BAB V HASIL PENELITIAN
5.5. Pengelasan di Bengkel Pabrik PT. ANTAM Tbk UBP Emas
5.5.1. Pengelasan di Ruang Terbuka dengan Las Listrik dan Las
Pada pengelasan di ruang terbuka dilakukan wawancara dan observasi kepada pekerja dan pengawas pengelasan serta dari data sekunder berupa dokumen Work Instruction (WI), Job Safety Analysis (JSA), Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Risiko (IBPR). Pekerjaan pengelasan di Bengkel Pabrik PT. ANTAM Tbk UBP Emas Pongkor khususnya di ruang terbuka dilakukan setiap hari atau rutin, dengan mengikuti jam kerja normal yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu selama 8 jam kerja dan tidak terdapat pembagian shift kerja pada pekerja di Bengkel Pabrik.
Pada pengelasannya pekerja menggunakan mesin las listrik dan las gas.
Adapun peralatan yang digunakan pada mesin las listrik yaitu: mesin las listrik jenis Shielded Metal Arc Welding (SMAW), stang las holder, arde ground, kabel. Sedangkan peralatan yang digunakan pada las gas yaitu stang las brander, selang karet (hose), pembuka katup atau regulator, clamp hose, connector, dan jarum pembersih nozzle. Peralatan penunjang pengelasan laiinya yaitu: mesin gurinda tangan, palu terak (chipping atau hammer back), sikat baja, dan penjepit benda kerja. Bahan yang digunakan yaitu elektoda untuk las
167
listrik dan untuk las gas yaitu gas oksigen dan gas asetilen. Benda yang dilas yaitu: besi plat, besi propil, pipa, alumunium dan lain-lain.
Peralatan las yang terdapat di Bengkel Pabrik PT. ANTAM Tbk UBP Emas Pongkor yaitu:
1. Mesin las listrik model ENKA 315 amper SMAW : 2 buah
2. Tabung gas oksigen : 4 buah
3. Tabung gas asetilen : 6 buah
Gambar 5.4.
Pengelasan di Ruang Terbuka PT. ANTAM Tbk UBP Emas Pongkor Tahun 2008
Mesin las listrik Benda kerja
Pengelasan Perapian
168
5.5.1.1. Identifikasi Risiko Keselamatan Pengelasan di Ruang Terbuka dengan Las Listrik dan Las Gas
Pengelasan di ruang terbuka dilakukan pada benda seperti pipa, besi plate, alumunium, seng dan lainnya. Pengelasannya dilakukan dengan menggunakan mesin las listrik arus ganda dengan tegangan 30 – 80 Volt Alternating Current/ Volt Directing Current (VAC/VDC) dan las gas dengan menggunakan gas asetilen dan gas oksigen. Tahapan pekerjaan pengelasan di ruang terbuka terdiri dari:
I. Tahap persiapan yaitu:
1. Pengelasan dengan mesin las listrik
a. Menyambung arde (ground) ke benda kerja.
b. Mengakfikan unit dari panel box pengelasan dan menyesuaikan amper.
2. Pengelasan dengan las gas
a. Mempersiapkan alat tabung gas asetilen dan oksigen.
b. Menyalakan gas asetilen dan gas oksigen.
II. Tahap pengerjaan pengelasan yaitu:
1. Melakukan pengelasan dengan mesin las listrik 2. Melakukan pengelasan dengan las gas
III. Tahap perapian dan finishing yaitu:
1. Merapikan benda kerja dengan palu terak (chipping dan hammer back) 2. Merapikan benda kerja dengan sikat baja
169
3. Merapikan benda kerja dengan gurinda tangan 4. Merapikan mesin las listrik dan las gas:
a. Memutuskan hubungan unit arus dengan sumber arus (panel box) (las listrik).
b. Merapikan alat las tabung gas oksigen dan gas asetilen (las gas).
5. Memindahkan benda kerja yang sudah dilas
6. Membersihkan area kerja dari potongan atau serpihan benda kerja Risiko keselamatan yang mungkin terjadi pada kegiatan pengelasan dengan las listrik dan las gas di ruang terbuka yaitu terbentur benda kerja, tergores, terpeleset, tersengat listrik, terbakar, tersengat api, terjatuh, terjepit, terkena percikan api dan benda kerja, terpukul, tertusuk, terpotong dan tertimpa.
Hasil identifikasi risiko keselamatan pengelasan di ruang terbuka dapat dilihat pada tabel 5.2 dan tabel 5.3.
83
Tabel 5.2.
Identifikasi Risiko Keselamatan Pengelasan di Ruang Terbuka dengan Las Listrik di PT. ANTAM Tbk UBP Emas Pongkor Tahun 2008
NO RINCIAN PEKERJAAN SKENARIO BAHAYA PENGENDALIAN
I. Tahap Persiapan Pengelasan 1. Menyambungkan arde
(ground) ke benda kerja
Mekanik: kondisi tempat kerja yang tidak rapi
Terbentur benda kerja
Safety line, warning sign, safety talk, training, menggunakan safety shoes, safety helmet..
Mekanik: kondisi tempat kerja licin karena ceceran oli
Terpeleset Ceceran oli ditaburi serbuk kayu basah, warning sign, safety line, menggunakan safety shoes 2. Mengaktifkan unit dari
Panel Box pengelasan dan menyesuaikan aper
Elektrik: kondisi kabel yang tidak terawat (terkelupas) atau area kerja basah.
Tersengat listrik 30 s/d 80 VAC / VDC
Tempat kering: pemeliharaan alat rutin, Lock Out Tag Out (LOTO) menggunakan sarung tangan kulit, safety shoes.
Tempat basah: pemeliharaan alat rutin, dipasang papan sebagai tempat pijakan untuk tempat basah, LOTO, sarung tangan karet, safety shoes.
Mekanik: posisi kabel yang tidak rapi Terjatuh Posisi kabel ditempatkan bukan pada jalur lintasan pekerja (house keeping), warning sign.
II. Tahap Pengerjaan Pengelasan 3. Mengelas benda kerja
dengan las listrik
Mekanik: posisi jari tangan yang salah saat menjepit elektroda
Terjepit arde (holder)
Posisikan jari tangan berlawanan dengan arah elektroda yang akan dijepit, menggunakan safety gloves.
Mekanik: percikan api las Terkena percikan api las
Bekerja hati-hati dengan melawan arah angin, menggunakan face shield, safety goggles, wear pack, safety gloves, dan apron.
Kimia: percikan api las mengenai bahan yang mudah terbakar sehingga terjadi kebakaran
Terbakar amankan bahan yang mudah terbakar (house keeping), disediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Elektrik: kondisi kabel yang tidak terawat (terkelupas) atau area kerja basah.
Tersengat listrik 30 s/d 80 VAC / VDC
Tempat kering: pemeliharaan alat rutin, LOTO menggunakan sarung tangan kulit, safety shoes Tempat basah: pemeliharaan alat rutin, dipasang papan sebagai tempat pijakan untuk tempat basah, LOTO, sarung tangan karet.
Mekanik: saat menjepit benda kerja posisi jari tangan salah
Terjepit penjepit benda kerja
Bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman posisi jari tangan, warning sign.
84
NO RINCIAN PEKERJAAN SKENARIO BAHAYA PENGENDALIAN
Mekanik: posisi kabel yang tidak rapi Terjatuh Posisi kabel ditempatkan bukan pada jalur lintasan pekerja (house keeping), warning sign.
III. Tahap Perapian dan Finishing 4. Merapikan benda kerja
yang dilas dengan Chpping dan Hammer back
Mekanik: posisi jari tangan yang salah Tergores chipping atau hammer back
Bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman posisi jari tangan, menggunakan safety gloves.
Mekanik: percikan benda kerja kecil Terkena percikan benda kerja
Bekerja hati-hati dengan menatur jarak aman posisi tubuh, menggunakan safety goggles, wear pack.dan apron.
Mekanik: posisi jari tangan yang salah Terpukul Bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman posisi jari tangan, warning sign.
Mekanik: posisi kabel yang tidak rapi Terjatuh Posisi kabel ditempatkan bukan pada jalur lintasan pekerja (house keeping), warning sign.
5. Merapikan benda kerja dengan sikat baja
Mekanik: posisi jari tangan yang salah Tergores Bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman posisi jari tangan, menggunakan safety gloves.
Mekanik: posisi jari tangan yang salah Tertusuk Bekerja hati-hati posisi jari tangan, menggunakan safety gloves.
Mekanik: posisi kabel yang tidak rapi Terjatuh Posisi kabel ditempatkan bukan pada jalur lintasan pekerja (house keeping), warning sign.
6. Merapikan benda kerja yang dilas dengan gurinda tangan
Mekanik: posisi jari tangan yang salah Terpotong Bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman posisi jari tangan, warning sign.
Mekanik: posisi jari tangan yang salah Tergores Bekerja hati-hati. dengan mengatur jarak aman posisi jari tangan, menggunakan safety gloves.
Elektrik: kabel terkelupas atau alat tidak terpelihara
Electric shock Pemeliharaan alat rutin, bekerja hati-hati dengan berkonsentrasi, menggunakan safety gloves, dan safety shoes.
Mekanik: percikan api dari benda kerja Terkena percikan bunga api
Bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman posisi tubuh, menggunakan face shield, safety gloves, safety goggles, dan apron.
Mekanik: posisi kabel yang tidak rapi Terjatuh Posisi kabel ditempatkan bukan pada jalur lintasan pekerja (house keeping), warning sign.
7. Memutuskan hubungan unit arus dengan sumber arus (panel box pengelasan)
Elektrik: kondisi kabel yang tidak terawat (terkelupas) atau area kerja basah.
Tersengat listrik 30 s/d 80 VAC / VDC
Tempat kering: Pemeliharaan alat rutin, LOTO menggunakan sarung tangan kulit, safety shoes.
Tempat basah: pemeliharaan alat rutin, dipasang papan sebagai tempat pijakan untuk tempat basah,
85
NO RINCIAN PEKERJAAN SKENARIO BAHAYA PENGENDALIAN
LOTO, sarung tangan karet, safety shoes.
Mekanik: posisi kabel yang tidak rapi Terjatuh Posisi kabel ditempatkan bukan pada jalur lintasan pekerja (house keeping), warning sign.
8. Memindahkan benda kerja yang sudah dilas
Mekanik: jari tangan tergores sisi benda kerja yang tajam
Tergores Bekerja hati-hati dengan berkonsentrasi melihat ke sekeliling tempat kerja, menggunakan safety gloves.
Mekanik: benda kerja yang diangkat terjatuh
Tertimpa Komunikasi dengan pekerja lain, menggunakan safety shoes, safety helmet.
9. Membersihkan area kerja dari potongan atau serpihan benda kerja
Mekanik: potongan atau serpihan benda kerja yang tajam
Tergores Bekerja hati-hati dengan berkonsentrasi melihat ke sekeliling tempat kerja, menggunakan safety gloves.
Mekanik: potongan atau serpihan benda kerja yang tajam
Tertusuk Bekerja hati-hati dengan berkonsentrasi melihat ke sekeliling tempat kerja, menggunakan safety gloves.
86
Tabel 5.3.
Identifikasi Risiko Keselamatan Pengelasan di Ruang Terbuka dengan Las Gas di PT. ANTAM Tbk UBP Emas Pongkor Tahun 2008
NO RINCIAN PEKERJAAN SKENARIO BAHAYA PENGENDALIAN
I. Tahap Persiapan Pengelasan 1. Mempersiapkan alat tabung
gas oksigen dan asetilen
Mekanik: kondisi tempat kerja yang tidak rapi
Terbentur benda kerja
Safety line, warning sign, safety talk, training menggunakan safety shoes, safety helmet.
Mekanik: kondisi tempat kerja licin karena ceceran oli.
Terpeleset Ceceran oli ditaburi serbuk kayu basah, warning sign, safety line, menggunakan safety shoes.
Kimia: terjadi kebocoran tabung sehingga meledak
Terbakar Pengecekan tabung, hose, regulator secara rutin, pemasangan Material Safety Data Sheet (MSDS), rambu-rambu pelarangan merokok, APAR.
Mekanik: posisi jari tangan yang salah saat mengikat atau memasang regulator
Terjepit Bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman posisi jari tangan, menggunakan safety gloves.
2. Menyalakan gas asetilen dan gas asetilen
Kimia: posisi jari tangan terlalu dekat dengan nozzle
Tersengat api Bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman posisi jari tangan, menggunakan safety gloves.
Mekanik: posisi gulungan hose yang tidak rapi.
Terjatuh Posisi kabel ditempatkan bukan pada jalur lintasan pekerja (house keeping), warning sign, safety line.
II. Tahap Pengerjaan Pengelasan 3. Melakukan pengelasan
dengan las gas
Kimia: gulungan hose bocor, tabung gas asetilen bocor sehingga meledak, posisi api las terlalu dekat dengan tabung atau terdapat bahan yang mudah terbakar
Terbakar Jarak minimal tabung 5 meter dengan pengelasan, pemeliharaan alat, pemasangan MSDS, rambu-rambu pelarangan merokok, APAR.
Kimia : percikan api las Terkena percikan api
Bekerja hati-hati dengan melawan arah angin, menggunakan face shield , safety goggles. Safety gloves, wear pack dan apron.
Mekanik: saat menjepit benda kerja kerja posisi jari tangan salah
Terjepit penjepit benda kerja
Bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman posisi jari tangan, warning sign.
Mekanik: posisi gulungan hose yang tidak rapi.
Terjatuh Posisi kabel ditempatkan bukan pada jalur lintasan pekerja (house keeping), warning sign, safety line.
87
NO RINCIAN PEKERJAAN SKENARIO BAHAYA PENGENDALIAN
III. Tahap Perapian dan Finishing 4. Merapikan benda kerja yang
dilas dengan chipping dan hammer back
Mekanik: posisi jari tangan yang salah
Tergores Bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman posisi jari tangan, menggunakan safety gloves.
Mekanik: percikan material kecil Terkena percikan Bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman posisi tubuh, safety goggles, wear pack, safety gloves, dan apron.
Mekanik: posisi jari tangan yang salah
Terpukul Bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman posisi jari tangan, menggunakan safety gloves.
Mekanik: posisi gulungan hose yang tidak rapi.
Terjatuh Posisi gulungan hose ditempatkan bukan pada jalur lintasan pekerja (house keeping), warning sign, safety line.
5 Merapikan benda kerja dengan sikat baja
Mekanik: posisi jari tangan yang salah
Tergores Bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman posisi jari tangan, menggunakan safety gloves.
Mekanik: posisi jari tangan yang salah
Tertusuk Bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman posisi jari tangan, menggunakan safety gloves.
Mekanik: posisi gulungan hose yang tidak rapi
Terjatuh Posisi gulungan hose ditempatkan bukan pada jalur lintasan pekerja (house keeping), warning sign, safety line.
6 Merapikan benda kerja yang dilas dengan gurinda tangan
Mekanik: posisi jari tangan salah Terpotong Bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman posisi jari tangan,
Mekanik: posisi jari tangan yang salah
Tergores Bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman posisi jari tangan, menggunakan safety gloves.
Elektrik: kabel terkelupas atau alat tidak terpelihara
Electric shock Pemeliharaan alat rutin, bekerja hati-hati dengan berkonsentrasi, menggunakan safety gloves, dan safety shoes.
Mekanik : percikan api dari benda Terkena percikan benda
Menggunakan face shield, safety gloves, safety goggles, dan apron.
7. Merapikan tabung gas oksigen dan asetilen
Kimia: terjadi kebocoran tabung sehingga meledak
Terbakar Pengecekan tabung, hose, regulator secara rutin, pemasangan MSDS, rambu-rambu pelarangan merokok, APAR.
Mekanik: posisi jari tangan yang salah saat membuka ikatan atau melepas regulator
Terjepit Bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman posisi jari tangan, menggunakan safety gloves.
88
NO RINCIAN PEKERJAAN SKENARIO BAHAYA PENGENDALIAN
Mekanik: posisi gulungan hose yang tidak rapi
Terjatuh Posisi gulungan hose ditempatkan bukan pada jalur lintasan pekerja (house keeping), warning sign, safety line.
8 Memindahkan benda kerja yang sudah dilas
Mekanik: sisi benda kerja yang tajam Tergores Bekerja hati-hati dengan konsentrasi melihat ke sekeliling tempat kerja,, menggunakan safety glove.
Mekanik: material yang diangkat terjatuh
Tertimpa material
Komunikasi dengan pekerja lain, menggunakan safety shoes, safety helmet..
9 Membersihkan area kerja dari potongan atau serpihan benda kerja
Mekanik: potongan atau serpihan benda kerja yang tajam
Tergores Bekerja hati-hati dengan konsentrasi melihat ke sekeliling tempat kerja, menggunakan safety gloves.
Mekanik: potongan atau serpihan benda kerja yang tajam
Tertusuk Bekerja hati-hati dengan konsentrasi melihat ke sekeliling tempat kerja, menggunakan safety gloves.
89
5.5.1.2. Analisis dan Pengendalian Risiko Keselamatan Pengelasan di Ruang Terbuka dengan Las Listrik dan Las Gas
a. Terbentur benda kerja
1).Terbentur benda kerja saat menyambung arde ground ke benda kerja Tingkat konsekuensi jika perkerja terbentur berdampak cidera ringan seperti memar pada bagian tubuh sehingga diberi skor 1. Untuk tingkat pemaparan, pekerjaan menyambungkan arde ground ke benda kerja dilakukan lebih dari sekali dalam sehari sehingga diberi skor 10.
Sedangkan tingkat kemungkinannya tidak biasa terjadi, tetapi dapat terjadi jika pekerja kurang berhati-hati sehingga diberi skor 3. Tingkat risiko yang dihasilkan yaitu 30 dengan kategori risiko prioritas 3.
2) Terbentur benda kerja saat mempersiapkan tabung gas
Tingkat konsekuensi jika perkerja pengelasan terbentur berdampak cidera ringan seperti memar pada bagian tubuh sehingga diberi skor 1. Untuk tingkat pemaparan, pekerja mempersiapkan alat tabung gas dilakukan 1 kali dalam sehari sehingga diberi skor 6.
Sedangkan untuk tingkat kemungkinannya tidak biasa terjadi tetapi dapat terjadi jika pekerja kurang berhati-hati sehingga diberi skor 3.
Tingkat risiko yang dihasilkan yaitu 18 dengan kategori risiko diterima (acceptable).
Pengendalian yang telah dilakukan yaitu dibuat safety line berupa garis cat berwarna hanya di ruang workshop tetapi di luar
90
workshop tidak ada, mengadakan safety talk sebelum bekerja, dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yaitu berupa safety shoes dan safety helmet.
b. Tergores
1).Tergores palu terak (chipping atau hammer back) dan sikat baja.
Tingkat konsekuensi jika pekerja tergores berdampak cedera ringan seperti lecet sehingga diberi skor 1. Untuk tingkat pemaparan, pekerja menggunakan palu terak (chipping atau hammer back) dan sikat baja lebih dari sekali dalam sehari sehingga diberi skor 10.
Sedangkan untuk tingkat kemungkinannya cenderung terjadi sehingga diberi skor 6. Tingkat risiko yang dihasilkan yaitu 60 dengan kategori risiko prioritas 3.
2).Tergores mesin gurinda tangan
Tingkat konsekuensi jika pekerja tergores mesin gurinda tangan berdampak cidera sedang seperti luka robek yang membutuhkan penanganan medis sehingga diberi skor 5. Untuk tingkat pemaparan, pekerja menggunakan gurinda tangan jika dibutuhkan atau kadang-kadang, sehingga diberi skor 3. Sedangkan untuk tingkat kemungkinannya tidak biasa terjadi, tetapi dapat terjadi jika pekerja kurang berhati-hati sehingga diberi skor 3. Tingkat risiko yang dihasilkan yaitu 45 dengan kategori risiko prioritas 3.
91
3).Tergores sisi benda kerja dan potongan benda kerja
Tingkat konsekuensi jika pekerja tergores sisi benda kerja dan potongan benda kerja berdampak cidera ringan seperti lecet sehingga diberi skor 1. Untuk tingkat pemaparan, pekerja memindahkan benda kerja dan membersihkan potongan benda kerja dalam sehari hanya 1 kali sehingga diberi skor 6. Sedangkan untuk tingkat kemungkinannya cenderung terjadi sehingga diberi skor 6. Tingkat risiko yang dihasilkan yaitu 36 dengan kategori risiko prioritas 3.
Pengendalian yang telah dilakukan pada risiko tergores yaitu bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman dan menggunakan APD berupa safety gloves.
c. Terpeleset
Tingkat konsekuensi jika pekerja terpeleset berdampak cidera ringan seperti memar sehingga diberi skor 1. Untuk tingkat pemaparan, pekerja terpapar dengan ceceran oli yang tumpah dalam sehari 1 kali karena langsung di taburi dengan serbuk kayu basah sehingga diberi skor 6. Sedangkan tingkat kemungkinannya tidak biasa terjadi, tetapi dapat terjadi jika ceceran oli dibiarkan, sehingga diberi skor 3. Tingkat risiko yang dihasilkan yaitu 18 dengan kategori diterima (acceptable).
Pengendalian yang telah dilakukan yaitu berupa penaburan serbuk kayu basah pada ceceran oli, safety line, warning sign dan pengendalian dengan menggunakan APD berupa safety shoes.
92 d. Terbakar
Tingkat konsekuensi jika pekerja terbakar berdampak fatal karena dapat mengakibatkan bencana kematian, sehingga diberi skor 50. Untuk tingkat pemaparan, pekerja terpapar dengan kebakaran tidak diketahui kapan terjadinya (very rare) sehingga diberi skor 0,5. Sedangkan tingkat kemungkinannya cenderung terjadi jika tabung gas asetilen dan selang karet (hose) bocor atau terdapat bahan yang mudah terbakar sehingga diberi skor 6. Tingkat risiko yang dihasilkan yaitu 150 dengan kategori risiko substantial (penting). Pengendalian yang telah dilakukan yaitu dengan alat pengaman berupa safety valve dan clamp hose yang digunakan untuk mencegah terjadinya kebocoran gas dan pengaman dalam terjadinya nyala api balik yang dapat memicu terjadinya ledakan gas, pemeliharaan dan pengecekan alat secara rutin, bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman minimal 5 meter antara tabung gas dengan pengelasan, mengamankan bahan yang mudah terbakar, penyediaan APAR dan dipasang rambu-rambu larangan merokok.
e. Tersengat api
Tingkat konsekuensi jika pekerja tersengat api berdampak cidera ringan seperti jari tangan terasa panas sementara, sehingga diberi skor 1.
Untuk tingkat pemaparan, pekerja menyalakan api untuk memicu api las dilakukan berulang-ulang dalam sehari sehingga diberi skor 10.
Sedangkan tingkat kemungkinannya cenderung terjadi karena jaraknya
93
dekat sehingga diberi skor 6. Tingkat risiko yang dihasilkan yaitu 60 dengan kategori risiko prioritas 3. Pengendalian yang telah dilakukan yaitu bekerja hati-hati dengan mengatur jarak aman antara benda kerja dengan anggota tubuh dan menggunakan APD berupa safety gloves.
f. Tersengat listrik
1). Tersengat listrik mesin las
Tingkat konsekuensi jika pekerja tersengat listrik berdampak fatal karena mengakibatkan bencana kematian sehingga diberi skor 50.
Untuk tingkat pemaparan, pekerja terpapar dengan sengatan listrik mesin las jarang terjadi (rare), hanya jika area kerja basah dan kabel terkelupas sehingga diberi skor 1. Tingkat kemungkinannya dibedakan menjadi dua yaitu: di area kering karena kabel terkelupas, hal ini tidak biasa terjadi tetapi mempunyai kemungkinan jika alat tidak dipelihara dengan baik sehingga diberi skor 3. Untuk kemungkinan pekerja tersengat listrik di area basah cenderung terjadi sehingga diberi skor 6.
Tingkat risiko tersengat listrik karena kabel terkelupas di area kering yaitu 150 dengan kategori risiko substantial (penting), sedangkan tingkat risiko tersengat listrik mesin las di area basah yaitu 300 dengan kategori risiko prioritas 3.
2). Tersengat listrik mesin gurinda tangan
Tingkat konsekuensi jika pekerja tersengat listrik mesin gurinda tangan berdampak cidera berat seperti luka bakar tidak permanen
94
(serious) sehingga diberi skor 15. Untuk tingkat pemaparan, pekerja pengelasan terpapar dengan sengatan listrik mesin gurinda tangan terjadi jika kabel terkelupas, sehingga diberi skor 1. Sedangkan tingkat kemungkinannya tidak biasa terjadi, tetapi dapat terjadi jika alat tidak dipelihara dengan baik, sehingga diberi skor 3. Tingkat risiko yang dihasilkan yaitu 45 dengan kategori prioritas 3.
Pengendalian yang telah dilakukan pada risiko tersengat listrik yaitu dilakukan pemeliharaan alat rutin, dipasang papan sebagai tempat pijakan untuk area basah, penggunaan LOTO berupa personal danger tag dan danger tag pada alat, bekerja hati-hati dengan berkonsentrasi melihat ke sekeliling tempat kerja dan pekerjaan serta menggunakan APD berupa safety shoes, sarung tangan kulit di area kering dan sarung tangan karet di area basah.
g. Terjatuh
Tingkat konsekuensi jika pekerja terjatuh berdampak cidera ringan seperti memar sehingga diberi skor 1. Untuk tingkat pemaparan, pekerja terpapar dengan kabel dan selang karet (hose) pengelasan lebih dari sekali dalam sehari sehingga diberi skor 10. Sedangkan tingkat kemungkinannya tidak biasa terjadi tetapi dapat terjadi jika posisi kabel dan selang karet (hose) tidak diatur, sehingga diberi skor 3. Tingkat risiko yang dihasilkan yaitu 30 dengan kategori prioritas 3. Pengendalian yang
95
telah dilakukan yaitu dengan memposisikan kabel pada tempat yang bukan jalur lintasan pekerja dan pemasangan warning sign.
h. Terjepit
1) Terjepit arde holder
Tingkat konsekuensi jika pekerja terjepit berdampak cidera ringan seperti lecet sehingga diberi skor 1. Untuk tingkat pemaparan, pekerja menjepit elektroda dengan arde dilakukan lebih dari sekali dalam sehari dan pekerjaan pengelasan di ruang terbuka dilakukan setiap hari sehingga diberi skor 10. Sedangkan tingkat kemungkinannya tidak biasa terjadi, tetapi dapat terjadi jika posisi jari tangan tidak diatur.sehingga diberi skor 3. Tingkat risiko yang dihasilkan yaitu 30 dengan kategori prioritas 3.
2). Terjepit saat memasang dan merapikan tabung gas
Tingkat konsekuensi jika pekerja terjepit berdampak cidera ringan seperti lecet dan memar sehingga diberi skor 1. Untuk tingkat pemaparan pekerja mempersiapkan dan merapikan alat tabung gas dilakukan 1 kali dalam sehari sehingga diberi skor 6. Sedangkan tingkat kemungkinannya tidak biasa terjadi tetapi dapat terjadi jika posisi jari tangan tidak diatur.sehingga diberi skor 3. Tingkat risiko yang dihasilkan yaitu 18 dengan kategori diterima (acceptable).