3.3 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
3.5.1 Instrumen Kualitatif (non-tes)
3.5.1.2 Instrumen Angket Variabel Terikat
Selanjutnya, untuk mengukur variabel terikat berupa motivasi belajar siswa, digunakan instrumen angket berbentuk cheklist. Angket dalam penelitian ini juga diberi tingkatan-tingkatan nilai untuk setiap alternatif jawaban menggunakan teknik skala likert. Kriteria penilian angket motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut:
Tabel 3.3 Kriteria Penskoran Angket Motivasi Belajar Siswa
Jawaban Nilai
Selalu (Always) 5
Sering (Frequently) 4
Kadang-kadang (Sometime) 3
Jarang (Rarely) 2
Tidak pernah (Never) 1
Instrumen angket memuat komponen motivasi seperti yang dikemukakan oleh Dimyati dan Mundjiono (2009: 80) yaitu kebutuhan, dorongan, dan tujuan. Ketiga komponen motivasi ini selanjutnya dijabarkan menjadi beberapa deskriptor yang lebih konkret dan operasional. Instrumen angket secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 27. Adapun kisi-kisi secara umum instrumen angket motivasi belajar siswa akan dijelaskan pada tabel 3.4 berikut ini.
Tabel 3.4. Kisi-kisi Instrumen Angket Motivasi Belajar Siswa
Variabel Motivasi Indikator Soal No.Butir Soal Positif Negatif Kebutuhan
a. Kemampuan untuk mandiri 1 16
b. Percaya diri dalam menyelesaikan tugas 2
c. Pemanfaatan waktu luang 18
d. Perhatian terhadap materi pelajaran 3
e. Kesungguhan dan Kehadiran dalam mengikuti pelajaran
Variabel Motivasi Indikator Soal No.Butir Soal Positif Negatif Dorongan
a. Semangat mencapai prestasi unggul 19
b. Penerimaan terhadap tantangan yang ada 5
c. Kepuasan dalam diri 6
d. Persaingan dalam lingkungan belajar 7
e. Keyakinan terhadap perjuangan diri 8
f. Belajar setiap hari/malam 9 20
g. Pelajaran IPA materiPerubahan Sifat Benda 10
1. Penghargaan dalam belajar 11 , 21
h. Belajar bersama kelompok/tim 12 , 22
Tujuan
a. Penentuan target keberhasilan 13 23
b. Pencapaian prestasi unggul 14
c. Ketepatan waktu penyelesaian tugas 15, 17 24, 25
Jumlah 20 5
Sumber data: Lampiran 27
Cara penilaian terhadap angket dalam penelitian ini yaitu:
(1) Setiap pernyataan terdiri dari 5 alternatif jawaban, yaitu: (i) selalu (ii) sering (iii) kadang-kadang (iv) jarang, dan (v) tidak pernah.
(2) Dalam menjawab pernyataan, responden memilih salah satu alternatif jawaban yang sesuai dengan cara memberi tanda contreng (√) pada kolom jawaban yang dipilih.
(3) Apabila pernyataan positif, pedoman penskoran adalah sebagai berikut:
a) Jawaban selalu diberi skor 5
b) Jawaban sering diberi skor 4
c) Jawaban kadang-kadang diberi skor 3
d) Jawaban jarang diberi skor 2
e) Jawaban tidak pernah diberi skor 1
(4) Apabila pernyataan negatif, pedoman penskoran adalah sebagai berikut:
b) Jawaban sering diberi skor 2 c) Jawaban kadang-kadang diberi skor 3
d) Jawaban jarang diberi skor 4
e) Jawaban tidak pernah diberi skor 5
(5) Skor motivasi belajar siswa dapat dihitung berdasarkan hasil jawaban angket dengan rumus sebagai berikut:
Rumus Skor Motivasi Siswa
(6) Pedoman interpretasi skor motivasi belajar siswa, menurut Riduwan (2011: 89) sebagai berikut.
Tabel 3.5. Pedoman Interpretasi Skor Motivasi Belajar Siswa
Persentase Kriteria 0% - 20% Sangat lemah 21% - 40% Lemah 41% - 60% Cukup 61% - 80% Kuat 81% - 100% Sangat kuat
Instrumen angket pada penelitian ini membutuhkan pengujian agar data yang diperoleh benar-benar valid atau tidak diragukan kebenaranya. Langkah pengujian instrumen non tes ini antara lain sebagai berikut.
3.5.1.2.1 Uji Validitas Instrumen
Uji Validitas instrumen non tes dilakukan untuk mengetahui validitas validitas logis, empiris, dan konstruk pada instrumen/angket yang akan digunakan. Untuk mengetahui valid atau tidaknya instrumen non tes ini juga diperlukan perhitungan koefisien korelasi. Perhitungan akan menggunakan rumus
Bivariate pearson yang dibantu melalui program SPSS versi 20. Untuk lebih jelasnya akan diterangkan secara lengkap di bawah ini.
(1) Validitas Logis dan Empiris; Untuk mengetahui validitas logis dan empiris instrumen non tes ini, maka perlu dilakukan uji validitas yaitu dengan menilai kesesuaian antara butir angket dengan kisi-kisi yang telah ditetapkan. Uji validitas ini dilakukan oleh penilai ahli, yakni dosen pembimbing skripsi, Mur Fatimah. Berdasarkan hasil penilaian dari penilai ahli instrumen dinyatakan sudah layak untuk digunakan sebagai instrumen penelitian untuk pengambilan data. Setelah dinilai validitas logis dan empirisnya, instrumen kemudian diujicobakan pada kelas VI SD Negeri Debong Tengah 1 Kota Tegal pada tanggal 26 Oktober 2013.
(2) Validitas Konstruk; Dari hasil ujicoba instrumen kemudian diperoleh data yang selanjutnya diolah untuk mengetahui koefisien korelasi item-total, dengan menggunakan rumus Bivariate pearson dibantu dengan program SPSS versi 20. Pengujian validitas ini dilakukan terhadap skor motivasi belajar siswa setelah instrumen soal tes diujicobakan di kelas uji coba. Berdasarkan skor motivasi belajar IPA siswa di kelas uji coba, maka dilakukanlah uji validitas instrumen menggunakan rumus Bivariate pearson. Untuk mempermudah perhitungan, peneliti menggunakan bantuan program Software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 20. Untuk mencari validitas dalam SPSS 20 ini menggunakan menu Analyze – Correlate – Bivarate. Pengambilan keputusan pada uji validitas dilakukan dengan batasan r tabel dengan signifikansi 0,05 dan uji dua sisi. Untuk batasan r tabel dengan jumlah n = 41 didapat r tabel sebesar 0,308 pada tabel r. Jika nilai korelasi setiap soal lebih dari
batasan yang ditentukan maka item tersebut dianggap valid. Rekap data hasil perhitungan SPSS 20 dapat dilihat pada tabel 3.6 dibawah ini.
Tabel 3.6. Rekapitulasi Uji Validitas Angket Uji Coba dengan rtabel = 0.308; Taraf Signifikansi 0.05 dan n= 41
No Kriteria No Soal Jumlah
1. Valid 3, 6, 15, 17, 20, 24, 27, 28, 29, 30, 32, 35, 37, 38, 40 15 2. Tidak Valid 1, 2, 4, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 16, 18, 19, 21, 22, 23, 25, 26, 31, 33, 34, 36, 39 25 Sumber data: lampiran 32
Dari perhitungan data dengan menggunakan program SPSS 20 diperoleh item yang valid sebanyak 25 butir soal dan yang tidak valid sebanyak 15 butir soal. 3.5.1.2.2 Uji Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas berhubungan dengan masalah kepercayaan. Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap (Arikunto 2009: 86). Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan konsisten jika pengukuran tersebut diulang (Priyatno 2010: 97).
Pengujian reliabilitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan metode
Cronbach Alpha. pengujian reliabilitas ini menggunakan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 20. Untuk mencari reliabilitas dalam SPSS 20 ini menggunakan menu Analyze – Scale – Reliability Analysis. Sebelum melakukan perhitungan dengan menu tersebut, data yang dimasukan harus dipastikan hanya data item yang valid saja.
dengan menggunakan SPSS versi 20 selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 34. Berikut adalah hasil uji reliabilitas angket.
Tabel 3.7. Hasil Uji Reliabilitas
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.844 25
Sumber data: Lampiran 34
Menurut Sekaran (1992) dalam Priyatno (2010: 98), reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan di atas 0,8 adalah baik. Berdasarkan tabel 3.7, dapat diketahui bahwa nilai reliabilitas keseluruhan dari instrumen yang diujikan (Alpha) sebesar 0,844. Apabila mengacu pada pendapat Sekaran, nilai 0,844 berarti di atas 0,8 yang dapat dikategorikan ke dalam reliabilitas soal yang baik sehingga instrumen soal tersebut sudah terbukti reliabel sehingga instrumen siap dijadikan angket motivasi belajar siswa.