• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODEL KODE ETIK BAGIAN I: JAM KERJA

BAB DUA BELAS - PRAKTEK DAN STANDAR YANG BERLAKU SETELAH TRANSAKSI

72. Saling-Hapus (Netting)

kedua counterparty. (Perjanjian Induk yang ada harus dirujuk pada konfirmasi terkait);

o Konvensi Pasar yang akan digunakan selama pemrosesan settlement transaksi dan yang mempengaruhi tanggal, perhitungan jumlah, dan peristiwa transaksi;

o instruksi yang akan digunakan untuk tindakan selama proses settlement transaksi (bahkan jika instruksi ini adalah standard settlement instruction (SSI), harus dikirim ke pihak counterparty.

x Informasi yang disebutkan diatas harus dinyatakan dengan cara yang jelas agar kedua counterparty dapat mengakui tanggung jawab mereka masing-masing. Apabila konfirmasi diatur oleh Perjanjian Induk, konfirmasi harus sesuai dengan format yang ditentukan untuk pasar atau instrumen terkait.

70.12. Peninjauan Kembali terhadap Perubahan

x Jika terdapat kesalahpahaman yang menimbulkan risiko, hal ini harus ditutup di pasar tanpa mempermasalahkan dahulu siapa pihak yang salah, menunggu putusan akhir dari sengketa. Perbedaan harus dikonfirmasi ulang. Konfirmasi baru harus diberikan oleh counterparty yang konfirmasi aslinya tidak benar.

x Dalam hal transaksi diubah oleh satu atau kedua counterparty, maka konfirmasi baru harus dibuat, dan siklus konfirmasi harus dimulai kembali dan berlanjut sampai transaksi benar-benar disepakati oleh kedua counterparty.

x Semua perubahan rincianan transaksi harus dikirim kepada counterparty melalui pembatalan dan konfirmasi baru, atau pembatalan dan perubahahan konfirmasi. Perubahan atas instruksi penyelesaian juga harus dikonfirmasikan kembali melalui perubahan konfirmasi.

x Pemberitahuan pembatalan deal harus disampaikan dalam waktu dua jam sejak pembatalan transaksi. Kegagalan untuk menyampaikan pembatalan dapat mengakibatkan kebingungan antara para pihak dan meningkatkan settlement risk.

x Perubahan atas rincian transaksi harus dilakukan secara cermat yang mencakup proses transaksi jual beli, dan operasional dalam proses terkait. Jika Petugas Operasional bertanggung jawab untuk mengubah/membatalkan deal, mereka harus mendapatkan izin tertulis dari pihak yang melakukan transaksi sebelum memproses perubahan/pembatalan terkait.

x Perhatian khusus harus diberikan kepada perubahan transaksi-transaksi Foreign Exchange Swap setelah penyelesaian near leg.

x Pelaporan khusus pada perubahan-perubahan dan pembatalan harus tersedia untuk bagian-bagian sales, trading, dan pengelolaan operasional setiap hari.

99

71. Pelaporan Transaksi

x Peraturan di banyak negara sekarang membebankan kewajiban kepada para pihak untuk memastikan bahwa setiap transaksi (kecuali transaksi Spot Valas) dilaporkan sesegera mungkin kepada Swap Data Repository (SDR) atau Trade Repository (TR). Hal ini sering dapat difasilitasi oleh pihak ketiga. Para pihak yang bertransaksi harus mengacu kepada peraturan setempat mengenai rincian terkait yang berlaku untuk institusi setempat.

x Data yang berkaitan dengan transaksi mata uang asing, termasuk harga atau kurs dan volume, harus tersedia untuk umum teknis sesegera mungkin tanpa harus mengungkapkan pihak-pihak yang bertransaksi.

x Dalam menyediakan data tersebut, harus diperhitungkan apakah penyediaan data tersebut akan memiliki dampak negatif kepada likuiditas pasar.

x Yurisdiksi yang berbeda mensyaratkan berbagai laporan setelah transaksi untuk disampaikan oleh para peserta pasar di luar bursa. Manajemen back office harus memastikan bahwa mereka mematuhi kewajiban lokal dan internasional. Sebagai contoh, hal ini dapat berupa laporan harian dari semua transaksi yang dilaksanakan hari sebelumnya, atau laporan ringkasan mingguan atau bulanan termasuk langkah membandingkan tempat pelaksanaan dan indikasi dimana best execution berlangsung. x Beberapa yurisdiksi juga mensyaratkan pelaporan sesudah transaksi langsung untuk

membantu transparansi dari penemuan harga. Apabila hal ini belum dipenuhi oleh tempat pelaksanaan, counterparty memiliki kewajiban untuk mempublikasikan transaksi secara langsung. Rincian kewajiban bervariasi dengan yurisdiksi yang berlaku (misalnya dibawah Dodd Frank Act atau MiFID) mengenai siapa yang harus mempublikasikan data ini. Selain itu, ada keringanan untuk transaksi skala besar dan sekali lagi, hal ini bervariasi di seluruh yurisdiksi dalam hal kalibrasi ukuran ambang batas dan penundaan yang diperbolehkan atas publikasi data. Oleh karena itu sangat penting bagi perusahaan memahami semua persyaratan lokal dan internasional yang diberlakukan terhadap transaksi yang dilakukan di rezim lainnya.

72. Saling-Hapus (Netting)

72.1. Membuat Perjanjian Netting

x Proses operasional harus didukung dengan perjanjian yang mengikat secara hukum (jika tidak disebutkan secara khusus dalam Perjanjian Induk antara pihak yang bertransaksi). x Setiap aktifitas Netting harus memiliki prosedur konfirmasi yang disepakati.

x Setiap aktifitas Netting harus memiliki prosedur yang disepakati untuk mengkonfirmasi nilai Netting yang disetujui kedua pihak yang bertransaksi (dianjurkan penggunaan perekaman suara melalui telepon).

IFEMC

100

100

x Setiap aktifitas Netting harus memiliki prosedur alternatif yang disepakati bersama, apabila Netting tidak dapat dilakukan.

x Netting untuk tujuan tertentu, dapat dilakukan dengan menggunakan telepon yang dilengkapi dengan perekaman suara.

72.2. Saling-Hapus (Netting) Otomatis

x Penggunaan sistem otomatis (online) untuk penyelesaian netting sangat dianjurkan. x Para pihak yang bertransaksi harus menggunakan otomatis (online) untuk netting dalam

prosedur standar mereka.

x Penggunaan pesan Netting Position Advice (MT370) dianjurkan. MT370 digunakan untuk menyampaikan posisi mata uang yang di-netting-kan dari transaksi valuta asing, non-deliverable Forward, opsi, dan transaksi lainnya. Hal ini juga menunjukkan informasi penyelesaian untuk mata uang tersebut.

x Waktu cut-off untuk netting harus tercakup dalam sistem netting otomatis (online). x SSI yang digunakan haruslah tepat.

101

73. Penyelesaian (Settlement)

73.1. Best practice Industri untuk Penyelesaian Cepat dan Akurat

73.1.1. Hubungan Nasabah Baru - Alur Kerja Rekening (Account Workflow)

x Semua data statis nasabah yang diperlukan seperti SSI, metode konfirmasi, limit penyelesaian, beserta nama petugas front office dan operasional yang dapat dihubungi, harus dimasukkan ke dalam prosedur pelayanan institusi.

x Waktu penyelesaian proses account workflow tidak boleh melebihi dua hari kerja hingga akhirnya siap untuk bertransaksi.

73.1.2. Straight Through Processing (STP) x STP dianjurkan untuk meminimalkan risiko penyelesaian.

x Data statis seperti metode konfirmasi dan SSI perlu dipersiapkan dalam semua sistem terkait sebelum transaksi, untuk memastikan STP berjalan baik dan risiko operasional yang rendah.

73.2. Best practice Industri untuk Prosedur Penyelesaian dan Pengendalian Di Waktu Cut-off

73.2.1. Mengenali Transaksi

x Mengenali semua mata uang yang ditransaksikan dan Cut-off time pembayaran tiap mata uang, memasukkan informasi tersebut ke semua sistem terkait.

x Mengenali status transaksi.

x Transaksi yang dibukukan di front office harus tersedia secara real-time bagi unit kerja pengelolaan kas untuk pengelolaan rekening Nostro.

x Prioritaskan penyelesaian transaksi, dengan mempertimbangkan Cut-off time pembayaran tiap mata uang beserta sensitivitas mata uang dan nilai yang ditransaksikan. x Pastikan instruksi pembayaran sudah dibuat untuk semua transaksi yang dilaksanakan

untuk menghindari penanganan khusus yang disebabkan oleh tidak adanya instruksi pembayaran pada Cut-off time pembayaran tiap mata uang .

x Setiap transaksi harus selalu diproses terlebih dahulu sebelum Cut-off time pembayaran tiap mata uang.

x Pastikan transaksi dicocokkan dengan counterparty, terutama mengenai semua rincian finansial dan instruksi settlement sebelum melakukan payment.

IFEMC

101 100

x Setiap aktifitas Netting harus memiliki prosedur alternatif yang disepakati bersama, apabila Netting tidak dapat dilakukan.

x Netting untuk tujuan tertentu, dapat dilakukan dengan menggunakan telepon yang dilengkapi dengan perekaman suara.

72.2. Saling-Hapus (Netting) Otomatis

x Penggunaan sistem otomatis (online) untuk penyelesaian netting sangat dianjurkan. x Para pihak yang bertransaksi harus menggunakan otomatis (online) untuk netting dalam

prosedur standar mereka.

x Penggunaan pesan Netting Position Advice (MT370) dianjurkan. MT370 digunakan untuk menyampaikan posisi mata uang yang di-netting-kan dari transaksi valuta asing, non-deliverable Forward, opsi, dan transaksi lainnya. Hal ini juga menunjukkan informasi penyelesaian untuk mata uang tersebut.

x Waktu cut-off untuk netting harus tercakup dalam sistem netting otomatis (online). x SSI yang digunakan haruslah tepat.

101

73. Penyelesaian (Settlement)

73.1. Best practice Industri untuk Penyelesaian Cepat dan Akurat

73.1.1. Hubungan Nasabah Baru - Alur Kerja Rekening (Account Workflow)

x Semua data statis nasabah yang diperlukan seperti SSI, metode konfirmasi, limit penyelesaian, beserta nama petugas front office dan operasional yang dapat dihubungi, harus dimasukkan ke dalam prosedur pelayanan institusi.

x Waktu penyelesaian proses account workflow tidak boleh melebihi dua hari kerja hingga akhirnya siap untuk bertransaksi.

73.1.2. Straight Through Processing (STP) x STP dianjurkan untuk meminimalkan risiko penyelesaian.

x Data statis seperti metode konfirmasi dan SSI perlu dipersiapkan dalam semua sistem terkait sebelum transaksi, untuk memastikan STP berjalan baik dan risiko operasional yang rendah.

73.2. Best practice Industri untuk Prosedur Penyelesaian dan Pengendalian Di Waktu Cut-off

73.2.1. Mengenali Transaksi

x Mengenali semua mata uang yang ditransaksikan dan Cut-off time pembayaran tiap mata uang, memasukkan informasi tersebut ke semua sistem terkait.

x Mengenali status transaksi.

x Transaksi yang dibukukan di front office harus tersedia secara real-time bagi unit kerja pengelolaan kas untuk pengelolaan rekening Nostro.

x Prioritaskan penyelesaian transaksi, dengan mempertimbangkan Cut-off time pembayaran tiap mata uang beserta sensitivitas mata uang dan nilai yang ditransaksikan. x Pastikan instruksi pembayaran sudah dibuat untuk semua transaksi yang dilaksanakan

untuk menghindari penanganan khusus yang disebabkan oleh tidak adanya instruksi pembayaran pada Cut-off time pembayaran tiap mata uang .

x Setiap transaksi harus selalu diproses terlebih dahulu sebelum Cut-off time pembayaran tiap mata uang.

x Pastikan transaksi dicocokkan dengan counterparty, terutama mengenai semua rincian finansial dan instruksi settlement sebelum melakukan payment.

IFEMC

102

102

73.2.2. Know Your Customer (KYC) dan Stakeholder

x Harus ada prosedur eskalasi yang jelas dan terstruktur untuk manajemen, mengenai saldo yang tidak cocok antara front office, Departemen Pengelolaan Kas, dan Operasional. Hal ini juga harus mencakup area lainnya yang mungkin terkena dampak. Hal ini sangat penting selama situasi krisis.

x Melaksanakan dan memelihara daftar kontak counterparty yang komprehensif, beserta media komunikasi yang diutamakan, yang dibutuhkan terutama apabila terdapat informasi yang kurang berkaitan dengan payment dan settlement transaksi.

73.2.3. Respon terhadap Perubahan

x Perubahan data SSI dan cut-off time pembayaran tiap mata uang harus diperbaharui segera dalam sistem data statis. Pastikan informasi diperbaharui secara real-time dalam sistem yang terhubung secara menyeluruh untuk menyesuaikan/mengubah transaksi baru dan yang sudah dilaksanakan.

x Perubahan cut-off time pembayaran tiap mata uang yang dilakukan oleh bank-bank koresponden, oleh karena hari libur nasional khusus, atau krisis di negara tertentu harus diberitahukan sesegera mungkin.

73.3. Best Practice Industri untuk Komunikasi Settlement dengan Bank Nostro 73.3.1. Pengiriman Pesan Elektronik Untuk Dana yang akan Diterima x Bank harus mengirimkan pesan elektronik mengenai dana yang akan diterimanya kepada

bank Nostro-nya. Dengan demikian, hal ini memungkinkan bank Nostro untuk mengidentifikasi kesalahan payment yang ditujukan kepada rekening yang salah pada tahap awal proses, untuk memperbaiki kesalahan payment secara tepat waktu dan memastikan bank menerima dana dengan benar dan tepat waktu.

73.3.2. Penggunaan Koneksi Real-time untuk Memproses Pembatalan dan Perubahan Instruksi Pembayaran

x Bank harus mengatur mekanisme komunikasi real-time dengan bank Nostro untuk memproses pembatalan dan perubahan instruksi pembayaran. Mekanisme panggilan telepon darurat/yang diutamakan dianjurkan untuk mendukung penanganan yang lancar, terutama dalam keadaan darurat.

103

73.4. Best Practice untuk Pengendalian Penyelesaian dimana Beneficiary adalah Pihak Ketiga

73.4.1. Mengenali Beneficiary dan Pihak Ketiga

x Pembayaran pihak ketiga bukanlah best practice karena terdapat kemungkinan adanya risiko pencucian uang.

x Perubahan SSI karena permintaan pihak ketiga perlu dikonfirmasi dengan dokumentasi tertulis yang telah disahkan oleh mitra kontrak.

x Pemahaman yang jelas tentang alasan yang mendasari untuk pembayaran melalui pihak ketiga diperlukan untuk menentukan kemungkinan risiko sehubungan dengan Undang-undang Anti-Pencucian Uang (APU) dan Pemberantasan Pendanaan Terorisme (PPT). x Tidak merilis perintah pembayaran pihak ketiga tanpa mengikuti prosedur internal dan

kepatuhan perbankan.

x Pelaku pasar harus memiliki prosedur yang jelas untuk penyaringan SSI terkait dengan Daftar Pendanaan Teroris dan Laporan APU lainnya.

73.4.2. Mengenali Beneficiary Anak Perusahaan Mitra Kontrak

x Mengumpulkan dan memelihara rincian dari semua anak-anak perusahaan mitra kontrak. x Lakukan konfirmasi terlebih dahulu terhadap daftar informasi yang telah dikumpulkan

dengan bagian Kepatuhan internal untuk menjalankan pembayaran kepada Pihak Ketiga dimasa mendatang tanpa perlu meminta persetujuan lagi dari kepatuhan untuk masing-masing nama pihak ketiga.

73.5. Best Practice Industri Untuk Penyelesaian Berkaitan dengan Penggunaan Continues Linked Settlement (CLS), Input Kesepakatan CLS, Pembatalan CLS 73.5.1. Perluasan Penggunaan Continues Linked Settlement

x Institusi yang aktif dalam transaksi Valas harus, jika memungkinkan, menjadi peserta CLS.

73.5.2. Pembentuk Pasar (Market Makers) Sebagai Anggota Continues Linked Settlement atau Pihak Ketiga

x Sebagai sarana mitigasi risiko penyelesaian, keikutsertaan dalam Continues Linked Settlement sangat didorong bagi bank-bank besar pembentuk pasar, termasuk pembentuk pasar Valas retail, dan juga bank-bank, perusahaan-perusahaan besar, serta para pengelola dana lainnya.

IFEMC

103 102

73.2.2. Know Your Customer (KYC) dan Stakeholder

x Harus ada prosedur eskalasi yang jelas dan terstruktur untuk manajemen, mengenai saldo yang tidak cocok antara front office, Departemen Pengelolaan Kas, dan Operasional. Hal ini juga harus mencakup area lainnya yang mungkin terkena dampak. Hal ini sangat penting selama situasi krisis.

x Melaksanakan dan memelihara daftar kontak counterparty yang komprehensif, beserta media komunikasi yang diutamakan, yang dibutuhkan terutama apabila terdapat informasi yang kurang berkaitan dengan payment dan settlement transaksi.

73.2.3. Respon terhadap Perubahan

x Perubahan data SSI dan cut-off time pembayaran tiap mata uang harus diperbaharui segera dalam sistem data statis. Pastikan informasi diperbaharui secara real-time dalam sistem yang terhubung secara menyeluruh untuk menyesuaikan/mengubah transaksi baru dan yang sudah dilaksanakan.

x Perubahan cut-off time pembayaran tiap mata uang yang dilakukan oleh bank-bank koresponden, oleh karena hari libur nasional khusus, atau krisis di negara tertentu harus diberitahukan sesegera mungkin.

73.3. Best Practice Industri untuk Komunikasi Settlement dengan Bank Nostro 73.3.1. Pengiriman Pesan Elektronik Untuk Dana yang akan Diterima x Bank harus mengirimkan pesan elektronik mengenai dana yang akan diterimanya kepada

bank Nostro-nya. Dengan demikian, hal ini memungkinkan bank Nostro untuk mengidentifikasi kesalahan payment yang ditujukan kepada rekening yang salah pada tahap awal proses, untuk memperbaiki kesalahan payment secara tepat waktu dan memastikan bank menerima dana dengan benar dan tepat waktu.

73.3.2. Penggunaan Koneksi Real-time untuk Memproses Pembatalan dan Perubahan Instruksi Pembayaran

x Bank harus mengatur mekanisme komunikasi real-time dengan bank Nostro untuk memproses pembatalan dan perubahan instruksi pembayaran. Mekanisme panggilan telepon darurat/yang diutamakan dianjurkan untuk mendukung penanganan yang lancar, terutama dalam keadaan darurat.

103

73.4. Best Practice untuk Pengendalian Penyelesaian dimana Beneficiary adalah Pihak Ketiga

73.4.1. Mengenali Beneficiary dan Pihak Ketiga

x Pembayaran pihak ketiga bukanlah best practice karena terdapat kemungkinan adanya risiko pencucian uang.

x Perubahan SSI karena permintaan pihak ketiga perlu dikonfirmasi dengan dokumentasi tertulis yang telah disahkan oleh mitra kontrak.

x Pemahaman yang jelas tentang alasan yang mendasari untuk pembayaran melalui pihak ketiga diperlukan untuk menentukan kemungkinan risiko sehubungan dengan Undang-undang Anti-Pencucian Uang (APU) dan Pemberantasan Pendanaan Terorisme (PPT). x Tidak merilis perintah pembayaran pihak ketiga tanpa mengikuti prosedur internal dan

kepatuhan perbankan.

x Pelaku pasar harus memiliki prosedur yang jelas untuk penyaringan SSI terkait dengan Daftar Pendanaan Teroris dan Laporan APU lainnya.

73.4.2. Mengenali Beneficiary Anak Perusahaan Mitra Kontrak

x Mengumpulkan dan memelihara rincian dari semua anak-anak perusahaan mitra kontrak. x Lakukan konfirmasi terlebih dahulu terhadap daftar informasi yang telah dikumpulkan

dengan bagian Kepatuhan internal untuk menjalankan pembayaran kepada Pihak Ketiga dimasa mendatang tanpa perlu meminta persetujuan lagi dari kepatuhan untuk masing-masing nama pihak ketiga.

73.5. Best Practice Industri Untuk Penyelesaian Berkaitan dengan Penggunaan Continues Linked Settlement (CLS), Input Kesepakatan CLS, Pembatalan CLS 73.5.1. Perluasan Penggunaan Continues Linked Settlement

x Institusi yang aktif dalam transaksi Valas harus, jika memungkinkan, menjadi peserta CLS.

73.5.2. Pembentuk Pasar (Market Makers) Sebagai Anggota Continues Linked Settlement atau Pihak Ketiga

x Sebagai sarana mitigasi risiko penyelesaian, keikutsertaan dalam Continues Linked Settlement sangat didorong bagi bank-bank besar pembentuk pasar, termasuk pembentuk pasar Valas retail, dan juga bank-bank, perusahaan-perusahaan besar, serta para pengelola dana lainnya.

IFEMC

104

104

73.5.3. Input dan Pencocokan Dealing Continues Linked Settlement x Transaksi Non-Prime Brokerage harus dicocokkan dalam waktu dua jam paling lambat

setelah transaksi disepakati dengan pihak counterparty.

x Transaksi Prime Brokerage membutuhkan waktu pencocokan yang lebih lama, karena memerlukan penegasan dari nasabah yang mendasarinya. Namun, pencocokan perlu ditegaskan paling lambat pada akhir tanggal transaksi.

73.5.4. Pembatalan Continues Linked Settlement

x Pemberitahuan pembatalan harus dilakukan dalam waktu dua jam sejak transaksi dibatalkan.

x Dalam hal situasi krisis dengan nasabah khusus yang merupakan anggota Continues Linked Settlement, harus ada prosedur yang telah teruji dan didokumentasikan dikalangan anggota-anggota institusi untuk memfasilitasi pembatalan dalam jumlah besar.

x Sebelum melakukan pembatalan dalam jumlah besar, jenis situasi krisis dan konsekuensi dari pembatalan dalam jumlah besar harus dipertimbangkan dengan sangat hati-hati. Anggota-anggota penyelesaian Continues Linked Settlement bisa membatalkan instruksi secara sepihak, selama pesan-pesan pembatalan telah mencapai Bank Continues Linked Settlement sebelum batas waktu 00:00 CET. Jika batas waktu telah berlalu, hanya pembatalan dua pihak yang dapat diterima sampai batas waktu 06:30 CET.

x Perubahan-perubahan finansial transaksi Valas dan rincian-rincian lainnya (misalnya tanggal perdagangan) harus dikirim kepada counterparty melalui sebuah pembatalan transaksi beserta konfirmasi baru.

x Perubahan-perubahan instruksi penyelesaian perdagangan Valas "CLS to outside CLS" harus diserahkan melalui pembatalan transaksi dan konfirmasi baru.

x Jika instruksi tetap tidak cocok dan/atau tidak terselesaikan melalui Bank Continues Linked Settlement, dan terdapat lebih dari satu perdagangan Valas dengan counterparty yang sama untuk penyelesaian pada mata uang yang sama, maka kedua belah pihak harus secara bersama-sama setuju untuk menyelesaikan transaksi diluar Bank Continues Linked Settlement secara 'netting'.

105

74. Pengelolaan Kinerja dan Kapasitas dalam Pemrosesan Transaksi Valas