• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.5 Teori Keperawatan Jean Watson

2.6.1 Definisi Action Research

Penelitian action research merupakan penelitian yang bersifat partisipatory melibatkan peneliti dan partisipan untuk berkolaborasi. Peneliti dan partisipan berkolaborasi menentukan masalah, menetapkan metode penelitian, analisa data, dan bagaimana menggunakan data yang ditemukan. Tujuan dari Participatory Action Research (PAR) tidak hanya untuk menghasilkan pengetahuan, tetapi juga tindakan dan menumbuhkan kesadaran. Peneliti mencari orang-orang yeng berpengaruh lewat proses dan menggunakan pengetahuan. Penelitian ini awalnya didasari dari ketidakmampuan dari kelompok yang akan diteliti. Sehingga, tujuan kunci adalah untuk menghasilkan sebuah dorongan yang dapat digunakan langsung untuk member peningkatan lewat pendidikan dan tindakan sosiopolitik(Polit dan Beck, 2012).

PadaParticipatory Action Research (PAR), metode penelitian memegang peranan kedua setelah adanya proses kolaborasi dan dialog yang dapat memotivasi, meningkatkan kepercayaan diri, dan menghasilkan solidaritas masyarakat. Pada proses pengumpulan data, tidak hanya dilakukan lewat metode tradisional seperti wawancara dan observasi (termasuk keduanya kualitatif dan kuantitatif), tetapi juga lewat bercerita, sosiodrama, menggambar dan melukis, bermain dan menumbuhkan cara-cara kreatif dengan melibatkan orang-orang agar mengeksplor kehidupan, menceritakan kisah hidup dan mengenal kemampuan/kekuatan (Polit dan Beck, 2012).

Kemmis, Mc Taggart & Nixon (2014) menjelaskan bahwa kegiatan Participatory Action Research (PAR) mengambil pandangan tertentu yang dipahami oleh partisipan, fokus tidak hanya pada partisipasi masyarakat dalam praktek tapi juga dipengaruhi oleh kolektif yang membuka ruang komunikasi untuk tindakan komunikasi, adanya kesepakatan bersama-sama untuk berusaha mencapai kesepakatan intersubjektif tentang ide-ide yang digunakan dan adanya rasa saling pengertian.

Pada action research, peneliti dapat mengembangkan teori untuk membahasnya dalam praktek sehingga bersama-sama partisipan dapat memahami bagaimana pelaksanaan praktek tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang diutarakan dalam suatu diskusi yang melibatkan peneliti dan partisipan menghasilkan suatu kegiatan yang akan dilakukan untuk pengembangan suatu praktek untuk transformasi yang signifikan dalam perilaku dan konsekuensi dari praktek (Kemmis, Mc Taggart & Nixon, 2014).

Kemmis dan McTaggart (1988 dalam Denzin &Lincoln, 2009) menjelaskan bahwa action research sebagai bagian dari Participatory Action Research (PAR)memiliki 7 ciri utama yaitu: (1)PARadalah sebuah proses sosial, (2) PAR berciri parsipatoris, (3) PAR berciri praktis dan kolaboratif, (4) PAR berciri emansipatoris, (5) PAR berciri kritis, (6) PAR berciri recursif (refleksi, dialektis).

Parcipatory Action Research (PAR)adalah sebuah proses sosial. PAR secara sadar mengkaji hubungan antara ranah individu dengan ranah sosial. PAR merupakan sebuah proses yang ditempuh dalam penelitian disetting, seperti

settingpendidikan dan pembangunan masyarakat, ketika manusia, secara individu dan kolektif berusaha memahami bagaimana diri mereka dibentukdan dibentuk ulang sebagai individu-individu dan dalam hubungannya dengan satu sama lain di berbagai jenis setting, misalnya ketika kalangan guru bekerja sama bahu- membahu atau dengan para muridnya untuk meningkatkan proses belajar mengajar di kelas.

Parcipatory Action Research (PAR) berciri partisipatori. PAR mengajak manusia untuk mengkaji ilmu pengetahuan (pemahaman, kecakapan dan nilai- nilai) dan kategori-kategori interpretasi mereka (cara mereka menafsirkan diri sendiri dan tindakan dalam dunia sosial dan material). PAR merupakan proses yang menjadi sarana bagi masing-masing individu dalam sebuah kelompok berupaya untuk menangani cara-cara ilmu pengetahuannya membentuk kepekaannya akan rasa identitas dan keberfungsian diri serta merefleksikan secara kritis bagaimana ilmu pengetahuan saat ini membingkai dan membatasi tindakannya. PAR juga berciri partisipatori dalam pengertian bahwa manusia hanya dapat melakukan penelitian tindakan “terhadap” dirinya sendiri secara individual ataupun kolektif. PAR bukanlah penelitian yang dilakukan terhadap orang-orang lain.

Parcipatory Action Research (PAR) berciri praktis dan kolaboratif. PAR mengajak manusia untuk mengkaji praktik-praktik sosial yang menghubungkan diri mereka dengan orang-orang lain dalam interaksi sosial. PAR merupakan sebuah proses yang menjadi sarana bagi manusia untuk bereksplorasi praktek- praktek komunikasi, produksi dan pengorganisasian sosial mereka serta berupaya

untuk bereksplorasi cara untuk meningkatkan interaksi-interaksi mereka dengan merubah tindakan–tindakan yang membentuk interaksi tersebut yaitu mengurangi aspek-aspek interaksi yang dialami oleh para partisipan sebagai yang irasional, tidak produktif (tidak efisien), tidak adil, dan tidak memuaskan (menimbulkan alienasi). Para peneliti PAR berupaya untuk menjalin kerjasama dalam merekontruksi interaksi-interaksi sosial mereka dengan merekontruksi tindakan- tindakan yang membentuk interaksi tersebut.

Parcipatory Action Research (PAR) berciri emansipatori. PAR bertujuan untuk membantu manusia agar pulih dan melepaskan diri mereka dari tekanan- tekanan struktur sosial yang irasional, tidak produktif, tidak adil, dan tidak memuaskan yang membatasi perkembangan diri dan kemandirian diri. PAR merupakan sebuah proses yang menjadi sarana bagi manusia untuk mengeksplorasi cara-cara praktik mereka dibentuk dan ditentukan oleh struktur- struktur sosial (kultural, ekonomi dan politik)yang lebih luas dan mengkaji apakah diri mereka dapat ikut campur tangan untuk dapat melepaskan diri dari hambatan- hambatan tersebut, artinya jikalau mereka tidak dapat, maka apakah cara terbaik untuk ikut terlibat didalamnya dalam upaya meminimalkan tingkat hambatan- hambatan tersebut dalam menyumbang munculnya irasionalitas, kurang produktivitas (ketidakefisienan), ketidakadilan dan ketidakpuasan (alienasi) dikalangan manusia yang kerja dan kehidupannya ikut membentuk kehidupan sosial bersama.

Parcipatory Action Research (PAR) berciri kritis. PAR bertujuan untuk membantu manusia agar pulih dan melepaskan diri sendiri dari hambatan-

hambatan yang lekat dengan media sosial yang menjadi wahana interaksi mereka: bahasa (wacana) mereka, pola kerja mereka, dan relasi sosial kekuasaan(yang menjadi sarana bagi mereka untuk afilasi dan perbedaan, inklusi dan ekslusif- yaitu hubungan-hubungan yang berbicara secara gramatis, menjadi sarana bagi mereka untuk beriteraksi dengan orang-orang lain dalam pola orang ketiga, kedua dan pertama). PAR merupakan sebuah proses ketika manusia secara sadar berketetapan hati untuk memperjuangkan dan membentuk ulang cara-cara irasional, tidak produkti (tidak efisien), tidak adil, tidak memuaskan dalam menafsirkan dan mendeskripsikan dunia (bahasa/wacana)mereka, cara-cara kerja (pekerjaan), dan cara-cara menghubungkan diri dengan orang-orang lain (kekuasaan).

Parcipatory Action Research (PAR) berciri recursif (refleksif, dialektis). PAR bertujuan untuk membantu manusia dalam mengkaji realita agar mampu mengubahnyadan mengubah realita agar mampu mengkajinya khususnya dengan mengubah praktik-praktik mereka melalui spiral siklus aksi, pengkajian kritis dan kritis diri sebagai sebuah proses sosial sadar yang dirancang untuk membantu manusia agar dapat lebih banyak belajar tentang (menyusun teori tentang) praktik- praktik, ilmu pengetahuan tentang praktik, dan aneka struktur sosial yang membentuk dan membatasi praktik-praktik mereka, serta media sosial yang menjadi wahana untuk menyuarakan praktik-praktik mereka.PAR merupakan sebuah proses pembelajaran, bersama-sama orang lain dengan melakukan, mengubah cara-cara kita berinteraksi didalam dunia sosial bersama demi hal yang

Gambar 2.1 SiklusAction Research

Dokumen terkait