TINJAUAN PUSTAKA
3. Proses Persepsi
1.5 Defenisi Konsep
1.5.1 Balap Liar
Balap liar merupakan kegiatan beradu cepat kendaraan, yang dilakukan di atas lintasan umum. Artinya kegiatan ini sama sekali tidak di gelar di lintasan resmi, melainkan di jalan raya. Biasanya kegiatan ini dilakukan pada tengah malam sampai menjelang pagi saat suasana jalan raya sudah mulai sepi. Balap liar juga bisa di artikan sebagai kegiatan yang dilakukan secara terorganisasi dalam melakukan peraduan sepeda motor berdasarkan jenis, kecepatan dan kapasitas mesin. Sebagian remaja memilih balap liar untuk memenuhi sebagian kebutuhan mereka.
1.5.2 Remaja
Remaja merupakan waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Remaja juga bisa diartikan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 11 tahun sampai 21 tahun.
1.5.3 Mekanik
Mekanik merupakan dari namanya saja kita sudah dapat menduga bahwa orang ini pasti orang yang mempunyai kemampuan atau orang yang mengerti tentang mesin kendaraan. Memang syarat untuk menjadi seorang mekanik dalam balapan liar harus memiliki pengeahuan di bidang mesin. Biasanya yang menjadi mekanik orang yang mempunyai bengkel yang dijadikan sebagai seketariat mereka. Seorang mekanik tidak boleh ketinggalan informasi mengenai teknologi terbaru seputar mesin kendaraan yang mereka pergunakan untuk balapan. Di
samping itu seorang mekanik biasanya juga merupakan orang yang mendapatkan kepercayaan nya dari kelompoknya untuk meracik kereta untuk balapan yang serinng mereka sebut deng istilah kereta kencang.
1.5.4 Joki (Pembalap)
Keberhasilan dalam meraih kemenangan di samping di tentukan oleh kemampuan mekanik untuk meracik kereta agar kencang juga besar faktornya disebabkan oleh kemampuan jokinya. Seorang joki harus memiliki kemampuan untuk mengetahui kekuatan kereta yang akan dipakai untuk balapan juga kelebihan dan kekurangan kereta tersebut. Selain itu seorang joki, juga harus memiliki kemampuan (skill) untuk membawa kereta kencang sehingga mencapai hasil optimal. Seorang joki juga haru memiliki nyali besar, karena biasanya dalam balapan seorang joki tidak memakai perlengkapan keselamatan, sehingga dalam balapan dapat saja terjadi kecelakaan dan nyawa menjadi taruhannya. Dan seorang joki harus mendapatkan kepercayaan dari rekan-rekannya. Memang tidak ada ukuran baku untuk kemampuan yang dimiliki seorang joki, tetapi kemampuannyalah yang menjadikan rekan-rekannya percaya kepadanya untuk menjadi seorang joki.
1.5.5 Bandar
Bandar merupakan orang yang bertugas untuk memegang taruhan kedua belah pihak, karena biasanya pihak-pihak yang bertanding mempunyai taruhan sejumlah uang yang telah di sepakati.
1.5.6 Juri start dan juri finish
Juri merupakan orang yang bertugas untuk mengawasi perlombaan di garis start, biasanya terdiri dari orang-orang yang di tunjuk kedua belah pihak,
sedangkan juri finish merupakan tidak jauh berbeda dengan juri start, hanya saja juri ini bertugas untuk mengawasi perlombaan digaris
1.5.7 Pengawas
Pengawas merupakan orang yang berhak untuk membantu kelancaran balapan. Biasanya mereka ditempatkan di tempat-tempat yang rawan, misalnya persimpangan jalan, karena yang digunakan jalan raya. Merekalah yang bertugas untuk memperingatkan orang lain tentang adanya perlombaan.
1.5.8 Pemeriksa Lintasan
Pemeriksa lintasan merupakan mereka yang biasanya bertugas untuk memeriksa keadaan jalan, apakah layak untuk di jadikan tempat perlombaan atau tidak.
ABSTRAK
Perkembangan manusia dibagi dalam tiga tingkatan, yaitu masa anak-anak, masa remaja dan masa dewasa. Masa remaja adalah masa dimana orang mulai mengenal dunia luar dimana pada masa ini mereka selalu ingin tahu dan mencoba hal-hal yang menantang sehingga sering timbul pelanggaran-pelanggaran terhadap norma dan nilai dalam suatu masyarakat. Perkembangan remaja juga memiliki berbagai kebutuhan-kebutuhan. Kebutuhan yang pertama adalah kebutuhan biologis, kebutuhan psikologis dan kebutuhan sosial. Balap liar merupakan kegiatan beradu cepat kendaraan, yang dilakukan di atas lintasan umum. Artinya kegiatan ini sama sekali tidak di gelar di lintasan resmi, melainkan di jalan raya. Biasanya kegiatan ini dilakukan pada tengah malam sampai menjelang pagi saat suasana jalan raya sudah mulai sepi. Balap liar merupakan suatu aternatif bagi mereka untuk mengekspresikan dirinya sebagai suatu penunjukkan citra diri sesuai dengan tampilan idolanya. Para pembalap liar tersebut membentuk suatu suatu kelompok sebagai wadah mereka untuk mengaktualisasikan diri, yang akhirnya membentuk gaya hidup yang mencerminkan eksklusifisme diri dan kelompoknya. Kegiatan balap liar dapat memenuhi kebutuhan sosial yaitu kebutuhan untuk dikenal, kebutuhan berkelompok. Karena dalam kegiatan balap liar terdapat kelompok-kelompok remaja, intinya konsep jaringan menunjuk pada semua hubungan dengan orang atau kelompok lain yang memungkinkan kegiatan balap liar dapat berjalan secara efesien dan efektif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi remaja mengikuti balap liar dan dampak balap liar bagi pelaku dan masyarakat. Remaja sebagai generasi penerus bangsa tentu tidak akan lepas dari pantauan masyarakat sekitar tentang semua yang dilakukannya. Penelitian ini dilaksanakan di jalan gagak hitam (ringroad) Kecamatan Medan Selayang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah dengan sampel bertujuan (purposive sample) untuk pemilihan informan. Informan yang dipilih sangat bervariasi. Beberapa diantaranya adalah masyarakat sekitar dan remaja yang mengikuti balap liar. Penelitian ini dilakukan dengan teknik pengumpulan data, yaitu dengan pengamatan (observasi), wawancara, dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa menunujukkan adanya faktor-faktor yang memepengaruhi remaja mengikuti balap liar yaitu adanya uang taruhan, gengsi, hobbi, terpengaruh dari teman pergaulan, dan kurangnya kasih saynag dan perhatian dari orang tua. Dalam dampak balap liar terhadap pelaku(pembalap liar) dan masyarakat terbagi dua dampak yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif nya adalah pembalap akan mendapatkan imbalan, tercipta rasa solidaritas antar pembalap, sebagai sarana hiburan untuk di tonton sedangkan dampak negatif nya adalah memicu terjadinya taruhan atau judi, terjadinya pelanggaran norma dan menyumbang angka kecelakaan, mengganggu ketentraman masyarakat dan mengganggu kelancaran jalan raya.