• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen PEMANFAATAN WHATSAPP (Halaman 169-192)

BAB V PENUTUP

B. Saran

1. Peneliti menemukan penyalahgunaan aplikasi oleh individu terutama dalam hal mengirim gambar atau video yang berbau porno ini menimbulkan efek negatif bagi penggunanya apalagi grup sub bagian program merupakan grup yang beranggotakan para Aparatur Sipil Negara yang sifatnya formal, Sehingga harus lebih arif, bijak dan bertanggungjawab memanfaatkan aplikasi ini sebagai media alternatif dalam memberikan informasi.

2. Secara teknis peneliti menemukan fitur Voice Call di WhatsApp yang tidak bisa dimanfaatkan lebih pribadi karena menghasilkan suara besar layaknya speaker dan ada keterlambatan penerimaan suara atau delay. WhatsApp juga tidak memiliki fitur Video Call yang akan memaksimalkan dan memanjakan cara komunikasi antar penggunanya. Selain itu pengguna aplikasi ini mengeluhkan kesulitan untuk mengirim file dikarenakan keterbatasan ukuran dan

yang lebih besar agar bisa digunakan oleh penggunanya dan mengurangi persaiangan dengan aplikasi lainnya.

3. WhatsApp menjadi layanan messaging terpopuler karena simpel dan banyak fitur yang memudahkan. Sehingga memunculkan banyaknya grup WhatsApp termasuk Grup Sub bagian Program Pemprov Sulsel, dimana dalam grup tersebut merupakan kumpulan atau gabungan dari setiap SKPD yang masing masing mempunyai hak yang sama dalam memberikan informasi baik informasi formal dan informal yang bisa saja dapat membuat ambigu atau ketidakjelasan bagi pengguna anggota lainnya untuk itu diperlukan beberapa etika dalam penggunaan grup WhatsApp.

Achmad, A.S. 1999. Manusia dan Informasi. Hasanuddin University Press.

Makassar

Arifin, Anwar. 1998. Ilmu Komunikasi : Sebuah Pengantar Ringkas. CV.

Rajawali:Jakarta.

Arikuntono Suhartini, 1996 Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Bangun, Wilson, 2012, Manajemen Sumber Daya Manusia Erlangga Jakarta.

Brent D. Ruben dan Lea P. Stewart, 2014. Komunikasi Dan Perilaku Manusia. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Basrowi dan Sukidin. 2002. Metode Penelitian Kualitatif Perspektif Mikro.

Insan Cendikia: Surabaya

Berger Charles. R, Rollof Michael E.,Roskos-Ewoldsen David R. 2012.

The Handbook of Communication Science. Wadwosth, USA.

Cangara Hafied . 2014. Pengantar Ilmu Komunikasi. Edisi Revisi. PT Raja Grafindo Persada: Jakarta

Cangara Hafied. 2011. Komunikasi Politik Konsep, Teori dan Strategi.

Edisi Revisi. PT. Raja Grafindo Persada; Jakarta.

Darma, Agus. 1991. Manajemen Prestasi Kerja. Rajawali, Jakarta

Effendy uchjana Onong, 2003. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi PT.

Citra Aditya Bakti, Bandung

Eriyanto, 2014. Analisis Jaringan Komunikasi. PT. Kencana Prenada Media Group. Jakarta.

Gibson & Ivancevich & Donnely. 1994. Organisasi dan manajemen.

Perilaku, struktur, proses. Edisi keempat. Erlangga, Jakarta.

Haris, Herdiansyah. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Salemba Humanika: Jakarta.

Harun, Rochajat. Ardianto, Elvianto. 2012. Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial : Perspektif Dominan, Kaji Ulang dan Teori Kritis.

Edisi Pertama, Ce Ke-2. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Kadir, Abdul dan Triwahyuni Ch. Terra, 2014. Pengantar Teknologi Informasi edisi Revisi. Andi: Yogyakarta.

Manajemen Dan Kebijakan. Fisip UGM. Yogyakarta

Kriyantono, Rachmat. 2014. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Kencana.

Jakarta.

Kumorotomo, Wahyudi, Purwanto, Erwan Agus.2005. Aggaran Berbasis Kinerja, Konsep & Aplikasinya. MAP UGM.Yogyakarta

Lamatenggo,Nina. 2012. Teori Kinerja dan Pengkurannya. PT Bumi Aksara.Jakarta

Liliweri Alo. 2015. Komunikasi Antar personal. PT. Kencana Prenada Media Group. Jakarta.

Littlejohn, Stephen W. dan Foss, Karen A.. 2011. Teori Komunikasi, Theories of Human Communication. PT. Salemba Humanika.

Jakarta.

Luthans, F. 2005. Organizational Behavior. McGraw-hill New York

Mahsun, Mohammad. 2006. Pengukuran Kinerja Sektor Publik. BPFE Yogyakarta.

Mangkunegara, Anwar Prabu, 2003. Perencanaan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Refika Aditama, Jakarta.

Mathis, R.L. & J.H. Jackson. 2006. Human Resource Management:

Manajemen Sumber Daya Manusia. Terjemahan Dian Angelia.

Salemba Empat. Jakarta.

McQuail, Denis, 2011. Teori Komunikasi Massa. PT. Salemba Humanika.

Jakarta.

Moleong. J. Lexy , 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif, PT. Rosda, Jakarta.

Muhammad Arni, 2014. Komunikasi Organisasi. PT. Bumi Aksara.

Jakarta.

Mulyana Dedy & Solatun, 2007. Metode Penelitian Komunikasi, PT.

Remaja Rosdakarya: Bandung

Mulyana, Dedy, 2005. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, PT. Remaja Rosdakarya: Bandung

_________, 2008. Metode Penelitian Kualitatif, PT. Remaja Rosdakarya:

Bandung

Prenada Media Group. Jakarta.

Nasrullah, Rulli. 2015. Media Sosial. Simbiosa Rekatama Media.

Bandung.

Nawawi Hadari, 1998, Metode Penelitian Bidang Sosial, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Nurlaila, 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia I. Penerbit LepKhair.

Nogi S Hessel, Tangkilisan. 2005. Manajemen Publik. PT. Gramedia Widiasarana. Jakarta.

Pasolong Harbani. 2007. Teori Administrasi Publik. Alfabeta , Bandung.

Pawito. 2007. Penelitian Komunikasi Kualitatif. Lkis: Yogyakarta

Peraturan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan Nomor 10 tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah

Peraturan Gubernur Nomor. 67. Tahun 2016, Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Serta Tata Kerja Sekretariat Daerah Propinsi Sulawesi Selatan.Makassar.

Prawirosentono, Suyadi 1999. Manajemen Sumber Daya Manusia, Kebijakan Kinerja Karyawan, Kiat Membangun Organisasi Kompetitif Menjelang Perdagangan Bebas Dunia. BPFE, Yogyakarta

Rakhmat, Jalaluddin, 2002. Metode Penelitian Komunikasi.PT Rosdakarya: Bandung.

Richard West dan Lynn H. Turner. 2014. Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi. Jakarta.

Rivai, Vethzal & Basri. 2005. Peformance Appraisal: Sistem yang tepat untuk Menilai Kinerja Karyawan dan Meningkatkan Daya Saing Perusahan. PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta.

Rogers M. Everett. 1989. Communication Technology. Prentice Hall Company. New York

Ruben D. Brent dan Stewart P. Lea, 2014. Komunikasi dan Perilaku Manusia, PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Ruliana, Poppy, 2014. Komunikasi Organisasi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Jakarta

Sedarmayanti, 2013, Manajemen Sumber Daya Manusia : Reformasi Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil. PT Refika Aditama.

Bandung.

Severin. Werner J & Tankard Jr James. 2005. Teori Komunikasi Massa.

Prenada Media: Jakarta.

Simamora, Bilson.2003.Penilaian Kinerja dalam Manajemen Perusahaan.

Gramedia Pustaka. Jakarta

Sugiyono, 2005. Metode Penelitian Kualitatif, Alfabetas. Bandung

Soeprihantono, Jhon, 2001, Penilaian Kinerja dan Pengembangan Karyawan, BPPE, Yogyakarta.

Sutabri, Tata. 2012. Analisis Sistem Informasi. Andi. Yogyakarta

Undang-Undang Aparatur Sipil Negara, Undang-Undang RI No. 5 Tahun 2014. PT. Sinar Grafika.Jakarta.

Vera, Nawiroh, 2016. Komunikasi Massa, Galia Indonesia. Bogor Walgito, Bimo. 2008. Psikologi Kelompok. Penerbit Andi, Yogyakarta Wibowo, 2010. Manajemen Kinerja, PT. Rajawali Persada. Jakarta.

Widodo, Joko. 2006. Membangun Birokrasi Berbasis Kinerja. Bayumedai Publishing. Jakarta

Yatim, Riyanto. 1996. Metodologi Penelitian Pendidikan Tujuan Dasar.

SIC. Surabaya

Yakub, 2012. Pengertian Sistem Informasi, Graha Ilmu. Yogyakarta

Yusup, Pawit M,, 2016. Ilmu komunikasi dan kepustakaan. PT. Bumi Aksara. Jakarta.

WEBSITE :

Sumber http://apjii.co.id/content/read.39/264/survei internet-Apjii-2016, diakses 19 Maret 2017)

Sumber http ://kominfo.go.id/pengguna-internet-indonesia, diakses 19 Maret 2017)

Sumber http : // www.cnnindonesia.com/teknologi/20150904153-183-76690/whatsapp-capai-900 juta-pengguna, diakses 19 Maret 2017

http://tekno.kompas.com/read/2016/02/019182787pengguna.whatsApp.te mbus.1.miliar, diakses 19 maret 2017

www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160202.majalah-bisnis-whatsapp.pengguna whatsapp mencapai 1 miliar setiap bulan, diakses 19 Maret 2017.

http://www.globalweindex.net.topic, diakses 5 April 2017 www.globalwebindex.net.blog.whatsapp, diakses 5 April 2017 www.indotelko.com, diakses 5 April 2017

www.pemprov.sulsel,go.id. Diakses juli 2107

LAMPIRAN LAMPIRAN

A. PEDOMAN WAWANCARA

B. DOKUMENTASI PENELITIAN

C. HASIL WAWANCARA

Pemanfaatan Program WhatsApp Messenger Info Dalam Pemberian Informasi dan Peningkatan Kinerja pada Sub Bagian Program

Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan

Nama Responden :

Jenis Kelamin:laki-laki/perempuan (coret yang tidak perlu) :

Umur :

Pekerjaan :

Alamat :

Nomor Telepon :

Daftar Pertanyaan :

a. WhatsApp Messenger Info sebagai media Alternatif dalam

Pemberian Informasi dan peningkatan kinerja pada kelompok Sub bagian Program Pemprov Sulsel

1. Sudah berapa lama Anda menekuni profesi sebagai PNS ? 2. Jenis media apa yang Anda tekuni?

3. Apa jabatan Anda di SKPD anda ?

4. Alat komunikasi apa yang digunakan untuk mendukung tugas-tugas Anda?

5. Apakah Anda juga menggunakan media sosial?

6. Media sosial apa saja?

7. Khusus aplikasi media social Whatsapp, sudah berapa lama Anda menggunakannya?

8. Alasan Anda menggunakan aplikasi media sosial Whatsapp?

9. Fasilitas apa saja dari Whatsapp yang Anda gunakan?

10. Khusus fasilitas grup Whatsapp, Anda bergabung di berapa grup?

dalam pemberian Informasi dan peningkatan kinerja pada kelompok Sub Bagian Program Pemprov Sulsel

1. Anda mengenal grup Info Sub Bagian Program?

2. Apakah Anda diajak bergabung atau meminta untuk bergabung di grup Info Sub Bagian Program?

3. Apa alasan Anda bergabung di grup Info Sub bagian Program?

4. Apakah di grup Sub Bagian Program banyak informasi yang Anda terima?

5. Informasi apa saja yang Anda butuhkan dari grup Sub Bagian Program ?

6. Apakah informasi yang Anda butuhkan di grup Sub Bagian Program sesuai harapan?

7. Jelaskan bila tidak sesuai harapan?

c. Pemanfaatan Whats App Messenger dalam pemberian informasi dan peningkatan kinerja pada kelompok Sub Bagian Program Pemprov Sulsel

1. Apakah semua informasi di grup Info Sub Bagian Program akan dapat meningkatkan kinerja Anda?

2. Saling berbagi informasi di grup Info Sub Bagian Program apakah mempengaruhi kinerja Anda?

3. Selain informasi, apakah grup Sub Bagian Program juga digunakan untuk melakukan diskusi?

4. Diskusi apa saja?

5. Apakah diskusi itu memberi wawasan atau ide-ide baru?

6. Apa efek negatif maupun positif yang Anda rasakan terhadap sinergitas informasi di grup Sub Bagian Program ?

FOTO WAWANCARA BERSAMA

IBU OCTRIA RAMADHAYANA (KASUBAG PROGRAM BPKD)

FOTO WAWANCARA BERSAMA

BAPAK SUMARLIN SE, ST (KASUBAG PROGRAM BKD)

BAPAK MUCHAMMAD AGUS (KASUBID PERENCANAAN ANGGARAN I BPKD)

FOTO WAWANCARA BERSAMA

BAPAK MUHAMMAD MAKBUL ANSHARI. A (KASUBAG PROGRAM BAPPEDA)

FOTO WAWANCARA BERSAMA

IBU ANDI HAPSA, MT (KASUBAG PROGRAM BIRO PEMBANGUNAN)

FOTO WAWANCARA BERSAMA

BAPAK BIMA WIRA WIBOWO (KASUBAG TATA USAHA BIRO ASSET)

FOTO WAWANCARA BERSAMA

BAPAK ANDI IRHAM SAKTI IRAWAN (KASIE EVALUASI PEMBANGUNAN DAERAH)

DOKUMNTASI WHATS APP MASSENGER INFO GRUB SUB BAGIAN PROGRAM PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN

Tampilan Grup Info Sub Bagian Program Pemprov Sulsel

Gambar isi atau info dari Grup Sub Program

Gambar : Tampilan info Penginputan Fisik & Keuangan Pada aplikasi SIMONEV Tahun 2017

Informan1: Bapak Sumantri SE, ST (Kasubag Program BKD Pemprov Sulsel)

Saya sudah menjabat PNS selama 12 tahun. Beberapa media sosial yang saya gunakan Whats App, SMS, FB, saya juga menggunaka media televisi dan surat kabat dalam mencari informasi. dalam kerja media sosial yang saya gunakan adalh Whats App dan FB. Tapi lebih banyak WA.

Saya menggunakan WA sejak tahun 2014 dan mempunyai 6 grup WA.

Kenapa saya menggunakan Whats App karena lebih muda dan bisa kirim data dan foto adapun manfaat yang lain bahwa WhatsApp messenger info sangat membantu dan mempelancar komunikasi baik itu dalam hal kerja maupun kegiatan yang sifatnya non formal sperti terjalinnya hubungan silaturrahim menjadi media diskusi bagi para staf dan pimpinan dan hubungan ini tetap terjaga tanpa harus menelepon dan sms yang menggunakan pulsa banyak. Karena menggunakan whatsAPP messenger info kita bisa mendapatkan banyak informasi, seperti undangan rapat atau jadwal rapat, jadwal pembahasan APBD perekembangan regulasi terutama masalah perencanaan begitu juga informasi non formal seperti keadaan teman atau anggota dalam grup seperti kesehatan. Biasanya undangan rapat atau pertemuan lain lebih awal diketahui lewat Whats App messenger dari pada surat yang sifatnya konvensional. Jadi dapat dikatan bahwa media whats App ini salah satu media sosial yang dapat membantu pekerjaan saya terutama dalam memberi dan menerima informasi yang belum saya ketahui. Informasi seperti jadwal rapat, perkembangan realisasi anggaran dan pencapaian kinerja ini merupakan yang urgen. Pekerjaan di bagian program ini membutuhkan waktu dan kerja jika kita ketinggalan pekerjaan karena deadline waktu maka akan memicu kerja untuk kita kerja, seperti jika kita mendengar atau membaca informasi tentang SKPD lain yang sudah selesai laporannya atau penginputannya maka akan memicu kinerja kita di SKPD temoat kita bekerja kalau sudah begini kita harus terjun langsungmenyelesaikan pekerjaan kita kalau masih ada waktu kita memberdayakan staf kita.

(Wawancara di kantor BKD Pemprov Sulsel, Juli 2017)

Informan 2. Octria RamaDhayana (Kasubag Program Badan Pengelola keuangan Daerah, BPKD)

Saya menjabat PNS sejak tahun 2000 jadi sudah kurang lebih 17 tahun.

Dalam bekerja atau bersosialisasi ada banyak media yang saya gunakan seperti WA, BBM, Line, FB, tetapi tidak begitu menekuninya. Saya lebih

foto. Saya menggunakan WA sejak tahun 2014 awalnya karena trand jadi ikut ikutan tapi karena teman teman di subag program memakai WA untuk berkomunikasi dan saya diajak masuk ke dalam grup tersebut otomatis saya sering menggunakan WA sebagai alat komunikasi dan memperoleh informasi. Pemanfaatan WhatsApp messenger info sangat terasa bagi saya Informasi banyak diperoleh dari grup ini dan lebih cepat. WhatsApp Messenger info banyak memberikan manfaat, paling utama memperlancar komunikasi dan sebagai media silaturrahim dan media diskusi. Apalagi di whatsAPP messenger info kan ada namanya grup. Jika ada info terbaru atau undangan dan lainnya langsung ditulis di grup.Sehingga tidak perlu lagi kirim info satu per satu ke teman-teman ASN seperti info RPJMD, RKPD RKA, Pagu dan info info lain yang terkait dengan pekerjaan. Lewat Whats App ASN juga dapat melakukan diskusi seperti diskusi tentang Pergub Baru dan aturan aturan yang baru yang disampaikan oleh ASN yang lebih dulu mendapat info tersebut kemudian di share ke grup Subag Program dan kita biasanya mendapat masukan atau ide ide baru dari hasil diskusi tersebut. Dalam menggunakan Wa saya mempunyai 6 grup.

Kekurangannya yah sekedar informasi yang masuk terkait dengan informasi data yang tidak valid atau terkadang muncul informasi yang sifatnya non formal seperti berita berita rohani atau berita yang lucu itu dianggap sebagai hiburan saja karena grup ini tidak ada aturan yang berlaku didalamnya sehingga butuh kecermatan dalam menindaklanjutiberita yang ada dalam grup ini. Namun grup Subag Program ini betul betul dipakai untuk pekerjaan. (Wawancara di kantor BPKD, Juli 2017)

Informan 3. Drs. Muchammad Agus, MM (Kasubid Perencanan Anggaran I, BPKD)

Saya menjadi PNS sejak 2008. Beberapa media sosial yang saya miliki seperti Whats App, Path, dan instagram. HP, email, dan media sosial sangat membantu kalo ada informasi yang dibutuhkan, pengiriman data, gambar atau apa saja dapat menggunakan media sosial. Saya termasuk yang lambat dalam menggunakakan Whats App itu mulai tahun 2015. Wa dapat mengirim foto, gambarmemeudahkan penyampaian informasi dan surat atau undangan. Hampir semua fasilitas yang ada di WA saya gunakan. Paparan, gambar, foto, video saya gunakan karena biatyanya yang murah dan memorinya juga besar. Beda dengan Fb dan Fb menyita waktu saya untuk menggunakannya. WhatsApp messenger info banyak manfaatnya buat saya karena mampu memberikan kemudahan dalam berkomunikasi meskipun saya termasuk lambat dalam penggunaan aplikasi WhatsApp ini yaitu baru sekitar tiga tahunan namun manfaatnya sangat terasa. Dengan menggunakan program tersebut sudah pasti banyak fasilitas yang disediakan seperti telepon, video call kemudian kita bisa mengirim teks dalam jumlah besar seperti data dan gambar melalui pdf atau kita berkomunikasi lewat video call jadi bisa dengan cepat

Dan semua fasilitas yang terdapat di WhatsApp bisa digunakan tanpa harus membayar mahal cukup mengisi kuota kita bisa terhubung dengan yang lainnya dan juga terkoneksi dengan jaringan wifi di kantor. Kalau di bilang WhatsApp messenger info ada negatifnya menurut saya memang ada seperti postingan gambar atau video yang sifatnya informal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang akan memenuhi memori hp saya atau terkadang ada pembicaraan atau komentar komentar yang bagi saya tidak penting terkadang akan menyita waktu kerja saya untuk itu memang dibutuhkan kontrol dalam menggunakan media sosial.

Menanggapi berita berita hoax yang dikirim oleh rekan ASN dalam grup ini bagi saya biasa saja, tapi hendaknya sebelum kita mengirim berita berita yang belum jelas kebenarannya di cek dulu sumbernya atau keakuratan berita tersebut jangan sampai kita menyebar kebohongan karena iya kalo beritanya benar kemudian kita forward dan kita bisa mengajak ke arah yang positif berararti kita sudah melakukan amalan yang baik dalam bentuk sedekah info nah kalo berita bohong maka kita sudah rugi dua kali sudah rugi biaya karena postingan tersebut, ke dua kita juga mendapat dosa. Dan menyikapi share postingan teman teman seperti itu saya tidak langsung percaya atau termakan kita butuh kemampuan untuk mendeteksi kebenaran informasi atau berita tersebut hendaknya cari data atau pembanding tentang berita tersebut untuk itu dibutuhkan ilmu dan kita tahu bahwa anggota grup subag program ini kebanyakan para pejabat tentu mereka sudah dewasa dan berpendidikan dalam menyikapi.

Kemudian jika terjadi diskusi yang panjang sampai berdebat biasanya saya jadi penengah saya jarang komentar sih. Soalnya waktu terbuang peekerjaan saya banyak. Tentang positifnya pastilah mendapatkan informasi yang terkadang belum diketahui seperti informasi agenda rapat, informasi regulasi dari pusat yang belum diketahui tetapi sudah di share oleh anggota, informasi tentang sistem RKA on line yang baru, informasi realisasi belanja di RPJM, Pagu dan ini biasanya ditindaklanjuti dengan diskusi. Informasi seperti ini bisa memacu untuk cepat kerja kalau ada yang salah cepat kita informasikan sehingga kirta cepat memperbaikinya dan menyelesaikan sesuai waktu yang ditentukan. Anggota dalam grup ini tidak boleh ada yang egois tidak ada istilah atasan dan bawahan semuanya bisa berpendapat dan grup ini tidak ada aturan yang mengikat.Grup Whats App Sub Bagian program ini memang betul betul saya gunakan untuk pekerjaan. (Wawancara di kantor BPKD, Juli 2017) Media Whats APP selain bernilai positif tentu mempunyai efek negatif.

Positifnya karena simpel dan banyak fiturnya kita bisa kirim file berupa foto, suara, hingga dokumen jenis office dan PDF kepada terman teman.lebih cepat dibanding FB dan email dan lebih memudahkan menyampaikan informasi. Kalau di bilang WhatsApp messenger info ada negatifnya menurut saya memang ada seperti kapasitas memori masih kurang kalau kita ingin mengirimkan file yang lebih besar di dalam grup terdapat postingan postingan seperti postingan gambar atau video yang sifatnya informal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang

komentar komentar yang bagi saya tidak penting terkadang akan menyita waktu kerja saya kayak berita duka, info ulang tahun, acara lebih bermanfaat dari pada berita berita hoax yang tidak jelas kebenarannya atau sumbernya. untuk itu memang dibutuhkan kontrol dalam menggunakan media sosial. Ini juga mungkin disebabkan terlalu banyaknya anggota dalam grup sehingga menyebabkan banyaknya informasi informasi yang dishare ke grup malah terkadang ada informasi atau berita yang dishare berulang ulang dari anggota yang berbeda coba bayangkan kalo semua menshare gambar atau foto atau berita yang sama bikin penuh memori. Kalau menurut saya sebaiknya anggota grup ini janganmi terlalu banyak cukup yang berhubungan saja dengan Sub Bagian program supaya jelas informasi yang disampaikan dan yang menerima juga mengerti apa yang disampaikan.

Informan 4. Muh. Makbul Anshari (Kasubag Program BAPPEDA) juga menuturkan:

Sebagai PNS saya sudah kurang lebih 19 tahun. Media sosial yang biasa saya gunakan adalah WA, Line, FB, Path, Instagram, namun untuk kerja adalah WA dan Email. Sejak Android muncul saya menggunakan WA awalnya hanya trand, ternyata memudahkan dalam berkomunikasi, cepat dan tepat . WhatsApp messenger info ternyata sangat memudahkan saya dalam berkomunikasi karena cepat dan tepat terutama dalam hal pekerjaan. manfaatnya untuk saya itu membantu memperlancar komunikasi. Apalagi kalau dibantu dengan aplikasi lain seperti email, line FB dengan fasilitas komunikasinya canggih dan menarik. Aplikasi Whats App ini ternyata sangat memudahkan kalau kita mau lihat atau tahu informasi yang lagi update dalam hal pekerjaan tidak lagi pake laptop atau menunggu surat yang beredar seperti informasi deadline penginputan, dalam pengaplikasian,tahapan langkah kerja, jadwal rapat, undangan dan sebagainya. Jadi dalam grup ini perkembangan informasinya sangat uptodate. Informasi yang diberikan dalam grup ini sudah sesuai dengan harapan saya karena dalam grup ini perkembangan informasinya sangat uptodate. Dengan informasi yang disampaikan kita banyak terbantukan dalam hal pekerjaan sehingga ketika ada kekurangan yang dibutuhkan kita cepat menindaklanjuti. Dan ini sangat mempengaruhi kinerja saya artinya ketika ada informasi untuk penginputan dan pelaporan seperti RKA yang telah ditentukan batas waktunya otomatis ini sangat memicu saya untuk segera menyelesaikan laporan tersebut apalagi ketika melihat teman dari SKPD yang lain yang sudah rampung penginputannya mau tidak mau kami harus segera menyelasaikan dan ini boleh dikatan juga dapat meningkatan kinerja baik saya maupun staf saya. Karena dalam hal

kecepatan dan ketepatan kerja karena terkait dengan hal perencanaan dan anggaran kegiatan pemerintah profinsi Sulawesi Selatan. Kecuali jika terjadi masalah dalam hal jaringan ini biasanya menjadi penghambat penginputan kami. Dalam grup ini juga kami sering melakukan diskusi seperti Peraturan Gubernur yang baru atau undang-undang baru yang tentunya menambah wawasan dan ide ide baru. Atau diskusi diskusi informal seperti ajakan ngopi di cafe. Jadi Whats App ini memang sangat Positif karena memberi semangat kerja dengan adanya informasi dan ide ide dari anggota dan tentunya dapat meningkjatkan kinerja saya.

Negatifnya terkadang dalam menshare berita ada banyak berita berita hoax atau gambar atau video yang mengganggu namun bagi saya ini hal biasa tergantung person menilainya kalo mereka menilai positif maka positif pula hasilnya, kalo penilaian mereka negatif maka negatif pula hasilnyha. Jadi bagaimana kita mengontrol diri dalam menyikapi informasi informasi terkait dengan pekerjaan dan bagaimana menggunakan informasi ini secara bijak karena dalam grup ini tidak ada aturan yang berlaku sehingga bagi saya kadang memberikan pengertian dan kembali ke diri saya bagaimana menyikapi informasi tersebut. (Wawancara di Kantor BAPPEDA 7,Juli 2017).

Informan 5. Ir. Andi Hapsah, MT (Kasubag Program Biro Pembangunan) mengatakan:

Saya sebagai PNS sejak tahun 1993 atau 1994 jadi sekitar 24 tahun.

Banyak media yang dapat membantu memberikan informasi seperti media konvensional televisi dan surat kabar. HP, telepon kantor dasn faximile.

Adapun media sosial yang saya gunakan adalah Line, WA, FB, Instagram tapi tidak terlalu saya pake. Hanya WA karena praktis dan sementara WA yang lagi trand sekarang, saya dapat kirim foto, gambar dan video call denga teman. Media Whats App Messenger Info ini sangat bermanfaat karena kita dapat memperoleh informasi dan dapat berkomunikasi dengan teman lain di setiap SKPD terutama yang tergabung dalam grup Sub Bagian Program. Dimana kita tahu bahwa bagian program dalam setiap SKPD harus selalu berkomunikasi dengan bagian BAPPEDA dan BPKD terkait dengan perencanaan, kegiatan dan anggaran dan informasi yang diberikan ataupun diterima cepat dan tidak boleh ditunda, sehingga setiap SKPD harus setiap saat mengecek WA nya. Dengan adanya WA hampir semua On Line satu sama lainnya, jadi jika ada yang tahu atau lebih dulu tahu informasi harus cepat menyebarkannya, harus cepat update terus.

Karena alasan mudah, cepat, praktis dan trend sehingga saya sekarang

Dalam dokumen PEMANFAATAN WHATSAPP (Halaman 169-192)

Dokumen terkait