• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

G. Definisi Konseptual, Definisi Operasional dan

masalah Kegiatan Indikator No. item Sumber 1. Upaya meningkat-kan kemampuan berpikir kritis siswa melalui metode problem solving pada pelajaran IPS materi Penyimpang an sosial Perencanaan pembelajaran Proses pelaksanan pembelajaran 1. Membuat RPP 2. Membuat silabus 3. Menentukan materi 1. Proses pembelajaran 2. Penggunaan problem solving 3. Berpikir kritis 1,2,3 4,5,6 7,8,9 10,11,12,13 Guru 2. Persepsi siswa tentang penggunaan metode problem solving pada pelajaran IPS materi Penyimpa-ngan Sosial Proses pelaksanaan pembelajaran 1. Proses pembelajaran 2. Penggunaan model problem solving 1,2,3,4,5 6,7,8,9,10 Siswa F. Studi Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawacara dalam penelitian kualitatif.8

G. Definisi Konseptual, Definisi Operasional dan Kisi-Kisi Instrumen

8

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,Kualitatif dan R & D,…,h.329

1. Definisi Konseptual

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dijelaskan bahwa berpikir kritis yaitu berpikir secara tajam dalam penganalisisan, tidak cepat percaya, bersifat selalu berusaha menemukan kesalaha, melainkan semata-mata ingin menegakan kebenaran.9 Laurens Mengutip pendapat Junicek (2005) bahwa berpikir kritis dapat diartikan sebagai proses dan juga kemampuan (Junicek, 2005) untuk memahami konsep, menerapkan, mensintesiskan dan mengevaluasi informasi yang diperoleh.10

Terdapat enam tingkatan berpikir menurut taksonomi Bloom (2003) yaitu :

a. Mengetahui (knowing) adalah suatu proses berpikir yang didasarkan pada retensi (menyimpan) dan retrieval (mengeluarkan kembali) sejumlah pengetahuan yang pernah didengar atau dibacanya;

b. Memahami (understanding) adalah suatu proses berpikir yang sifatnya lebih kompleks yang mempunyai kemampuan dalam penterjemahan, interpretasi, ektrapolasi, dan asosiasi;

c. Menerapkan (application) adalah kemampuan untuk menerapkan pengetahuan, fakta, teori, dan lain-lain untuk menyimpulkan, memperkirakan, atau menyelesaikan suatu masalah;

d. Menganalisis (analysis) juga berpikir secara divergen yaitu kemam-puan menguraikan suatu konsep atau prinsip dalam bagian-bagian atau komponen-komponennya;

e. Mengevaluasi (evaluation) disebut juga intelectual judment, yaitu pengetahuan yang luas tentang sesuatu pengertian dari apa yang diketahui serta kemampuan analisa dan sintesis sehingga dapat memberikan penilaian atau evaluasi, dan

9

Achmad Sapari, BagaimanaMengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis, Fasilitator, Edisi III tahun 2006,h.37.

10

Joycen M. Laurens Integrasi Riset dan Desain : Sebuah Pendekatan dalam Pembelajaran di Studio, http://fportfolio.petra.ac.id/user_files/99-035/3.5-Joyce%20M.Laurens. Pdf , diakses : 03/01/2011,h.3.

f. Mensintesis (synthesis) adalah kemampuan untuk melakukan suatu generalisasi atau abstraksi dari sejumlah fakta, data, fenomena, dan lain-lain. Dengan kata lain akumulasi dari semua kemampuan berpikir dibawahnya merupakan kemampuan untuk menilai (evaluasi).

2. Definisi Operasional

Dalam upaya meningkatkan siswa MTs Islamiyah Ciputat dalam berpikir kritis melalui metode pembelajaran metode problem solving

(pemecahan masalah) dalam pembelajaran IPS, Ada tahap-tahap yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran, dimana tahap pendekatan

problem solving menurut sudjana adalah sebagai berikut: a. Orientasi atau memusatkan perhatian pada masalah

Pada tahap ini guru memusatkan perhatian siswa pada permasalahan dengan memberi kesan umum dan pemahaman global tentang batas-batas ruang lingkup masalah yang akan dibahas lebih lanjut kedalam skema atau sub-sub masalah sebagai satu kesatuan.

Maksudnya pada tahap ini guru melakukan pengkondisian mengenai kesiapan belajar dengan memotivasi siswa untuk belajar sambil menyampaikan kompetensi pembelajaran yang akan dicapai. Selain itu pada kegiatan ini, guru mendorong siswa untuk menemukan persoalan. Persoalan tersebut dapat datang dari guru, suatu fenomena tertentu atau persoalan sehari-hari yang dijumpai siswa.

b. Tahap identifikasi masalah

Mengidentifikasi ialah mengenali, memahami, dan mengetahui suatu masalah dengan jelas. Pada tahap ini guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan respon sebagai tolak ukur kemampuan awal siswa dalam mengidentifikasi masalah. Dalam hal ini siswa diharapkan dapat merumuskan masalah.

Merumuskan masalah ialah mengoperasionalkan masalah untuk memudahkan pemecahan. Salah satu cara mengoperasionalkan

masalah ialah dengan cara menyatakan inti permasalahan dalam bentuk pertanyaan seperti: mengapa, dan dan bagaimana.

c. Tahap mencari alternative pemecahan masalah

Apabila masalah telah diidentifikasi dan dirumuskan, selanjutnya dilakukan kegiatan mencari sebagai upaya yang mungkin dilakukan dalam memecahkan masalah.

Langkah-langkah yang dilakukan ialah pertama menghimpun informasi mengenai alternatif pemecahan masalah berdasarkan data-data yang ada. Kedua mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat pada setiap alternatif upaya memecahkan masalah, dengan kata lain pada langkah ini sama alternatif pemecahan masalah dianalisis, baik kekurangan maupun kelebihannya. ketiga menentukan prioritas usaha atau kegiatan yang dilakukan dalam memecahkan masalah. Yaitu memilih alternatif pemecahan masalah yang terbaik berdasarkan hasil analisis terhadap kekurangan dan kelebihan beberapa alternatif yang diajukan.

Pada tahap ini guru menyiapkan bahan atau alat sebagai sumber belajar yang dapat berupa buku, grafik, lingkungan, bagan dan lain-lain. Siswa dituntut untuk melakukan percobaan atau menngemukakan berbagai macam argumennya dalam proses pembelajaran secara mandiri. Dalam hal ini guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing.

d. Tahap menilai setiap alternatif pemecahan masalah

Pada tahap ini dilakukan evaluasi terhadap teknik pemecahan yang dilakukan. Evaluasi adalah kegiatan menghimpun, mengolah, dan menyajikan data atau informasi mengenai program pemecahan untuk dijadikan masukan dalam pengambilan keputusan. Maksudnya pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan yaitu, mengumpulkan dan mengolah data penyelidikan terhadap setiap alternatif pemecahan masalah dan menyajikan data atau informasi berdasarkan penyelidikan. Data-data yang disajikan kemudian dianalisis untuk dijadikan sebagai

bahan pertimbangan alternatif pemecahan mana yang paling tepat diantara alternatif pemecahan masalah yang ada.

e. Tahap menarik kesimpulan

Penarikan kesimpulan artinya merumuskan dari jawaban masalah yang telah dipilih berdasarkan penilaian setiap alternatif. Pada tahap ini, guru dan siswa membuat kesimpulan berdasarkan hasil anaisis tentang jawaban pemecahan masalah.

Pemecahan masalah merupakan bagian dari bentuk berfikir. Mempertimbangkan semua fungsi pemikiran yang rumit, pemecahan masalah merupakan proses kognitif tertinggi yang memerlukan modulasi dan keterampilan-keterampilan pokok yang terkontrol dan rutin, hal ini terjadi jika seseorang atau sistem kecerdasan alami seseorang tidak mengetahui bagaimana diproses dari asal pemikiran ke pernyataan akhir. Hal ini menjadi bagian dari proses masalah besar yang meliputi penemuan masalah dan bentuk masalah.11

Dokumen terkait