• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

6) Penghasilan

bulannya.

17. Penghasilan Rendah adalah seseorang yang mendapatkan penghasilan kurang dari Rp.1.000.000,- per bulannya.

18. Lama Tinggal adalah seseorang yang telah bermukim lebih dari 10 tahun.

66 19. Cukup Lama Tinggal adalah seseorang yang telah bermukim

antara 5-10 tahun.

20. Baru Tinggal adalah seseorang yang telah bermukim dibawah 5 tahun.

Kota Makassar merupakan salah satu kota yang terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki kedudukan sebagai Ibu Kota Provinsi dengan letak geografis antara 119° 18’ 30,18"

sampai dengan 119°32'31,03". BT dan 5°.00'. 30,18" dan 5°14’

6,49" LS. Secara administrasi Kota Makassar memiliki batasan wilayah, yaitu :

 Sebelah Utara : Kabupaten Maros dan Gowa

 Sebelah Selatan : Kabupaten Gowa

 Sebelah Barat : Selat Makassar

Kota Makassar memiliki total luas wilayah mencapai 175,77 km2 yang terdiri dari 15 kecamatan dan 153 kelurahan. Kecamatan

Biringkanaya sebagai kecamatan terluas dengan 48,22 km2 atau 27,43% dan kecamatan yang memiliki luas terkecil adalah Kecamatan Kepulauan Sangkarang hanya meliputi 0,88% dari total luas Kota Makassar, yang sebelumnya adalah Kecamatan Mariso, karena adanya pemekaran kecamatan sehingga

68 Kecamatan Kepulauan Sangkarrang pada tahun 2015 menjadi kecamatan dengan luas wilayah administrasi terkecil. Untuk lebih jelasnya pada Tabel 4.1 berikut.

Tabel 4.1

Luas Wilayah Menurut Kecamatan Kota Makassar Tahun 2017 No. Kecamatan Luas (km2) Persentase (%)

1 Mariso 1,82 1,04

2 Mamajang 2,25 1,28

3 Tamalate 20,21 11,50

4 Rappocini 9,23 5,25

5 Makassar 2,52 1,43

6 Ujung Pandang 2,63 1,50

7 Wajo 1,99 1,13

8 Boantoalo 2,10 1,19

9 Ujung Tanah 4,40 2,50

10 Kep. Singkarang 1,54 0,88

11 Tallo 5,83 3,32

12 Panakkukang 17,05 9,70

13 Manggala 24,17 13,73

14 Biringkanaya 48,22 27,43

15 Tamalanrea 31,85 18,11

Jumlah 175,77 100

Sumber : Kota Makassar Dalam Angka Tahun 2018

69

Gambar 4.1 Peta Administrasi Kota Makassar

70 b. Distribusi dan Kepadatan Penduduk

Pada tahun 2018 jumlah penduduk Kota Makassar sebesar 1.489.011 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk mencapai 8.471 jiwa/km2 yang dimana Kecamatan Biringkanaya merupakan kecamatan yang memiliki jumlah penduduk terbesar yaitu 208.436 jiwa dengan kepadatan mencapai 4.323 jiwa/km2. Untuk lebih jelasnya sebagaimana pada Tabel 4.2 berikut.

Tabel 4.2

Distribusi dan Tingkat Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kota Makassar Tahun 2017 No. Kecamatan

Jumlah Penduduk

(Jiwa)

Luas Wilayah

(km2)

Kepadatan Penduduk (Jiwa/ km2)

1 Mariso 59.721 1,82 32814

2 Mamajang 61.186 2,25 27194

3 Tamalate 198.210 20,21 9808

4 Rappocini 166.480 9,23 18037

5 Makassar 85.052 2,52 33751

6 Ujung Pandang 28.696 2,63 10911

7 Wajo 31.121 1,99 15639

8 Bontoala 56.784 2,1 27040

9 Ujung Tanah 49.528 4,4 11256

10 Kep. Sangkarang - 1,54 -

11 Tallo 139.624 5,83 23949

12 Panakkukang 148.482 17,05 8709

13 Manggala 142.252 24,14 5893

14 Biringkanaya 208.436 48,22 4323

15 Tamalanrea 113.439 31,85 3562

Jumlah 1.489.011 175,77 8471

Sumber : Kota Makassar Dalam Angka Tahun 2018

71 c. Distribusi Penduduk Menurut Usia

Untuk distribusi penduduk menurut kelompok umur yang paling dominan adalah kelompok umur 20-24 dengan jumlah 197.291 jiwa dan yang tidak dominan pada kelompok umur 60-64 dengan 35.004 jiwa. Untuk lebih jelasnya pada Tabel 4.3 berikut.

Tabel 4.3

Distribusi Penduduk Menurut Usia di Kota Makassar Tahun 2017

Sumber : Kota Makassar Dalam Angka Tahun 2018

d. Distribusi Penduduk Menurut Jenis Kelamin

Distribusi penduduk Kota Makassar berdasarkan jenis kelamin yang paling dominan terdapat di Kecamatan Biringkanaya No. Kelompok

Usia

Jenis Kelamin

Jumlah Laki-Laki Perempuan

1 0-4 70.607 67.517 138.124

2 5-9 64.151 61.705 125.865

3 10-14 59.883 57.264 117.147

4 15-19 78.888 80.926 159.814

5 20-24 100.508 96.783 197.291

6 25-29 56.353 68.561 138.944

7 30-34 48.931 58.907 115.260

8 35-39 47.454 53.293 102.224

9 40-44 42.995 51.763 99.217

10 45-49 32.974 44.688 87.683

11 50-54 24.427 33.159 66.133

12 55-59 16.619 26.498 50.925

13 60-64 10.956 18.385 35.004

14 65+ 22.973 32.411 55.389

Jumlah 737.146 751.865 1.489.011

72 dengan 104.010 jiwa untuk laki-laki dan perempuan dengan 104.426 jiwa sedangkan untuk distribusi penduduk dengan jumlah yang tidak dominan terdapat di Kecamatan Ujung Pandang dengan 13.549 jiwa untuk laki-laki dan perempuan dengan 15.147 jiwa. Dengan rasio tertinggi 102 dan terendah dengan 89. Untuk lebih jelasnya pada Tabel 4.4 berikut.

Tabel 4.4

Distribusi Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kota Makassar Tahun 2017

No. Kecamatan Jenis Kelamin

Jumlah Rasio Laki-Laki Perempuan

1 Mariso 30.124 29.597 59.721 102

2 Mamajang 29.985 31.201 61.186 96

3 Tamalate 98.415 99.795 198.210 99

4 Rappocini 80.537 85.943 166.480 94

5 Makassar 42.242 42.810 85.052 97

6 Ujung Pandang 13.549 15.147 28.696 89

7 Wajo 15.275 15.846 31.121 96

8 Bontoala 27.698 29.086 56.784 95

9 Ujung Tanah 24.970- 24.558 49.528 102

10 Kep. Sangkarang - - - -

11 Tallo 69.971 69.653 139.624 100

12 Panakkukang 73.445 75.037 148.482 98

13 Manggala 71.391 70.861 142.252 100

14 Biringkanaya 104.010 104.426 208.436 99

15 Tamalanrea 55.534 57.905 113.439 96

Jumlah 737.146 751.865 1.489.011 98

Sumber : Kota Makassar Dalam Angka Tahun 2018

e. Partisipasi Masyarakat terhadap Pendidikan

Angka Partisipasi Sekolah merupakan ukuran daya serap lembaga pendidikan terhadap penduduk usia sekolah. APS merupakan indikator dasar yang digunakan untuk melihat akses

73 penduduk pada fasilitas pendidikan khususnya bagi penduduk usia sekolah di suatu wilayah/daerah. Angka Partisipasi Murni (APM) adalah persentase siswa dengan usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikannya dari jumlah penduduk di usia yang sama. APM menunjukkan partisipasi sekolah penduduk usia sekolah di tingkat pendidikan tertentu.

Dapat dilihat dari Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Sekolah (APS) tahun 2017 baik jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA/SMK menunjukkan rata-rata angka diatas 60 persen bahkan sampai dengan angka 93,24 untuk APM dan 99,35 untuk APS sehingga dapat dikatakan bahwa penduduk Kota Makassar masih sangat peduli terhadap pendidikan. Untuk lebih jelasnya pada Tabel 4.5 berikut.

Tabel 4.5

Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Jenjang Pendidikan di Kota Makassar Tahun 2017

No. Jenjang Pendidikan

Jenis Kelamin Angka Partisipasi

Murni (APM)

Angka Partisipasi Sekolah (APS)

1 SD / MI 93,24 99,35

2 SMP / MTs 72,94 93,40

3 SMA / SMK / MA 62,47 79,42

Sumber : Kota Makassar Dalam Angka Tahun 2018

74 f. Partisipasi Penduduk terhadap Pekerjaan

Untuk jumlah penduduk yang dikelompokkan berdasarkan pekerjaan atau tidak bekerja terbagi menjadi angkatan kerja dan angkatan kerja. Berdasarkan data yang bersumber dari Kota Makassar Dalam Angka 2018 menunjukkan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja lebih tinggi dengan 55,23 dibandingkan dengan tingkat pengangguran dengan 10,59 sehingga dapat dikatakan penduduk di Kota Makassar sebagian besar sudah memiliki pekerjaan baik itu yang sifatnya bekerja ataupun pengangguran terbuka. Untuk lebih jelasnya sebagaimana pada Tabel 4.6 berikut.

Tabel 4.6

Partisipasi Masyarakat Terhadap Pekerjaan di Kota Makassar Tahun 2017

No. Kegiatan Utama Jenis Kelamin

Jumlah Laki-Laki Perempuan

Angkatan Kerja 396.337 216.985 613.322

1 Bekerja 358.397 189.971 548.368

2 Pengangguran Terbuka 37.940 27.014 64.954

Bukan Angkatan Kerja 147.305 349.861 497.166

1 Sekolah 85.176 53.967 139.143

2 Mengurus Rumah Tangga 25.402 277.107 302.509

3 Lainnya 36.727 18.787 55.514

Jumlah 543.624 566.846 1.110.488

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja 72,90 38,28 55,23

Tingkat Pengangguran 9,57 12,45 10,59

Sumber : Kota Makassar Dalam Angka Tahun 2018

75

76 yang menghuni Kelurahan Barombong sebanyak 3.105 KK dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga sebanyak 5 jiwa per rumah tangga (Kecamatan Tamalate Dalam Angka Tahun 2018). Jumlah penduduk berjenis kelamin perempuan lebih banyak daripada berjenis kelamin laki-laki dengan sex rasio sebesar 97%. Dengan luas daerah sebesar 7,34 km2 maka kepadatan penduduk Kelurahan Barombong pada tahun 2017 sebesar 1.807 jiwa/Ha. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.7. Berikut untuk perkembangan jumlah penduduk di Kelurahan Barombong 5 tahun terakhir.

Tabel 4.7

Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk (jiwa/Ha)

Tahun

Jenis Kelamin

Jumlah Penduduk

Rumah Tangga

Kepadatan Penduduk

(jiwa/Ha)

Laki-Laki Perempuan

2013 6030 6228 12258 2747 1670

2014 6163 6356 12519 2893 1706

2015 6291 6480 12771 2977 1740

2016 6419 6608 13027 3105 1775

2017 6545 6731 13276 3105 1807

Sumber : Kecamatan Tamalate Dalam Angka

77

Gambar 4.2 Peta Administrasi Kelurahan Barombong

78

Gambar 4.3 Peta Kawasan Pesisir Kelurahan Barombong

79

80 Hal ini juga dapat dilihat pada kawasan pesisir di Kelurahan Barombong sebagian besar masyarakatnya adalah masyarakat dengan jenis kelamin perempuan. Hal ini juga berdasarkan sebaran kuesioner pada responden di kawasan pesisir.

4) Pendidikan

Tingkat pendidikan penduduk Kelurahan Barombong khususnya masyarakat yang bermukim pada kawasan pesisir dapat dikatakan masih tergolong rendah, hal ini dapat disimpulkan berdasarkan hasil sebaran kuesioner yang menunjukkan rata-rata hanya mencapai tingkat pendidikan dasar atau SD sehingga sebagian besar masyarakat tidak dapat menulis dan membaca. Selain itu tingkat pendidikan yang rendah sangat mempengaruhi wawasan atau pengatahuan masyarakat masih sangat minim terhadap hal baru seperti partisipasi dalam menjadi lingkungan, informasi terkait dengan kebijakan atau program pemerintah bahkan sangat minim akan pengetahuan tentang penataan ruang khsusunya wilayah pesisir.

Namun saat ini di Kelurahan Barombong sudah terdapat sarana pendidikan sampai tingkat atas, antara lain terdapat 1 unit Taman Kanak-Kanak (TK), 6 Sekolah Dasar (SD)

81 sebanyak, 1 SLTP dan 1 SLTA (Kecamatan Tamalate Dalam Angka Tahun 2018). Sehingga dengan adanya peningkatan sarana pendidikan akan merubah atau meningkatkan pendidikan dan pengetahuan masyarakatnya agar dapat bersaingan dengan kondisi saat ini yang semua berbicara tentang teknologi.

5) Pekerjaan

Hal ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena pekerjaan seseorang akan menentukan berapa penghasilan yang akan diperolehnya. Pekerjaan dan penghasilan yang baik dan mencukupi kebutuhan sehari-hari dapat mendorong seseorang untuk berpatisipasi dalam kegiatan-kegiatan masyarakat. Pengertiannya bahwa untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan, harus didukung oleh suasana perekonomian yang mapan

Mata pencaharian penduduk Kelurahan Barombong didominasi oleh nelayan terutama yang bermukim di wilayah pesisir Kelurahan Barombong. Hanya sebagian kecil yang berprofesi sebagai tenaga buruh bangunan, tukang pembuat perahu, dan pedagang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Pemukiman nelayan atau kawasan nelayan meliputi RW 01, RW 02 dan RW 04.

82 6) Penghasilan

Hal ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena pekerjaan seseorang akan menentukan berapa penghasilan yang akan diperolehnya. Pekerjaan dan penghasilan yang baik dan mencukupi kebutuhan sehari-hari dapat mendorong seseorang untuk berpatisipasi dalam kegiatan-kegiatan masyarakat. Pengertiannya bahwa untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan, harus didukung oleh suasana perekonomian yang mapan.

Untuk penghasilan ditentukan berdasarkan dari pekerjaan seseorang dimana sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai nelayan dimana dapat diketahui penghasilan nelayan tidak dapat ditentukan tiap bulanannya berdasarkan hasil sebaran kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar penghasilan masyarakatnya termasuk dalam kategori penghasilan rendah.

Dokumen terkait