TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan (finansial management), atau dalam literatur lain disebut pembelanjaan adalah segala aktifitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola asset sesuai tujuan perusahaan secara menyeluruh dengan kata lain manajemen keuangan merupakan manajemen (pengelolaan) bagaimana memperoleh asset, mendanai asset dan mengelola asset untuk mencapai tujuan perusahaan (Martono dan Agus Harjito:2010:4-5). Dari defenisi tersebut ada 3 fungsi utama dalam manajemen keuangan yaitu :
1. Keputusan Investasi (Investment Decision)
Investasi diartikan sebagai penanaman modal perusahaan yang dapat dilakukan pada aktiva riil ataupun aktiva finansial.Aktiva riil merupakan aktiva yang bersifat fisik atau dapat dilihat jelas secara fisik, misalnya persediaan barang, gedung, tanah dan bangunan. Sedangkan aktiva finansial merupakan aktiva berupa surat-surat berharga seperti saham dan obligasi. Aktiva-aktiva yang dimiliki perusahaan akan digunakan dalam operasinya untuk mencapai tujuan perusahaan. Kemampuan perusahaan mengelola aktiva tersebut sangat menentukan perusahaan memperoleh laba yang diinginkan.
Keputusan investasi merupakan keputusan terhadap aktiva apa yang akan dikelola oleh perusahaan hal ini karena keputusan investasi ini berpengaruh secara langsung terhadap besarnya rentabilitas investasi dan aliran kas
6
1 7
perusahaan untuk waktu-waktu yang akan datang. Rentabilitas investasi (return on investment) merupakan kemampuan perusahaan memperoleh laba yang
dihasilkan dari suatu investasi.
Keputusan investasi yang dilakukan perusahaan dilakukan dengan beberapa langkah. Pertama, manajer keuangan perlu menetapkan berapa berapa asset secara keseluruhan (total asset) yang diperlukan dalam perusahaan. Kedua, dari asset yang diperlukan perlu ditetapkan komposisi dari asset-asset tersebut yaitu berapa jumlah aktiva lancar (current asset) dan berapa jumlah aktiva tetap (fixed asset). Ketiga, untuk mencapai pemanfaatan asset secara optimal maka asset-asset yang tidak ekonomis lagi perlu dikurangi, dihilangkan atau diganti dengan asset yang baru.
2. Keputusan pendanaan (Financing Decision)
Keputusan pendanaan menyangkut beberapa hal. Pertama, keputusan mengenai penetapan sumber dana yang diperlukan untuk membiayai investasi dapat berapa hutang jangka pendek, jangka panjang,dan modal sendiri. Kedua, penetapan tentang perimbangan pembelanjaan yang terbaik atau sering disebut struktur modal optimum. Struktur modal optimum merupakan perimbangan hutang jangka panjang dan modal sendiri dengan biaya modal rata-rata minimal.
Biaya modal yang muncul berkaitan dengan pendanaan adalah biaya bunga untuk dana yang berasal dari hutang deviden yang berasal dari saham atau modal sendiri. Biaya modal berupa bunga lebih mudah ditetapkan karena sifatnya akan selama umur hutang (obligasi). Sedangkan penentuan tentang
1 8
deviden yang dibayarkan kepada pemegang saham memerlukan kebijakan (Policy) tersendiri. Kebijakan deviden (Deviden Policy) harus dianggap
sebagai bagian terpadu dari rasio antara deviden yang dibayarkan dibanding laba yang diperoleh. Semakin besar laba ditahan berarti semakin kecil dana yang tersedia untuk pembayaran deviden. Sebaliknya, semakin kecil laba yang ditahan maka semakin besar laba yang dibagi untuk pembayaran deviden.
3. Keputusan Pengelolaan Aktiva (Asset Management Decision)
Apabila asset telah diperoleh dengan pendanaan yang tepat, maka asset-asset tersebut memerlukan pengelolaan yang efisien. Manajer keuangan bersama manajer-manajer lain diperusahaan bertanggung jawab terhadap berbagai tingkatan operasi dari asset-asset yang ada. Pengalokasian dana yang digunakan untuk pengaduan dan pemanfaatan asset menjadi tanggung jawab manajer keuangan yang dituntut lebih memperhatikan pengelolaan aktiva lancar dari pada aktiva tetap.
Menurut Birgham dan Houston (2009:6-7) Manajemen keuangan adalah bidang yang terluas dari ketiga bidang yang telah disebutkan sebelumnya, dan yang paling banyak memiliki peluang pekerjaan. Manajemen keuangan memiliki arti penting di semua jenis bisnis, termaksud perbankan dan institusi-institusi keuangan lainnya, sekaligus juga perusahaan-perusahaan industri dan ritel. Manajemen keuangan juga penting pula artinya didalam operasi-operasi pemerintahan mulai dari sekolah sampai rumah sakit hingga departemen jalan raya.
1 9 B. Definisi Lembaga Bank
Dana masyarakat yang disimpan dalam bank sebagaimana diketahui merupakan sumber dana yang dominan dan paling diandalkan bank dalam melangsungkan kegiatan usahanya. Dalam kehidupan sehari-hari hampir semua orang tahu apa yang disebut bank dan orang-orang dapat menunjukan mana bukan bank dan mana yang merupakan bank. Namun demikan patut diketahui definisi baku mengenai bank dari beberapa sumber.
Undang-Undang Pokok Perbankan No. 7/1992 pasal 1 ayat 3 (1992,hal.
6) sebagai berikut : “ Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak”.
Menurut O.P Simorangkir (2000, hal 92), bahwa : “ Bank merupakan salah satu badan usaha lembaga keuangan yang bertujuan memberikan kredit dan jasa-jasa, adapun pemberian kredit itu dilakukan dengan jalan memperedarkan alat-alat pembayaran bank berupa uang giral ”.
Undang-Undang Pokok Perbankan No. 10/1998 pasal 1 ayat 2 (1998,hal.
6), pengartian bank yaitu : “ Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dana menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”.
Sebagai lembaga keuangan, bank memiliki usaha pokok berupa menghimpun dana yang sementara tak dipergunakan untuk kemudian menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat untuk jangka waktu
10 1
tertentu. Fungsi untuk mencari dan selanjutnya menghimpun dana dalam bentuk simpanan (deposito) turut mempengaruhi pertumbuhan suatu bank, sebab volume dana yang berhasil dihimpun atau di simpan tentunya akan menentukan pula volume dana yang dikembangkan oleh bank tersebut dalam bentuk penanaman dana yang menghasilkan.
Undang-undang no.10/1998 pasal 1 ayat 5 (1998,hal. 6) yang memberikan pengertian simpanan pada bank adalah sebagai berikut: “ simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat kepada bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito,tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu”.
Uang tunai yang dimiliki ataupun dikuasai bank tidaklah berasal dan uang milik bank itu sendiri, tetapi juga berasal dari uang orang lain, pihak lain yang
“dititipkan”. Pada bank dan sewaktu-waktu atau pada saat tertentu akan diambilnya baik sekaligus maupun berangsur-angsur. Sumber dana bagi bank ada tiga yaitu :
1. Dana dari modal sendiri (dana pihak I), yaitu dana dari modal bank itu sendiri yang berasal dari pemegang saham.
2. Dana dari pihak luar (dana dari pihak II), yaitu dana pinjaman dari lembaga keuangan baik berbentuk bank maupun non bank.
11 1 3. Dana dari masyarakat (dana pihak III).
Dana-dana dari masyarakat yang disimpan dalam bank adalah merupakan sumber dana terbesar yang diandalkan bank dan terbagi tiga jenis yaitu :
a. Giro (demand deposits) b. Deposito (time deposits) c. Tabungan (saving)
Giro (demand deposits) adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan mempergunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindah bukuan (bilyet giro).
Deposito (time deposits) atau simpanan berjangka pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut perjanjian antara pihak ketiga pada bank yang bersangkutan. Jangka waktu tertentu misalnya 1, 3, 6, 12 bulan. Untuk simpanan uang bentuk ini biasanya bank membayar bunga yang umumnya lebih tinggi dibandingkan jenis simpanan lain kepada pemilik uang karena bank merasa dapat menggunakan uang tersebut dalam usahanya tanpa khawatir setiap saat akan diambil pemiliknya. Dengan adanya jangka waktu tetentu sehingga dana itu mengendap di bank, maka bank mempunyai waktu yang cukup lama untuk menggunakan dana deposito guna pemberian kredit atau investasi lain jangka pendek yang menghasilkan. Kepastian dana tersebut dapat dipergunakan oleh bank adalah karena ada jangka waktu tertentu yang meyakinkan bahwa dana itu tidak akan ditarik kecuali jatuh tempo.
12 1
Tabungan (saving) adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu.