METODE PENELITIAN
3.4 Definisi Operasional dan Pengukuran
• Menyajikan informasi Corporate Social Responsibility dalam laporan
tahunan sebagai salah satu akibat penerapan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Berdasarkan kriteria tersebut didapat sampel perusahaan pertambangan sebanyak 32 perusahaan dari 39 perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI dalam satu tahun penelitian.
3.3 Sumber dan Metode Pengumpulan Data
Data yang digunakan adalah data eksternal. Data eksternal adalah data yang dicari secara manual dengan cara mendapatkannya dari luar perusahaan. Sumber data dari penelitian ini adalah website Bursa Efek Indonesia,
dipublikasi.
Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan mengunduh data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan tahunan (annual report) yang dipublikasikan oleh perusahaan selama tahun 2013 yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui websit saham dari Yahoo Finance melalui website finance.yahoo.com
3.4 Definisi Operasional dan Pengukuran
..
Sugiyono (2007), variabel merupakan apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi, untuk kemudian ditarik suatu kesimpulan. Variabel penelitian yang akan digunakan di dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen dan variabel dependen.
36 3.4.1 Variabel Independen
Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau variabel yang akan menyebabkan perubahan atau timbulnya variabel dependen ( Sugiyono, 2012). Adapun variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah
1. Pengungkapan Corporate Social Responsibily (X1)
Instrumen pengukuran CSR yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada instrumen yang digunakan oleh Sembiring (2005), yang membagi informasi CSR ke dalam empat kategori, yaitu Lingkungan dan Energi, Tenaga Kerja, Produk dan Konsumen, serta Keterlibatan masyarakat dan umum dengan total item sebanyak 78 item untuk industri pertambangan (Lampiran 2).
Pendekatan yang digunakan dalam menghitung CSRI adalah pendekatan dikotomi yaitu untuk setiap item CSR dalam instrumen penelitian yang disajikan oleh perusahaan diberi nilai 1 dan jika tidak diungkapkan diberi nilai 0.Selanjutnya, skor dari setiap item ditotalkan untuk memperoleh jumlah keseluruhan skor untuk masing-masing perusahaan (Haniffa et al, 2005 dalam Sayekti dan Wondabio, 2007).
Rumus penghitungan CSRI (Sayekti dan Wondabio, 2008) adalah : Keterangan :
����� =∑X ij
�
37 X ij = Jumlah item/indikator yang diungkapkan perusahaan j
n = Total item/indikator pengungkapan 2. Firm Size (X2)
Firm size merupakan suatu ukuran yang menunjukkan besar kecilnya perusahaan diukur dari total aktiva. Pengukuran atas variabel ukuran perusahaan dilakukan berdasarkan natural logaritma dari total aset perusahaan (Collins dan Khotari, 1989).
3. Struktur Modal (X3)
Struktur Modal adalah perbandingan antara total kewajiban perusahaan dengan total aktiva perusahaan. Struktur modal diukur dari perbandingan antara total kewajiban dan total aktiva (Dhaliwal dan Fargher, 1991) . Keterangan :
��������������� = TU �� TA �� TU �� = Total utang perusahaan i pada tahun t TA �� = Total aktiva perusahaan i pada tahun t 3.4.2 Variabel Dependen
Variabel terikat (dependen variable) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono,2012). Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Earning Response Coefficient
(ERC). ERC merupakan koefisien yang diperoleh dari regresi antara proksi harga saham dan laba akuntansi (Scoot, 2003). Proksi harga saham yang digunakan adalah Cumulative Abnormal Return (CAR), sedangkan proksilaba akuntansi adalah Unexpected Earning (UE) (Scoot, 2003). Berdasarkan definisi diatas
38 Earnings Response Coefficients (ERC) dapat dirumuskan sebagai berikut (Chaney dan Jeter, 1991) :
CARit = β0 + β1 UEit + e it
Keterangan :
CARit = Abnormal return kumulatif perusahaan i pada peroide t UEit = Unexpected Earnings perusahaan i pada periode t
eit = Komponen error dalam model atas perusahaan i pada periode t
β0 = Konstanta
β1 = Koefisien yang menunjukan ERC
Tahapan menghitung Cummulative Abnormal Return (CAR) dan Unexpected Earnings (UE) sebagai berikut :
1. Cummulative Abnormal Return (CAR) dihiutung saat laba akuntansi dipublikasikan menggunakan window (time interval) yang mengacu pada penelitian Utaminingtyas dan Ahalik (2010) yaitu 30 hari sebelum, 1 hari pengumuman annual report, dan 30 hari setelah pengumuman annual report perusahaan yang dipandang cukup untuk mendeteksi abnormal return yang terjadi akibat publikasi laba sebelum confounding effect yaitu dampak disebabkan adanya pengumuman corporate action yang memungkinkan akan mempengaruhi abnormal return tersebut (Kurniawati, 2006 dalam Ardila, 2012). CAR dirumuskan sebagai berikut :
39 Keterangan :
CAR �� = Cumulatif Abnormal Return perusahaan i pada tahun t AR �� = Abnormal return untuk saham perusahaan i pada hari t
Dalam penelitian ini Abnormal Return dihitung menggunakan
market-adjusted model yang mengasumsikan bahwa pengukuran expected return saham yang terbaik adalah return indeks pasar (Pincus,1993, dalam Subekti ,2005).
Abnormal return diperoleh dari :
�� �,� = ��,� – � �,� Keterangan :
�� �,� = Abnormal Return perusahaan i pada periode ke-t
��,� = Actual Return saham perusahaan i pada periode ke-t
� �,� = Return pasar pada periode ke-t
Untuk memperoleh data abnormal return, terlebih dahulu harus mencari
actual return (return sesungguhnya) perusahaan i pada hari t adalah sebagai berikut :
��� =��� − ���−1
���−1 Keterangan :
��� = return saham perusahaan i pada hari t
��� = harga penutupan saham i pada hari t
40 Return pasar diwakili dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dihitung secara harian sebagai berikut :
��� = ����� − �����−1
�����−1 Keterangan :
��� = return pasar harian
����� = indeks harga saham gabungan pada hari t
�����−1 = indeks harga saham gabungan pada hari t-1
2. Unexpected Earnings adalah perubahan laba per saham sebelum pos luar biasa tahun sekarang dikurangi dengan laba persaham sebelum pos luar biasa tahun sebelumnya, dan diskalakan dengan harga perlembar saham pada akhir periode sebelumnya.
Keterangan :
��=(�����− �����−1) |���−1|
UE�� = Unexpected Earnings perusahaan i pada periode t
����� = Earning Per Share perusahaan i pada periode t
�����−1=Earning Per Share perusahaan i pada periode sebelumnya (t-1) P��−1 = Harga saham perusahaan i pada periode sebelumnya (t-1) 3.5 Metode Analisis
Metode analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi linier berganda yaitu bertujuan untuk menguji dan menganalisis, baik secara
41 parsial maupun secara simultan pengaruh Corporate Social Responsibility, firm size dan struktur modal terhadap Earnings Response Coefficient pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013. Data diolah dengan program Statistical PackageFor Social Science (SPSS).
Persamaan regresi linier berganda pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
Y = β 0+ β 1X 1+ β 2X 2+ β 3X 3+ e Keterangan :
Y = Earnings Response Coefficient
β 0 = Konstanta
β 1–β 3 = Koefisien Regresi
X 1 = Pengungkapan Corporate Social Responsibility
X 2 = Firm Size
X 3 = Struktur Modal e = Error of term
3.5.1 Uji Asumsi Klasik
Sebelum analisi ini dilaksanan, terlebih dahulu perlu dilakukan uji asumsi klasik untuk menghasilkan nilai parameter model penduga yang sah. Nilai tersebut akan terpenuhi jika hasil uji asumsi klasiknya memenuhi asumsi normalitas, serta tidak terjadi heteroskedastisitas, autokorelasi dan multikolinearitas. Beberapa pengujian asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
42 1. Uji Multikolinearitas
Ghozali (2011), uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen).Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel-variabel independennya. Untuk menguji multikolinearitas dapat dilihat dari (1) nilai tolerance dan lawannya (2) nilaivariance inflation factor (VIF) masing-masing variabel independen. Nilai umum cutoff yang sering dipakai untuk menunjukkan multikolonieritas adalah nilai tolerance ≤ 0,10 atau sama dengan nilai VIF
≥ 10, setelah itu maka dapat disimpulkan data bebas dari gejal multikolinearitas.