• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH RIAHNI SARAGIH (Halaman 53-60)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

3.4 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Definisi operasional variabel adalah definisi-definisi yang akan digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan memberikan petunjuk dan batasan dalam penyelesaian masalah.Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

3.4.1 Variabel Dependen

Variabel dependen atau terikat merupakan faktor utama yang ingin dijelaskan atau diprediksi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor lain. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah fee audit eksternal.

Fee audit merupakan biaya yang dikeluarkan auditee atas jasa auditor independen. Fee audit dihubungkan dengan waktu yang dibutuhkan auditor dalam menyelesaikan pekerjaannya. Waktu tersebut dipengaruhi oleh ukuran perusahaan klien, profitabilitas klien, kompleksitas klien, pengendalian intern klien, besar kecilnya klien (perusahaan go public dan privat), lokasi kantor akuntan publik,

audit dan risiko perusahaan, jumlah anak cabang perusahaan, banyaknya transaksi dalam mata uang asing, besarnya total piutang, total persediaan dan total aset (Fachriyah, 2011 ). Perusahaan di Indonesia belum mencantumkan data fee audit di dalam laporan tahunan karena pengungkapan data tentang fee audit masih berupa voluntary disclosures. Data fee audit dicantumkan di dalam laporan tahunan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yang kemudian diukur dengan logaritma natural dari fee audit. Variabel ini disimbolkan dengan LNFEE.

3.4.2 Variabel Independen

Variabel independen atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat, baik secara positif atau negatif. Variabel independen dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan, profitabilitas, kompleksitas, ukuran KAP , dan risiko perusahaan.

3.4.2.1 Ukuran Perusahaan

Salah satu tolak ukur yang menunjukkan besar kecilnya perusahaan adalah ukuran total aktiva. Perusahaan yang memiliki total aktiva besar menunjukkan arus kas perusahaan sudah positif dan dianggap memiliki prospek yang baik dalam jangka waktu yang relatif lama, selain itu juga mencerminkan bahwa perusahaan relatif lebih stabil dan lebih mampu menghasilkan laba dibanding perusahaan dengan total aktiva yang kecil (Nugrahani dan Sabeni, 2013).

Variabel ini akan diukur dengan menggunakan logaritma naturaldari total aset perusahaan. Total aset merupakan jumlah total aset lancar dan aset tak lancar

yang mengacu pada pengukuran ukuran perusahaan. Selanjutnya variabel ini akan disimbolkan dengan LNASSET di dalam persamaan.

3.4.2.2 Profitabilitas

Profitabilitas klien terkait dengan efisiensi penggunaan asset dan sumber daya lain oleh perusahaan dalam operasinya. Joshi dan Al-Bastaki (2000) mengemukakan bahwa penggunaan sumber daya yang efisien menghasilkan pengembalian asset yang tinggi. Pada dasarnya perusahaan dengan tingkat keuntungan yang tinggi cenderung akan membayar biaya audit yang lebih tinggi pula, hal ini disebabkan karena perusahaan dengan tingkat laba yang tinggi memerlukan pengujian validitas dan pengakuan pendapatan dan biaya, oleh karena itu akan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam pelaksanaan auditnya. Karena itu akan mengakibatkan peningkatan besar fee audit eksternal.

Profitabilitas auditee merupakan variabel yang penting dalam menentukan fee auditdan dianggap sebagai cerminan dari kinerja manajemen (Kikhia, 2015).

Profitabilitas auditee dapat diidentifikasi melalui informasi laporan keuangan Perusahaan dengan keuntungan yang tinggi akan membayar fee audit lebih tinggi kepada auditor karena keuntungan yang tinggi akan membutuhkan pengujian audit yang akurat untuk mengidentifikasi segala pendapatan dan beban. Pengujian audit tersebut memerlukan waktu yang lebih lama. Dalam penelitian ini, profitabilitas diproksikan dengan tingkat pengembalian atas aktiva (ROA) yang dihitung dengan membandingkan laba bersih dengan total aset perusahaandan dilambangkan dengan ROA.

3.4.2.3 Kompleksitas

Anak perusahaan mewakili kompleksitas jasa audit yang diberikan oleh auditor eksternal yang merupakan ukuran rumit atau tidaknya transaksi yang dimiliki oleh klien Kantor Akuntan Publik untuk diaudit. Semakin banyak jumlah anak perusahaan yang dimiliki sebuah perusahaan maka akan semakin rumit transaksi yang dimiliki klien Kantor Akuntan Publik (Hay dkk, 2008). Variabel kompleksitas akan diukur dengan menggunakan skala nominal. Perusahaan yang memiliki anak perusahaan akan diberikan nilai 1, sementara perusahaan yang tidak memiliki anak perusahaan akan diberikan nilai 0. Selanjutnya variabel ini akan dilambangkan dengan COMP dalam persamaan.

3.4.2.4 Ukuran KAP

Ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) dinilai dengan apakah termasuk dalam KAP big four atau nonbig four. Kantor Akuntan Publik (KAP) adalah badan usaha yang telah mendapatkan izin usaha dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi akuntan publik untuk memberikan jasanya. Berdasarkan kriteria-kriteria KAP maka, di Indonesia terdapat beberapa KAP yang dapat digolongkan sebagai KAP besar (big four). Pengukuran variabel ini yaitu menggunakan variabel dummy, yaitu angka 1 untuk penggunaan KAP big four dan angka 0 untuk penggunaan KAP non- big four. Selanjutnya variabel ini akan dinamakan dengan KAP dalam persamaan.

3.4.2.5 Risiko Perusahaan

Risiko perusahaan dapat diukur dengan berbagai indikator keuangan yang

pernah digunakan di antaranya adalah aset lancar/ total aset, treasuri, utang jangka panjang/ total aset, atau laba sebelum pajak/ total aset. Rasio Leverage menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya dengan menggunakan aset. Semakin tinggi rasio leverage semakin besar risiko perusahaan tersebut, sehingga membutuhkan prosedur audit tambahan yang berdampak pada waktu penyelesaian audit yang akan semakin lebih panjang dan fee audit yang dibebankan ke perusahaan juga akan semakin besar (Chandra 2015). Pada penelitian ini risiko perusahaan akan diukur dengan rasio leverage yaitu membandingkan total hutang dengan total asset perusahaan dan dilambangkan dengan RISK.

Skala merupakan perbandingan antara kategori dimana masing-masing kategori diberi bobot nilai yang berbeda. Berikut adalah tabel 3.1 defenisi operasional dan skala pengukuran masing masing variabel dalam penelitian ini.

Tabel 3.1Ringkasan Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel No Variabel

Variabel Independen (X)

5 Ukuran KAP berafiliasi dengan the big four dan angka 0

3.5 Populasi dan Sampel Penelitian

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH RIAHNI SARAGIH (Halaman 53-60)

Dokumen terkait