BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
D. Defenisi Fokus Penelitian
1. Koordinasi adalah penyatuan sifat dan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan bersama.
2. Kerjasama adalah suatu proses pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan suatu tujuan yang sama.
3. Komunikasi adalah penyampaian pesan atau proses pertukaran informasi.
4. Koordinator adalah sesorang yang mengkoordinasi setiap kegiatan.
5. Indikator Koordinasi adalah yang melatarbelakangi atau faktor penyebab terlaksananya suatu kegiatan di dalam ruang lingkup pemerintahan. Adapun indikator koordinasi antara pemerintah daerah dan Komisi pemilihan umum yaitu kerjasama, komunikasi dan koordinator.
6. Akurasi daftar pemilih tetap Kabupaten Jeneponto adalah semua data yang sudah rampung dari para petugas pemilihan umum untuk dijadikan daftar pemilih tetap.
7. Faktor pendukung adalah hal-hal yang menjadi pendorong suatu rangkaian kegiatan dalam pemutakhiran data dan yang menjadi faktor pendukung yaitu sumber daya manusia.
8. Faktor penghambat adalah suatu keadaan dimana terdapatnya kendala-kendala dalam melaksanakan suatu kegiatan dan yang menjadi faktor penghambat yaitu kurangnya kerja sama dan kurangnya komunikasi.
BAB III
METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Kabupaten Jeneponto, di mana lokasi tersebut akan menghadapi pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan di laksanakan pada bulan september 2013, dan waktu penelitian yang digunakan adalah kurang lebih dua bulan lamanya.
B. Jenis dan Tipe Penelitian 1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif. Kualitatif yaitu data berupa bentuk informasi dalam bentuk tulisan atau kalimat secara lisan maupun secara tertulis.
2. Tipe Penelitian
Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif yang memberikan gambaran secara menyeluruh dan mengenai objek yang diteliti, terutama mengenai Koordinasi Pemerintah Daerah dan Komisi Pemilihan Umum dalam Pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap di Kabupaten Jeneponto.
C. Sumber Data
1. Data primer, yaitu data yang bersumber atau data yang diperoleh dari responden berdasarkan hasil wawancara, seperti masyarakat dan pegawai di Kantor Komisi Pemilihan Umum.
28
2. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh melalui studi kepustakaan.
Refernsi-referensi, peraturan perundang-undangan, dokumen, observasi yang diperoleh dari lokasi penelitian.
D. Informan Penelitian
Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah:
1. Kantor Komisi Pemilihan Umum a. Komisioner KPU
b. Sub bagian teknis dan humas.
2. Kantor Catatan Sipil
a. Kepala dinas kependudukan dan catatan sipil ( Bakkarang SH.MH ) 3. Kantor Badan pusat statistik
a. Koordinator Statistik Kecamatan ( Jufri )
Dengan pertimbangan bahwa mereka dapat mengetahui masalah yang diteliti tentang Koordinasi Pemerintah Daerah dan Komisi Pemilihan Umum dalam Pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap di Kabupaten Jeneponto.
E. Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang relevan dengan tujuan penelitian, maka digunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
a. Observasi (pengamatan)
Dalam penelitian ini, Peneliti menggunkan observasi partisipatif, yaitu peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari. Orang atau subjek yang sedang diamati, sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut terlibat pada sumber data.
Dengan observasi partisipatif ini, maka data yang diperoleh akan lebih
lengkap, tajam, sampai mengetahui tingkat makna dari setiap perilaku subjek.
Jenis kegiatan yang di observasi adalah aktivitas masyarakat dalam pemilihan Kepela Daerah di Kabupaten Jeneponto.
b. Wawancara
Wawancara dalam penelitian ini dilakukan secara tidak terstuktur atau terbuka yaitu wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data. Pedoman wawancara hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Wawancara dan observasi dilakukan dengan para masyarakat pemilih atau orang dianggap mengetahui tentang subtansial data dalam penelitian ini.
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan sebuah data kedalam kategori, menjabarkan, melakukan sintesa, memilih mana yang penting dan membuat kesimpulan agar mempermudah diri sendiri maupun orang lain.
Sedangkan berbicara proses analisis data penelitian kualitatif dilakukan sebelum memasuki lapangan, selama dilapangan dan setelah selesai.
Nasution dalam Sugiyono (2007:336) menyatakan “telah mulai semenjak merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun kelapangan dan berlangsung sampai penulisan hasil penelitian. Analisis data sebelum dilapangan
Sebelum peneliti masuk kewilayah objek penelitian maka sebelumnya peneliti menyiapkan data-data studi pendahuluan atau data sekunder untuk menentukan fokus penelitian. Namun fokus penelitian ini masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti masuk dan selama berada dilapangan. Kemudian selama dilapangan peneliti harus menganalisis setiap orang yang diwawancarai dan dapat mengambil kesimpulan, jika datanya belum valid, maka peneliti dapat mengembangkan pertanyaan sampai tahap tertentu, sehingga diperoleh data yang dianggap kredibel.
G. Pengabsahan Data
Validitas data sangat mendukung hasil akhir penelitian, oleh karena itu diperlukan teknik untuk memeriksa keabsahan data. Keabsahan data dalam penelitian ini diperiksa dengan menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi bermakna silang yakni mengadakan pengecekan akan kebenaran data yang akan dikumpulkan dari sumber data dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang lain serta pengecekan pada waktu yang berbeda.
a. Triangulasi Sumber dilakukan dengan cara mengecek pada data sumber lain yang telah diperoleh sebelumnya.
b. Triangulasi Metode bermakna data yang diperoleh dari satu sumber dengan menggunakan metode atau teknik tertentu, diuji keakuratan atau ketidak akuratannya.
c. Triangulasi waktu berkenaan dengan waktu pengambilan data penelitian.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi atau Karakteristik Obyek Penelitian
Dalam penelitian ini ada 3 (tiga) instansi yang penulis harus teliti untuk mendapatkan kecocokan data kependudukan yang dijadikan daftar pemilih tetap yang akurat. Instansi tersebut diantaranya:
1. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD)
Sejak tahun 2003 Komisi Pemilihan Umum terbentuk di Kabupaten Jeneponto dengan istilah perwakilan sekretariat umum, dan pada saat itu yang menjadi sekretaris adalah H. Zaenal Lau. Setelah terbentuk Komisi Pemilihan Umum, maka dipilih anggota-anggota yang akan membantu di dalam penyelenggaraan pemilihan umum.
Komisi pemilihan umum pada saat ini menyelenggarakan pemilihan anggota KPU baru dimana pemilihan ini terdapat banyak calon yang diselenggarakan 5 tahun sekali, dan adapun peneliti mempunyai tugas dari KPU untuk menjalankan amanah sebagai anggota relawan demokrasi di Kabupaten Jeneponto.dimana tugas tersebut akan terjun langsung kepada masyarakat untuk bersosialisasi seperti apa kedepannya.
Menurut Undang-undang No.22 tahun 2007 (2007:33) sebagai penyelenggaraan pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah KPUD bertanggung jawab kepada DPRD yang bersangkutan, serta bertanggung jawab pula pada KPU pusat melalui KPU Provinsi. Adapun yang menjadi tugas dan wewenang KPUD Jeneponto Yaitu:
32
a. Merencanakan penyelenggaraan pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
b. Menyusun dan menetapkan tata kerja PPK,PPS,KPPS dalam pemilu Kepala Daerah dengan memperhatikan pedoman dari KPU Provinsi.
c. Membentuk PPK, PPS, KPPS dalam pemilu kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah .
d. Mengkoordinasikan, menyelenggarakan dan mengendalikan semua tahapan penyelenggaraan pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah berdasarkan perundang-undangan dan memperhatikan pedoman dari KPU dan KPU Provinsi.
e. Memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan dan menetapkan data pemilih sebagai daftar pemilih.
f. Menerima daftar pemilih dari PPK dalam penyelenggaraan pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dan menyampaikannya kepada KPU Provinsi.
g. Menetapkan pasangan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten yang telah memenuhi persyaratan.
h. Menetapkan dan mengumumkan hasil rekapitulasi perhitungan suara pemilu Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah Kabupaten berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara dari seluruh PPK dengan membuat berita acara perhitungan suara dan sertifikat hasil penghitungan suara.
i. Membuat acara perhitungan suara serta sertifikat penghitungan suara dan wajib menyerahkannya kepada saksi peserta pemilu, panwaslu Kabupaten dan KPU Provinsi.
j. Menerbitkan keputusan KPU Kabupaten untuk mengesahkan hasil pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah kabupaten dan mengumumkannya
2. Badan Pusat Statistik (BPS)
Badan Pusat Statistik (BPS, dahulu Biro Pusat Statistik), adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen di Indonesia yang mempunyai fungsi pokok sebagai penyedia data statistik dasar, baik untuk pemerintah maupun untuk masyarakat umum, secara nasional maupun regional.
Setiap sepuluh tahun sekali, BPS menyelenggarakan sensus penduduk. Di samping itu, BPS juga melakukan pengumpulan data, menerbitkan publikasi statistik nasional maupun daerah, serta melakukan analisis data statistik yang digunakan dalam pengambilan kebijakan pemerintah.
BPS juga terdapat di setiap provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Dinamakan perwakilan BPS di daerah, karena BPS merupakan instansi vertikal, yakni instansi pemerintah pusat yang berada di daerah, sehingga bukan merupakan bagian dari instansi milik daerah, Tugas lain BPS di daerah adalah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka penyelenggaraan statistik regional.
Setiap sepuluh tahun sekali BPS menyelenggarakan:
a. Sensus Penduduk (SP) yaitu pada setiap tahun berakhiran "0" (nol)..
b. Sensus Pertanian (ST) pada setiap tahun berakhiran "3" (tiga).
c. Sensus Ekonomi (SE) pada setiap tahun berakhiran "6" (enam).
Di samping memiliki kantor perwakilan hingga daerah tingkat II (Kabupaten/Kota), aparat BPS ada di setiap Kecamatan, yaitu Penanggungjawab Kegiatan BPS Tingkat Kecamatan atau saat ini disebut sebagai KSK (Koordinator Statistik Kecamatan), selain itu setiap ada kegiatan yang cukup besar seperti Sensus BPS selalu merekrut petugas lapangan yang berasal dari berbagai kalangan yaitu yang disebut Mitra Statistik.
Tugas, fungsi dan kewenangan BPS telah ditetapkan dalam Keputusan Presiden RI (Keppres) Nomor 103 Tahun 2001 (yang diperbaharui dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2007) Dalam menjalankan tugas, fungsi, dan kewenangannya seperti tercantum di bawah ini, BPS juga dibatasi oleh 10 prinsip etika perstatistikan yang tercantum dalam United Nations Fundamental Principles of Official Statistics.
1) Tugas dan fungsi
Melaksanakan tugas pemerintahan di bidang kegiatan statistik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Fungsi pemerintah Daerah di bidang statistik sesuai dgn undang-undang yg berlaku yaitu:
a) Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang kegiatan statistik.
b) Penyelenggaraan statistik dasar.
c) Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BPS.
d) Fasilitasi pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang kegiatan statistik.
e) Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.
2) Wewenang
a) Penyusunan rencana nasional secara makro di bidangnya.
b) Perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro.
c) Penetapan sistem informasi di bidangnya;
3. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Catatan sipil adalah Catatan Kependudukan / kewarganegaraan oleh pemerintah untuk memberikan kedudukan hukum terhadap peristiwanya yang membawa akibat hukum keperdataan dari diri seseorang dimulai sejak kelahiran sampai peristiwa kematian.
Dinas kependudukan dan catatan sipil adalah salah satu kantor yang melayani masyarakat didalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Akte Kelahiran. Capil salah satu instansi yang berperan penting dalam pengambilan data-data kependudukan, masih banyak masyarakat yang tidak memiliki KTP,KK, dan Akte, sehingga data kependudukan yang ada dicatatan sipil belum maksimal untuk dijadikan daftar pemilih, peneliti
mengambil data dari kantor badan pusat statistik untuk mencocokkan dan dijadikan daftar pemilih tetap.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan komisi pemilihan umum tidak menjaling kerjasama yang baik sehingga didalam pemutakhiran daftar pemilih tetap terjadi banyak kesalahan.
4. Koordinasi Pemerintah Daerah Dan KPU Dalam Pemuktahiran Daftar Pemilih Tetap Di Kabupaten Jeneponto
Koordinasi adalah merupakan usaha untuk mengatur, mengharmoniskan atau menselaraskan seluruh kegiatan atau aktifitas dalam kelompok dimana prosesnya memerlukan penataan yang terintegrasi, sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Koordinasi yang dilakukan antara pemerintah Daerah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kurang baik, karena kurang kerja sama di dalamnya masing-masing mengurus kepentingan pribadi. Sehingga di dalam pemuktahiran daftar pemilihan tetap terjadi banyak kesalahan. Maka sering terjadi pendataan ulang dikarnakan masih banyak wajib pilih belum terdaftar didalam daftar pemilih tetap yang akurat.
5. Struktur Organisasi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD)
Organisasi dapat dilihat sebagai alat untuk mencapai tujuan atau dengan kata lain organisasi adalah wadah kegiatan beberapa orang yang melakukan kerja sama dalam usaha mencapai tujuan dalam organisasi setiap orang harus jelas tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya serta hubungan tata kerjannya.
Untuk mengetahui dan mengenal struktur organisasi biasanya dengan memperhatikan bagan organisasi, pengambaran mengenai struktur organisasi melalui bagan tersebut suatu upaya untuk memperoleh gambaran yang jelas atau menyeluruh tentang obyek atau dengan kata lain bagan tersebut dapat memperlihatkan Hirarki kepemimpinan dalam suatu organisasi.
STRUKTUR ORGANISASI
KOMISI PEMILIHAN UMUM DAERAH KABUPATEN JENEPONTO
Sumber data KPUD Kab. Jeneponto
KETUA
ANGGOTA
SEKRETARIS
KASUBAG PROGRAM DAN DATA
KASUBAG TEKNIS DAN
HUMAS
KASUBAG HUKUM
KASUBAG UMUM DAN
LOGISTIK
Tugas pokok dan fungsi pejabat struktural KPUD Kabupaten Jeneponto.
1. Program kerja sekertaris
a. Mengkordinir kasubag dalam menetapkan dan melaksanakan tupoksi b. Memimpin sekretariat dalam melaksanakan dan penciptaan program
KPUD Kab. Jeneponto
c. Memimpin rapat-rapat staf sekertariat
d. Memberikan dukungan administrasi untuk kelancaran pelaksanaan tugas-tugas KPUD Kab. Jeneponto
e. Melaksanakan rapat pleno KPUD Kab. Jeneponto
f. Melaksanakan konsultasi dan koordinasi dengan instansi terkait 2. Program kerja sub bagian Program dan Data
a. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan penyusunan rencana anggaran pemilu
b. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan-bahan penyusunan kebutuhan sarana dan prasarana pemilu
c. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan-bahan penyusunan kerjasama dengan lembaga pemerintahan lain yan g terkait
d. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan penyusunan kerjasama dengan lembaga non pemerintah
e. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan petunjuk teknis pelaksanaan pemilu
f. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan-bahan data pemutakhiran penduduk dan daftar pemilih
g. Mengumpulkan dan menghimpun dalam penyusunan laporan hasil pemilu khusus DPT
h. Mengumpulkan dan mengolah bahan pengembangan dan penggunaan teknologi informasi
i. Melaksanakan pengeporasian pengembangan aplikasi pengolahan dan penyajian data dan informasi pemilu
j. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan hasil monitoring penyelenggaraan pemilu
k. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan dokumentasi penyelenggaraan pemilu
l. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan serta pedoman dan petunjuk teknis tentang pengelolaan keuangan pemilu
m. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan subbagian program dan data n. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan pemutakhiran data
kependudukan dan data pemilih
o. Menjalankan tugas lain yang diperintahkan oleh pimpinan.
3. Program kerja subbagian Teknis dan Humas
a. Mengumpulkan dan mengindentifikasi bahan dan informasi pembagian daerah pemilihan dan alokasi kursi untuk pemilu anggota DPRD Provinsi
b. Menyusun draf pembagian daerah pemilihan dan alokasi daerah untuk pemilu anggota DPRD Provinsi
c. Mengumpulkan dan mengidentifikasi bahan dan informasi tentang pemugutan, perhitungan suara dan penetapan hasil pemilu
d. Menyusun draf pedoman dan petunjuk teknis pemungutan, perhitungan suara dan penetapan hasil pemilu
e. Mengumpulkan dan mengidentifikasi bahan dan informasi untuk penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penggantian antar waktu dan pengisian anggota DPR, DPRD, dan DPRD provinsi
f. Menyiapkan penggantian antar waktu DPRD Provinsi 2. Program kerja subbagian Hukum
a. Mengumpulkan dan mengelola bahan untuk materi penyuluhan peraturan perundang-undangan tentang pemilu
b. Mengumpulkan dan mengelola bahan untuk advokasi dan konsultasi hukum penyelenggara pemilu
c. Menyusun dan mengola bahan-bahan yang sudah dikumpulkan untuk advokasi dan konsultasi hukum penyelenggara pemilu
d. Mengumpulkan dan menyusun bahan-bahan untuk pembelaan dalam sengketa hukum penyelenggara pemilu
e. Menyusun dan mengola bahan-bahan untuk verfikasi administrasi dan faktual partai politik peserta pemilu
f. Menyusun dan mengelola evaluasi terhadap kegiatan verifikasi partai politik peserta pemilu dan pelaporannya
g. Menyusun dan mengelola verifikasi calon anggota DPRD kabupaten/Kota
h. Menyusun laporan kegiatan verifikasi partai politik peserta pemilu i. Mengumpulkan dan menyusun bahan-bahan untuk verifikasi
administrasi dan faktual perseorangan peserta pemilu
j. Menyusun dan megolah bahan-bahan yang sudah dikumpulkan untuk verifikasi administrasi dan faktual perseorangan peserta pemilu
k. Mengumpulkan dan mengolah bahan-bahan informasi administrasi pelaporan dana kampanye peserta pemilu
l. Mengumpulkan dan mengolah identifikasi kinerja staf di subbagian hukum
m. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan-bahan lainnya yang materinya berhubungan dengan bidan tugas subbagian hukum
n. Menyusun dan mencari bahan permasalahan yang terjadi dan menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan dalam rangka pemecahan masalah
o. Menyusun dan mencari bahan peetimbangan kepada sekertaris KPU Kabupaten/Kota
p. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh sekertaris KPU kabupaten/Kota
q. Menyusun dan melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada subbagian hukum Kabupaten/kota
r. Melaksanakan inventarisasi peraturan perundang-undangan s. Menjalankan tugas lain yang diperintahkan oleh pimpinan 3. Program kerja subbagian Umum dan Logistik
a. Melaksakan urusan surat menyurat
b. Melakukan urusan kearsipan dan ekspedisi dilingkugan sekertariat KPU c. Melaksanakan penomoran, pengetikan, dan pengagendaan naskah dinas d. Melakukan urusan perlengkapan dilingkungan
e. Mencatat Himpunan-himpunan naskah dinas yang keluar f. Membantu menyusun dan menyimpan arsip aktif
g. Mendokumentasikan laporan pelaksanaan kegiatan subbagian umum dan logistik
h. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan alokasi barang kebutuhan pemilu serta membuat laporaan
i. Menyiapkan bahan alokasi kebutuhan sarana pemilu
j. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan serta pedoman dan petunjuk teknis tentang pengelolaan logistik pemilu
k. Melaksanakan inventaris barang
l. Menjalankan tugas lain yang diperintahkan oleh pimpinan
B. Koordinasi Pemerintah Daerah dan Komisi Pemilihan Umum dalam Pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap di Kabupaten Jeneponto
Koordinasi pemerintah daerah dan KPU dalam pemutakhiran daftar pemilih tetap merupakan rangkaian pelaksanaan dimana data-data kependudukan dapat dijadikan sebagai daftar pemilih tetap dalam pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang baru-baru ini terlaksana. Data-data kependudukan yang dijadikan daftar pemilih tetap didapatkan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Badan Pusat Statistik dan komisi pemilihan umum dimana data tersebut akan dicocokkan untuk dijadikan daftar pemilih tetap. Koordinasi pemerintah daerah dan komisi pemilihan umum sangat berperan penting di dalam pemilu, baik dari segi kerjasama, komunikasi, koordinator dan memberikan contoh yang baik bagi masyarakat guna mencapai tujuan didalam pemutakhiran data pemilih. untuk pencapain tujuan yang di inginkan yang perlu dibina adalah sumber daya manusianya.
bagaimana dia bekerja dan mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya selaku pelaksana kegiatan.
Koordinasi pemerintah daerah dan komisi pemilihan umum sangatlah penting menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik, di sebabkan karna yang sering menjadi kesalahan dalam pemilihan adalah daftar pemilih tetap yang tidak akurat.
1. Kerjasama
Kerjasama adalah suatu usaha antara orang perorangan atau kelompok manusia diantara kedua belah pihak untuk tujuan bersama sehingga mendapatkan hasil yang lebih cepat dan lebih baik.
Kerjasama dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau tujuan bersama.
Kerjasama (cooperation) adalah suatu usaha atau bekerja untuk mencapai suatu hasil.
Kerjasama (Cooperation) adalah adanya keterlibatan secara pribadi diantara kedua belah pihak dami tercapainya penyelesaian masalah yang dihadapi secara optimal Bekerjasama.
a) Berpartisipasi, anggota kelompok yang baik melakukan tugas/bagiannya.
b) Mendukung keputusan kelompok.
c) Sebagai anggota kelompok, mengupayakan agar anggota lain mendapat informasi yang relevan dan bermanfaat, misalnya informasi tentang proses kelompok, tindakan individual, atau hal-hal yang penting.
Kerjasama merupakan salah satu cara untuk cepat mencapai sebuah tujuan yang diinginkan oleh manusia hampir dalam semua aspek kehidupan.
Yang dimaksud pengertian kerjasama adalah pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh individu tapi dikerjakan secara bersamaan oleh dua orang atau lebih dengan tujuan agar pekerjaan tersebut menjadi lebih ringan.
Pengertian kerja sama adalah sebuah sistem pekerjaan yang kerjakan oleh dua orang atau lebih untuk mendapatkan tujuan yang direncanakan
bersama. Kerja sama dalam tim kerja menjadi sebuah kebutuhan dalam mewujudkan keberhasilan kinerja dan prestasi kerja. Kerja sama dalam tim kerja akan menjadi suatu daya dorong yang memiliki energi dan sinergisitas bagi individu-individu yang tergabung dalam kerja tim. Komunikasi akan berjalan baik dengan dilandasi kesadaran tanggung jawab tiap anggota.
Sebagaimana yang dinyatakan Tracy (2006) bahwa, Kerjasama dapat meningkatkan komunikasi dalam kerja tim di dalam dan di antara bagian-bagian perusahaan. Kerjasama mengumpulkan bakat, berbagi tugas dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan bersama.
Kerja sama dilakukan oleh sebuah tim lebih efektif daripada kerja secara individual. Telah banyak riset membuktikan bahwa kerja sama secara berkelompok mengarah pada efisiensi dan efektivitas yang lebih baik. Hal ini sangat berbeda dengan kerja yang dilaksanakan oleh perorangan.
Setiap tim maupun individu sangat berhubungan erat dengan kerja sama yang dibangun dengan kesadaran pencapaian prestasi dan kinerja. Dalam kerja sama akan muncul berbagai penyelesaian yang secara individu tidak terselesaikan. Keunggulan yang dapat diandalkan dalam kerja sama pada kerja tim adalah munculnya berbagai penyelesaian secara sinergi dari berbagai individu yang tergabung dalam kerja tim.
Selain keunggulan di atas kerja sama juga dapat menstimulasi seseorang berkontribusi dalam kelompoknya, sebagaimana yang dinyatakan Davis (dalam Dewi, 2006) bahwa, Kerja sama adalah keterlibatan mental dan
emosional orang di dalam situasi kelompok yang mendorong mereka untuk memberikan kontribusi dan tanggung jawab dalam mencapai tujuan kelompok.
Kontribusi tiap-tiap individu dapat menjadi sebuah kekuatan yang terintegrasi. Individu dikatakan bekerja sama jika upaya-upaya dari setiap
Kontribusi tiap-tiap individu dapat menjadi sebuah kekuatan yang terintegrasi. Individu dikatakan bekerja sama jika upaya-upaya dari setiap