• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

5. Daya Hantar Listrik (DHL) Tanah

Pelonggokan garam yang mudah larut dalam tanah secara parah menghambat pertumbuhan tanaman. Pelonggokan garam tersebut akan mengimbas plasmolisis, yaitu suatu proses bergerak keluarnya H2O dari tanaman ke larutan tanah. Kehadiran ion Na+

Salinitas dan sodisitas berpengaruh jelas terhadap pertumbuhan tanaman. Sodisitas dapat menyebabkan toksisitas kepada tanaman dan membuat masalah pada unsur hara, seperti defisiensi Ca

dalam jumlah tinggi dapat mempertahankan partikel-partikel tanah tetap tersuspensi. Dengan pengeringan, tanah membentuk lempeng-lempeng keras, dan terjadi pembentukan kerak di permukaan. Yang disebut terakhir ini menurunkan porositas tanah dan aerasi terhambat secara parah (Tan, 1998).

2+

. Pada tanah salin, kelarutan ion Cl-, SO4-, HCO3-, Na+, Ca+, Mg+, dan kadang-kadang NO3- dan K+

Proses pelapukan batuan atau mineral melalui reaksi kimia menghasilkan material yang memiliki komposisi berbeda dengan bahan aslinya. Agen utama terjadinya proses pelapukan kimia adalah H

, dapat merusak tanaman dengan cara menurunkan potensial osmotik. Namun, spesies dan varietas tanaman dari satu spesies memiliki toleransi berbeda terhadap pengaruh ion-ion tersebut (Mukhlis, dkk, 2011).

2O, CO2, O2, dan ion H+. Disolusi terutama terjadi pada garam-garam yang larut air seperti NaCl, dan CaSO4.2H2O. Terjadi pelarutan karena pengikatan antara molekul air kutub ganda dan kation serta anion (penyusutan garam), serta kehilangan ion dalam larutan. Proses disolusi sangat penting terutama pada proses desalinisasi tanah salin dan

pembentukan tanah dari batuan yang banyak mengandung gipsum (CaSO4.2H2

EC (Electric Conductivity) merupakan ukuran yang dapat dipercaya, tidak mahal dan cepat. Sehingga EC selalu diukur dalam uji tanah laboratorium. EC didasarkan kepada konsep bahwa arus listrik dihantarkan oleh larutan garam dibawah kondisi standar akan meningkat dengan meningkatnya konsentrasi garam di larutan tersebut (Mukhlis, dkk, 2011).

O) (Sutanto, 2005).

Berdasarkan persentase Nadd dan DHL dikenal 3 kelompok tanah yaitu; (1) tanah salin, (2) tanah salin-alkali, (3) tanah bukan salin -alkali (sodik). Tanah salin dicirikan oleh DHL > 4 mmhos/cm pada 25 ̊C dan PNT < 15%. tanah salin-alkali adalah tanah dengan DHL > 4 mmhos/cm pada 25 ̊C dan PNT > 15%. Tanah bukan salin alkali dicirikan dengan DHL < 4 mmhos/cm pada 25 ̊C dan PNT > 15%. Pada DHL antara 2-4 mmhos/cm, hanya tanaman yang sangat rentan akan terpengaruh, sedang pada nilai < 2 mmhos/cm pengaruh salinitas kecil dapat diabaikan (Tan, 1998).

Kondisi Umum Wilayah Penelitian

Provinsi Sumatera Utara, selain dikenal karena keindahan alam dan budayanya juga dikenal sebagai daerah penghasil kopi arabika dan robusta terbaik di dunia, seperti: kopi Sidikalang yang berasal dari dataran tinggi Dairi dan kopi Mandailing yang berasal dari Mandailing Natal. Adanya produksi kopi ini yang telah memberikan kontribusi penting pada perekonomian masyarakat dan daerah. Baik melalui perdagangan kopi secara langsung, produk olahan dan sektor jasa. Keadaan ini tentunya didukung oleh letak geografis, suhu dan curah hujan yang

sesuai untuk pertumbuhannya sehingga luas kebun kopi cenderung bertambah (Arief, dkk, 2011).

Kabupaten Dairi mempunyai Luas 192.780 Ha atau sekitar 2,69 % dari luas Propinsi Sumatera Utara (7.160.000 ha). Kabupaten Dairi terletak sebelah Barat Daya Propinsi Sumatera Utara. Sebagian besar Kabupaten Dairi terdiri dari dataran tinggi dan berbukit-bukit. Kabupaten tersebut terletak antara 98000'- 98030' BT dan 2015'00''- 30

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (2012) yakni Luas Kecamatan Sidikalang 70,67 Km

00'00" LU. Sebagian besar tanahnya berupa gunung-gunung dan bukit-bukit dengan kemiringan bervariasi sehingga terjadi iklim hujan sub tropis. Kota Sidikalang adalah ibukota Kabupaten Dairi (BPS, 2012).

2

. Dari luas kecamatan tersebut terdapat luas tanah sawah 679 Ha. Rata-rata produksi padi sawah 3,68 ton/Ha. Tanaman palawija yang paling dominan adalah jagung. Tanaman keras yang paling banyak adalah kopi (kopi arabika) kemudian kemenyan, tingkat produktivitas kopi adalah 575 kg/Ha.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Seiring meningkatnya kebutuhan dan persaingan dalam penggunaan lahan untuk berbagai keperluan menjadikan fungsi lahan menjadi sangat penting. Potensi lahan didasarkan pada kemampuan atau karakteristik lahan sehingga diketahui faktor-faktor yang menjadi penghambat pada lahan dan kesesuaian lahan tersebut untuk kegiatan pertanian dan non pertanian. Kesesuaian lahan perlu diperhatikan terhadap tanaman budidaya sehingga dapat tumbuh optimal. Walau tanaman kelihatan dapat tumbuh bersama dalam suatu wilayah, akan tetapi setiap jenis tanaman memiliki karakter yang membutuhkan persyaratan tumbuh yang berbeda-beda.

Evaluasi lahan adalah proses penilaian keragaan atau kinerja (performance) lahan jika digunakan untuk tujuan tertentu, meliputi pelaksanaan dan interpretasi survei dan studi bentuk lahan, tanah, kemiringan, vegetasi, iklim, dan aspek lahan lainnya, agar dapat membuat perbandingan berbagai penggunaan lahan yang mungkin dikembangkan (FAO, 1976).

Pengelolaan kebun kopi di Provinsi Sumatera Utara sejauh ini masih dilakukan oleh masyarakat melalui pola tradisional dan umumnya dilakukan dengan cara intensif yaitu melalui pembukaan lahan berhutan dan penggunaan sarana produksi (saprodi) kimia dalam pemeliharaan serta perawatannya. Kondisi ini senyatanya memberikan tanggapan balik yang tidak menguntungkan untuk produktifitas kopi dan keberlanjutan perdagangannya di masa sekarang dan yang akan datang, karena praktek ini telah memberikan kontribusi positif kepada kenaikan suhu lokal dan global akibat semakin berkurangnya kawasan berhutan,

terjadinya resistensi dan berkembangnya hama-penyakit, rusaknya sifat fisik tanah, menurunnya kesuburan tanah dan berkurangnya kualitas air sehat akibat residu saprodi kimia. Disamping itu, ternyata tidak semua lahan dan kawasan hutan cocok untuk kebun kopi sehingga kondisi ini meninggalkan cukup banyak

lahan kritis, baik di dalam kawasan hutan ataupun di luar kawasan hutan (Arief, dkk, 2011).

Kabupaten Dairi, Kecamatan Sidikalang adalah salah satu daerah dengan areal pertanian yang luas dan merupakan sentra pertanian holtikultura dan perkebunan yang banyak mengusahakan tanaman musiman dan tahunan. Tanaman yang menjadi andalannya adalah kopi. Adanya produksi kopi ini yang telah memberikan kontribusi penting pada perekonomian masyarakat dan daerah. Baik melalui perdagangan kopi secara langsung, produk olahan dan sektor jasa. Keadaan ini tentunya didukung oleh letak geografis, suhu dan curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhannya sehingga luas lahan kopi cenderung bertambah, namun pada kenyataanya tidak demikian. Telah banyak terjadi perubahan dan alih fungsi lahan tanaman kopi menjadi tanaman jagung, tanaman padi, dan palawija. Fungsi dari perencanaan penggunaan lahan adalah memberikan arahan terhadap pengambil keputusan terhadap penggunaan sumberdaya lahan yang menguntungkan dengan mengkonservasikannya bagi kepentingan generasi masa mendatang. Merupakan fungsi dari evaluasi kesesuaian lahan untuk mengangkat dan menyajikannya kepada berbagai perbandingan dari macam penggunaan lahan. Sehingga evaluasi kesesuaian lahan pada prinsipnya termasuk pelaksanaan interpretasi dari survei dasar seperti iklim, tanah, vegetasi, dan aspek lainnya dari lahan. Maka dari itu, perlu dilakukannya evaluasi kesesuaian lahan di Kabupaten

Dairi untuk mengetahui daerah-daerah yang tergolong potensial dan tidak dalam upaya pemanfaatan lahan dan pembudidayaan untuk tanaman kopi robusta.

Tujuan Penelitian

Untuk mengevaluasi kelas kesesuaian lahan di Kabupaten Dairi untuk tanaman kopi robusta (Coffea robusta Lindl.).

Kegunaan Penelitian

• Sebagai bahan informasi kepada petani kopi di Kabupaten Dairi dan pihak lain yang membutuhkan tentang kesesuaian lahan untuk tanaman kopi robusta (Coffea robusta Lindl.).

• Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan.

ABSTRACT

MUHAMMAD NAZARUL YANIS : The Land Suitability Evaluation of Dairi Regency for Robusta Coffee plant (Coffea robusta Lindl.). Guided by Ir. Hardy Guchi MP. and Mariani Sembiring SP. MP.

This research purposed to evaluate the suitability of land for cultivation of robusta coffee in Dairi with altitude is at 400 - 1700 m above sea level . This research started to do on May 2013 to November 2013. The research conducted by taking a sample soil based method free of survey grid with detail of survey level and then analyzed on the laboratory and land evaluation performed by the matching method is based on the need of land for plants with properties owned by land on any limiting factors . The parameters observed in the field are soil depth, soil drainage, slope, the dangers of erosion, the dangers of flood, and the rock surface and laboratory parameters analyzed include physical properties (texture) and chemical properties of the soil pH, soil cation exchanges capacity, base saturation, C-organic, and soil salinity.

The results showed that the actual land suitability classes for sample 1 is S3tc, sample 2 is S3tc,nr, sample 3 is S3tc, sample 4 is S3tc,nr,eh, sample 5 is S3tc,nr, sample 6 is S3tc,nr, sample 7 is Nrc, sample 8 is S3tc,nr, sample 9 is S3tc,rc,nr, sample 10 is S3tc, sample 11 is S3tc,nr, sample 12 is S3tc,oa,rc,nr, sample 13 is S3tc,nr, sample 14 is S3tc,rc, sample 15 is S3tc,nr,uh, and sample 16 is Nrc. Potential land suitability classes for sample 1 is S3tc, sample 2 is S3tc, sample 3 is S3tc, sample 4 is S3tc, sample 5 is S3tc, sample 6 is S3tc, sample 7 is Nrc, sample 8 is S3tc, sample 9 is S3tc,rc, sample 10 is S3tc, sample 11 is S3tc, sample 12 is S3tc,rc, sample 13 is S3tc, sample 14 is S3tc,rc, sample 15 is S3tc, and sample 16 is Nrc.

ABSTRAK

MUHAMMAD NAZARUL YANIS : Evaluasi Kesesuaian Lahan Kabupaten Dairi Untuk Tanaman Kopi Robusta (Coffea robusta Lindl.). Dibimbing oleh Ir. Hardy Guchi MP. dan Mariani Sembiring SP. MP.

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman kopi robusta di Kabupaten Dairi dengan ketinggian tempat berada pada 400 – 1700 m diatas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2013 sampai dengan November 2013. Penelitian dilakukan dengan mengambil contoh tanah berdasarkan metode survei grid bebas dengan tingkat survei detail kemudian dianalisis laboratorium dan evaluasi lahan dilakukan dengan metode matching yakni berdasarkan kebutuhan lahan untuk tanaman dengan sifat yang dimiliki oleh lahan pada setiap faktor pembatas. Parameter yang diamati dilapangan adalah kedalaman tanah, drainase, kemiringan lereng, tingkat bahaya erosi, bahaya banjir, dan batuan permukaan dan parameter yang dianalisis dilaboratorium meliputi sifat fisik (tekstur) dan sifat kimia yakni pH tanah, kapasitas tukar kation tanah, kejenuhan basa, C-organik, dan salinitas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual pada sampel 1 adalah S3tc, sampel 2 adalah S3tc,nr, sampel 3 adalah S3tc, sampel 4 adalah S3tc,nr,eh, sampel 5 adalah S3tc,nr, sampel 6 adalah S3tc,nr, sampel 7 adalah Nrc, sampel 8 adalah S3tc,nr, sampel 9 adalah S3tc,rc,nr, sampel 10 adalah S3tc, sampel 11 adalah S3tc,nr, sampel 12 adalah S3tc,oa,rc,nr, sampel 13 adalah S3tc,nr, sampel 14 adalah S3tc,rc, sampel 15 adalah S3tc,nr,eh, dan sampel 16 adalah Nrc. Kelas kesesuaian lahan potensial pada sampel 1 adalah S3tc, sampel 2 adalah S3tc, sampel 3 adalah S3tc, sampel 4 adalah S3tc, sampel 5 adalah S3tc, sampel 6 adalah S3tc, sampel 7 adalah Nrc, sampel 8 adalah S3tc, sampel 9 adalah S3tc,rc, sampel 10 adalah S3tc, sampel 11 adalah S3tc, sampel 12 adalah S3tc,rc, sampel 13 adalah S3tc, sampel 14 adalah S3tc,rc, sampel 15 adalah S3tc, dan sampel 16 adalah Nrc.

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN KABUPATEN DAIRI UNTUK

Dokumen terkait