• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN WHATSAPP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMANFAATAN WHATSAPP"

Copied!
192
0
0

Teks penuh

(1)

i

THE UTILIZATION OF WHATSAPP MESSENGER INFO IN GIVING INFORMATION AND INCREASING PERFORMANCE ON PROGRAM SUB-DIVISION GROUP OF SOUTH SULAWESI PROVINCE GOVERMENT

ANDI MILADIYAH P1400215316

PROGRAM PASCASARJANA ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

2017

(2)

ii Tesis

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar magister

Program Studi Ilmu Komunikasi

Disusun dan diajukan oleh

ANDI MILADIYAH

Kepada

PROGRAM PASCASARJANA ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

2017

(3)
(4)
(5)

v ABSTRAK

ANDI MILADIYAH, Pemanfaatan WhatsApp Messenger Info Dalam Pemberian Informasi dan Peningkatan Kinerja Pada Sub Bagian Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (dibimbing oleh Alimuddin Unde dan Iqbal Sultan)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan WhatsApp sebgai media alternatif dalam pemberian informasi dan peningkatan kinerja pada kelompok Sub Bagian Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan mengkaji isi pesan yang diperoleh dengan penerapan WhatsApp Messenger Info serta mengkaji pemanfaatan penerapan WhatsApp dalam pemberian informasi dan peningkatan kinerja pada Sub Bagian Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, studi pustaka, dan hasil wawancara terhadap tujuh orang informan yang ditentukan dengan teknik penyampelan acak purposive.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan program WhatsApp Messenger Info sangat efektif dengan dukungan fitur-fiturnya dibanding dengan aplikasi pesan instan lainnya. Kecepatan pesan tanpa waktu lama hingga tertunda, mampu beroperasi dalam kondisi sinyal lemah, kapasitas pengiriman data teks, suara, foto dan video yang besar, tanpa gangguan iklan berikut sifat penyebarannya membuat WhatsApp Messenger Info sebagai salah satu media alternatif bagi kelompok Sub Bagian program dalam memberikan informasi dan meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara terutama ASN yang tergabung dalam Group WhatsApp Sub Bagian Program. Pengaturan atau penerapan isi pesan WhatsApp messenger info dalam pemberian informasi dan peningkatan kinerja dalam kelompok Sub Bagian program berupa kontrol diri masing masing anggota dan lebih arif dan bijak serta bertanggung jawab menggunakan media WhatsApp. Berbagai informasi yang di share dalam grup WhatsApp Sub Bagian Program Pemerintah Provinsi Sulawesi begitu mudah didapatkan karena di grup WhatsApp Messenger Info banyak sekali informasi yang dishare dan uptodate berupa informasi yang sifatnya formal yang relevan dan terkait dengan tugas, pokok dan fungsi pekerjaan Sub Bagian Program seperti data, laporan, agenda rapat, aturan regulasi, program kegiatan dan anggaran yang digunakan.

Kata Kunci : Media WhatsApp, Sub Bagian Program, Informasi, Kinerja

(6)

vi

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur senantiasa kita panjatkan atas kehadirat Allah Subhana Wata’ala dengan rahmat dan hidayah-Nya telah menuntun penulis dalam menelusuri perjalanan hidup mencari sumber sumber pengetahuan yang tidak akan pernah lepas dari suka dan duka.

Seperti dua sisi mata uang satu sama lain tidak dapat dipisahkan, maka begitu pula suka duka senantiasa ada dalam proses pembelajaran sampai akhir selesai pembuatan tesis ini yang berjudul “Pemanfaatan WhatsApp Messenger Info dalam Pemberian Informasi dan Peningkatan Kinerja Pada Sub Bagian Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan”

Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Bapak Prof. Dr. H. Andi Alimuddin Unde, M.Si selaku pembimbing I dan Bapak Dr. H.M.

Iqbal Sultan, M.Si selaku pembimbing II yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan arahan, bimbingan, dukungan dan bantuan kepada penulis selama proses bimbingan berlangsung hingga tesis dapat selesai.

Penghargaan, rasa hormat dan terima kasih penulis sampaikan kepada Bapak Dr. H. Muh. Nadjib, M.Ed. M. Lib, Bapak Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos, S.Ag, M.Si dan Bapak Dr. H. Muammad Farid, M.Si selaku tim penguji, yang senantiasa memberikan arahan, koreksi dan saran dalam penyempurnaan tesis ini.

Selain itu penulis juga ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya atas bantuan dan doanya kepada :

1. Gubernur Sulawesi Selatan Bapak Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH, yang telah berkenan memberi tugas belajar hingga penulis dapat menempuh pendidikan magister

(8)

viii

3. Kepala Sub Bagian program BKD Pemprov Sulsel Bapak Sumarlin ST.SE., Kepala Sub Bagian Program BPKD Pemprov Sulsel Ibu Octria Ramdahayana, SE. M.Si., Kepala Sub Bagian Program BAPPEDA Pemprov Sulsel Bapak Muh.

Makbul Anshari A, Kepala Sub Bagian Program Biro Pembangunan ibu Ir. Andi Hapsa, MT. Kepala Sub Bidang Perencanaan Anggaran Daerah I Bapak Drs.

Muchammad Agus, Kepala Seksi Tata Usaha Bro Asset Bapak Bima Wira Wobowo S.STP., Kepala Evaluasi Pembangunan Daerah BAPPEDA Bapak Andi Irham Sakti, S.STP, M.P,. yang telah meluangkan waktunya selaku nara sumber membantu penulis dalam merampungkan tulisan ini.

4. Secara khusus penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih dan curahan doa teruntuk orangtuaku tersayang Almarhum Drs. Andi Nasaruddin AR. dan Almarhumah Hj. Andi Nurmi. M. Yang semasa hidup mereka tak henti hentinya memberikan kasih sayang dan memanjatkan doa terbaik kepada penulis dan menjadi inspirasi dan motivasi penulis untuk terus menimba ilmu pengetahuan.

Rasa rindu selalu ada di hati penulis unruk mereke berdua.

5. Ucapan terima kasih secara khusus dan dari hati yang paling dalam buat Andi Indra Wahyudi ayah dari anak anakku. Dan anak anakku tersayang Andi Muhammada Fauzan, Andi Nurul Mazidah, Andi Nurul Mazaya, Andi Aisyah Khaeriah dan Andi Zahra Humairah atas segala dukungan, doa serta kesabaran

(9)

ix

dan pengertian mereka hingga selesainya tesis ini. Pencapaian ini penulis dedikasikan untuk kalian dan orang tuaku penulis.

6. Ucapan terima kasih kepada ibu mertua Hj. Andi Intang atas bantuan dan doanya serta keluaraga besar Hj. A. Irma Kusuma, S. Sos, keluarga A. Isma S.Sos. M.Si dan keluarga Hj. A. Arsawati Arsyad atas bantuan dan doanya hingga penulis memperoleh gelar magister.

7. Seluruh dosen komunikasi Pasca sarjana Universitas Hasanuddin atas segala ilmu yang telah diberikan kepada penulis

8. Kepada segenap staf akademik Pasca sarjana Fisip yang telah banyak membantu dari proses kuliahan hingga rampungnya proses penelitian.

9. Keluarga Besar Korps Pencinta Alam Universitas Hasanuddin tempat dimana saya belajar survive menghadapi segala hambatan dan rintangan.

10. Teman- teman Kelas Kominfo dan Kelas Reguler mahasiswa komunikasi pascasarjana Universitas Hasanuddin angkatan 2015 atas dukungan dan kebersamaannya

Penulis sepenuhnya menyadari bahwa apa yang dibahas dalam tesis ini masih jauh dari kesempurnaan dan dalam penulisan ini tidak luput dari berbagai kesulitan dan hambatan mulai dari persiapan hingga selesainya dalam bentuk laporan penelitian.

Oleh karena itu saran dan kritik dari semua p[ihak yang sifatnya kondtruktif diharapkan demi penyempurnaan selanjutnya. Akhirnya hanya kepada Allah Subhana Wata’ala kita kembalikan semua urusan dan semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Khususnya bagi penulis dan para pembaca pada

(10)

x

Makassar , November 2017

ANDI MILADIYAH

(11)

xi

HALAMAN PENGAJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

PERNYATAAN KEASLIAN TESIS ... iv

ABSTRAK ... v

ABSTRACT... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 9

C. Tujuan Penelitian ... 10

D. Kegunaan Penelitian ... 10

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Konsep ... 11

1. Tindakan Komunikasi ... 11

2. Komunikasi Organisasi ... 17

3. Informasi ... 22

4. Kinerja ... 27

7. WhatsApp Messenger ... 32

(12)

xii

3. Teori Jaringan ... 60

5. Teori Kinerja ... 66

C. Hasil Penelitian yang Relevan ... 70

D. Kerangka Pikir ... 75

E. Definisi Konseptual ... 76

BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian ... 90

B. Waktu dan Lokasi Penelitian ... 91

C. Informan Penelitian ... 92

D. Teknik Pengumpulan Data ... 94

E. Metode Pengumpulan Data... 94

F. Teknik Analisis Data ... 96

F. Jadwal Penelitian ... 99

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A . Hasil Penelitian... 100

1. Gambaran Umum Provinsi Sulawesi Selatan Sebagai Lokasi Penelitian ... 100

2. Hasil penelitian ... 106

B. Pembahasan ... 143

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 153

B. Saran ... 154

(13)

xiii

Gambar 1 Pengguna Internet Di Indonesia ... 3

Gambar 2 Prinsip Komunikasi Dalam Model ... 12

Gambar 3 Ikon Emoji ... 39

Gambar 4 Kerangka Berpikir ... 75

Gambar 5 Candaan Yang Bukan Menjadi Informasi Informal... 129

(14)

xiv

Tabel 2 . Perbedaan Media Lama Dan Media Baru ... 43 Tabel 3 Informan Penelitian ... .. 93 Tabel 4 Jadwal Penelitian ... 99 Tabel 5 Luas Daerah Serta Pembagian Daerah Administrasi

Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Selatan ... 101 Tabel 6 Jumlah Penduduk Provinsi Sulawesi Selatan Tahun

2015 ... 102 Tabel 7 Alasan Menggunakan Whats App... ... 111 Tabel 8 Media Sosial yang Lain Digunakan ... ... 112

Tabel 9 Alasan Bergabung Di Grup Info Sub Bagian Pemprov

Sulsel ... 128 Tabel 10 Efek Positif Media What App Pada Grup Info Sub

Bagian Pemprov SulSel... ... 132 Tabel 11 Kategorisasi Hasil Wawancara Manfaat Penggunaan

Whats App Messenger Grup Sub Bagian Pemprov

Sulsel... ... 136 Tabel 12 Kategorisasi Hasil Wawancara Kelebihan

Penggunaan Whats App Messenger Grup Info Sub

Bagian Program Pemprov Sulsel ... ... 136 Tabel 13 Kategorisasi Hasil Wawancara Kelemahan

Penggunaan Whats App Messenger Grup Info Sub

Bagian Program Pemprov ulsel... ... 136 Tabel 14 Efek Negatif Whats App Grup Info Sub Bagian

Program ... 137 Tabel 15 Kinerja Aparatur Sipil Negara Dalam Grup Info Sub

Bagian Program Pemprov Sulsel ... 141

(15)

xv

Lampiran 1 Pedoman Wawancara ... 161 Lampiran 2 Dokumentasi Penelitian... 164 Lampiran 3 Hasil Wawan cara... 169

(16)

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan sangat pesat. Kemajuan tersebut memiliki pengaruh yang luar biasa pada berbagai bidang kehidupan manusia. Tanpa disadari, teknologi informasi dan komunikasi ternyata telah berperan dalam masyarakat, membantu kelancaran kegiatan manusia di berbagai bidang. Pencarian kebutuhan informasi melalui keterlibatan dalam mekanisme proses komunikasi, dilakukan manusia sebagai usaha untuk semakin meningkatkan, memperbaiki dan memperbarui taraf hidupnya seiring perkembangan peradaban semakin maju. Kebutuhan dan keinginan selalu beriringan dengan informasi tersebut, berevolusi menimbulkan suatu pemikiran yang terintegrasi pada konvergensi teknologi komunikas global.

Perkembangan teknologi informasi komunikasi ikut memengaruhi cara manusia berkomunikasi. Komunikasi tradisional tatap muka langsung secara fisik lambat laun tergantikan lewat perantara peralatan komunikasi.

Pesawat telepon yang dulunya statis mengandalkan jaringan kabel kini mampu dibawa kemana-mana memanfaatkan sistem sinyal telepon selular. Bahkan, komunikasi lewat telepon selular berupa pesan suara dan pesan tulisan singkat atau short message service, kini bisa bertukar pesan tidak hanya teks, tetapi berupa gambar hingga video. Pemasangan basis komputer serta internet dalam telepon selular makin memudahkan

(17)

penggunanya untuk mengumpulkan informasi dengan berselancar di dunia maya atau mengakses social media dan memudahkan penggunanya untuk berkomunikasi. Telepon selular ini dikenal dengan telepon pintar atau smartphone.

Indonesia sebagai negara berkembang juga mengalami pertumbuhan di bidang teknologi informasi komunikasi. Hal ini ditunjukkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia bekerjasama Pusat Kajian Komunikasi Universitas Indonesia selama 10 tahun. Survei diawali tahun 2005, pengguna internet hanya 16 juta jiwa atau 7,8 % dari 206,3 juta jiwa penduduk, menjadi 42 juta pengguna dari 232,1 juta penduduk di tahun 2010. Angka ini makin melonjak di tahun 2014, penetrasi pengguna internet hingga 34,9 % atau 88,1 juta jiwa dari 252,4 juta jiwa penduduk di Indonesia. Dan pada tahun 2016 pengguna internet di indonesia mencapai setengah dari pendudduk Indonesia yaitu 132, 7 juta jiwa. Adapun total penduduk Indonesia pada tahun 2016 sebanyak 256,2 juta jiwa.

Perkembangan teknologi informasi komunikasi memicu bermunculannya jejaring sosial yang membuat manusia terus terhubung satu sama lain dimanapun dan kapanpun. Sehingga pesan yang dulunya harus lewat komputer, kini menjadi mobile messaging atau bisa dilakukan hanya menggunakan telepon pintar dengan kemampuan akses dimanapun kita berada. Hal ini dikemukakan Rogers (1998) bahwa teknologi informasi merupakan perangkat keras bersifat organisatoris dan

(18)

meneruskan nilai-nilai sosial dengan siapa individu atau khalayak mengumpulkan, memproses dan saling mempertukarkan informasi dengan individu atau khalayak lain. Kemudian oleh William dan Sawyer dalam Kadir dan Triwahyuni (2014) bahwa teknologi informasi adalah hasil dari pemanfaatan teknologi yang membantu manusia dalam membuat, menyimpan atau menyebarkan satu informasi.

Peralihan cara komunikasi ini dijelaskan dari hasil penelitian Asosiasi Jasa Penyelenggaraan Internet Indonesia bersama Pusat Kajian Komunikasi Indonesia di katalog dalam terbitan Profil Pengguna Internet Indonesia 2014. Pengguna internet mencapai 88,1 juta jiwa dari 252,4 juta jiwa penduduk Indonesia. Namun menurut hasil survey yang dilakukan oleh APJII pada tahun 2016 mengungkap bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia kini telah terhubung ke internet hal ini mengindikasikan kenaikan 51,8 % dibandingkan jumlah pengguna internet pada tahun 2014 lalu.

Gambar 1. Pengguna Internet di Indonesia. APJII-PUSKAKOM UI 2016

(19)

Pengguna internet di Indonesia berdasarkan pekerjaan dari hasil penelitian APJII-PUSKAKOM UI 2016, bahwa yang terbanyak adalah yang berprofesi sebagai pekerja atau wiraswasta sebesar 82,2 juta jiwa atau sekitar 62 %, kemudian urutan kedua pengguna internet adalah yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga (IRT) sekitar 22 Juta jiwa atau 16,6

%. Selanjutnya mahasiswa sekitar 10,3 juta jiwa atau 7,8%, pelajar 8, 3 juta jiwa atau sekitar 6,3 % dan lain-lain sekitar 0,6 % atau 796 ribu juta jiwa.

Untuk akses internet berdasarkan jenis perangkat yang digunakan paling banyak menggunakan perangkat mobile (smartphone) sebesar 63,1 juta jiwa atau sekitar 47,6 % dan komputer dan mobile sebesar 50, 7 % atau 67,2 juta jiwa dan komputer sebesar 2,2 juta jiwa atau 1,7 %. Survei ini juga menemukan pemanfaatan internet yang tinggi untuk jejaring sosial yakni 87,4 % disusul mencari info atau browsing 68,7 % lalu pesan singkat atau instan messaging 59,9 %, dan mencari berita terkini 59,7 %.

Selanjutnya pemanfaatan internet untuk video streaming yang diunduh dan diunggah 27,3 %, berkomunikasi menggunakan E-mail atau surat elektronik 25,4 %, jual beli online 11,0 %, game online dan video call 10,1

%, forum online/komunitas online 4,3 %.

Bagian dari media sosial adalah perangkat lunak aplikasi pesan instan. Aplikasi ini yang paling dekat dengan manusia dan sering digunakan, karena menekankan pada interaksi dua arah dengan hubungan pribadi lebih aman dan isi aktivitas tidak dapat diakses banyak

(20)

orang. Aplikasi pesan instan juga dapat menggantikan fungsi pesan singkat dengan tarif lebih murah dan fasilitas yang lebih lengkap. Hunter dalam Nasrullah (2015) bahwa kehadiran media baru (new media/cyber media) menjadikan informasi sebagai sesuatu yang mudah dicari dan terbuka.

Perubahan pola komunikasi akibat berkembangnya new media memang tak begitu disadari langsung masyarakat. Namun dari esensi dan nilai komunikasi amat terasa, sebab terkadang seseorang lebih sering berkomunikasi di dunia maya ketimbang berkomunikasi di dunia nyata.

Salah satu aplikasi pesan instan yang populer digunakan di dunia yakni WhatsApp Messenger. WhatsApp Messenger didirikan tahun 2009 oleh Jan Koum dan Brian Acton, jebolan industri teknologi informasi komunikasi Yahoo. Bahkan Jan Koum mengumumkan pengguna aktif WhatsApp Messenger sudah mencapai 1 milyar di dunia melalui Google Play Store di Android pada Maret tahun 2015 seperti yang dilansir Kompas.com.

Sementara faktor tingginya angka pengguna WhatsApp Messenger di Indonesia karena masyarakatnya suka berbincang-bincang atau chatting dibanding negara-negara lain. Faktor lainnya sebab untuk bertukar pesan menggunakan WhatsApp Messenger tidak perlu membayar biaya short message service eatau pesan singkat.

Hasil survei Global Web Index pada tahun 2016 menjelaskan bahwa setengah dari pengguna YouTobe menggunakan WhatsApp messenger. Survey ini juga menyebutkan bahwa frekuensi pengguna

(21)

media sosial tertinggi pada tahun 2016 adalah Whats App sebesar 60 % kemudian diikuti oleh facebook sekitar 54 % . Berdasarkan hasil survei ini juga menjelaskan bahwa para pengguna Facebook dalam berbagi foto pun lebih banyak menggunakan WhatsApp messenger dibanding Facebook itu sendiri. Sekitar 75 % facebooker berbagi foto lewat Whats App sementara lewat Facebook sekitar 49 % saja.

Pengguna pesan instan ini adalah semua usia, jenis kelamin, individu maupun kelompok. Media komunikasi dalam jaringan pada kelompok menjadi fenomena di berbagai komunitas seiring perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih. Media komunikasi dalam jaringan menjadi bentuk media baru sejak kemunculan internet dan berpotensi mengubah pola komunikasi dalam kelompok. Interaksi termediasi media baru secara otomatis tidak mengharuskan pertemuan secara fisik untuk menyebarkan sebuah informasi atau sekadar berbagi pengalaman dan menjalin hubungan silaturahim.

Teknologi informasi komunikasi dalam hal ini teknologi media merupakan salah satu yang sangat efektif untuk digunakan dalam meyampaikan informasi antar instansi pemerintah dan juga menghemat biaya operasional karena dilakukan secara on line dibandingkan secara tertulis atau melalui pertemuan tatap muka. Tugas para pegawai untuk memenuhi kebutuhan informasi dan meningkatkan kinerja makin lebih mudah. Koordinasi kegiatan dalam sebuah instansi pemerintah biasanya melalui rapat koordinasi akan dirasa lebih mudah dan cepat jika

(22)

menggunakan media sebagai perantara untuk saling berhubungan atau berkomunikasi. Sebagaimana yang dikemukakan oleh McQuail (2011) bahwa teori new media memiliki ciri utama yaitu adanya saling keterhubungan, aksesnya terhadap khalayak individu sebagai penerima maupun pengirim pesan, interaktivitasnya, kegunaannya yang beragam sebagai karakter yang terbuka, dan sifatnya yang ada dimana-mana.

SKPD sebagai lembaga pemerintahan yang dibentuk dan diatur oleh undang-undang dan peraturan pemerintah, lembaga tersebut harus bekerja lebih cepat, akurat, transparan dan akuntabel. Untuk itu lembaga ini membutuhkan informasi yang cepat, akurat, transparan dan akuntabel baik formal maupun non formal. Oleh karena itu perkembangan teknologi informasi komunikasi berupa media sosial harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan penuh tanggungjawab

Penelitian mengenai pemanfaatan media WhatsApp sebagai media komunikasi dan penyeberan informasi sudah ada beberapa yang meneliti sebelumnnya diantaranya adalah Alwy Fauzy (2016), berjudul

“Pemanfaatan Program WhatsApp messenger info dalam peliputan berita di kalangan kelompok wartawan kota makassar yang menyatakan Program WhatsApp Messenger ternyata memberi dampak positif dan negatif terhadap tugas-tugas liputan yang dilakukan wartawan di lapangan. Selain itu perilaku komunikasi antar wartawan dalam melaksanakan liputan tidak lagi satu arah, tapi juga berlangsung dua arah sehingga makin interaktif.

(23)

Adapun yang membedakan penelitian yang penulis lakukan dengan penelitian sebelumnya adalah dari pemilihan lokasi penelitian, subjek penelitian dan fokus permasalahan yang penulis teliti. Fokus penelitian menitikberatkan pada pemanfaatan WhatsApp messenger info sebagai media alternatif dalam memberikan informasi dan meningkatjan kinerja kelompok Sub Bagian Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta mengkaji pengaturan atau penerapan isi pesan WhatsApp Provinsi Sulawesi Selatan dalam pemberian informasi dan peningkatan kinerja dalam kelompok Sub Bagian program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Salah satu kelompok pengguna pesan instan yang tergabung dalam kelompok Aparatur Sipil Negara Sub Bagian Program dari berbagai SKPD yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan beberapa tahun terakhir telah memanfaatkan fasilitas media WhatsApp sebagai sarana untuk komunikasi dan memberikan informasi serta meningkatkan hubungan dan silaturrahim antara sesama lembaga pemerintahan di propinsi Sulawesi Selatan terutama saat terhalang secara fisik untuk bertemu mereka menggunakan media Whats App karena dirasa sedrehana, mudah dan murah serta pesan yang disampaikan cepat dan juga mampu mengirim gambar, voice, video serta fasilitas file sharing lainnya sehingga kegiatan surat menyurat yang dulunya dilakukan para ASN secara konvensional kini dapat dilakukan melalui media WhatsApp.

Pembentukan kelompok pengguna media WhatsApp ini juga

(24)

dilatarbelakangi untuk mencapai tujuan bersama yakni saling bertukar informasi untuk merperkaya informasi dan wawasan dan meningkatkan kinerja mereka melalui media komunikasi WhatsApp.

Berdasarkan fenomena tersebut , maka penulis ingin mengkaji lebih dalam tentang “Pemanfaatan WhatsApp Messenger Info Dalam Pemberian Informasi dan Peningkatan Kinerja Pada Sub Bagian Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dibahas maka disimpulkan bahwa rumusan masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah WhatsApp Messenger info menjadi pilihan media alternatif dalam pemberian informasi dan peningkatan kinerja pada kelompok Sub Bagian Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

2. Bagaimana pengaturan atau penerapan isi pesan WhatsApp Messenger Info dalam pemberian informasi dan peningkatan kinerja pada kelompok Sub Bagian Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

3. Bagaimana pemanfaatan WhatsApp Messenger info dalam pemberian informsi dan peningkatan kinerja pada kelompok Sub Bagian Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

(25)

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahuai pemanfaatan WhatsApp sebagai media alternatif dalam pemberian informasi dan peningkatan kinerja pada kelompok Sub Bagian Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

2. Untuk mengkaji isi pesan yang diperoleh dengan penerapan WhatsApp Messenger info dalam pemberian informasi dan peningkatan kinerja Aparatur Sipil Negara pada kelompok Sub Bagian Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

3. Untuk mengkaji proses pemanfaatan WhatsApp Messenger info dalam pemberian informasi dan peningkatan kinerja dalam kelompok Sub Bagian Program Pemerintah Povinsi Sulawesi Selatan

D. Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian ini memiliki beberapa kegunaan yang dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Kegunaan teoritis, penelitian ini diharapkan sebagai satu bahan kajian atau referensi bagi peneliti-peneliti selanjutnya yang berminat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang ilmu komunikasi khususnya dan new media .

2. Kegunaan praktis penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan masukan dan referensi bagi pengguna aplikasi instan media sosial.

(26)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Konsep 1. Tindakan Komunikasi

Komunikasi (dari bahasa Latin “communis”, yang berarti untuk berbagi) adalah kegiatan menyampaikan informasi melalui pertukaran pikiran, pesan, atau informasi yang dapat dinyatakan dalam percakapan secara verbal, visual, sinyal, tulisan, bahkan tindakan tertentu. De Valenzuela dalam Liliweri (2015) mengatakan, “Komunikasi merupakan setiap tindakan dalam seseorang mengalami memberikan (kepada) atau menerima (dari) orang lain informasi tentang keinginan. Kebutuhan, persepsi, pengetahuan, atau perasaan tertentu. Tindakan itu mungkin disengaja atau tidak disengaja, mungkin melibatkan sinyal konvensional atau tidak konvensional, dalam bentuk linguistik atau non linguistik, tindakan itu dapat terjadi melalui mode pengucapan atau cara-cara lainnya”.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu melakukan tindakan komunikasi dengan manusia lainnya. Komunikasi tersebut dilakukan secara langsung dengan cara tatap muka maupun tidak langsung yaitu melalui perantaraan alat atau media. Tindak komunikasi itu sendiri merupakan kegiatan pertukaran informasi antara komunikan dan komunikator, dimana komunikasi bertujuan untuk mencapai kesamaan pengertian, pikiran dan makna akan pesan yang disampaikan. Sehingga

(27)

dapat dikatakan komunikan memiliki tujuan agar audiensnya mengerti apa yang isi makna pada pesan dan memiliki perspektif pemikiran yang sama sehingga dapat terjadi komunikasi yang efektif.

Menurut Harold D. Lasswell dalam Cangara (2014) bahwa cara yang tepat untuk menerangkan suatu tindakan komunikasi ialah menjawab pertanyaan “Siapa yang menyampaikan, apa yang disampaikan, melalui saluran apa, kepada siapa, dan apa pengaruhnya”.

Kesamaan dalam berkomunikasi dapat diibaratkan dua buah lingkaran yang bertindihan satu sama lain. Daerah yang bertindihan itu disebut kerangka pengalaman (filed of experience) yang menunjukan adanya persamaan antara A dan B dalam hal tertentu, misalnya bahasa atau simbol.

A B

Gambar 2. Prinsip Komunikasi Dalam Model Sumber : Cangara (2014)

(28)

Dari gambar di atas, dapat ditarik tiga prinsip dasar komunikasi, yakni:

a. Komunikasi hanya bisa terjadi apabila terdapat pertukaran pengalaman yang sama antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses komunikasi (sharing similar experiences).

b. Jika daerah tumpang tindih (the field experience) menyebar menutupi lingkaran A atau B, menuju terbentuknya satu lingkaran yang sama, makin besar kemungkinannya tercipta suatu proses komunikasi yang mengena (efektif). Tetapi kalau daerah tumpang tindih ini makin mengecil dan menjauhi sentuhan kedua lingkaran, atau cenderung mengisolasi lingkaran masing-masing, komunikasi yang terjadi sangat terbatas, bahkan besar kemungkinannya gagal dalam menciptakan suatu proses komunikasi yang efektif.

c. Kedua lingkaran ini tidak akan saling menutup secara penuh (100%) karena dalam konteks komunikasi antar manusia tidak pernah ada manusia di atas dunia ini yang memiliki perilaku, karakter dan sifat-sifat yang persis sama (100%), sekalipun kedua manusia itu dilahirkan secara kembar.

Sedangkan menurut Theodorson and Theodorson dalam Harun dan Ardianto (2012) mengemukakan bahwa komunikasi adalah penyebaran informasi, ide-ide, sikap-sikap, atau emosi dari seseorang atau kelompok kepada yang lain terutama melalui simbol-simbol.

Selanjutnya Everest M. Rogers dalam Cangara (2014) menyatakan bahwa komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber

(29)

kepada satu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.

Definisi ini kemudian dikembangkan oleh Rogers bersama D.

Lawrence Kincaid dalam Cangara (2014) sehingga melahirkan definisi baru bahwa komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam.

Sebuah definisi komunikasi yang dibuat oleh kelompok sarjana komunikasi dalam Cangara (2014) yang mengkhususkan diri pada studi komunikasi antar manusia menyatakan bahwa komunikasi adalah suatu transakasi, proses simbolik yang menghendaki orang-orang mengatur lingkungannya dengan (1) membangun hubungan antar sesama manusia;

(2) melalui pertukaran informasi; (3) untuk menguatkan konsep dan tingkah laku orang lain; serta (4) berusaha mengubah sikap dan tingkah laku itu.

Dari definisi tadi dapat diurai unsur-unsur komunikasi. Mulai dari pandangan proses komunikasi elektronika Shannon dan Weaver yang kemudian diformulasikan David K. Berlo menjadi “SMCR” yakni Source (pengirim), Message (pesan), Chanel (saluran-media) dan Receiver (penerima). Kemudian Charles Osgood, Gerald Miler dan Melvin L. De Fleur menambahkan unsur efek dan umpan balik (feedback) sebagai pelengkap dalam membangun komunikasi sempurna. Kaitan satu unsur dengan unsur lainnya dijelaskan dalam Cangara (2014) sebagai berikut:

(30)

a. Sumber

Semua peristiwa komunikasi akan melibatkan sumber sebagai pembuat atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antar manusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi bisa juga dalam bentuk kelompok.

b. Pesan

Sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan tata cara tatap muka atau melalui media komunikasi. Isinya bisa berupa ilmu pengetahuan, hiburan, informasi, nasihat atau propaganda.

c. Media

Alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima. Saluran atau media bentuknya bisa dalam komunikasi antarpribadi dimana panca indra dianggap sebagai media komunikasi.

Selain indra manusia juga menggunakan saluran komunikasi seperti telepon, surat, telegram yang digolongkan sebagai media komunikasi antarpribadi.

d. Penerima

Pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber.

Penerima bisa terdiri dari satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelompok, partai atau negara.

e. Pengaruh

(31)

Perbedaan antara apa yang dipikirkan,dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh bisa terjadi pada pengetahuan,sikap dan tingkah laku seseorang.

f. Tanggapan balik

Satu bentuk daripada pengaruh yang berasal dari penerima.

Umpan balik juga bisa berasal dari unsur lain seperti pesan dan media,meski pesan belum sampai pada penerima.

g. Lingkungan

Faktor-faktor tertentu yang dapat memengaruhi jalannya komunikasi. Faktor ini dapat digolongkan atas empat macam, yakni lingkungan fiisik, lingkungan sosial budaya, lingkungan psikologis, dan dimensi waktu.

Lingkungan fisik menunjukkan bahwa suatu proses komunikasi hanya bisa terjadi kalau tidak terdapat rintangan fisik, misalnya geografis.Lingkungan sosial menunjukkan faktor sosial budaya,ekonomi dan politik yang bisa menjadi kendala terjadinya komunikasi, misalnya kesamaan bahasa, kepercayaan, adat istiadat dan status sosial.

Dimensi psikologis adalah pertimbangan kejiwaan yang digunakan dalam berkomunikasi. Misalnya menghindari kritik yang menyinggung perasaan orang lain, menyajikan materi yang sesuai dengan usia khalayak. Dimensi psikologis ini biasa disebut dimensi internal.

Sedangkan dimensi waktu menunjukkan siatuasi yang tepat untuk melakukan kegiatan komunikasi. Banyak proses komunikasi tertunda

(32)

karena pertimbangan waktu, misalnya musim. Namun perlu diketahui karena dimensi waktu maka informasi memiliki nilai.

2. Komunikasi Organisasi

Persepsi mengenai komunikasi organisasi dari beberapa ahli bermacam-macam (Muhammad, 2014) diantaranya:

Persepsi Redding dan Sanborn, mengatakan bahwa komunikasi olrganisasi adalah pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks. Yang termasuk dalam bidang ini adalah komunikasi internal, hubungan manusia, hubungan persatuan pengelola, komunikasi downward (komunikasi dari atasan ke pada bawahan), komunikasi upword atau komunikasi dari bawahan kepada atasan), komunikasi horisontal atau komunikasi dari orang-orang yang sama level/tingkatnya dalam organisasi, keterampilan berkomunikasi dan berbicara, mendengarkan, menulis dan komunikasi evaluasi program.

Persepsi Katz dan Kahn, mengatakan bahwa komunikasi organisasi merupakan arus informasi, pertukaran informasi dan pemindahan artidi dalam suatu organisasi. Menurut Katz dan Kahn organisasi adalah sebagai suatu sistem terbuka yang menerima energi dari lingkungannya dan mengubah energi ini menjadi produk atau servis dari sistem dan mengeluarkan produk atau servis ini kepada lingkungan.

Persepsi Zelko dan Dance mengatakan bahwa komunikasi organisasi adalah suatu sistem yang saling tergantung yang mencakup komunikasi internal dan komunikasi eksternal. Kemudian bersama Lesiker

(33)

mereka menambahkan satu dimensi lagi dari komunikasi organisasi yaitu dimensi komunikasi pribadi diantara sesama anggota organisasi yang berupa pertukaran secara informal mengenai informasi dan perasaan di antara sesama anggota organisasi.

Persepsi Greenbaunm, mengatakan bahwa bidang komunikasi organisasi termasuk arus komunikasi formal dan informal dalam organisasi. Greenbaunm membedakan komunikasi internal dan komunikasi eklsternal dan memandang peranan komunikasi terutama sekali sebagai koordinasi pribadi dan tujuan organisasi dan masalah menggiatkan aktivitas.

Perbedaan mendasar konseptual mengenai komunikasi organisasi ini terlihat dalam fenomena. Down dan Larimer mengemukakan 21 bidang yang diajarkan dalam mata kuliah komunikasi organisasi yaitu komunikasi dari atasan kepada bawahan, komunikasi dari bawahan kepada atasan, teori organisasi, komunikasi horisontal, pembuatan keputusan, komunikasi kelompok kecil, kepemimpinan, teknik penelitian, motivasi, intervieu, perubahan dan inovasi, pengelolaan konflik, pengembangan organisasi, teknik konferensi, teori manajemen, latihan konsultasi, mendengar, kepuasan kerja, berbicara di muka umum, menulis dan latihan yang sensitif (Muhammad, 2014).

R. Wayne dan F. Faules yang dialihbahasakan oleh Mulyana (2005) mengemukakan definisi fungsional komunikasi sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang

(34)

merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi dengan demikian, terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan yang lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan (Ruliana, 2014).

Lanjut menurut Ruliana (2014) menyatakan bahwa unit komunikasi organisasi adalah hubungan antara orang-orang dalam jabatan-jabatan (posisi-posisi) yang berbeda dalam organisasi tersebut. Unit dasar dalam komunikasi organisasi adalah seseorang dalam suatu jabatan. Posisi dalam jabatan menentukan komunikasi dalam jabatan-jabatan.

Komunikasi timbul apabila satu orang menciptakan pesan, lalu yang lain menafsirkan, menjadi sebuah “pertunjukkan” dan menciptakan pesan baru.

Goldhaber dalam Ruliana (2014) juga mengemukakan bahwa komunikasi organisasi dapat didefinisikan dan dipersepsikan dari pelbagai persepektif seperti yang dikemukakan berikut ini :

Tabel 1. Defenisi Komunikasi Orgaisasi menurut Goldhaber

1 Organitation communication occurs within a complex open system which is influenced by and environment, both internal (called culture) and externa.

Komunikasi organisasi terjadi dalam suatu sistem terbuka yang kompleks yang dipengaruhi oleh dan lingkungannya baik internal (disebut budaya) dan eksternal 2 Organizational communication involves

message and their flow, purpose, direction, and media

Komunikasi organisasi melibatkan pesan dan saluran, tujuan, arah dan media

3 Organizational communication involves people and their attitudes, feelings, relationship, and skill

Komunikasi organisasi melibatkan orang- orang dan sikap mereka, perasaan , hubungan dan keterampilan

4 Organizational communication is the processof creating and exchanging messages within a network of interdependent relationship to cope with environmntaluncertainty

Komunikasi organisasi adalah proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam satu jaringan hubungan yang saling tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau selalu berubah-ubah.

(35)

Dari definisi yang dikemukakan oleh Goldhaber terdapat tujuh konsep kunci yang terkandung di dalamnya yaitu proses (process), pesan (Message), jaringan (Network), keadaan saling tergantung (Interdependence), hubungan (Relationship), lingkungan (Environment), Ketidakpastian (Uncertainty).

Dalam proses Komponenen organisasi, ada beberapa komponen yang penting untuk diperhatikan, yaitu jalur komunikasi internal, eksternal, atas- bawah, bawah-atas, horisontal serta jaringan; induksi antara lain orientasi tersembunyi dari para karyawan, kebijakan dan prosedur, serta keuntungan para karyawan; saluran, antara lain orientasi media elektronik (email, internet), media cetak (memo, surat menyurat, bulletin) dan tatap muka; rapat, antara lain briefing, rapat staf, rapat proyek, dan dengar pendapat umum; wawancara, antara lain seleksi, tampilan kerja dan promosi karier (Ruliana, 2014).

Adapun tujuan komunikasi organisasi menurut Liliweri dalam Ruliana (2014) adalah menyatakan pikiran, pandangan, dan pendapat;

membagi informasi; menyatakan perasaan dan emosi dan melakukan koordinasi. Sedang fungsi komunikasi organisasi ada fungsi umum dan fungsi khusus.

Fungsi umum komunikasi organisasi antara lain

1. Berfungsi untuk menyampaikan atau memberikan informasikepada indifidu atau kelompok tentang bagaimana melaksanakan suatu pekerjaan sesuai kompetensinya

(36)

2. Berfungsi untuk menjual gagasan dan ide, pendapat, dan fakta

3. Berfungsi untuk meningkatkan kemampuan para karyawan, agar mereka bisa belajar dari orang lain (internal), belajar tentang apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dikerjakan orang lain tentang apa yang dijual atau yang diceritakan orang lain tentang organisasi

4. Berfungsi untuk menentukan apa dan bagaimana organisasi membagi pekerjaan atau siapa yang menjadi atasan dan siapa yang menjadi bawahan, dan besaran kekuasaaan dan kewenangan serta menentukan bagaimana menangani sejumlah orang, bagaimana memanfaatkan sumber daya manusia, dan mengalokasikan manusia.

Mesin, metode dan teknik dalam organisasi (Ruliana, 2014) Fungsi khusus antara lain

1. Membuat para karyawan melibatkan diri ke dalam isu-isu organisasi lalu menterjemahkannya ke dalam tindakan tertentu di bawah sebuah komando atau perintah.

2. Membuat para karyawan menciptakan dan menangani relasi antar sesama bagi peningkatan produk organisasi

3. Membuat para karyawan memeiliki kemampua untuk menangani dan mengambil keputusan-keputusan dalam suasana yang ambigu dan tidak pasti. (Ruliana, 2014)

Adapun saluran komunikasi organisasi adalah alat yang digunakan oleh komunikator untuk menyebarluaskan atau mendistribusi suatu pesan atau informasi dengan tujuan memperoleh respons atau timbal balik.

(37)

Saluran komunikasi ini terdiri dari saluran interpersonal dan saluran massa. Saluran interpersonal dapat bersifat langsung seperti komunikasi tatap muka dan saluran tidak langsung seperti telepon, sms, BBM, Line, WhatsApp, dan sebagainya.

3. Informasi

Istilah informasi sudah sangat dikenal sejak dua dasawarsa yang lalu. Kata dasar inform bahkan sudah ada sejak abad ke-14 Masehi. Kata atau istilah informasi saat ini sudah sangat dikenal sebagai bagian dari konsepsi yang mewarnainya. Terkait dengan konteks ini, maka informasi pun menjadi berbeda-beda, sebab akan selalu diwarnai oleh sudut pandang penggagasnya,

Informasi adalah apa yang menjadi maksud untuk disampaikan oleh seorang pengirim kepada penerima. Informasi merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi manusia untuk beradaptasi dengan lingkungan kehidupannya. Karena itu, harus ada sejumlah informasi tentang apa yang terjadi di dalam lingkungan atau informasi dari luar yang memengaruhi masyarakat setempat (Liliweri, 2015)

Dalam konteks perundang-undangan, seperti yang dinyatakan dalam pasal 1 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, informasi didefinisikan sebagai “keterangan, pernyataan, gagasan, dan tanda-tanda yang mengandung nilai, makna, dan pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang dapat dilihat, didengar, dan dibaca yang disajikan

(38)

dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik ataupun nonelektronik. (Yusup, 2016)

Istilah informasi berasal dari kata benda Latin purba “informatio”, yang dalam kamus Latin Indonesia (Prent dkk, 1969) berarti tanggapan, gagasan pengertian, pikiran, juga berarti pendidikan, pengajaran, penggemblengan. Secara etismologis, informasi berasal kata kerja

“informare” yang tersususn dari kata “in” dan “forma” , artinya : 1.

Membentuk, merupakan, menjadikan, menyempurnakan; 2. a. Membentuk pengertian, atau gagasan tentang, mengangan-angankan, membagankan, melukiskan; b. Mendidik dengan pengajaran; c. Memberi pengetahuan atau memberikan. Dalam komunikasi antar manusia (human Communication) makna informasi yang kita gunakan adalah menurut pengertian sehari-hari yakni sesuatu yang orang (pihak penerima) peroleh sebagai pengetahuan baginya. Jadi sesuatu yang merupakan pengetahuan yang sebelumnya tidak atau belum diketahui oleh penerima.

(Achmad,1999)

Sementara itu, KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) mencantumkan makna informasi sebaga : 1) penerangan; 2) pemberitahuan; kabar atau berita tentang sesuatu; 3) keseluruhan makna yang menunjang amanat yang terlihat dalam bagian-bagian amanat itu.

Contohnya, informasi jabatan artinya informasi tentang pekerjaan, jabatan, atau karier yang meliputi posisi pekerjaan, fungsi pekerjaan, atau

(39)

uraian tugas, persyaratan untuk memasuki pekerjaan, kondisi pekerjaan dan imbalan yang ditawarkan. Informasi karier artinya pengetahuan tentang karier yang perlu dipertimbangkan, seperti tuntutan karier dan kesempatan yang tersedia atau yang ditawarkan dalam karier. Informasi pekerjaan artinya keterangan yang mengacu kepada jenis pekerjaan, persyaratan pendididkan, dan sifat-sifat pribadi yang dipentingkan pada pekerjaan, prospek masa depan, tempat pekerjaan, dan hal-hal yang berupa keuntungan yang akan diperoleh. Masih dalam sumber yang sama, kata menginformasikan sama dengan memberikan informasi, menerangkan, atau memberitahukan. (Yusup, 2016)

Pengertian Informasi Menurut McLeod dikutip oleh Yakub (2012) bahwa Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Sedangkan Menurut Sutabri (2012) Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

Lanjut menurut Sutabri (2012) Kualitas suatu Informas tergantung dari 3 hal yaitu ; informasi harus akurat (accurate), tepat waktu (timeliness), dan relevan (relevance). a. Akurat (accuracy) Informasi harus bebas dari kesalahan – kesalahan dan tidak menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. b. Tepat waktu (Time Lines) Informasi yang datang kepada penerima tidak boleh terlambat.

Informasi yang sudah usang tidak mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan suatu landasan dalam mengambil sebuah keputusan dimana

(40)

bila pengambilan keputusan terlambat maka akan berakibat fatal untuk organisasi. c. Relevan (relevance) Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk setiap orang berbeda.

Menyampaikan informasi tentang penyebab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan tentunya kurang relevan. Akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.

Sebaliknya informasi mengenai harga pokok produksi disampaikan untuk ahli teknik merupakan informasi yang kurang relevan, tetapi akan sangat relevan untuk seorang akuntan perusahaan. Karakteristik Informasi Menurut Yakub (2012) ; Untuk tiap tiap tingkatan manajemen dengan kegiatan yang berbeda, dibutuhkan informasi dengan karakteristik yang berbeda pula. Karakteristik dari informasi yaitu : 1. Kepadatan Informasi, untuk manajemen tingkat bawah karakteristik informasinya adalah terperinci dan kurang padat, karena digunakan untuk pengendalian operasi. Sedangkan untuk manajemen yang lebih tinggi ntingkatannya, mempunyai karakteristik informasi yang semakin tersaring, lebih ringkas dan padat. 2. Luas Informasi, manajemen tingkat bawah karakteristik informasinya adalah terfokus pada suatu masalah tertentu, karena digunakan oleh manajer bawah yang mempunyai tugas khusus.

Sedangkan untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, mempunyai karakteristik informasi yang semakin luas, karena manajemen atas berhubungan dengan masalah yang luas. 3. Frekuensi Informasi, manajemen tingkat bawah refkuensi informasi yang diterimanya adalah

(41)

rutin, karena digunakan oleh manager bawah yang mempunyai tugas terstruktur dengan pola yang berulang-ulang dari waktu ke waktu.

manajemen yang lebih tinggi tingkatannya frekuensi informasinya adalah tidak rutin, karena manajemen tingkat atas berhubungan dengan pengambilan keputusan tidak terstruktur yang pola dan waktunya tidak jelas. 4. Akses Informasi, level bawah membutuhkan informasi yang periodenya berulang-ulang sehingga dapat disediakan oleh bagian sistem informasi yang memberikan dalam bentuk laporan periodik dengan demikian akses informasi tidak dapat secara online tetapi dapat secara off line.

Sebaliknya untuk level tinggi, periode informasi yang dibutuhkan tidak jelas sehingga manajer-manajer tingkat atas perlu disediakan akses online untuk mengambil informasi kapan pun mereka membutuhkan. 5.

Waktu Informasi, manajemen tingkat bawah, informasi yang dibutuhkan adalah informasi historis, karena digunakan dalam pengendalian operasi yang memeriksa tugas rutin yang sudah terjadi. Untuk manajemen tingkat tinggi waktu informasi lebih ke masa depan berupa informasi prediksi karena digunakan untuk pengambilan keputusan strategik yang menyangkut nilai masa depan. 6. Sumber Informasi, karena manajemen tingkat bawah lebih berfokus pada pengendalian internal perusahaan.

Maka manajer tingkat bawah lebih memerlukan informasi dengan data yang bersumber dari internal perusahaan sendirii. Manajer tingkat atas lebih berorientasi pada masalah perencanaan strategik yang berhubungan

(42)

dengan lingkungan luar perusahaan. Karena itu membutuhkan informasi dengan data yang bersumber pada eksternal perusahaan. Nilai Informasi Menurut Jogiyanto (1999) yang dikutip oleh Yakub (2012) nilai dari informasi (value of information) ditentukan oleh dua hal yaitu, manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.

4. Kinerja

Pengertian perfomance sering diartikan sebagai kinerja, hasil kerja atau prestasi kerja. Kinerja mempunyai makna lebih luas, bukan hanya menyatakan sebagai hasil kerja, tetapi juga bagaimana proses kerja berlangsung. Kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya (Wibowo, 2010).

Adapun Kinerja menurut Amstrong dan Baron yang dikutib Wibowo (2010) dalam buku manajemen kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi. Pengertian kinerja menurut kamus Besar bahasa Indonesia , adalah (1) sesuatu yang dicapai, (2) prestasi yang diperlihatkan dan (3) kemampuan kerja.

Dalam melaksanakan sebuah pekerjaan, seorang karyawan akan berusaha untuk melaksanakan pekerjaannya tersebut dengan sungguh- sungguh agar dapat memberikan hasil yang baik sesuai dengan kemampuan, pengalaman, kesungguhan serta waktu pengerjaan tugas

(43)

yang dibebankan kepadanya. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Hasibuan yang dikutip Ruliana (2014) yang menyatakan bahwa kinerja merupakan suatu hasil kinerja yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan serta waktu. Selanjutnya Lester menjelaskan bahwa kinerja karyawan adalah hasil yang dicapai oleh seseorang dalam melakukan tugasnya dan peranannya dalam organisasi.

Dalam kerangka organisasi terdapat hubungan antara kinerja perorangan (individual Performance) dengan kinerja organisasi (Organization Performance). Suatu organisasi pemerintah maupun swasta besar maupun kecil dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan harus melalui kegiatan-kegiatan yang digerakkan oleh orang atau sekelompok orang yang aktif berperan sebagai pelaku, dengan kata lain tercapainya tujuan organisasi hanya dimungkinkan karena adanya upaya yang dilakukan oleh orang dalam organisasi tersebut.

Kinerja organisasi akan sangat ditentukan oleh unsur pegawainya karena itu dalam mengukur kinerja suatu organisasi sebaiknya diukur dalam tampilan kerja dari pegawainya. terdapat beberapa pengertian dari kinerja yang diungkapkan oleh beberapa pakar berikut ini.

Pengertian kinerja, yang dikemukakan oleh Dharma (1991) yaitu

“Kinerja pegawai adalah sesuatu yang dicapai oleh pegawai, prestasi

(44)

kerja yang diperhatikan oleh pegawai, kemampuan kerja berkaitan dengan penggunaan peralatan kantor”.

Sejalan dengan pengertian tersebut, Mangkunegara (2003) mengatakan bahwa: “Kinerja Karyawan (Prestasi Kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. Sedangkan pengertian Kinerja pegawai menurut Bambang Kusriyanto yang dikutip oleh Pasolong yaitu “Kinerja pegawai adalah hasil kerja perseorangan dalam suatu organisasi”. Adapun pengertian kinerja menurut Stephen Robbins yang diterjemahkan oleh Pasolong: “Kinerja adalah hasil evaluasi terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai dibandingkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya”. (Pasolong,2007) Berdasarkan pengertian kinerja dari beberapa pendapat ahli diatas, dapat ditafsirkan bahwa kinerja pegawai erat kaitannya dengan hasil pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi, hasil pekerjaan tersebut dapat menyangkut kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu. Kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan dan keahlian dalam bekerja, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh semangat kerjanya.

Dalam suatu organisasi, antara karyawan yang satu dengan karyawan yang lainnya mempunyai kinerja yang berbeda menurut Devis dalam Ruliana (2014) perbedaan ini disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor kemampuan (ability) terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan reality (knowledge + skill ) dan faktor Motivasi, motivasi ini

(45)

terbentuk dari sikap (attitude) seorang karyawan dalam menghadapi situasi (situation) kerja.

Pengukuran kinerja menurut Gomes ada tiga kualifikasi penting bagi pengembangan kriteria kinerja yang dapat diukur secara objektif, yaitu : relevancy, menunjukkan tingkat kesesuaian antara kriteria dengan tujuan-tujuan kinerja; reliability menunjukkan tingkat mana kriteria menghasilkan hasil yang konsisten; discrimination yang mengukur tingkat dimana kriteria kinerja dapat memperlihatkan perbedaan-perbedaan dalam tingkat kerja. Sedangkan dilihat dari titik tujuannya acuan penilaiannya, terdapat tiga tipe kriteria pengukuran prestasi yang saling berbeda, yakni : pengukuran kinerja berdasarkan hasil, pengukuran kinerja berdasarkan prilaku dan pengukuran kinerja berdasarkan judgement (Ruliana, 2014)

Bernadin dan Russel dalam Ruliana (2014) menyebutkan enam kriteria primer yang digunakan untuk mengukur kinerja yaitu :

1. Quality , yakni tingkat sejauh mana proses atau hasil pelaksanaan kegiatan mendekati kesempurnaan atau mendekati tujuan yang diharapkan

2. Quality, yakni jumlah yang dihasilkan, misalkan jumlah rupiah, jumlah unit, jumlah siklus, kegiatan yang diselesaikan

3. Timeliness, yakni tingkat sejauh mana suatu kegiatan diselesaikan pada waktu yang dikehendaki dengan memerhatikan koordinasi output lain serta waktu yang tersedia untuk kegiatan lain

(46)

4. Cost effectiviness, yakni tingkat sejauh mana penggunaan daya organisasi (manusia, keuangan teknologi, material) dimaksimalkan untuk mencapai hasil tertinggi atau pengurangan kerugian dari setiap unit penggunaan sumber daya.

5. Need for supersivor, yakni tingkat sejauh mana seorang pejabat dapat melaksanakan suatu fungsi pekerjaan tanpa memrlukan pengawasan seorang untuk mencegahtindakan yang kurang dinginkan

6. Interpersenil inpact, yakni tingkat sejauh mana karyawan/pekerja memelihara harga diri, nama baik dan kerja sama diantara rekan kerja dan bawahan.

Menurut Mitchel dalam Sedamaryanti (2013) mengatakan bahwa kinerja memiliki lima aspek yang dapat dijadikan dasar untuk menilai kinerja seseorang di setiap organisasi, yaitu :

1. Kualitas pekerjaan (quality of work), Kualitas pekerjaan seorang pekerjaan sorang karyawan akan menggambarkan kinerja yang dimilikinya. Bila kualitas kerja yang dihasilkan baik, maka hal itu menunjukkan bahwa karyawan tersebut memiliki kinerja yang baik pula.

2. Ketetapan waktu (promptness) menunjukkan bahwa seorang karyawan yang mampu bekerja dengan tepat sesuai dengan Standard Operating Procedurs (SOP) yang telah ada, didukung dengan kecepatannya dalam menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepadanya, menandakan bahwa tersebut memiliki kinerja yang baik

(47)

3. Inisiatif (initiative), karyawan yang memiliki inisiatif yang tinggi akan melaksanakan setiap tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Ia juga senantiasa aktif dalam menemukan pengetahuan, kreativitas, maupun informasi baru yang dapat menunjang pekerjaannya. Hal ini tentu saja menghasilkan kinerja yang baik dari karyawan yang memiliki inisiatif tinggi tersebut.

4. Kemampuan (capability). Kinerja yang baik dapat diamati dari kemampuan yang dimiliki seorang karyawan. Karyawan dengan kemampuan yang baik akan mampu menyelesaikan pekerjaan yang diberikan termasuk segala permasalahan yang ada dalam pekerjaan tersebut

5. Komunikasi (communication), komunikasi dapat memengaruhi kinerja yang dihasilkan seorang karyawan. Komunikasi yang baik dari seorang karyawan membuatnya mampu berinteraksi dan berkomunikasi baik secara horizontal yaitu dengan rekan sekerja maupunsecara vertikal yaitu dengan atasannya. Ini dapat dijadikan sebagai alat bagi karyawan tersebut untuk meningkatkan kualitas pekerjaan yang dimiliki karyawan tersebut. Segala sesuatu yang dikomunikasikan dengan baik akan menghasilkan kondisi yang baik.

5. WhatsApp Messenger

a. Pengertian dan Sejarah WhatsApp Messenger

WhatsApp Messenger adalah aplikasi pesan telepon pintar lintas platform atau perangkat lunak yang dapat digunakan di beberapa sistem

(48)

operasi berbeda, sehingga memungkinkan untuk bertukar pesan lebih murah dengan paket data internet dibanding menggunakan sistem tarif dari pulsa short message service atau pesan singkat telepon selular biasa.

WhatsApp Messenger memungkinkan penggunanya melakukan percakapan telepon maupun teks secara interaktif hingga berbagi file data teks, foto maupun video.

Sosial media jenis WhatsApp menggunakan paket data internet yang sama digunakan untuk surat elektronik dan berselancar di dunia maya. Aplikasi pesan WhatsApp tersedia untuk telepon pintar iPhone, BlackBerry, Windows Phone, Android, dan Nokia.

WhatsApp Inc didirikan 24 Februari 2009 oleh Brian Acton asal Michigan, Amerika Serikat dan Jan Koum asal Kiev, Ukraina di Santa Clara, Amerika Serikat. Mereka adalah mantan pekerja senior di perusahaan raksasa online Yahoo. Pengalaman bekerja 20 tahun di perusahaan tersebut menginspirasi keduanya menciptakan sebuah aplikasi dengan fungsi pesan sekaligus. Dan pada November 2009 WhatsApp resmi memulai kiprahnya di App Store. Setelah mengunjungi App Store pada Januari 2010, WhatsApp menjalin kerjasama dengan BlackBerry Store dan disusul Android pada bulan Agustus.

Sebagai bagian dari promosi produknya, aplikasi ini diberikan gratis bagi pengguna awalnya secara gratis selama setahun. Periode berikutnya dikenai biaya berlangganan 1 dolar Amerika Serikat setahun untuk menopang operasional dan mendapatkan untung, Caranya melalui kartu kredit. Tetapi pada 1 Februari 2016 saat penggunanya menjelang 1

(49)

milyar, WhatsApp mengumumkan bahwa aplikasinya kini dapat diperoleh secara cuma-cuma alias gratis. Fenomena seiring antusias masyarakat dunia yang tinggi akan aplikasi WhatsApp menyebabkan perusahaan jejaring sosial raksasa Facebook di bawah kepemimpinan Mark Zuckerberg, berani membeli perusahaan ini pada 6 Oktober 2014 dengan nilai 22 milyar dolar Amerika Serikat.

Selanjutnya untuk meraih untung WhatsApp tidak akan menampilkan iklan dari pihak ketiga, melainkan akan menempuh cara- cara yang memungkinkan individu pengguna WhatsApp untuk berkomunikasi bisnis maupun organisasi yang diinginkan. Contoh berkomunikasi dengan pihak bank untuk mengetahui tentang keabsahan sebuah transaksi terakhir adalah penipuan atau tidak. Ataukah dengan pihak maskapai penerbangan terkait penundaan jadwal penerbangan.

Sebab selama ini individu mendapatkan pesan-pesan ini dari media lain seperti pesan singkat atau short message service dan panggilan telepon.

Atas dasar ini sehingga WhatsApp menguji cara baru untuk menjadikannya lebih mudah dilakukan lewat aplikasinya.

b. Menggunakan Aplikasi dan Fitur WhatsApp Messenger Sebelum menggunakan WhatsApp anda harus memasang perangkat atau menginstall WhatsApp dengan cara sebagai berikut:

1. Unduh atau download aplikasi tersebut dari layanan konten digital yang menyediakan aplikasi android.

2. Install aplikasi tersebut ke smartphone

(50)

3. Daftarkan nomor telepon Anda tanpa menggunakan 0 atau format internasional. Karena WhatsApp akan menggunakan nomor telepon Anda untuk mendaftar Anda dalam database-nya.

4. Aplikasi kemudian akan mengirimkan kode konfirmasi lewat pesan singkat atau short message service yang mengharuskan Anda untuk mengisikan kode konfirmasi tersebut ke langkah selanjutnya.

Setelah Anda mengkonfirmasi nomor telepon Anda, Anda siap untuk menggunakannya.

5. Aplikasi WhatsApp akan secara otomatis mendata buku telepon atau phonebook untuk menunjukkan siapa-siapa saja yang sudah menggunakan WhatsApp. Untuk mengetahui siapa saja yang sudah masuk ke daftar, tekan pada tab contact. Mereka yang menggunakan WhatsApp akan memiliki status disamping nama mereka.

6. Mulailah perbincangan dengan teman-teman Anda yang menggunakan WhatsApp dengan mengklik nama tersebut.

7. Anda dapat juga mengundang teman Anda untuk menggunakan WhatsApp aplikasi dengan menggunakan “Invite Friends”

WhatsApp dapat digunakan untuk pengguna Apple iOS,BlackBerry, Android, Symbian, Nokia Series 40 dan Windows Phone. Aplikasi WhatsApp hanya dapat bekerja untuk sesama pengguna yang memiliki aplikasi WhatsApp. Aplikasi WhatsApp ini dapat diunduh secara gratis melalui layanan konten digital aplikasi android.

(51)

Namun pada 26 Februari 2016, WhatsApp merilis bahwa pihaknya sebelum akhir tahun 2016 tidak akan lagi menggunakan sistem operasi atau platform pendukungnya antara lain Nokia S40, Nokia Symbian S60, Windows Phone 7.1, Android 2.1 -2.2 dan BlackBerry termasuk BlackBerry 10. Platform-platform ini diyakini tidak menawarkan kemampuan yang WhatsApp perlukan untuk mengembangkan fitur-fitur aplikasinya di masa mendatang. Jika menggunakan salah satu perangkat seluler ini, WhatsApp merekomendasikan untuk meningkatkan ke Android OS 2.3 atau versi lebih baru, iPhone 3GS atau iOS 6.1.6 atau versi lebih baru, atau Windows Phone 8 atau versi lebih baru untuk terus menggunakan WhatsApp.

Setelah memiliki salah satu perangkat ini, cukup pasang WhatsApp dan verifikasikan nomor telepon pada perangkat baru tersebut untuk terus menggunakan WhatsApp. Perlu diperhatikan bahwa WhatsApp hanya dapat diaktifkan dengan satu nomor telepon pada satu perangkat dalam satu waktu. Dan saat ini tidak ada opsi untuk mengirim riwayat chatting pengguna antar platform. Akan tetapi WhatsApp menyediakan opsi untuk mengirim riwayat chatting pengguna yang dilampirkan ke dalam email.

WhatsApp sangat memanjakan penggunanya dengan meluncurkan aplikasi WhatsApp Web pada 22 Januari 2015. Aplikasi ini memfasilitasi WhatsApp untuk pengguna berbasis komputer atau personal computer.

Layaknya WhatsApp berbasis telepon selular, fitur ini membutuhkan koneksi internet sebagai jalur penyampaikan informasi. WhatsApp bekerja

(52)

melalui portal online yang disediakan oleh pengembang yang beralamat di www.web.whatsapp.com. WhatsApp web pada prinsipnya berfungsi untuk membuka akun WhatsApp melalui perangkat komputer. Fitur ini pada periode awal lebih mudah digunakan melalui aplikasi Chrome yang dikembangkan oleh Google. Sinkronisasi dibutuhkan untuk membuka akun WhatsApp melalui web ini. Pengembang menyediakan barcode atau kumpulan data optik yang dibaca mesin pemindai melalui aplikasi WhatsApp mobile. Pemindaian akan secara langsung membuka aplikasi Whatsapp sesuai dengan akun yang berfungsi pada telepon genggam yang digunakan untuk pemindaian.

Percakapan yang terdapat pada aplikasi WhatsApp di telepon seluler akan turut disajikan pada versi web ini. Sinkronisasi akan dilakukan secara otomatis apabila terjadi perubahan pada salah satu aplikasi yang aktif. WhatsApp mengandalkan koneksi internet melalui jaringan GPRS/EDGE/3G/4G atau wifi untuk menjalankannya.

WhatsApp dapat mengirim file-file seperti :

1. Foto. Berupa pesan gambar tidak bergerak yang direkam dapat diperoleh langsung dari dari kamera, file manager dan media galeri.

2. Video. Berupa pesan gambar bergerakyang direkam dapat langsung dari video kamera, file manager dan media galeri.

3. Audio. Berupa pesan suara yang direkam dapat langsung dari audio,file manager atau musik galeri.

(53)

4. Location. Berupa pesan keberadaan pengguna di suatu tempat dengan bantuan fasilitas Google Maps. Pesan ini memungkinkan penggunanya menjelaskan tempat ia berada dengan pengguna lain.

5. Contact. Dapat mengirim detail nomor kontak dari buku telpon atau phonebook.

Fitur lain yang terdapat di WhatsApp adalah:

1. View Contact: dapat melihat daftar nama kontak dibuku telepon.

2. Avatar : dapat mengganti avatar atau tampilan profil secara manual.

WhatsApp akan mengambil data avatar dari profile phonebook.

Apabila menggunakan sinkronisasi Facebook dengan phonebook, maka avatar yang muncul adalah avatar Facebook.

3. Add conversation shortcut : dapat juga menambahkan shortcut conversation ke homescreen.

4. Email Conversation : menu ini bisa menyimpan percakapan pengguna dan mengirimkannya lewat email.

5. Grup Chat : penggunanya bisa membuat kelompok atau grup percakapan. Kemampuannya kini ditingkatkan hingga tiap grup kini mencapai 256 anggota.

6. Copy/Paste : Setiap kalimat perbincangan juga dapat digandakan ataucopy, disebarkan atau forward dan dihapus atau delete dengan menekan dan menahan kalimat tersebut dilayar.

(54)

7. Emoji: Untuk menambahkan serunya perbincangan, tidak hanya menggunakan bahasa teks tapi juga dengan bahasa gambar sesuai ikon-ikon yang pengguna tampilkan sebagai pesan.

Gambar 3. Ikon Emoji

8. Search : fitur dasar setiap Instan Messaging, Anda dapat mencari daftar contact melalui fitur ini.

9. WhatsApp Call : karena verifikasi WhatsApp sama dengan nomor telepon selular pengguna lainnya. Penggunanya dapat melakukan panggilan langsung dari aplikasi WhatsApp ini dengan koneksi internet atau data.

10. Block: digunakan untuk memblok kontak tertentu.

11. Status : seperti kebanyakan fitur Instan Messaging, status juga hadir di WhatsApp. Namun tidak seperti BlackBerry Messenger yang menampilkan kondisi terbaru atau update setiap ada perubahan status dari teman, WhatsApp hanya menampilkan status dibawah nama teman, mirip dengan di Yahoo Messenger. Anda pun dapat mengganti status yang sudah tersedia di WhatsApp seperti available, busy, at school dan lain-lain.

Referensi

Dokumen terkait

• Adanya pemahaman yang memadai atas informasi laporan proyek pada pimpinan, bagian program dan pihak yang terkait. • Informasi keuangan secara berkala dan

Gambar 3 Jenis informasi public terkait program perbaikan kondisi mangrove yang dijumpai di kawasan mangrove selama kegiatan survey di Desa Dambalo, Kecamatan Tomilito,

Hambatan lain yang menjadi masalah dalam pengelolaan informasi di Sub Bagian Bina Program Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis adalah terbatasnya anggaran keuangan untuk

1) Menyusun program kegiatan sub bagian hukum, informasi dan penanganan pengaduan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sumber data yang

1) Melakukan penyusunan rencana kegiatan Sub Bagian Analisis Informasi berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi kebijakan tentang perencanaan program dan kegiatan SETDA

Dalam proses penyusunan laporan keuangan dengan memanfaatkan sistem jaringan Local Area Network (LAN), semua bagian yang menjadi anggota sistem jaringan bisa mengakses

Kepala Sub Bagian Perencanaan, Teknologi Informasi dan Pelaporan menyerahkan Program Kerja, Kegiatan, Jadwal Pelaksanaan serta Anggaran yang telah disusun kepada Sekretaris

hambatan-hambatan guna mencapai efektivitas penggunaan informasi dalam proses perencanaan di Sub Bagian Bina Program Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, khususnya yang menyangkut: