• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDEKATAN TEORITIS

FAKTOR INTERNAL

2.4 Definisi Operasional

Untuk mempermudah mengukur variabel dalam penelitian, maka dibuatlah

definisi operasional sebagai berikut:

1. Karakteristik mahasiswa adalah ciri khas individu atau mahasiswa yang

meliputi usia, dan jenis kelamin. Variabel ini diukur berdasarkan indikator

sebagai berikut:

1) Mengidentifikasi usia mahasiswa yang dihitung berdasarkan tahun

kelahiran sampai tahun 2008. Usia dibagi menjadi dua kategori, yaitu usia

mahasiswa yang berusia 17-18 tahun dan mahasiswa yang berusia 19-20

tahun.

(1) 17-18 tahun: diberi kode 1

(2) 19-20 tahun: diberi kode 2

2) Mengidentifikasi jenis kelamin berdasarkan identitas biologis responden

34

(1) Perempuan : diberi kode 1

(2) Laki-laki : diberi kode 2

2. Lingkungan sosial adalah hubungan sosial yang terjalin diantara mahasiswa

dengan dosen, mahasiswa dengan teman sekelas dan teman satu program

studi, mahasiswa dengan keluarga dan mahasiswa dengan komunitasnya di

asrama. Variabel ini diukur berdasarkan indikator sebagai berikut:

1) Hubungan mahasiswa dengan dosen yaitu suatu ikatan kedekatan yang

terjalin antara mahasiswa dengan dosen, yang dilihat dari intensitas atau

frekuensi berinteraksi, misalnya dalam satu hari mereka berinteraksi > 3

kali. Untuk mengukur indikator hubungan mahasiswa dengan dosen,

diberikan sebanyak 7 pertanyaan, dengan skor tertinggi 14 dan skor

terendah 7. Kemudian hasil dijumlahkan dan dibuat selang. Untuk

mengukur indikator hubungan mahasiswa dengan dosen, maka dibagi ke

dalam dua kategori, yaitu hubungan negatif dan hubungan positif. Untuk

skor 7-10 termasuk ke dalam kategori hubungan negatif dan skor 11-14

termasuk ke dalam kategori hubungan positif.

(1) Negatif : diberi kode 1

(2) Positif : diberi kode 2

2) Hubungan mahasiswa dengan teman yaitu suatu ikatan kedekatan yang

terjalin antara mahasiswa dengan teman sekelas, teman satu program studi,

teman dekat atau pacar, yang dilihat dari intensitas atau frekuensi

berinteraksi, misalnya dalam satu hari mereka berinteraksi > 3 kali. Untuk

mengukur indikator hubungan mahasiswa dengan teman, diberikan

35

Kemudian hasil dijumlahkan dan dibuat selang. Untuk mengukur indikator

hubungan mahasiswa dengan teman, maka dibagi ke dalam dua kategori,

yaitu hubungan negatif dan hubungan positif. Untuk skor 7-10 termasuk

ke dalam kategori hubungan negatif dan skor 11-14 termasuk ke dalam

kategori hubungan positif.

(1) Negatif : diberi kode 1

(2) Positif : diberi kode 2

3) Hubungan mahasiswa dengan keluarga yaitu suatu ikatan kedekatan yang

terjalin antara mahasiswa dengan ayah, ibu, kakak atau adik, yang dilihat

dari intensitas atau frekuensi berinteraksi, misalnya dalam satu hari

mereka berinteraksi > 3 kali. Untuk mengukur indikator hubungan

mahasiswa dengan keluarga, diberikan sebanyak 7 pertanyaan, dengan

skor tertinggi 14 dan skor terendah 7. Kemudian hasil dijumlahkan dan

dibuat selang. Untuk mengukur indikator hubungan mahasiswa dengan

keluarga, maka dibagi ke dalam dua kategori, yaitu hubungan negatif dan

hubungan positif. Untuk skor 7-10 termasuk ke dalam kategori hubungan

negatif dan skor 11-14 termasuk ke dalam kategori hubungan positif.

(1) Negatif : diberi kode 1

(2) Positif : diberi kode 2

4) Hubungan mahasiswa dengan komunitasnya di asrama yaitu ikatan yang

terjalin antara mahasiswa dengan teman sekamar, kakak pembimbing

asrama (Senior Resident/SR), yang dilihat dari intensitas atau frekuensi berinteraksi, misalnya dalam satu hari mereka berinteraksi > 3 kali. Untuk

36

asrama, diberikan sebanyak 7 pertanyaan, dengan skor tertinggi 14 dan

skor terendah 7. Kemudian hasil dijumlahkan dan dibuat selang. Untuk

mengukur indikator hubungan mahasiswa dengan komunitasnya di

asrama, maka dibagi ke dalam dua kategori, yaitu hubungan negatif dan

hubungan positif. Untuk skor 7-10 termasuk ke dalam kategori hubungan

negatif dan skor 11-14 termasuk ke dalam kategori hubungan positif.

(1) Negatif : diberi kode 1

(2) Positif : diberi kode 2

3. Lingkungan non-sosial adalah pandangan mahasiswa tentang keadaan kelas

yang selama ini mereka tempati kondusif untuk belajar. Variabel ini diukur

berdasarkan indikator sebagai berikut:

1) Pandangan mahasiswa tentang tingkat kenyamanan ruang belajar adalah

keadaan kelas yang bersih, indah, tidak panas, fasilitasnya lengkap, seperti

ruang belajar yang dilengkapi dengan AC, ketersediaan kursi, sehingga

mahasiswa merasa nyaman berada di dalam kelas. Untuk megukur

indikator ini, diberikan 5 pertanyaan mengenai pandangan mahasiswa

terhadap kenyamanan ruang belajar. Dari 5 pertanyaan, skor tertinggi 10

dan skor terendah 5. Kemudian hasilnya dijumlahkan dan dibuat selang.

Untuk mengukur indikator ini, maka dibagi ke dalam dua kategori, yaitu

tidak nyaman dan nyaman. Untuk skor 5-7 termasuk ke dalam kategori

tidak nyaman dan skor 8-10 termasuk ke dalam kategori nyaman.

(1) Tidak nyaman : diberi kode 1

37

2) Pandangan mahasiswa tentang tingkat kelengkapan alat dan bahan adalah

ketersediaan alat dan bahan yang digunakan dalam proses belajar

mengajar sehingga dapat tercukupi kebutuhan mahasiswa maupun dosen

dalam proses belajar mengajar. Seperti ketersediaan Laptop, LCD atau OHP, microphone, speaker, white board, spidol, penghapus papan tulis, modul,handout, bahan praktikum. Untuk megukur indikator ini, diberikan 10 pertanyaan mengenai pandangan mahasiswa terhadap kelengkapan alat

dan bahan dalam proses belajar mengajar. Dari 10 pertanyaan, skor

tertinggi 20 dan skor terendah 10. Kemudian hasilnya dijumlahkan dan

dibuat selang. Untuk mengukur indikator ini, maka dibagi ke dalam dua

kategori, yaitu tidak lengkap dan lengkap. Untuk skor 10-15 termasuk ke

dalam kategori tidak lengkap dan skor 16-20 termasuk ke dalam kategori

lengkap.

(1) Tidak lengkap : diberi kode 1

(2) Lengkap : diberi kode 2

4. Motivasi belajar adalah dorongan dalam diri mahasiswa untuk melakukan

aktivitas belajar. Motivasi belajar terdiri dari motif ingin tahu, motif relevansi,

motif percaya diri, dan motif kepuasan. Masing-masing diberi kode 1, 2, 3,

dan 4. Variabel ini diukur berdasarkan indikator sebagai berikut:

1) Motif ingin tahu adalah dorongan yang ada dalam diri mahasiswa untuk

melakukan aktivitas belajar yang disebabkan karena adanya keingintahuan

yang besar dari mahasiswa tentang suatu hal yang menyangkut pelajaran,

sehingga mahasiswa tersebut berkeinginan untuk memperhatikan pelajaran

38

indikator motif ingin tahu, diberikan sebanyak 5 pertanyaan, dengan skor

tertinggi 10 dan skor terendah 5. Kemudian hasilnya dijumlahkan dan

dibuat selang. Untuk mengukur indikator motif ingin tahu, maka dibagi ke

dalam dua kategori, yaitu tidak mempunyai motif dan mempunyai motif.

Untuk skor 5-7 termasuk ke dalam kategori tidak mempunyai motif dan

skor 8-10 termasuk ke dalam kategori mempunyai motif.

(1) Tidak mempunyai motif : diberi kode 1

(2) Mempunyai motif : diberi kode 2

2) Motif relevansi adalah dorongan dalam diri mahasiswa untuk melakukan

aktivitas belajar guna memenuhi kebutuhannya dengan cara mendapatkan

relevansi antara materi perkuliahan dengan apa yang dibutuhkannya atau

keadaannya saat ini. Untuk mengukur indikator motif relevansi, diberikan

sebanyak 5 pertanyaan, dengan skor tertinggi 10 dan skor terendah 5.

Kemudian hasilnya dijumlahkan dan dibuat selang. Untuk mengukur

indikator motif relevansi, maka dibagi ke dalam dua kategori, yaitu tidak

mempunyai motif dan mempunyai motif. Untuk skor 5-7 termasuk ke

dalam kategori tidak mempunyai motif dan skor 8-10 termasuk ke dalam

kategori mempunyai motif.

(1) Tidak mempunyai motif : diberi kode 1

(2) Mempunyai motif : diberi kode 2

3) Motif percaya diri adalah dorongan dalam diri mahasiswa untuk

melakukan aktivitas belajar agar mahasiswa merasa yakin dengan

kemampuan yang dimilikinya untuk dapat melakukan suatu tugas yang

39

diberikan sebanyak 5 pertanyaan, dengan skor tertinggi 10 dan skor

terendah 5. Kemudian hasilnya dijumlahkan dan dibuat selang. Untuk

mengukur indikator motif percaya diri, maka dibagi ke dalam dua

kategori, yaitu tidak mempunyai motif dan mempunyai motif. Untuk skor

5-7 termasuk ke dalam kategori tidak mempunyai motif dan skor 8-10

termasuk ke dalam kategori mempunyai motif.

(1) Tidak mempunyai motif : diberi kode 1

(2) Mempunyai motif : diberi kode 2

4) Motif kepuasan adalah dorongan mahasiswa untuk melakukan aktivitas

belajar agar mahasiswa merasa puas akan hasil belajarnya di semester satu

tahun 2007/2008. Untuk mengukur indikator motif kepuasan, diberikan

sebanyak 5 pertanyaan, dengan skor tertinggi 10 dan skor terendah 5.

Kemudian hasilnya dijumlahkan dan dibuat selang. Untuk mengukur

indikator motif kepuasan, maka dibagi ke dalam dua kategori, yaitu tidak

mempunyai motif dan mempunyai motif. Untuk skor 5-7 termasuk ke

dalam kategori tidak mempunyai motif dan skor 8-10 termasuk ke dalam

kategori mempunyai motif.

(1) Tidak mempunyai motif : diberi kode 1

(2) Mempunyai motif : diberi kode 2

5. Aktivitas belajar adalah keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan belajar di

kelas, yang meliputi visual activities, oral activities, listening activities, writing activities, drawing activities, motor activities, mental activities, dan emotional activities. Masing-masing diberi kode 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8. Variabel ini diukur berdasarkan indikator sebagai berikut:

40

1) Keterlibatan dalam visual activities, seperti membaca, memperhatikan gambar demonstrasi, menonton film. Untuk mengukur indikator ini, maka

dibagi ke dalam dua kategori, yaitu tidak aktif dan aktif.

(1) Tidak aktif : diberi kode 1

(2) Aktif : diberi kode 2

2) Keterlibatan dalam oral activities, seperti bertanya, memberi saran/pendapat, diskusi, interupsi. Untuk mengukur indikator ini, maka

dibagi ke dalam dua kategori, yaitu tidak aktif dan aktif.

(1) Tidak aktif : diberi kode 1

(2) Aktif : diberi kode 2

3) Keterlibatan dalam listening activities, seperti mendengarkan uraian, mendengarkan teman yang sedang berdiskusi, mendengarkan presentasi.

Untuk mengukur indikator ini, maka dibagi ke dalam dua kategori, yaitu

tidak aktif dan aktif

(1) Tidak aktif : diberi kode 1

(2) Aktif : diberi kode 2

4) Keterlibatan dalam writing activities, misalnya menulis laporan atau makalah, meyalin atau mencatat, mengerjakan tugas. Untuk mengukur

indikator ini, maka dibagi ke dalam dua kategori, yaitu tidak aktif dan

aktif.

(1) Tidak aktif : diberi kode 1

41

5) Keterlibatan dalam drawing activities, seperti menggambar, membuat grafik, peta, diagram. Untuk mengukur indikator ini, maka dibagi ke

dalam dua kategori, yaitu tidak aktif dan aktif.

(1) Tidak aktif : diberi kode 1

(2) Aktif : diberi kode 2

6) Keterlibatan dalam motor activities, seperti melakukan percobaan (praktikum) dan role playing (bermain peran). Untuk mengukur indikator ini, maka dibagi ke dalam dua kategori, yaitu tidak aktif dan aktif.

(1) Tidak aktif : diberi kode 1

(2) Aktif : diberi kode 2

7) Keterlibatan dalam mental activities, seperti menanggapi pertanyaan, memecahkan soal, menganalisis, mengambil keputusan. Untuk mengukur

indikator ini, maka dibagi ke dalam dua kategori, yaitu tidak aktif dan

aktif.

(1) Tidak aktif : diberi kode 1

(2) Aktif : diberi kode 2

8) Keterlibatan dalam emotional activities, seperti misalnya menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang, gugup.

Untuk mengukur indikator ini, maka dibagi ke dalam dua kategori, yaitu

tidak aktif dan aktif.

(1) Tidak aktif : diberi kode 1

42

6. Prestasi akademik mahasiswa adalah tingkat keberhasilan mahasiswa TPB

dalam studinya pada semester satu, yang diukur menggunakan Indeks Prestasi

(IP) semester satu. Untuk mengukur indikator ini, maka dibagi ke dalam dua

kategori, yaitu IP < 2,75 dan 2,75.

(1) < 2,75 : diberi kode 1

43

BAB III

Dokumen terkait