• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

5.4 Pembahasan Hasil Penelitian

5.4.1 Interpretasi Keadaan Daya Dukung Lahan di

Daya dukung lahan di Kabupaten Gianyar adalah perbandingan antara ketersediaan lahan dengan lahan yang dibutuhkan oleh penduduk dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti pada Gambar Grafik 5.9

Gambar 5.9 Perbandingan ketersediaan lahan dengan kebutuhan lahan di Kabupaten Gianyar Tahun Data 2008-2012 (Ha)

Sumber : Lampiran 8

Berdasarkan Gambar 5.9 perbandingan ketersediaan lahan dengan kebutuhan lahan di Kabupaten Gianyar dimana pada Tahun 2008 Ketersediaan

Lahan luasnya 58,911.52 Ha, berkurang pada Tahun 2012, menjadi 57,682.54 Ha.

Kebutuhan Lahan Tahun 2008 sebesar 90,420.67 Ha, bertambah pada Tahun 2012 sebesar 130,473.8 Ha, sehingga kebutuhan lahan lebih tinggi daripada ketersedian lahan.

Mantra (1986), mengatakan bahwa, penurunan daya dukung lahan dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang terus meningkat, luas lahan yang semakin berkurang, persentase jumlah petani dan luas lahan yang diperlukan untuk hidup layak. Sedangkan untuk mengatasi penurunan daya dukung lahan menurut Hardjasoemantri (1989) dapat dilakukan antara lain dengan cara : 1).

Konversi lahan, yaitu merubah jenis penggunaan lahan ke arah usaha yang lebih menguntungkan tetapi disesuaikan wilayahnya; 2). Intensifikasi lahan, yaitu dalam menggunakan teknologi baru dalam usahatani; 3). Konservasi lahan, yaitu usaha untuk mencegah.

Berdasarkan dari total nilai produksi pertanian Kabupaten Gianyar Tahun 2009 adalah Rp. 1,722,555,783,350, mengalami penurunan pada Tahun 2013 menjadi Rp. 1,485,763,080,350. Produktivitas beras Tahun 2009 adalah sebesar 4,430.26 Kg/Ha, turun pada Tahun 2013 menjadi 3,893.46 Kg/Ha.

Ketersediaan lahan pada Tahun 2009 adalah sebesar 58,911.52 Ha, mengalami penurunan dimana pada Tahun 2013 ketersediaan lahan sebesar57,818.95 Ha,hal ini disebaban karena produdksi pertanian menurun dan alih funsi lahan yang terus meningkat.

Penduduk Kabupaten Gianyar pada Tahun 2009 adalah 400,587 jiwa, mengalami peningkatan pesat dimana pada Tahun 2013 menjadi 510,300 jiwa.

Luas lahan untuk hidup layak per penduduk Tahun 2009 adalah 0.23 Ha, meningkat pada Tahun 2013 menjadi 0,26 Ha.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali dalam Peringatan Hari Pangan Sedunia, pada Tanggal 29 Oktober 2014, bertempat di Pura Samuan Tiga Gianyar, dalam kutipan sambutan menyatakan

“Alih fungsi lahan pertnian yang tidak bisa dihindari sebagai akibat perkembangan pariwisata dan pertambahan penduduk yang memanfaatkan lahan pertanian untuk pembangunan usaha pariwisata maupun perumahan. Karena itu, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang perlindungan lahan tanaman pangan berkelanjutan bisa mengerem alih fungsi lahan. Dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 ini, pemerintah telah menetapkan sanksi yang tegas bagi pelaku yang mengalihfungsikan lahan pertanian tanaman pangan. Ancaman hukuman mencapai 5 tahun dengan denda Rp 1 Miliar. Apabila pejabat juga ikut terlibat dalam alih fungsi lahan pertanian tanaman pangan itu akan ditambah sanksi hukuman dan dendanya sepertiga. ”Misalnya ancaman hukuman 5 tahun ditambah 1,5 tahun menjadi 6,5 tahun. Teknis pelaksanaannya nanti akan diatur Peraturan Pemerintah (PP), Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 ini akan dilengkapi PP tentang insentif kepada petani yang tetap melestarikan pengurangan PBB, PP cadangan lahan pertanian tanaman pangan, sistem informasi dan pembiayaan”.

Di Kabupaten Gianyar, ketersedian lahan pada Tahun 2009 sampai dengan Tahun 2014 lebih kecil dari kebutuhan lahan dari Tahun 2009 sampai dengan Tahun 2013, sehingga status daya dukung lahan dan daya dukung lingkungan adalah defisit, hal ini disebabkan oleh menurunnya produksi pertanian dan tingginya alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Gianyar, yang bisa dilihat pada Tabel 5.7

Tabel 5.7 Status Daya Dukung Lahan, PDRB Perkapita dan Kontribusi PDRB Pertanian Kabupaten Gianyar Tahun 2008-2012

No Komponen Simbol Satuan Nilai

2008 2009 2010 2011 2012

1 Ketersedian

Lahan SL Ha 61.028,35 60.550,72 61.438,18 61.541,33 58.928,67 2 Kebutuhan

Lahan DL Ha 92.585,48 98.082,32 118.734,01 125.303,85 133.660,89 3 PDRB

Perkapita Rp 77.061.579 98.878.878 105.142.620 117.308.191 122.461.000 4 PDRB

Pertanian % 18,33 17,61 16,86 16,27 15,42

Ketersediaan

Dari penelitian sebelumnya juga mendapatkan hasil yang sama dengan hasil penelitian ini. Diah Meliani (2013) dengan judul penelitiannya “Daya Dukung Lingkungan Kecamatan Rasau Jaya Berdasarkan Ketersediaan Dan Kebutuhan Lahan,” menjelaskan bahwa hasil dari penelitian ini didapatkan status daya dukung lahan defisit, di mana ketersediaan lahan lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan lahan. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang sangat pesat yang membutuhkan lahan sebagai tempat tinggal dan kegiatan selain pertanian yang menunjang aktivitas manusia guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pendapatan perkapita yang menjadi indikator penentu keberhasilan pembangunan ekonomi dapat dapat di proxy- kan lewat PDRB per Kapita. PDRB perkapita diperoleh dari nilai PDRB dibagi jumlah penduduk pertengahan tahun.

Analisa atas dasar harga berlaku berguna bagi penelitian keadaan jangka pendek.

karena selain disebabkan oleh faktor perubahan volume produksi barang dan jasa itu sendiri, juga faktor harga sangat berpengaruh.

Penyajian nilai absolut PDRB baik atas dasar harga berlaku maupun harga konstan bertujuan untuk mengetahui perkembangan sebelum dan sesudah pengaruh harga diperhitungkan. Akan tetapi berbeda halnya dengan analisa atas dasar harga konstan dimana faktor harga sudah tidak di perhitungkan lagi. Artinya analisa PDRB atas dasar harga konstan mencerminkan kuantum produksi atau perkembangan produktivitas secara nyata pada tahun berjalan.

Perkembangan PDRB Perkapita atas dasar Harga konstan (ADHK) Selama kurun waktu lima tahun Kabupaten Gianyar memperlihatkan PDRB Perkapita setiap tahunnya mengalami peningkatan, dimana PDRB Perkapita Kecamatan Ubud menunjukkan pendapatan perkapita tertinggi selama lima tahun dari Tahun 2008 sebesar Rp. 17.968.718, sampai Tahun 2012 mengalami peningkatan setiap tahunnya sebesar Rp. 33.008.000. Sedangkan kecamatan yang pendapatan perkapitanya paling kecil adalah Kecamatan Blahbatuh, dimana Tahun 2008 sebesar Rp. 8.351.389, sampai Tahun 2012 sebesar Rp. 12.078.000.

Dari sisi Pendapatan Daerah Regional Bruto (PDRB) berdasarkan harga konstan di Kabupaten Gianyar pada Tahun 2009, sektor PHR mempunyai kontribusi paling tinggi dari Tahun 2009 sampai dengan Tahun 2013 rata-rata sebesar 30 persen, diikuti oleh sektor industi pengolahan rata-rata sebesar 18 persen.

Sektor pertanian meempati urutan ke tiga dalam kontribusi PDRB, dimana pada Tahun 2009 sebesar 18,33 namun kontribusinya semakin tahun terus menurun sampai pada Tahun 2013 sebesar 15,42 persen. Hal ini perlu mendapat perhatian yang serius dalam usaha meningkatkan produktifitas pertanian yang semakin terjepit oleh perkembangan sektor tersier dan semakin berkurangnya minat masyarakat yang bekerja di sektor pertanian, seperti pada Gambar 5.10

Gambar 5.10 Distribusi PDRB Kabupaten Gianyar Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2008-2012 (%)

Sumber : BPS Kabupaten Gianyar, 2013

5.4.2 Interpretasi Daya Dukung Lahan terhadap PDRB Sektor Pertanian dan

Dokumen terkait