• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dekomposisi dan Komoditas Penyumbang Inflasi

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL (Halaman 38-42)

Tren penurunan inflasi masih berlanjut meskipun terdapat tekanan inflasi yang cukup tinggi di awal tahun akibat faktor cuaca yang

2.4 Dekomposisi dan Komoditas Penyumbang Inflasi

kota Tarakan terus berupaya untuk mencari solusi terbaik bagi seluruh pihak yang terlibat di pelabuhan agar proses bongkar muat menjadi lebih efisien sehingga lebih memperlancar arus distribusi barang khususnya untuk kebutuhan pokok masyarakat. Negosiasi ongkos distribusi juga sedang dilakukan oleh pemerintah kota Tarakan dalam upaya untuk menekan angka inflasi di kota tersebut.

Berdasarkan analisis korelasi sederhana, terdapat hubungan yang positif antara pergerakan inflasi Kaltim dengan tinggi gelombang laut. Untuk tinggi gelombang Laut Jawa terdapat korelasi 43,37%, sedangkan untuk Selat Makasar 40,01%. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa ketergantungan Kaltim terhadap pasokan pangan dari Jawa Timur lebih tinggi daripada Sulawesi Selatan.

Grafik 2.4 Rata-rata Tinggi Gelombang di Laut Jawa & Selat Makassar

Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika

2.4 Dekomposisi dan Komoditas Penyumbang Inflasi

Jika dikelompokkan (dekomposisi) berdasarkan sifat dan faktor yang mempengaruhinya, peredaan inflasi di triwulan I-2014 terutama disumbang oleh turunnya harga-harga pada kelompok volatile food, sementara di sisi lain inflasi kelompok core dan administered price masih mengalami tekanan dibandingkan dengan triwulan IV-2013. Hal ini relevan dengan pembahasan sebelumnya dimana masih terbawanya dampak statistik kenaikan BBM serta sempat adanya kenaikan harga LPG pada awal tahun 2014. Kenaikan harga rokok dan bahan bakar jenis pertamax juga menjadi pendukung terjadinya sedikit kenaikan pada inflasi

administered price pada triwulan pertama tahun 2014. Sementara itu meredanya inflasi

kelompok volatile food di dua bulan awal triwulan ini merupakan dampak menurunnya

permintaan pasca perayaan Tahun Baru.

Sementara itu pada kelompok inti (core) yang harganya cenderung stabil dan lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi yang bersifat fundamental mengalami sedikit tekanan inflasi. Laju inflasi inti tercatat mengalami sedikit kenaikan pada periode laporan dipengaruhi oleh naiknya biaya pendidikan pada bulan Januari 2014 dimana terjadi pergantian semester pada SD, SMP dan SMA. Sedangkan dari faktor eksternal, laju inflasi relatif stabil dimana harga emas di pasar internasional selama bulan selama triwulan ini tercatat menguat dari USD1.205/oz di awal Januari menjadi USD1.284/oz di akhir Maret, bahkan sempat mencapai USD1.382/oz di pertengahan Maret 2014. Namun demikian, kenaikan harga emas ini diimbangi oleh apreasiasi nilai tukar Rupiah.

-2 -1 0 1 2 3 4 5 0.0 0.5 1.0 1.5 2.0 2.5 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 2010 2011 2012 2013 2014

Laut Jawa Selat Makassar Inflasi Kaltim (RHS)

21

Grafik 2.5 Dekomposisi Inflasi Kaltim Grafik 2.6 Inflasi berdasarkan Kelompok Pengeluaran

Sumber: BPS Provinsi Kaltim, diolah Sumber: BPS Provinsi Kaltim, diolah

Kenaikan harga di kelompok perumahan juga menjadi salah satu sumber tekanan inflasi pada kelompok core. Kenaikan ini dipicu oleh naiknya harga semen yang berimbas pada kenaikan harga sewa properti. Kenaikan harga semen di Kalimantan Timur merupakan dampak dari tingginya permintaan di akhir tahun yang terus terjadi sampai dengan awal tahun. Tingginya kebutuhan belum dapat diimbangi oleh ketersediaan pasokan. Kebutuhan semen Kalimantan Timur yang cukup tinggi, yakni 90.000 ton per bulan sampai saat ini belum dapat sepenuhnya dipenuhi oleh distributor. Hal ini terindikasi dari Survei Pemantauan Harga (SPH) Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur yang menunjukkan pelonjakan sampai dengan level harga Rp82.500/sak di tingkat eceran pada awal triwulan I-2014, namun demikian harga sudah mulai berangsur turun seiring dengan penurunan permintaan. Pada akhir triwulan I-2014, harga semen tercatat Rp63.500/sak.

Dalam mengatasi tingginya kebutuhan semen, sudah direncanakan pembangunan silo

dan packing plant baru di Kalimantan Timur. Sampai dengan saat ini sudah ada packing plant

semen yang beroperasi di Palaran dengan kemampuan distribusi 4.000 ton/hari. Kedepannya akan dibangun silo di Kariangau dengan kapasitas 110 ton per jam dan packing plant yang berkapasitas 22.000 ton per bulan. Selain pembangunan silo dan packing plant, salah satu produsen semen juga yang akan menaikkan kuota penyaluran sebesar 42% pada tahun 2014.

Dilihat dari komoditas spesifik pemicu inflasi di 3 (tiga) kota pembentuk inflasi Kalimantan Timur dapat diketahui bahwa dampak struktural kenaikan BBM terhadap ekonomi Kalimantan Timur yang terjadi di tengah tahun 2013 masih terbawa sampai dengan akhir tahun ini. Dampak struktural ini akan terus terbawa sampai dengan tengah tahun 2014 mendatang. Kenaikan BBM subsidi telah membawa level harga di Kalimantan Timur menuju

titik keseimbangan (equilibrium) yang baru. Namun demikian, dalam penyajian secara bulanan

dampak struktural tidak dapat terlihat dampaknya.

Kota Samarinda memiliki andil 49,81% terhadap pembentukan inflasi di Kalimantan Timur. Pada triwulan pertama tahun 2014, faktor penyumbang inflasi mayoritas adalah naiknya biaya perumahan seperti sewa rumah, seng dan semen di awal tahun. Naiknya harga LPG di awal tahun juga terlihat berdampak pada inflasi komoditas bahan bakar rumahtangga di bulan Januari 2014. Pada tabel 2.2 juga terlihat bahwa dampak dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 2 Tahun 2014 langsung terlihat dampaknya di bulan Maret dimana inflasi terjadi pada tarif angkutan udara. Sementara itu, tingginya gelombang pada bulan Februari dan

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 2011 2012 2013 2014

(% yoy) CPI Core Volatile Food Administered

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 2012 2013 2014 BAHAN MAKANAN

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU PERUMAHAN

SANDANG KESEHATAN

PENDIDIKAN, REKREASI & OLAH RAGA TRANSPORT & KOMUNIKASI

22

Maret memberikan dampak pada inflasi komoditas bumbu-bumbuan yang mayoritas didatangkan dari Jawa Timur.

Tabel 2.2 Komoditas Penyumbang Inflasi (mtm) Terbesar di Kota Samarinda

Sumber: BPS Prov. Kaltim, diolah

Kota Balikpapan memiliki andil 37,92% terhadap pembentukan inflasi di Kalimantan Timur. Sama halnya dengan kota Samarinda, kenaikan harga LPG juga menjadi salah satu penyumbang inflasi di awal tahun. Selain itu, kenaikan tarif angkutan udara yang dibarengi

dengan kenaikan airport tax di bandara Sepinggan juga memberikan tekanan inflasi pada bulan

Maret 2014. Dampak tingginya harga semen yang berimbas pada tingginya sewa rumah juga terlihat di Balikpapan. Meskipun tidak setinggi permintaan di kuartal yang sama tahun lalu, kebutuhan semen Balikpapan yang mencapai 30.000 sampai dengan 40.000 ton per bulan ditransmisikan secara langsung kepada kenaikan harga sewa rumah. Lebih lanjut, dampak tingginya gelombang juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tekanan inflasi pada triwulan pertama tahun ini. Hal ini terkonfirmasi oleh inflasi yang terjadi pada beberapa komoditas impor seperti cabai rawit, wortel, bayam dan buncis.

Tabel 2.3 Komoditas Penyumbang Inflasi (mtm) Terbesar di Kota Balikpapan

Sumber: BPS Prov. Kaltim, diolah

Selain Samarinda dan Balikpapan, kota Tarakan juga menjadi objek penghitungan inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kota Tarakan memiliki andil 12,27% terhadap pembentukan inflasi di Kalimantan Timur. Faktor penyumbang inflasi terbesar di kota ini didominasi oleh komoditas bahan makanan seperti beras, layang, bandeng, cabai rawit, dan bahan makananan lainnya. Letak geografis yang terpisah dari pulau Kalimantan menjadi faktor utama pendorong inflasi di kota Tarakan. Faktor gelombang laut yang lebih tinggi dari keadaan normalnya menjadi sangat relevan dalam terjadinya inflasi kota Tarakan. Selain itu, kenaikan tafir angkutan udara sebagai dampak pemberlakuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor

Januari Februari Maret

LAYANG/BENGGOL KACANG PANJANG CABAI RAWIT

SEWA RUMAH WORTEL ANGKUTAN UDARA

KAYU BALOKAN TELUR AYAM RAS BAWANG PUTIH

BAHAN BAKAR RUMAH TANGGA MOBIL MINYAK GORENG

TONGKOL/AMBU-AMBU LABU PARANG/MANIS/MERAH BERAS

SEMEN SEPEDA MOTOR DAGING AYAM RAS

NASI DENGAN LAUK AIR KEMASAN UDANG BASAH

TOMAT SAYUR MAS JERUK

SENG TOMAT BUAH DAGING SAPI

BERAS BERAS KENTANG

Samarinda

Januari Februari Maret

BAHAN BAKAR RUMAH TANGGA IKAN BAKAR ANGKUTAN UDARA SEKOLAH DASAR SAWI HIJAU KANGKUNG TOMAT SAYUR IKAN GORENG CABAI RAWIT MOBIL NASI DENGAN LAUK JAGUNG MANIS SEMEN TELUR AYAM RAS BAYAM TARIP RUMAH SAKIT RENDANG PISANG SEWA RUMAH BIMBINGAN BELAJAR PASTA GIGI PEMELIHARAAN/SERVICE SUSU UNTUK BALITA BIJI NANGKA / KUNIRAN SEPEDA MOTOR SEWA RUMAH BUNCIS WORTEL BANDENG/BOLU KOL PUTIH/KUBIS

23

PM 2 Tahun 2014 juga memberikan dampak pada inflasi komoditas angkutan udara di triwulan pertama tahun 2014 (tabel 2.4).

Tabel 2.4 Komoditas Penyumbang Inflasi (mtm) Terbesar di Kota Tarakan

Sumber: BPS Prov. Kaltim, diolah

Januari Februari Maret

LAYANG/BENGGOL SENG BAWANG MERAH BANDENG/BOLU ANGKUTAN UDARA BANDENG/BOLU CAKALANG/SISIK ROTI MANIS BAWAL TOMAT SAYUR CABAI RAWIT SENG TELUR AYAM RAS DAGING AYAM RAS SEWA RUMAH KOPI BUBUK TELUR AYAM RAS ANGKUTAN UDARA DAUN SINGKONG BERAS KANGKUNG JERUK BAWAL UDANG BASAH SABUN MANDI KAKAP PUTIH BERAS LABU PARANG/MANIS/MERAH KERAMIK CAT TEMBOK

24

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL (Halaman 38-42)

Dokumen terkait