3 6 9 12 15 4 6 9 12 17 2015 2016 2017 2018 2019 Target Capain
39
Pada tahun 2019 Capaian Organisasi Kemasyarakatan yang Memanfaatkan Sumber Dayanya untuk Mendukung Kesehatan adalah 17 (Tujuh Belas) ormas atau 113% dari target yang telah ditetapkan. Ada pun Organisasi Kemasyarakatan yang Memanfaatkan Sumber Dayanya untuk Mendukung Kesehatan tersebut antara lain:
NO ORMAS RUANG LINGKUP KERJA SAMA
1 Aisyiyah
Pengembangan kapasitas kader 'Aisyiyah dalam upaya optimalisasi GERMAS, pencegahan Stunting & perluasan cakupan imunisasi
2 Muslimat NU
1. Penggalangan komitmen terhadap optimalisasi GERMAS di lingkungan pesantren, mencakup:
• Konsumsi sayur & buah secara teratur setiap hari
• Aktifitas fisik secara teratur • Melakukan pemeriksaan
kesehatan secara berkala • Perilaku hidup sehat : tidak
merokok, mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan lingkungan, & penggunaan jamban
2. Sosialisasi pencegahan Stunting (demo pemeriksaan sederhana & makanan sehat bagi ibu hamil, bayi/balita)
3 Fatayat NU
1. Penggalangan komitmen dari tingkat pusat-daerah dalam mendukung Optimalisasi GERMAS & Pencegahan Stunting
2. Orientasi GERMAS & Pencegahan Stunting pada masyarakat
4 Persatuan Gereja-gereja Indonesia
(PGI) Orientasi & Implementasi GERMAS 5 Pergerakan Wanita Nasional Indonesia
(PERWANAS)
Pergerakkan dan mobilisasi GERMAS dan Pencegahan Stunting di masyarakat
6 Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (PELKESI)
Peningkatan GERMAS & Percepatan
Pencegahan Stunting di Jemaat & Masyarakat Binaan Rumah Sakit Kristen Anggota PELKESI
7
Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia
(PERDHAKI)
Peranserta PERDHAKI dalam Optimalisasi GERMAS
8 Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)
1. Peningkatan perilaku Aktifitas fisik dengan yoga
2. Peningkatan perilaku tidak merokok dengan PUTAR (Pura Tanpa Asap Rokok)
3. Pengembangan kegiatan deteksi dini penyakit melalui Posbindu PTM di Pura atau balai Banjar/Desa
4. Pencegahan Stunting pada usia remaja
9 Persatuan Islam (PERSIS)
1. Eliminasi TBC di Pondok Pesantren 2. Pembinaan Pondok Pesantren dalam
melaksanakan GERMAS
10 Yayasan Jannur (YANNUR)
1. Advokasi kepada penentu kebijakan, baik dari ORMAS maupun
pemerintahan
2. Optimalisasi GERMAS melalui peningkatan peranserta kelompok masyarakat di kabupaten/kota binaan lokus GERMAS
3. Peningkatan kapasitas bagi tokoh/kader/fasilitator dalam
pencegahan Stunting, eliminasi TBC, & peningkatan cakupan Imunisasi 4. Penggerakkan kelompok binaan dalam
menjangkau sasaran
11 Al- Hidayah
Penggalangan dukungan pelaksanaan
GERMAS, penurunan Stunting, eliminasi TBC, & peningkatan cakupan Imunisasi, dari prov. & kab/kota, pimpinan Al-Hidayah dari pusat sampai majelis taklim.
12 PB Nahdlatul Ulama Gerakan Santri Sehat & Edukasi Pencegahan TBC dalam mewujudkan Pesantren Sehat 13 Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) Optimalisasi GERMAS & pencegahan Stunting
14 Dewan Masjid Indonesia (DMI)
1. Penggalangan komitmen pengurus DMI baik di provinsi/
kabupaten/kota,
pengurus/takmir masjid di desa untuk menjadikan GERMAS sebagai program kesehatan berbasis masjid & rumah tangga
2. Peningkatan kapasitas SDM masjid untuk mendorong terwujudnya GERMAS berbasis masjid & rumah tangga
41
3. Peningkatan pemahaman jama'ah masjid untuk menerapkan GERMAS di lingkungan masjid & rumah tangga 4. Membangun GERMAS sebagai
gerakan sosial berbasis masjid & rumah tangga
15 Dharma Wanita Persatuan (DWP)
1. Peningkatan peran aktif pimpinan & pengurus DWP mulai dari pusat hingga provinsi/kabupaten/kota
2. Mendorong terciptanya kebijakan publik dalam mendukung GERMAS 3. Penggerakkan masyarakat terkait
pencegahan Stunting (workshop) 4. Orientasi Kawasan Rumah Pangan
Lestari (KRPL)
16 KOWANI
1. Pembentukkan tenaga terampil dalam menggerakkan masyarakat terkait optimalisasi GERMAS, pencegahan Stunting, & peningkatan cakupan Imunisasi
2. Penjangkauan rumah tangga sebagai pilar utama dalam optimalisasi GERMAS & penggerakan peranserta KOWANI dalam pencegahan Stunting & peningkatan cakupan Imunisasi
17 PP Muhammadiyah
1. Pelatihan fasilitator/kader/pembina teknis yang memiliki kemampuan menggerakkan masyarakat
2. Pembinaan kelompok yang mendukung Kampanye GERMAS, peduli TBC, peduli Imunisasi
3. Terbentuknya posyandu aktif & integrasi pelayanan posyandu dengan posbindu, posyandu remaja, serta terbentuknya pos TB desa
Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2018 dengan Tahun 2019
Pencapain Jumlah Organisasi Kemasyarakatan yang Memanfaatkan Sumber Dayanya untuk Mendukung Kesehatan
pada 2018 mencapai 12 ormas (capaian 100%), sedangkan pada Tahun 2019 capaian Jumlah Organisasi Kemasyarakatan yang Memanfaatkan Sumber Dayanya untuk Mendukung Kesehatan
adalah sebanyak 17 ormas (113%). Dapat disimpulkan bahwa trend positif capain target kinerja jumlah ormas pada tahun 2018
(capain 12 ormas), pada tahun 2019 dapat kembali dipertahankan dan secara persentasi naik capainnya sebesar 13% (capaian 17 ormas = 113%).
Capain indikator Jumlah Organisasi Kemasyarakatan yang Memanfaatkan Sumber Dayanya untuk Mendukung Kesehatan selama 5 tahun pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015 - 2019 sepenuhnya dapat tercapai dalam tiap tahun pelaksanaannya. Hal ini menggambarkan seluruh aspek kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat telah sepenuh mengarah pada kegiatan yang memiliki daya ungkit terhadap pencapaian indikator yang telah ditetapkan.
Langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai target tahun 2019
• Melakukan sosialisasi Program Prioritas Kesehatan dengan Organisasi Kemasyarakatan.
• Penggalangan komitmen Organisasi Kemasyarakatan yang telah MoU dengan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan dukungan sumberdaya yang dimiliki organisasi kemasyarakatan.
• Penguatan jejaring organisasi kemasyarakatan untuk mendapatkan dukungan sumberdaya organisasi kemasyarakatan sehingga jejaring organisasi kemasyarakatan juga menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan untuk mendukung program kesehatan.
• Koordinasi dengan Lintas Program terkait identifikasi organisasi kemasyarakatan yang telah bekerjasama dengan Program di lingkup Kementerian Kesehatan.
Analisis keberhasilan pencapaian indikator
Faktor pendukung yang mempengaruhi upaya pencapain kinerja
• Organisasi Kemasyarakatan yang telah MoU dengan Kementerian Kesehatan memiliki kriteria: legal aspek,
43
kemampuan teknis dan administrasi, wilayah dan kader penggerak untuk melaksanakan program prioritas kesehatan.
• Pengarusutamaan permasalahan kesehatan dalam agenda pembangunan mulai menimbulkan kesadaran dalam masyarakat yang dan kelompok-kelopok perduli lainnya seperti organisasi-organisasi keagamaan, organisasi profesi.
Analisis hambatan pencapaian indikator
• Tidak semua ormas calon mitra potensial memenuhi persyaratan untuk MoU dengan Kementerian Kesehatan sesuai Permenkes No 84 Tahun 2015 tentang Pengembangan Peran Serta Organisasi Kemasyarakatan Bidang Kesehatan.
• Terbatasnya sumber daya yang dimiliki ormas untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mendukung upaya pembangunan kesehatan.
Alternatif Solusi yang Dilakukan
• Pembinaan terhadap Ormas yang belum memenuhi syarat sesuai Permenkes No 84 Tahun 2015 tentang Pengembangan Peran Serta Organisasi Kemasyarakatan dalam bentuk mendorong organisasi kemasyarakatan untuk membangun jejaring dengan berbagai pihak potensial lainnya.
• Pendampingan teknis dan administrasi yang lebih intens untuk meningkatkan kinerja ormas yang telah bekerjasama.
Analisis Efisiensi
Penyerapan anggaran sebesar 97%, dari alokasi anggaran sebesar Rp.13,855,403,000,- dapat terealisasi sebesar Rp.13,441,176,804. Hal ini menunjukkan korelasi positif dengan capaian indikator
Sumberdaya
Pencapaian kinerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat didukung oleh adanya sumber daya antara lain Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Anggaran, maupun Sumber Daya Sarana dan Prasarana.
a. Sumber Daya Manusia
Pegawai Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan sampai tanggal 31 Desember 2019 sejumlah 81 orang dengan komposisi sebagai berikut:
Tabel 3.2 Jumlah Pegawai Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Berdasarkan Jabatan
No Uraian Perempuan Laki-Laki Jumlah
1 Eselon II - 1 1 2 Eselon III 2 2 4 3 Eselon IV 8 1 9 4 Fungsional PKM 7 3 10 5 Umum 30 14 44 6 Non PNS 6 9 15 Total 53 30 83
Dari data tersebut, dapat diketahui bahwa pejabat struktural ada 14 orang (17%). Selain itu, di Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 2 jabatan fungsional, terbanyak yaitu Jabatan Fungsional Umum sebanyak 44 orang (53%), Penyuluh Kesehatan Masyarakat (PKM) Ahli berjumlah 10 orang (9%). Sementara pegawai Non PNS di Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat sebanyak 15 orang (12%).
Tabel 3.3 Jumlah Pegawai Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Berdasarkan Golongan
No Uraian Perempuan Laki-Laki Jumlah
1 Golongan II 2 - 2
2 Golongan III 31 18 49
3 Golongan IV 12 5 17
Total 45 23 68
Dari data di atas, dapat dilihat sebagaian besar pegawai Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat berada pada golongan III sebanyak 49 orang, dan golongan paling sedikit berada pada golongan II sebanyak 6. Jumlah Pegawai berdasarkan tingkat pendidikan pada Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai berikut:
b. Sumber Daya Anggaran
Dalam mendukung pelaksanaan kegiatan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat didukung melalui anggaran dari APBN Kementerian Kesehatan RI dan berbagai sumber lainnya sesuai peraturan yang berlaku. Anggaran Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat pada tahun 2019 adalah Rp. 182,496,707,000,-
Realisasi anggaran Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat tahun 2019 adalah sebagai berikut:
Tabel 3.4 Realisasi Anggaran Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2019
PAGU REALISASI
Rp %
47
c. Sumber Daya Sarana dan Prasarana
Sarana dan Prasarana yang dimiliki oleh Direktorat Promosi Kesehatan & Pemberdayaan adalah :
1. Ruangan yang terdiri dari ruang kerja dan Gudang
2. Peralatan kantor antara lain Personal Unit (komputer), Laptop, LCD, Meubeulair, jaringan LAN, dan lain sebagainya
3. Perlengkapan Multimedia mencakup peralatan studio mini, peralatan fotografi, peralatan video, peralatan audio dan peralatan design grafis 4. Media elektronik seperti film dokumenter, spot radio, spot tv,
film/sinetron dan lain sebagainya
5. Media Cetak berupa poster, lembar balik, permainan edukatif, leaflet, buku-buku
6. Media Online Direktorat Promosi Kesehatan & Pemberdayaan diantaranya official website, twitter, facebook, Instagram
7. Perlengkapan Pameran
8. Kendaraan operasional roda 4, kendaraan operasional roda 2, kendaraan khusus pameran dan kendaraan khusus promosi kesehat
Ringkasan Barang Milik Negara Tahun 2019:
1. Saldo Awal Periode Tahunan Tahun Anggaran 2019 Nilai Saldo Awal Barang Milik Negara pada Laporan Barang Kuasa Pengguna (LBKP) Gabungan (intrakomptabel dan ekstrakomptabel) yang disajikan pada Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2019 ini adalah sebesar Rp. 62,060,134,256,- (enam puluh dua milyar enam puluh juta seratus tiga puluh empat ribu dua ratus lima puluh enam rupiah), dalam Periode laporan Tahunan Tahun Anggaran 2019 terdapat mutasi tambah sebesar Rp. 174,047,000,- (Seratus tujuh puluh empat juta empat puluh tujuh ribu rupiah) jadi nilai BMN gabungan (intrakomptabel dan ekstrakomptabel) yang disajikan pada Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2019, sebesar Rp. 62,234,181,256,- (enam puluh dua milyar dua ratus tiga puluh empat juta seratus delapan puluh satu ribu dua ratus lima puluh enam rupiah).
2. Ringkasan Mutasi Barang Milik Negara Periode Tahunan Tahun Anggaran 2019 Mutasi/transaksi yang terjadi pada BMN Periode Tahunan untuk Tahun Anggaran 2019 adalah sebagai berikut :
a. Barang Persediaan
Saldo Persediaan pada Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Periode 31 Desember 2018 yaitu sebesar Rp. 10.807.760.715,- (Sepuluh milyar delapan ratus tujuh juta tujuh ratus enam puluh ribu tujuh ratus lima belas rupiah), jumlah tersebut dapat dirinci sebagai berikut :
Uraian Saldo (Rp)
117111 Barang Konsumsi 10.467.587.915
117128 Barang persediaan lainnya utk di jual/Diserahkan ke Masyarakat
340.172.800
JUMLAH 10.807.760.715
Barang persediaan lainnya untuk di jual/Diserahkan ke Masyarakat berupa Dacin dan Sarung yang masih tercatat di Neraca sebanyak 1,024 unit dengan nilai sebesar Rp.340,172,800,- (Tiga ratus empat puluh juta seratus tujuh puluh dua ribu delapan ratus rupiah) sedangkan menurut Opname Fisik sebanyak 609 Unit dengan nilai sebesar Rp.202,309,800,- (Dua ratus dua juta tiga ratus sembilan ribu delapan ratus rupiah), terdapat selisih sebanyak 415 unit dengan nilai sebesar Rp.137,863,000,- (Seratus tiga puluh tujuh juta delapan ratus enam puluh tiga ribu rupiah) telah diserahkan ke Masyarakat/Daerah. Total nilai barang persediaan yang dalam kondisi rusak dan usang sebesar Rp.0 (nihil).
b. Peralatan dan Mesin
Saldo Peralatan dan Mesin pada Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2019 Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat adalah sebesar Rp.34,488,327,640,- (Tiga puluh empat milyar empat ratus delapan puluh delapan juta
49
tiga ratus dua puluh tujuh ribu enam ratus empat puluh rupiah), dari jumlah tersebut terdapat mutasi penambahan sebesar Rp.378,047,000,- (Tiga ratus tujuh puluh delapan juta empat puluh tujuh ribu rupiah) dari pembelian dan terdapat mutasi pengurangan sebesar Rp.244,190,682,- (Dua ratus empat puluh empat juta seratus sembilan puluh ribu enam ratus delapan puluh dua rupiah) menjadi aset tetap yang tidak di gunakan karena kondisi rusak berat dari saldo awal per 1 Januari 2019 sebesar Rp.34,354,471,331,- (Tiga puluh empat milyar tiga ratus lima puluh empat juta empat ratus tujuh puluh satu ribu tiga ratus tiga puluh satu rupiah) dengan Rincian Peralatan dan Mesin per bidang barang adalah sebagai berikut:
1. Alat Angkutan (3.02)
Saldo nilai Alat Angkut pada Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2019 pada Satuan Kerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat periode 31 Desember 2019 sebesar Rp.17.877.313.076,- (tujuh belas milyar delapan ratus tujuh puluh tujuh juta tiga ratus tiga belas ribu tujuh puluh enam rupiah). Jumlah tersebut terdapat mutasi pengurangan 1 unit dari saldo awal per 1 Januari 2019 dengan semula jumlah barang 69 unit, nilai sebesar Rp.17.880.579.076,- (tujuh belas milyar delapan ratus delapan puluh juta lima ratus tujuh puluh sembilan ribu tujuh puluh enam rupiah). Untuk Alat Angkutan terdapat mutasi kurang sebesar Rp.3.266.000,- (Tiga juta dua ratus enam puluh enam ribu rupiah) dan untuk mutasi tambah sebesar Rp. 0 (nol rupiah).
Saldo Alat Angkut :
Uraian Jenis Transaksi Jumlah (Rp) Saldo Per 1 Januari 2019 17,880,579,076,-
Uraian Jenis Transaksi Jumlah (Rp)
Saldo Per 31 Desember 2019 17,877,313,076,-
2. Alat Kantor dan Rumah Tangga (3.05)
Saldo Alat Kantor dan Rumah Tangga pada Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2019 Satuan kerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Per 31 Desember 2019 sejumlah 1,381 unit dengan nilai sebesar Rp.8,789,057,666,- (Delapan milyar tujuh ratus delapan puluh sembilan juta lima puluh tujuh ribu enam ratus enam puluh enam rupiah). Jumlah tersebut terdapat mutasi tambah sejumlah 2 unit dengan nilai Rp.42,700,000,- (Empat puluh dua juta tujuh ratus ribu rupiah) dan mutasi kurang sejumlah 28 unit dengan nilai sebesar Rp.54,815,600,- (Lima puluh empat juta delapan ratus lima belas ribu enam ratus rupiah) dari saldo awal per 01 Januari 2019 sebesar Rp.8.801.173.275,- (Delapan milyar delapan ratus satu juta seratus tujuh puluh tiga ribu dua ratus tujuh puluh lima rupiah) sebanyak 1.402 unit.
3. Alat Studio dan Alat Komunikasi (3.06)
Saldo Alat Studio dan Alat Komunikasi pada Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2019 Satuan kerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat per 31 Desember 2019 sejumlah 314 unit dengan nilai sebesar Rp.2,507,523,275,- (Dua milyar lima ratus tujuh juta lima ratus dua puluh tiga ribu dua ratus tujuh puluh lima rupiah). Sejumlah 372 unit merupakan dari Saldo awal per 1 Januari 2019 sebesar Rp 2,529,461,725,- (Dua milyar lima ratus dua puluh sembilan juta empat ratus enam puluh satu ribu tujuh ratus dua puluh lima rupiah), dengan mutasi tambah sejumlah 3 unit dengan nilai sebesar Rp.36,350,000,- (Tiga puluh enam juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah) dan
51
terdapat mutasi kurang sebanyak 61 unit dengan nilai sebesar Rp.58,288,450,- (Lima puluh delapan juta dua ratus dua puluh delapan ribu empat ratus lima puluh rupiah).
4. Alat Kedokteran dan Kesehatan Umum (3.07)
Saldo Alat Kedokteran dan Kesehatan umum pada Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2019 Satuan kerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat per 31 Desember 2019 sejumlah 27 unit dengan nilai sebesar Rp.17,290,000,- (Tujuh belas juta dua ratus sembilan puluh ribu rupiah). Sejumlah 27 Unit merupakan saldo awal per 1 Januari 2019 dengan nilai sebesar Rp.17,290,000,- (Tujuh belas juta dua ratus sembilan puluh ribu rupiah) mutasi tambah sebesar Rp. 0 (nol rupiah) dan mutasi kurang sebesar Rp. 0 (nol rupiah).
5. Unit Alat Laboratorium (3.08)
Saldo Alat Laboratorium pada Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2019 Satuan kerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat per 31 Desember 2019, sejumlah 11 unit dengan nilai sebesar Rp.60,664,000,- (Enam puluh juta enam ratus enam puluh empat ribu rupiah), Sejumlah 13 unit merupakan saldo awal per 1 Januari 2019, sebesar Rp.49,652,000,- (empat puluh sembilan juta enam ratus lima puluh dua ribu rupiah), terdapat mutasi tambah sejumlah 1 unit sebesar Rp.11,150,000,- (Sebelas juta seratus lima puluh ribu rupiah) dan mutasi kurang sejumlah 3 unit dengan nilai sebesar Rp.138,000,- (Seratus tiga puluh delapan ribu rupiah).
6. Alat Khusus Lainnya (3.09)
Saldo Alat Khusus Lainnya pada Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2019 Satuan kerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat per 31 Desember 2019, sejumlah 17 unit dengan nilai sebesar Rp.141,762,500,-
(Seratus empat puluh satu juta tujuh ratus enam puluh dua ribu lima ratus rupiah). Untuk saldo awal per 1 Januari 2019 sebesar Rp.88,462,500,-(delapan puluh delapan juta empat ratus enam puluh dua ribu lima ratus rupiah), mutasi tambah sejunlah 8 unit dengan nilai sebesar Rp.53,300,000,- (Lima puluh tiga juta tiga ratus ribu rupiah) dan mutasi kurang sebesar Rp. 0 ( nol rupiah).
7. Komputer dan Peralatan (3.10)
Saldo untuk Komputer dan Peralatan pada Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2019 Satuan kerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat per 31 Desember 2019 sejumlah 484 unit dengan nilai sebesar Rp.5,056,563,348,- (Lima milyar lima puluh enam juta lima ratus enam puluh tiga ribu tiga ratus empat puluh delapan rupiah). Jumlah 466 unit merupakan saldo awal 1 Januari 2018 dengan nilai sebesar Rp.4,949,698,975,- (Empat milyar Sembilan ratus empat puluh sembilan juta enam ratus sembilan puluh delapan ribu sembilan ratus tujuh puluh lima rupiah), dengan mutasi tambah sejumlah 18 unit sebesar Rp.234,547,000,- (Dua ratus tiga puluh empat juta lima ratus empat puluh tujuh ribu rupiah) dan mutasi kurang sejumlah 19 unit dengan nilai sebesar Rp.127,682,632,- (Seratus dua puluh tujuh juta enam ratus delapan puluh dua ribu enam ratus tiga puluh dua rupiah).
8. Alat Peraga (3.16)
Saldo Alat Peraga berupa miniatur (contoh NAPZA) pada Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2019 Satuan kerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat per 31 Desember 2019, sejumlah 2 unit dengan nilai sebesar Rp.30,953,780,- (Tiga puluh juta sembilan ratus lima puluh tiga ribu tujuh ratus delapan puluh rupiah). Jumlah tersebut merupakan saldo awal per 1 Januari 2019 sebesar Rp.30,953,780,- (tiga puluh juta sembilan ratus lima
53
puluh tiga ribu tujuh ratus delapan puluh rupiah), mutasi
tambah sebesar Rp. 0 (nol rupiah) dan mutasi kurang sebesar Rp. 0 (nol rupiah).
9. Peralatan Olah raga (3.19)
Saldo Peralatan Olah raga pada Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2019 Satuan kerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat per 31 Desember 2019, sejumlah 1 unit dengan nilai sebesar Rp.7,200,000,- (tujuh juta dua ratus ribu rupiah). Jumlah tersebut merupakan saldo awal per 1 Januari 2019 sebesar Rp.7,200,000,- (tujuh juta dua ratus ribu rupiah), mutasi tambah sebesar Rp. 0 (nol rupiah) dan mutasi kurang sebesar Rp. 0 (nol rupiah). c. Aset Tetap Lainnya
Saldo Aset Tetap Lainnya pada Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2019 di Satuan kerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp.10,500,000,- (Sepuluh juta lima ratus ribu rupiah), jumlah tersebut mengalami perubahan mutasi pengurangan sebesar Rp.4,000,000,- (Empat juta rupiah), karena reklas keluar menjadi barang persediaan, dari saldo awal per 1 Januari 2019 sebesar Rp.14,500,000,- (Empat belas juta lima ratus ribu rupiah), rincian untuk Aset Tetap Lainnya per bidang barang adalah sebagai berikut :
1. Bahan Perpustakaan (6.01)
Saldo Bahan Perpustakaan pada Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2019 pada Satuan Kerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat per 31 Desember 2019, sebesar Rp. 0 (nol rupiah), terdapat mutasi pengurangan sebesar Rp.4,000,000,- (Empat juta rupiah), karena reklas keluar menjadi barang persediaan.
2. Barang Bercorak Kesenian/Kebudayaan (6.2)
Saldo Barang Bercorak Kesenian/Kebudayaan pada Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2019 Satuan kerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan
Masyarakat per 31 Desember 2019, sejumlah 1 unit dengan nilai sebesar Rp.10,500,000,- (Sepuluh juta lima ratus ribu rupiah). Jumlah tersebut merupakan saldo awal per 1 Januari 2019 sebesar Rp.10,500,000,- (Sepuluh juta lima ratus ribu rupiah), untuk mutasi tambah sebesar Rp.0 (nol rupiah) dan mutasi kurang sebesar Rp.0 (nol rupiah).
d. Aset Tetap Yang Tidak Digunakan
Saldo Aset Tetap Yang Tidak Digunakan pada Laporan Tahuanan Tahun Anggaran 2019 Satuan kerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat periode 31 Desember 2019, adalah sebesar Rp.27,935,353,607,- (Dua puluh tujuh milyar sembilan ratus tiga puluh lima juta tiga ratus lima puluh tiga ribu enam ratus tujuh rupiah), jumlah tersebut mengalami mutasi penambahan dari saldo awal per 1 Januari 2019 dengan nilai Rp.27,691,162,925,- (Dua puluh tujuh milyar enam ratus sembilan puluh satu juta seratus enam puluh dua ribu sembilan ratus dua puluh lima rupiah), untuk mutasi tambah sebesar Rp.244,190,682,- (Dua ratus empat puluh empat juta seratus sembilan puluh ribu enam ratus delapan puluh dua rupiah) yang berasal dari aset Peralatan dan Mesin dan mutasi kurang sebesar Rp.0 (nol rupiah).
e. Aset Tak Berwujud
Saldo Aset Tak Berwujud pada Laporan Tahunan Tahun Anggaran 2019 Satuan kerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat per 31 Desember 2019, adalah sebesar Rp.19,013,236,288,- (Sembilan belas milyar tiga belas juta dua ratus tiga puluh enam ribu dua ratus delapan puluh delapan rupiah), jumlah tersebut mengalami mutasi penambahan dari Pembelian/Produksi sebesar Rp.991,730,000,- (Sembilan ratus sembilan puluh satu juta tujuh ratus tiga puluh ribu rupiah) dari saldo awal per 1 Januari 2019 dengan nilai sebesar Rp.18,447,906,288,- (Delapan belas milyar empat ratus empat puluh tujuh juta sembilan ratus enam ribu dua ratus delapan puluh
55
delapan rupiah), Aset Tak Berwujud tersebut berupa Hak Cipta, Software dan Aset Tak Berwujud Lainnya.
BAB IV
Kesimpulan
Dari seluruh uraian yang telah disampaikan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa secara umum Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat telah melakukan berbagai upaya dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari pelaksanaan program kerja tahun anggaran 2019 adalah sebagai berikut:
1. Seluruh target kinerja yang diperjanjikan dapat tercapai
2. Aspek perencanaan dan pengawasan pelaksanaan kegiatan perlu ditingkatkan untuk mendorong kinerja anggaran yang efisien dan tepat guna dalam pencapian target kinerja yang telah ditentukan.
3. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia harus terus digalakkan untuk medukung pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat baik di level pusat maupaun di level daerah.
Berdasarkan hasil analisis dari capaian kinerja, selanjutnya dirumuskan beberapa