• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB LIMA - DEALING MELALUI BROKER (VOICE BROKER DAN PERANGKAT BROKER ELEKTRONIK)

MODEL KODE ETIK BAGIAN I: JAM KERJA

BAB LIMA - DEALING MELALUI BROKER (VOICE BROKER DAN PERANGKAT BROKER ELEKTRONIK)

BAB LIMA - DEALING MELALUI BROKER (VOICE BROKER DAN PERANGKAT BROKER ELEKTRONIK)

33. Perbedaan antara Broker dan Principal

x Voice broker harus memastikan bahwa setiap kurs yang mereka kuotasikan didukung oleh order yang sah.

x Jika Broker gagal untuk melaksanakan transaksi pada kurs kuotasi dan harus menerima kuotasi yang lebih rendah untuk menetralisir risiko, Manajemen Senior harus diberitahu dan pembicaraan antar pihak harus dilakukan, sehingga mereka mencapai solusi yang tepat.

x Semua kompensasi harus dalam bentuk pembayaran transfer bank atas nama lembaga atau penyesuaian untuk tagihan Brokerage.

x Semua transaksi tersebut harus didokumentasikan sepenuhnya oleh Principal dan voice broker. Menolak kompensasi bagi Broker dianggap praktek yang buruk. Demikian pula bila memaksakan sebuah nama pada harga awal.

34. Perbedaan antara Prime Broker dan nasabah

x Lembaga yang bertindak sebagai Prime Broker, sedapat mungkin harus bertanggung jawab dalam mencari pemecahan masalah, mis-hit, dan transaksi yang tidak sah (broken trade) atas nama nasabahnya secepat mungkin.

x Bukan merupakan best practice untuk melimpahkan keputusan ke pihak nasabah atau mengandalkan tempat pelaksanaan untuk menyelesaikan sengketa (kecuali tempat pelaksanaan telah menetapkan secara eksplisit bahwa yang bersangkutan mengambil alih proses dan tanggung jawab tersebut).

x Para pelaku pasar keuangan yang menyediakan akses bagi pihak lainnya untuk tempat bertransaksi, misalnya Prime Broker, bertanggung jawab atas kegiatan pengguna akhir mereka, kepatuhan mereka pada ketentuan tempat pelaksanaan transaksi perorangan, dan kepatuhan atas praktek pasar terbaik.

35. Prosedur Dealing dan Persyaratan Pendahuluan

x Persyaratan pendahuluan yang akan dikenakan harus dinyatakan dengan jelas oleh Dealer dan Broker, sebelum transaksi dilaksanakan.

x Jika kemampuan Dealer untuk melaksanakan transaksi dibatasi oleh faktor-faktor lain (misalnya jam buka di pusat keuangan lain), hal ini harus diketahui oleh Broker dan calon counterparty pada tahap awal dan sebelum perjanjian ditandatangani.

63

36. Pelaksanaan Deal antara Dealer dan Broker

x Para Dealer harus menganggap diri mereka terikat kepada deal setelah kurs dan syarat-syarat komersial utama lainnya disepakati. Namun, hanya berpegang kepada voice broker secara tidak beralasan kepada suatu kurs dipandang sebagai tidak profesional dan harus dihindari oleh manajemen.

x Apabila kurs kuotasi memenuhi syarat sebagai subjek negosiasi persyaratan komersial, para dealer biasanya harus menganggap diri mereka sebagai terikat untuk melakukan deal pada titik di mana kurs telah disepakati tanpa persyaratan pendahuluan.

x Perjanjian lisan dianggap mengikat dan konfirmasi selanjutnya dianggap sebagai bukti dari deal, tetapi tidak boleh menggantikan harga yang disepakati secara lisan. Praktek melakukan transaksi yang dikaitkan dengan dokumentasi tidak dianggap sebagai best practice.

x Untuk meminimalkan kemungkinan dispute yang timbul setelah dokumentasi disiapkan, Principal harus berupaya untuk menyetujui semua hal yang material secepatnya selama negosiasi lisan, dan harus menyetujui rincian lainnya sesegera mungkin setelahnya. Penggunaan konfirmasi deal elektronik, dan platform dokumentasi serta sistem (disebut sistem hibrid) sangat dianjurkan.

x Apabila voice broker terlibat, adalah tanggung jawab voice broker untuk memastikan bahwa Principal yang memberikan harga atau kurs segera diberitahu bahwa deal telah ditangani.

x Sebagai ketentuan umum, deal hanya boleh dianggap sebagai telah dilakukan apabila pemberitahuan voice broker diakui secara positif oleh dealer.

x Broker tidak boleh menganggap deal telah dilakukan tanpa adanya semacam bentuk pengakuan dari dealer.

x Apabila Broker memberikan usulan kurs khusus kepada dealer (yaitu menentukan jumlah dan nama untuk siapa kuotasi diperlukan), dealer bisa berharap untuk diberitahu segera oleh Broker apakah transaksi telah 'terjadi' atau tidak.

x Apabila voice broker 'hit' harga Dealer sebagai 'done' (atau hal yang serupa) dalam waktu sangat singkat segera setelah dealer keluar dari deal, transaksi harus diperlakukan sebagai terlaksana, untuk itu Broker harus memberitahu kedua counterparty mengenai hal tersebut.

x Sebaliknya, ketika Broker mengatakan “off” secara bersamaan dengan dealer 'hit' harga Broker sebagai 'Mine', atau 'Yours' (atau hal yang serupa), deal tidak harus terjadi dan Broker harus memberitahu kedua counterparty mengenai hal tersebut.

x Perusahaan Broker sama sekali tidak boleh memberitahu dealer bahwa deal telah dilaksanakan padahal sebenarnya tidak.

x Dalam hal harga kuotasi Broker 'hit' secara bersamaan ('Yours', 'Mine', dll) oleh beberapa dealer untuk jumlah total yang lebih besar daripada harga yang absah, Broker harus mengalokasikan jumlah tersebut kepada harga yang absah secara proporsional di antara

IFEMC

63 62

BAB LIMA - DEALING MELALUI BROKER (VOICE BROKER DAN PERANGKAT BROKER ELEKTRONIK)

33. Perbedaan antara Broker dan Principal

x Voice broker harus memastikan bahwa setiap kurs yang mereka kuotasikan didukung oleh order yang sah.

x Jika Broker gagal untuk melaksanakan transaksi pada kurs kuotasi dan harus menerima kuotasi yang lebih rendah untuk menetralisir risiko, Manajemen Senior harus diberitahu dan pembicaraan antar pihak harus dilakukan, sehingga mereka mencapai solusi yang tepat.

x Semua kompensasi harus dalam bentuk pembayaran transfer bank atas nama lembaga atau penyesuaian untuk tagihan Brokerage.

x Semua transaksi tersebut harus didokumentasikan sepenuhnya oleh Principal dan voice broker. Menolak kompensasi bagi Broker dianggap praktek yang buruk. Demikian pula bila memaksakan sebuah nama pada harga awal.

34. Perbedaan antara Prime Broker dan nasabah

x Lembaga yang bertindak sebagai Prime Broker, sedapat mungkin harus bertanggung jawab dalam mencari pemecahan masalah, mis-hit, dan transaksi yang tidak sah (broken trade) atas nama nasabahnya secepat mungkin.

x Bukan merupakan best practice untuk melimpahkan keputusan ke pihak nasabah atau mengandalkan tempat pelaksanaan untuk menyelesaikan sengketa (kecuali tempat pelaksanaan telah menetapkan secara eksplisit bahwa yang bersangkutan mengambil alih proses dan tanggung jawab tersebut).

x Para pelaku pasar keuangan yang menyediakan akses bagi pihak lainnya untuk tempat bertransaksi, misalnya Prime Broker, bertanggung jawab atas kegiatan pengguna akhir mereka, kepatuhan mereka pada ketentuan tempat pelaksanaan transaksi perorangan, dan kepatuhan atas praktek pasar terbaik.

35. Prosedur Dealing dan Persyaratan Pendahuluan

x Persyaratan pendahuluan yang akan dikenakan harus dinyatakan dengan jelas oleh Dealer dan Broker, sebelum transaksi dilaksanakan.

x Jika kemampuan Dealer untuk melaksanakan transaksi dibatasi oleh faktor-faktor lain (misalnya jam buka di pusat keuangan lain), hal ini harus diketahui oleh Broker dan calon counterparty pada tahap awal dan sebelum perjanjian ditandatangani.

63

36. Pelaksanaan Deal antara Dealer dan Broker

x Para Dealer harus menganggap diri mereka terikat kepada deal setelah kurs dan syarat-syarat komersial utama lainnya disepakati. Namun, hanya berpegang kepada voice broker secara tidak beralasan kepada suatu kurs dipandang sebagai tidak profesional dan harus dihindari oleh manajemen.

x Apabila kurs kuotasi memenuhi syarat sebagai subjek negosiasi persyaratan komersial, para dealer biasanya harus menganggap diri mereka sebagai terikat untuk melakukan deal pada titik di mana kurs telah disepakati tanpa persyaratan pendahuluan.

x Perjanjian lisan dianggap mengikat dan konfirmasi selanjutnya dianggap sebagai bukti dari deal, tetapi tidak boleh menggantikan harga yang disepakati secara lisan. Praktek melakukan transaksi yang dikaitkan dengan dokumentasi tidak dianggap sebagai best practice.

x Untuk meminimalkan kemungkinan dispute yang timbul setelah dokumentasi disiapkan, Principal harus berupaya untuk menyetujui semua hal yang material secepatnya selama negosiasi lisan, dan harus menyetujui rincian lainnya sesegera mungkin setelahnya. Penggunaan konfirmasi deal elektronik, dan platform dokumentasi serta sistem (disebut sistem hibrid) sangat dianjurkan.

x Apabila voice broker terlibat, adalah tanggung jawab voice broker untuk memastikan bahwa Principal yang memberikan harga atau kurs segera diberitahu bahwa deal telah ditangani.

x Sebagai ketentuan umum, deal hanya boleh dianggap sebagai telah dilakukan apabila pemberitahuan voice broker diakui secara positif oleh dealer.

x Broker tidak boleh menganggap deal telah dilakukan tanpa adanya semacam bentuk pengakuan dari dealer.

x Apabila Broker memberikan usulan kurs khusus kepada dealer (yaitu menentukan jumlah dan nama untuk siapa kuotasi diperlukan), dealer bisa berharap untuk diberitahu segera oleh Broker apakah transaksi telah 'terjadi' atau tidak.

x Apabila voice broker 'hit' harga Dealer sebagai 'done' (atau hal yang serupa) dalam waktu sangat singkat segera setelah dealer keluar dari deal, transaksi harus diperlakukan sebagai terlaksana, untuk itu Broker harus memberitahu kedua counterparty mengenai hal tersebut.

x Sebaliknya, ketika Broker mengatakan “off” secara bersamaan dengan dealer 'hit' harga Broker sebagai 'Mine', atau 'Yours' (atau hal yang serupa), deal tidak harus terjadi dan Broker harus memberitahu kedua counterparty mengenai hal tersebut.

x Perusahaan Broker sama sekali tidak boleh memberitahu dealer bahwa deal telah dilaksanakan padahal sebenarnya tidak.

x Dalam hal harga kuotasi Broker 'hit' secara bersamaan ('Yours', 'Mine', dll) oleh beberapa dealer untuk jumlah total yang lebih besar daripada harga yang absah, Broker harus mengalokasikan jumlah tersebut kepada harga yang absah secara proporsional di antara

IFEMC

64

64

para Principal yang bersangkutan, sesuai dengan jumlah yang diajukan oleh masing-masing. Dalam hal tersebut, Broker tidak berkewajiban untuk melakukan deal dalam jumlah transaksi normal. Namun, Perusahaan Broker harus segera memberitahu semua dealer terkait bahwa pengalokasian akan dilakukan.

x Voice broker, jika melakukan kuotasi atas dasar jumlah yang kecil atau nama tertentu, harus memenuhi syarat kuotasi yang sesuai.

x Ketika melakukan deal dipasar yang bergerak cepat (misalnya spot valuta asing atau opsi mata uang) dealer harus menganggap bahwa harga yang diberikan kepada voice broker absah hanya untuk jangka waktu yang singkat, biasanya hitungan detik. Namun demikian, praktek ini membuka ruang untuk kesalahpahaman tentang seberapa cepat harga dianggap berlaku, jika diterapkan ketika dealing dipasar yang secara umum kurang sibuk, misalnya, forward valuta asing, atau pasar deposito, atau ketika keadaan pasar relatif tenang.

x Para dealer memiliki tanggung jawab utama untuk setiap kurs yang diberikan kepada voice broker; tanggung jawab berada pada dealer dalam keadaan seperti itu untuk menerima bahwa kurs mereka telah dicabut kecuali sejak awal batas waktu telah ditetapkan dealer untuk kepentingannya (misalnya bersifat pasti hanya untuk satu menit). Jika tidak, dealer harus merasa terikat untuk berhubungan dengan nama yang dapat diterima pada tingkat kuotasi dalam jumlah yang dapat dipasarkan.

x Para dealer diharapkan akan berkomitmen untuk membeli dan menjual sebagaimana mereka usulkan melalui voice broker untuk jumlah pasar yang berlaku umum kecuali ditentukan lain, dan sampai tawaran beli atau jual adalah:

o Disepakati; o Dibatalkan;

dan khususnya melalui voice broker:

o Diganti dengan tawaran beli atau jual yang lebih baik;

o Atau, Broker menutup transaksi lain dalam mata uang tersebut dengan counterparty yang berbeda dengan harga yang berbeda pula dari harga yang diusulkan sebelumnya.

x Dalam hal item ketiga dan keempat, Broker harus mempertimbangkan bahwa tawaran beli atau jual yang ditawarkan sebelumnya tidak berlaku lagi kecuali ditetapkan kembali oleh dealer.

37. Komisi Broker (termasuk perangkat broker elektronik)

x Peraturan di beberapa negara saat ini mensyaratkan kegiatan Broker yang terbuka dan wajar serta berlaku bagi semua pelaku secara setara, tanpa mempermasalahkan identitas. x Sementara biaya Broker dan Broker elektronik dapat dirundingkan dengan bebas,

termasuk potongan untuk pesanan besar, biaya tersebut harus disetujui hanya oleh direktur atau Manajemen Senior pada masing-masing pihak dan harus dibuat tertulis.

IFEMC

65 65

x Perubahan dari biaya Broker yang telah disetujui sebelumnya harus kembali disetujui oleh kedua belah pihak, dan dibuat dengan jelas serta tertulis.

x Kegagalan untuk membayar tagihan Broker dengan segera tidak dianggap sebagai best practice, karena di beberapa negara tunggakan pembayaran diperlakukan sebagai pengurang dari modal dasar untuk tujuan peraturan, dengan demikian menempatkan Broker pada kerugian keuangan.

38. Pengungkapan Nama

x Broker tidak boleh membocorkan nama Principal secara prematur, dan tentu saja tidak, sampai kedua belah pihak puas dan menampilkan niat serius untuk bertransaksi.

x Principal dan Broker harus, setiap saat, memperlakukan rincian transaksi sebagai benar-benar rahasia kepada pihak yang terlibat.

x Dealer Bank harus, sedapat mungkin, memberikan informasi kepada Broker mengenai counterparty yang tidak dikehendaki (dan merujuk pada jenis pasar atau instrumen tertentu).

x Pada saat yang sama, Broker juga harus memperhitungkan kepentingan dan pesanan dari nasabah tersebut.

x Dalam beberapa instrumen, dealer juga mungkin ingin memberikan petunjuk kepada Broker mengenai perbedaan harga atau kurs bagi counterparty yang berbeda-beda.

x Dalam semua transaksi, Broker harus bertujuan untuk mencapai pertukaran nama yang segera dan timbal balik.

x Apabila nama salah satu Principal tidak dapat diterima oleh yang lain, Broker sebaiknya menolak memberitahu siapa yang menolak itu. Hal ini kadang mengakibatkan Principal, yang namanya ditolak, merasa bahwa Broker sebenarnya mungkin telah memberikan kuotasi harga atau kurs yang sebenarnya tidak bisa dilaksanakannya. Di pusat keuangan tertentu dan dalam hal tersebut, bank sentral atau badan netral lainnya mungkin siap untuk melakukan deal dengan counterparty yang enggan itu karena memang memiliki kepentingan untuk melakukan deal dengan harga kuotasi tersebut dan alasan menolak nama tersebut, sehingga pihak yang ditolak dapat diyakinkan bahwa kuotasi awal berlaku tanpa, tentu saja, mengungkapkan nama counterparty yang diusulkan.

x Di pasar deposito, lazim diterima bahwa pemberi pinjaman yang melakukan deal melalui Broker memiliki hak untuk menolak nama yang akan menerima deposito: karena itu, hal ini memerlukan pengungkapan sebelumnya terhadap nama sebelum deal disepakati. x Begitu pemberi pinjaman (atau pembeli) telah mengajukan pertanyaan kunci 'Siapa yang

membayar?' atau 'Surat utang siapa itu?’, hal itu dianggap merupakan komitmen untuk melakukan deal dengan harga kuotasi dan nama terkait, atau dengan nama alternatif yang dapat diterima jika ditawarkan segera.

IFEMC

66

66

x Nama pemberi pinjaman (atau pembeli dalam hal Sertifikat Deposito, Surat Perbendaharaan Negara, Bank Acceptance, atau Repo) hanya akan diungkapkan setelah nama peminjam (atau penerbit) diterima oleh pemberi pinjaman (atau pembeli).

x Peminjam yang diusulkan bisa menolak nama pemberi pinjaman:

(a) Apabila, dalam hal deposito berjangka waktu pendek, peminjam tidak siap untuk melunasi deposito sebelum pemberitahuan penerimaan (advice of receipt) dana dari bank koresponden;

(b) Apabila peminjam tidak memiliki fasilitas untuk minjamkan bagi pemilik dana dan tidak ingin dipermalukan karena tidak mampu untuk membalas;

(c) Apabila peminjam dilarang oleh manajemen untuk melakukan transaksi dengan lembaga pemberi pinjaman;

(d) Apabila peminjam menjadi melanggar batasan internal atau peraturan terhadap konsentrasi deposan.

x Dalam hal instrumen seperti Sertifikat Deposito, Bank Acceptance, dan instrumen pasar uang lainnya, dimana penjual mungkin bukan lembaga yang sama dengan penerbit/akseptor, Broker wajib pertama-tama mengungkapkan nama penerbit/akseptor kepada calon pembeli. Setelah calon pembeli menanyakan, 'Surat utang siapa itu?' calon Pembeli dianggap berkomitmen untuk melakukan deal dengan harga kuotasi. Setelah calon pembeli bertanya, 'Siapa yang menjual?' hal itu dianggap berkomitmen untuk melakukan deal dengan penjual yang bersangkutan (atau nama alternatif yang dapat diterima selama nama tersebut diberikan segera kepada calon Pembeli oleh Broker). Nama calon pembeli hanya akan diungkapkan setelah nama penjual diterima oleh calon Pembeli.

39. Pergantian Nama (Name Substitution)

x Praktek peralihan/penggantian nama diterima dan dibolehkan jika hal tersebut dipantau dan dikendalikan.

x Jika diminta oleh Broker untuk menyelesaikan transaksi melalui peralihan nama, dealer harus memastikan bahwa kegiatan tersebut mendapat persetujuan sebelumnya dari Manajemen Senior, yang memiliki wewenang untuk mengalihkan nama, dan setiap transaksi tersebut dilaksanakan sesegera mungkin dalam batasan kredit dan pedoman kebijakan. Setiap pengalihan yang dilaksanakan, harus dicatat dalam catatan resmi terkait perusahaan yang dibuat untuk tujuan ini.

x Dealer tidak boleh mencari atau menerima imbalan dari Broker untuk peralihan nama.

IFEMC

67 66

x Nama pemberi pinjaman (atau pembeli dalam hal Sertifikat Deposito, Surat Perbendaharaan Negara, Bank Acceptance, atau Repo) hanya akan diungkapkan setelah nama peminjam (atau penerbit) diterima oleh pemberi pinjaman (atau pembeli).

x Peminjam yang diusulkan bisa menolak nama pemberi pinjaman:

(a) Apabila, dalam hal deposito berjangka waktu pendek, peminjam tidak siap untuk melunasi deposito sebelum pemberitahuan penerimaan (advice of receipt) dana dari bank koresponden;

(b) Apabila peminjam tidak memiliki fasilitas untuk minjamkan bagi pemilik dana dan tidak ingin dipermalukan karena tidak mampu untuk membalas;

(c) Apabila peminjam dilarang oleh manajemen untuk melakukan transaksi dengan lembaga pemberi pinjaman;

(d) Apabila peminjam menjadi melanggar batasan internal atau peraturan terhadap konsentrasi deposan.

x Dalam hal instrumen seperti Sertifikat Deposito, Bank Acceptance, dan instrumen pasar uang lainnya, dimana penjual mungkin bukan lembaga yang sama dengan penerbit/akseptor, Broker wajib pertama-tama mengungkapkan nama penerbit/akseptor kepada calon pembeli. Setelah calon pembeli menanyakan, 'Surat utang siapa itu?' calon Pembeli dianggap berkomitmen untuk melakukan deal dengan harga kuotasi. Setelah calon pembeli bertanya, 'Siapa yang menjual?' hal itu dianggap berkomitmen untuk melakukan deal dengan penjual yang bersangkutan (atau nama alternatif yang dapat diterima selama nama tersebut diberikan segera kepada calon Pembeli oleh Broker). Nama calon pembeli hanya akan diungkapkan setelah nama penjual diterima oleh calon Pembeli.

39. Pergantian Nama (Name Substitution)

x Praktek peralihan/penggantian nama diterima dan dibolehkan jika hal tersebut dipantau dan dikendalikan.

x Jika diminta oleh Broker untuk menyelesaikan transaksi melalui peralihan nama, dealer harus memastikan bahwa kegiatan tersebut mendapat persetujuan sebelumnya dari Manajemen Senior, yang memiliki wewenang untuk mengalihkan nama, dan setiap transaksi tersebut dilaksanakan sesegera mungkin dalam batasan kredit dan pedoman kebijakan. Setiap pengalihan yang dilaksanakan, harus dicatat dalam catatan resmi terkait perusahaan yang dibuat untuk tujuan ini.

x Dealer tidak boleh mencari atau menerima imbalan dari Broker untuk peralihan nama.

67

BAB ENAM - PRAKTEK DEALING UNTUK TRANSAKSI TERTENTU