• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

E. RUMAH SAKIT

I. DEFINISI OPERASIONAL

UGD dan Ruang UGD

Proses, cara, mendaftar di UGD dan Ruang UG

Proses pemberian pelayanan kepada pasien berupa informasi pengisian identitas, alur pelayanan dan waktu tunggu.

a. Baik : ≥ 62.5 % b. Tidak baik : <

62.5 %

2. Ruangan Rawat Inap Rumah Sakit

Ruang Rawat Inap yang baik, aman, nyaman dan sehat bagi para pasien, pekerja,

pengunjung dan masyarakat di sekitar rumah sakit.

Pengalaman pasien mengenai lingkungan rumah sakit selama pasien di rawat inap, meliputi : kebersihan, kebisingan, makanan dan minuman dan jam kunjungan.

a. Baik : ≥ 75 % b. Tidak baik : <

75 %

Bersambung

45 dan

Pengobatan

membantu pasien mendapatkan pelayanan dan perawatan kesehatan.

pelayanan perawatan dan

pengobatan oleh tenaga kesehatan di rumah sakit, meliputi : hak privasi perawatan, memperoleh bantuan ketika mmembutuhkan.

b. Tidak baik :<

62.5 %

4. Operasi dan Prosedur

Standarisasi pelaksaaan pelayanan kesehatan dalam kepatuhan terhadap

pengobatan

Manfaat dan hasil dari pelaksanaan operasi dan prosedur dapat

membantu dalam pemulihan dan kepatuhan terhadap pengobatan medis pasien.

a. Baik : ≥ 62.5%

b. Tidak baik : <

62.5%

5. Pegawai Tenaga kesehatan yang

berhubungan langsung dengan pasien pada sistem pelayanan kesehatan.

Komunikasi yang dirasakan oleh pasien dengan perawat atau dokter, meliputi : informasi tentang

perawatan pasien

a. Baik : ≥ 62.5%

b. Tidak baik : <

62.5%

Bersambung

46 Pulang sakit, pasien tidak tertunda

pulang yang disebabkan harus menunggu obat, bertemu dokter, transportasi dan surat keluar

pasien tidak tertunda pulang yang disebabkan harus menunggu obat, bertemu dokter, transportasi dan surat keluar

b. Tidak baik : <

62.5%

7. Setelah pasien pulang

Tersedia perawatan atau layanan tambahan yang telah diatur bagi pasien setelah meninggalkan rumah sakit

Tersedia perawatan atau layanan tambahan yang telah diatur bagi pasien setelah meninggalkan rumah sakit

a. Baik : ≥ 62.5%

b. Tidak baik : <

62.5%

8. Kesan Keseluruhan

Pengalaman pasien secara umum yang dialami selama berada di rumah sakit

Pengalaman pasien secara umum yang dialami selama berada di rumah sakit

a. Baik : ≥ 62.5%

b. Tidak baik : <

62.5%

2. Penentuan Kriteria Objektif

Penentuan kriteria objektif pada penelitian ini untuk dimensi-dimensinya menggunakan skala likert dengan empat tingkatan kategori berikut ini:

1. SS (Sangat Setuju) = 4 (Tertinggi)

2. S (Setuju) = 3

3. TS (Tidak Setuju) = 2

4. STS (Sangat Tidak Setuju) = 1 (Terendah)

Dimensi pada penelitian terdiri dari 8 dimensi yaitu pendaftaran dan IGD, Lingkungan rumah sakit, perawatan dan pengobatan, operasi dan prosedur, pegawai, pasien pulang, setelah meninggalkan rumah sakit dan pengalaman keseluruhan. Masing-masing variabel terdiri dari beberapa dimensi berikut ini:

a. Pendaftaran dan IGD

Penentuan kriteria objektif pendaftaran dan IGD berdasarkan jumlah pertanyaan menggunakan rumus Guttman berikut ini:

a) Jumlah pertanyaan = 7

b) Skor tertinggi = Jumlah pertanyaan X Skor jawaban tertinggi

= 7 x 4

= 28 Maka, skor tertinggi = 100%

c) Skor terendah = Jumlah pertanyaan X Skor jawaban terendah

= 7 x 1

= 7

Maka, skor terendah = x 100%

= 25%

d) Range = Skor Tertinggi – Skor Terendah

= 28 (100%) – 7 (25%)

= 21 (75%) e) Kategori :

1. Baik 2. Tidak baik

f) Interval (i) =

=

= 10.5 (37.5%)

g) Skor standar = Skor tertinggi – Interval

= 28 (100%) – 10.5 (37.5%)

= 17.5 (62.5%) Sehingga, kriteria objektifnya adalah:

Tinggi : Jika skor jawaban responden ≥ 62.5 % Rendah : Jika skor jawaban responden < 62.5 %

b. Lingkungan rumah sakit

Penentuan kriteria objektif lingkungan rumah sakit berdasarkan jumlah pertanyaan menggunakan rumus Guttman berikut ini:

a) Jumlah pertanyaan = 11

b) Skor tertinggi = Jumlah pertanyaan X Skor jawaban tertinggi

= 11 x 4

= 44

Maka, skor tertinggi = 100%

c) Skor terendah = Jumlah pertanyaan X Skor jawaban terendah

= 11 x 1

= 11

Maka, skor terendah = x 100% = 25%

d) Range = Skor Tertinggi – Skor Terendah

= 44 (100%) – 11 (25%)

= 33 (75%) e) Kategori :

1. Baik 2. Tidak baik

f) Interval (i) =

=

= 16.5 (37.5%)

g) Skor standar = Skor tertinggi – Interval

= 44 (100%) – 16.5 (37.5%)

= 27.5 (62.5%) Sehingga, kriteria objektifnya adalah:

Tinggi : Jika skor jawaban responden ≥ 62.5 % Rendah : Jika skor jawaban responden < 62.5 % c. Perawatan dan pengobatan

Penentuan kriteria objektif perawatan dan pengobatan berdasarkan jumlah pertanyaan menggunakan rumus Guttman berikut ini:

a) Jumlah pertanyaan = 16

b) Skor tertinggi = Jumlah pertanyaan X Skor jawaban tertinggi

= 16 x 4

= 64 Maka, skor tertinggi = 100%

c) Skor terendah = Jumlah pertanyaan X Skor jawaban terendah

= 16 x 1

= 16

Maka, skor terendah = x 100%

= 25%

d) Range = Skor Tertinggi – Skor Terendah

= 64 (100%) – 16 (25%)

= 48 (75%) e) Kategori :

1. Baik 2. Tidak baik

f) Interval (i) =

=

= 24 (37.5%)

g) Skor standar = Skor tertinggi – Interval

= 64 (100%) – 24 (37.5%)

= 40 (62.5%) Sehingga, kriteria objektifnya adalah:

Tinggi : Jika skor jawaban responden ≥ 62.5 % Rendah : Jika skor jawaban responden < 62.5 % d. Operasi dan prosedur

Penentuan kriteria objektif operasi dan prosedur berdasarkan jumlah pertanyaan menggunakan rumus Guttman berikut ini:

a) Jumlah pertanyaan = 4

b) Skor tertinggi = Jumlah pertanyaan X Skor jawaban tertinggi

= 4 x 4

= 16 Maka, skor tertinggi = 100%

c) Skor terendah = Jumlah pertanyaan X Skor jawaban terendah

= 4 x 1

= 4

Maka, skor terendah = x 100%

= 25%

d) Range = Skor Tertinggi – Skor Terendah

= 16 (100%) – 4 (25%)

= 12 (75%) e) Kategori :

1. Baik 2. Tidak baik

f) Interval (i) =

=

= 6 (37.5%)

g) Skor standar = Skor tertinggi – Interval

= 16 (100%) – 6 (37.5%)

= 10 (62.5%) Sehingga, kriteria objektifnya adalah:

Tinggi : Jika skor jawaban responden ≥ 62.5 % Rendah : Jika skor jawaban responden < 62.5 % e. Pegawai

Penentuan kriteria objektif pegawai berdasarkan jumlah pertanyaan menggunakan rumus Guttman berikut ini:

a) Jumlah pertanyaan = 17

b) Skor tertinggi = Jumlah pertanyaan X Skor jawaban tertinggi

= 17 x 4

= 68 Maka, skor tertinggi = 100%

c) Skor terendah = Jumlah pertanyaan X Skor jawaban terendah

= 17 x 1

= 17

Maka, skor terendah = x 100%

= 25%

d) Range = Skor Tertinggi – Skor Terendah

= 68 (100%) – 17 (25%)

= 51 (75%) e) Kategori :

1. Baik 2. Tidak baik

f) Interval (i) =

=

= 25.5 (37.5%)

g) Skor standar = Skor tertinggi – Interval

= 68 (100%) – 25.5 (37.5%)

= 42.5 (62.5%) Sehingga, kriteria objektifnya adalah:

Tinggi : Jika skor jawaban responden ≥ 62.5 % Rendah : Jika skor jawaban responden < 62.5 % f. Pasien pulang

Penentuan kriteria objektif pasien pulang berdasarkan jumlah pertanyaan menggunakan rumus Guttman berikut ini:

a) Jumlah pertanyaan = 11

b) Skor tertinggi = Jumlah pertanyaan X Skor jawaban tertinggi

= 11 x 4

= 44 Maka, skor tertinggi = 100%

c) Skor terendah = Jumlah pertanyaan X Skor jawaban terendah

= 11 x 1

= 11

Maka, skor terendah = x 100%

= 25%

d) Range = Skor Tertinggi – Skor Terendah

= 44 (100%) – 11 (25%)

= 33 (75%) e) Kategori :

1. Baik 2. Tidak baik

f) Interval (i) =

=

= 16.5 (37.5%)

g) Skor standar = Skor tertinggi – Interval

= 44 (100%) – 16.5 (37.5%)

= 27.5 (62.5%) Sehingga, kriteria objektifnya adalah:

Tinggi : Jika skor jawaban responden ≥ 62.5 % Rendah : Jika skor jawaban responden < 62.5 % g. Setelah meninggalkan rumah sakit

Penentuan kriteria objektif setelah meninggalkan rumah sakit berdasarkan jumlah pertanyaan menggunakan rumus Guttman berikut ini:

a) Jumlah pertanyaan = 3

b) Skor tertinggi = Jumlah pertanyaan X Skor jawaban tertinggi

= 3 x 4

= 12 Maka, skor tertinggi = 100%

c) Skor terendah = Jumlah pertanyaan X Skor jawaban terendah

= 3 x 1

= 3

Maka, skor terendah = x 100%

= 25%

d) Range = Skor Tertinggi – Skor Terendah

= 12 (100%) – 3 (25%)

= 9 (75%) e) Kategori :

1. Baik 2. Tidak baik

f) Interval (i) =

=

= 4.5 (37.5%)

g) Skor standar = Skor tertinggi – Interval

= 12 (100%) – 4.5 (37.5%)

= 7.5 (62.5%) Sehingga, kriteria objektifnya adalah:

Tinggi : Jika skor jawaban responden ≥ 62.5 %

Rendah : Jika skor jawaban responden < 62.5 % h. Pengalaman keseluruhan

Penentuan kriteria objektif pengalaan keseluruhan berdasarkan jumlah pertanyaan menggunakan rumus Guttman berikut ini:

a) Jumlah pertanyaan = 2

b) Skor tertinggi = Jumlah pertanyaan X Skor jawaban tertinggi

= 2 x 4

= 8 Maka, skor tertinggi = 100%

c) Skor terendah = Jumlah pertanyaan X Skor jawaban terendah

= 2 x 1

= 2

Maka, skor terendah = x 100%

= 25%

d) Range = Skor Tertinggi – Skor Terendah

= 8 (100%) – 2 (25%)

= 6 (75%) e) Kategori :

1. Baik 2. Tidak baik

f) Interval (i) =

=

= 3 (37.5%)

g) Skor standar = Skor tertinggi – Interval

= 8 (100%) – 3 (37.5%)

= 5 (62.5%) Sehingga, kriteria objektifnya adalah:

Tinggi : Jika skor jawaban responden ≥ 62.5 % Rendah : Jika skor jawaban responden < 62.5 %

59

No Judul

Peneliti/Tahun Tujuan Penelitian Variabel Penelitian Metode

Penelitian Hasil Penelitian 1 Factors in

patients’

experience of hospital care:

Evidence from California, 2009–

2011

Becker, ER., Hockenberry, JM., et al (2014)

Mengevaluasi pasien rumah sakit dengan

menganalisis

pengalaman pasien tentang nilai

perawatan

berdasarkan profil pasien, karakteristik struktural, dan outcome di rumah sakit

Patient experience Mengguna kan

HCAHPS (Hospital Consumer Assessme nt of

Healthcare andSystem) survey

Ditemukan variasi yang signifikan dalam pengalaman pasien mengenai nilai perawatan yang terkait dengan profil pasien dan

karakteristik structural RS yang berbeda Selama periode 2009-2011, hamper semua aspek pengalaman perawatan pasien menunjukkan peningkatan.

Bersambung

60 2

experiences and perceptions of the

relationship: A mixed method study

(Jill Maben et al.

2012)

hubungan antara patient experience dengan motivasi pegawai,

pengaruhnya dan kesejahteraan.

Staff motivation, affect and wellbeing.

2. Dependen : Patient Experience

Mixed Method

Study organisasi dan iklim pelayanan pasien dan staf individu serta pasien membentuk hubungan antara kesejahteraan

pegawai dan

pengalaman pasien 2 The Patient

Experience and Patient

Satisfaction:

Measurement of a Complex Dynamic

Berkowitz, Bobbie (2016)

Untuk

menggambarkan konsep

pengalaman pasien dan dampaknya terhadap kepuasan pasien dalam kerangka

kontekstual sistem pembayaran untuk kualitas dan

tantangan pengukuran

Patient Experience dengan dimensi : communication with doctors and nurses,

responsiveness of hospital staff, pain management, communication about medicines, discharge information, cleanliness of the hospital,

environment,quietness of the hospital, environment, transition of care

Literature Review

Komunikasi dokter-pasien selama pengalaman pra operasi merupakan prediktif kepuasan

Bersambung

61 3 Patients’

experiences and satisfaction with health care:

results of a questionnaire study of specific aspects of care

C Jenkinson, A Coulter, S Bruster, N Richards, T Chandola (2002)

Untuk

mengeksplorasi sejauh mana kepuasan merupakan indikator yang berarti dari

pengalaman pasien terhadap layanan kesehatan

Dimensi Picker :

1. Informasi dan edukasi 2. Koordinasi perawatan 3. Kenyamanan fisik 4. Bantuan emosional 5. Menghormati preferensi

pasien

6. Keterlibatan keluarga / teman

7. Kesinambungan perawatan

Mengguna kan

kuesioner Picker Survey sebanyak 3592 kuesioner

Regresi linier

menunjukkan faktor penentu utama kepuasan pasien adalah kenyamanan fisik, dukungan emosional, dan penghormatan terhadap preferensi pasien

Pada Survey Rawat Inap Picker : 55%

responden yang menilai periode rawat inap mereka "sangat baik" Yang

menunjukkan hanya 10% dari masalah yang diukur pada kuesioner Picker.

Bersambung

62 4 A systematic

review of evidenceon the links between patient

experience and clinical safety and

effectiveness (Cathal Doyle et al. 2013)

Untuk menilai hubungan antara patient experience danclinical safety sertaeffectiveness.

1. Independen : Effectiveness dan safety

2. Dependen:Patient Experience

Mengguna kan desain Systematic Review

Terdapat

hubungan positif antara patient experience,

keselamatan

pasien dan clinical effectiveness.

5 Impact of Hospital

Characteristics on Patients’

Experience of Hospital Care:

Evidence from 14 States, 2009-2011

(Emily M Johnston et al.

2015)

Menganalisis pola patient experience di 10 Rumah Sakit dengan perhitungan 29 karakteristik.

1. Dependen:communicat ed well, communicated medication,communica ted discharge

information, and pain was always controlled.

2. Independen:Patient experience, payer source & patient severity, hospital characteristic, hospital operation, market characteristics

Mengguna kan

metode analitik dengan alaisis quartile

Terdapat perbedaan yang signifikanpatient experience-of-care berdasarkanpatient characteristics, payer source, hospital

characteristics, market characteristics, dan diagnosis-specific process dan outcome measure

Bersambung

63 6 Patient care

experiences and perceptions of the

relationship: A mixed method study

(Jill Maben et al.

2012)

Menganalisis hubungan antara patient experience dengan motivasi pegawai,

pengaruhnya dan kesejahteraan.

1. Independen :Staff motivation, affect and wellbeing.

2. Dependen :Patient Experience

Mixed Method Study

Interaksi antara organisasi dan iklim pelayanan pasien dan staf individu serta pasien membentuk hubungan antara kesejahteraan

pegawai dan

pengalaman pasien

BAB III

METODE PENELITIAN

A. RANCANGAN PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan rancangan penelitian komparatif deskriptif (descriptive comparative). Rancangan ini digunakan untuk membandingkan variabel yang sama untuk sampel yang berbeda dengan uji non parametrik.

Komparasi antara dua sampel yang saling lepas (independen) yaitu sampel-sampel tersebut satu sama lain terpisah secara tegas dimana anggota sampel yang satu tidak menjadi anggota sampel lainnya (Arikunto Suharsini, 1998). Penelitian ini membandingkan patient experience yang terdiri dari 8 dimensi yaitu pendaftaran, lingkungan rumah sakit dan rawat inap, perawatan dan pengobatan, operasi dan prosedur, pegawai, pasien pulang, setelah meninggalkan rumah sakit, kesan keseluruhan di Instalasi Rawat Inap RSUD Dayaku Raja dengan RSUD ABADI. Fokus pada penelitian ini adalah pasien rawat inap kelas I dan kelas II.

Dokumen terkait