BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
5.4 Pembahasan Hasil Penelitian
5.4.2 Interpretasi Daya Dukung Lahan terhadap PDRB
Daya dukung lahan di Kabupaten Gianyar yang semakin tahun semakin berkurang yang diakibatkan oleh meningkatnya kebutuhan akan lahan yang digunakan untuk sektor tersier yang berpengaruh terhadap PDRB Sektor Pertanian di Kabupaten Gianyar. PDRB Sektor Pertanian di Kabupaten Gianyar tidak sama jumlahnya di setiap kecamatan , ini disebabkan oleh produksi pertanian yang terus menurun. Jumlah petani yang menggarap lahan pertanian juga semakin tahun semakin berkurang, akibatnya banyaknya petani yang beralih ke sektor tersier dan menganggap pertanian tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan hidupnya, ini dapat dilihat pada pada Tabel 5.8
Tabel 5.8 Model Summary Pengaruh Daya Dukung Lahan terhadap PDRB Sektor Pertanian Kabupaten Gianyar
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .698a .487 .472 6.11619
a. Predictors: (Constant), Daya Dukung Lahan Sumber : Lampiran 9
Berdasarkan analisis yang ditampilkan pada Tabel 5.8 memperlihatkan bahwa korelasi parsial antara daya dukung lahan dengan PDRB sektor pertanian mendapatkan nilai r hitung sebesar 0,698. Nilai ini tergolong kuat dan memiliki nilai positif, sehingga dapat dikatakan pola hubungan antara daya dukung lahan dengan PDRB Sektor Pertanian adalah searah. Artinya, semakin besar daya
dukung lahan maka semakin meningkat PDRB Sektor Pertanian, begitu pula sebaliknya. R Squre menunjukkan daya dukung lahan memiliki pengaruh sebesar 0,487 persen menaikkan PDRB sektor Pertanian di Kabupaten Gianyar.
Menurunnya PDRB Sektor Pertanian di Kabupaten Gianyar diakibatkan salah satunya adalah semakin menurunnya daya dukung lahan pertanian yang mengakibatkan turunnya produksi pertanian . Semakin sedikit orang yang bekerja pada sektor pertanian dan semakin banyak penduduk di Kabupaten Gianyar yang beralih bekerja di sektor perdagangan, hotel dan restoran, maupun sektor jasa dan industri pengolahan.
Berikut kutipan sambutan Bupati Gianyar dalam dalam Peringatan Hari Pangan Sedunia, pada Tanggal 29 Oktober 2014, bertempat di Pura Samuan Tiga Bedulu Gianyar.
“Upaya mewujudkan swsembada pangan di masa datang menghadapi berbagai kendala antara lain peningkatan jumlah penduduk dan alih fungsi lahan. Di Gianyar sendiri alih fungsi lahan maupun alih kepemilikan tanah oleh masyarakat ke pemilik modal asing terjadi karena faktor ekonomi masyarakat setempat, selain disebabkan warga yang melepaskan lahannya, sektor industri juga menjadi salah satu faktor yang dianggap memiliki andil besar dalam alih lahan di Bali. Sektor industri telah menyebabkam banyak lahan pertanian strategis berubah menjadi pabrik dan sarana pendukung pariwisata.Untuk menanggulangi kendala tersebut dibutuhkan regulasi menyangkut perlindungan lahan pertanian, pemanfaatan teknologi dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lahan pertanian. Pemerintah Kabupaten Gianyar telah mendorong masyarakat tani untuk memproduksi bahan pangan pokok maupun sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat”.
Persoalan alih fungsi lahan yng tinggi sangat berpengaruh pada daya dukung lahan, lahan yang produktif banyak yang beralih peruntukannya, penataan ruang yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Kondisi ini sangat
memprihatinkan dan menghawatirkan apabila tidak diambil suatu kebijakan untuk mencari akar permasalahan yang dapat menjadi suatu kajian yang dapat menangani persoalan alih fungsi lahan yang semakin tinggi. PDRB Sektor pertanian di seluruh kecamatan di Kabupaten Gianyar mengalami penurunan, seperti pada Tabel 5.9
Tabel 5.9 Coefficients Pengaruh Daya Dukung Lahan terhadap PDRB Sektor Pertanian Kabupaten Gianyar
Daya Dukung Lahan 2.979 .510 .713 5.844 .000
a. Dependent Variable: PDRB Sektor Pertanian Sumber : Lampiran 9
Tabel 5.8 menunjukkan menunjukkan koefisien regresi dimana peningkatan sebesar satu hektar daya dukung lahan akan menaikkan PDRB Sektor Pertanian di Kabupaten Gianyar sebesar Rp. 2.979.000,-.
Hasil uji t diperoleh t hitung sebesar 5.844, sedangkan statistik tabel diperoleh dari Tabel t (terlampir) sebesar 1,697. Artinya t hitung > t tabel ( 5.844 > 1,697, Sig 0.000 lebih kecil dari alpha 0.691. Sehinga diperoleh kesimpulan bahwa daya dukung lahan berpengaruh posiif dan signifikan terhadap PDRB Sektor pertanian. Sektor Pertanian yang awalnya merupakan mata pencaharian penduduk Kabupaten Gianyar yang dapat memenuhi semua kebutuhan hidup suatu keluarga, namun seiring perkembangan jaman dengan
keindahan alam Pulau Bali khususnya di Kabupaten Gianyar dan keunikan budaya, membuat sektor pariwisata sangat pesat perkembangannya yang berimbas pada perubahan mata pencaharian sebagian penduduk yang tertarik bekerja di sektor pariwisata. Penunjang sektor pariwisata juga meningkat pesat seperti hotel da restoran, perkantoran dan industri yang memerlukan lahan yang sangat banyak.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh sebagian penduduk untuk menjual tanahnya dengan alasan bahwa sektor pertanian tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga, tentu saja membuat produksi pertanian semakin menurun yang mengakibatkan kontribusi sektor pertanian dalam PDRB Kabupaten Gianyar semakin tahun semakin berkurang, seperti pada Tabel 5.10
Tabel 5.10 Model Summary Pengaruh Daya Dukung Lahan terhadap Kontribusi PDRB Sektor Pertanian di Kabupaten Gianyar.
Berdasarkan analisis pada Tabel 5.8 menunjukkan bahwa korelasi parsial antara daya dukung lahan dengan PDRB sektor pertanian mendapatkan nilai r hitung sebesar 0,462. Nilai ini memiliki nilai positif, sehingga dapat dikatakan pola hubungan antara daya dukung lahan dengan kontribusi PDRB Sektor Pertanian adalah searah. Artinya, semakin besar daya dukung lahan maka semakin tinggi kontribusi PDRB Sektor Pertanian, begitu pula sebaliknya, semakin kecil
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .462a .214 .190 12182.76660
a. Predictors: (Constant), Daya Dukung Lahan Sumber : Lampiran 9
daya dukung lahan maka semakin turun rasio kontribusi PDRB sektor pertanian.
R Squre menunjukkan daya dukung lahan memiliki pengaruh sebesar 0,214 persen menaikkan kontribusi PDRB sektor Pertanian di Kabupaten Gianyar.
Berkurangnya lahan pertanian setiap tahunnya berpengaruh terhadap produksi pertanian yang berakibat semakin berkurangnya minat petani untuk menggarap lahan pertaniannya, karena dianggap sudah tidak bisa lagi sebagai penopang hidup petani. Apabila lahan pertanin dapat ditingkatkan akan dapat meningkatkan kontribusi PDRB sektor pertanian, hal ini bisa dilihat pada Koefisien Regresi menunjukkan dimana peningkatan sebesar satu hektar daya dukung lahan akan meningkatkan rasio kontribusi PDRB Sektor Pertanian di Kabupaten Gianyar sebesar 2,225 persen seperti pada Tabel 5.11
Tabel 5.11 Analisis Regresi Coefficients Pengaruh Daya Dukung Lahan terhadap Kontribusi PDRB Sektor Pertanian Kabupaten Gianyar
Sumber : Lampiran 9
Tabel 5.11 menunjukkan Hasil uji t diperoleh t hitung sebesar 2.994, sedangkan statistik tabel diperoleh dari Tabel t (terlampir) sebesar 1,697. Artinya t hitung > t tabel ( 2.994 > 1,697), Sehinga diperoleh kesimpulan bahwa daya dukung lahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB Perkapita.
Analisis daya dukung lahan ini sesuai dengan teori malthus yang menyebutkan populasi manusia bertambah lebih cepat daripada produksi
Model
1 (Constant) 60022.690 6892.880 8.708 .000
Daya Dukung Lahan 2.225 .743 .462 2.994 .005
a. Dependent Variable: Kontribusi PDRB Sektor Pertanian
makanan, sehingga menyebabkan manusia bersaing satu sama lain untuk memperebutkan makanan dan menjadikan perbuatan amal sia-sia.
Analisis-analisis pemikiran malthus adalah sebagai berikut:
Keseimbangan penduduk dengan daya dukung dan daya tampung sudah dipersoalkan sejak dahulu oleh para filosof Cina, Yunani dan Arab, seperti Confucius, Plato, Aristoteles maupun Kalden. Bencana kelaparan (famine), dan kematian langsung dikaitkan dengan faktor ketidak-seimbangan jumlah penduduk dengan potensi lingkungan alam, khusus penyediaan bahan makanan.
Teori Malthus jelas menekankan tentang pentingnya keseimbangan pertambahan jumlah penduduk menurut deret ukur terhadap persediaan bahan makanan menurut deret hitung. Teori Malthus tersebut sebetulnya sudah mempersoalkan daya dukung lingkungan dan daya tampung lingkungan. Tanah sebagai suatu komponen lingkungan alam tidak mampu menyediakan hasil pertanian untuk mencukupi kebutuhan jumlah penduduk yang terus bertambah dan makin banyak.
Daya dukung tanah sebagai komponen lingkungan menurun, karena beban manusia yang makin banyak. Jumlah penduduk yang terus bertambah mencerminkan pula makin padat jumlah penduduk setiap 1 km2, dapat mempercepat eksploitasi sumberndaya alam dan mempersempit persediaan lahan hunian dan lahan pakai. Dengan kata lain jumlah penduduk yang terus bertambah dan makin padat sangat mengganggu daya dukung dan daya tampung lingkungan.
5.7 Keterbatasan Penelitian
Penelitian tentang daya dukung lahan merupakan penelitian yang perlu untuk dikembangkan melihat pertumbuhan penduduk yang terus bertambah sedangkan lahan dan produksi pertanian cenderung terus menurun, hal ini perlu mendapat perhatian bersama kedepannya untuk menjaga keseimbangan daya dukung lahan dan daya tampung lingkungan pada kapasitas penyediaan sumber daya alam, terutama berkaitan dengan kemampuan lahan serta ketersediaan dan kebutuhan akan lahan dalam suatu ruang/wilayah. Dalam penelitian ini adanya keterbatasan yang dimiliki peneliti baik dari kelengkapan data, waktu, tenaga, maupun biaya.
BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN
6.1 Simpulan
Penelitian daya dukung lahan berdasarkan total nilai produksi pertanian di Kabupaten Gianyar menghasilkan beberapa kesimpulan antara lain :
1) Status daya dukung lahan di Kabupaten Gianyar adalah defisit, sedangkan daya dukung kecamatan dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu :
a. Kecamatan yang kondisi daya dukung lahan dari tahun 2008 sampai dengan Tahun 2012 adalah statusnya defisit yaitu Kecamatan Sukawati, Kecamatan Blahbatuh, Kecamatan Gianyar, Kecamatan Tampaksiring, dan Kecamatan Ubud.
b. Kecamatan yang kondisi daya dukung lahan dari tahun 2008 sampai dengan Tahun 2012 yang pada awal statusnya surflus, namun dalam kurun waktu lima tahun berubah menjadi defisit, yaitu Kecamatan Tegallalang
c. Kecamatan yang kondisi daya dukung lahan dari tahun 2008 sampai dengan Tahun 2012 adalah statusnya surflus yaitu Kecamatan Payangan, hal in disebabkan oleh kondisi wilayah yang masih mengandalkan sektor pertanian dan kondisi masyarakat yang masih menggantungkan mata pencahariannya sebagai petani.
2) Pengaruh daya dukung lahan terhadap PDRB Sektor Pertanian dan terhadap kontribusi PDRB Sektor Pertanian di Kabupaten Gianyar berpengaruh positif. Apabila daya dukung lahan meningkat maka akan meningkatkan PDRB Sektor Pertanian dan kontribusi PDRB Sektor Pertanian. Begitupun sebaliknya apabila daya dukung lahan menurun maka akan menurunkan PDRB Sektor Pertanian dan kontribusi PDRB sektor Pertanian di Kabupaten Gianyar.
6.2 Saran
Meningkatnya kebutuhan lahan di Kabupaten Gianyar memerlukan perhatian yang serius guna menjaga keberlangsungan sektor pertanian, keseimbangan lingkungan dan keberlangsungan hidup ekosistem didalamnya sehingga dalam penelitian ini. Saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1) Pemerintah Kabupaten Gianyar Dalam pembuatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Gianyar hendaknya betul betul menjaga kawasan pertanian yang merupakan budaya kearifan lokal dengan berlandaskan Tri Hita Karana.
2) Pembangunan pertanian di Kabupten Gianyar hendaknya dilaksanakan dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk bekerja di sektor pertanian, sedangkan pemerintah daerah berperan dalam memfasilitasi dan memberdayakan petani dengan mensubsidi pajak lahan pertanian, subsidi benih, dan subsidi pupuk.
3) Melaksanakan penyuluhan dan pelatihan teknologi tepat guna kepada petani untuk mendapatkan produksi yang tinggi dan kualitas yang unggul.
4) Sosialisasi dan pengawasan program pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan agar terus dilaksanakan untuk mejaga keberlangsungan sektor pertanian dimasa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Asdak, Chay. 2005. Daya Dukung Sumber Daya Air dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang. Open Environmental Forum : Daya Dukung Lingkungan. Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Jakarta Kartodihardjo, Hariadi, et. al. 2006. Daya Dukung Pulau Jawa. Kementerian
Koordinator Bidang Perekonomian. Jakarta
Kementrian Negara Lingkungan Hidup. 2009. Permen LH No.17 Tahun 2009 Tentang : Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup dalam Penaatan Ruang Wilayah. Jakarta
Prastowo, et. al. 2006. Kajian Daya Dukung Lingkungan DAS Siak.
Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Institut Pertanian Bogor. Jakarta
Suyono, et. al. 2006. Kajian Daya Dukung Lingkungan DAS Babon.
Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Universitas Gajah Mada. Jakarta.
Lenzen M., Murray SA. 2003. The Ecological Footprint – Issues and Trends.
Sydney : The University of Sydney.
Hardjowigeno S., Widiatmaka. 2007. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tata Guna Lahan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Ida Bagoes Mantra, 1986. Pengantar Studi Demografi, Nur CaHaya, Yogyakarta.
Hardjasoemantri, 1989. Hukum Tata Lingkungan. Edisi Ke-empat, Universitas Gadjah Mada Press, Yogyakarta.
Notohadiprawiro, 1987, Tanah, Tata Guna Lahan dan Tata Ruang Dalam Analisis Dampak Lingkungan, Universitas Gadjah Mada Press, Yogyakarta.
Suhardjo dan Tukiran, 1990. Studi Literatur Konsep yang Sudah ada Mengenai Daya Tampung Wilayah. Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Jakarta.
Soerjani, 1987. Lingkungan: Sumberdaya Alam, Kependudukan, dalam Pembangunan, Universitas Indonesia Press, Jakarta.
Khadiyanto, Parfi. 2005. Tata Ruang Berbasis pada Kesesuaian Lahan.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Kodoatie, Robert J. Dan Roestam Sjarief, 2005. Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu, Yogyakarta, Penerbit ANDI.
Kooten, G. Cornelis. 1984. Land Resource Economics And Sustainable Development. UCSA, Vancouver.
Panayotou, T. 1994. Economy and Ecology in Sustainable Development. SPES Foundation (ed)Economy and Ecology. Jakarta: Gramedia.
Reksohadipradjo, Sukanto dan Pradono. 1998. Ekonomi Sumber Daya Alam dan Energi. BPFE. Yogyakarta.
Sitorus, Santun R.P. 1998. Evaluasi Sumberdaya Lahan. Penerbit TARSITO Bandung.
Soemarwoto, Otto. 2000. Analisa Dampak Lingkungan. Yogyakarta: Gadjahmada University Press.
Soerjani, dkk. 1987. Lingkungan, Sumberdaya Alam dan Lingkungan. BPFE.
Yogyakarta.
Sunu, Pramudya. 2001. Melindungi Lingkungan Dengan Menerapkan ISO 14001.
PT. Gramedia Widiasarana. Jakarta.
Suripin. 2002. Pelestarian Sumberdaya Tanah dan Air. Penerbit ANDI Yogyakarta.
Vicy R.B. Moniaga. 2005, Analisis Daya Dukung Lahan Pertanian (studi kasus Kabupaten MinaHasa Tahun 2004) Universitas Brawijaya Malang.
Dina Fitrhriah. 2011. Perubahan Penggunaan Lahan dan Pengaruh terhadap Daya Dukung Lingkungan untuk Mendukung Perencanaan Penata Ruang.IPB Bogor
Diah Meliani. 2013. Daya Dukung Lingkungan Kecamatan Rasau Jaya Berdasarkan Ketersedian dan Kebutuhan Lahan.Universitas Tanjungpura.
Harry Coccossis. 2000. Defining, Measuring And Evaluating Carrying Capacity In European Tourism Destinations, Final Report, B4-3040/ 2000/
294577/MAR/D2.
M. El-Sherbiny, F. Salem And N. El-Hefnawy. 1983. Optimum Design Of Hydrostatic Journal Bearings Part I: Maximum Load Capacity, Jour/wI oj ElIf,:incering IIlId Applied Sciences. Vol. 2, pp, 155-170, 1983.
Carrie J. Byron. 2013. Carrying capacity tools for use in the implementation of an ecosystems approach to aquaculture. Gulf of Maine Research Institute, 350 Commercial Street, Portland, ME 04101. United States of America.
Russell Hopfenberg. 2003. Human Carrying Capacity Is Determined by Food Availability, Duke University
Masoumeh Amiry Lagmoj, Dr. Abdolkarim Keshacarz Shokry, Dr. Seyed Armin Hashemi, Dr. Hasam Karim Zadegan. Defining the Ecotourism Carrying Capacity of Langeroud City (Case Study: Khorma Forest), Greener Journal of Social Sciences ISSN: 2276-7800 Vol. 3 (9), pp.
447-457, November 2013.
Giuseppe Ruggiero,1 Giuseppe Verdiani,1 Stefano Dal Sasso2. 2012. Evaluation of carrying capacity and territorial environmental sustainability.
Department of Agro-Environmental Sciences (DISAAT), University of Bari, Italy.
Eni, Devalsam Imoke, Oko, Comfort and Oka, Peter Onen. 2013. Evaluation of soil bearing capacities and its implication for foundation compatibility in Calabar, Nigeria. Department of Geography and Environmental Science, University of Calabar Calabar, Nigeria.
Amnon Levy. 2009. Implications of Changing Environmental Concerns and Carrying Capacity for Humankind Survival. School of Economics University of Wollongong Wollongong, NSW 2522 Australia.
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang perlindungan lahan tanaman pangan berkelanjutan
Permen PU No.06/PRT/M/2009. Tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan.
Permen LH No. 17 Tahun 2009. Tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup dalam Penataan Ruang Wilayah.
Arie Agustina Fitriani. 2005. Analisis Daya Dukung Lahan Pertanian Dan Tekanan Penduduk (Studi Kasus Kabupaten Propinsi Jawa Timur Tahun 2003).Universitas Sebelas Maret Surakarta.
I Wayan Susanto, M. Ruslin Anwar , Soemarno . 2013. Analisis Daya Dukung Lingkungan Sektor Pertanian Berbasis Produktivitas Di Kabupaten Bangli. Universitas Brawijaya.
Budi Hartono. 2012. Peran Daya Dukung Wilayah Terhadap Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Madura. Jurnal Ekonomi Pembangunan Volume 13, Nomor 2, Desember 2012, hlm.316-326. Universitas Brawijaya.
Faturochman, Ambar Widaningrum. 1993. Konsep Dan Indikator Daya Tampung Sosial. Universitas Gadjah Mada.
Ayu Feby Sarita, I Wayan Windia, I Wayan Sudarta. 2013. Persepsi Petani terhadap Penetapan Subak sebagai Warisan Budaya Dunia (Studi Kasus Subak Pulagan Kawasan Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar), E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata ISSN: 2301-6523 Vol.
2, No. 4, Oktober 2013.
Nuhfil Hanani. 2012. Strategi Pencapain Ketahanan Pangaan Keluarga, E-Journal konomi Pertanian, IPB
Suryanto. 2009. Mampukah PDB Hijau Mengakomodasi Degradasi Lingkungan Dan Kesejahteraan Masyarakat, Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan Volume 10, Nomor 1, April 2009: 99 ‐ 109, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Y. N. Tian and H. Q. 2012. Wang Progress of Resources and Environmental Carrying Capacity, Journal of Clean Energy Technologies, Vol. 1, No. 2, April 2013.
Xilian Wang. 2012. Research Review of the Ecological Carrying Capacity, College of Management, Xi'an University of Science and Technology, Xi’an 710054, China.
Sudanti Budihardj, Sudharto P. Hadi , Sutikno Sutikn, Purwanto Purwanto, The Ecological Footprint Analysis for Assessing Carrying Capacity of Industrial Zone in Semarang, Published Online June 2013 (http://www.scirp.org/journal/jhrss)
Chang Yi Wang. 2012. Theory of the Ultimate Bearing Capacity Calculation, Penglai City Land Resources Bureau, Shandong Province, China, www.ccsenet.org/esr Earth Science Research Vol. 1, No. 1; February 2012.
Dr. Ir. A. Hermanto Dardak, M.Sc. 2005. Pemanfaatan Lahan Berbasis Rencana Tata Ruang Sebagai Upaya Perwujudan Ruang Hidup Yang Nyaman, Produktif, Dan Berkelanjutan, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, 10 Desember 2005.
Sudarmadji. 2007. Pembangunan Berkelanjutan, Lingkungan Hidup Dan Otonomi Daerah, Seminar Nasional Dies Ugm Ke-58 Pembangunan Wilayah Berbasis Lingkungan Di Indonesia Di Yogyakarta, Tanggal 27 Oktober 2007.
Euis Sunarti dan Ali Khomsan. 2007. Kesejahteraan Keluarga Petani Mengapa Sulit Diwujudkan.
100
-No. Komoditas Produksi Nilai Produksi Produksi Nilai Produksi Produksi Nilai Produksi Produksi Nilai Produksi Produksi Nilai Produksi
(Hi) Rp/Kg (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp 1 Padi dan Palawija
Beras dari Padi Sawah 6.600,00 21.659.076,00 142.949.901.600,00 22.199.076,00 146.513.901.600,00 22.199.076,00 146.513.901.600,00 21.161.076,00 139.663.101.600,00 20.805.264,00 137.314.742.400,00
Beras dari Padi Ladang 6.600,00 - - - - - - - -
-Jagung 2.500,00 2.819.000,00 7.047.500.000,00 2.809.000,00 7.022.500.000,00 2.809.250,00 7.023.125.000,00 1.167.900,00 2.919.750.000,00 1.167.830,00 2.919.575.000,00 Ubi jalar/ketela rambat 3.900,00 802.840,00 3.131.076.000,00 801.840,00 3.127.176.000,00 800.840,00 3.123.276.000,00 880.840,00 3.435.276.000,00 880.690,00 3.434.691.000,00 Ubi kayu/ketela pohon 4.900,00 1.276.100,00 6.252.890.000,00 1.256.100,00 6.154.890.000,00 1.256.650,00 6.157.585.000,00 1.386.650,00 6.794.585.000,00 1.386.580,00 6.794.242.000,00 Kacang Tanah 12.000,00 255.700,00 3.068.400.000,00 255.700,00 3.068.400.000,00 255.200,00 3.062.400.000,00 242.200,00 2.906.400.000,00 221.160,00 2.653.920.000,00 Kacang Kedele 10.000,00 439.800,00 4.398.000.000,00 439.900,00 4.399.000.000,00 439.700,00 4.397.000.000,00 409.700,00 4.097.000.000,00 409.530,00 4.095.300.000,00
Kacang Hijau 12.000,00
2 Buah-buahan
Alpokat 5.200,00 19.500,00 101.400.000,00 19.000,00 98.800.000,00 18.900,00 98.280.000,00 18.700,00 97.240.000,00 14.600,00 75.920.000,00
Mangga 3.000,00 175.900,00 527.700.000,00 175.800,00 527.400.000,00 175.600,00 526.800.000,00 175.000,00 525.000.000,00 171.000,00 513.000.000,00
Rambutan 2.500,00 633.000,00 1.582.500.000,00 631.000,00 1.577.500.000,00 630.000,00 1.575.000.000,00 629.000,00 1.572.500.000,00 115.000,00 287.500.000,00
Jambu biji 3.500,00 345.900,00 1.210.650.000,00 345.800,00 1.210.300.000,00 34.500,00 120.750.000,00 33.700,00 117.950.000,00 36.800,00 128.800.000,00
Jambu air 2.000,00 22.000,00 44.000.000,00 21.000,00 42.000.000,00 20.800,00 41.600.000,00 20.200,00 40.400.000,00 19.100,00 38.200.000,00
Sawo 5.900,00 5.900,00 3.053.250.000,00 517.000,00 3.050.300.000,00 517.000,00 3.050.300.000,00 517.000,00 3.050.300.000,00 515.000,00 3.038.500.000,00
Pepaya 3.000,00 920.000,00 2.760.000.000,00 720.000,00 2.160.000.000,00 320.000,00 960.000.000,00 190.000,00 570.000.000,00 189.000,00 567.000.000,00
Pisang 7.000,00 3.755.000,00 26.285.000.000,00 3.725.000,00 26.075.000.000,00 3.725.000,00 26.075.000.000,00 3.625.000,00 25.375.000.000,00 333.000,00 2.331.000.000,00
Nanas 3.000,00 31.600,00 94.800.000,00 30.600,00 91.800.000,00 30.600,00 91.800.000,00 30.000,00 90.000.000,00 2.500,00 7.500.000,00
Belimbing 2.000,00 56.000,00 112.000.000,00 56.000,00 112.000.000,00 56.700,00 113.400.000,00 56.700,00 113.400.000,00 56.500,00 113.000.000,00
Sirsak 2.000,00 2.600,00 5.200.000,00 2.600,00 5.200.000,00 2.600,00 5.200.000,00 2.500,00 5.000.000,00 2.500,00 5.000.000,00
Jeruk Besar 4.000,00 3.800,00 15.200.000,00 3.600,00 14.400.000,00 3.700,00 14.800.000,00 3.000,00 12.000.000,00 2.500,00 10.000.000,00
Jeruk siam 5.000,00 5.800,00 29.000.000,00 5.700,00 28.500.000,00 5.500,00 27.500.000,00 4.500,00 22.500.000,00 3.000,00 15.000.000,00
Melon 4.000,00 50.000,00 200.000.000,00 50.500,00 202.000.000,00 50.700,00 202.800.000,00 50.600,00 202.400.000,00 50.000,00 200.000.000,00
Semangka 5.000,00 110.000,00 550.000.000,00 110.500,00 552.500.000,00 110.700,00 553.500.000,00 110.000,00 550.000.000,00 100.000,00 500.000.000,00
3 Sayur mayur
Kc. Panjang 4.500,00 4.700,00 21.150.000,00 4.700,00 21.150.000,00 4.650,00 20.925.000,00 4.650,00 20.925.000,00 4.500,00 20.250.000,00
Cabe besar/merah - - - -
-Cabe rawit 10.000,00 569.000,00 5.690.000.000,00 568.600,00 5.686.000.000,00 568.600,00 5.686.000.000,00 568.000,00 5.680.000.000,00 567.900,00 5.679.000.000,00
Ketimun 1.500,00 308.600,00 462.900.000,00 308.000,00 462.000.000,00 308.950,00 463.425.000,00 308.900,00 463.350.000,00 308.500,00 462.750.000,00
Kangkung 2.500,00 8.000,00 20.000.000,00 8.500,00 21.250.000,00 8.500,00 21.250.000,00 8.400,00 21.000.000,00 7.400,00 18.500.000,00
2013
2010 2011 2012
Harga Satuan
2009
101
Kambing 36.000,00 3.000,00 108.000.000,00 3.000,00 108.000.000,00 2.000,00 72.000.000,00 1.100,00 39.600.000,00 1.040,00 37.440.000,00
Babi 18.000,00 1.237.600,00 22.276.800.000,00 1.237.810,00 22.280.580.000,00 1.167.810,00 21.020.580.000,00 1.097.810,00 19.760.580.000,00 1.097.810,00 19.760.580.000,00 Ayam Ras Pedaging 15.300,00 161.250,00 2.467.125.000,00 160.650,00 2.457.945.000,00 157.650,00 2.412.045.000,00 156.150,00 2.389.095.000,00 124.953,00 1.911.780.900,00 Ayam Buras 20.000,00 155.850,00 3.117.000.000,00 156.000,00 3.120.000.000,00 154.500,00 3.090.000.000,00 150.000,00 3.000.000.000,00 156.039,00 3.120.780.000,00
Itik 30.000,00 46.485,00 1.394.550.000,00 46.497,00 1.394.910.000,00 46.420,50 1.392.615.000,00 32.920,50 987.615.000,00 29.712,00 891.360.000,00
Ikan Tongkol 16.500,00 1.600,00 26.400.000,00 1.600,00 26.400.000,00 1.750,00 28.875.000,00 1.440,00 23.760.000,00 1.200,00 19.800.000,00
Total Nilai Produksi = S(Pi x Hi) 261.369.020.600,00 S(Pi x Hi) 263.377.330.600,00 S(Pi x Hi) 259.130.103.200,00 S(Pi x Hi) 245.159.613.200,00 S(Pi x Hi) 209.900.748.900,00
102
KETERSEDIAAN LAHAN
2008 2009 2010 2011 2012
Total Nilai Produksi * S(Pi x Hi) [Rp] 261.369.020.600,00 263.377.330.600,00 259.130.103.200,00 245.159.613.200,00 209.900.748.900,00
Harga Beras Hb [Rp/Kg] 6.600,00 6.600,00 6.600,00 6.600,00 6.600,00
Total Beras dari Padi Sawah
dan Ladang Pb [Kg] 21.659.076,00 22.199.076,00 22.199.076,00 21.161.076,00 20.805.264,00
Luas Panen Padi Lb [Ha] 4.190,00 5.150,00 5.060,00 5.000,00 4.890,00
Produkstivitas Beras Ptvb = Pb/Lb [Kg/Ha] 5.169,23 4.310,50 4.387,17 4.232,22 4.254,66
Ketersediaan Lahan
SL = (S(Pi x Hi)/Hb) x (1/Ptvb) [Ha]
7.660,98 9.257,78 8.949,31 8.776,82 7.474,91
* Nilai ini diperoleh dari perhitungan nilai produksi (sheet: total nilai produksi).
KEBUTUHAN LAHAN
FAKTOR RUMUS SATUAN 2008 2009 2010 2011 2012
Jumlah Penduduk N [Jiwa] 79.983,00 80.515,00 110.423,00 112.157,00 115.500,00
Luas Lahan untuk Hidup Layak KHLL = 1 ton/Ptvb [Ha] 0,19 0,23 0,23 0,24 0,24
Kebutuhan Lahan DL = N x KHLL [Ha] 15.472,90 18.678,81 25.169,53 26.500,78 27.146,74
STATUS
FAKTOR RUMUS SATUAN 2008 2009 2010 2011 2012
Ketersediaan Lahan SL [Ha] 7.660,98 9.257,78 8.949,31 8.776,82 7.474,91
Kebutuhan Lahan DL [Ha] 15.472,90 18.678,81 25.169,53 26.500,78 27.146,74
Status Daya Dukung Lahan Surplus Jika SL>DL,
Defisit Jika SL<DL Defisit Defisit Defisit Defisit Defisit
FAKTOR RUMUS SATUAN NILAI
103
No. Komoditas (Kg) (Kg)
1 Padi Sawah
2 Padi Ladang
-Jumlah
-No. Komoditas Produksi Nilai Produksi Produksi Nilai Produksi Produksi Nilai Produksi Produksi Nilai Produksi Produksi Nilai Produksi
(Hi) Rp/Kg (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp 1 Padi dan Palawija
Beras dari Padi Sawah 6.600,00 17.696.346,00 116.795.883.600,00 18.148.200,00 119.778.120.000,00 17.131.320,00 113.066.712.000,00 15.836.562,00 104.521.309.200,00 15.646.302,00 103.265.593.200,00
Beras dari Padi Ladang 6.600,00 - - - -
-Jagung 2.400,00 889.600,00 2.135.040.000,00 884.600,00 2.123.040.000,00 884.570,00 2.122.968.000,00 883.570,00 2.120.568.000,00 943.570,00 2.264.568.000,00 Ubi jalar/ketela rambat 3.900,00 299.000,00 1.166.100.000,00 281.000,00 1.095.900.000,00 281.150,00 1.096.485.000,00 280.150,00 1.092.585.000,00 292.150,00 1.139.385.000,00
Ubi kayu/ketela pohon 4.900,00 - - - -
-Kacang Tanah 12.000,00 262.580,00 3.150.960.000,00 114.000,00 1.368.000.000,00 114.300,00 1.371.600.000,00 100.300,00 1.203.600.000,00 73.100,00 877.200.000,00 Kacang Kedele 10.000,00 435.000,00 4.350.000.000,00 432.000,00 4.320.000.000,00 319.000,00 3.190.000.000,00 257.700,00 2.577.000.000,00 132.260,00 1.322.600.000,00
Kacang Hijau 12.000,00 23.000,00 276.000.000,00 22.000,00 264.000.000,00 42.000,00 504.000.000,00 40.000,00 480.000.000,00 40.000,00 480.000.000,00
2 Buah-buahan
Alpokat 5.200,00 13.900,00 72.280.000,00 13.800,00 71.760.000,00 13.700,00 71.240.000,00 13.500,00 70.200.000,00 14.500,00 75.400.000,00
Mangga 3.000,00 44.400,00 133.200.000,00 44.500,00 133.500.000,00 44.500,00 133.500.000,00 43.600,00 130.800.000,00 43.600,00 130.800.000,00
Rambutan 2.500,00 10.500,00 26.250.000,00 10.550,00 26.375.000,00 10.300,00 25.750.000,00 10.200,00 25.500.000,00 10.300,00 25.750.000,00
Duku 3.000,00 1.500,00 4.500.000,00 1.300,00 3.900.000,00 1.500,00 4.500.000,00 1.500,00 4.500.000,00 1.400,00 4.200.000,00
Durian 10.000,00 23.000,00 230.000.000,00 23.000,00 230.000.000,00 23.500,00 235.000.000,00 23.400,00 234.000.000,00 23.500,00 235.000.000,00
Jambu biji 3.500,00 52.600,00 184.100.000,00 52.660,00 184.310.000,00 52.720,00 184.520.000,00 27.850,00 97.475.000,00 12.700,00 44.450.000,00
Jambu air 2.000,00 9.950,00 19.900.000,00 9.850,00 19.700.000,00 9.550,00 19.100.000,00 9.250,00 18.500.000,00 4.000,00 8.000.000,00
Sawo 5.950,00 21.700,00 129.115.000,00 21.700,00 129.115.000,00 21.700,00 129.115.000,00 21.700,00 129.115.000,00 21.700,00 129.115.000,00
Pepaya 3.000,00 1.575.000,00 4.725.000.000,00 1.475.000,00 4.425.000.000,00 1.468.000,00 4.404.000.000,00 146.000,00 438.000.000,00 136.000,00 408.000.000,00 Pisang 7.000,00 1.897.000,00 13.279.000.000,00 1.807.000,00 12.649.000.000,00 1.807.000,00 12.649.000.000,00 1.805.000,00 12.635.000.000,00 180.000,00 1.260.000.000,00
Nanas 3.000,00 950,00 2.850.000,00 920,00 2.760.000,00 900,00 2.700.000,00 900,00 2.700.000,00 900,00 2.700.000,00
Belimbing 2.000,00 564.000,00 1.128.000.000,00 565.000,00 1.130.000.000,00 565.700,00 1.131.400.000,00 565.700,00 1.131.400.000,00 56.500,00 113.000.000,00
Nangka 3.600,00 91.500,00 329.400.000,00 91.000,00 327.600.000,00 90.000,00 324.000.000,00 87.000,00 313.200.000,00 86.000,00 309.600.000,00
Sirsak 2.000,00 500,00 1.000.000,00 500,00 1.000.000,00 500,00 1.000.000,00 500,00 1.000.000,00 400,00 800.000,00
Sukun 2.000,00 700,00 1.400.000,00 700,00 1.400.000,00 800,00 1.600.000,00 800,00 1.600.000,00 800,00 1.600.000,00
Jeruk Besar 4.000,00 10.100,00 40.400.000,00 10.000,00 40.000.000,00 10.500,00 42.000.000,00 45.760,00 183.040.000,00 4.560,00 18.240.000,00
Jeruk siam 5.000,00 45.000,00 225.000.000,00 45.500,00 227.500.000,00 45.200,00 226.000.000,00 8.200,00 41.000.000,00 8.200,00 41.000.000,00
Melon 4.000,00 25.300,00 101.200.000,00 25.000,00 100.000.000,00 25.100,00 100.400.000,00 25.010,00 100.040.000,00 25.000,00 100.000.000,00
Semangka 5.000,00 50.500,00 252.500.000,00 50.000,00 250.000.000,00 50.100,00 250.500.000,00 50.000,00 250.000.000,00 50.000,00 250.000.000,00
3 Sayur mayur
Kc. Panjang 4.500,00 52.400,00 235.800.000,00 5.200,00 225.900.000,00 5.100,00 22.950.000,00 5.000,00 22.500.000,00 4.500,00 20.250.000,00
Cabe rawit 10.000,00 50.200,00 502.000.000,00 50.200,00 502.000.000,00 50.200,00 502.000.000,00 50.000,00 500.000.000,00 50.000,00 500.000.000,00
Ketimun 1.500,00 30.000,00 45.000.000,00 30.100,00 45.150.000,00 30.000,00 45.000.000,00 30.000,00 45.000.000,00 30.000,00 45.000.000,00
Kangkung 3.000,00 7.510,00 22.530.000,00 7.500,00 22.500.000,00 7.500,00 22.500.000,00 7.500,00 22.500.000,00 7.400,00 22.200.000,00
Kunyit 1.000,00 21.590,00 21.590.000,00 21.590,00 21.590.000,00 21.590,00 21.590.000,00 21.500,00 21.500.000,00 21.500,00 21.500.000,00
2012 2013
Harga Satuan
2009 2010 2011
104
Kambing 36.000,00 1.400,00 50.400.000,00 1.300,00 46.800.000,00 1.200,00 43.200.000,00 1.200,00 43.200.000,00 1.100,00 39.600.000,00
Babi 18.600,00 681.240,00 12.671.064.000,00 611.240,00 11.369.064.000,00 611.240,00 11.369.064.000,00 568.120,00 10.567.032.000,00 490.630,00 9.125.718.000,00
Ayam Ras Petelor 20.000,00 10.500,00 210.000.000,00 10.500,00 210.000.000,00 10.500,00 210.000.000,00 9.000,00 180.000.000,00 9.000,00 180.000.000,00
Ayam Ras Pedaging 15.300,00 142.650,00 2.182.545.000,00 139.650,00 2.136.645.000,00 139.500,00 2.134.350.000,00 97.500,00 1.491.750.000,00 97.500,00 1.491.750.000,00
Ayam Buras 28.000,00 39.900,00 1.117.200.000,00 39.750,00 1.113.000.000,00 39.889,50 1.116.906.000,00 38.389,50 1.074.906.000,00 38.239,50 1.070.706.000,00
Itik 30.000,00 27.720,00 831.600.000,00 27.870,00 836.100.000,00 27.879,00 836.370.000,00 26.379,00 791.370.000,00 23.379,00 701.370.000,00
Ikan Air Tawar 12.000,00 950,70 11.408.400,00 907,70 10.892.400,00 907,77 10.893.252,00 897,77 10.773.252,00 890,00 10.680.000,00
Ikan Tongkol 16.500,00 13.300,00 219.450.000,00 13.000,00 214.500.000,00 13.100,00 216.150.000,00 13.000,00 214.500.000,00 12.500,00 206.250.000,00
Total Nilai Produksi = S(Pi x Hi) 205.371.607.600,00 S(Pi x Hi) 203.229.229.000,00 S(Pi x Hi) 194.207.420.000,00 S(Pi x Hi) 177.055.810.200,00 S(Pi x Hi) 160.452.515.200,00
105
KETERSEDIAAN LAHAN
2008 2009 2010 2011 2012
Total Nilai Produksi * S(Pi x Hi) [Rp] 205.371.607.600,00 203.229.229.000,00 194.207.420.000,00 177.281.083.452,00 160.669.445.200,00
Harga Beras Hb [Rp/Kg] 6.600,00 6.600,00 6.600,00 6.600,00 6.600,00
Total Beras dari Padi Sawah
dan Ladang Pb [Kg] 18.148.200,00 18.148.200,00 17.131.320,00 15.836.562,00 15.646.302,00
Luas Panen Padi Lb [Ha] 4.240,00 4.340,00 4.137,00 4.120,00 4.110,00
Produkstivitas Beras Ptvb = Pb/Lb [Kg/Ha] 4.280,24 4.181,61 4.141,00 3.843,83 3.806,89
Ketersediaan Lahan
SL = (S(Pi x Hi)/Hb) x (1/Ptvb) [Ha]
7.269,91 7.363,74 7.105,86 6.988,03 6.394,69
* Nilai ini diperoleh dari perhitungan nilai produksi (sheet: total nilai produksi).
KEBUTUHAN LAHAN
FAKTOR RUMUS SATUAN 2008 2009 2010 2011 2012
Jumlah Penduduk N [Jiwa] 54.478,00 55.765,00 65.875,00 66.909,00 68.000,00
Luas Lahan untuk Hidup Layak KHLL = 1 ton/Ptvb [Ha] 0,23 0,24 0,24 0,26 0,26
Kebutuhan Lahan DL = N x KHLL [Ha] 12.727,80 13.335,76 15.907,99 17.406,88 17.862,37
STATUS
FAKTOR RUMUS SATUAN 2008 2009 2010 2011 2012
Ketersediaan Lahan SL [Ha] 7.269,91 7.363,74 7.105,86 6.988,03 6.394,69
Kebutuhan Lahan DL [Ha] 12.727,80 13.335,76 15.907,99 17.406,88 17.862,37
Status Daya Dukung Lahan Surplus Jika SL>DL,
Defisit Jika SL<DL Defisit Defisit Defisit Defisit Defisit
FAKTOR RUMUS SATUAN NILAI
106
1 Padi Sawah
2 Padi Ladang
-Jumlah
-No. Komoditas Produksi Nilai Produksi Produksi Nilai Produksi Produksi Nilai Produksi Produksi Nilai Produksi Produksi Nilai Produksi
(Hi) Rp/Kg (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp 1 Padi dan Palawija
Beras dari Padi Sawah 6.600,00 21.483.072,00 141.788.275.200,00 22.140.000,00 146.124.000.000,00 22.148.400,00 146.179.440.000,00 22.183.266,00 146.409.555.600,00 19.812.618,00 130.763.278.800,00
Jagung 2.500,00 25.920,00 64.800.000,00 25.920,00 64.800.000,00 25.920,00 64.800.000,00 25.820,00 64.550.000,00 29.920,00 74.800.000,00
Ubi jalar/ketela rambat 3.900,00 410.100,00 1.599.390.000,00 410.020,00 1.599.078.000,00 360.690,00 1.406.691.000,00 226.730,00 884.247.000,00 38.640,00 150.696.000,00
Ubi kayu/ketela pohon 4.500,00 1.854.000,00 8.343.000.000,00 1.855.000,00 8.347.500.000,00 1.655.000,00 7.447.500.000,00 1.655.770,00 7.450.965.000,00
-Kacang Tanah 12.000,00 244.850,00 2.938.200.000,00 244.600,00 2.935.200.000,00 306.310,00 3.675.720.000,00 139.750,00 1.677.000.000,00 24.210,00 290.520.000,00 Kacang Kedele 10.000,00 2.165.000,00 21.650.000.000,00 2.165.280,00 21.652.800.000,00 2.165.280,00 21.652.800.000,00 265.280,00 2.652.800.000,00 265.280,00 2.652.800.000,00
Kacang Hijau 15.000,00 19.850,00 297.750.000,00 19.350,00 290.250.000,00 18.500,00 277.500.000,00 17.910,00 268.650.000,00 2.390,00 35.850.000,00
2 Buah-buahan
Alpokat 5.200,00 2.500,00 13.000.000,00 - - -
-Mangga 3.000,00 1.000,00 3.000.000,00 - - -
-Sawo 5.950,00 2.200,00 13.090.000,00 - - -
-Pepaya 3.000,00 - 2.170,00 6.510.000,00 2.050,00 6.150.000,00 2.035,00 6.105.000,00
-Jeruk siam 5.000,00 - 65.100,00 325.500.000,00 5.738,00 28.690.000,00 -
-3 Sayur mayur
Jamur 8.000,00 18.400,00 147.200.000,00 18.500,00 148.000.000,00 18.500,00 148.000.000,00 18.000,00 144.000.000,00 18.000,00 144.000.000,00
Kangkung 3.000,00 7.500,00 22.500.000,00 7.785,00 23.355.000,00 7.750,00 23.250.000,00 7.750,00 23.250.000,00 7.400,00 22.200.000,00
Kunyit 3.000,00 21.910,00 65.730.000,00 21.850,00 65.550.000,00 21.610,00 64.830.000,00 21.570,00 64.710.000,00 21.500,00 64.500.000,00
4 Tanaman Perkebunan - - - -
-Kopi 17.000,00 3.390,00 57.630.000,00 3.435,00 58.395.000,00 3.430,00 58.310.000,00 2.500,00 42.500.000,00 2.000,00 34.000.000,00
cengkeh 80.000,00 8.950,00 716.000.000,00 8.950,00 716.000.000,00 8.950,00 716.000.000,00 11.870,00 949.600.000,00 8.000,00 640.000.000,00
Kelapa 4.000,00 60.300,00 241.200.000,00 59.550,00 238.200.000,00 53.060,00 212.240.000,00 47.000,00 188.000.000,00 46.000,00 184.000.000,00
Tembakau - - - -
-Kakau 18.000,00 10.840,00 195.120.000,00 1.080,00 19.440.000,00 1.080,00 19.440.000,00 1.230,00 22.140.000,00
-Panili 30.000,00 797,00 23.910.000,00 797,00 23.910.000,00 780,00 23.400.000,00 780,00 23.400.000,00
-5 Peternakan
Sapi 22.000,00 2.100.250,00 46.205.500.000,00 2.161.000,00 47.542.000.000,00 2.161.000,00 47.542.000.000,00 2.135.500,00 46.981.000.000,00 2.133.000,00 46.926.000.000,00
Kambing 36.000,00 6.660,00 239.760.000,00 6.660,00 239.760.000,00 6.380,00 229.680.000,00 9.220,00 331.920.000,00 9.220,00 331.920.000,00
Babi 18.600,00 1.071.000,00 19.920.600.000,00 1.065.750,00 19.822.950.000,00 944.020,00 17.558.772.000,00 979.930,00 18.226.698.000,00 986.230,00 18.343.878.000,00
Ayam Ras Petelor 20.000,00 84.000,00 1.680.000.000,00 7.500,00 150.000.000,00 8.250,00 165.000.000,00 7.500,00 150.000.000,00 7.500,00 150.000.000,00
Ayam Ras Pedaging 15.300,00 297.750,00 4.555.575.000,00 200.000,00 3.060.000.000,00 312.750,00 4.785.075.000,00 279.750,00 4.280.175.000,00 284.250,00 4.349.025.000,00 Ayam Buras 28.000,00 59.704,50 1.671.726.000,00 59.379,00 1.662.612.000,00 59.767,50 1.673.490.000,00 632.665,50 17.714.634.000,00 64.165,50 1.796.634.000,00
Itik 30.000,00 6.750,00 202.500.000,00 6.882,00 206.460.000,00 6.882,00 206.460.000,00 6.882,00 206.460.000,00 68.833,50 2.065.005.000,00
Ikan Air Tawar 12.000,00 550,00 6.600.000,00 527,56 6.330.720,00 517,56 6.210.720,00 517,56 6.210.720,00
-Ikan Tongkol 16.500,00 86.100,00 1.420.650.000,00 86.100,00 1.420.650.000,00 86.100,00 1.420.650.000,00 86.000,00 1.419.000.000,00 12.500,00 206.250.000,00 Total Nilai Produksi = S(Pi x Hi) 252.979.466.200,00 S(Pi x Hi) 255.322.270.000,00 S(Pi x Hi) 254.165.238.000,00 S(Pi x Hi) 248.762.359.600,00 S(Pi x Hi) 209.019.106.800,00
2012 2013
Harga Satuan
2009 2010 2011
107
KETERSEDIAAN LAHAN
2008 2009 2010 2011 2012
Total Nilai Produksi * S(Pi x Hi) [Rp] 252.979.466.200,00 255.322.270.000,00 254.165.238.000,00 248.762.359.600,00 209.019.106.800,00
Harga Beras Hb [Rp/Kg] 6.600,00 6.600,00 6.600,00 6.600,00 6.600,00
Total Beras dari Padi Sawah
dan Ladang Pb [Kg] 21.483.072,00 22.140.000,00 22.148.400,00 22.183.266,00 19.812.618,00
Luas Panen Padi Lb [Ha] 5.339,00 5.900,00 5.903,00 5.805,00 5.877,00
Produkstivitas Beras Ptvb = Pb/Lb [Kg/Ha] 4.023,80 3.752,54 3.752,06 3.821,41 3.371,21
Ketersediaan Lahan
SL = (S(Pi x Hi)/Hb) x (1/Ptvb) [Ha]
9.525,87 10.309,06 10.263,67 9.863,19 9.394,12
* Nilai ini diperoleh dari perhitungan nilai produksi (sheet: total nilai produksi).
KEBUTUHAN LAHAN
FAKTOR RUMUS SATUAN 2008 2009 2010 2011 2012
Jumlah Penduduk N [Jiwa] 73.879,00 74.523,00 83.380,00 88.202,00 89.800,00
Luas Lahan untuk Hidup Layak KHLL = 1 ton/Ptvb [Ha] 0,25 0,27 0,27 0,26 0,30
Kebutuhan Lahan DL = N x KHLL [Ha] 18.360,50 19.859,34 22.222,47 23.081,03 26.637,30
STATUS
FAKTOR RUMUS SATUAN 2008 2009 2010 2011 2012
Ketersediaan Lahan SL [Ha] 9.525,87 10.309,06 10.263,67 9.863,19 9.394,12
Kebutuhan Lahan DL [Ha] 18.360,50 19.859,34 22.222,47 23.081,03 26.637,30
Status Daya Dukung Lahan Surplus Jika SL>DL,
Defisit Jika SL<DL Defisit Defisit Defisit Defisit Defisit
FAKTOR RUMUS SATUAN NILAI
108
(Kg) (Kg)
1 Padi Sawah
2 Padi Ladang
-Jumlah
-No. Komoditas Produksi Nilai Produksi Produksi Nilai Produksi Produksi Nilai Produksi Produksi Nilai Produksi Produksi Nilai Produksi
(Hi) Rp/Kg (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp (Pi) Kg (Pi x Hi) Rp 1 Padi dan Palawija
Beras dari Padi Sawah 6.600,00 11.989.200,00 79.128.720.000,00 10.765.200,00 71.050.320.000,00 11.005.200,00 72.634.320.000,00 11.019.900,00 72.731.340.000,00 10.497.738,00 69.285.070.800,00
Jagung 2.400,00 358.700,00 860.880.000,00 358.000,00 859.200.000,00 320.000,00 768.000.000,00 629.980,00 1.511.952.000,00 117.200,00 281.280.000,00
Ubi jalar/ketela rambat 3.900,00 699.860,00 2.729.454.000,00 699.860,00 2.729.454.000,00 689.860,00 2.690.454.000,00 887.860,00 3.462.654.000,00 685.500,00 2.673.450.000,00 Ubi kayu/ketela pohon 4.900,00 108.773,00 532.987.700,00 106.673,00 522.697.700,00 102.573,00 502.607.700,00 601.971,00 2.949.657.900,00 800.950,00 3.924.655.000,00
Kacang Tanah 12.000,00 66.550,00 798.600.000,00 66.550,00 798.600.000,00 56.540,00 678.480.000,00 3.050,00 36.600.000,00
-Kacang Kedele 10.000,00 296.400,00 2.964.000.000,00 100.430,00 1.004.300.000,00 50.340,00 503.400.000,00 39.850,00 398.500.000,00 38.030,00 380.300.000,00
Kacang Hijau 15.000,00 1.950,00 29.250.000,00 1.850,00 27.750.000,00 - -
-2 Buah-buahan
Alpokat 5.200,00 7.020,00 36.504.000,00 7.020,00 36.504.000,00 6.820,00 35.464.000,00 6.810,00 35.412.000,00 6.800,00 35.360.000,00
Mangga 3.000,00 91.750,00 275.250.000,00 91.750,00 275.250.000,00 91.600,00 274.800.000,00 88.600,00 265.800.000,00 85.600,00 256.800.000,00
Rambutan 2.500,00 271.800,00 679.500.000,00 271.300,00 678.250.000,00 271.100,00 677.750.000,00 269.500,00 673.750.000,00 12.500,00 31.250.000,00
Duku 3.000,00 9.870,00 29.610.000,00 9.870,00 29.610.000,00 9.850,00 29.550.000,00 9.850,00 29.550.000,00 9.800,00 29.400.000,00
Durian 10.000,00 158.210,00 1.582.100.000,00 158.210,00 1.582.100.000,00 157.100,00 1.571.000.000,00 157.100,00 1.571.000.000,00 87.100,00 871.000.000,00
Jambu biji 3.500,00 30.120,00 105.420.000,00 25.120,00 87.920.000,00 25.120,00 87.920.000,00 20.100,00 70.350.000,00 19.500,00 68.250.000,00
Jambu air 2.000,00 52.200,00 104.400.000,00 92.200,00 184.400.000,00 91.200,00 182.400.000,00 8.900,00 17.800.000,00 8.900,00 17.800.000,00
Sawo 5.950,00 96.710,00 575.424.500,00 99.910,00 594.464.500,00 89.770,00 534.131.500,00 15.200,00 90.440.000,00 14.200,00 84.490.000,00
Pepaya 3.000,00 90.440,00 271.320.000,00 57.440,00 172.320.000,00 57.440,00 172.320.000,00 57.040,00 171.120.000,00 39.500,00 118.500.000,00
Pisang 7.000,00 99.100,00 693.700.000,00 98.800,00 691.600.000,00 98.650,00 690.550.000,00 98.500,00 689.500.000,00 98.000,00 686.000.000,00
Nanas 3.000,00 23.150,00 69.450.000,00 18.820,00 56.460.000,00 18.820,00 56.460.000,00 2.300,00 6.900.000,00 2.100,00 6.300.000,00
Salak 3.000,00 26.830,00 80.490.000,00 14.300,00 42.900.000,00 14.300,00 42.900.000,00 19.000,00 57.000.000,00 19.000,00 57.000.000,00
Belimbing 2.000,00 19.300,00 38.600.000,00 19.300,00 38.600.000,00 19.300,00 38.600.000,00 19.300,00 38.600.000,00 19.300,00 38.600.000,00
Nangka 3.600,00 474.930,00 1.709.748.000,00 480.700,00 1.730.520.000,00 480.700,00 1.730.520.000,00 475.700,00 1.712.520.000,00 97.900,00 352.440.000,00
Sirsak 2.000,00 22.100,00 44.200.000,00 22.100,00 44.200.000,00 21.900,00 43.800.000,00 21.900,00 43.800.000,00 19.800,00 39.600.000,00
Manggis 10.000,00 14.850,00 148.500.000,00 14.820,00 148.200.000,00 14.820,00 148.200.000,00 14.630,00 146.300.000,00 98.500,00 985.000.000,00
Jeruk Besar 4.000,00 6.900,00 27.600.000,00 6.900,00 27.600.000,00 6.900,00 27.600.000,00 6.900,00 27.600.000,00 6.900,00 27.600.000,00
Jeruk siam 5.000,00 713.290,00 3.566.450.000,00 363.290,00 1.816.450.000,00 362.790,00 1.813.950.000,00 270.500,00 1.352.500.000,00 80.900,00 404.500.000,00 3 Sayur mayur
Kc. Panjang 4.500,00 6.540,00 29.430.000,00 6.240,00 28.080.000,00 6.240,00 28.080.000,00 6.100,00 27.450.000,00 4.000,00 18.000.000,00
Cabe rawit 10.000,00 41.100,00 411.000.000,00 40.100,00 401.000.000,00 40.100,00 401.000.000,00 4.000,00 40.000.000,00 3.000,00 30.000.000,00
Jahe 3.000,00 20.500,00 61.500.000,00 19.500,00 58.500.000,00 19.500,00 58.500.000,00 19.500,00 58.500.000,00 10.100,00 30.300.000,00
Kencur 3.000,00 117.920,00 353.760.000,00 11.720,00 35.160.000,00 11.720,00 35.160.000,00 11.550,00 34.650.000,00 9.550,00 28.650.000,00
Kunyit 3.000,00 9.500,00 28.500.000,00 9.000,00 27.000.000,00 9.000,00 27.000.000,00 8.900,00 26.700.000,00 8.600,00 25.800.000,00
Lengkuas 3.000,00 12.562,00 37.686.000,00 12.462,00 37.386.000,00 12.462,00 37.386.000,00 12.300,00 36.900.000,00 9.100,00 27.300.000,00
Kopi 17.000,00 1.400,00 23.800.000,00 1.450,00 24.650.000,00 1.450,00 24.650.000,00 1.420,00 24.140.000,00 1.324,00 22.508.000,00
cengkeh 80.000,00 65.750,00 5.260.000.000,00 32.000,00 2.560.000.000,00 31.985,00 2.558.800.000,00 40.885,00 3.270.800.000,00 1.920,00 153.600.000,00
Kelapa 4.000,00 60.800,00 243.200.000,00 60.200,00 240.800.000,00 57.400,00 229.600.000,00 55.400,00 221.600.000,00 40.400,00 161.600.000,00
Kakau 18.500,00 3.500,00 64.750.000,00 3.500,00 64.750.000,00 2.720,00 50.320.000,00 2.200,00 40.700.000,00 2.000,00 37.000.000,00
Panili 30.000,00 750,00 22.500.000,00 700,00 21.000.000,00 450,00 13.500.000,00 300,00 9.000.000,00 190,00 5.700.000,00
2012 2013
Harga Satuan
2009 2010 2011
109
Total Nilai Produksi = S(Pi x Hi) 177.005.672.450,00 S(Pi x Hi) 162.073.051.450,00 S(Pi x Hi) 161.728.339.200,00 S(Pi x Hi) 151.609.801.900,00 S(Pi x Hi) 146.721.134.550,00
110
KETERSEDIAAN LAHAN
2008 2009 2010 2011 2012
Total Nilai Produksi * S(Pi x Hi) [Rp] 177.005.672.450,00 162.073.051.450,00 161.728.339.200,00 151.609.801.900,00 146.721.134.550,00
Harga Beras Hb [Rp/Kg] 6.600,00 6.600,00 6.600,00 6.600,00 6.600,00
Total Beras dari Padi Sawah
dan Ladang Pb [Kg] 11.989.200,00 10.765.200,00 11.005.200,00 11.019.900,00 10.497.738,00
Luas Panen Padi Lb [Ha] 2.830,00 2.730,00 2.780,00 2.899,00 2.850,00
Produkstivitas Beras Ptvb = Pb/Lb [Kg/Ha] 4.236,47 3.943,30 3.958,71 3.801,28 3.683,42
Ketersediaan Lahan
SL = (S(Pi x Hi)/Hb) x (1/Ptvb) [Ha]
6.330,52 6.227,41 6.189,98 6.043,02 6.035,29
* Nilai ini diperoleh dari perhitungan nilai produksi (sheet: total nilai produksi).
* Nilai ini diperoleh dari perhitungan nilai produksi (sheet: total nilai produksi).