• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

4.5 Defenisi Oprasional dan Metode Pengukuran Variabel

a. Partisipasi penyusunan anggaran (X1) didefenisikan sebagai tingkat keterlibatan dan pengaruh seseorang dalam proses penyusunan anggaran. Untuk mengukur variabel ini, peneliti menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Milani (1975) dalam Riyadi (1998) yang terdiri dari lima pertanyaan meliputi :

1. Partisapasi manajer dan pengaruhnya dalam menentukan sasaran anggaran’ 2. Partisipasi manajer dalam memformulasikan sasaran anggaran

3. Partisipasi manajer dalam penetapan sasaran anggaran secara terkendali 4. Partisipasi dalam penjabaran opini dan pemikiran atasan oleh manajer. 5. Partisipasi dalam pengambilan keputusan didasari kepuasan manajer

b. Komitmen Organisasi (X2) menunjukkan keyakinan dan dukungan yang kuat terhadap nilai dan sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi. Untuk mengukur variabel ini peneliti menggunakan instrument yang dikembangkan oleh Mowday (1979) dalam Ritonga (2008) dengan sembilan item pertanyaan antar lain mencakup tentang :

1. Komitmen akan membantu organisasi menjadi sukses. 2. Komitmen akan kebanggaan terhadap organisasi sebagai tempat yang baik

untuk bekerja.

3. Komitmen akan menerima setiap penugasan dalam organisasi. 4. Komitmen akan system nilai dalam organisasi.

5. Komitmen akan rasa bangga bekerja pada organisasi.

6. Komitmen bahwa organisasi akan memberiakan peluang yang terbaik untuk meningkatkan kinerja.

7. Komitmen atas pilihan yang tepat bekerja di organisasi saat ini dibandingkan organisasi lain yang sudah dipertimbangkan.

8. Komitemen akan kepedulian manajer terhadap masa depan organisasi tempat bekerja.

9. Komitmen bahwa organisasi ini adalah pilihan yang terbaik dari semua kemungkinan organisasi yang dipilih untuk bekerja.

c. Locus of control (X3) adalah cara pandang seseorang terhadap suatu peristiwa apakah dia dapat atau tidak mengendalikan (control) peristiwa yang terjadi padanya. Locus of control diukur dengan indikator internal locus dan external locus yang terdiri dari 16 item pertanyaan (1-8 internal locus dan 9-16 external locus). Pertanyaan yang digunakan diadopsi dari instrument yang dikembangkan dari Baron dan Byren (1994) dalam Astuti (2007), pertanyaan yang berkaitan dengan Locus Of Control mencakup hal :

a. Internal Locus Of Control

1. Kehormatan sebagai sesuatu yang memang layak diterima. 2. Keberhasilan yang terjadi adalah hasil perbuatan saya sendiri 3. Keberuntungan

4. Sesuatu jabatan ditentukan oleh kemampuannya

5. Keberhasilan yang terjadi akibat perbuatan saya sendiri 6. Perencanan untuk mewujudkannya

7. Kesalahan bersedia mengakuinya

8. Memutuskan sendiri apa yang sebaiknya mereka lakukan

1. Hasil Kerja yang berharga sering saya abaikan 2. Kendali untuk mengarah tujuan hidup

3. Memutuskan untuk sesuatu dengan melemparkan mata uang 4. Tergantung kepada keberuntungan yang melekat pada seseorang 5. Kejadian buruk yang terjadi akibat ketidakmujuran

6. Perencanaan yang terlalu jauh ke depan adalah pekerjaan sia-sia 7. Menutupi kesalahan orang lain

8. Pemimpin yang baik adalah memperjelas pekerjaan karyawannya

d. Kinerja manajerial (Y) yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kinerja para manajer dalam kegiatan-kegiatan manajerial. Kinerja manajerial diukur dengan menggunakan kuesioner self rating dimana kuesioner ini mengukur kemampuan diri sendiri dari para manajer dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen. Skala pengukuran yang digunakan adalah 1-5 dengan penilaian 1-2 dibawah rata-rata, 3 rata-rata, 4-5 diatas rata-rata , instrumen ini dimodifikasi dari Ritonga (2008) yang kembangkan dari Mahoney (1963). Untuk mengukur kinerja ini digunakan sembilan pertanyaan yang berkaitan dengan :

1. Kinerja yang berkaitan dengan perencanaan 2. Kinerja yang berkaitan dengan investigasi 3. Kinerja yang berkaitan dengan pengkoordinasian 4. Kinerja yang berkaitan dengan evaluasi

5. Kinerja yang berkaitan dengan pengawasan 6. Kinerja yang berkaitan dengan pemilihan staf 7. Kinerja yang berkaitan dengan negosiasi

8. Kinerja yang berkaitan dengan perwakilan/representasi. 9. Pengukuran atas kinerja secara menyeluruh.

Secara ringkas definisi operasional dan skala pengukurannya dapat dilihat dalam mtabel sebagai berikut :

Tabel 4.1 Definisi Operasional Variabel

Jenis

Variabel Definisi Indikator Skala

Independen (X1) Partisipasi dalam penyusunan anggaran

Tingkat keterlibatan dan pengaruh seseorang dalam proses penyusunan anggaran

1.Partisapasi manajer dan pengaruhnya dalam menentukan sasaran anggaran.

2.Partisipasi manajer dalam memformulasikan sasaran anggaran

3.Partisipasi manajer dalam penetapan sasaran anggaran secara terkendali

4.Partisipasi dalam penjabaran opini dan pemikiran atasan oleh manajer.

5.Partisipasi dalam pengambilan keputusan didasari kepuasan manajer Interval/ Likert Moderating (X2) Komitmen Organisasi

Keyakinan dan dukungan yang kuat terhadap nilai dan sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi

1. Komitmen akan membantu organisasi menjadi sukses 2. Komitmen akan kebanggaan

terhadap organisasi sebagai tempat yang baik untuk bekerja 3. Komitmen akan menerima setiap

penugasan dalam organisasi 4. Komitmen akan system nilai

dalam organisasi

5. Komitmen akan rasa bangga bekerja pada organisasi.

6. Komitmen bahwa organisasi akan memberiakan peluang yang terbaik untuk meningkatkan kinerja.

7. Komitmen atas pilihan yang tepat bekerja di organisasi saat ini dibandingkan organisasi lain yang sudah dipertimbangkan.

8. Komitemen akan kepedulian manajer terhadap masa depan organisasi tempat bekerja. 9. Komitmen bahwa organisasi ini

adalah pilihan yang terbaik dari semua kemungkinan organisasi

Interval/ Likert Lanjutan Tabel 4.1

Moderating (X3) Locus Of Control

Cara pandang seseorang terhadap suatu peristiwa apakah dia dapat atau tidak mengendalikan (control) peristiwa yang terjadi padanya

Faktor Internal

1. Kehormatan sebagai sesuatu yang memang layak diterima.

2. Keberhasilan yang terjadi adalah hasil perbuatan saya sendiri 3. Keberuntungan

4. Sesuatu jabatan ditentukan oleh kemampuannya

5. Keberhasilan yang terjadi akibat perbuatan saya sendiri

6. Perencanan untuk mewujudkannya

7. Kesalahan bersedia mengakuinya 8. Memutuskan sendiri apa yang

sebaiknya mereka lakukan.

Faktor Eksternal

9. Hasil Kerja yang berharga sering saya abaikan

10. Kendali untuk mengarah tujuan hidup

11. Memutuskan untuk sesuatu dengan melemparkan mata uang

12. Tergantung kepada

keberuntungan yang melekat pada seseorang

13. Kejadian buruk yang terjadi akibat ketidakmujuran 14. Perencanaan yang terlalu jauh

ke depan adalah pekerjaan sia-sia

15. Menutupi kesalahan orang lain 16. Pemimpin yang baik adalah

memperjelas pekerjaan karyawannya Interval/ Likert Dependen (Y) Kinerja Manajerial

Kinerja para manajer dalam kegiatan-kegiatan manajerial

Perencanaan

1. Kinerja yang berkaitan dengan perencanaan

Investigasi

2. Kinerja yang berkaitan dengan investigasi

Kordinasi

3. Kinerja yang berkaitan dengan pengkoordinasian

Evaluasi

4. Kinerja yang berkaitan dengan evaluasi

Pengawasan

5. Kinerja yang berkaitan dengan pengawasan

Pemilihan Staf

6. Kinerja yang berkaitan dengan pemilihan staf

Negosiasi

7. Kinerja yang berkaitan dengan negosiasi

Interval/ Likert Lanjutan Tabel 4.1

Perwakilan

8. Kinerja yang berkaitan dengan perwakilan/representasi.

Kinerja Menyeluruh

9. Pengukuran atas kinerja secara menyeluruh.

Dokumen terkait