METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
F. Definisi Operasional
1. Konseling adalah suatu proses komunikasi interpersonal / dua arah untuk membantu orang lain memperoleh pengertian yang lebih baik mengenai dirinya dalam usahanya untuk memahami dan mengatasi permasalahan yang sedang dihadapinya. Konseling dilakukan pada bulan Oktober sampai Nopember sebanyak 5 kali, setiap pasien selama 30-45 menit dengan jarak waktu 3 hari.
2. a. Pengetahuan tentang perawatan kaki adalah pengetahuan penderita Diabetes Mellitus tentang pengertian Diabetes Mellitus, manfaat perawatan kaki, frekuensi dan cara perawatan kaki pada penderita Diabetes Mellitus.
Data tentang pengetahuan dikumpulkan dengan kuisioner yang berisi pertanyaan dengan dua kemungkinan jawaban. Bila jawaban benar dinilai 1 dan bila jawaban salah diberi nilai 0. Kemudian total skor yang didapat dianalisis frequensi dengan SPSS 17 kemudian didapatkan nilai
commit to user
maksimal dan minimal dan didapatkan nilai range sehingga di kelompokkan menjadi skala ordinal dengan rumus sebagai berikut (Sutrisno Hadi, 2001).
Kategori pengetahuan dalam penelitian ini dikelompokkan dalam 3 kategori yaitu baik, cukup dan rendah, untuk mengelompokan kategori terebut terlebih dahulu dicari kelas interval dengan rumus sebagai berikut (Sutrisno Hadi, 2001):
i = Nilai tertinggi – nilai terendah Jumlah kelas
Selanjutnya distribusi skore pengetahuan adalah sebagai berikut: Tabel 3.1 Distribusi skor pengetahuan
Kategori Nilai Baik Cukup 13 – 14 11- 12 Kurang 9 – 10
b. Sikap terhadap perawatan kaki adalah sikap penderita Diabetes Mellitus terhadap perawatan kaki.
Data tentang sikap dikumpulkan dengan kuisioner yang berisikan pertanyaan dengan lima kemungkinan jawaban menurut skala likert.
- Pada pernyataan positif: nilai 4 bila sangat setuju, nilai 3 bila setuju, nilai 2 bila ragu-ragu, nilai 1 bila tidak setuju dan nilai 0 bila sangat tidak setuju.
- Pada penyataan negatif: nilai 4 bila sangat tidak setuju, nilai 3 bila tidak setuju, nilai 2 bila ragu-ragu, nilai 1 bila setuju dan nilai 0 bila sangat setuju.
commit to user
Skala pengukuran dengan dengan penghitungan dengan likert yaitu sikap Positif dan Negatif dengan 5 tingkatan skala yaitu sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju. Kemudian total skor yang didapatdianalisis frequensi dengan SPSS 17 kemudian didapatkan nilai maksimal dan minimal dan di dapatkan nilai range sehingga di kelompokkan menjadi skala ordinal dengan rumus sebagai berikut (Sutrisno Hadi, 2001).
Kategori siakp dalam penelitian ini dikelompokkan dalam 2 kategori yaitu baik, positif dan negatif, untuk mengelompokan kategori terebut terlebih dahulu dicari kelas interval dengan rumus sebagai berikut (Sutrino Hadi, 2001):
i = Nilai tertinggi – nilai terendah Jumlah kelas
Kemudian untuk menentukan sikap positif atau negatif tentunya dengan cara total skor yang didapat akan dikategorikan dengan perhitungan sebagai berikut :
Tabel. 3.2 Distribusi skor sikap
Kategori Nilai
Negatif 35 – 44
Positif 45 – 54
c. Perilaku tentang perawatan kaki adalah perilaku penderita Diabetes Mellitus tentang perawatan kaki.
Data tentang perilaku dikumpulkan dengan observasi dengan panduan cheklist. Dalam penelitian ini perilaku belajar diukur dengan
commit to user
menggunakan instrument checklist yang berupa 14 pernyataan. Kunjungan dilakukan 5 kali yaitu hari pertama datang dan dilakukan konseling tentang perawatan kaki. Kemudian datang setiap tiga hari sekali sampai hari ke lima belas. Kunjungan ke 2,3,4,5 melakukan konseling. Skore atau hasil observasi pada kunjungan ke 15 dianalisa dan dikategorikan menjadi skala ordinal. Kemudian total skor yang didapat di analisis frequensi dengan SPSS 17 kemudian didapatkan nilai maksimal dan minimal di dan di dapatkan nilai range sehingga di kelompokkan menjadi skala ordinal dengan rumus sebagai berikut (Sutrisno Hadi, 2001).
Kategori perilaku dalam penelitian ini dikelompokkan dalam 2 kategori yaitu positif dan negatif, untuk mengelompokan kategori terebut terlebih dahulu dicari kelas interval dengan rumus sebagai berikut (Sutrisno Hadi, 2001) :
i = Nilai tertinggi – nilai terendah Jumlah kelas
Kemudian untuk menentukan perilaku positif atau negatif tentunya dengan cara total skor yang didapat akan dikategorikan dengan perhitungan sebagai berikut :
Tabel 3.3 Distribusi skor perilaku
Kategori Nilai
Negatif 19 – 36
commit to user H. Rancangan Penelitian
Populasi : seluruh penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Kabuh Jombang berjumlah 125 orang
Sampel : Penderita DM di wilayah kerja Puskesmas kabuh Jombang berjumlah 60 orang
Kel perlakuan (30 orang) Konseling pada kunjungan ke
1,2,3,4
Kel pembanding / control (30 orang)
tanpa konseling
Analisis hasil: Pengetahuan : uji t- test
sikap: uji t- test perilaku: uji t -tes
Pengukuran :
Pengetahuan, sikap dan perilaku pada hari ke 15 atau kunjungan ke 5 (terakhir)
commit to user F. INSTRUMENTASI
1.Pengetahuan
Alat ukur pengetahuan dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan test pengetahuan tentang perawatan kaki. kuesioner pengetahuan. Test berupa kuesioner yang didesain dalam bentuk soal multiple choice dengan 3 pilihan jawaban.
Sebelum melakukan penelitian, terlebih dahulu peneliti membuat pertanyaan atau pernyataan dalam kuesioner yang akan dipakai. Dari hasil pada lampiran uji validitas dan reabilitas tersebut untuk kuesioner dari 20 soal di uji dengan product moment yang memenuhi syarat dan dikatakan valid adalah 14 soal. Dan nilai realibilitas rendah yaitu 0,065.
Penskoran skala model soal yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada tiga alternatif jawaban, sebagaimana terlihat dibawah ini
Tabel 3.4 Penskoran kuesioner rating scale
Alternatif jawaban Nilai a. Jika jawaban benar ( sesuai)
b. Jika jawaban salah ( tidak sesuai)
1 0
Cara pengukuran
Cara pengukuran : responden mengisi lembar tes yang dibagikan oleh peneliti waktu mengerjakan 30 Menit.
commit to user 2. Sikap tentang perawatan kaki
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur sikap dengan kuesioner. Kuesioner ini berisi 14 pernyataan dengan pilihan jawaban sangat setuju, setuju, ragu – ragu, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Pernyataan dalam kuesioner ini terdiri dari dua jenis yaitu pernyataan positif dan pernyataan negatif. Pemberian skor untuk pernyataan positif yaitu: bila responden mengisi sangat setuju maka diberi skor 5, setuju diberi skor 4, ragu – ragu diberi skore 3, tidak setuju diberi skor 2 dan sangat tidak setuju diberi skor 1. pemberian skor untuk pernyataan negatif sebaliknya.
Penskoran skala model rating scale yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada empat alternatif jawaban, sebagiman terlihat dibawah ini
Tabel 3.5 Penskoran kuesioner rating scale Alternatif jawaban Nilai Pernyataan
Positif Nilai Pernyataan Negatif a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu ragu d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5
Sebelum melakukan penelitian, terlebih dahulu peneliti membuat pernyataan dalam kuesioner yang akan dipakai. Dari hasil pada lampiran
commit to user
uji validitas dan reabilitas tersebut untuk kuesioner dari 14 pernyataan di uji dengan product moment semua memenuhi syarat dan dikatakan valid Dan nilai realibilitas dengan alfa cronbach adalah dengan reabilitas sedang yaitu 0,550.
Cara pengukuran
Cara pengukuran sikap dilakukan dengan cara penelitian di lapangan yaitu terjun langsung dilokasi penelitian untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Penelitian lapangan dilakukan dengan membagi kuesioner skala sikap.
3. Perilaku
Dalam penelitian ini perilaku diukur dengan menggunakan instrument checklist yang berupa 14 langkah yang berisikan pernyataan dengan lima kemungkinan jawaban menurut skala likert:
a. Pada pernyataan positif: nilai 3 bila selalu, nilai 2 bila sering, nilai 1 bila jarang dan nilai 0 bila tidak pernah.
b. Pada penyataan negatif: nilai 3 bila tidak pernah, nilai 2 bila jarang, bila kadang-kadang, nilai 1 bila sering dan nilai 0 bila selalu.
Penkategorian :
a. Tidak pernah : Tidak sekalipun dilakukan b. Kadang-kadang : Dilakukan 1 kali dalam 3 hari c. Sering : Dilakukan 2 kali dalam 3 hari d. Selalu : Dilakukan setiap hari
commit to user
Sebelum melakukan penelitian, terlebih dahulu peneliti membuat pernyataan dalam kuesioner yang akan dipakai. Dari hasil pada lampiran uji validitas dan reabilitas tersebut untuk kuesioner dari 14 pernyataan perilaku di uji dengan product moment semua memenuhi syarat dan dikatakan valid dan nilai realibilitas dengan alfa cronbach adalah dengan reabilitas sedang yaitu 0,631.
Cara pengukuran
Cara pengukuran perilaku dilakukan dengan observasi pada penderita DM, yang melakukan observasi oleh keluarga yang sudah dilatih oleh peneliti bagaimana cara mengobservasi dan menuliskan pada checklist. Observasi dilakukan setelah 15 hari.
I. Rencana Analisis Data
Data sampel berskala kontinue dideskripsikan dalam parameter Mean. SD, Minimal, Maksimal sedangkan data sampel berskala kategorikal dideskripsikan dalam bentuk frekwensi dan persen.
Untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap pengetahuan, konseling terhadap sikap, pengaruh konseling keluarga terhadap perilaku perawatan kaki dianalisis sebagai berikut :
Variabel bebas
Skala Variabel
terikat
Skala Uji
Konseling kategorikal pengetahuan kategorikal t-test Konseling kategorikal Sikap kategorikal t-test Konseling kategorikal Perilaku kategorikal t-test
commit to user BAB IV