• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

F. Definisi Konsep dan Operasional

Variabel penelitian ini terdiri dari tiga macam, yaitu variabel

independen, dependen dan variabel intervening. Variabel independen

adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya

atau timbulnya variabel dependen (sugiyono, 2004). Variabel dependen

adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya

variabel bebas. Sedangkan variabel intervening adalah varabel antara yang

dependen yang dianalisis (ferdinand, 2006). Variabel-variabel yang

digunakan pada penelitian ini adalah:

1. Variabel independen, yaitu kepercayaan, komitmen, komunikasi dan

penanganan konflik (X)

2. Variabel intervening, yaitu kepuasan nasabah (Z)

3. Variabel dependen, yaitu loyalitas nasabah (Y)

Variabel independen dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Kepercayaan

Menurut Ellena (2011) kepercayaan adalah satu variabel kunci

untuk memelihara suatu hubungan jangka panjang, termasuk pada

sebuah merek. Hubungan jangka panjang akan meningkatkan tingkat

kepercayaan konsumen terhadap harapan yang akan diterima dari

perusahaan, sehingga akan mengurangi kegelisahan konsumen

terhadap pelayanan yang diterimanya, sehingga merupakan

penghalang dalam mempengaruhi konsumen untuk melakukan

pemilihan (switching barrier). Formasi kepercayaan secara langsung

terjadi ketika konsumen melakukan aktivitas pemrosesan informasi.

Informasi tentang atribut dan manfaat produk atau jasa yang diterima,

dikodekan ke dalam memori, dan kemudian dibuka kembali dari

Menurut Capel dan Ndubisi (2011) indikator dari kepercayaan

adalah:

1) Bank BRI Syariah peduli terhadap keamanan produk perusahaan.

2) Bank BRI Syariah menjanjikan produk yang terpercaya kepada

nasabah.

3) Bank BRI Syariah memberikan layanan yang berkualitas dan

konsisten.

4) Bank BRI Syariah memenuhi kewajiban kepada nasabah.

5) Nasabah memiliki keyakinan terhadap produk BRI Syariah.

b. Komitmen

Komitmen adalah salah satu faktor penting dari kekuatan hubungan

pemasaran serta berguna untuk mengetahui tingkat loyalitas

pelanggaan dan memprediksi frekuensi pembelian dimasa depan. Ini

menunjukkan bahwa komitmen merupakan hasil dari sebuah hubungan

yang berhasil saling menguatkan dan menguntungkan (Gundlach et al.,

dalam Ndubisi, 2007). Scanzoni (dalam Pressey dan Mathews, 2000)

mengemukakan bahwa komitmen merupakan tingkatan tertinggi dalam

membangun kekuatan suatu hubungan dan akan memberikan suatu

keuntungan jangka panjang bagi kedua belah pihak yang berhubungan.

Sebagai salah satu aspek dalam relationship marketing, komitmen

merupakan keinginan yang berkelanjutan untuk membangun suatu

Untuk pengukuran variabel komitmen ini akan menggunakan

indikator pertanyaan dari Ndubisi (2007), yaitu:

1. Bank BRI Syariah menyesuaikan diri dengan kebutuhan nasabah.

2. Bank BRI Syariah menawarkan layanan secara personal untuk

memenuhi kebutuhan nasabah.

3. Bank BRI Syariah sangat fleksibel saat layanan mereka mengalami

perubahan.

4. Bank BRI Syariah fleksibel dalam melayani kebutuhan nasabah.

c. Komunikasi

Komunikasi merupakan proses yang digunakan oleh perusahaan

dan konsumen untuk saling membagi informasi agar mampu mencapai

kepentingan bersama. Komunikasi adalah tugas perusahaan pada tahap

awal untuk membangun kesadaran, mengembangkan preferensi

konsumen (dengan mempromosikan nilai, kinerja dan fitur),

meyakinkan pembeli, dan mendorong calon konsumen untuk membuat

keputusan pembelian (Ndubisi dan Chan, 2005).

Variabel komunikasi ini akan menggunakan indikator pertanyaan

dari Ndubisi (2007), yaitu:

1. Bank BRI Syariah menyediakan informasi tepat waktu.

2. Bank BRI Syariah memberikan informasi jika terdapat layanan

perbankan yang baru.

3. Bank BRI Syariah membuat dan memenuhi janjinya.

d. Penanganan Konflik

Dwyer et al., dalam Ndubisi (2007) mendefinisikan penyelesaian

masalah sebagai kemampuan untuk menghindari potensi konflik,

memecahkan konflik nyata sebelum muncul masalah, dan

mendiskusikan solusi secara terbuka ketika masalah muncul. Rusbult

et al., dalam Ndubisi (2007) menyimpulkan bahwa kemungkinan

timbulnya kasus kasus tertentu tergantung pada tingkat kepuasan

dengan hubungan yang tercipta sebelumnya, besarnya harapan

pelanggan dalam suatu hubungan, dan evaluasi alternatif yang tersedia.

Indikator pengukuran penanganan konflik adalah sebagai berikut:

1. Bank BRI Syariah tidak mencoba menghindari konflik potensional.

2. Bank BRI Syariah mencoba untuk menyelesaikan konflik yang

nyata sebelum mereka menimbulkan masalah.

3. Bank BRI Syariah memiliki kemampuan secara terbuka untuk

mendiskusikan solusi ketika maslah timbul.

e. Kepuasan

Menurut Kotler dan Keller (2007:177) kepuasan nasabah adalah

perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah

membandingkan kinerja (hasil) yang diharapkan. Dapat disimpulkan

bahwa kepuasan nasabah adalah suatu proses perbandingan antara

harapan nasabah dengan hasil yang diperoleh. Ustantia Pratiwi Putri

(2014) dalam penelitiannya mengatakan bahwa kepuasan nasabah

nasabah. Artinya apabila kepuasan nasabah terhadap suatu bank

meningkat maka loyalitasnya pada bank tersebut akan meningkat pula.

Hal ini dikarenakan kepuasan merupakan kunci utama perusahaan

untuk menciptakan intensitas pembelian ulang dimasa depan (Kotler

dan Keller). Kepuasan terjadi karena apa yang diberikan kepada

nasabah lebih besar daripada harapannya. Seperti pada pelayanan,

kepercayaan terhadap produk, kemampuan perusahaan dalam

menanganai masalah, serta membangun hubungan yang

berkesinambungan dengan pelanggan.

Indikator-indikator kepuasan menurut Ehigie dan Taylor (2009)

adalah :

1. Nasabah merasa puas dengan pelayanan yang diberikan Bank BRI

Syariah.

2. Nasabah memiliki pengalaman positif dimasa lampau terhadap

Bank BRI Syariah.

3. Nasabah Bank BRI Syariah puas dengan jaminan keamanan dana

nasabah.

4. Bankk BRI Syariah memberikan jawaban yang memuaskan atas

semua permasalahan.

f. Loyalitas Nasabah

Loyalitas adalah sikap dari nasabah dalam menentukan pilihannya

untuk tetap menggunakan produk atau jasa dari suatu perusahaan.

melakukan pembelian ulang pada perusahaan tersebut (Foster dan

Cadogan,2000). Loyalitas atau kesetiaan menunjukan probabilitas

seorang konsumen atau pengunjung untuk melakukan kunjungan ulang

dalam periode waktu tertentu. Dalam Suroso menyatakan bahwa

Menurut Kotler, (1997:89).

Menurut Griffin (2013) indikator pelanggan yang loyal adalah:

1. Nasabah BRI Syariah melakukan transaksi berulang-ulang.

2. Nasabah merekomendasikan BRI Syariah kepada pihak lain.

3. Nasabah BRI Syariah menggunakan jasa lain yang ditawarkan.

4. Nasabah BRI Syariah tidak terpengaruh tawaran dari pesaing.

Dokumen terkait