I.5.3. Teori Difusi Inovasi
1.9 Defenisi Operasional
Defenisi operasional merupakan penjabaran lebih lanjut tentang konsep yang telah dikelompokkan dalam kerangka konsep. Definisi operasional adalah suatu petunjuk pelaksanaan mengenai cara-cara untuk mengukur variabel-variabel. Dengan kata lain, definisi operasional adalah suatu informasi ilmiah yang sangat membantu peneliti lain yang ingin menggunakan variabel yang sama (Singarimbun, 1995:46).
Definisi operasional dari variabel-variabel dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel Bebas (Komunikasi Penyuluhan), meliputi:
a) Penyuluh,
Penyuluh adalah agen perubahan atau orang-orang yang
menyebarserapkan inovasi ke tengah-tengah masyarakat. Seorang penyuluh memiliki kriteria yang terdiri dari:
1. Kredibilitas
Kredibilitas ialah seperangkat persepsi tentang kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Lintong Nihuta sebagai komunikator sehingga diterima atau diikuti oleh khalayak. Kredibilitas seorang komunikator berasal dari yaitu :
3. Kerumitan 4. Dapat dicoba 5. Dapat dilihat c. Keputusan
d. Konfirmasi Karakteristik Responden a. Usia
b. Pendidikan Terakhir c. Pekerjaan
• Kompetensi adalah Suatu penguasaan yang dimiliki komunikator pada masalah yang dibahasnya. Kompetensi yang dimiliki oleh Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kec. Lintong Nihuta ialah karakteristik yang mendasar yang dapat menggambarkan kemampuan mereka untuk melaksanakan suatu peran seperti latar belakang pendidikan, pengalaman dan keahlian.
• Sikap adalah suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan dari seorang komunikator. Dimana dalam hal ini PLKB Kec. Lintong Nihuta menunjukkan pribadi mereka kepada masyarakat, apakah seorang PLKB bersikap tegar atau toleran dalam prinsip.
• Tujuan adalah menunjukkan apakah hal-hal yang disampaikan itu punya maksud yang baik atau tidak. Dalam hal ini PLKB Kec. Lintong Nihuta memiliki sesuatu tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan penyuluhan KB yaitu agar sasaran ikut serta menjadi akseptor KB.
• Kepribadian adalah menunjukkan apakah pembicara memiliki pribadi yang hangat dan bersahabat. Dimana PLKB sebagai komunikator dalam penyuluhan Program KB tampil dan menimbulkan kesan bagi masyarakat .
• Dinamika adalah kekuatan yang dimiliki oleh seorang komunikator dalam menunjukkan apakah hal yang disampaikan itu menarik atau sebaliknya justru membosankan. PLKB Kec.
Lintong Nihuta memiliki kekuatan untuk menyampaikan penyuluhan sehingga menimbulkan perubahan dalam tata hidup masyarakat yang bersangkutan.
2. Daya Tarik
Daya Tarik adalah sesuatu hal yang memberi nilai lebih dan ketertarikan kepada komunikator yaitu Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Lintong Nihuta. Daya tarik dapat berupa kesamaan, keakraban/ dikenal baik, disukai, dan fisiknya.
• Kesamaan adalah ketertarikan pada komunikator karena adanya kesamaan/keserupaan demografis seperti bahasa, agama, suku, daerah asal dan sebagainya. PLKB Kec. Lintong Nihuta sebagai penyuluh memiliki penyatuan perasaan yang serupa dan sependapat dengan masyarakat atas informasi yang diberikan.
• Keakraban/ dikenal baik adalah hubungan yang terjalin secara emosional dan fisik antara komunikator dengan komunikan. Dimana PLKB Kec. Lintong Nihuta sebagai penyuluh sudah lama dikenal masyarakat yang diberikan penyuluhan.
• Disukai adalah suatu perasaan ketertarikan terhadap informasi, fisik dan gaya yang ditimbulkan oleh komunikan. PLKB Kec. Lintong Nihuta sebagai seorang penyuluh disenangi dan disukai oleh masyarakat.
• Fisik adalah tampilan secara visual yang ditampikan oleh seorang komunikan sebagai penyuluh. Seorang PLKB akan
dapat diterima dengan baik apabila memiliki tampilan fisik yang baik dan menarik dihadapan khalayak masyarakat.
3. Kekuatan
Kekuatan adalah kepercayaan diri yang harus dimiliki oleh seorang komunikator dalam mempengaruhi orang lain. Dimana Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kec. Lintong Nihuta memiliki kepercayaan diri dengan kemampuannya dalam mempengaruhi masyarakat Desa Nagasaribu 1 Kec. Lintong Nihuta.
b) Metode Penyuluhan, adalah cara yang digunakan oleh seorang penyuluh dalam memberikan informasi yang terdiri dari:
1. Pendekatan Perorangan adalah pendekatan oleh seorang penyuluh melalui hubungan secara mendalam atau pribadi dengan jumlah yang terbatas (KAP). Metode ini dinilai sangat efektif karena dapat secara langsung memecahkan masalah atas bimbingan penyuluhan, tetapi dari segi jumlah sasaran yang dicapai metode ini kurang efektif.
a) Dialog Langsung, adalah merupakan suatu cara penyampaian informasi yang dilakukan oleh komunikator/penyuluh secara langsung dengan tatap muka kepada komunikan/peserta penyuluhan. Metode yang dilakukan oleh PLKB Kec. Lintong Nihuta dengan berdialog atau berkomunikasi secara tatap muka dengan peserta penyuluhan.
b) Surat – menyurat adalah salah satu metode yang digunakan Kantor Keluarga Berencana Kab. Humbang Hasundutan dengan mengirim
surat yang berhubungan dengan penyuluhan Program Keluarga Berencana kepada PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana) Kecamatan Lintong Nihuta.
c) Kemampuan Empati, adalah kemampuan komunikan untuk memahami pikiran, perasaan, pengalaman orang lain dengan menempatkan diri pada posisi, perasaan, tanpa kehilangan identitas diri, sikap, pribadi, dan kendali reaksi emosi terhadap pengalaman orang lain. PLKB Kec. Lintong Nihuta mampu untuk menempatkan dirinya pada posisi para peserta penyuluhan.
d) Menciptakan Suasana Homophily, adalah kemampuan komunikan untuk membangun suasana yang akrab dan hangat. Dimana Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kec. Lintong Nihuta dapat membaur dengan peserta penyuluhan.
2. Pendekatan Kelompok adalah suatu pendekatan dengan daya jangkau yang lebih besar sehingga dapat memperkuat dalam pembentukan sikap secara kelompok. Banyak manfaat yang dapat diambil pada pedekatan kelompok, karena terjadinya tukar pendapat dan pengalaman antar sasaran penyuluhan dalam kelompok yang bersangkutan.
a) Diskusi Kelompok adalah merupakan suatu proses penyuluhan dimana komunikan/peserta penyuluhan akan mendapatkan suatu kesempatan untuk menyumbangkan pikiran masing-masing dalam memecahkan persoalan bersama. Diskusi yang terdiri atas masyarakat Desa Nagasaribu 1 dan diketuai oleh Petugas Lapangan
Keluarga Berencana Kec. Lintong Nihuta. Dalam hal ini diskusi kelompok yang dilakukan PLKB dalam penyuluhan terjadi melalui pertukaran informasi atau pendapat dengan masyarakat/peserta penyuluhan.
c) Media Penyuluhan adalah alat bantu penyuluhan yang berfungsi sebagai perantara yang dapat dipercaya menghubungkan antara penyuluh dengan sasaran sehingga pesan atau informasi akan lebih jelas dan nyata. Media penyuluhan terdiri dari:
1. Gambar atau slide, yaitu media penyuluhan yang mengandung tampilan pesan-pesan gambar dan tulisan pada penyuluhan.
2. Alat dan obat kontrasepsi, yaitu contoh dari jenis-jenis kontrasepsi yang asli.
3. Brosur, yaitu selembaran yang informasi yang berisikan informasi tentang berbagai jenis alat, obat dan metode kontrasepsi.
4. Buku-buku tentang Program KB Nasional yaitu sekumpulan informasi yang komplit dari berbagai jenis-jenis kontrasepsi.
d) Materi Penyuluhan adalah segala sesuatu yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan berupa informasi – informasi atau pesan. Materi penyuluhan terdiri dari:
1. Pesan verbal yaitu bentuk informasi atau penjelasan yang disampaikan kepada peserta penyuluhan melalui bahasa dan tulisan. Pesan verbal yang disampaikan oleh PLKB Kec. Lintong Nihuta kepada peserta penyuluhan melalui bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi dan tulisan.
2. Pesan non verbal yaitu informasi atau penjelasan yang disampaikan kepada peserta penyuluhan melalui tindakan atau isyarat anggota tubuh oleh PLKB Kec. Lintong Nihuta.
3. Makna (gagasan atau ide), yaitu gagasan atau ide dalam penyuluhan yang disampaikan oleh Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kec. Lintong Nihuta kepada peserta penyuluhan.
4. Simbol yang digunakan (bahasa atau kata-kata), yaitu gaya bahasa, cara berbicara, pilihan kata yang disampaikan oleh petugas penyuluhan kepada peserta penyuluhan.
e) Waktu dan Tempat Penyuluhan, terdiri dari:
1. Waktu, adalah saat yang tepat yang dipilih dan ditentukan oleh petugas penyuluhan untuk melakukan penyuluhan yakni pada bulan Maret 2011.
2. Tempat, yaitu lokasi atau ruangan yang dipilih dan dipersiapkan untuk melakukan penyuluhan. Tempat penyuluhan ini berlangsung di Pusat Kesehatan Desa Nagasaribu 1 Kec. Lintong Nihuta.
2. Variabel Terikat (Tingkat Adopsi), meliputi: