• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penults

Akte Notaris NO: 10 Tanggal 12 Maret 1980 MADRASAH STANAWIYAH SUDIRMAN

STATUS : DIAKUI SK KANWIL DEPAG JAWA TENGAH NO.B/Wk/5.c/537/97 ^^^^^^^A lam a^^esaK m jeng^K eC jG etasanK aK Sem arang^O T T ^^^^^^^^^^

SURAT KETERANGAN

N om or: /MTs.S/Gts/ VI/2008

Yang bertanda tangan di bawah in i:

Nama : Drs.Musta’in ,M.Pd.I

NIP : 150271164

Jabatan : Kepala MTs.Sudirman Kopeng ,Getasan Kab.Semarang

Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa :

Nama : Amir

NIM : 11406048

Prodi : Pendidikan Agama Islam ( PAI )

STAIN SALATIGA

Judul Penelitian : PENGARUH MINAT BELAJAR MATA PELAJARAN

AKHLAK TERHADAP PERILAKU KEAGAMAAN PADA SISWA MTs.SUDIRMAN KOPENG KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN AJARAN

2008

Bahwa Mahasiswa tersebut telah melakukan penelitian dengan baik mulai dari tanggal 10 April s/d 28 Juni 2008 . Guna dapat menyelesaikan skripsi dan memperoleh gelar Saijana

c. Faktor Kelemahan

Kelemahan pada seseorang dapat dibedakan menjadi dua macam,yaitu kelemahan jasmani dan kelemahan rohani ( bersifat psikhis ).Kelemahan jasmani terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan tubuh.Kelelahan jasmani terjadi karena kekacauan unsur sisa pembakaran di dalam tubuh,sehingga darah tidak/kurang lancar pada bagian-bagian tertentu.Kelemahan rohani dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan,sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu menjadi hilang.Oleh karena itu,agar siswa dapat belajar dengan baik haruslah di hindari agar jangan sampai teijadi kelelahan dalam belajamya.

d. Faktor Metode Belajar Mengajar 1) Metode belajar

Banyak siswa belajar dengan cara yang salah atau kurang tepat,sehingga hasil yang di capai kurang memuaskan.Dalam hal ini perlu pembinaan dari guru,dengan memberi petunjuk-petunjuk umum tentang cara-cara belajar yang efisien.ini tidak berarti bahwa mengenal petunjuk- petunjuk itu dengan sendirinya akan menjamin sukses belajar siswa.Sukses hanya tercapai berkat usaha keras.

Disamping memberi petunjuk tentang cara-cara belajar,baik pula siswa diawasi dan di bimbing sewaktu mereka belajar.

2) Metode Mengajar

Metode mengajar adalah suatu cara atau jalan yang harus dilalui didalam mengajar.Mengajar menurut Ign.S.Ulih Bukit Karo-Karo,adalah menyajikan bahan pelajaran oleh orang kepada orang lain agar orang lain itu menerima,menguasai dan mengembangkanya.*’

Apabila guru mengajar hnya menggunakan satu metode saja maka akan membosankan,anak tidak tertarik perhatianya pada pelajaran.Dengan variasi metode,dapat meningkatkan penyajian-penyajian bahan pelajaran

lebih menarik perhatian siswa,mudah diterima siswa dan suasana kelas menjadi hidup.

4. Fungsi Minat Dalam Belajar

Belajar seseorang akan berjalan lancar dan memperoleh hasil yang baik apabila yang di pelajari tersebut sesuai dengan minatnya.Sebab minat selain memungkinkanpemusatan pemikiranjuga akan menimbulkan rasa senang atau gembira dalam usaha belajamya.9

Pengamh minat terhadap aktifitas blajar seseorang sangat besar sekali,sebab jika bahan pelajaran tidak sesuai dengan minatnya tidak akan dapat belajar dengan baik,karena tidak adanya daya tarik terhadapnya.01eh karena itu agar proses belajar dapat memberikan hasil yang baik sangat perlu adanya pembangkitan munat dalam belajar,adapun caranya adalah sebagai b erik u t:

a. Membangkitkan adanya rasa membutuhkan

b. Menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lalu c. Memberikan kesempatan untuk mendapat hasil yang baik d Menggunakan berbagai macam bentuk mengajar.10 *

B. Mata Pelajaran Akhlak

l.Pengertian Mata pelajaran Akhlak

Mata pelajaran akhlak adalah salah satu mata pelajaran pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah ( MTs ) sebagai Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ( SLTP ) yang bercirikhas agama Islam. 11

9 The Liang G\c,Cara Belajar Yang EfisienPusat Kemajuan Studi Yogyakarta ,UGM, 1985 him.20 ,0Sardiman, AM,//iterate' Dan Motifasi BelajarA/e«ga/ar,Jakarta,Rajawali Pers,1987 him. 109

„ .junemen Agama k i.GBPP Mata Pelajaran Aaidah Ahlak Jakarta-Diijen Bimbaga Islam. 1994 hlm.l

Mata pelajaran Akhlak gunanya memberikan bimbingan kepada siswa

i

agar dapat mengetahui ,memahami,menghayati kebenaran akhlak dan mengamalkan dal am kehidupan sehari-hari.

Mata pelajaran Akhlak diberikan dengan fungsi memberikan pengetahuan dan bimbingan kepada siswa agar mau menghayati dan mengamalkan ajar an agama Islam tentang akhlak baik yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan Allah,dengan dirinya sendiri,dengan sesama manusia maupun dengan lingkungan sehingga menjadi manusia yang berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi,bermasyarakat,berbangsa dan bemegara.lz

Adapun ruang lingkup mata pelajaran Akhlak secara garis besar meliputi keserasian, keselarasan dan keseimbangan yang bermateri pokok sebagai berikut:

a) Hubungan vertikal antara manusia dengan Allah SWT, mencakup segi akidah

b) Hubungan horisontal antara manusia dengan manusia,mencakup segi akhlak meliputi kewajiban membiasakan akhlak yang baik terhadap diri sendiri, dan orang lain, serta menjauhi akhlak yang buruk.

c) Hubungan antara manusia dengan alam lingkungan yang bersifat pelestarian alam,hewan,tumbuh-tumbuhan sebagai kebutuhan hidup manusia.

GBPP mata pelajaran Aqidah akhlak pada Madrasah Tsanawiyah merupakan program minimal yang dialokasikan 2 ( dua ) jam pelajaran tiap minggu,atau 48 pertemuan tiap semester.

2. Pengertian Akhlak

Dari sudut bahasa ( etimologi ),perkataan akhlak ( bahasa Arab ) adalah bentuk jam ak dari kata khulk.Hulk di dalam kamus Al-M unjid berarti budi pekerti,perangai,tingkah laku atau tabi’at. 13

Didalam Ensiklopedi pendidikan dikatakan bahwa akhlak adalah budi pekerti,watak,kesusilaan ( kesadaran etika dan moral ) yaitu kelakuan baik yang merupakan akibat sikap jiwa yang benar terhadap Khaliqnya dan terhadap sesama manusia.14

Sedangkan Imam Ghozali dalam kitab Ihya-nya berpendapat sebagai berikut:

” Al-Khulk ialah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan bermacam- macam perbuatan dengan gampang dan mudah,tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.”15

Ensiklopedi Islam memberikan definisi yang serupa:” Akhlak adalahsuatu keadaan yang melekat pada jiwa manusia,yang daripadanya lahir perbuatan- perbuatan dengan mudah,tanpa melalui proses pemikiran,pertimbangan dan penelitian.Jika keadaan ( hal ) tersebut melahirkan perbuatan yang baik dan terpuji menurut pandangan akal dan syarak ( hukum Islam ),disebut akhlak yang baik. Sedangkan jika perbuatan-perbuatan yang timbul itu tidak baik dinamakan akhlak buruk.16

kondisi atau sifat yang telah meresap dalam jiwa dan menjadi kepribadian hingga dari situlah timbul berbagai macam perbuatan dengan cara spontan dan mudah tanpa dibuat-buat dan tanpa memerlukan pemikiran

' ibid,hlm .l s.dhlm 4

l3Ma’luf,Lu’is Kamus Al-M unjid al-Maktabah ul-KutulikiyahBeirut,t,t him 194 14Poerbakawatja,Soegarda Op.CitMm 9

l5Al-Ghazali,Imam Ih ya ’Ulum al-Din,III,al-Masyhad al-Husen,Cairo,t,t,him 56

l6Ambary,Hasan Muarif,dkk.Ensiklopedi IslamJakarta,Ichtiar Baru Van Hoeve,1994 him. 102

Sementara itu Hasan Muarif Ambary dan kawan-kawan dalam

Apabila dari kondisi tadi timbul kelakuan yang baik dan terpuji menurut pandangan syariat dan akal pikiran ,maka ia dinamakan budi pekerti mulia dan sebaliknya apabila yang lahir kelakuan yang buruk,maka disebut budi pekerti yang tercela.

Al-Hulk disebut sebagai kondisi atau sifat yang telah meresap dan terpatri dalam jiwa,karena seandainya ada orang yang mendermakan hartanya dalam keadaan yang jarang sekali untuk suatu hajat dan secara tiba-tiba ,maka bukanlah orang yang demikian itu disebut orang yang dermawan sebagai pantulan dari kepribadianya.

Juga di syaratkan,suatu perbuatan dapat dinilai baik jika timbulnya perbuatan itu dengan mudah sebagai suatu kebiasaan tanpa memerlukan pemikiran.Sebab seandainya ada seseorang yang memaksakan dirinya untuk mendermakan hartanya atau memaksakan hatinya untuk berdiam diwaktu timbul sesuatu yang menyebabkan kemarahan dan hal yang diusahakan dengan sungguh-sungguh dan pikir-pikir lebili dulu,maka keadaan tersebut bukanlah di sebut sebagai seseorang yang penyabar.

3. Kedudukan Akhlak Bagi Kehidupan Manusia

Akhlak bagi kehidupan manusia menempati tempat yang sangat penting,baik keberadaanya sebagai hamba Allah SWT,sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat dalam suatu bangsa. Sebab jatuh bangunyajaya hancumya atau sejahtera rusaknya suatu negara tergantung pada akhlak warganya.1'

Orang yang telah memiliki akhlak yang mulia,senantiasa akan melaksanakan apa yang harus dilaksanakannya dan meninggalkan apa yang harus dijauhinya.Dia juga memberikan apa yang seharusnya ia berikan pada yang berhak menerimanya,hak orang lain maupun hak sesama makhluk dan hak pada lingkungannya.Dengan demikian apabila di dunia ini diisi orang-orang yang

berakhlak mulia maka kehidupan ini akan berjalan dengan

Namun bila dalam kehidupan ini manusia tidak membekali dengan akhlak yang baik,maka hubungan dengan orang lainpun tidak akan terjalin dengan baik.Begitu pula keadaan alam semesta ini,bila manusia tidak berakhlak lagi maka dunia ini akan kacau,rusak dan hubungan dengan sesama manusia tidak akan berjalan dengan lancar dan harmonis serta jauh dari ketentraman.

C. Perilaku Keagamaan

1. Pengertian Perilaku Keagamaan

Perilaku artinya sesuatu,sifat keadaan perbuatan yang layak bagi manusia.16 Sedangkan keagamaan mengandung arti pengalaman terhadap agama yang dianut,yang dalam hal ini adalah agama Islam.

Keagamaan berasal dari kata agama,sedangkan untuk mengetahui arti agama maka dapat diketahui dari beberapa pcndepat b erikut:

a. Agama adalah risalah yang disampaikan Tuhan kepada nabi sebagai petunjuk bagi manusia dan hukum-hukum sempuma untuk dipergunakan manusia dalam menyelenggarakan taia cara hidup yang nyata serta mengatur hubungan dan tanggungjawab kepada Allah,kepada masyarakat serta alam sekitamya.iv

b. Agama ( al-Din ) adalah tatanan ( undang-undang) tuhan yang dianugerahkan kepada manusia ,melalui lisan salah seorang pilihandari kalangan mereka sendiri,tanpa diusahakan dan diciptakanya.17 18 * 20

17 Djatnika,Rachmad.5'isrer/mi//Aa Islami ( Akhi akan Mulia ),Panjimas,Jakarta, 1992.hlm. 1 i 18 Poer\vadarminta,WJS,Xfl/rais Umiim Bakasa Indonesia Jakarta,Baiai Pustaka,1982 him. 108

" A h m a d i.A b u .N o o r S a la m i.M K .U U U a s a r-U a s a r e c n a ia iK a n A e a m a is ia m ja K arra. !?> •"" - —

...-hlm.4

rroveK remoinaan rrasarana rrauruan i inegi A g a m a /i/u in, M eioaoiogi rengajaran r / u Jakarta, 1984/1985 hlm.6

tuhan bagi manusia melalui nabi yang telah dipilih-Nya,dan risalah tersebut tidak dibuat-buat oleh para nabi,sebab nabi hanyalah utusan-Nya yang membawa risalah dan bukan pencipta risalah tersebut.

Setelah mengetahui perilaku dan agama,sesuai dengan pendapat di atas,dapatlah disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan perilaku keagamaan adalah segala perbuatan yang dilakukan oleh manusia sesuai dengan garis aturan yang telah ditetapkan dalam ajaran agama Islam.

Adapun untuk mengukur religiuitas atau perilaku,digunakan pendapat Glock dan Stark.Menurut kedua hal ini,untuk mengukur kadar perilaku agama individu dapat dipakai kerangka berikut ini:

1) Keterlibatan ritual ( ritual involvement),yaitu tingkatan sejauh mana seseorang mengerjakan kewajiban ritual didalam agama mereka.

Sebagai contoh: apakah mereka Shalat,puasa ,membayar zakat ?

2) Keterlibatan ideologis (ideological involvement),yaitu tingkatan sejauhmana orang menerima hal-hal yang dogmatik didalam agama mereka masing- masing.Misalnya apakah seseorang percaya adanya surga,malaikat,hari kiamat dan lain-lain yang bersifat dogmatik.

3. Keterlibatan intelektual (intelektual involvement), yang menggambarkan seberapa jauh seseorang mengetahui tentang ajaran agamanya. Seberapa jauh aktifitasnya didalam menambah pengetahuan agama. Misalnya apakah dia mengikuti pengajian,membaca buku-buku agama,membaca al-Quran bagi yang beragama Islam.

4. Keterlibatan pengalaman (experintial involvement),yang menunjukkan apakah seseorang pernah mengalami pengalaman spektakuler yang merupakan keajaiban yang datang dari Tuhan ,misalnya,apakah seseorang merasa do’anya pernah dikabulkan Tuhan,apakah dia pernah merasa selamat dari ancaman berkat pertolongan Tuhan ,dan lain-lain.

5. Keterlibatan secara konsekwen (consequential involvement) ,yaitu tingkatan

sejauh mana perilaku seseorang konsekuen dengan ajaran

agamanya.Misalnya,korupsi,bermain judi,berzina,adalah perbuatan yang di larang agam aApakah dia setuju atau tidak dengan perbuatan begitu,dan dia mengerjkan atau tidak perbuatan tersebut.

2. Proses Terbentuknya Perilaku Keagamaan.

Perilaku seseorang merupakan manifestasi dari kepribadian yang dimilikinya,perkembangan dari fitroh yang dibawa sejak lahir.Dalam perkembanganya ,perilaku seseorang di pengaruhi oleh beberapa faktor yang penting yaitu faktor keluarga,faktor sekolah dan faktor masyarakat.Di bawah ini akan penulis jelaskan masing-masing faktor tersebut.

a. Faktor keluarga

Keluarga merupakan faktor pertama yang mempengaruhi kepribadian dan prilaku anak,sebab di dalam keluargalah anak dilahirkan,diasuh dan dididik untuk pertamakalinya .Rumah merupakan tempat yang pertama dimana anak mendapatkan pembinaan pribadinya,dan juga yang mengarahkan secara sem pum a.2l

b. Faktor Sekolah

Lingkungan sekolah merupakan lingkungan lanjutan dari keluarga dalam proses pendidikan bagi anak.Tugas sekolah ialah mendidik dan membina anak dari segala segi.Tugas tersebut diberikan oleh keluarganya untuk meneruskan pendidikan yang telah diterima didalam keluarga agar pertumbuhan pribadinya sesuai dengan taraf perkembanganya.Oleh karenanya disamping sekolah mengajar anak melalui bebrapa mata pelajaran( pengetahuan ),juga harus mendidik dan membina pribadinya dari

• 22 segala segi.

tersebut,yaitu mengajar pengetahuan dan membentuk pribadi anak.Jadi tanggung jawabnya tidak hanya memberikan pengetahuan saja,tetapi juga harus membentuk mental dan pribadi anak,sebagaimana yang di katakanZakiah Darajat Pembinaan sikap,mental dan akhlak jauh lebih penting daripada menghafal dalil-dalil dan hukum agama yang

diresapkan dan dihayatinya dalam hidup. ,'1j

Hal tersebut merupakan ciri sekolah dijaman modem dewasa ini.Yang sangat lain dengan sekolahdijaman dahulu,dimana sekolah hanya dianggap sebagai tempat mencari pengetahuan, tempat belajar,dan tempat mengemukakan persoalan yang berkaitan dengan kurikulum dan tempat memindahkan berbagai materi pelajaran dari guru kepada para siswanya. b. Faktor Masyarakat

Dalam proses pembentukan prilaku anak ,lingkungan masyarakat memang juga termasuk mewamainya,sebab perannya juga sangat penting.Keadaan dan perkembangan yang ada dalam masyarakat akan berpengaruh pada jiw a dan perilaku anak.Jika nilai-nilai moral yangada di masyarakat masih berjalan baik dan benar maka perkembangan pribadi anak juga akan sesuai dengan nilai moral tersebut.Begitu juga jika nilai-nilai agama dalam masyarakat tertap terjaga,maka jiw a dan prilaku anak akan diwamai oleh nilai-nilai agama itu.

Masyarakat terbentuk dari kumpulan dari keluarga yang semakin banyak,oleh karena itu dalam perkembangan dan pertumbuhan pribadi anak,pandangan dan sikap hidup orang-orang yang dikaguminya akan berpengaruh terhadapnya.Dan tidak jarang keadaan masyarakat atau organisasi dalam masyarakat juga merupakan faktor yang penting dalam proses pembentukan perilaku anak.24

Jadi masyarakat mempunyai pengaruh terhadap pembentukan perilaku anak.Masyarakat merupakan kelanjutan pergaulan dari keluarga dan sekolah.Maksudnya,masyarakat baru dimasuki anak sebenamya setelah mereka berumur dewasa( bukan kanak-kanak lagi ),yang sebelumnya telah mendapat latihan dalam keluarga dan sekolahnya.25 26

3 . Aspek-Aspek Perilaku Keagamaan

Dalam membahas aspek-aspek perilaku keagamaan penulis membagi dua aspek,yaitu aspek ibadah dan aspek akhlak.

a. Aspek Ibadah

Pengertian tentang ibadah dapat di tinjau dari dua segi,yaitu segi bahasa dan istilah.Menurut bahasa,ibadah berarti taat atau menurut dan ibadah juga dapat digunakan dalam arti do’a.

Sedangkan ibadah menurut istilah berarti mengesakan

Allah,menta’zimkan Allah dengan sepenuh ta’zim serta menghinakan 26

dirinya (kita) dan menundukkan jiw a kepada-Nya.

Pembahasan tentang ibadah disini penulis batasi dalam beberapa masalah saja,yaitu tentang shalat,puasa dan membaca Al-Quran.

Shalat adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim yang tidak „ dapat ditinggalkan,kecuali ada uzur. Shalat diwajibkan bagi setiap orang yang

beriman kepada Allah SWT.Adapun perintah shalat terdapat dalam AlQuran surat Al-Baqarah ayat 110:

j)<0i

2j> Darajad Zakiah,//mu Jiwa Agama Bulan Bintang.Jakarta him. 107 uarajaa zaaian,remoinaan nemaja up.cie.mm 1 4 3

Arifin,M.Ilmu Pendidikan Islam Bumi Aksara Jakarta, 1991 hlm.41 26 Proyek pembinaan Perguruan Tinggi Agama/I AIN Pusat Op.cit him 2 dan 3

1. Shalat

Shalat adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim yang tidak dapat ditinggalkan,kecuali ada uzur.Shalat diwajibkan bagi setiap orang yang beriman kepada Allah SWT.Adapun perintah shalat terdapat dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 110:

27 Artinya : Dan dirikanlah shalat ,dan bayarlah zakat,...” 2. Puasa

Pengertian puasa dapat ditinjau dari dua segi,yaitu dari segi

bahasa dan istilah syara’.Menurut bahasa,puasa berarti

mencegah.Sedangkan menurut istilah syara’,puasa berarti mencegah sesuatu yang telah ditentukan bagi orang-orang yang tertentu ( muslim ) pada waktu yang telah ditentukan pula dengan syarat-syarat yang

28 tertentu pula.

Jadi puasa adalah menahan diri dari segala yang dapat membatalkannya

seperti makan,minum,merokok,berhubungan badan dan

sebagainya,sesuai dengan yang diperintahkan untuk ditinggalkan

sepanjang hari menurut cara yang telah ditentukan

(disyaratkan).Perintah puasa terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 183 :

j&A

1c- L - i& i

(J Q A

Artinya

1Hai orang-orang yang beriman,diwajibkan atas kamu brpuassa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. ”29

Puasa yang diwajibkan adalah puasa Ramadhan selama satu bulan,hukumnya fardhu “ain serta tidak boleh ditinggalkan oleh yang

hukumnya sunnah ,seperti puasa senin kamis, puasa

dibulanDzulhij ah,puasa Syawal,puasa tarwiyah Arafah dan sebagainya. 1. Membaca Al-Quran

Al-Quran adalah kitabsuci yang diturunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad Saw,sebagai suatu rahmad dan petinjuk bagi manusia dalam hidupnya.Al-Quran merupakan kumpulan firman Allah yang berisi petunjukbagi manusia,pedoman hidup dan pelajaran bagi orang- orang yang mengetahuinya.

Setiap umat mempunyai kitab suci sesuai nabi yang membawanya yang telah diutus Allah,dan sebagai umat yang terakhiiyakni umat Islam yang mempunyai nabi akhiruzzaman,umat Islam memiliki pedoman hidup,kitab suci Al-quran.Dan kitab suci itu tidak hanya untuk dimiliki saja,akan tetapi juga dianjurkan untuk dibaca,sebagaimana firman-Nya dalam surat A1 Muzzamil ayat 4 :

Al-Quran merupakan bacaan yang terbaik,sbab al-Quranberisikan firman Allah SWT,yang terkumpul dalam satu kitab.Membaca Al-Quran dapat menjadi penawar gelisah atau susah,dan bila dibaca di rumah atai di mana saja akan mendapat rahmat yang besar.

27 Departemen Agama RI Op.cit.hlm 30 28 Muhammad, Abu Bakar Op.cit him 204 29 Departemen Agama RI Op.cit him 44 30 Ibid.hlm.988

Artinya:

b. Segi Akhlak.

Membahas tenteng akhlak tidak akan jauh berbeda dengan membahas perilaku manusia,karena akhlak manusia akan selalu mempenganihi perilakunya.Dan tingkah laku manusia juga tidak akan lepas dari kecenderungan jiwanya.Jika kecenderungan jiwanya didasari dengan agama maka tingkah lakunya akan menuju perilaku keagamaan.Begitu juga sebaliknyajika jiwanya tidak didasari dengan agama maka tingkah lakunya akan mengikuti nafsunya dan dia akan berbuat seenaknya saja.

Apabila dalam jiwanya ada suatu kecenderungan pada hal-hal yang baik,yangdiikuti dengan gerak anggota badanya maka akan menimbulkan suatu perilaku yang baik pula.01eh karena itu dapatlah dikatakan bahwa perilaku seseorang merupakan gambaran atau manifestasi dari keadaan jiwanya,sebagaimana yang dikemukakan Prof.Tk.H.Ismail Yakub :

Adah kesopanan lahiriyah adalah tanda kesopanan batiniyah,segala gerak gerik anggota badan adalah buat yang ter gores dalam hati,amal perbuatan adalah hasil dari budi pekerti. ”

Adapun yang dimaksud dengan akhlak disini adalah akhlak manusia terhadap manusia yang lainya,dan dalam hal ini hanya penulis batasi pada : akhlak terhadap kedua orang tua,guru dan karyawan,terhadap teman- temannya dan akhlak anak terhadap sesamanya. 1

1) Akhlak terhadap kedua orang tua

Suatu kewajiban bagi anak untuk berbakti kepada kedua orang tua,karena merekalah yang menyebabkan kita lahir ke dunia ini.Mereka jugalah yang membesarkan kita.Oleh karena itu wajiblah bagi anak untuk berbakti kepada keduanya.

*Lol <AL<LXUUai2k.} ( j L u i j 2 M - l i j ^ a j j

i . **

...

Artinya :

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua ibu-bapaknya,ibu mengandungnya dengan susah payah ( pula )32

2) Akhlak terhadap Guru

Yang dimaksus guru adalah orang yang memberikan pendidikan atau pelajaran,memberikan apa yang berguna ,membantu dalam proses pengembangan daya pikir dan memberinya adap kepada anak pada saat berada di dalam sekolah.

Begitu pula terhadap para karyawan,siswa hendaknya juga menghormati ,karena karyawan sekolah juga merupakan para pendidik yng membina pribadinya suatu anak di sekolah.para karyawan merupakan pendidika tidak langsung dalam membina pribadi anak ,namun kadang juga menjadi pendidika langsung.Misalnya petugas perpustakaan menyuruh agar siswa mengembalikan buku pinjamanya tepat pada waktunya.

3) Akhlak terhadap teman-teman

Yang dimaksud teman adalah orang atau yang kita biasa bergaul denganya. Karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak mungkin hidup sendiri, maka setiap orang sudah pasti mempunyai teman dalam hidupnya.

4) Akhlak terhadap sesama /orang lain

Yang di maksud dengan orang lain adalah mereka yang bukan famili,tetapi mempunyai hubungan kemanusiaan yang kita wajib menolongnya dalam arti juga mendidik.33

C. Hubungan Antara Minat dengan Prilaku Keagamaan

Minat adalah suatu kecenderungan jiw a seseorang pada sesuatu karena adanya suatu kepentingan terhadapnya dan pada umumnya disertai perasaan terhadapnya

Sedangkan perilaku adalah suatu sifat keadaan perbuatan yang layak bagi manusia.35

Kedua komponen tersebut mempunyai hubungan yang sangat dominan ,karena

Dokumen terkait