BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.7 Definisi Operasional
Tabel 3.1 Definisi Operasional
4.1 HASIL PENELITIAN
4.1.1 Ekstraksi Jeruk Jungga Dan Jeruk Nipis
Penelitian ini diawali dengan pembuatan ekstrak jeruk jungga dan jeruk nipis pada bulan Agustus 2021 dan berakhir dengan pencatatan data pada bulan September 2021. Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Jeruk jungga dan jeruk nipis dibeli di pasar tradisional seberat 750 gram, untuk mendapatkan sari buah masing-masing seberat 500 gram. Proses pembuatan dan hasil ekstraksi dapat dilihat pada gambar berikut.
.
Gambar 4.1 Proses pengerjaan ekstrak jeruk jungga dan jeruk nipis.
Gambar 4.2 Hasil ekstraksi jeruk jungga dan jeruk nipis
Hasil ekstraksi yang didapatkan kemudian dibuat 4 seri konsentrasi ekstrak yang berbeda yaitu 50%, 25%, 12,5%, dan 6,25%. Ekstrak dengan konsentrasi
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
31
yang berbeda ini nantinya akan dilakukan proses pengenceran dengan menggunakan pelarut DMSO.
4.1.2 Uji Total Koloni Bakteri
Uji total koloni bakteri menggunakan metode dilusi, merupakan pengenceran konsentrasi dari campuran daging ikan mas dengan berbagai konsentrasi ekstrak jeruk jungga dan jeruk nipis serta menggunakan teknik Plate Count untuk menghitung jumlah koloni bakteri yang terdapat pada tiap cawan. Pengerjaan uji total koloni bakteri dilakukan sebanyak dua kali (duplo) untuk tiap konsentrasi, pada masing-masing ekstrak jeruk jungga dan jeruk nipis. Koloni yang tumbuh pada Plate Count Agar dihitung secara manual (Hafsan, 2014). Hasil dari uji Total Koloni Bakteri disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 4.1 Hasil Standard Plate Count
Jenis Perlakuan Standard Plate Count
6,25% 12,5% 25% 50%
Jeruk Jungga TBUD 2.2 × 108 1,6 × 108 2.3 × 106
Jeruk Nipis TBUD TBUD TBUD 1.1 × 1012
Pretest (0%) TBUD
*TBUD = Terlalu Banyak untuk Dihitung
Gambar 4.3 Perbandingan Hasil Standard Plate Count Jeruk Jungga dan Jeruk Nipis
>3000000 >3000000 >3000000 >3000000 >3000000
4.1.3 Identifikasi Bakteri
Pada penelitian ini dilakukan identifikasi bakteri yang terdapat pada ikan mas dengan menggunakan Vitek 2 Compact untuk mendapatkan hasil yang cepat dan akurat (Tauran et al., 2018). Identifikasi bakteri dilakukan dengan mengambil sampel swab dari kulit ikan mas dan daging ikan mas. Hasil identifikasi ditemukannya bakteri Aeromonas sobria pada kulit ikan mas dan Aeromonas hydrophila yang terdapat pada daging ikan mas. Untuk hasil pemeriksaan bakteri pada ikan mas mentah dapat dilihat pada Lampiran I nomor 4.
Gambar 4.4 Pengerjaan swab permukaan ikan mas
Gambar 4.5 Pembuatan suspensi inokulum yang akan dimasukkan ke dalam mesin Vitek 2 Compact
4.2 PEMBAHASAN
4.2.1 Ekstraksi Jeruk Jungga dan Jeruk Nipis
Ekstraksi adalah proses ekstraksi metabolit sekunder dengan menggunakan pelarut. Ekstraksi dapat dilakukan lebih cepat pada suhu tinggi, tetapi hal ini dapat merusak beberapa komponen. Prinsip maserasi adalah bahwa senyawa kimia dengan sifat seperti pelarut akan tertarik dan larut kedalam pelarut, sehingga dapat digunakan untuk memisahkan beberapa senyawa kimia
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
33
(Chusniasih dan Tutik, 2020). Untuk mendapatkan ekstrak dari jeruk jungga dan jeruk nipis digunakan alkohol 96% sebab minyak atsiri memiliki kandungan aktif yang sangat mudah menguap sehingga diperlukan pelarut yang mudah menguap juga. Menurut Alviana, flavonoid yang terkandung dalam minyak atsiri akan rusak pada suhu tinggi karena memiliki sifat yang tidak tahan terhadap suhu tinggi sehingga proses maserasi merupakan proses yang tepat untuk penelitian ini (Savitri et al., 2019). Ekstrak yang dipakai adalah sebesar 50%, 25%, 12,5%, 6,25%. Konsentrasi tersebut dipilih peneliti berdasarkan penelitian terdahulu yang menyebutkan bahwa pada konsentrasi 12-13% dari jeruk jungga adalah konsentrasi terbaik untuk menghasilkan morfologi ikan mas yang cerah dan terhindar dari bau amis (Hutapea et al., 2019).
4.2.2 Uji Total Koloni Bakteri
Hasil Standard Plate Count pada kelompok pretest (sebelum dilakukan perlakuan), yang terdapat pada Tabel 4.1, menunjukkan hasil jumlah total koloni yang tidak bisa dihitung sekalipun sampel diambil dari pengenceran dengan konsentrasi sampel terendah. Hal ini menunjukkan bahwa ikan mas mentah yang dipakai untuk penelitian ini masih belum memenuhi kriteria Standar Nasional Indonesia (SNI 01-2729.1-2006) untuk ikan mentah yaitu dibawah 5×105 CFU/g.
Jumlah koloni terendah setelah diberikan ekstrak jeruk jungga dengan konsentrasi 50% adalah sebesar 2,3×106 CFU/ml, sehingga ketika diberikan ekstrak jeruk jungga 50% jumlah total koloni yang didapatkan masih tergolong tidak aman berdasarkan SNI 01-2729.1-2006. Hasil Standard Plate Count setelah pemberian jeruk nipis dengan berbagai konsentrasi menunjukkan jumlah koloni terendahnya pada pemberian ekstrak jeruk nipis dengan konsentrasi 50% adalah 1,1×1012 CFU/ml sehingga dengan jumlah koloni tersebut masih tergolong tidak aman untuk dikonsumsi menurut SNI 01-2729.1-2006.
Grafik perbandingan efektivitas jeruk jungga dan jeruk nipis dapat dilihat pada gambar 4.3. Kedua jeruk tersebut menyebabkan penurunan jumlah mikroorganisme dengan tingkat signifikansi yang berbeda. Penurunan jumlah
koloni pada pemberian jeruk jungga mengalami penurunan yang lebih signifikan dibandingkan jeruk nipis. Hal ini tidak sejalan dengan studi yang dilakukan oleh Christine pada penelitiannya menggunakan jeruk nipis memiliki jumlah koloni akhir yang lebih sedikit dibandingkan dengan jeruk jungga (Hutapea et al., 2019).
Pada penelitian Okta dkk yang dilakukan di Laboratoriun Institut Pertanian Bogor, menyatakan TPC ikan nila setelah pemberian jeruk jungga sedikit lebih rendah dibandingkan setelah pemberian jeruk nipis sehingga masih sejalan dengan penelitian ini (Tarigan et al., 2016). Berdasarkan penelitian Milana, kandungan senyawa yang terkandung pada buah bergantung pada asal tanaman dan kondisi tanah tempat tanamanan tersebut ditanam (Salim et al., 2016). Sehingga perbedaan penelitian ini dengan penelitian Christine (Hutapea et al., 2019) diduga berkaitan dengan perbedaan tempat asal buah yang ditanam dimana pada penelitian ini buah jeruk jungga dan jeruk nipis diambil dari salah satu pasar tradisional di Medan.
4.2.3 Identifikasi Bakteri
Bakteri Aeromonas hydrophila dan Aeromonas sobria merupakan bakteri patogen yang sering dijumpai pada ikan. Kedua bakteri tersebut merupakan bakteri zoonosis yang merupakan bakteri yang menular dari hewan ke manusia yang sering menyebabkan diare akut pada pasien immunocompromised (Long et al., 2017; Nolla-Salas et al.,2017; Ryan et al., 2019) sehingga sering dikaitkan sebagai bakteri penyebab foodborne disease (Ghenghesh et al., 2008). Bakteri pada ikan mas mentah mencerminkan keadaan lingkungan dari ikan mas tersebut sebelum dibawa ke pasar. Stres yang diakibatkan oleh perubahan lingkungan dan suhu dapat mempengaruhi imunitas pada ikan sehingga menyebabkan pertumbuhan mirkoorganisme pada ikan (Green et al., 2015). Penelitian sebelumnya juga menemukan bakteri yang sama yaitu Aeromonas hydrophila pada ikan mas mentah (Balatif, 2019). Beberapa bakteri yang sering ditemukan pada ikan mas antara lain; Aeromonas, Pseudomonas, Flavobacterium, Plesiomonas dan coliform (Amelia et al., 2020b).
35 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan analisa data dan pembahasan hasil penelitian mengenai efek antimikroba jeruk jungga dan jeruk nipis terhadap jumlah mikroorganisme pada ikan mas mentah, maka dapat diambil kesimpulan, yaitu :
1. Bakteri yang ditemukan pada penelitian ini adalah jenis Aeromonas sp.
2. Standard Plate Count sebelum pemberian jeruk jungga dan jeruk nipis adalah TBUD (Terlalu Banyak Untuk Dihitung) dikarenakan jumlahnya diatas 3×1012 CFU/ml.
3. Konsentrasi terbaik adalah 50% dimana Standard Plate Count pada jeruk jungga adalah 2.3 × 106 CFU/ml dan jeruk nipis adalah 1.1 × 1012 CFU/ml.
4. Pemberian jeruk jungga lebih efektif menurunkan jumlah mikroba dibandingkan dengan jeruk nipis.
5.2 SARAN
1. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan peneliti menggunakan konsentrasi ekstrak yang berbeda untuk mengetahui keefektifan dari jeruk jungga dan jeruk nipis.
2. Penelitian ini memberikan informasi kepada konsumen naniura bahwa penggunaan jeruk jungga lebih efektif dalam membunuh mikroba dibandingkan jeruk nipis.
3. Kepada pedagang ikan agar tetap memperhatikan kebersihan proses pengolahan ikan tersebut sebelum sampai ke konsumen agar kualitas ikan tetap terjaga.
4. Kepada masyarakat disarankan untuk mengolah makanan dengan memasak secara matang untuk membunuh mikroorganisme.
DAFTAR PUSTAKA
Amri, K. and Khairuman, S.P., 2008. Budidaya Perikanan Pada Tiap Jenis Ikan. Agro Media Pustaka. Jakarta.
Ariyanti, T., Gunarso, D.N. and Rachmawati, F., 2020, December. Uji Aktivitas Antibakteri Bakteriofaga HK terhadap Escherichia coli O157H7 sebagai Agen Penyebab Foodborne Disease. In Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner (Vol. 20, No. 20, pp. 275-286).
Austin B, Austin DA. Vibrios. In: Bacterial Fish Pathogens: Disease of Farmed and Wild Fish. Cham: Springer International Publishing (2016). p. 499–601.
doi: 10.1007/978-3-319-32674-0_10
Baymolo, G., 2002. The Effects Of Potting Sizes On The Growth Of Rough Lemon (Citrus jambhiri Lush.) Rootstocks.[Disertasi]. Departement of Crop Sciences. School of Agricultural Sciences. University of Zambia.
Carroll, K.C., Butel, J. and Morse, S., 2015. Jawetz Melnick & Adelbergs Medical Microbiology 27 E (pp. 212-20). McGraw Hill Professional.
Celaya, L.S., Alabrudzińska, M.H., Molina, A.C., Viturro, C.I. and Moreno, S., 2014. The Inhibition Of Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus By Essential Oils Isolated From Leaves And Fruits Of Schinus Areira Depending On Their Chemical Compositions. Acta Biochimica Polonica, 61(1).
Chang, L.C. and Kinghorn, A.D., 2001. Flavonoids As Cancer Chemopreventive Agents. Bioactive Compounds from Natural Sources, 159.
Chaudhari, S.Y., Harisha, C.R., Galib, R. and Prajapati, P.K., 2014.
Pharmacognostical Evaluation of Citrus jambhiri Lush. fruit. Ancient science of life, 34(2), p.96.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
37
Cholik, F., Jagatraya, A.G., Poernomo, R.P. and Jauzi, A., 2005. Akuakultur Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN) dan Taman Kuarium Air Tawar, Jakarta: PT. Victoria Kreasi Mandiri.
Chusniasih, D. and Tutik, T., 2020. Uji Toksisitas Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (Bslt) Dan Identifikasi Komponen Fitokimia Ekstrak Aseton Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.). Analit:
Analytical and Environmental Chemistry, 5(2), pp.192-201.
Dalimartha, S., 2000. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia (Vol. 2). Niaga Swadaya.
Departemen Kesehatan. 2006. Keputusan Menteri RI No:942/Menkes/SK/VII/2006. Tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajajanan. Jakarta: Depkes RI
Djarijah, I.A.S., 1995. Pembenihan Ikan Mas. Kanisius.
Dwidjoseputro, D., 2019. Dasar-dasar mikrobiologi.
Feldhusen, F., 2000. The Role Of Seafood In Bacterial Foodborne Diseases. Microbes and infection, 2(13), pp.1651-1660.
Hafsan, H., 2014. Mikrobiologi Analitik.
Hamdan, D.I., Abdulla, R.H., Mohamed, M.E. and El-Shazly, A.M., 2013.
Chemical Composition And Biological Activity Of Essential Oils Of Cleopatra Mandarin (Citrus reshni) cultivated in Egypt. Journal of Pharmacognosy and Phytotherapy, 5(5), pp.83-90.
Hester, L.L., Sarvary, M.A. and Ptak, C.J., 2014. Mutation and selection: An Exploration Of Antibiotic Resistance in Serratia marcescens. Proceedings of the Association for Biology Laboratory Education, 35, pp.140-183.
Hidayat, I.R.S., Napitupulu, R.M. and SP, M., 2015. Kitab Tumbuhan Obat.
Agriflo.
Hochedez, P., Hope-Rapp, E., Olive, C., Nicolas, M., Beaucaire, G. and Cabié, A., 2010. Bacteremia caused by Aeromonas hydrophila complex in the Caribbean Islands of Martinique and Guadeloupe. The American journal of tropical medicine and hygiene, 83(5), pp.1123-1127.
Hojjati, M. and Barzegar, H., 2017. Chemical Composition And Biological Activities Of Lemon (Citrus limon) Leaf Essential Oil. Nutrition and Food Sciences Research, 4(4), pp.15-24.
Hoseinzadeh, E., Makhdoumi, P., Taha, P., Hossini, H., Pirsaheb, M., Omid Rastegar, S. and Stelling, J., 2017. A Review Of Available Techniques For Determination Of Nano-Antimicrobials Activity. Toxin Reviews, 36(1), pp.18-32.
Husni, A., Brata, A.K. and Budhiyanti, S.A., 2015. Peningkatan daya simpan ikan kembung dengan ekstrak etanolik padina sp. Selama penyimpanan suhu kamar. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 18(1).
Hutapea, C.N., Leksono, T. and Sari, N.I., 2019. The Effect Of Different Kind Of Citrus On The Quality Of Jelawat Fish (Leptobarbus hoevenii) Naniura. Berkala Perikanan Terubuk, 47(2), pp.165-175.
Indonesia, S.N., 2008. Metode Pengujian Cemaran Mikroba Dalam Daging, Telur Dan Susu, Serta Hasil Olahannya. SNI, 2897(2008), pp.1-31.
Jain, S.M. and Gupta, P.K. eds., 2018. Step Wise Protocols for Somatic Embryogenesis of Important Woody Plants. Springer.
Jirna, N., Mastra, N., Wilan, L., Karta, W., dan Burhannudin. 2017.Potency of Lime (Citrus Aurantifolia) as Bio-Disinfectant of Staphylococcus Aureus. Dama International Journal of Researchers.
Jorgensen, J.H. and Turnidge, J.D., 2015. Susceptibility Test Methods:
Dilution And Disk Diffusion Methods. Manual of clinical microbiology, pp.1253-1273.
Kabata, Z., 1985. Parasites And Diseases Of Fish Cultured In The Tropics.
Taylor & Francis Ltd..
Karina, A., 2012. Khasiat dan Manfaat Jeruk Nipis. Edisi I. Stomata:
Surabaya.
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. 2020, KKP Targetkan Konsumsi Ikan 56,39 kg. https://kkp.go.id/artikel/16451-2020-kkp- . 27 Maret 2021 (19:27)
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
39
Khaerani, L.R., Prayitno, S.B. and Haditomo, A.C., 2018. Pengaruh Perendaman Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Untuk Mengobati Infeksi Aeromonas hydrophila Pada Ikan Mas (Cyprinus carpio). Journal of Aquaculture Management and Technology, 7(1), pp.99-106.
Kirk, M.D., Pires, S.M., Black, R.E., Caipo, M., Crump, J.A., Devleesschauwer, B., Döpfer, D., Fazil, A., Fischer-Walker, C.L., Hald, T. and Hall, A.J., 2015. World Health Organization Estimates Of The Global And Regional Disease Burden Of 22 Foodborne Bacterial, Protozoal, And Viral Diseases, 2010: A Data Synthesis. PLoS medicine, 12(12), p.e1001921.
Koesoemardiyah, A.Z., 2012. Aromaterapi: Untuk Kesehatan Kebugaran Dan Kecantikan. Yogyakarta: Andi. Monika, B.
Kunsah, B., 2016. Efektifitas Variasi Perasaan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Secara In Vitro.
Leite, A.M., Lima, E.D.O., Souza, E.L.D., Diniz, M.D.F.F.M., Trajano, V.N.
and Medeiros, I.A.D., 2007. Inhibitory Effect Of Beta-Pinene, Alpha-Pinene And Eugenol On The Growth Of Potential Infectious Endocarditis Causing Gram-Positive Bacteria. Revista Brasileira de Ciências Farmacêuticas, 43(1), pp.121-126.
Mendonca, A., Thomas-Popo, E. and Gordon, A., 2020. Microbiological considerations in food safety and quality systems implementation.
In food safety and quality systems in developing countries (pp. 185-260).
Academic Press.
Mohammed, A.M.H., Ibrahim, M.A., Omran, A.A., Mohamed, E.M. and Elsheikh, S.E., 2013. Minerals content, essential oils composition and physicochemical properties of Citrus jambhiri Lush.(rough lemon) from the sudan. International Letters of Chemistry, Physics and Astronomy, 9, pp.25-30.
Moleyar, V. and Narasimham, P., 1992. Antibacterial activity of essential oil components. International journal of food microbiology, 16(4), pp.337-342.
Ndahawali, D.H., 2016. Mikroorganisme Penyebab Kerusakan pada Ikan dan Hasil Perikanan Lainnya.
Novotny, L., Dvorska, L., Lorencova, A., Beran, V. and Pavlik, I., 2004. Fish:
A Potential Source Of Bacterial Pathogens For Human Beings. Veterinarni Medicina, 49(9), p.343.
Nurdin, J.A., Munir, R.S. and Setiabudi, R.J., 2012. Essential Oil Extract of Citrus Aurantifolia L. Has Better Antibacterial Effect Than Sulfur Towards Staphylococcus epidermidis. Folia Medica Indonesiana, 48(3), p.115.
Pandiangan, M., Kaban, J., Wirjosentono, B. and Silalahi, J., 2019, January.
Analisis Kandungan Asam Lemak Omega 3 dan Omega 6 pada Minyak Ikan Mas (Cyprinus Carpio). In Talenta Conference Series: Science and Technology (ST) (Vol. 2, No. 1, pp. 37-44).
Peraturan Menteri Kesehatan RI No.:1096/Menkes/Per/VI/2011 Tentang Higiene Sanitasi Jasaboga. 7 Juni 2011. Jakarta.
Pratiwi, D., Suswati, I. and Abdullah, M., 2013. Efek Anti Bakteri Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Terhadap Salmonella Typhi Secara In Vitro. Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga, 9(2), pp.110-115.
Procop, G.W., Church, D.L., Hall, G.S. and Janda, W.M., 2017. Koneman's Color Atlas and Textbook of Diagnostic (pp. 845-853). Philadelphia:
Wolters Kluwer.
Pujiastuti, N. and Setiati, N., 2015. Identifikasi Dan Prevalensi Ektoparasit Pada Ikan Konsumsi Di Balai Benih Ikan Siwarak. Life Science, 4(1).
Quintana, L.B., Corrella, O.N. and Abarca, L.F.M., 2015. Estudio de prefactibilidad para la producción de limón mesino (Citrus aurantifolia) en Acosta y su comercialización en el CENADA, Costa Rica. e-Agronegocios, 1(1).
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
41
Radji, M. and Manurung, J., 2010. buku ajar mikrobiologi, panduan mahasiswa farmasi dan kedokteran, Jakarta, Buku kedokteran EGC.
Ramadhinta, T.M., Nahzi, M.Y.I. and Budiarti, L.Y., 2016. Uji Efektivitas Antibakteri Air Perasan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Sebagai Bahan Irigasi Saluran Akar Alami Terhadap Pertumbuhan Enterococcus Faecalis In Vitro. Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi, 1(2), pp.17-21.
Razak, A., Djamal, A. and Revilla, G., 2013. Uji Daya Hambat Air Perasan Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia s.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus secara In Vitro. Jurnal Kesehatan Andalas, 2(1), pp.05-08.
Rudiyanti, S. and Dana, A., 2009. Pertumbuhan dan Survival Rate Ikan Mas (Cyprinus carpio Linn) Pada Berbagai Konsentrasi Pestisida Regent 0,3 g. Saintek Perikanan, 5(1), pp.49-54.
Ruxton, C.H.S., 2011. The Benefits Of Fish Consumption. Nutrition Bulletin, 36(1), pp.6-19.
Salim, M., Sulistyaningrum, N., Isnawati, A., Sitorus, H., Yahya, Y. and Ni'mah, T., 2016. Karakterisasi Simplisia Dan Ekstrak Kulit Buah Duku (Lansium domesticum Corr) dari Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi. Jurnal Kefarmasian Indonesia, pp.117-128.
Savitri, A., 2019. Optimasi Microwave Pada Ekstraksi Kayu Secang (Caesalpinia sappan l.) dan Efeknya Terhadap Kandungan Total Fenolik Serta Aktivitas Antibakteri. Microwave optimization for extraction of Caesalpinia sappan l. And their effect on the total phenol and antibacterial activity (doctoral dissertation, Unika Soegijapranata Semarang).
Sembiring, H., 2019. Antibacterial Activities of Rough Lemon (Citrus jambhiri Lush.) Rind Essential Oil. Journal of Chemical Natural Resources, 1(1), pp.12-18.
Setiadi, P., 2004. Budi Daya Jeruk Asam Di Kebun dan Di Pot. Cetakan I.
Tarigan, O.J., Lestari, S. and Widiastuti, I., 2016. Pengaruh Jenis Asam Dan Lama Marinasi Terhadap Karakteristik Sensoris, Mikrobiologis, Dan
Kimia Naniura Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Fishtech, 5(2), pp.112-122.
Taufik, T.F., Soleha, T.U., Wulan, A.J. and Ramadhian, M.R., 2018.
Identifikasi Bakteri Coliform pada Salmon Mentah dalam Sajian Sushi di Restoran Jepang di Bandar Lampung. Jurnal Medula, 7(5), pp.210-214.
Tauran, P.M., Handayani, I. and Sennang, N., 2018. Identifikasi Bakteri Aerob Gram Negatif Dan Gram Positif Menggunakan Metode Konvensional Dan Otomatik. Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory, 19(2), pp.105-111.
Uddin, N. and Al-Harbi, A.H., 2012. Bacterial Flora of Polycultured Common Carp (Cyprinus carpio) and African catfish (Clarias gariepinus). International Aquatic Research, 4(1), pp.1-9.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan.
17 November 2012. Jakarta.
Vajriana, E., 2015. Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Terhadap Isolat Staphylococcus Aureus Secara In Vitro. ETD Unsyiah.
Vega-Jiménez, A.L., Vázquez-Olmos, A.R., Acosta-Gío, E. and Álvarez-Pérez, M.A., 2019. In Vitro Antimicrobial Activity Evaluation of Metal Oxide Nanoparticles. In Nanoemulsions-properties, fabrications and applications. IntechOpen.
World Health Organization, 2015. Who Estimates Of The Global Burden Of Foodborne Diseases. World Health Organization.
Yanuartono, H. Purnamaningsih, A. Nururrozi, S. Indarjulianto., 2017.
Saponin : Dampak terhadap Ternak. Ulasan. Jurnal Peternakan Sriwijaya.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
43
LAMPIRAN A.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Miranda Howen
NIM : 180100083
Tempat/Tanggal lahir : Medan / 14 Oktober 2000
Agama : Buddha
Nama Ayah : Wiwanto Tjumar
Nama Ibu : Nuraini
Alamat : Jl. Brigjend Hamid No. D2, Medan
Riwayat Pendidikan :
1. SD Sutomo 1 Medan 2006-2012
2. SMP Sutomo 1 Medan 2012-2015
3. SMA Sutomo 1 Medan 2015-2018
4. Fakultas Kedokteran USU 2018-sekarang
Riwayat Organisasi :
1. MIND FK USU 2018-sekarang
2. CIMSA USU 2020-sekarang
Riwayat Kepanitiaan :
1. Panitia Tim Medis Indonesia Theravada Buddhist Centre 2018 2. Panitia Amisa Puja Perayaan Kathina MIND FK USU
2018
3. Panitia Dana Usaha LKMM FK USU 2019 4. Anggota Seksi Administrasi dan Kesekretariatan SRF FK USU 2019
5. Panitia Tim Medis Tanoto Scholars Association Medan 2019 Gastroenterohepatology Disease (Highlight on Treatment
Gastroenterohepatology Disease)” Scripta Research Festival Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 2019
7. Webinar Basic Surgical Knowledge TBM FK USU 2020 8. Webinar Basic Life Support & Traumatology TBM FK USU 2020 9. Webinar Night Online Talks About Journal (NOCTURNAL)
2020 FK UNRI
10. Webinar An Everyday Cardiology Encounter: How Would You 2020 Approach History Taking, Examination and Treatment ?
ELSEVIER
Riwayat Prestasi
1. Juara 2 PEMA Medical Olympiad 2020 Fakultas Kedokteran 2020 Universitas Sumatera Utara Cabang Infectious Disease
2. Semifinalis Siriraj International Medical Microbiology, 2021 Parasitology, and Immunology Competition (SIMPIC 2021)
di Faculty of Medicine Siriraj Hospital, Mahidol University, Thailand.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
45
LAMPIRAN B.
LAMPIRAN C.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
47
LAMPIRAN D.
LAMPIRAN E.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
49
LAMPIRAN F.
LAMPIRAN G.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
51
LAMPIRAN H.
Tabel Jumlah Koloni Pretest (Sebelum diberi perlakuan apapun)
Tabel Jumlah Koloni Setelah Pemberian Ekstrak Jeruk Jungga
Tabel Jumlah Koloni Setelah Pemberian Ekstrak Jeruk Nipis
11: kontrol negatif
LAMPIRAN I.
1. Tabung Falcon yang mengandung sampel
2. Cawan petri yang akan digunakan untuk dilakukan streak plate
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
53
3. Beberapa hasil total plate count yang didapat
a. Gambaran Pretest (tidak diberikan perlakuan/ ekstrak apapun)
b. Gambaran ekstrak jeruk jungga dan ekstrak jeruk nipis yang telah diaplikasikan pada sampel daging ikan mas mentah.
Ekstrak Jeruk Jungga 50%
Ekstrak Jeruk Jungga 50%
Ekstrak Jeruk Nipis 50%
Ekstrak Jeruk Nipis 50%
Pretest
Pretest
4. Hasil Identifikasi Bakteri (atas) Swab Permukaan (bawah) Swab Daging