• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

G. Definisi Fokus Penelitian

1. Kualitas adalah kemampuan pegawai tidak tetap dalam menjalankan tugas secara professional dan sesuai skill, dan fungsinya masing-masing di Puskesmas Samaturu Tondong Sinjai Balangnipa Kolaka

2. Loyalitas adalah merupakan sikap kepatuhan dan kesetiaan seorang pegawai terhadap puskesmas samaturu dalam melaksanakan tugas.

3. Dedikasi merupakan sikap tanggung jawab yang di wujudkan dalam kerja keras, mengikuti aturan dan mengambil inisiatif dalam melaksanakan tugas.

4. Partisipan merupakan keikutsertaan para pegawai dalam melaksanakan kegiatan yang dilakukan di Puskesmas Samaturu.

5. Kuantitas Merupakan jumlah jam kerja pegawai, berapa pekerjaan yang dihasilkan, jumlah hari kerja, dan jumlah pasien yang di berikan pelayanan di Puskesmas Samaturu Tondong Sinjai Balangnipa Kolaka.

6. Ketepatan waktu adalah penggunaan waktu yang digunakan oleh setiap pegawai yang ada sesuai dengan hasil outputnya dalam menjalankan aktivitas atau tugasnya di Puskesmas Samaturu Tondong Sinjai Balangnipa Kolaka.

7. Efektifitas kinerja adalah sejauhmana kinerja oerganisasi dalam melaksanakan seluruh tugas pokoknya atau mencapai semua sasarannya.

BAB III

METODE PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian

Bedasarkan Judul Penelitian “Kinerja Pegawai Tidak Tetap di Puskesmas Samaturu Tondong Sinjai Balangnipa Kolaka” Waktu Pelaksanaan penelitian selama 2 bulan Juni sampai bulan Juli dan lokasi penelitian akan dilaksanakan di Puskesmas Samaturu Tondong Sinjai Balangnipa Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara Alasan memilih lokasi tersebut dikarenakan pelayanan yang diberikan oleh pegawai pelayanan secara medis kurang efektif dan ingin mengetahui kinerja pegawai tidak tetap.

B. Jenis dan Tipe Penelitian 1. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang berusaha menjelaskan sedetil mungkin objek dan masalah penelitian berdasarkan fakta yang diperoleh di lapangan. Menurut Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, 2002), bahwa metode penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa fakta-fakta tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Alasan penulis mengambil jenis metode kulitatif karena permasalahannya begitu kompleks sehingga jika menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen kuisioner kurang tepat dengan situasi social tersebut selain itu, peneliti juga bermaksud memahami situasi social mengenai pelayanan kesehatan masyarakat.

2. Tipe Penelitian

Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi dengan didukung data kualitatif dimana peneliti berusaha untuk mengungkapkan suatu fakta atau realita mengenai permasalahan yang terjadi pada proses Kinerja Pegawai Tidak Tetap di Puskesmas Samaturu Tondong Sinjai Balangnipa Kolaka

C. Sumber Data

Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data. Bedasarkan sumbernya, data dibedakan menjadi dua,yaitu data primer dan data sekunder.

1. Data Primer adalah data yang dibuat oleh peneliti untuk maksud khusus menyelesaikan permasalahan yang sedang ditanganinya. Data dikumpulkan sendiri oleh peneliti lansung dari sumber pertama atau tempat objek penelitian dilakukan dengan melalui Wawancara dan Observasi.

2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh untuk mendukung data primer yang sumbernya dari data-data yang sudah diperoleh sebelumnya menjadi seperangkat informasi dalam bentuk dokumen, laporan-laporan, dan informasi tertulis lainnya yang berkaitan dengan peneliti. Pada penelitian data sekunder yang dimaksud adalah sebagai beikut;

a) Studi kepustakaan yaitu pengumpulan data-data yang diperoleh melalui buku-buku ilmiah, tulisan, karangan ilmiah yang berkaitan dengan penelitian.

b) Dokumentasi yaitu dengan menggunakan catatan-catatan yang ada dilokasi serta sumber-sumber yang relevan dengan objek penelitian.

D. Informan Penelitian

Informan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang berhubungan langsung dalam kinerja pegawai tidak tetap dan pegawai honorer dengan tujuan dan pertimbangan tertentu yang dilandasai dengan syarat-syarat ilmiah. Adapun informan dari penelitian ini bedasarkan judul di atas yakni Kepala Puskesmas Samaturu Tosiba Kolaka, Pegawai tidak tetap puskesmas samaturu tosiba kolaka.

Untuk lebih jelasnya, karakteristik informan sebagai berikut:

Tabel 3.1 Data informan penelitian

No Nama Informan Pekerjaan Inisial Keterangan 1. H. LA Mota B.SC Kepala Puskesmas

Samaturu Tosiba Kolaka

LM 1 Orang

2. Harnida, AMd.Keb Pegawai Puskesmas HD 1 Orang

3. Endang Lakai, S.Kep Pegawai Puskesmas EL 1 Orang

4. Marni, AMd.Keb Pegawai Puskesmas MR 1 Orang

5. Harlina, AMd.Keb Pegawai Puskesmas HL 1 Orang

6 Umar Umri Yankesmas Puskesmas UU 1 Orang

6. Singkol Masyarakat/Pasien SK 1 Orang

7. Semmi Masyarakat/Pasien SM 1 Orang

8. Jumlah 7 Orang

E. Teknik Pengumpulan Data

Menyusun instrument adalah pekerjaan yang paling penting dalam langkah penelitian. Akan tetapi mengumpulkan data jauh lebih penting lagi untuk

memperoleh hasil yang sesuai dengan kegunaannya. Metode atau cara pengumpulan data yang penyusun gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah dengan cara dokumentasi, observasi, dan wawancara.

1. Observasi adalah teknik pengumpulan data dimana peneliti mengadakan pengamatan secara lansung terhadap gejala-gejala subyek yang diselidiki.

Fungsi observasi ini untuk menyaring dan melengkapi data yang mungkin tidak diperoleh melalui interview atau wawancara. Dalam penelitian ini observasi dilakukan ketika diperlukan pengecekan lansung terhadap kinerja pegawai tidak tetap di puskesmas samuturu tondong sinjai balangnipa kolaka.

2. Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis.

Jadi dokumentasi adalah suatu teknik dimana data diperoleh dari dokumen yang ada pada benda-benda tertulis, buku-buku, yang berkaitan dengan objek penelitian. Tujuan digunakan metode ini untuk memperoleh data secara jelas dan konkret tentang kinerja pegawai tidak tetap dan di puskesmas samuturu tondong sinjai balangnipa kolaka.

3. Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara peneliti dengan informan penelitian dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara).

F. Teknik Analisis Data

Analisa data ialah langkah selanjutnya untuk mengolah data dari hasil penelitian menjadi data, dimana data diperoleh, dikerjakan dan dimanfaatkan sedemikian rupa untuk menyimpulkan persoalan yang diajukan dalam menyusun

hasil penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisa interaktif (interactive model of analysis). Dalam model ini terdapat 3 komponen pokok. Menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2013) ketiga komponen tersebut yaitu:

1. Reduksi Data

Reduksi data merupakan komponen pertama analisis data yang mempertegas, memperpendek, membuat fokus, membuang hal yang tidak penting dan mengatur data sedemikian rupa sehingga simpulan peneliti dapat dilakukan.

2. Sajian data merupakan suatu rakitan informasi yang memungkinkan kesimpulan. Secara singkat dapat berarti cerita sistematis dan logis supaya makna peristiwanya menjadi lebih mudah dipahami.

3. Penarikan Kesimpulan

Dalam awal pengumpulan data peneliti sudah harus mulai mengerti apa arti dari hal-hal yang ia temui dengan mencatat peraturan-peraturan sebab akibat, dan berbagai proporsi sehinggan penarikan kesimpulan dapat dipertanggung jawabkan.

G. Teknik Pengabsahan Data

Menurut Sugiono (2013), Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi, sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan waktu.

a. Triangulasi sumber

Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Dalam hal ini peneliti melakukan pengumpulan dan pengujian data yang telah diperoleh melalui hasil pengamatan, wawancara dan dokumen-dokumen yang ada. Kemudian peneliti membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara dan membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada.

b. Triangulasi teknik

Triangulasi teknik dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Dalam hal ini data yang diperoleh dengan wawancara, lalu dicek dengan observasi dan dokumen. Apabila dengan tiga teknik pengujian kredibilitas data tersebut menghasilkan data yang berbeda-beda maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan atau yang lain untuk memastikan data mana yang dianggap benar atau mungkin semuanya benar karena sudut pandangnya berbeda-beda.

c. Triangulasi waktu

Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Untuk itu dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, obsevasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya. Triangulasi dapat juga dilakukan dengan cara

mengecek hasil penelitian dari tim peneliti lain yang diberi tugas melakukan pengumpulan data

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Objek Penelitian

1. Sejarah Singkat Pemerintahan Daerah Kabupaten Kolaka

Wilayah Kolaka zaman dahulu merupakan wilayah kerajaan mekongga yang penduduk aslinya bersuku bangsa Tolaki (Artinya orang berani ).pada zaman dahulu jazirah sulawesi tenggara di kenal dengan nama “Tanah Alau” , yang artinya tanah di sebelah timur, karena orang di Sulawesi selatan selalu melihat bahwa matahari selalu terbit di sebelah mereka titik nama asli daerah Kolaka adalah “ Wonua Sorume’ artinya negeri anggrek sebab di daerah ini banyak anggrek berwarna kuning emas dan mengkilat anggrek tersebut biasanya dibuat tikar, tempat rokok dan lain-lain yang harganya mahal. Pada zaman dahulu, hanya raja-raja dan bangsawan saja yang boleh memakai benda-benda yang terbuat dari anggrek tersebut.

Pada abad 14 dua orang dari kelurga sawerigading menuju Sulawesi Tenggara ( Tanah Alau). Kedua saudara tersebut yaitu Larumbalangi (laki-laki) dan Wekoila (puteri). Wekoila merupakan nama julukan, terdiri atas ‘We’

menyatakan wanita , dan ‘ Koila’ adalah sejenis siput di laut yang putih bersih.

Wekoila ini adalah seorang puteri yang cantik, kulitnya putih bersih seperti koila.

Nama sebenarnya dari Wekoila adalah Tenrirawee (We Tenrirawe) Larum balangimembentuk kerajaaan mekongga yang bertempat tinggal di Wundulako,

42

Ulu Balandete. Adapun Wekoila terus ke daerah Kendari dan membentuk Kerajaan Konawe.

Susunan kerajaan Mekongga yaitu: 1. Pemrintah Pusat Kerajaan , terdiri atas (a) Mokole atau Bokeo adalah Raja, (b) Kapita, adalah tangan besi Mokole, (c) Pabitara, adalah penyambung lidah, (d) sapati, adalah urusan umum dan rumah tangga kerajaan serta kesejahteraan rakyat; 2. Penguasa Wilayah atau Pu tobu, menguasai beberapa daerah dan tugasnya adalah mengatur Osara (Adat) Di Wilayah hukumnya ; 3. Penguasa Daerah, tiap Daerah di kepalai Tonomotuo, yang dibantu oleh (a) Pabitara, bertugas mengawasi dan menyelesaikan perkara, (b) Tolea, bertugas menangani pernikahan atau perceraian dan (c) Posudo, sebagai pembantu umum.

2. Profil Puskesmas Samaturu Tosiba, (Tondong, Sinjai, Balannipa)

Menyajikan tentang gambaran umum puskesmas tondong sinjai balannipa dalam hal keadaan geografis, keadaan demografi, sarana kesehatan, keadaan lingkungan, perilaku masyarakat di kecamatan samaturu. Membuat informasi tentang dasar pembangunan kesehatan, visi dan misi, motto program pokok puskesmas kebijakan dan strategi

a. Tugas Puskesmas

Puskesmas berada di garda terdepan mempunyai tugas sebagai pelaksana tekhnis yang bergerak dalam bidang pelayanan, mempunyai misi pusat pengembangan pelayanan kesehatan mandiri, dalam membina kesehatan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan masyarakat.

Pelayanan di puskesmas merupakan salah satu bentuk kegiatan pokok di tambah beberapa program kesehatan dalam kurun waktu perlu di evaluasi secara jujur dan kritis untuk memperoleh gambaran kegiatan dan pengembangan program serta sejauhmana keberhasilan atau pencapaian dibandingkan dengan target yang di tetapkan dan bagaimana dampak terhadap peningkatan derajat kesehatan masyaraka, termasuk hambatan, peluang dan tantangan di hadapi.

b. Fungsi Puskesmas

Dalam menjalankan fungsinya sebagai pusat pembangunan kesehatan, pemberdayaan dan pusat pelayanan kesehatan masyarakat strata pertama diwilayah kerjanya, berbagai terobosan yang telah di lakukan dalam mendukung terselenggaranya program kesehatan yang di jabarkan sebagai berikut.

a) Sebagai penyelenggara Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) primer ditingkat pertama berupa pelayanan bersifat promotif dan preventif dengan sasaran kelompok dan masyarakat.

b) Sebagai pusat penyedia data dan informasi kesehatan diwilayah kejanya serta sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan

c) Sebagai penyelenggara Upaya Kesehatan Perorangan primer yang berkualitas dan dimaknai gate keeper pada kesehatan pelayanan formal dan penangkis rujukan dengan standar medic.

c. Peran Puskesmas

Dalam konteks otonomi daerah saat ini, puskesmas mempunyai peran yang sangat vital sebagai institusi pelaksana teknis, dituntutmemiliki kemampuan manajerial dan wawasan luas untuk meningkatkan kualitas

pelayanan kesehatan. Arah kedepan Puskesmas kedepan dituntut berperan untuk memanfaatkan teknologi informasi terkait upaya peningkatan pelayanan kesehatan secara komprehensif dan terpadu. Menyediakan media untuk berkreatif dan membuat terobosan baru. Membangun pola komunikasi efektif dan suasana kerja yang inovatif.

Bagan Peran Puskesmas

Gambar 2.2 Bagan Peran Puskesmas

3. Keadaan Geografi

Puskesmas tosiba berkedudukan dibagian selatan ibu kota kabupaten kolaka tepatnya di desa tamboli kecamatan samaturu dengan jarak tempuh ±40 KM

PERAN PUSKESMAS

PUSAT PEMBANGUNAN BERWAWASAN

PUSAT

PEMBERDAYAAN KELUARGA & MSY

PUSAT YANKES STRATA PERTAMA

PUSKESMAS PUBLIK GOODS

YAMKES PERORANGAN 9PRIVATE GOODS

wilayah kerja puskesmas tondong, sinjai,balannipa terdiri dari wilayah dataran 60% perbukitan 30% dan pantai 10% secara administrasi terbagi menjadi 17 desa dan 2 kelurahan . dilihat dari segi geografis Kec. Samaturu memiliki batas wilayah:

a) Sebelah utara berbatasan dengan Kec. Wolo b) Sebelah barat berbatasan dengan Kec.latambaga c) Sebelah timur berbatasan dengan mowewe 4. Keadaan Demografi

a) Data penduduk

Kondisi membrikan gambaran tentang pertumbuhan penduduk wilayah kerja puskesmas tosiba (tondong, sinjai, balannipa) kec.

Samaturu kab.kolaka kurun waktu 5 tahun terakhir.

b) Data sasaran program puskesmas tosiba

NO SASARAN PROGRAM KELOMPOKUMUR JUMLAH

1 Jumlah penduduk 0-2 bulan 405

2 Bayi 1-3 th 570

3 Balita 12-59 bulan 2.658

4 Balita 0-59 bulan 3.063

5 Ibu hamil 497

7 Ibu bersalin 425

8 Ibu nifas 2.167

9 Penduduk usia lanjut 6.582

10 Wanita usia subur 4.708

11 Pasangan usia subur 89 Sumber: Dokumen Puskesmas TOSIBA tahun 2016

Data penduduk sasaran program program sangat di perlukan bagi pengelola program terutama untuk menyusun perencanaan serta evaluasi hasil pencapaian yang di laksanakan d alam pelaksanaan kegiatan.

5. Struktur organisasi Puskesmas

1. Kepala puskesmas: H. La Mota B.SC 2. Keuangan: Sentosa AM,KEP

3. Tata usaha: Hadija

4. Yankesmas: Dr. Umria Umar 5. Yanmed: Dr. Ilham

6. KIA/KB: Hj. Yuhanah S.ST, M, KES 7. Gizi: Rosdiana SKM

8. Promkes: Ishak SKM 9. Jurim: Jabar

10. Kesling: Hapiah

11. Perkesmas: Nasruddin, AMK 12. P2M: Abd asis

13. Poli Umum : Isardia 14. Poli gigi : drg. Melda . T

15. Pearwatan : HJ. Juhrah. S.KEP,NERS 16. UGD : Abd Karim, S.KEP

17. R. Kartu : Hamiruddin

18. Apotek : Darnayanti, AMF 19. Laboratorium : Irma, AM.AK

6. Visi dan Misi Puskesmas Samaturu Tondong, Sinjai, Balannipa Visi: Menjadikan pusat pelayanan tingkat pertama yang handal. Misi:

a) Menjadikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang professional, bermutu, dan terjangkau sesuuai dengan kebutuhan masyarakat.

b) Meningkatkan mutu pelayanan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan-keterampilan, kedisiplinan dan kinerja petugas.

c) Meningkatkan lingkungan kerja yang aman, nyaman, kondusif, dan kebersamaan dan penuh kekeluargaan.

d) Mengedepankan pelayanan kesehatan terhadap pasien.

Untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan oleh lembaga kesehatan harus mempunyai misi yang jelas, apa yang di lakukan dan bagaiamana melakukannya. Misi mengdientifikasi langkah-langkah utama yang akan timbul untuk mendukung untuk pencapaian visi.

7. Data Jumlah petugas Di Puskesmas Samaturu Tondong, Sinjai, Balannipa.

NO KlasifikasiPendidikan PNS PTTPusat/daerah Honorer Volunter Jumlah

1 Dokter Umum - 1 - 1 2

7 S1. Farmasi 1 1 - 1/1 4

8 S1.

Keperawatan 1 - 1 2

9 D III Analisis - - - 1 1

10 D III

Keperawatan 8 10 4 7 29

11 D IV

Berdasarkan hasil observasi peneliti dapat mengetahui bahwa Jumlah petugas Di Puskesmas Samaturu lebih banyak pegawai honorer ketimbang PTT pusat, sehingga hal ini mempengaruhi kinerja pegawai di Puskesmas Samaturu Tondong Sinjai Balannipa.

8. Karakteristik Informan

Berikut adalah karakteristik menurut jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan.

a. Karakteristik informan berdasarkan jenis kelamin

Karakteristik informan yang menjadi subyek penelitian berdasarkan jenis kelamin ditunjukkan pada tabel dibawah ini:

Tabel 2. Karakteristik Informan Berdasarkan Jenis Kelamin

Keterangan Frekuensi Persentase

Laki-Laki 2 28,57

Perempuan 5 71,42

Jumlah 7 100

Sumber: diolah dari data primer, Juni 2017

Distribusi informan tentang jenis kelamin berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa 2 orang berjenis laki-laki atau sebesar 28,57 persen dan 5 orang berjenis kelamin perempuan atau sebesar 71,42 persen dari keseluruhan informan yang ada.

b. Karakteristik informan berdasarkan umur

Penelitian ini menggunakan karakteristik informan berdasarkan umur.

Karakteristik informan ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel 3. Karakteristik Informan Berdasarkan Umur.

Keterangan Frekuensi Persentase

26 – 36 2 28,57

37 – 46 2 28,57

47 – 56 2 28,57

57 tahun ke atas 1 14,28

Jumlah 7 100

Sumber: diolah dari data primer, Juni 2017

Tabel tersebut di atas memperlihatkan distributor informan berdasarkan umur dimana menerangkan bahwa kebanyakan informan memiliki umur yang berkisar 37-46 tahun yang menunjukkan sebanyak 2 orang informan atau 28,57 persen dari jumlah informan, informan yang memiliki umur sekitar 26-36 tahun

sebanyak 2 orang atau 28,57 persen, informan yang berumur 47-56 tahun sebanyak 2 orang atau 28,57 persen serta informan yang berusia 57 tahun ke atas sebanyak 1 orang atau 14,28 persen dari keseluruhan jumlah informan yang ada.

c. Karakteristik informan berdasarkan tingkat pendidikan

Karakteristik informan yang menjadi subyek penelitian menurut tingkatpendidikannya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4. Karakteristik Informan Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Keterangan Frekuensi Persentase

S1 2 28,57

D3 3 42,85

SMA 1 14,28

SMP 1 14,28

Jumlah 7 100

Sumber : diolah dari data primer, Juni 2017

Distribusi informan berdasarkan tingkat pendidikannya menerangkan bahwa 2 orang berpendidikan S1 atau sebanyak 28,57 persen dari jumlah informan. 3 orang berpendidikan D3 atau sebanyak 42,85 persen dari jumlah informan, tingkat pendidikan SMA sebanyak 1orang atau 14,28 persen dan jumlah tingkat pendidikan informan yang SMP sebanyak 1 orang atau 14,28 persen dari jumlah informan yang ada.

d. Karakteristik informan berdasarkan pekerjaan

Karakteristik informan yang menjadi subjek penelitian menurut pekerjaan yang dapat ditunjukkan pada table dibawah ini:

Tabel 5. Karakteristik Informan Berdasarkan Pekerjaan.

Keterangan Frekuensi Persentase

PNS 2 28,57

PTT 1 14,28

Volunter 2 28,57

IRT 2 28,57

Jumlah 7 100

Sumbe : diolah dari data primer, Juni 2017

Distribusi informan tentang pekerjaannya berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa 2 orang memiliki pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil atau 28,57 persen dari jumlah informan, 1 orang informan berprofesi sebagai pegawai tidak tetap atau 14,28 persen dari jumlah informan, berprofesi sebagai pegawai volunter yaitu sebanyak 2 orang atau 28,57 persen dari jumlah informan, dan sisanya IRT Jumlahnya 2 orang atau 28,57 persen dari jumlah keseluruhan informan yang ada.

e. Karakteristik informan berdasarkan pendapatannya

Karakteristik informan yang menjadi subjek penelitian berdasarkan pendapatan perbulan juga sangat dibutuhkan dalam pngolahan data.

Karakteristik informan berdasarkan pendapatan perbulan dapat ditunjukan pada tabel sebagai Berikut:

Tabel 6. Karakteristik Informan Berdasarkan Pendapatannya

Keterangan Frekuensi Persentase

Rp.300.000 -Rp. 1.000.000 4 57,14

Rp. 1.100.000-Rp.3.500.000 2 28,57

Rp.3.600.000-Rp.4.000.000 1 14,28

Jumlah 7 100 Sumber: diolah dari data primer, Juni 2017

Distribusi informan tentang pendapatan perbulan berdasarkan tabel diatas yaitu menunjukkan bahwa informan yang berpenghasilan sebesar Rp.300.000-Rp.1.000.000 sebanyak 4 orang atau 57,14 persen dari jumlah informan, Rp.1.100.000-Rp.3.500.000 sebanyak 2 orang atau 28,57 persen dari jumlah informan, dan informan yang berpenghasilan sebanyak Rp.3.600.000-Rp 4.000.000 sebanyak 1orang atau 14,28 persen dari jumlah informan yang ada.

B. Kinerja Pegawai Tidak Tetap Dipuskesmas Samaturu Tondong Sinjai Balannipa

Kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu. Kerja perusahaan adalah tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu.

Kinerja lembaga adalah tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tgas tertentu.

Kinerja lembaga adalah tongkat pencapaian hasil dalam rangka mewujudkan tujuan lembaga, manajemen kinerja adalah keseluruhan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja suatu lembaga termasuk kinertja masing-masing individu dan kelompok kerja perusahaan tersebut. Kinerja pegawai tidak tetap di Puskesmas Samaturu Tondong Sinjai Balannipa, dapat dilihat dengan menggunakan indicator yaitu:

1. Kualitas

Kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan mutu karyawan dalam hal melaksanakan tugas-tugasnya. Kualitas kerja merupakan salah satu unsur yang dievaluasi dalam menilai kinerja karyawan selain perilaku

seperti dedikasi, kesetiaan, kepemimpinan, kejujuran, kerjasama, loyalitas, dan partisipasi karyawan.

Kualitas kerja yang rendah akan membuat produktivitas menurun, dan sebaliknya jika kualitas kerja karyawan yang tinggi maka hal tersebut akan meningkatkan tingkat produktivitas. Kualitas pelayanan (service quality) dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima / peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan / inginkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan.

Jika jasa yang diterima atau dirasakan (perceived service) sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan baik dan memuaskan, jika jasa yang diterima melampaui harapan konsumen, maka kualitas pelayanan dipersepsikan sangat baik dan berkualitas.Sebaliknya jika jasa yang diterima lebih rendah daripada yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan buruk.

Hal yang dapat memicu peningkatan kualitas tenaga kerja antara lain dengan memberikan pelatihan atau training, memberikan insentif atau bonus dan menerapkan teknologi yang dapat menunjang peningkatan efektifitas dan efisiensi kerja berdasarkan kualitas pegawai dapat dilihat dari indikator berikut.

a. Loyalitas

Loyalitas dipandang sebagai suatu sarana untuk dapat mengikat sebuah kesetiaan, kepatuhan, dan ketaatan, loyalitas sering diidentikkan dengan pengabdian akan seseorang terhadap sebuah lembaga mempunyai kesamaan visi dan orientasi untuk meraih tujuan bersama. Seseorang yang sudah loyal kepada lembaga, maka ia akan bekerja terlebih tanpa terlebi dahulu ada komando, ada

instruksi, ia lebih inisiatif untuk melakukan berbagai hal demi kepentingan lembaga. Seseorang yang memelikin kesetiaan biasanya juga lebih reaktif, banyak melakukan kritik, saran dan hal-hal lainnya kedalaman substansi dalam suatu program atau dalam kebijakan organisasi lembaga. Loyalitas dipahami sebagai bentuk kesetiaan dan keberpihakan seseorang di tempat ia beraktivitas. Kesetiaan mengandung pengertian bahwa seseorang telah merasakan bahwa di samping kita telah memberikan kontribusi, organisasi juga telah memberikan kompensasi.

Hubungan kausalitatif inilah yang memberikan reward bagi kedua belah pihak.

Reward dari organisasi kepada karyawan berupa legitimasi dari berbagai aspek,

Reward dari organisasi kepada karyawan berupa legitimasi dari berbagai aspek,

Dokumen terkait