URAIAN TEORITIS 2.1Kerangka Teori
2.1.1.1 Definisi Komunikasi
2.1.1 Komunikasi
2.1.1.1Definisi Komunikasi
Kata komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasal dari kata Latin communis yang berarti “sama,” communico, communication, atau communicare yang berarti “membuat sama” (to meke common) (Mulyana, 2007: 46). Membuat Sama yang dimaksud adalah membuat kebersamaan antara individu yang melakukan interaksi antara satu dengan yang lain.
Seorang ahli sosiologi, ahli psikologi, dan ahli politik di Amerika Serikat Carl I. Hovland berpendapat komunikasi adalah proses mengubah prilaku orang lain (communication is the process to modify the behavior of other individuals) (Effendi, 2006: 10). Namun dalam mengubah prilaku seseorang dibutuhkan komunikasi yang komunikatif, yang memiliki kesamaan makna antara kedua orang atau lebih yang terlibat.
Sedangkan Shannon dan Weaver mengungkapkan komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak disengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi (cangara, 1998: 19).
Harold Lasswell mengatakan cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect? (siapa mengatkan apa dengan saluran apa kepada siapa dengan efek bagaimana?). lasswell menjelaskan proses dari komunikasi yang dilakukan oleh manusia itu sendiri dalam berinteraksi dengan orang-orang yang ada disekitarnya. Paradigma Lasswell ini menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsure sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yakni:
Komunikator (communicator, source, sender) Pesan (Message)
Media (channel, media)
Komunikan (communicant, communicate, receiver, recipient) Efek (effect, impact, influence)
Jadi, berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu (Effendi, 2006: 10).
Dari berbagai pendapat yang dijelaskan diatas tentang definisi komunikasi, maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi pada umumnya merupakan suatu proses penyampaian pikiran atau persaan oleh seseorang (kominikator) kepada orang lain (komunikan) dalam bentuk informasi berupa pesan, baik secara langsung ataupun melalui media, yang akhirnya menimbulkan efek atau umpan balik dari komunikan yang menerima informasi tersebut. Umpan balik yang diberikan tentunya berdasarkan pemaknaan pesan yang ditangkap oleh komunikan dari kejelasan penyampaian informasi yang diberikan oleh komunikator.
Proses komunikasi terbagi menjadi dua tahap, yakni secra primer dan secara skunder (onong 2006: 11).
1. Proses Komuniaksi Secara primer: proses penyampaian pikiran dan perasaan seserang kepada yang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Seperti, bahasa, isyarat, gambar, warna dan sebaginya yang secara langsung mampu “menerjemahkan” pikiran atau perasaan komunikator kepada komunikan. Pertama-tama komunikator menyandi (encode) pesan yang akan disampaikan kepada komunikan. Ini berarti ia menginformasikan pikiran dan perasaannya kedalam lambing (bahasa) yang diperkirakan akan dimengerti oleh komunikan. Kemudian menjadi giliran komunikan untuk mengawa-sandi (decode) pesan dari komunikator itu. Ini berarti ia menafsirkan lambing yang mengandung pikiran dan perasaan komunikator tadi dalam konteks pengertiannya. Umpan balik yang diberikan komunikan berlangsung seketika baik secra verban dan nonverbal, serta bersifat tatap muka.
2. Proses Komunikasi secara skunder: penyampaian pesan seseorang kepada orang lain dengan mengunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Seorang komunikator menggunakan media kedua dalam melancarkan komunikasinya karena komunikan sebagai sasarannya berada ditempat yang relative jauh atau jumlahnya banyak. Surat, telepon, majalah, televisi, surat kabar, film dan banyak lagi media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi. umpan balik dalam komunikasi ini bersifat tertunda. Proses komunikasi ini merupakan sambungan dari komunikasi primer untuk menembus dimensi ruang dan waktu. Proses komunikasi ini mengunakan media massa (massmedia) dan media nirmassa atau nonmassa (non-mass media).
Proses komunikasi yang ditampilkan oleh Philip Kotler dalam bukunya, Marketing Managemnet, berdasarkan paradigm Harold Lasswell sebagai berikut:
Sender Encodin Message Decodin Receiver
Noise
Gambar 2. 1 Proses Terjadinya Komunikasi (Sumber : Effendy, 2006: 18)
Unsur-unsur dalam proses komunikasi, Penegasan tentang unsur-unsur dalam proses komunikasi itu adalah sebagai berikut:
- Sender : Komunikator yang menyampaikan pesan kepada seseorang atau sejumlah orang.
- Encoding : Penyandian, yakni proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang.
- Message : Isi informasi yang merupakan seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikatror.
- Media : Saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari komunikator ke pada komunikan.
- Decoding : Pengawasandian, yaitu proses dimana komunikasi menetapkan makna pada lambang yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.
- Receiver : komunikan yang menerima pesan dari komunikator.
- Response : Tanggapan, seperangakat reaksi pada komunikan setelah diterpa pesan
- Feedback : Umpan balik, yakni tanggapan komunikan apabila tersampaikan atau disampaikan kepada komunikator.
- Noise : Gangguan tak terencana yang terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh komunikator kepadanya.
Komunikasi merupakan salah satu aktivitas yang sangat fundamental dalam kehidupan umat manusia. Kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan sesamanya, diakui oleh hampir semua agama telah ada sejak Adam dan Hawa (Cangara, 1998). Hampir dalam segala aspek kehidupan manusia berkaitan dengan komunikasi.
Manusia tidak akan dapat berhubungan dengan orang lain tanpa adanya komunikasi. Manusia itu sendiri membutuhkan hubungan dengan orang lain dan lingkungannya, karena manusia adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, manusia membutuhkan oran lain dalam pemenuhan kebutuhanya. Komunikasi merupakan hal yang mendasar dalam memenuhi kebutuhan sosial manusia.
Komunikasi mepengaruhi hubungan antara individu. Hubungan yang baik tentunya tidak akan terlepas dari komunikasi yang baik juga, dan sebaliknya. Ketika kita menjalin komunikasi
yang baik, perbedaan yang ada seperti budaya, agama, suku, ras, usia, status sosial, bahkan jarak bukanlah suatu hambatan untuk menjalin hubungan sosial antar individu. Dengan teknologi komunikasi yang semakin maju komunikasi tidak hanya dapat dilakukan secara tatap muka namun juga dengan menggunakan berbagai macam media.
Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi yang semakin maju dan modern saat ini, orang-orang tertarik melakukan komunikasi melaui berbagai media yang memberikan ruang komunikasi yang menarik. Seperti obrolan pada handphone dan dunia maya (facebook, twitter, yahoo massenger, dll) yang memberikan pengalaman dan kepuasaan tersendiri bagi penggunanya dalam berkomunikasi melalui media walaupun tanpa tatap muka. Komunikasi tatap muka juga tidak kalah penting dan lebih efisien.
Tidak dapat kita pungkiri komunikasi yang baik dapat meneyelesaikan permasalahan sosial yang ada di tengah-tengah lingkungan sosial kita. Karena tidak jarang permasalahan sosial yang muncul disebabkan karena komunikasi yang kurang baik dan tidak tepat. Maka sebagai mahluk sosial tentunya manusia tidak terlepas dari komunikasi, komunikasi mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia. Komunikasi merupakan proses sosial dimana individu-individu mengunakan simbol-simbol untuk menciptakan dan menginterpretasikan makna dalam lingkungan mereka (Richard dan Lynn, 2008: 5).
Komunikasi menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, mulai dari dulu sampai saat ini. kebutuhan tersebut juga didukung dengan berbagai media yang ada, media yang dapat menjangkau khalayak atau media yang sudah sering digunakan oleh khalayak pada umunya. Media tersebut akan membantu khalayak memenuhi kebutuhan mereka akan informasi di luar dan di dalam lingkungan mereka. Media yang menjangkau khalayak banyak, sering disebut dengan media massa. Media yang memberikan berbagai informasi menarik kepada khalayak banyak disebut dengan komunikasi massa.