• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.3 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

3.3.2 Definisi Operasional Variabel Penelitian

Definisi operasional digunakan untuk menyamakan persepsi antara peneliti dengan pembaca terhadap variabel yang digunakan pada penelitian untuk menghindari kekeliruan maksud dan tujuan yang ingin dicapai.

3.3.2.1Model Children Learning In Science (CLIS)

Penerapan Model CLIS pada penelitian ini diterapkan untuk pembelajaran IPA Kelas V SD dengan materi Perubahan Sifat Benda. Adapun langkah-langkah penerapan pembelajaran CLIS pada materi perubahan sifat benda adalah sebagai berikut: 1) Kegiatan awal yang terdiri atas kegiatan pendahuluan dan penjelasan tujuan pembelajaran oleh guru. 2) Kegiatan inti yang meliputi tahap eksplorasi, elaborasi, dan konfrimasi. 3) Pada tahap eksplorasi guru mendemonstrasikan proses pencairan es. 4) Tahap elaborasai guru membagikan LKPD yang berisi pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan materi. 5) Siswa mencari beberapa perbedaan antara konsep awal mereka dengan konsep ilmiah yang ada dalam buku teks. 6) Guru membimbing siswa melakukan percobaan. 7) Guru membimbing siswa untuk menyampaikan hasil percobaan. 8) Tahap konfirmasi guru bertanya jawab kepada siswa seputar perubahan sifat benda. 9) Guru bersama siswa membuat kesimpulan pembelajaran. 10) Guru melakukan tes evaluasi.

3.3.2.2Motivasi Belajar

Motivasi belajar adalah suatu keadaan dalam diri siswa yang mendorong siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran dan mengarahkan perilaku belajar siswa pada tujuan yang ingin dicapai yang dipengaruhi oleh kegiatan pembelajaran menggunakan model CLIS yang diukur menggunakan angket motivasi belajar. Untuk mengukur sejauh mana tingkat motivasi belajar siswa, perlu adanya indikator motivasi. Indikator motivasi dapat dilihat dari komponen yang terkandung didalamnya. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2009: 80), ada tiga komponen utama dalam motivasi yaitu: 1) kebutuhan, 2) dorongan, dan 3) tujuan. 3.3.2.3Hasil Belajar

Hasil belajar adalah perubahan pengetahuan pada siswa sebagai akibat dari pengalaman belajar yang dialami siswa yang dipengaruhi oleh model pembelajaran yang digunakan oleh guru yakni model CLIS. Hasil belajar dalam penelitian ini diukur menggunakan pretest dan posttest guna mendapatkan data hasil belajar berupa nilai tes.

3.4

Teknik Pengumpulan Data

Di dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yang meliputi teknik dokumentasi, observasi, tes, dan angket. Untuk lebih jelasnya akan dibahas pada uraian di bawah ini.

3.4.1 Dokumentasi

Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat,

lengger, agenda, dan sebagainya (Arikunto 2010: 274). Dokumentasi adalah cara mengumpulkan data yang didapatkan langsung dari tempat penelitian, seperti arsip-arsip dan termasuk buku-buku yang relevan, foto-foto, dan data-data yang berhubungan dengan masalah penelitian (Riduwan 2012: 77).

Dari berbagai pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa metode dokumentasi yaitu mencari dan mengumpulkan data yang didapatkan langsung dari tempat penelitian mengenai hal-hal atau variabel yang berupa arsip-arsip dan termasuk buku-buku yang relevan, foto-foto, catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda serta data-data yang berhubungan dengan masalah penelitian.

Dalam hal ini dokumentasi yang digunakan adalah dokumen tentang siswa kelas V SD Negeri Debong Tengah 1 dan 3 Kota Tegal yakni berupa data nama lengkap, nomor absen, dan nomor induk siswa. Selain itu, peneliti melengkapi data penelitian dengan foto, video, surat izin penelitian, dan lain-lain, untuk membuktikan bahwa penelitian ini benar-benar dilaksanakan oleh peneliti.

3.4.2 Observasi

Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan (Riduwan 2012: 76). Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar (Sugiyono 2011: 196). Observasi akan dilaksanakan ketika pembelajaran sedang berlangsung.

Menurut Sugiyono (2011: 197), dalam observasi partisipan, peneliti terlibat langsung dengan aktivitas orang-orang yang sedang diamati, maka dalam observasi nonpartisipan, peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat. Observasi yang digunakan peneliti juga tergolong ke dalam jenis observasi langsung. Observasi langsung adalah pengamatan yang dilakukan terhadap gejala atau proses yang terjadi dalam situasi yang sebenarnya dan langsung diamati oleh pengamat (Sudjana 2012: 85).

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi di kelas V SD Negeri Debong Tengah 1 dan 3 Kota Tegal mengenai keadaan kelas, sarana belajar siswa, kegiatan pembelajaran IPA di kelas, dan kondisi siswa. Selain itu observasi juga dilakukan selama pelaksanaan proses pembelajaran berlangsung yakni observasi menganai pelaksanaan model pembelajaran CLIS yang dilakukan oleh guru kelas terhadap peneliti yang sedang melaksanakan proses pembelajaran untuk menjamin keterlaksanaan model sudah sesuai dengan lembar pengamatan model yang sudah dibuat sesuai dengan sintaks pembelajaran model CLIS.

3.4.3 Tes

Untuk mengukur ada atau tidaknya serta besarnya kemampuan objek yang diteliti digunakan tes. Tes dalam hal ini adalah instrumen pengumpul data berupa serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu/kelompok (Riduwan 2012: 76). Dalam penelitian ini tes berfungsi untuk menguji hasil belajar IPA materi perubahan sifat benda pada kedua kelompok setelah masing-masing memperoleh perlakuan. Bentuk tes yang digunakan dalam

penelitian ini adalah tes objektif dengan jumlah soal 20 dengan empat alternatif jawaban, masing-masing soal mempunyai poin 1 jika jawaban benar, dan poin 0 jika jawaban salah sehingga maksimal poin yang didapatkan yaitu 20 jika semua jawaban benar.

3.4.4 Angket

Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna (Riduwan 2012: 71). Angket yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model cheklist

dengan lima (5) opsi/pilihan di dalamnya. Siswa/responden menjawab dengan memberi tanda centang pada salah satu kolom dari lima kolom pilihan yang tersedia. Pernyataan yang ada didalam angket berisikan pernyataan-pernyataan yang disesuaikan dengan indikator-indikator motivasi belajar. Angket ini digunakan untuk mengukur sejauh mana motivasi siswa sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran untuk kemudian dibandingkan dan dilakukan analisis terhadap hasil motivasi belajar siswa.

3.5

Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur nilai variabel penelitian. Jumlah instrumen yang digunakan dalam penelitian tergantung pada jumlah variabel yang diteliti. Instrumen penelitian adalah pedoman tertulis tentang wawancara, atau pengamatan, atau daftar pertanyaan, atau soal yang dipersiapkan untuk mendapatkan informasi dari objek yang diteliti.

Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini berupa instrumen kualitatif dan kuantitatif.

Dokumen terkait