• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Analisis Data

4.3.2 Analisis Regresi Linear Berganda

Untuk dapat membuktikan hipotesis yang dibuktikan sebelumnya, bahwa pajak daerah dan retribusi daerah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar, maka dilakukan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui tingkat pengaruh antara variabl bebas terhadap variabel terikat, baik secara simultan maupun parsial. Data yang digunakan diperoleh dan diolah dengan menggunakan Microsoft Office Excel 2010 dan hasil olahan tersebut selanjutnya diestimasikan kedalam program statistik dengan menggunakan perangkat lunak (software) yaitu SPSS 17.

55 Tabel 4.6

REKAPITULASI HASIL ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 6,375 2,290 2,784 ,027

Pajak ,523 ,061 1,018 8,537 ,000

retribusi -,081 ,116 -,084 -,704 ,504

a. Dependent Variable: y

Berdasarkan pada hasil koefisien regresi (B) di atas, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :

LNY = LN 6,375 + 0,523 LNX1 - 0,081 LNX2

a) Koefisien Regresi

Berdasarkan hasil olah data di atas maka dapat diketahui bahwa :

1. Nilai konstanta sebesar 6,375 , dapat dinyatakan bahwa apabila tidak ada pajak daerah dan retribusi daerah maka nilai dari pertumbuhan ekonomi adalah 6,375 persen.

2. Nilai koefisien regresi pajak sebesar 0,523 , dapat dinyatakan apabila pajak daerah meningkat sebesar 1 persen, maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,523 persen. Dan sebaliknya jika pajak Kota Makassar turun sebesar 1 persen, maka pertumbuhan ekonomi akan turun sebesar 0,523 persen.

3. Nilai koefisien regresi retribusi sebesar -0,081 , dapat dinyatakan bahwa apabila retribusi daerah meningkat sebesar 1 persen, maka akan menurunkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,081 persen. Dan

56

sebaliknya apabila retribusi turun sebesar 1 persen, maka pertumbuhan ekonomi akan naik sebesar 0,081 persen.

b) Koefisien Determinasi

Perhitungan yang dilakukan untuk mengukur proporsi atau presentase dari variasi total variabel dependen yang mampu dijelaskan oleh model regresi.

Dari hasil pengolahan data pada tabel di atas diperoleh : Tabel 4.7

HASIL OLAH DATA NILAI KOEFISIEN DETERMINASI

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1 ,969a ,938 ,920 ,10967 1,203

a. Predictors: (Constant), retribusi, pajak b. Dependent Variable: y

Berdasarkan pada tabel 4.7 di atas dapat diketahui nilai R-Square sebesar 0.938 yang artinya bahwa proporsi kontribusi variabel bebas yaitu pajak daerah dan retribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi adalah 93,80 yang artinya bahwa 93,80 persen variasi perubahan variabel pertumbuhan ekonomi Kota Makassar dapat dijelaskan variabel pajak daerah dan retribusi daerah, sedangkan selebihnya sebesar 6,20 persen dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti.

4.3.3 Pembahasan

a) Pengaruh Pajak Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Makassar Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,523 dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 H1 diterima (signifikan), menyatakan bahwa setiap peningkatan 1 persen pajak daerah Kota Makassar

57

maka pertumbuhan ekonomi Kota Makassar akan meningkat sebesar 0,523 persen dan sebaliknya setiap penurunan 1 persen pajak daerah Kota Makassar maka pertumbuhan ekonomi Kota Makassar akan turun sebesar 0,523 persen.

Arah hubungan antara pajak daerah dengan pertumbuhan ekonomi Kota Makassar adalah searah (+), kenaikan atau penurunan pajak daerah Kota Makassar akan mengakibatkan kenaikan dan penurunan Pertumbuhan Ekonomi Kota Makassar.

Hasil signifikan pajak daerah terjadi karena realisasi pajak daerah yang setiap tahunnya semakin meningkat. Dapat dilihat pada tabel 4.1 pada tahun 2009 jumlah pajak daerah sebesar Rp 115.223.338.974 atau meningkat sebesar 17,1 % lalu pada tahun 2010 jumlahnya sebesar Rp 133.551.818.678 atau meningkat sebesar 15,9 % selanjutnya pada tahun 2011 sebesar Rp 266.065.576.931 atau meningkat sebesar 99,5 % lalu pada tahun 2012 sebesar Rp 388.445.926.266 atau meningkat sebesar 45,9 % pada tahun 2013 sebesar Rp 518.703.083.895 atau meningkat sebesar 33,5 % pada tahun 2014 sebesar Rp 561.697.247.681 atau sebesar 8,2 % pada tahun 2015 sebesar Rp 635.647.206.877 atau sebesar 13,1 % selanjutnya tahun 2016 sebesar Rp 759.202.412.170 atau sebesar 19,4 % pada tahun 2017 sebesar Rp 938.796.384.191 atau sebesar 23,6 % dan pada tahun 2018 jumlahnya sebesar Rp 942.551.920.193 atau meningkat sebesar 0,4 %.

Berdasarkan fenomena yang terjadi, perolehan pajak daerah di Kota Makassar pada tahun 2009-2018 mengalami kenaikan, sehingga dapat mempengaruhi naiknya pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar. Pajak

58

daerah memberikan kontribusi sebesar 98,3 % terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar pada tahun 2009-2018.

Hasil analisa data menunjukkan bahwa pajak daerah berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Makassar. Hal ini berarti setiap terjadi kenaikan pajak daerah akan mempengaruhi naiknya pertumbuhan ekonomi.

Pajak daerah merupakan andalan bagi daerah dan diharapkan dari sumber penerimaan tersebut dapat memberikan kontribusi yang berarti terhadap pertumbuhan ekonomi.

b) Pengaruh Retribusi Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Makassar

Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -0,081 dengan tingkat signifikan 0,504 > 0,05 H0 ditolak (tidak signifikan), menyatakan bahwa setiap peningkatan 1 persen retribusi daerah Kota Makassar maka pertumbuhan ekonomi Kota Makassar akan menurun sebesar 0,081 persen dan sebaliknya setiap penurunan 1 persen retribusi daerah Kota Makassar maka pertumbuhan ekonomi Kota Makassar akan naik sebesar 0,081 persen. Arah hubungan antara retribusi daerah dengan pertumbuhan ekonomi Kota Makassar adalah tidak searah (-).

Hasil retribusi daerah tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi terjadi karena realisasi retribusi yang berfluktuasi. Dapat dilihat jumlah realisasi 5 tahun terakhir pada tabel 4.2 pada tahun 2014 jumlah retribusi daerah sebesar Rp 135.776.884.790 atau meningkat sebesar 70,4 % lalu pada tahun 2015 sebesar Rp 115.220.022.385 atau menurun sebesar -15,1 %

59

selanjutnya tahun 2016 sebesar Rp 128.549.262.383 atau meningkat sebesar 11,5 % selanjutnya pada tahun 2017 sebesar Rp 72.788.075.037 atau menurun sebesar -43,3 % dan pada tahun 2018 sebesar Rp 57.510.517.505 atau menurun sebesar -20,9 %.

Berdasarkan fenomena yang terjadi, retribusi daerah hanya memberikan kontribusi sebesar -4,5 % terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar pada tahun 2009-2018. Dimana hasil penelitian ini menunjukkan retribusi daerah berpengaruh tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Makassar. Hal ini terjadi karena kinerja pemerintah Kota Makassar dalam memaksimalkan penerimaan retribusi belum maksimal dan menyebabkan target yang sudah ditetapkan setiap tahun tidak selalu tercapai.

Jadi berdasarkan hasil uji signifikansi variabel yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi adalah pajak daerah karena mengingat kontribusi pajak yang diperoleh dari pajak hotel, pajak restoran dan pajak hiburan telah memberikan konstribusi yang besar dibandingkan yang lain. Tingginya pendapatan pajak di Kota Makassar disebabkan oleh banyaknya investor yang berminat menanamkan modal yang masuk di Kota Makassar, pembangunan yang pesat akan berdampak pada penerimaan pajak dari investasi yang dilakukan dengan akan dibukanya usaha baru, seperti peningkatan pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan yang terlah memberikan konstibusi yang besar untuk pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar.

60

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh pajak daerah dan retribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, variabel pajak daerah dan retribusi daerah secara simultan bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar.

2. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, secara parsial variabel pajak daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar artinya kontribusi pajak daerah mempengaruhi naik turunnya pertumbuhan ekonomi Kota Makassar. Sedangkan untuk variabel retribusi daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Makasar artinya retribusi daerah tidak memberikan kontribusi yang cukup dalam menaikkan pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar.

3. Secara parsial retribusi daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar pada tahun 2009-2018. Hal ini dikarenakan sumbangsi retribusi masih sangat kurang dan terjadinya fluktuasi terhadap pendapatan retribusi setiap tahunnya di Kota Makassar .

61 5.2 Saran

Berdasarkan hasil analisis pembahasan serta beberapa kesimpulan pada penelitian ini, adapun saran-saran yang dapat diberikan melalui hasil penelitian ini agar mendapatkan hasil yang lebih baik, yaitu:

1. Bagi pemerintah daerah Kota Makassar diharapkan dapat meningkatkan penerimaan pajak daerah setiap tahun dengan mengoptimalkan mengoptimalkan potensi-potensi yang ada di Kota Makassar terkait dengan pajak daerah yang dapat meningkatkatkan realisasi penerimaan pajak.

2. Pemerintah daerah Kota Makassar diharapkan meningkatkan penerimaan retribusi daerah dengan mengadakan sosialisasi mengenai potensi daerah yang dimiliki agar masyarakat dan investor lebih tertarik untuk menanamkan modalnya, karena penerimaan retribusi daerah masih jauh dibandingkan dengan penerimaan pajak daerah yang lebih dominan mempengaruhi peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar.

3. Bagi penelitian lain. Dapat menjadi referensi untuk peneliti selanjutnya yang meneliti tentang pengaruh pajak daerah dan retribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi dan diharapkan agar menambah variabel lain sebagai variabel independen. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini masih kurang mampu untuk menjelaskan variabel dependen secara lebih luas.

62

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Halim. 2007. Akuntansi Sektor Publik Akuntansi Keuangan Daerah. Edisi Revisi, Jakarta, Salemba Empat.

Arsyad, Lincolin, 2004, Ekonomi Pembangunan, Edisi Keempat, Yogyakarta:

STIE YKPN.

Badan Pusat Statistik. Realisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Makassar.

makassarkota.bps.go.id .(diakses 20 Juni 2020)

Habiburrahman. (2012). Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap Penyerapan Tenaga Kerja. Manajemen Dan Bisnis.

Mardiasmo. 2011. Perpajakan edisi revisi Andi Yogyakarta.

Muda Markus. 2005. Perpajakan Indonesia Gramedia Pusaka Utama.

Prof. Dr. Rochmat Soemirto, S.H. 2007. Dasar-dasar Hukum Pajak dan Pajak Pendapatan, Bandung: Eresco.

Rahdina, D.P. 2008. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Pajak Daerah dan Retribusi di Kota Depok pada Era otonomi Daerah, skripsi, Bogor.

Rina Rahmawati, Ruswandi. Analisis Pengaruh Pajak Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah. Skripsi Terdahulu: 2009.

Sadono, Sukirno. 1994. Pengantar Ekonomi Makro. PT. Raja Grasindo Perseda.

Jakarta.

Undang-undang Republik Indonesia. (2014). Undang-undang RI No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan Daerah.

Undang-undang Republik Indonesia. (2009). Undang-undang RI No. 28 Tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah.

Undang-undang Republik Indonesia. (2004). Undang-undang RI No. 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah.

Waluyo. 2010. Perpajakan Indonesia edisi 9. Salemba Empat, Jakarta.

63 Lampiran 1

TAHUN LN_X1 LN-X2 LN_Y

2009 25,47 24,39 17,73

2010 25,62 24,81 17,89

2011 26,31 24,78 18,02

2012 26,69 24,96 18,17

2013 26,97 25,1 18,3

2014 27,05 25,63 18,42

2015 27,18 25,47 18,56

2016 27,36 25,58 18,67

2017 27,57 25,01 18,77

2018 27,57 24,78 18,89

Variables Entered/Removeda Model Variables

Entered

Variables Removed

Method

1 x2, x1b . Enter

a. Dependent Variable: y

b. All requested variables entered.

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1 ,969a ,938 ,920 ,10967 1,203

a. Predictors: (Constant), x2, x1 b. Dependent Variable: y

64 Lampiran 2

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 1,274 2 ,637 52,981 ,000b

Residual ,084 7 ,012

Total 1,359 9

a. Dependent Variable: y b. Predictors: (Constant), x2, x1

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 6,375 2,290 2,784 ,027

x1 ,523 ,061 1,018 8,537 ,000

x2 -,081 ,116 -,084 -,704 ,504

a. Dependent Variable: y

Residuals Statisticsa

Minimum Maximum Mean Std. Deviation N

Predicted Value 17,7111 18,7778 18,3420 ,37629 10

Residual -,13791 ,13460 ,00000 ,09672 10

Std. Predicted Value -1,677 1,158 ,000 1,000 10

Std. Residual -1,258 1,227 ,000 ,882 10

a. Dependent Variable: y

65

Dokumen terkait