• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Konseptual

Dalam dokumen PENGARUH TIME PRESSURE RISIKO AUDIT MATE (Halaman 32-39)

METODE PENELITIAN

3.4 Definisi Konseptual

Definisi konsep dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 3.4.1 Penghentian Prematur Prosedur Audit (Y)

Prosedur audit merupakan serangkain langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam melakukan audit. Namun, dalam prakteknya auditor mengurangi langkah-langkah dalam melakukan audit. Langkah-langkah dalam pengurangan audit dapat dicontoh dengan, mengurangi jumlah sampel dalam audit, melakukan review dangkal terhadap dokumen klien, tidak memperluas pemeriksaan ketika terdapat pos yang dipertanyakan, dan memberikan opini ketika semua prosedur audit belum dilaksanakan secara lengkap. Hal ini disebut dengan penghentian prematur (Kumalasari, 2013:29).

Penghentian prematur prosedur audit diartikan sebagai suatu praktik ketika auditor mendokumentasikan prosedur audit secara lengkap tanpa benar-benar melakukannya atau mengabaikan atau tidak melakukan beberapa prosedur audit yang disyaratkan

tetapi auditor dapat memberikan opini atas suatu laporan keuangan (Wahyudi, 2011:129).

Berdasarkan konsep-konsep diatas, maka definisi konseptual yang digunakan dari(Kumalasari, 2013:29) yaitu Prosedur audit merupakan serangkain langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam melakukan audit. Namun, dalam prakteknya auditor mengurangi langkah-langkah dalam melakukan audit. Langkah-langkah dalam pengurangan audit dapat dicontoh dengan, mengurangi jumlah sampel dalam audit, melakukan review dangkal terhadap dokumen klien, tidak memperluas pemeriksaan ketika terdapat pos yang dipertanyakan, dan memberikan opini ketika semua prosedur audit belum dilaksanakan secara lengkap. Hal ini disebut dengan penghentian prematur.

Berdasarkan jurnal dari (Qurrahman, 2012) pengehntian prematur atas prosedur audit diukur berdasarkan dimensi yaitu perilaku disfungsional.

3.4.2 Time pressure (X1)

Anggaran waktu merupakan hal yang sangat penting bagi Kantor Akuntan Publik (KAP) karena menyediakan dasar untuk mengurangi biaya audit, pengalokasian staf ke dalam pekerjaan audit dan sebagai dasar evaluasi kinerja staf auditor. Hal ini sangat diperlukan auditor untuk dapat memenuhi permintaan klien secara

tepat waktu dan menjadi salah satu kunci keberhasilan karir auditor di masa depan. Dengan adanya tuntutan waktu untuk auditor dalam menyelesaikan audit, maka dapat menimbulkan time pressure (Kumalasari, 2013:30).

Tekanan waktu (time pressure) adalah suatu keadaan dimana auditor mendapat tekanan dari kantor akuntan publik tempat kerjanya, untuk menyelesaikan audit pada waktu dan anggaran biaya yang telah ditentukan sebelumnya (Wahyudi, 2011: 129).

Berdasarkan konsep-konsep diatas, maka definisi konseptual yang digunakan dari(Kumalasari, 2013:30) yaitu Anggaran waktu merupakan hal yang sangat penting bagi Kantor Akuntan Publik (KAP) karena menyediakan dasar untuk mengurangi biaya audit, pengalokasian staf ke dalam pekerjaan audit dan sebagai dasar evaluasi kinerja staf auditor. Hal ini sangat diperlukan auditor untuk dapat memenuhi permintaan klien secara tepat waktu dan menjadi salah satu kunci keberhasilan karir auditor di masa depan. Dengan adanya tuntutan waktu untuk auditor dalam menyelesaikan audit, maka dapat menimbulkan time pressure (Kumalasari, 2013:30).

Berdasarkan jurnal dari (Qurrahman, 2012) time pressure diukur berdasarkan dimensi sebagai berikut :

1. Time budget pressure yaitu keadaan dimana auditor di tuntut untuk melakukan efisiensi terhadap anggaran waktu yang telah disusun atau tedapat pembatasan waktu dalam anggaran yang sangat ketat.

2. Time deadline pressure yaitu kondisi dimana auditor dituntut untuk menyelesaikan tugas audit tepat waktunya.

3.4.3 Risiko audit (X2)

Risiko audit adalah risiko yang terjadi dalam hal auditor, tanpa disadari, tidak memodifikasi pendapatnya sebagai mana mestinya, atas suatu laporan keuangan yang mengandung salah saji material (Kumalasari, 2013:30).

Risiko audit adalah risiko yang terjadi dalam hal auditor tanpa disadari tidak memodifikasi pendapat sebagaimana mestinya, atas suatu saat laporan keuangan yang mengandung salah saji material (Wahyudi, 2011:130).

Berdasarkan konsep-konsep diatas, maka definisi konseptual yang digunakan dari(Kumalasari, 2013:30) yaitu Risiko audit adalah risiko yang terjadi dalam hal auditor, tanpa disadari, tidak memodifikasi pendapatnya sebagai mana mestinya, atas suatu

laporan keuangan yang mengandung salah saji material (Kumalasari, 2013:30).

Berdasarkan jurnal dari (Qurrahman, 2012) risiko audit diukur berdasarkan dimensi sebagai berikut :

1. Risiko bawaan

Kerentanan suatu saldo akun atau golongan transaksi terhadap suatu salah saji material, dengan asumsi bahwa tidak terdapat kebijakan dan prosedur pengendalian intern yang terkait.

2. Risiko pengendalian

Risiko terjadinya salah saji material dalam suatu asersi yang tidak dapat di cegah atau di deteksi secara tepat waktu oleh pengendalian intern entitas.

3. Risiko deteksi

Risiko sebagai akibat auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi dan di tentukan oleh efektifitas prosedur audit dalam penerapannya oleh auditor.

3.4.4 Materialitas (X3)

Materialitas adalah besarnya nilai yang dihilangkan atau salah saji informasi akuntansi, yang dilihat dari keadaan yang melingkupinya, dapat mengakibatkan perubahan atas atau pengaruh terhadap pertimbangan orang yang meletakkan

kepercayaan terhadap informasi tersebut karena adanya penghilangan atau salah saji material (Kumalasri, 2013:31).

Materialitas adalah besarnya salah saji dari informasi akuntansi, yang mana dalam kondisi tertentu akan berpengaruh terhadap perubahan pengambilan keputusan yang diambil atas informasi yang mengandung salah saji tersebut (Wahyudi, 2011:31).

Berdasarkan konsep-konsep diatas, maka definisi konseptual yang digunakan dari(Kumalasari, 2013:31) yaitu Materialitas adalah besarnya nilai yang dihilangkan atau salah saji informasi akuntansi, yang dilihat dari keadaan yang melingkupinya, dapat mengakibatkan perubahan atas atau pengaruh terhadap pertimbangan orang yang meletakkan kepercayaan terhadap informasi tersebut karena adanya penghilangan atau salah saji material.

Berdasarkan jurnal dari (Qurrahman, 2012) materialitas diukur berdasarkan dimensi yaitu tingkat material kualitatif.

3.4.5 Prosedur review dan kontrol (X4)

Prosedur review dan kontrol kualitas sangat berkaitan, sehingga tidak dapat berdiri sendiri. Prosedur review berfokus pada pemberian opini, sedangkan kontrol kualitas lebih berfokus pada pelaksanaan prosedur audit sesuai standar auditing. Sistem kontrol

dan prosedur review akan membantu KAP untuk memastikan standart profesional telah dijalankan sesuai dengan praktiknya (Kumalasri, 2013:32).

Prosedur review merupakan proses memeriksa atau meninjau ulang hal atau pekerjaan untuk mengatasi terjadinya indikasi ketika staf audior telah menyelesaikan tugasnya, padahal tugas yang disyaratkan gagal dilakukan (Wahyudi, 2011:132).

Berdasarkan konsep-konsep diatas, maka definisi konseptual yang digunakan dari(Kumalasari, 2013:32) yaitu Prosedur review dan kontrol kualitas sangat berkaitan, sehingga tidak dapat berdiri sendiri. Prosedur review berfokus pada pemberian opini, sedangkan kontrol kualitas lebih berfokus pada pelaksanaan prosedur audit sesuai standar auditing. Sistem kontrol dan prosedur review akan membantu KAP untuk memastikan standart profesional telah dijalankan sesuai dengan praktiknya.

Berdasarkan jurnal dari (Qurrahman, 2012) prosedur review dan kontrol berdasarkan dimensi:

1. Independensi

2. Integritas dan obyektivitas 3. Manajemen

4. Personalia

5. Penerimaan berkelanjutan serta perjanjian dengan klien 6. Performa yang menjanjikan serta monitoring

Dalam dokumen PENGARUH TIME PRESSURE RISIKO AUDIT MATE (Halaman 32-39)

Dokumen terkait