Pada saat menstruasi, perempuan akan mengalami perubahan hormon di dalam tubuhnya yang akan mempengaruhi fungsi hati sehingga berdampak pada proses penyerapan zat kimia, hal ini merujuk pada Beierle, Meibohm, dan Derendorf bahwa :
Gender differences in hepatic metabolizing enzyme systems may adversely affect drug absorption, bioavailability, metabolism, and elimination.In addition, hormonal changes during the menstrual cycle, renal blood flow, and body composition also play roles in gender-specificdrug disposition30
2.4. Ion Tubuh
Pada saat beristirahat terutama tidur, manusia akan kehilangan cairan tubuh yang mengandung mineral bermuatan ion yang diperlukan oleh tubuh sebagai bagian dari metabolisma. Kadar kehilangan ion tubuh saat beristirahat menunjukkan angka yang berbeda pada perempuan dan laki-laki, hal ini mengacu pada hasil penelitian Grigoriev, Oganov, Bakulin, Poliakov, Voronin, Morgun, Shnaider, Murashko, Novikov, LeBlank, and Shakleford, dari klinik fisiologi otsenka : Bone mineral density (BMD) losses of women during 17 wk of bed rest (n = 6) and (n = 2) havebeen similar to bone losses of men so women are at greater risk for fracture withaging31.
30
Beierle, I, Meibohm B, and Derendorf H. Gender differences in pharmacokinetics and
pharmacodynamics. Int J Clin Pharmacol Ther 37: 529-547, 1999 dalam ibid tgl 2 Nov 2007
31
Grigoriev, AI, Oganov VS, Bakulin AV, Poliakov VV, Voronin LI, Morgun VV, Shnaider VS, Murashko LV, Novikov VE, LeBlank A, and Shakleford L. Kliniko-fiziologicheskaia otsenka izmenenii kostnoi tkani u kosmonavtov posle dlitel'nykh kosmicheskikh poletov.
33
Hal ini menguatkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Smith, Wastney, Morukov, Larina, Nyquist, Abrams, Taran, Shih, Nillen, Davis-Street, Rice, and Lane, yang mengungkapkan bahwa : Bone loss, calcium homeostasis, and osteoporosis are obvious nutrition-related concerns for women's health on Earth32.
2.5. Kekuatan, Kecepatan dan Daya Tahan Tubuh (endurance)
32
Smith, SM, Wastney ME, Morukov BV, Larina IM, Nyquist LE, Abrams SA, Taran EN, Shih CY, Nillen JL, Davis-Street JE, Rice BL, and Lane HW. Calcium metabolism before, during,
and after a 3-mo spaceflight: kinetic and biochemical changes. Am J Physiol Regulatory Integrative Comp Physiol 277: R1-R10, 1999 dalam ibid tgl 2 Nov 2007
Jika beradu panco, laki-laki pasti Menang!!!! Pasti???
34
Stereotip yang ada dalam masyarakat mengenai perbandingan kemampuan fisik antara laki-laki dan perempuan adalah laki-laki lebih kuat, lebih cepat dan lebih memiliki daya tahan daripada perempuan. Stereotip mengenai kekuatan tubuh terutama tubuh bagian atas laki-laki lebih kuat dibanding perempuan dapat dibenarkan, karena hal ini sesuai dengan aktivis gender yaitu Michael Levin yang mengungkapkan bahwa : women only have 55- 58 percent of the upper body strength of men The differences are rooted within both the genes and the hormones of males and females33.
Steteotip mengenai kecepatan saat lomba lari juga dapat disetujui jika mempertimbangkan struktur lutut pada rata-rata fisik perempuan yang memang berbeda dengan laki-laki, hal ini mengacu pada pernyataan Robert E. Booth, M.D., Chief of Orthopaedic Surgery di Pennsylvania Hospital, dan Zimmer, ahli worldwide dalam bidang orthopaedics yang berisi :
Women's knees typically are narrower from side to side, and are more trapezoid-shaped, whereas men's knees are more rectangle-shaped. The bone in the front of a woman's knee is typically less prominent than in a man's knee. the angle between the pelvis and the knee affects how the kneecap tracks over the end of the femur as the knee moves through a range of motion34.
Namun stereotip mengenai daya tahan tubuh saat melakukan aktivitas (endurance), tidak sepenuhnya benar jika merujuk pada : men tend to outperform women in strength and speed. Women seem to have greater endurance35.
33
Levin, Michael, Feminism and Freedom, Transaction Publishers, New Brunswick, New Jersey, 1988, pp. 82, 88. dalam http://www.narth.com/docs/york.html tgl 2 Nov 2007
34
http://www.hoise.com/vmw/06/articles/vmw/LV-VM-06-06-28.html tgl 2 Nov 2007 35
Sterling, A. Fausto, (1992) Myths of Gender, Biological Theories about Women and Men, (p269) New York: Basic dalamhttp://www.gender.org.uk/about/00_diffs.htm 10 Nov 2007
35
2.7. Jantung
Sesuai dengan rata-rata ukuran berat dan tinggi badan antara perempuan yang lebih ringan dan rendah dibandingkan laki-laki, maka ukuran jantung perempuan pun lebih kecil dari pada ukuran jantung laki-laki. Selain itu penyebab meningkatnya debaran jantung pada perempuan dan laki-laki dapat disebabkan oleh faktor yang berbeda.
Pada perempuan perubahan detak jantung dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon baik pada sa menstruasi ataupun tidak, sedangkan pada laki-laki perubahan detak jantung yang menandai adanya pemompaan darah pada atau dari jantung lebih banyak disebabkan oleh aktivitas fisik. Hal ini merujuk pada pernyataan Marianne Legato, Professor of Clinical Medicine di Columbia University :
has been at the forefront of this revolution in understanding, which encompasses not just behavioural variations between men and women — universally acknowledged — but gender specific differences in physiology. Take, for instance, the human heart. Women's hearts are smaller, which our alien might anticipate, as women are on average smaller than men, but the musculature of their hearts is less elastic. Women are also more likely than men to develop early beats or abnormal ones (arrhythmia), probably because of the profound influence of their hormones; In men, exercise is often a trigger for abnormal heart rhythms, whereas the precipitating factor in women is more likely to be hormonal change36.
36
Parry, Vivienne. Gender specific differences in humans confirmed dalam
36
2.8. Metabolisma pencernaan
Perbedaan lainnya dari perempuan dan laki-laki dapat dilihat dari sistem pencernaan. Berdasarkan hasil penelitian, metabolisme pencernaan perempuan ternyata lebih lambat daripada laki-laki. Hal ini dapat menyebabkan cepat kenyang ataupun makanan tidak terolah secara cepat. Selain itu kadar asam pada lambung perempuan pun memiliki tingkat lebih tinggi dibandingkan laki-laki, hal ini dapat berpengaruh pada timbulnya gejala penyakit lambung pada perempuan. Asumsi ini berdasarkan pada hasil penelitian Fletcher, , Acosta, dan Strykowski yang berisi : Gender differences in gastrointestinal physiology in women. Women havealtered bile composition, slower intestinal transit time, andhigher gastric pH than men37
2.9. Pengaruh radiasi
Radiasi pada umumnya dapat berdampak buruk bagi kedua jenis kelamin terutama jika dipancarkan dalam waktu yang cukup lama namun ternyata radiasi dapat berdampak lebih tinggi pada kesuburan laki-laki daripada perempuan. Hal ini merujuk pada :
Radiation concerns for women and men are generally similar except for exposure of the gonads and breast and thyroid tissue.Although the radiation exposure levels found may present an infertility problem for men, this isnot likely for the more radiation-resistant ovary38
37
Fletcher, CV, Acosta EP, and Strykowski JM. Gender differences in human pharmacokinetics
and pharmacodynamics. J Adolesc Health 15: 619-629, 1 dalam
http://jap.physiology.org/cgi/content/full/91/5/2374 tgl 2 Nov 2007 38
Suruda, A. Reproductive Hazards of the Workplace, edited by Frazier LM, and Hage ML.. New York: Van Nostrand Reinhold, 1998, p. 1. dalam ibid tgl 2 Nov 2007
37
Berdasarkan penjabaran di atas maka perbedaan fisik, dan pengaruh hormon pada fisik antara perempuan dan laki-laki dapat di lihat dalam tabel berikut :
Tabel 1
Perbedaan Fisik, Dan Pengaruh Hormon Pada Fisik Antara Perempuan Dan Laki-Laki
N O
FAKTOR