama penulis mejalani perkuliahan.
6. Mas Iir, Mas ucup, Gede Ardiasa yang telah bersedia membantu dan memotivasi penulis dalam pembuatan skripsi.
7. The last but not least, my very Best Friend Arif, syahrul, dika, guntur, dan kepada teman-teman yang tidak bisa peneliti sebutkan satu-persatu dalam mendukung peneliti dalam menyelesaikan yang selalu bersama baik suka maupun duka menyelesaikan program S1 di UPN “Veteran”Jatim. Love you always guys!
Peneliti menyadari masih banyak sekali kekurangan dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini, namun peneliti juga berharap semoga laporan Tugas Akhir Ini dapat menunjang perkembangan ilmu, khususnya perkembangan ilmu komputer. Kritik dan saran yang membangun peneliti harapkan dalam menyelesaikan laporan ini.
Akhirnya dengan ridho Allah peneliti berharap semoga laporan Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.
Surabaya, 23 Mei 2013
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR GAMBAR ... vi
DAFTAR TABEL ... xii
BAB I... 1
PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Rumusan Masalah ... 3
1.3. Maksud dan Tujuan ... 3
1.4. Batasan Masalah ... 4
1.5. Metodologi Penelitian ... 4
1.6. Sistematika Penulisan ... 6
BAB II ... 8
TINJ AUAN PUSTAKA ... 8
2.1 Profil Perusahaan ... 8
2.1.1 Visi dan Misi Pusdiklat ... 8
2.2 Pengertian Sistem Informasi ... 10
A. Kualitas Informasi ... 11
B. Nilai Informasi ... 12
2.2.1. Karateristik Sistem... 12
2.2.2. Komponen Sistem ... 12
2.2.3. Batas Sistem ... 13
2.2.4. Lingkungan Luar Sistem ... 13
2.2.5. Penghubung Sistem ... 13
2.2.6. Masukkan Sistem ... 14
2.2.7. Keluaran Sistem ... 14
2.2.10. Perancangan Sistem ... 15
2.3 Konsep Sistem Manajemen Database ... 16
2.3.1 Konsep Database Management Sistem ... 17
2.3.2 Arti Sistem Database ... 17
2.3.3 Abstraksi Data(Data Abstraction) ... 20
2.3.4 Istilah Yang Digunakan dalam Penyusunan Database ... 22
2.3.5 Data Manipulation Language(DML) ... 24
2.4 Database Manager ... 25
2.4.1 Database Administrator... 26
2.4.2 Database User ... 28
2.4.3 Overal Sistem Struktur... 29
2.5. Model-Model Data ... 29
2.5.1 Object_Based Data Model ... 30
2.5.2 Record_Based Data Model... 31
2.5.3 Physical_Based Data Model ... 32
2.5.4 Maping Contrains ... 32
2.5.5 Field Kunci ... 34
2.5.6 Bentuk-Bentuk Normalisasi ... 36
2.6 Formulir Diagram (Diagram Flow)... 38
2.6.1 Diagram Arus Data (Data Flow Diagram) ... 41
2.6.2 Diagram Konteks ... 44
2.6.3 Entity Relationship Diagram ... 44
2.6.4 Kamus Data ... 45
2.6.5 Teknik Memperoleh Informasi ... 45
2.6.6 Desain Sistem ... 47
2.6.7 Desain Output ... 47
2.6.8 Desain Input ... 48
BAB III ... 49
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM ... 49
3.1 Struktur Organisasi Lab Instrumentasi dan Lab Kalibrasi ... 49
3.2 Sistem Lab Instrumentasi dan Lab Kalibrasi ... 50
3.2.1 Peran Kalibrasi ... 51
3.2.2 Maksud Kalibrasi ... 51
3.2.3 Manfaat Kalibrasi ... 51
3.2.4 Fasilitas Laboratorium Kalibrsi LK-Pusdiklat Migas ... 51
3.3 Prosedure penerimaan alat yang akan dikalibrasi ... 53
3.3.1 Pengisian SPKA ... 54
3.3.2 Pengisian/Pencatatan buku besar penerimaan alat ... 55
3.3.3 Pengisian lembar disposisi ... 55
3.3.4 Penyerahan alat dari laboratorium uji setelah dikalibrasi ... 56
3.3.5 Penyerahan alat ke pengguna jasa setelah dikalibrasi ... 57
3.4 Perancangan Sistem ... 58
3.4.1Aliran Dokumen Prosedur Jasa Lab Akreditasi ... 59
3.4.2Diagram Berjenjang ... 60
3.4.3Diagram Arus Data ... 61
3.4.4Diagram Data Level 0 ... 62
3.4.5Data Level 1 Data... 63
3.4.6Data Level 1 Kalibrasi ... 65
3.4.7Data Level 1 Laporan ... 66
3.5 Rancangan Basis Data ... 70
3.5.1 CDM (Conceptual Data Model) ... 70
3.5.2 PDM (Physical Data Model)... 71
3.6 Normalisasi Db ... 72
3.6.1 Normalisai Pada Tabel ... 72
3.7 Rancangan Basis Data ... 74
BAB IV ... 77
IMPLEMENTASI SISTEM ... 77
4.1 Desain Program ... 77
4.2.1 Menu Data ... 79
4.2.2 Menu Proses ... 82
4.2.3Tools ... 83
BAB V ... 85
PENUTUP ... 85
5.1Kesimpulan ... 85
5.2Saran ... 86
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Siklus Informasi ... 11
Gambar 2.2. One-to-one Relationship ... 32
Gambar 2.3. One-to-many Relationship ... 33
Gambar 2.4. Many-to-one Relationship ... 33
Gambar 2.5. Many-to-many Relationship ... 34
Gambar 2.6. Simbol-Simbol Document Flow ... 40
Gambar 2.7. Notasi Kesatuan Luar di DFD ... 42
Gambar 2.8. Arus Data di DFD ... 43
Gambar 2.9. Notasi Proses di DFD ... 43
Gambar 2.10. Simbol dari Simpanan Data di DFD ... 44
Gambar 3.1. Struktur Organisasi di Instrumen dan Telekomunikasi ... 50
Gambar 3.2. Prosedur Jasa Lab.Akreditasi ... 59
Gambar 3.3. Diagram Berjenjang ... 60
Gambar 3.4. Diagram Konteks ... 61
Gambar 3.5. Diagram Arus Data Level 0 ... 62
Gambar 3.6. Diagram Level 1 Data ... 64
Gambar 3.7. Diagram Level 1 Kalibrasi ... 65
Gambar 3.8. Diagram Level 2 Laporan ... 66
Gambar 3.9. ER-Diagram ... 67
Gambar 3.10. CDM (Conceptual Data Model) ... 70
Gambar 3.11. PDM (Physical Data Model) ... 71
Gambar 4.1. Form Login ... 77
Gambar 4.2. Form Utama ... 78
Gambar 4.3. Form Laboratorium Staf Lab ... 80
Gambar 4.4. Form Custumer ... 80
Gambar 4.5. Form Alat Standart ... 81
Gambar 4.6. Form Permohonan SPKA ... 82
Gambar 4.7. Form Hasil Kalibrasi ... 83
DAFTAR TABEL
Tabel 6.1 Bentuk Tidak Normal Tabel Alat ... 72
Tabel 6.2 Bentuk Normal Pertama Tabel Alat ... 72
Tabel 63 Bentuk Normal Kedua Tabel Alat ... 73
Tabel 7.1 Tabel Pengguna Jasa ... 74
Tabel 7.2 Tabel Laboratorium ... 74
Tabel 7.3 Tabel Staff Laboratorium ... 75
Tabel 7.4 Tabel Jabatan ... 75
Tabel 7.5 Tabel Perawatan Alat ... 75
Tabel 7.6 Tabel Alat Standar ... 76
Tabel 7.7 Tabel Hasil Kalibrasi ... 77
Judul : SISTEM INFORMASI KALIBRASI PADA PUSDIKLAT MIGAS
Pembimbing I : I Gede Susrama, ST. M.Kom Pembimbing II : Sahrul Munir, S.Kom
Peneliti : Kevin Pratama
ABSTRAK
Pemanfaatan komputer sebagai alat kerja bantu manusia sekarang ini mengalami perkembangan positif yang sangat besar. Hal ini dapat dikarenakan oleh faktor pendorong dan faktor keunggulan dari komputer itu sendiri. Faktor pendorong dapat berupa kemajuan teknologi di bidang informasi, serta kebutuhan dan tuntutan manusia yang menginginkan semua pekerjaan dan kebutuhannya dapat dilaksanakan dengan aman, cepat, dan akurat. Sedangkan, komputer memiliki keunggulan tersebut.
PUSDIKLAT MIGAS sebagai perusahaan yang juga bergerak dibidang usaha dimana sebagian besar kegiatannya berhubungan dengan pihak luar sementara ini belum menggunakan pemakaian sistem informasi. Salah satunya adalah laboratorium laboratorium yang ada. Selama ini kegiatan pengolahan data laboratorium masih menggunakan cara manual untuk melakukan inventarisasi dan pendataan sarana dan fasilitas yang ada. Masalah yang dihadapi dalam inventarisasi peralatan adalah betapa sulitnya untuk mengetahui secara persis phisik inverntaris yang dimiliki laboratorium.
Tugas akhir ini dimaksudkan untuk membuat sebuah sistem informasi pada setiap kegiatan di setiap laboratorium, yang digunakan untuk memonitor dan meginventaris semua data atau peralatan pada laboratorium PUSDIKLAT MIGAS. Sehingga pengujian peralatan dapat dilakukan degan cepat, mudah, dan semua data dapat tersimpan di dalam database.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dunia usaha dituntut untuk peka terhadap perubahan keadaan dengan cara melakukan perbaikan strategi dan operasi perusahaan agar dapat bertahan dalam perebutan lahan usaha yang semakin ketat. Perubahan yang ada disekitar itulah yang mendorong terbentuknya masyarakat informasi dan bergabung dalam teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu faktor penting didalam bidang usaha adalah dengan melakukan system pengolahan data secara cepat dan akurat didalam pengambilan keputusan.
Laboratorium Kalibrasi PUSDIKLAT MIGAS belum menggunakan sistem informasi berbasis komputer. Sistem yang diterapkan untuk menangani masalah sarana dan fasilitas laboratorium masih sangat sederhana yaitu dengan pemeriksaan berkala atau dengan spontanitas apabila diperlukan. Hal tersebut tentunya akan sangat menghabiskan waktu dan tidak lengkap karena terbatasnya tenaga dan juga keadaan posisi alat yang tersebar. Maka seiring dengan perkembangan yang terjadi dan semakin banyaknya peralatan baru yang masuk maka akan timbul masalah dari segi pengawasan dan keberadaan dari sarana laboratorium, maka dipandang perlu untuk dibuat sistem informasi guna memonitor keberadaan peralatan di Laboratorium Kalibrasi.
1.2. Rumusan Masalah
Bagaimana cara menyajikan suatu informasi kepada manajemen, pihak terkait, dan pihak luar dengan mudah, cepat dan akurat merupakan sasaran pokok yang harus ditindaklanjuti.
Dalam mendapatkan data informasi yang dibutuhkan dapat dilakukan setiap saat baik dalam bentuk listing pada layar monitor maupun dalam bentuk hasil cetakan (print out) yang sangat mendukung dalam pengambilan suatu keputusan
Dalam skripsi ini penulis membuat suatu sistem informasi yang dapat membantu pihak PUSDIKLAT MIGAS umumnya dan pihak Laboratorium Kalibrasi khususnya untuk melakukan pengawasan dan pendataan dari kegiatan yang dilakukan.
1.3. Maksud dan Tujuan
1.4 Batasan Masalah
Agar pembahasan masalah dalam penulisan skripsi ini dapat lebih spesifik dan tidak menyimpang dari maksud dan tujuan sebenarnya maka perlu dibuat pembatasan masalah. Berdasarkan survei terhadap permasalahan yang dihadapi oleh pihak laboratorium maka batasan masalah dari sistem informasi adalah sebagai berikut :
a. Program yang akan dibuat dalam skripsi ini dirancang agar dapat membantu tugas tugas operasional dari kegiatan yang ada di laboratorium - dalam hal ini lab kalibrasi - khususnya untuk membantu pendataan peralatan dan kegiatan kalibrasi peralatan yang ada.
b. System informasi yang dibuat khusus menangani seputar daftar peralatan pada masing masing ruangan yang akan dipakai untuk proses kalibrasi penjadualan kalibrasi peralatan standar yang digunakan.
c. Sistem yang dibuat berbasis data base client / server
d. Sistem manajemen basis data yang digunakan Microsoft SQL Server 2000. 1.5 Metodologi
Metodologi yang digunakan dalam penulisan Skripsi ini meliputi : a. Studi Pustaka
Studi Pustaka dilakukan dengan cara mempelajari teori dan buku-buku yang berhubungan dengan materi skripsi ini.
b. Studi Lapangan
dan keterangan-keterangan yang berhubungan dengan masalah yang sedang dibahas.
c. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara meminjam arsip arsip yang dimiliki labortorium kalibrasi.
d. Perancangan Sistem
Perancangan sistem adalah tahap yang dilakukan setelah analisa sistem dengan menentukan komponen / perangkat / tool yang akan digunakan dalam sistem tersebut. Perangkat atau tool yang digunakan dalam
perancangan sistem adalah dengan menggunakan Dokumen Flow, DFD dan E-R diagram. Data Flow Diagram (DFD) adalah gambaran sistem secara logika. Gambaran ini tidak tergantung pada perangkat keras, perangkat lunak, strruktur data atau organisasi file.
e. Implementasi Sistem
Implementasi dari sistem ini adalah menghasilkan output dengan website
yang bisa dijalankan pada desktop komputer dengan menginstal flash
player.
Beberapa Tools yang digunakan untuk membuat aplikasi ini adalah:
1. Apache
2. Adobe Dreamweaver CS5
f. Uji coba system
Proses ini dilakukan setelah sistem dibuat untuk mengetahui apakah sistem sudah fungsitional atau tidak, jika tidak sesuai maka dilakukan peninjauan ulang.
g. Penulisan Buku Skripsi.
Pada tahap ini dilakukan penyusunan buku sebagai laporan dokumentasi dari perangkat lunak secara keseluruhan, mulai dari tahp awal hingga tahap akhir pembuatan skripsi.
1.6 Sistematika Penulisan
BAB I Pendahuluan
Pada Bab ini berisi tentang Pengantar, Latar belakang masalah, Batasan masalah, Tujuan Skripsi, Metodologi Penulisan.
BAB II Landasan Teori
Membahas tentang teori dasar dan konsep dasar sistem informasi.
BAB III Perancangan Sistem
BAB IV Hasil Implementasi
Pada bab ini akan ditampilkan hasil implementasi dari sistem yang dibentuk.
Bab V Penutup
Berisi Kesimpulan dan seluruh isi Laporan Tugas Akhir serta saran yang disampaikan penulis agar untuk pengembangan sistem yang ada demi kesempurnaan sistem yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
TINJ AUAN PUSTAKA
2.1. Pr ofil Perusahaan
P a d a t a h u n 1 9 6 3 B ir o M i n ya k b e r u b a h me n ja d i D e r e k t o r a t M i n ya k d a n G a s B u m i (DMGB), di dalam organisasi DMGB terdapat bagian laboratorium untuk persiapan penelitian dalam industri peminyakan di Indonesia. Menteri Perindustrian dan Perdagangan menginstruksikan agar DMGB meningkatkan kemampuan dalam aspek teknis minyak dan gas bumi. Untuk keperluan tersebut maka dibentuk kepanitiaan yang terdiri dari unsur-unsur pemerintah, PERTAMINA, PERMINAdan PERMIGAN.
Panitia mengusulkan agar dibentuk suatu badan yang bergerak dalam bidang riset serta pendidikan minyak dan gas bumi. Dengan Surat Keputusan Menteri diLingkungan Departemen Urusan Minyak dan Gas Bumi No. 17/M/Migas/1965 ditetapkan organisasi urusan minyak dan gas bumi adalah LEMIGAS (Lembaga minyak dan GasBumi). Upaya PUSDIK MIGAS/LEMIGAS untuk meningkatkan fungsi kilang sebagai sarana operasi pengelompokkan dan sebagai sarana diklat proses dan aplikasi cukup memadai. Namun kilang Cepu menghadapi masalah yaitu peralatan dan material kilang eks pembuatan dan pemasangan tahun 1930, dan pada tanggal 4 Januari tahun 1966 ditetapkan Cepu sebagai Pusat Pendidikan dan Latihan Lapangan Perindustrian Minyak dan Gas Bumi( PUSDIK MIGAS).
keluar negeri dan pada tanggal 7 Februari 1967 di Cepu diresmikan AKAMIGAS (Akademi Minyak dan GasBumi). Pada tanggal 4 Januari 1966/1967 industri minyak Cepu mulai bangun kembalidengan ditetapkan Cepu menjadi Pusat Pendidikan dan Latihan Lapangan PerindustrianMinyak dan Gas Bumi (PUSDIKLAT MIGAS)
2.1.1 Visi dan Misi Pusdiklat Migas A. VISI
a. Menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi yang unggul dengan mewujudkan tata kepemerintahan yang bersifat baik, transparan dan terbuka.
b. Mampu mengelola Sumber Daya Alam khususnya yang dapat meningkatkan Minyak dan Gas Bumi untuk negara sendiri dan mampu bersaing dengan negara-negara lainnya.
B. MISI
a. Meningkatkan kapasitas aparatur Negara dan Pusdiklat Migas untuk mewujudkantata Pemerintahan yang baik.
b. Meningkatkan kompetensi tenaga kerja sub sektor MIGAS untuk berkompetensi melalui mekanisme pasar.
2.2 Pengertian Sistem Infor masi.
Sistem adalah kesatuan beberapa keadaan, metode teknik dan kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan untuk memproses masukan (input) menjadi keluaran (output) yang diharapkan. Suatu sistem dapat didefinisikan sebagai kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai tujuan.
Suatu sistem dapat terdiri dari sistem-sistem bagian (subsistem). Sebagai contoh, sistem komputer dapat terdiri dari subsistem perangkat keras dan subsistem perangkat lunak. Masing-masing sub sistem dapat terdiri dari subsistem-subsistem yang lebih kecil lagi atau terdiri dari komponen-komponen. Subsistem perangkat keras (hardware) dapat terdiri dari alat masukan, alat pemroses, alat keluaran dan simpanan luar. Subsistem saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk suatu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai dari subsistem-subsistem sedemikian rupa sehingga dicapai suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi (integrated).
Gambar 2.1. Siklus Informasi
Mutu sistem informasi mempunyai banyak variasi pada perusahaan, tetapi yang umum digunakan oleh tiap manajemen terhadap sistem informasi itu, adalah A. Kwalitas Informasi.
Kwalitas informasi tersebut tergantung dari tiga hal antara lain: akurat, tepat waktu, relevan. Ketiga hal tersebut dapat kita uraikan sebagai berikut :
Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan, tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak informasi penting tersebut.
Tepat Waktu, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan didalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan
PROSES
HASIL / KEPUTUSAN
DATA DITANGKAP
TINDAKAN PENERIMA / PEMAKAI OUTPUTAN INPUTAN
keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal bagi perusahaan yang bersangkutan. Dewasa ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi yang mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.
Relevan, yang berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk
pemakainya. Relevasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. B. Nilai Infor masi.
Nilai dari infomasi ditentukan oleh dua hal yaitu manfaat dan biaya memperolehnya. Suatu informasi dikatakan bernilai jika manfaatnya lebih besar dari biaya memperolehnya. Perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan didalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. 2.2.1. Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen (components), batas sistem (boundary), lingkungan luar system (environments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process) dan sasaran (objective) atau tujuan (goal). 2.2.2. Komponen Sistem
Sedangkan didalam suatu subsistem masih dimungkinkan terdapat subsistem-subsistem lain yang lebih kecil sampai akhirnya dapat menjadi subsistem atau dapat dikatakan terdiri dari komponen-komponen atau elemen-elemen tunggal.
2.2.3. Batas Sistem
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
2.2.4. Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan sumber daya dari system dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara.
2.2.5. Penghubung Sistem
2.2.6. Masukkan Sistem
Masukkan adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem. Masukkan dapat berupa masukkan perawatan (maintenance input) dan masukkan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputer dan data adalah signal input yang diolah menjadi informasi.
2.2.7. Keluar an Sistem
Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi yang berguna dan sisa pembagian. Keluaran dapat merupakan masukkan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.
2.2.8. Pengolahan Sistem
2.2.9. Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya adalah sebagai berikut ini :
1. Sistem Abstrak (abstract system) dan sistem phisik (physical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara phisik. Sistem phisik merupakan sistem yang ada secara phisik.
2. Sistem Alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system).
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia.
3. Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tertentu (probabilistic system).
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkat laju yang sudah dapat diprediksi. Sedangkan sistem tak tertentu adalah sistem yang kondisi masa tidak dapat diprediksi karena mengandung probabilitas tak tentu (unsure probabilitas). 2.2.10. Perancangan Sistem
tergantung pada perangkat keras, perangkat lunak, strruktur data atau organisasi file.
2.3. Konsep Sistem Menejemen DataBase.
Sekumpulan data yang saling berhubungan disebut dengan database, untuk mengumpulkan program tersendiri yang digunakan untuk membaca data, mengola data dan membuat laporan data dalam bentuk informasi. Penggabungan database dan program dalam satu kesatuan, disebut sebagai sistem manajemen database dari program dalam DBMS bertujuan untuk :
1. Meningkatkan kebebassan data, yang berarti suatu data bisa digunakan oleh beberapa program.
2. Mengurangi duplikasi data.
3. Menghubungkan secara logis dan membuat data konsisten dengan kepentingan pemakai.
4. Mengurangi ongkos aplikasi, penyimpangan dan proses.
Dalam suatu file terdapat beberapa record yang merupakan satu kumpulan entity. Satu record terdiri dari field-field yang saling berhubungan untuk
2.3.1. Konsep Database Management Sistem
Sebuah database Management Sistem (DBMS) terdiri dari sekumpulan hubungan antar data dan sebuah kumpulan / himpunan program untuk mengakses data tersebut. Kumpulan data yang berelasi, dan biasanya ditunjukkan dengan kunci dari tiap-tiap file data disebut database. Database mengandung informasi tentang suatu kegiatan yang khas. Tujuan utama dari DBMS adalah untuk melengkapi kedua kumpulan data (convenient) dan effisiensi (efficien) keadaan sekitarnya yang digunakan dalam memperbaiki informasi dan menyimpan informasi tersebut dalam database.
2.3.2. Arti Sistem Database
Sebagai contoh dari sistem database usaha penyelamatan yang dilakukan bank dalam penyimpanan informasi semua costemer dari perhitungannya tetap dipelihara oleh bank. Cara mengamankan record perhitungan dan costemer tersebut adalah dengan menyimpan dalam sistem file yang permanen. Dalam file-file tersebut ditambahkan sistem yang mempunyai sebuah nomor program aplikasi dimana mengijinkan bank untuk memanipulasi file tersebut.
1. Redudansi dan Inkonsistensi Data
Jika file-file dan program aplikasi diciptakan oleh programmer yang berbeda pada waktu yang berselang cukup panjang, maka ada beberapa bagian data mengalami penggandaan pada file-file yangh berbeda. Penyimpanan di beberapa tempat untuk data yng sama ini disebut sebagai redudansi dan mengakibatkan pemborosan ruang penyimpanan serta biaya akses yang tinggi. Sedangkan penyimpanan data yang sama berulang-ulang dibeberapa file dapat mengakibatkan pemborosan ruang penyimpanan serta biaya akses yang tinggi. Sedangkan penyimpanan data yang sama berulang-ulang dibeberapa file dapat mengakibatkan juga inkonsistensi (tidak konsisten). Hal ini terjadi bila suatu ketika pelanggan tersebut pindah alamat dan nomor teleponnya maka seharusnya ketiga file yang memuat data tersebut harus diubah / diupodate. Bila salah satu saja dari file yang mengandung data tersebut terlewat di update terjadilah penyimpanan data yang tidak konsisten.
2. Kesulitan dalam pengaksesan data
3. Isolasi data
Jika data tersebar dalam beberapa file dalam bentuk format yang tidak sama, maka ini menyulitkan dalam menulis progrgram aplikasi untuk mengambil dan menyimpan data. Maka haruslah data dalam satu database dibuat satu format sehingga mudah dibuat program aplikasinya. Dapat dibuat dari format text file Pascal, Basic, C++ atau juga format dari versi Lotus 123 dan lainnya.
4. Multiple User (Banyak Pemakai)
Dalam rangka mempercepat semua daya guna system dan mendapat responsi waktu yang cepat, beberapa sistem mengijinkan banyak pemakai untuk meng-update data secara simultan. Salah satu alasan mengapa database dibangun karena nantinya data tersebut digunakan oleh banyak orang dalam waktu yang berbeda, diakses pada progrgam yang sama tapi berbeda orang dan waktu. Semua ini memungkinkan terjadi karena data yang diolah tidaklah tergantung dan menyatu dalam progrgam tetapi ia terlepas dalam satu kelompok data.
5. Masalah keamanan (Security)
6. Masalah Integritas (Kesatuan)
Database berisi file-file yang saling berkaitan, masalah utama adalah bagaiman kaitan antara file tersebut terjadi. Meskipun kita mengetahui bahwa file A berkaitan dengan file B, namun secara teknis maka ada field kunci yang mengaitkan kedua file tersebut.
7. Masalah data independence (Kebebasan Data)
Kemampuan untuk memodifikasi sebuah definisi selama dalam satu level tanpa mempoengaruhi level yang lebih tinggi disebut level independence.
Terdapat 2 level dari kebebasan data : a. Physical data independence
Kebolehan untuk mengubah pola phisik database tanpa mengakibatkan suatu aplikasi program ditulis kembali. Modifikasi pada level phisik biasanya pada saat meningkatkan daya guna sehingga database ini akan lebih bersifat user friendly.
b. Logical data independence
Kebolehan untuk mengubah pola konseptual tanpa mengakibatkan suatu aplikasi program ditulis kembali. Modifikasi pada level konseptual teristimewa saat struktur logika database berubah, ditambahkan atau dikurangi.
2.3.3. Abstr raksi Data (Data Abstraction)
menyeluruh bagaimana data tersebut dapat diabstraksikan / digambarkan menyerupai kondisi yang sedang dihadapi oleh pemakai sehari-hari.
Sistem sesungguhnya tentang teknis bagaimana data disimpan dan dipelihara seakan-akan disembunyikan kerumitannya dan kemudian diungkapkan dalam bahasa dan gambar yang menjadi tiga tingkatan abstraksi saat memandang suatu database yaitu :
A. Level Phisik
Level abstrtraksi pal;ing rendah, menggambarkan bagaimana (how) data disimpan dalam kondisi sebenarnya. Level ini tentu paling komplek, struktur data level terendah digambarkan pada level ini.
B. Level Konseptual
Level abstrraksi data level tinggi yang menggambarkan data apa (what) yang disimpan dalam database, hubungan dan relasi yang terjadi antara data. Level ini menggambarkan kesesluruhan dari database. Pemakai tidak memperdulikan kerumitan dalam struktur level phisik lagi, tetapi penggambaran cukup dengan memakai kotak, garis danm keterangan secukupnya. Level konseptual ini digunakan oleh database administrator yang memutuskan informasi apa saja yang akan dipelihara dalam satu database.
C. Level Pandangan Pemakai
yang dilihat dan dipakai. Hal ini disebabkan beberapa pemakaidatabase tidak membutuhkan semua isi database. Level ini sangat dekat dengan user / pemakai. Setiap user butuh sebagian dari luar database dan ada kelompok user dengan pandangan berbeda membutuhkan data dalam database. Konsep dari level ini akan menambah pengertian mengenai kebebasan data (data independence). Data independence dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu :
a. Physical data independence b. Logical data independence
2.3.4. Istilah Yang Digunakan dalam Penyusunan DataBase
Agar tidak terjadi kerancuan atau salah penafsiran arti dari istilah-istilah basis data, maka istilah-istilah tersebut perlu didefinisikan agar jelas apa yang dimaksud .
Database merupakan kumpulan file – file yang saling berhubungan, hubungan tersebut ditunjukkan dengan adanya kunci dari tiap file yang ada. Contoh database dapat ditunjukkan pada suatu kumpulan data yang dipakai dalam satu lingkup perusahaan, instansi / perusahaan. Istilah-istilah dalam database yang seringkali digunakan adalah:
A. Entity.
B. Atribut.
Setiap entity mempunyai atribut atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Misalnya atribut dari customer yaitu kode customer, nama customer, alamat customer, no.telpon. Atribut disebut juga data elamen, data field, data item.
C. Data Value (nilai atau isi data).
Data value adalah data aktual atau informasi yang disimpan pada tiap data atribut. Atribut nama customer menunjukkan tempat dimana informasi disimpan,sedang data valuenya adalah budi, ibnu, agus, merupakan data nama customer tersebut.
D. Record/triple.
Kumpulan elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang suatu data misalnya, pada file karyawan yaitu nomor karyawan, nama karyawan, alamat karyawan, kota, tanggal masuk dan status karyawan.
E. File.
Terdiri dari sekumpulan record sejenis-record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama,atribut yang sama namun berbeda-beda data valuenya.
F. Data Base.
menginformasikan satu perusahaan, instalasi, dalam batasan tertentu. Bila terdapat file yang tidak dapat dipadukan atau dihubungkan dengan file yang lainnya berarti file tersebut bukanlah kelompok dari satu database, ia akan dapat membentuk satu database sendiri.
G. Databased Management System (DBMS).
Kumpulan file yang saling terkait bersama dengan program untuk pengolahannya disebut DBMS. Database adalah kumpulan datanya, sedangkan program pengelolanya berdiri sendiri dalam satu paket program yang konversial untuk membaca data, mengisi data, menghapus data, melaporkan data dalam database. Sehingga semua pekerjaan tadi dapat dengan mudah dilakukan oleh user.Tujuan utama dari DBMS adalah untuk melengkapi kedua kumpulan data (convenient) dan effisiensi (efficien) keadaan sekitarnya yang digunakan dalam memperbaiki informasi dan menyimpoan informasi tersebut dalam database.
2.3.5. Data Manipulation Language (DML)
Data manipulation Language(DML) adalah bahasa yang memperbolehkan pemakai untuk mengakses atau memanipulasi data yang telah diorganisasikan sebelumnya dalam model data yang tepat.
Dengan DML berarti akan :
• Mengambil informasi yang tersimpan dalam database
2.4. DATABASE MANAGER
Database manager adalah suatu meodul program yang menyediakan interface antara penyimpanan data low-level dalam database dengan suatu aplikasi progrgam dan query yang diajukan ke system.
Database Manager bertanggung jawab atas : A. Interaksi dengan file manager
Data mentah yang disimpan dalam disk dengan menggunakan system file, dimana biasanya dilengkapui dengan system operasi kenvewnsional. Database menager menerjemahkan bermacam-macam statemen DML dalam perintah system file low-level. Kemudian database manager merespon simpanan actual, memperbaiki dan meng-update data dalam database.
B.Integritas (Integrity Enforcement)
Nilai data yang tersimpan dalam database tipenya harus tepat, sesuai dengan consistency constraints (hubungan data yang dipaksakan). Jika pemaksaan tersebut sudah terperinci, kemudian database manager mengecek update database apakah menghasilkan pelanggaran pada beberapa pemaksaan, dan jika ya, maka aksi kelayakannya harus diterima.
• Keamanan (Security).
• Pengkopian (Backup) dan Recovery
Sebuah system komputer, seperti juga mesin atau alat listrik lainnya, adalah subyek keslahan. Dalam beberapa kasus, data-0data dalam database hilang. Hal ini menjadi tanggung jawab database manager untuk mendeteksi kegagalan tersebut dan mengembalikan pada keadaan semula. Biasanya halk ini disempurnakan sebelumnya dengan bermacam-macam prosedur back-up dan recovery.
• Concurency Control
Ketika beberapa user meng-update data database bersama-sama, hubungan data satu dengan data lainnya mungkin tidak cukup untuk dilindungi. Hal ini memerlukan system untuk mengontrtol interaksi diantara sesama user dan penyelesaian kontrolnya merupakan tanggung jawab database manager.
2.4.1 Database administr ator
Salah satu utama mempunyai sitem manajemen database adalah untuk mengontrol pusat data dan pengaksesan data tersbut. Orang yang mempunyai kekuasaan sebagai pusat pengontrolan terhadap seluruh sitem baik data maupun program untuk mengakes data disebut database administrator (DBA).
Fungsi dstabase administrator :
1. Mendefinisikan pola stuktur database.
dalam sebuah set tabel yang disimpan secara permanen dalam database dictionary.
2. Mendefinisikan struktur penyimpanan dan metode akses.
Sebuah kreasi struktur penyimpanan yang sesuai dan metode akses. Hal ini disempurnakan denan menulis sebuah set pendefinisian yang diterjemahkan oleh data storage dan didefinisikan kembali oleh DDL compiler.
3. Memodifikasikan pola dan organisasi phisik.
Salah satu bentuk modifikasi pola database atau menggambarkan organisasi penyimpanan fisik.perubahan ini meskipun relatif, disempurnakan dengan menulis sebuah set pendefinisian yang digunakan oleh salah satauDDL compiler atau penyimpanan data dan mendefinisikan compiler bahasa untuk menghasilkan modifikasi kelayakan dalam internal sistem tabel.
4. Memberi kekuasaan pada user untuk mengakses data.
Pemberian suatu jenis kekuasaan dalam pengaksesan data pada bermacam-macam pemakai database, diantaranya yaitu administrator database yang mengatur bagian-bagian mana saja database yang dapat diakses oleh semua user.
5. Menspesifikasikan keharusan/paksaan integrasi data.
2.4.2 Database user
Salah satu tujuan utama dari sistem database adalah menciptakan suasana bagaimana informasi dibacakan dan data baru disimpan dalam database. Ada empat macam pemakai database yang berbeda keperluan dan cara aksesnya, yaitu: 1. Program aplikasi (PA)
Adalah profesional komputer yang berinteraksi dengan sistem lewat DML yang dibuat dengan bahasa C, Cobol, atau lainya. Misalnya untuk perbankkan, administrasi,sistem inventory control dan lain-lain. Sintak DML berbeda dengan sintak bahasa komputer umumnya.
2. Casual user
Pemakai yang telah berpengalaman, berinteraksi dengan sistem tanpa menulis program, tetapi memakai bahasa query. Setiap query akan diajukan ke query processor yang mengambil dari perintah DML dan menerjemahkanya ke dalam instruktur yang dimengerti database manager.
3. Naïve user
Pemakai yang tidak berpengalaman, berinteraksi dengan sistem tanpa menulis program, tinggal menjalankan satu menu dan memilih proses yang telah dibuat sebelumnya oleh programmer.
4. Specialized user
menyimpan data dalam bentuk data yang kompleks, misalnya data grafik dan data audio.
2.4.3 Overal system struktur
Sebuah database sistem terdiri atas beberapa fungsi diantaranya : 1. File manager
Untuk mengatur alokasi ruangan dalam penyimpanan disk dan struktur data yang digunakan untuk menerangkan informasi.
2. Database manager
Memberi interface antara penyimpanan data low-level dalam database dengan aplikasi program dan query ke sistem.
3. Query prosesor
Menterjemaahkan statemen query dalam instruksi-instruksi low-level yang dimengerti database manager.
4. DML pricompiler
Merubah pemasangan statemen DML dalam program aplikasi agar memanggal prosedur yang normal dalam bahasa induk. Precompiler harus berinteraksi dengan query processor dalam perintahnya untuk menghasilkan kode yang diinginkannya.
2.5. Model-Model Data
Ada beberapa model data yang dapat digunakan, secara umum model-model data dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu Object_Based Data Model, Record_Based Data Model dan Physical_Based Data Model.
2.5.1. Object_Based Data Model
Object_Based Data Model merupakan himpunan data dan prosedur / relasi
yang menjelaskan hubungan logika antara data dalam suatu basis data berdasarkan pada obyek datanya.
A. Entity-Relationship Model a. Entities dan Entity Set
Sebuah entity adalah obyek yang ada dan dapat dibedakan dari obyek yang lain. Misal, Robby dengan NRP 06.1997.1.01510 adalah sebuah entity sejak ia menjadi identitas yang unik (khas) di dunia. Sebuah entity mungkin merupakan salah satu wujud / bentuk, seperti juga seorang, sebuah buku, atau bentuk abstrak seperti hari libur atau berbentuk konsep. Sebuah entity set adalah sebuah set / himpunan dari entity-entity yang sama tipenya. Himpunan dari semua orang yang mempunyai tabungan di bank misalnya, dapat dikatakan sebagai entity set costumer.
b. Relationship Dan Relationship Set
B. Semantic Model
Semantic Model pada prinsipnya hampir sama dengan entity RelationShip
model, perbedaannya jik pada entity relationship model relasi antar data digambarkan dengan menggunakan simbol, maka pada simantic model relasi antar obyek dasar dinyatakan dengan menggunakan kata-kata.
2.5.2. Record_Based Data Model
Model ini mendasarkan pada record untuk menjelaskan kepada pengguna tentang hubungan logik antar data dalam basis data.
A. Relational Model
Relational Model menjelaskan kepada pengguna tentang hubungan logik antar data dalam basis data dengan menvisualisasikannya ke dalam bentuk tabel-tabel yang terdiri dari sejumlah baris dan kolom yang menunjukkan atribut tertentu.
B. Hierarchycal Model
Hierarchycal Model atau sering disebut dengan tree structur adalah model
yang menjelaskan kepada pengguna tentang hubungan logok antar data dalam basis data dalam bentuk hubungan bertingkat. Dalam Hierarchycal Model dikenal adanya balanced tree, unbalanced tree dan binary tree.
C. Network Model
Model ini sering disebut pila sebagai plex structure. Kata network model adalah sinonim plex structure. Seperti halnya pada model hirarki, network model dapat dideskripsikan kedalam struktur parent dan child, dan
lebih rendah dari pada parent dan child bisa mempunyai lebih dari satu parent.
2.5.3. Physical_Based Data Model.
Model ini digunakan untuk menjelaskan kepada pemakai tentang bagaimana data-data dalam basis data disimpan dalam media penyimpanan yang digunakan secara fisik. Model ini lebih berorientasi pada mesin. Ada dua model dalam kategori ini, Yaitu unifying mode ldan frame memory.
2.5.4. Mapping Constr ains
Pola sebuah E-R diagram dapat didefinisikn sebagai pemaksaan hubungan pada sebuah database yang pasti pula. Salah satu bentuk pemaksaan yang penting
adalah mapping cordinallities dimana nomor entity ke entity lain dapat dihubungkan lewat suatu hubungan.
Mapping cardinalities (pemetaan yang pentng) sangat berguna dalam menggambarkan himpunan relasi binary meskipun kadang-kadang kontribusi mereka dalam penggambaran relationship set melibatkan lebih dari dua entity. Pada hubungan relasi binary R antara entity A dengan entity B pemetaannya.
- One-to-one. Sebuah entity di A terhubung dengan paling banyak satu entity di B dan begitu pula sebaliknya seperti pada Gambar 2.2 One-to-one.
A B
A1
A2
A3
A4
B1
B2
B3
- One-to-many. Entity A terhubung dengan beberapa nomor entity di B. sedang entity di B hanya dapat dihubungkan dengan paling banyak satu entity di A, seperti pada Gambar 2.3. One-to-many relationship.
A B Gambar 2.3. One-to-many r elationship
- Many-to-one. Sebuah entity di A dapat dihubungkan dengan maksimal satu entity di B. Dan entity di B dapat dihubungkan dengan beberapa nomor di A, seperti pada Gambar 2.4. Many-to-one relationship.
A B Gambar 2.4. Many-to-one r elationship
B1
B2
B3
B4 A1
A2
A1
A2
A3
A4
B1
- Many-to-many. Sebuah entity di A terhubung dengan beberapa nomor entity di B, dan sebuah entity di B terhubung dengan banyak nomor entity di A seperti pada Gambar 2.5. Many-to-many relationship.
A B Gambar 2.5. Many-to-many r elationship
Terdapat bentuk ketergantungan lainnya dari pemaksaan. Khususnya jika terdapat entity x yang bergantung pada keberadaan entity y, maka x diakatakan bergantung keadaan atas y. Artinya, jika y dihapus x juga terhapus. Entity y dikatakan sebagai dominant entity dan x dikatakan subordinate entity.
2.5.5. Field Kunci
Setiap file selalu terdapat kunci dari file berupa satu field atau satu set field yang dapat mewakili record.
1. Primary Key
Suatu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasi secara unik suatu kejadian khusus, tetapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entity. Tiap kunci kandidat memiliki peluang menjadi kunci primer. Misal : record pasien mempunyai elemen data,
A1
A2
A3
A4
B1
B2
B3
nomor rekam medis, nama pasien, alamat. Maka kunci primernya adalah nomor rekam medis karena mempunyai sifat unik.
2. Kandidat Key
Satu atribut atau satu set minial atribut yang mengidentifikasi secara unik suatu kejadian spesifik dari entity. Satu set miniml atribut menyatakan secara tidak langsung, dimana beberapa atribut dalam satu set tersebut tidak dapat dibuang tanpa merusak kepemilikan yang unik. Jika suatu kandidat berisi lebih dari satu atribut maka disebut kunci gabungan (komposit key).
3. Kunci Tamu
Suatu atribut atau set minimal atribut yang melengkapi satu relationship yang menunjukkan ke induknya. Kunci tamu ditempatkan pada entity anak, sama dengan kunci primer induk yang direlasikan. Hubungan antara entity anak dengan entity induknya adalah satu lawan banyak (one to many relationship).
Misal : Entity Pasien berisi atribut : NoRM, Nama, Alamat Entity Pegawai berisi atribut :NIP, Namapeeg, alamat Entity Rdarurat berisi atribut : NoRM, Tglmasuk, NIP
2.5.6. Bentuk – Bentuk Nor malisasi
Agar database dapat dioperasikan dengan baik dan sempurna tanpa ada masalah lagi seperti proses menambah (Insert), menghapus (Delete), mengubah (Update), maka langkah yang harus ditempuh adalah menggunakan teknik normalisasi. Teknik normalisasi merupakan proses pengelompokan data – data elemen menjadi bentuk tabel–tabel sehingga dapat ditunjukan bentuk entity dan relasinya. Dibawah ini adalah bentuk – bentuk teknik normalisasi.
1. Bentuk Tidak Normal ( Unnormalized Form )
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, dan bentuknya tidak beraturan atau tidak membentuk format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkn apa adanya sesuai dengan kedatangannya.
2. Bentuk Normal Kesatu ( First Normal Form )
Dalam bentuk normalisasi ini setiap data dibentuk dalam flat file (file datar / rata), data dibentuk dalam record – record yang memiliki nilai fild berupa “atomic value”. Tidak terdapat set atribute yang diulang – ulang / bernilai ganda.
3. Bentuk Normal Kedua ( Second Normal Form )
4. Bentuk Normal Ketiga ( Third Normal Form )
Bentuk ini harus memenuhi kreteria bentuk normal kedua, semua atribute bukan primer, tidak memiliki hubungan yang transitif. Setiap atribute bukan kunci harus bergantung hanya pada primary key secara menyeluruh. Contoh dari bentuk normal kedua diatas juga termasuk bentuk normal ketiga, karena seluruh atribute yang ada semuanya sudah bergantung pada kunci primernya. 5. Normalisasi Menggunakan Functional Dependency
Dalam bagian ini kita akan memfokuskan pada semacam batasan khusu yang dinamakan Functional Dependency. Functional Dependency akan berperan penting pada sebagian bentuk-bentuk normal untuk relation database. Dalam penentuan key, kita perlu mempelajari sifat dari Functional Dependency yang antara lain :
a. Kita perlu menerangkan semua Functional Dependency yang berpengaruh. b. Kita telah memilih dekomposisi khusus dari relasi skema.
6. Boyce-Code Normal Form
Functional Dependency dapat mendefinisikan beberapa bentuk normal yang menggambarkan desain database yang baik. Satu dari beberapa sifat normal tersebut akan diperoleh Boyce-Code Normal Form (BCNF).
Skema relasi adalah BCNF, jika untuk seluruh Functional Dependency yang meneruskan R dari bentuk X → A, dimana X ⊆ R, dan A ∈ R, paling sedikit satu dari pengaruh di bawah ini diikuti, yaitu :
2.6. Formulir Diagram ( Document Flow )
Bagan alir dokumen (Dokumen Flowchart) disebut juga bagan alir formulir (form flowchart) atau paperword flow chart merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan – tembusannya.
Formulir adalah suatu dokumen yang memuat informasi konstan yang tercetak dan mempunyai bagian luang untuk diisi dengan variabel.
Bagi suatu perusahaan tentunye harus mencatat transaksi setiap harinya , yang mana semua ini harus dikonversikan dari satu media ke media lainnya dan dimanipulasi berulang – ulang yang pada akhirnya berakhir pada satu formulir yang berguna bagi menejer didalam mengambil suatu keputusan. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan atau kegagalan suatu perusahaan juga tergantung dari formuli – formulir yang digunakan.
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa alasan pemakaian formulir adalah memudahkan suatu arus, proses dan analisa dari suatu data dengan cara :
a. Menyusun data
b. Meminimumkan waktu pencatatan dan menghapus penulisan data konstan. c. Memungkinkan kontrol terhadap kegiatan
d. Menyampaikan informasi penting dari seseorang kepada orang lain baik itu dalam satu organisasi atau organisasi yang lannya.
Di dalam bagan alir dokumen terdapat berbagi macam simbol-simbol, antara lainnya seperti pada Gambar 2.6. Simbol-Simbol Document Flow:
Simbol ini digunakan untuk menggambarkan catatan akutansi yang
digunakan untuk mencatat data yang direkam sebelumnya didalam
dokumen ( misalnya bukubesar, jurnal, buku pembantu ).
Outline komputer simbol ini menggambarkan pengolahan data dengan
komputer secara online. Nama program ditulis didalam simbol.
Simbol ini diartikan sebagai simbol keputusan yang harus digunakan
sebagai penyelesaian kondisi di dalam Program.
Simbol kegiatan manual, menunjukkan kegiatan manual, misalnya
penerimaan order pembelian, mengisi formulir, membandingkan,
memeriksa dan sebagainya.
Mulai atau akhir, simbol ini digunakan untuk menggambarkan awal dan
akhir suatu sistem akutansi.
Simbol dokumen, digunakan untuk menggambarkan berbagai macam
jenis dokumen yang merupakan formulir untuk digunakan merekam data
terjadinya suatu transaksi (misal surat order pembelian, faktur penjualan).
Online storage, simbol ini menggambarkan arsip komputer yang
berbentuk on line ( didalam memori komputer )..
Simbol penghubung ini untuk menghubungkan halaman yang berbeda,
jika digunakan sebagai bagan alir suatu sistem akutansi diperlukan lebih
dari 1 halaman. Simbol ini dipakai untuk menunjukkan kemana dan
Simbol penghubung ini untuk menghubungkan halaman yang sama.
Untuk menggambarkan arus dokumen mengalir dari atas ke bawah, dari
kiri kekanan. Karena keterbatasan ruang halaman kertas untuk
menggambar, untuk itu diperlukan simbol penghubung yang
memungkinkan aliran dokumen berhenti di suatu lokasi pada halaman
tertentu dan berjalan dilokasi lain pada halaman yang sama.
Arsip sementara, simbol ini digunakan sebagai penunjang penyimpanan
dokumen dimana dokumen tersebut akan diambil kembali dari arsip,
untuk keperluan yang lebih lanjut terhadap dokumen tersebut. Untuk
penguraiannya digunakan simbol sebagai berikut, A : Menurut abjat
N : Menurut nomor urut T : Menurut tanggal.
Arsip permanen : simbol ini digunakan untuk menggambarkan arsip
permaen yang merupakan tempat penimpan dokumen yang tidak akan
diproses lagi dalam sistem akutansi yang bersangkutan.
Simbol penjelasan, simbol ini memungkinkan ahli sistem menambahkan
keterangan untuk memperjelas pesan yang disampaikan dalam bagan alir.
Pertemuan garis alir, simbol ini digunakan jika dua garis bertemu dan
salah satu garis mengikuti arus garis lainnya.
Persimpangan garis alir, digunakan jika dua garis alir bersimpangan untuk
menunjukkan arah masing – masing garis, salah satu garis dibuat sedikit
melengkung tepat pada persimpangan kedua garis tersebut.
Garis alir, simbol ini menggambarkan arah proses pengulangan data.
Anak panah tidak digambarkan jika arus dokumen mengarah kebawah
dan kekanan. Juka arus dokumen mengalir keatas atau kekiri, anak panah
2.6.1. Diagram Arus Data ( Data Flow Diagram )
Diagram arus data ( Data Flow Diagram ) atau DFD adalah suatu gambaran grafis dari sebuah sistem yang menggunakan bentuk – bentuk simbol untuk menggambarkan bagaimana data mengalir melalui suatu proses yang saling berkaitan, walaupun nama diagram ini menekankan pada data, tetapi pada kenyataannya ditekankan pada prosesnya. Pada tahap analisis, penggunaan notasi ini sangat diperlukan sekali dalam komunikasi dengan pemakaian sistem untuk memahami secara logika.
Diagram arus data digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau atau sistem yang baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir ( misalnya lewat surat, telepon dan sebagainya ) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan ( misalnya hard disk, diskete, tape dan lain sebagainya ). Data flow diagram merupakan alat yang digunakan pada metodelogi pengembangan sistem yang terstruktur dan jelas. Lebih lanjut data flow diagram juga merupakan dokumentasi dari sistem yang baik.
Simbol Yang Digunakan Data Flow Diagram sebagai berikut : 1. Kesatuan Luar
suatu notasi kotak seperti yang terdapat pada Gambar 2.7. Notasi KesatuanLuar di DFD. Kesatuan luar kebanyakan adalah salah satu dari berikut ini :
a. Suatu kantor, departemen atau divisi dalam perusahaan tetapi diluar sistem yang sedang dikembangkan.
b. Orang atau sekelompok orang di organisasi tetapi diluar sistem yang sedang dikembangkan.
c. Suatu organisasi atau orang yang berada diluar organisasi seperti misalnya langganan, pemasok.
d. Sistem informasi diluar sistem yang sedang dikembangkan. e. Sumber asli dari suatu transaksi.
f. Penerimaan akhir dari laporan yang dihasilkan oleh sistem.
Gambar 2.7. Notasi Kesatuan Luar di DFD 2. Arus Data
Arus data ( Data Flow ) di DFD disimbolkan sebagai anak panah. Arus data ini mengalir diantara proses, simpanan data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem dan dapat berbentuk sebagai berikut dan terdapat pada gambar Gambar 2.8. Simbol-Simbol Document Flow :
c. Tampilan output dilayar yang dihasilkan oleh sistem. d. Masukan untuk komputer.
e. Komunikasi ucapan. f. Surat – surat atau memo.
g. Data yang dibaca atau direkam kesuatu file. h. Suatu isian yang dicatat pada buku agenda.
i. Transmisi data dari suatu komputer kekomputer lain. atau
Gambar 2.8. Ar us Data di DFD 3. Proses
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk kedalam proses untuk dihasilkan suatu arus data yang akan keluar dari proses, seperti pada Gambar 2.9. Notasi Proses di DFD.
atau
Gambar 2.9. Notasi pr oses di DFD 4. Simpanan Data
Simpanan data ( data store )merupakan simpanan dari data yang dapat berupa sebagai berikut dan terdapat pada Gambar 2.10. Simbol dari simpanan data di DFD :
a. Suatu file atau database di sistem komputer.
Indentifikasi Nama proses Indentifikasi
b. Suatu arsip atau catatan manual.
c. Suatu kotak tempat data di meja seseorang. d. Suatu tabel acuan manual.
e. Suatu agenda atau buku.
Gambar 2.10. Simbol dar i simpanan data di DFD 2.6.2. Diagram Konteks
Diagram konteks merupakan sistem dalam kontek lingkungan. Diagram tersebut terdiri dari suatu simbol proses yang menggambarkan seluruh sistem. Diagram menggambarkan data mengalir ke dan dari terminator. Saat menggambar diagram kontek yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Menggunakan hanya satu simbol proses.
2. Memberi label simbol proses tersebut menggambarkan seluruh sistem dengan nama dapat berupa kata kerja atau sistem.
3. Tidak memberikan nomor satu simbol proses tersebut
2.6.3. Entity Relationship Diagram (Diagr am Hubungan Entitas)
Entity Relationship (E-R) merupakan pemahaman dari dunia nyata yang mana terdiri dari himpunan objek yang disebut entity dan himpunan entity. Entity Relationship Diagram (diagram hubung entitas) mendokumentasikan data disuatu perusahaan dengan mengidentifikasikan entitas dan hubungannya.
fleksibel, dapat diadaptasi untuk berbagai pendekatan yang mungkin diikuti perusahaan. Berikut ini kompenen-komponen E-R Diagram.
Entity Relationship Diagram terdiri dari beberapa komponen, yaitu :
1. Menjelaskan tentangn entity set
2. Menjelaskan tentang atribut
3. Menjelaskan tentang relationship set
4. menghubungkan atribut-atribut antar entity set dan entity set menjadi relationship set
2.6.4 Kamus Data
Seperti halnya dengan kamus bahasa yang berfungsi untuk menjelaskan lebih mendatail tentang suatu kata maupun kalimat, kamus data yang digunakan dalam struktur analisa dan desain juga merupakan suatu katalog yang menjelaskan lebih detail Diagram Arus Data. Kamus data digunakan sebagai analisa sistem maupun pada saat desainsistem, pada saat analisa sistem kamus data digunakan sebagai pencatat terminologi bisnis yang berupa memokridit, memo debet, retur, batas kredit dan
sebagainya. Pada saat merancang desai sistem seorang progremer merupakan petunjuk yang penting guna menyusun sebuah sistem.
Selain dapat menjelaskan sebuah model, kamus data juga berfungsi untuk menghindari penggunaan kata yang sama, karena kamus data disusun menurut abjad.
Supplier
2.6.5. Teknik Memperoleh Infor masi
Ada beberapa cara yang digunakan analis untuk memperoleh informasi. Interaksi langsung digunakan untuk mengumpulkan data primer, sementara data sekunder dikumpulkan dari sumber – sumber yang ada. Mengamati seseorang atau mewawancarai seseorangmelakukan pekerjaan adalah contoh pengumpulan data primer. Pengumpulan data sekunder dengan melihat formulir – formulir atau dokumen – dokumen yang digunakan oleh perusahaan. Di bawah ini adalah beberapa cara pengumpulan data :
1. Pengamatan atau Observasi
Salah satu teknik pengumpulan data suatu proses adalah mengamati proses tersebut. Pada waktu melakukan observasi atau pengamatan, analis sistem dapat ikut juga berpartisipasi atau mengamati saja orang – orang yang sedang melakukan kegiatan tertentu yang sedang diobservasi. Seringkali dalam sistem analis dan desain akan menjalani suatu sistem untuk mengamati aliran - aliran informasi dari segi – segi keputusan yang penting sekali.
2. Wawancara
terstuktur sama sekali. Seorang analis akan mempersiapkan wawancaranya dengan baik, suatu wawancara yang berisi pertanyaan – pertanyaan yang akan ditanyakan. Masalah yang paling utama harus dipersiapkan.
3. Kuisioner
Kuisioner dapat dianggap sebagai bentuk wawancara terstruktur dengan pertanyaan-pertanyaan yang didesain agar dapat dijawab tanpa harus bertemu muka.
2.6.6. Desain Sistem
Desain Sistem adalah merupakan suatu proses penyiapan spesifikasi yang terperinci untuk menggambarkan sistem baru. Langkah permulaan desain sistem adalah rencana pengembangan yang telah dipersiapkan selama analisa sistem yang disetujui oleh manajemen. Desain sistem dimulai dengan spesifikasi output yang diperlukan. Mencakup isi format, Volume dan frekuensi laporan-laporan dan dokumen-dokumen. Selanjutnya menentukan isi dan format input suatu sistem dan file, yang kemudian diikuti desain semua hal penting mengenai langkah-langkah pengolahan, prosedur-prosedur dan pengendalian-pengendalian. Pada penyelesaian proses desain sistem harus dipersiapkan rencana implementasi sistem baru.
2.6.8. Desain Output
data spesifik atau informasi apa yang diperlukan mereka, Bagaimana mereka memakai data / informasi dan format apa yang menurut mereka sesuai dengan kebutuhan mereka.
Secara ringkas tahapan-tahapan dalam mendesain output adalah : 1. Memilih metode penyampaian informasi (Layar / Printer). 2. Mendesain bentuk layoutnya
3. Menyusun sistem informasi agar lengkap dan mudah dibaca. Untuk itu perlu diperhatikan :
- Beri judul pada setiap informasi yang diberikan. - Semua data tepat dibawah judul tiap kolom. - Beri ringkasan pada tempat-tempat tertentu. - Harus berurutan.
2.6.9. Desain Input
Masukkan (Input) merupakan awal dimulai proses informasi. Bahan mentah dari informasi adalah data yang terjadi dari transaksi yang dilakukan oleh organisasi. Data hasil dari transaksi adalah masukkan untuk sistem informasi.
49
BAB III
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
3.1
Str uktur Or ga nisasi La b Instr umentasi da n Lab. KalibrasiLaboratorium Instrumentasi dan Laboratorium Kalibrasi adalah dua lab yang ada dalam
satu atap dan dibawah naungan instansi Pusdiklat Migas Cepu seperti pada gambar struktur
pada Gambar 3.1. Struktur Organisasi di Instrumen dan Telekomunikasi.. Laboratorium
Instrumentasi memiliki tugas pokok untuk menyelenggarakan dan mengembangkan
pendidikan khususnya praktikum yang bertujuan untuk aplikasi ilmu dilapangan., sedangkan
laboratorium kalibrasi memiliki tugas pokok dalam hal pelayanan jasa terhadap alat alat
industri. Kedua laboratorium secara organisasi mempunyai struktur yang beda namun dari
segi personil banyak kesamaan. Laboratorium Instrumentasi dibagi menjadi beberapa
ruangan yaitu : Lab. Teknik Dingin, Lab. Elektronika, Lab. Instrumentasi, Lab. PLC/DCS.
Dan Lab. Telkom dan beberapa ruang untuk staf dan administrasi. Laboratorium Kalibrasi
dibagi menjadi 4 (empat) ruangan yaitu : Lab. Kalibrasi Suhu, Lab. Kalibrasi Massa, Lab.
Kalibrasi Tekanan dan Lab. Volume dan dalam pengembangan akan dibuat Lab. Density.
Masing masing ruang laboratorium mempunyai sarana, yang berbeda dari segi kegunaan
maupun fungsinya.
Peralatan laboratorium instrumentasi digunakan untuk melayani praktikum bagi
mahasiswa kedinasan STEM AKAMIGAS, kursus kursus dan juga untuk penelitian
mahasiswa dari perguruan tinggi lain, sedang untuk laboratorium kalibrasi digunakan khusus
untuk pengujian alat alat industri dimana peralatan ini selalu terkendali dalam hal
Ga mbar 3.1. Struktur Or ga nisasi di Instr umen dan Telekomunika si
3.2 Sistem Lab. Instr umentasi dan La b. Kalibr asi.
Dalam kegiatannya laboratorium instrumentasi dan kalibrasi belum melakukan
system komputerisasi namun masih dilakukan secara manual meskipun telah memiliki
procedure procedure tertentu untuk mengatur proses penggunaan ruangan dan pencatatan
peralatan yang ada. Namun dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi maka system
komputerisasi sangat diperlukan karena akan membantu dalam melakukan pengorganisasian
db kegiatan yang dilakukan.
Lab. Instrumen dan Telekomuikasi
Bidang Pendidikan
Bidang Jasa
Lab. Pendingin
Lab. Elektronika
Lab.Telkom
Lab. DCS/PLC
Lab. Instrumen
Lab.Massa
Lab.Suhu Lab.Tekanan
3.2.1 Peran Ka libr asi
Peranan kalibrasi sangat dibutuhkan dalam usaha untuk menjamin ketepatan
pengukuran peralatan tersebut. Peranan kalibrasi pada kegiatan industri adalah merupakan
indikator jaminan mutu suatu produksi sehingga semua alat ukur (instrumentasi) dan bahan
ukur sangat perlu dilakukan kalibrasi sesuai dengan persyaratan standar. Adapun tujuan dari
kalibrasi adalah suatu kegiatan untuk menentukan kebenaran nilai penunjukan alat ukur atau
bahan ukur, yang dibandingkan dengan kebenaran aLat ukur standar yang mampu telusur
(traceable) ke standar nasional m