• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODOLOGI PENELITIAN

3.3 Definisi Operasional Variabel Penelitian

Sugiyono (2017) definisi operasional variabel adalah penentuan konstrak atau sifat yang akan dipelajari sehingga menjadi variabel yang dapat diukur. Berikut ini adalah definisi operasional dari variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini:

3.3.1 Work life balance

Work life balance adalah sejauh mana pegawai terlibat dan sama-sama merasa puas dalam hal waktu dan keterlibatan psikologis dengan peran mereka baik di dalam kehidupan kerja maupun pribadi. Work life balance disusun berdasarkan aspek-aspek Work life balance yaitu keseimbangan waktu, keterlibatan dan kepuasan (Hudson, 2005).

Semakin tinggi skor yang didapatkan, maka semakin tinggi work life balance yang dirasakan, dan juga sebaliknya, semakin rendah skor yang didapatkan, maka semakin rendah work life balance yang dirasakan.

3.3.2 Burnout

Burnout adalah suatu keadaan pegawai yang mengalami kelelahan fisik, mental dan emosional. Burnout diukur dengan menggunakan tiga dimensi dari burnout, yaitu; Exhaustion (gabungan dari physical exhaustion, emotional exhaustion, mental exhaustion), Cynicism dan Ineffectiveness (Leiter & Maslach, 1997).

Semakin tinggi skor yang didapatkan, maka semakin tinggi burnout yang dirasakan, dan juga sebaliknya, semakin rendah skor yang didapatkan, maka semakin rendah burnout yang dirasakan.

3.4 Populasi , Sampel dan Metode Pengumpulan Data 3.4.1 Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek/objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan populasi yang bekerja dikalangan bank X dengan tugas sebagai account officer. Dikarenakan keterbatasan penelitian dalam menjangkau seluruh populasi, maka peneliti hanya mengambil sebagian dari jumlah keseluruhan populasi yang akan dijadikan subjek dalam penelitian ini, yang dikenal sebagai sampel (Sugiyono,2017).

Sampel menurut Sugiyono (2017) adalah subjek atau wakil dari populasi yang diteliti. Besar anggota sampel harus dihitung berdasarkan teknik-teknik tertentu agar sampel yang digunakan yang diambil dari populasi dapat dipertanggung jawabkan. Populasi dalam penelitian ini adalah 158 pegawai account officer dan sampel dalam penelitian ini adalah 120 pegawai account officer dibank X, didapat total pegawai account officer dari 5 cabang bank X (bank X1, X2, X3, X4, X5).

Bank X1 didapat jumlah pegawai account officer sebanyak 27 orang, bank X2 18 orang, bank X3 24 orang, bank X4 31 orang dan bank X5 sebanyak 20 orang .Karakteristik account officer adalah, sebagai petugas marketing yang memiliki tugas kompleks. Account officer tidak hanya bertugas mencari nasabah tapi juga harus mampu menganalisa kredit dan calon debitur.

3.4.2 Teknik Pengambilan Sampel

Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik total sampling, yaitu semua populasi menjadi anggota yang diamati sebagai sampel.

Karena sampel yang besar cenderung memberikan atau lebih mendekati nilai sesungguhnya terhadap populasi atau dapat dikatakan semakin kecil pula kesalahan atau penyimpangan terhadap nilai populasi (Arikunto, 2013).

Prosedur dalam penarikan sampel pada penelitian ini menggunakan metode total sampling, yaitu dimana seluruh account officer dibank X untuk menjadi sampel penelitian, yang kemudian sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 account officer.

3.4.3 Jumlah Sampel Penelitian

Sampel adalah sebagian dari populasi. Azwar (2004) mengemukakan bahwa jumlah sampel yang lebih dari 60 orang dapat dikatakan cukup banyak.

Dalam penelitian ini, jumlah total sampel penelitian adalah 120 orang yang memiliki karakteristik subjek penelitian.

3.4.4 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam kegiatan penelitian mempunyai tujuan untuk mengungkap fakta mengenai variable yang akan diteliti. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui metode skala. Menurut Azwar (2015) skala psikologi adalah alat ukur yang mengukur aspek atau atribut sampel psikologis melalui indikator-indikator perilaku yang diterjemahkan dalam aitem-aitem pertanyaan atau pernyataan. Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini

diperoleh melalui dua macam skala, yaitu skala Work life balance dan skala Burnout. Menurut Azwar (2015), terdapat beberapa karakteristik skala psikologi, yaitu:

1. Stimulusnya berupa pertanyaan atau pernyataan yang tidak langsung mengungkapkan atribut yang hendak diukur, melainkan mengungkap indikator perilaku dan atribut yang bersangkutan.

2. Satu skala psikologi hanya diperuntukkan guna mengungkap satu atribut tunggal.

3. Respon subjek tidak diklasifikasikan sebagai jawaban benar atau salah.

4. Subjek biasanya tidak menyadari arah jawaban yang dikehendaki dan kesimpulan apa yang sesungguhnya diungkap oleh pertanyaan atau pernyataan tersebut.

5. Validitas skala psikologi lebih ditentukan oleh kejelasan konsep psikologi yang hendak diukur dan operasionalisasinya.

Penelitian ini menggunakan model penskalaan Likert. Sugiyono (2017) mengatakan skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Jawaban setiap aitem instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai nilai skala dengan menggunakan respon kategori sebagai jawaban, yaitu sangat setuju (ss), setuju (s), netral (n), tidak setuju (ts), dan sangat tidak setuju (sts).

a. Skala burnout

Skala ini digunakan untuk mengungkap level burnout dari subjek penelitian.

Dalam melakukan penyusunan skala, penelitian menggunakan dimensi burnout

menurut Leiter dan Maslach (1997) menyebutkan ada tiga dimensi dari burnout, yaitu; Exhaustion (gabungan dari physical exhaustion, emotional exhaustion, mental exhaustion), Cynicism, Ineffectiveness .

Setiap aspek-aspek di atas akan diuraikan ke dalam sejumlah pernyataan mendukung dan tidak mendukung, dimana subjek diberikan lima alternative pilihan yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Netral (N), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Untuk aitem yang mendukung, pilihan SS= 5, pilihan S=4, pilihan N=3, pilihan TS=2, dan pilihan STS= 1. Sedangkan untuk aitem yang tidak mendukung pilihan SS=1, pilihan S=2, pilihan N=3, pilihan TS= 4, dan pilihan STS=

5. Skor skala ini menunjukkan bahwa semakin tinggi skor jawaban makan semakin tinggi level work family conflict.

Tabel 3.4.4a Skala Burnout

No. Dimensi Favorable Unfavorable Jumlah Bobot

1. Exhaustion 1.2.3. 4.5.6 6 33.33%

2. Cynicism 7.8.9.10 11.12.13.14 8 33.33%

3. Ineffectiveness 15.16.17 18.19.20 6 33.33%

Total 10 10 20 100%

b. Skala work life balance

Work life balance disusun berdasarkan teori tiga komponen keseimbangan dari Hudson (2005) yaitu; keseimbangan waktu, keseimbangan keterlibatan, keseimbangan kepuasan.

Setiap aspek-aspek di atas akan diuraikan ke dalam sejumlah pernyataan mendukung dan tidak mendukung, dimana subjek diberikan lima alternative pilihan yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Netral (N), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Unutk aitem yang mendukung, pilihan SS= 5, pilihan S=4, pilohan N=3, piliha TS=2, dan pilihan STS= 1. Sedangkan untuk aitem yang tidak mendukung pilihan SS=1, piliha S=2, pilihan N=3, piliha TS= 4, dan pilihan STS= 5.

Tabel 3.4.4b Skala Work Life Balance

No. Dimensi Favorable Unfavorable Jumlah Bobot 1. Keseimbangan

Dokumen terkait