• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

C. Definisi Operasional Penelitian

Untuk memberikan jawaban dari permasalahan penelitian ini maka variabel- variabel perlu di definisikan secara operasional.

1. Variabel (X) dalam penelitian ini adalah Bimbingan konseling.

Bimbingan konseling merupakan proses bantuan atau pertolongan yang dilakukan oleh guru (konselor) kepada murid (konseli) dengan bertanya kepada murid untuk megetahui masalah-masalah yang dihadapi murid biak itu masalah sosial, masalah pribadi maupun masalah belajar dan memberikan jalan keluar setiap massalah-masalah yang dihadapi murid, sehingga dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar murid.

2. Variabel (Y) dalam penelitian ini adalah prestasi belajar.

Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh murid dari proses belajar mengajar yang dilakukannya. Dalam hal ini prestasi belajar dilihat dari nilai tugas, PR dan ulangan dari murid. Jadi prestasi belajar adalah hasil usaha bekerja atau belajar yang menunjukkan ukuran kecakapan yang dicapai dalam bentuk nilai.

D. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono. 2016:80 ).

Jalaluddin Rahkmat (2000:78) mengatakan populasi adalah kumpulan obyek dalam penelitian. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah

seluruh murid di SD Negeri 1 Betao Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang yang berjumlah 252 Murid

Tabel 3.1. Populasi murid SD Negeri I Betao

1 2 3

No Kelas Jumlah

1. Kelas I 38 Siswa

2. Kelas II 45 Siswa

3. Kels III 32 Siswa

4. Kelas IV 46 Siswa

5. Kelas V 47 Siswa

6. Kelas VI 44 Siswa

Jumlah 252 Siswa

Sumber: staf tata usaha SD Negeri I Betao. 2020

2. Sampel

Sugiono (2016:81), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Arikunto (2006:131), sampel adalah sebagian atau wakil polpulasi yang diteliti. Rahkmat (2000:78) Sampel adalah bagian yang diamati dalam penelitian. Syaodih (2010:266) sampel adalah kelompok kecil bagian dari target populasi yang mewakili populasi dan secara rill diteliti. Sampel yang diambil adalah seluruh murid kelas V yang memiliki masalah, baik itu masalah sosial, pribadi, maupun masalah dalam belajar. Siswa

kelas V saat ini berjumlah 47 orang, alasan peneliti mengambil sampel ini karena secara kebetulan peneliti datang ke sekolah dan melihat kecerdasan emosional murid kelas V mulai terlihat. Dengan rincian sebagai beikut:

Table 3.2 Rincian jumlah murid kelas V

No Jenis Kelamin Jumlah

1. Laki-laki 25

2. Perempuan 22

Jumlah 47

Sumber: staf tata usaha SD Negeri I Betao. 2020

3. Teknik Pegambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel atau teknik sampling adalah suatu cara mengambil sampel yang representif dari populasi. Pengambilan sampel ini harus dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang benar-benar dapat mewakili dan dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya.

Teknik pengumpulan sampel dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling. Teknik sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive sampling.

Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.

E. Teknik Pengumpulan Data 1. Metode pengumpulan data

Untuk memperoleh data yang diharapkan, peneliti menggunakan metode, yaitu:

a. Metode kuensioner

Kuensioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada reponden untuk dijawabnya. Kuensioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yanag bissa diharapkan dari responden. Selain itu, kuensioner juga cocok dapat bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang cukup luas.

Kuensioner dapat berupa pertanyaan atau pernyataan tertutup atau terbuka, dapat diberikan responden secara lansung atau dikirim melalui pos atau internet. Kuensioner digunakan untuk memperoleh data tentang layanan bimbingan dan konseling dan prestasi belajar peserta didik. Kemudian hasilnya digunakan untuk deksripsi data.

b. Metode dokumentasi

Metode dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data lansung dari tempat penelitian, melipiuti buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, filem documenter, data yang relevan penelitian.

Metode ini terutama digunakan untuk menghimpun data mengenai prestasi belajaar siswa, juga mengenai sejarah berdirinya, struktur organisasi serta keadaan siswa dan karyawan.

Metode dokumentasi ditempuh untuk mengumpulkan data. Data tersebut berupa nama-nama murid di SD Negeri 1 Betao.

2. Instrument penelitian

Untuk keperluan pengukuran variabel bebas bimbingan dan konseling digunakan instrument penelitian yaitu bimbingan dan konseling. Kemudian untuk keperluan pengukuran variabel terikat prestasi belajar digunakan instrument penelitian yaitu prestasi belajar. Kuesioner digunakan untuk memperoleh data tentang bimbingan dan konseling dan prestasi belajar peserta didik. Dari instrument inilah yang kemudian akan diketahui layanan bimbingan dan konseling dan prestasi belajar peserta didik yang baik dan kurang baik.

Kuensioner yang digunakan berbentuk skala Likert yang bersifat lansung dan tertutup. Cara pemberian skor untuk masing-masing butir pertanyaan sebagai berikut :

Tabel 3.3. Pemberian Skor Pertanyaan Instrumen

NO Alternatif Jawaban Pemberian Skor

1. Selalu (SL) 4

2. Sering (SR) 3

3. Kadang-kadang (KD) 3

4. Tidak Pernah (TP) 1

Layanan bimbingan dan konseling dan prestasi belajar peserta didik dapat diketahui dengan nilai rata-rata perhitungan skoring.

a. Prosedur Pengembangan Instrumen

Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrument pokok penelitian, maka kuesioner ini merupakan faktor yang menentukan keberhasilan penelitian. Untuk itu langkah dan tahap penyususnan kuesioner haruslah melalui prosedur dan standar agar perangkat penelitian ini dapat diprtanggung jawabkan. Prosedur pengembangan kuesioner dilakukan sebagai berikut:

1) Perencanaan, meliputi perumusan tujuan, menentukan variabel, sub variabel, dan indicator.

2) Penulisan item kuesioner dan penyusunan skala.

3) Penyuntingan, yaitu melengkapi instrument dengan pedoman pengerjaan dan lain-lain yang diperlukan.

4) Uji coba.

5) Penganalisaan hasil, analisis item, melihat pola jawaban dan peninjauan sarana-sarana.

b. Kisi-kisi instrument penelitian

Kisi-kisi instrument penelitian ini digunakan untuk mengetahui kandungan butir-butir pertanyaan yang terdapat pada koesioner(angket) yang diberikan kepada murid yang akan diteliti. Berikut ini adalah tabel dari kisi-kisi instrument penelitian:

1) Kisi-kisi instrument pelaksanaan bimbigan konseling.

Tabel 3.4. Kisi-kisi instrument pelaksanaan Bimbingan konseling

Variabel Indikator

Bimbingan konseling

a. Bimbingan pribadi. 1,2,3,7,9,10 b. Bimbingan sosial. 14,15

c. Bimbingan belajar. 4,5,6,8,11,12,13

2) kisi-kisi instrumen prestasi belajar Tabel 3.5. kisis-kisi instrumen prestasi belajar

Variabel Indikator

Prestasi belajar a. Nilai tugas di sekolah b. Nilai PR

c. Nilai ujian harian, dan ujian mingguan.

c. Uji Instrumen

Pada kuesioner bimbingan dan konseling dan prestasi belajar dilakukan uji instrumen yaitu validitas dan reliabilitas.

1) Validitas

Sebuah instrumen dikatakan valid apabila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti.

2) Realibilitas

Reabilitas dikatakan apabila tes tersebut dapat memberikan hasil tes yang tetap, artinya apabila tes tersebut dikenakan pada sejumlah subjek yang sama pada waktu lain, maka hasilnya akan tetap sama atau relative sama. Reabilitas mengandung dua makna yaitu alat ukur menghasilkan pengukuran yang dilakukan dalam waktu yang berbeda dan diselenggarakan oleh petugas berbeda tidak membuahkan hasil yang berbeda, berarti akan mendapat pengukuran yang sama serta alat ukur ini menghasilkan pengukuran yang stabil skalipun digunakan berkali-kali atau berulang-ulang sedangkan alat ukur dikatakan stabil apabila alat ukur tersebut digunakan oleh siapapun dan dalam waktu yang berbeda sekalipun akan menunjukkan skore atau hasil yang sama.

Uji reabilitas bertujuan untuk mengetahui kegiatan atau keterpercayaan instrument. Besarnya menunjukkann koefisieen reabilitas instrument. Dari hasil analisi dapat diketahui reabilitas instrument tinggi dan rendah sebagai tolak ukur tinggi rendahnya koefisiesn realibilitas instrument dapat digunakan interprestasi yang diungkapkan oleh sugiono (2015:216) F. Teknik Analisi Data

Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti yaitu korelasi Pruduc Moment. Selanjutnya untuk mengetahui adanya pengaruh bimbingan konseling terhadap prestasi belajar murid dengan menggunakan analisis inferensialasosiatif yang diuji dengan korelasi Produc Moment.

Rumus korelasi Produc Moment:

(Sugiyono,2016:183) Keterangan :

= Korelasi product moment person item dengan total N = Jumlah responden

= Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y = Jumlah seluruh skor X

= Jumlah seluruh skor Y

Tabel 3.6. Pedoman Untuk Memberikan Interprestasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0.00-0.199 Sangat Rendah

0.20-0.399 Rendah

0.40-0.599 Sedang

0.60-0.799 Kuat

0.80-1.000 Sangat Kuat

Untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara penggunaan bimbingan konseling terhadap prestasi belajar murid, maka peneliti menggunakan uji Paired Sample test. Berikut adalah aturan penerimaan hipotesis dalam penelitian ini :

“Ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan bimbingan konselig terhadap prestasi belajar murid kelas V SD Negeri 1 Betao Kecematan Pitu Riawa Kabupaten Sindenreng Rappang.”

Jika nilai rhitung >rtabel maka ada pengaruh yang signifikan antara bimbingan konseling terhadap prestasi belajar murid kelas V SD Negeri 1 Betao Kecematan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang

45 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait