• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Operasional dan Metode Pengukuran Operasional

METODE PENELITIAN

4.5. Definisi Operasional dan Metode Pengukuran Operasional

Berdasarkan pendapat Singarimbun (2000: 45) definisi operasional adalah

unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variabel.

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi variabel independen (bebas)

dan variabel dependen (terikat).

1. Variabel independen (bebas), yaitu variabel yang dapat mempengaruhi variabel

lain. Yang termasuk variabel independen dalam penelitian ini adalah sebagai

a. Variabel aspek keuangan (X.1), terdiri dari beberapa variabel yakni:

1. Return on Equity (ROE) (X1.1)

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal

sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi seluruh pemegang saham,

baik saham biasa maupun saham preferen. ROE dapat dihitung dengan

rumus:

ROE = Laba setelah Pajak X 100% Modal Sendiri

2. Return on Investment (ROI) (X1.2)

ROI adalah sejumlah uang yang diperoleh investor sebagai keuntungan

alam investasi. ROI biasanya ditunjukkan sebagai persentase investasi total

tahunan. ROI dapat dihitung dengan rumus rumus:

ROI = EBIT + Penyusutan X 100% Capital Employed

3. Rasio Kas (X1.3)

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan

dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia dan

yang disimpan di Bank. Rasio Kas (Cash Ratio) dapat dihitung dengan

rumus yaitu:

Rasio Kas = Kas + Bank + Surat Berharga J. Pendek X 100%

4. Rasio Lancar (X1.4)

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan

dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan

aktiva lancar yang dimiliki, Rasio Lancar (Current Ratio) dapat dihitung

dengan rumus:

Rasio Lancar = Aktiva Lancar X 100% Hutang Lancar

5. Collection Period (X1.5)

Collection Period digunakan untuk mengukur periode rata-rata yang

diperlukan untuk mengumpulkan piutang (dalam satuan hari). Jika

menghasilkan angka yang semakin kecil menunjukan hasil yang semakin

baik. Collection period dapat dihitung dengan rumus:

C P = Total Piutang Usaha X 365 hari Total Pendapatan Usaha

6. Perputaran Persediaan

Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) digunakan untuk mengukur

kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan yang berputar pada

suatu periode tertentu, atau likuiditas dari persediaan dan tendensi adanya

overstock”. Rumusnya sebagai berikut:

P P = Total Persediaan X 365 hari Total Pendapatan Usaha

7. Perputaran Total Aset (TATO) (X1.7)

Perputaran total aset (Assets Turnover) digunakan untuk mengukur

kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva yang berputar

pada suatu periode atau kemampuan modal yang diinvestasikan untuk

menghasilkan “revenue”. Rumusnya sebagai berikut:

TATO = Total Pendapatan X 100% Capital Employed

8. Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aktiva (TM terhadap TA)

Rasio Modal sendiri terhadap total aktiva (TM terhadap TA) dipergunakan

untuk mengukur likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja (netto).

Rumusnya sebagai berikut:

TMS terhadap TA = Total Modal Sendiri X 100% Total Asset

b. Variabel aspek operasional (X.2), terdiri dari beberapa variabel yakni:

1. Produktivitas (Kg/Ha) (X2.1)

Produktivitas adalah kemampuan tanaman untuk menghasilkan komoditi

per luas areal, dan biasanya diukur dengan Kilogram/Hektar.

2. Produksi Hasil Jadi (Kg) (X2.2)

Produksi hasil jadi Kemampuan tanaman untuk mengeluarkan hasil jadi,

3. Biaya Tanaman (Rp/Kg) (X2.3)

Biaya tanaman adalah biaya yang langsung dikeluarkan sehubungan

dengan tanaman. Biaya tanaman bisa berupa gaji/tunjangan karyawan

tanaman, pemeliharaan tanaman, pupuk, biaya panen dan pengumpulan dan

biaya pengangkutan tanaman ke pabrik. Biaya tanaman diukur dengan

Rupiah/Kilogram.

4. Biaya Pengolahan (Rp/Kg) (X2.4)

Biaya pengolahan adalah biaya yang dikeluarkan sehubungan proses

produksi komoditi mentah menjadi hasil barang jadi/setengah jadi. Biaya

pengolahan dapat berupa gaji/tunjangan karyawan pabrik, biaya penyusutan

pabrik, biaya pengolahan, biaya pemeliharaan mesin dan instalasi, biaya

pengepakan maupun biaya ansuransi pabrik. Biaya pengolahan dapat

diukur dengan Rupiah/Kilogram.

5. Biaya Umum (Rp/Kg) (X2.5)

Biaya umum adalah biaya yang dikeluarkan secara tidak langsung dalam

proses produksi tanaman. Biaya umum dapat berupa gaji/tunjangan

karyawan, biaya pemeliharaan bangunan perusahaan, biaya pemeliharaan

inventaris kecil, pajak dan sewa tanah, biaya keamanan, biaya penerangan,

biaya persediaan air. Biaya umum diukur dengan Rupiah/Kilogram.

c. Variabel aspek administrasi (X3), terdiri dari beberapa variabel yakni:

1. Laporan Perhitungan Tahunan (X3.1)

disampaikan kebun/unit berupa PB-71/LM tahunan sebelum/sesudah audit.

2. Rancangan RKAP (X3.2)

Rancangan RKAP adalah anggaran sampai dengan 1 tahun yang

disampaikan oleh kebun/unit kebun.

3. Laporan Periodik (X3.3)

Laporan Periodik adalah laporan PB-71/LM bulanan/triwulan/semester

yang disampaikan oleh kebun/unit.

4. Kinerja PKBL (X3.4)

Kinerja PKBL adalah laporan kinerja dari Program Kerja Bina Lingkungan

yang ada di kebun/unit selama 1 tahun.

2. Variabel dependen (Y)

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat kesehatan perusahaan

yang diperoleh dari hasil kinerja perusahaan dari segi keuangan, operasional

dan administrasi yang mengacu kepada tingkat Kinerja berdasarkan SK.

Menteri BUMN No. Kep-100/MBU/2002.

Berdasarkan uraian di atas maka dapat disusun operasionalisasi variabel yang

terdapat pada Tabel 4.1 sebagai berikut:

Tabel 4.1. Operasionalisasi Variabel

Jenis Variabel Definisi Variabel Parameter Skala

Return on Equity

(ROE) (X1.1)

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi seluruh pemegang saham.

Membandingkan laba setelah pajak dibagi modal sendiri

Rasio

Return on Investment

(ROI) (X1.2)

Merupakan sejumlah uang yang diperoleh investor sebagai keuntungan dalam investasi.

Membandingkan EBIT ditambah Penyusutan dibagi Capital Employed

Rasio

Cash Ratio (X1.3) Merupakan Rasio yang digunakan

untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia dan yang disimpan di Bank.

Membandingkan Kas ditambah Bank ditambah Surat Berharga Jangka Pendek dibagi Hutang Lancar

Rasio

Rasio Lancar (X1.4) Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki.

Membandingkan Aktiva Lancar dengan Hutang Lancar

Rasio

Collection Period

(X1.6)

Digunakan untuk mengukur periode rata-rata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang (dalam satuan hari).

Membandingkan Total Persediaan dengan total pendapatan usaha dikalikan 365 hari

Rasio

Inventory Turnover

(X1.7)

Digunakan untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan yang berputar pada suatu periode tertentu, atau likuiditas dari persediaan dan tendensi adanya

overstock”.

Membandingkan total persediaan dengan Total Pendapatan Usaha

Rasio

Perputaran Total Aset (X1.8)

Perputaran total aset (Assets Turnover) digunakan untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva yang berputar pada suatu periode atau kemampuan modal yang diinvesasikan untuk menghasilkan

revenue”.

Membandingkan total pendapatan usaha

dengan Capital Empolyed

Rasio

Produktivitas (Kg/Ha) (X2.1)

Produktivitas adalah kemampuan tanaman untuk menghasilkan komodit per luas areal.

Membagi produksi komoditi dengan luas areal komoditi tersebut

Rasio

Produksi Hasil Jadi (X2.2)

Kemapuan tanaman untuk menghasilkan hasil jadi.

Produksi hasil jadi dalam kilogram

Rasio Biaya Tanaman (X2.3) Biaya yang langsung dikeluarkan

sehubungan dengan operasional

Biaya tanaman dibandingkan dengan

tanaman. produksi jadi kilogram Biaya Pengolahan

(X2.4)

Biaya yang dikeluarkan sehubungan proses produksi komoditi mentah menjadi hasil barang jadi/setengah jadi.

Seluruh biaya pengolahan dibandingkan produksi hasil jadi

Rasio

Biaya Umum (X2.5) Biaya yang dikeluarkan secara tidak langsung dalam proses produksi tanaman.

Biaya umum dibandingkan produksi hasil jadi

Rasio

Laporan Perhitungan Tahunan (X3.1)

Laporan kebun/unit tahunan yangdisampaikan kebun/unit berupa PB-71/LM tahunan sebelum/sesudah Audit. Penyampaian tepat waktu Nominal Rancangan RKAP (X3.2)

Anggaran sampai dengan 1 tahun yang disampaikan oleh kebun/unit kebun. Penyampaian tepat waktu Nominal Laporan Periodik (X3.3) Laporan PB-71/LM bulanan/ triwulan/semester yang disampaikan oleh kebun/unit.

Penyampaian tepat waktu

Nominal

Kinerja PKBL (X3.4) Laporan kinerja dari Program Kerja Bina Lingkungan yang ada di kebun/unit selama 1 tahun.

Penyampaian tepat waktu

Nominal

Tingkat Kesehatan (Y) Kesehatan keuangan, operasional dan administrasi perusahaan.

Penggolongan berdasarkan skor

Nominal

Untuk menentukan tingkat pengaruh antara variabel independen dengan variabel

dependen, digunakan model analisis dalam bentuk regresi logistik sebagai berikut:

Y=â0 + â1 X1 + â2 X2 + â3 X3 + e

Di mana:

Y = Tingkat kesehatan perusahaan, merupakan variabel dependen yang diukur

berdasarkan penjumlahan skor

X1= Aspek keuangan, merupakan variabel independen yang diukur berdasarkan

penjumlahan skor aspek keuangan.

penjumlahan skor aspek operasional.

X3= Aspek administrasi, merupakan variabel independen yang diukur berdasarkan

penjumlahan skor aspek administrasi.

â0= Konstanta

e = error

Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen diuji dengan

tingkat kepercayaan (convident interval) 95% atau signifikan level (á) sama dengan

5%. Untuk mengidentifikasi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat

digunakan persamaan regresi logistik (logistic regression). Variabel terikat

(dependent variable) dalam penelitian ini adalah tingkat kesehatan perusahaan dan

sebagai variabel bebas (independent variable) adalah aspek keuangan, aspek

operasional dan aspek administrasi.

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Metode

Ordinary Least Square (OLS). Hal ini digunakan untuk melihat elastisitas variabel

independen terhadap variabel dependen penelitian ini. Sebagai alat analisis untuk

mengolah data adalah dengan menggunakan program SPSS ver 18.0.

Metode ini banyak digunakan karena:

1. Pengestimasian parameter dengan menggunakan metode ini akan menghasilkan

parameter yang bersifat optimum.

2. Perhitungan dengan menggunakan metode ini cukup mudah jika dibandingkan

dengan metode ekonometrika yang lain.

ekonomi dan banyak menghasilkan keputusan ekonomi yang baik. Dengan

demikian metode ini banyak digunakan pada waktu mengestimasi hubungan

dalam metode Ekonometrika.

4. Teknik-teknik dalam metode kuadrat terkecil sangat mudah dipahami.

5. Metode kuadrat Terkecil adalah komponen yang penting dalam ekonometrika.

Untuk menguji pengaruh secara simultan menggunakan Statistik uji Uji Hosmer

dan Lemeshow, sedangkan untuk menguji secara parsial menggunakan uji Wald.

Untuk melihat besarnya pengaruh variabel independen terhadap dependen

menggunakan koefisien uji Cox & Snell R yang memiliki analogi sama dengan

R-square pada regresi linier.

Dokumen terkait