Untuk menyamakan persepsi antara penulis dan pembaca terhadap variabel yang diteliti. Penulis terlebih dahulu memberikan pengertian operasional dari setiap variabel yang ada dalam rumusan masalah. Demikian pula halnya dengan keluasan cakupan variabel penelitian, penulis membatasi diri mengingat waktu, tenaga, dan biaya.
Penelitian ini mengkaji beberapa variabel, yaitu sertifikasi guru sebagai variabel bebas (X). Berhubung karena sertifikasi sebagai proses pemberian sertifikasi, maka data tentang sertifikasi diambil dari persepsi guru tentang sertifikasi. Kompetensi guru yang difokuskan pada kompetensi guru PAIS pada sekolah sebagai variabel terikat (Y), serta satu variabel hubungan yakni pengaruh persepsi guru Pendidikan Agama Islam (PAIS) pada sekolah tentang sertifikasi terhadap peningkatan kompetensi guru di Kabupaten Enrekang. Guru Pendidikan agama Islam (PAIS) di sekolah, dimaksudkan adalah guru bidang studi pendidikan agama Islam yang mengajar pada sekolah, mulai dari jenjang SD sampai pada jenjang SMA/SMK pada tahun diadakannya penelitian ini (tahun 2012). Selain persepsi guru tentang sertifikasi, peneliti juga memasukkan satu variabel moderator yaitu masa kerja, apakah berpengaruh terhadap kompetensi, dalam hal ini kompetensi profesional dan pedagogik.
Dengan demikian, penulis memberikan pengertian setiap variabel sebagai berikut:
1. Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam (PAIS) terhadap Sertifikasi
Persepsi guru PAIS terhadap pelaksanaan sertifikasi, dimaksudkan adalah tanggapan, pendapat, dan pemahaman para guru tentang pelaksanaan sertifikasi.
Indikator yang diteliti meliputi pandangan tentang materi ajar, tenaga pengajar/ narasumber, waktu yang digunakan, urgensi materi yang disajikan, teknik penyajian, relevansi antara teori dan praktik, relevansi materi dengan kebutuhan di lapangan, kaitannya dengan peningkatan martabat guru, peningkatan kompetensi guru, perlindungan terhadap masyarakat dari praktek-praktik pendidikan yang tidak berkualitas, dan kaitannya dengan peningkatan kesejahteraan guru. Indikator-indikator tersebut, kemudian dijabarkan ke dalam deskriptor-deskriptor untuk selanjutnya dijadikan sebagai item-item pertanyaan atau pernyataan. Guru pendidikan agama Islam yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah guru yang mengajarkan bidang studi Pendidikan Agama Islam sebagai salah satu bidang studi yang diajarkan pada sekolah.
Untuk mendapatkan data tentang hal ini, peneliti menggunakan instrumen berupa kuesioner (angket) dalam bentuk skala sikap, sehingga diperoleh data tentang kecenderungan pendapat/sikap para guru bidang studi pendidikan agama Islam pada sekolah mengenai pelaksanaan sertifikasi. Data yang terkumpul diolah dengan
menggunakan statistik deskriptif, untuk mendapatkan gambaran tentang
kecenderungan pendapat para guru, baik dalam bentuk persentase, nilai rata-rata, nilai maksimum dan minimum, penggunaan tabel distribusi frekuensi, grafik atau diagram, dan tabel silang.
Pelaksanaan sertifikasi guru sebagai variabel dalam penelitian ini adalah proses atau kegiatan yang dilakukan dalam rangka pemberian sertifikat pendidik kepada para guru PAIS. Proses kegiatan itu mulai dari penentuan kuota atau jatah guru PAIS yang akan disertifikasi pada setiap angkatan, yang dimulai dari penyampaian informasi, pendaftaran, pengisian formulir, pengiriman formulir,
menunggu panggilan, mengikuti kegiatan sertifikasi sesuai jalur yang ditentukan, pengumuman kelulusan, penerimaan sertifikat pendidik, pengiriman kelengkapan berkas untuk pembayaran tunjangan sertifikasi.
Untuk mengikuti kegiatan sertifikasi harus memenuhi kualifikasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik dari segi ijazah, lama pengabdian, dan usia. Data mengenai realisasi pelaksanaan sertifikasi guru PAIS di Kabupaten Enrekang, dikumpulkan melalui wawancara dengan pihak-pihak yang berwewenang, misalnya pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tingkat Kabupaten, pihak Kementerian Agama Kabupaten Enrekang, para Kepala Sekolah, dan pihak lain yang dapat memberikan informasi yang dapat dipertanggung jawabkan. Hal ini disebabkan karena guru PAIS pada sekolah berada di bawah dua kementerian. Kementerian Agama menangani masalah-masalah yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian, sedangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menangani masalah-masalah pembinaan yang behubungan pembinaan ketenagaan.
Data mengenai hal ini diolah secara deskriptif. Data diolah untuk memperoleh gambaran mengenai proses pelaksanaan sertifikasi di lingkungan guru pendidikan agama Islam, untuk memperoleh pengetahuan tentang proses pelaksanaannya, hingga proses perekrutan guru untuk mengikuti sertifikasi menjadi jelas.
2. Profesionalitas Guru PAIS
Profesionalitas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang (guru) dalam kaitannya dengan tugasnya sebagai guru/pengajar. Guru yang profesional sesuai dengan aturan yang berlaku adalah mereka yang memiliki kualifikasi sesuai aturan, yaitu berijazah Strata Satu
(S-1)/D IV, serta memiliki kompetensi. Kompetensi guru PAIS adalah kemampuan atau kecakapan yang dimiliki oleh para guru Pendidikan Agama Islam, yang berhubungan dengan tugasnya, atau sesuai dengan tuntutan undang-undang, yang meliputi empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi professional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial.
Dalam penelitian ini, penulis membatasi diri dengan hanya meneliti dua kompetensi, yaitu kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik. Kompetensi ini dijadikan objek penelitian, karena kedua kompetensi ini merupakan bagian dari tugas pokok seorang guru, yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan pembelajaran di depan kelas. Pemilihan kedua kompetensi itu, tidak berarti mengabaikan dan tidak menganggap penting kompetensi lainnya, tetapi semata-mata didasarkan pada pertimbangan mengenai waktu, tenaga serta kedalaman penelitian yang diharapkan. Hal ini sesuai dengan ungkapan dalam dunia penelitian, bahwa semakin kecil sumur yang digali, semakin cepat dapat airnya.
Kompetensi pedagogik yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah kemampuan yang dimiliki oleh guru dalam kaitannya dengan pelaksanaan pembelajaran Indikator yang diteliti meliputi, penyusunan rencana pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, menerapkan teori belajar dan pembelajaran, mempraktekkan teori-teori pembelajaran, menentukan strategi pembelajaran,
menyusun rancangan pembelajaran, menata pembelajaran, melaksanakan
pembelajaran yang kondusif, merancang dan melaksanakan evaluasi (proses dan hasil), menganalisis hasil evaluasi, memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. pengawasan dan tindak lanjut hasil pembelajaran. Indikator-indikator
tersebut, dirinci ke dalam deskriptor-deskriptor, untuk dijadikan item-item pertanyaan/pernyataan.
Kompetensi profesional, yang dimaksudkan adalah kemampuan yang berhubungan dengan tingkat penguasaan dan pemahaman, penghayatan, dan pendalaman materi yang akan diajarkan. Indikator yang akan diteliti meliputi komitmen terhadap belajar siswa, menguasai materi pembelajaran secara luas, bertanggung jawab dalam memonitoring dan mengatur belajar siswa, belajar reflektif dari apa yang dilakukan, dan guru sebagai bagian dari warga belajar. Indikator-indikator tersebut, dirinci ke dalam deskriptor-deskriptor, yang kemudian dibuat dalam bentuk pernyataan-pernyataan, dengan maksud agar data yang dikumpulkan benar-benar komplit, sesuai dengan tujuan yang diharapkan penelitian ini.
Untuk memperoleh data tentang kempetensi guru, baik kompetensi pedagogik maupun kompetensi profesional guru PAIS, peneliti menggunakan angket, sebagai instrument. Angket yang digunakan adalah angket tertutup. Selain angket, juga digunakan observasi dan wawancara untuk melihat dan mengamati beberapa perilaku atau pelaksanaan dari beberapa indikator yang akan diteliti. Hal ini dimaksudkan agar data yang dikumpulkan benar-benar sesuai dengan yang diharapkan.
Data yang terkumpul, diolah sesuai dengan bentuk datanya. Data yang bersifat kuantitatif, diolah dengan menggunakan statitik deskriptif, untuk memperoleh gambaran mengenai nilai rata-rata, persentase, kecenderungan hubungan melalui tabel silang, nilai maksimum dan minimum, tabel distribusi frekuensi, juga dalam bentuk penggambaran melalui grafik, agar kesimpulan yang diperoleh menjadi tergambar dengan jelas. Data yang bersifat kualitatif atau non angka-angka diolah dengan deskriptif kualitatif untuk memperoleh gambaran secara kualitatif.
3. Pengaruh Sertifikasi
Pengaruh sertifikasi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah hal-hal yang ditimbulkan atau diakibatkan adanya sertifikasi (pemberian sertifikat pendidik) kepada guru-guru pendidikan agama Islam dalam kaitannya dengan peningkatan profesionalitas yang selama ini mereka miliki. Dalam arti, bahwa apakah dengan pemberian sertikat pendidik (sertifikasi) itu para guru pendidikan agama Islam bisa meningkatkan profesionalitasnya dalam kaitannya dengan tugas-tugas kependidikan yang mereka pertanggungjawabkan
Analisis data yang digunakan pada bagian ini adalah menghubungkan data variabel bebas (persepsi guru tentang sertifikasi) (X) dengan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAIS) pada sekolah sebagai variabel terikat (Y). Variabel terikat dalam penelitian ini terdiri atas kompetensi profesional (Y1) dan kompetensi pedagogik (Y2).
Pengaruh itu tampak dari hasil analisis mengenai besarnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y dalam bentuk persen. Analisis menggunakan analisis regresi sederhana untuk melihat besarnya pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) yang dapat dilihat pada perhitungan koefesien korelasinya dan koefisien determinasinya. Variabel Y digambarkan sebagai Y1 dan Y2 yakni kompetensi pedagogik (Y1 ) dan kompetensi profesional (Y2). Data tentang profesionalitas yang dianalisis adalah data tentang kompetensi guru, dalam hal ini adalah kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik.