• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI LOKASI DAN INTERPRETASI DATA PENELITIAN

4.1.3. Demografi

Kota Medan merupakan pusat pemerintahan tingkat I Propinsi Sumatera Utara dengan jumlah penduduk sekitar 1.904.273 jiwa.21 Secara geografis Kota Medan berbatasan dengan22

Menurut hasil Sensus Penduduk tahun 2000 diperoleh laju pertumbuhan penduduk Kota Medan tahun 1990 – 2000 (9 tahun 8 bulan) sebesar 0,96 % pertahun. Angka ini lebih kecil jika dibanding dengan laju pertumbuhan penduduk tahun 1980 – 1990 yang sebesar 2,33 % per tahun.

:

- Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka.

- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Deli Tua dan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.

- Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang.

- Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Percut Sei Tuan dan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang.

4.1.3. Demografi

4.1.3.1. Laju Pertumbuhan Penduduk

Laju pertumbuhan penduduk adalah perubahan penduduk yang terjadi jika dibandingkan dengan sebelumnya dan dinyatakan dengan persentase.

23

21

……Departemen Agama Kota Medan dalam MEDAN DALAM ANGKA 2006, BPS Kota Medan, hal. 120.

22

……KARAKTERISTIK PENDUDUK KOTA MEDAN-PROPINSI SUMATERA UTARA-HASIL SENSUS PENDUDUK 2000, BPS Kota Medan, hal. 11.

23

……Ibid, pp. hal. 14.

Bila dikaji secara sederhana, menurunnya laju pertumbuhan penduduk ini kemungkinan disebabkan oleh pembangunan permukiman di wilayah Kabupaten Deli

Serdang yang mendorong penduduk yang bekerja di Kota Medan untuk pindah bermukim ke wilayah tersebut.

Selain itu menurunnya laju pertumbuhan penduduk ini juga disebabkan karena menurunnya tingkat kelahiran di Sumatera Utara. Data menunjukkan bahwa Tingkat Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) di Sumatera Utara menunjukkan trend yang menurun. Pada tahun 1995, TFR tercatat sebesar 3,55, angka ini menurun menjadi 3,28 pada tahun 1998, dan pada tahun 1999 kembali turun menjadi 3,16.24

Laju pertumbuhan penduduk tertinggi terdapat di Kecamatan Medan Labuhan, yaitu sebesar 5,34 % per tahun. Hal ini menjadi pertanda bahwa pembangunan wilayah Utara yang selama ini dilaksanakan secara perlahan menjadi pendorong bagi pergeseran perkembangan wilayah Selatan ke wilayah Utara. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk terendah ada di Kecamatan Medan Polonia yang tercatat sebesar negatif 1,95 % per tahun. Kondisi ini diduga diakibatkan karena wilayah ini sudah mencapai kejenuhan untuk munculnya permukiman baru dalam skala besar.25

24

Tabel 4.3. Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kota Medan Menurut Kecamatan Tahun 1980 - 2000

NO. KECAMATAN SENSUS PENDUDUK

LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK 1980 1990 2000 1980 – 1990 1990 – 2000 ( 1 ) ( 2 ) ( 3 ) ( 4 ) ( 5 ) ( 6 ) ( 7 ) 1. Medan Tuntungan 11.743 48.539 67.889 15,25 3,35 2. Medan Selayang 36.096 71.296 75.277 8,29 3,23 3. Medan Johor 55.550 86.634 101.472 7,04 3,59 4. Medan Amplas 63.736 106.946 85.571 4,54 - 0,13 5. Medan Denai 92.115 117.902 127.404 5,31 1,77 6. Medan Tembung 118.400 116.779 128.896 2,50 0,90 7. Medan Kota 95.198 93.043 86.357 - 0,23 - 0,74 8. Medan Area 46.538 49.148 112.667 - 0,14 - 0,36 9. Medan Baru 49.923 53.605 41.233 - 1,64 - 1,81 10. Medan Polonia 58.418 49.499 44.025 2,25 - 1,95 11. Medan Maimun 24.718 54.801 48.585 0,55 - 0,12 12. Medan Sunggal 64.620 91.675 106.253 3,56 1,49 13. Medan Helvetia 75.766 110.903 125.596 3,88 1,25 14. Medan Barat 80.692 79.575 82.626 1,65 - 0,59 15. Medan Petisah 75.275 87.489 66.145 - 0,14 - 1,83 16. Medan Timur 99.797 109.433 109.450 0,93 0,00 17. Medan Perjuangan 100.561 104.458 93.305 0,38 -1,12 18. Medan Deli 72.491 100.109 128.459 3,28 2,52 19. Medan Labuhan 40.067 58.928 93.543 3,93 5,34 20. Medan Marelan 38.878 55.624 87.070 3,65 3,98 21. Medan Belawan 81.165 83.666 92.450 0,30 1,00 K O T A M E D A N 1.373.747 1.730.052 1.904.273 2,33 0,96 Sumber : Sensus Penduduk 1980, 1990, 2000

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2000, jumlah penduduk Kota Medan tercatat sebanyak 1.904.273 jiwa. Angka ini menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, yaitu sebesar 1.373.747 jiwa pada tahun 1980 dan sebesar 1.730.052 jiwa pada tahun 1990.

Jika dilihat menurut kecamatan terlihat bahwa persebaran penduduk di Kota Medan tidak merata. Terlihat bahwa jumlah penduduk terbanyak terdapat di Kecamatan Medan

tembung sebanyak 128.896 jiwa, menyusul Kecamatan Medan Deli sebanyak 128.459 jiwa dan Kecamatan Medan Denai sebanyak 127.404 jiwa. Hal ini dimungkinakan karena ketiga wilayah kecamatan ini merupakan wilayah permukiman penduduk (Kecamatan Medan Tembung dan Mecamatan Medan Denai) dan berlokasinya Kawasan Industri Medan (Kecamatan Medan Deli).

Wilayah kecamatan yang memiliki penduduk paling sedikit adalah Kecamatan Medan Baru yaitu sebanyak 41.233 jiwa dan disusul oleh Kecamatan Medan Polonia sebanyak 44.025 jiwa dan Kecamatan Medan Maimun sebanyak 48.585 jiwa, hal ini dapat dipahami karena ketiga kecamatan ini memiliki wilayah yang tidak begitu luas dan hampir mendekati kejenuhan untuk dapat berkembangnya atau tumbuhnya permukiman – permukiman baru dalam skala besar.

4.1.3.3. Komposisi Etnik di Kota Medan

Penduduk asli Sumatera Utara adalah suku bangsa Melayu yang berdiam di Pesisir Timur Sumatera Utara. Penduduk pada daerah ini sebahagian besar hidup dari mata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Penduduk lainnya yang berada di daerah pedalaman Sumatera utara, seperti suku bangsa Batak umumnya adalah bermata pencaharian sebagai petani dan mengusahakan hasil hutan, sedangkan pola mata pencaharian suku lainnya yang merupakan pendatang berkembang sesuai dengan perkembangan perkebunan – perkebunan yang dibuka pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Untuk menopang perkembangan perkebunan pada masa dibuka oleh pemerintah Belanda, mereka menjalankan politik “Pintu Terbuka” (Open Door Policy) bagi pendatang atau perantau dari berbagai daerah di dalam negeri maupun luar negeri. Kebijakan ini

merangsang berbagai suku bangsa yang ada di sekitar Sumatera Timur seperti Aceh, Batak dan Minangkabau untuk datang merantau ke Sumatera Utara dan kota yang menjadi sarana utama dari perantau itu adalah Kota Medan.

Data Sensus Penduduk 2000 mencakup seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia, tetapi dalam penyajian ini hanya ditampilkan 12 (dua belas) suku bangsa yang berdasarkan persentase dominan mendiami wilayah Kota Medan.

Tabel 4.4. Persentase Penduduk Kota Medan Menurut Suku Bangsa Tahun 2000

NO. SUKU BANGSA PENDUDUK JUMLAH

LAKI – LAKI PEREMPUAN

( 1 ) ( 2 ) ( 3 ) ( 4 ) ( 5 )

1. Jawa 33,02 % 33,03 % 33,03 %

2. Batak Toba, Batak Tapanuli 19,06 % 19,35 % 19,21 %

3. Cina 10,65 % 10,66 % 10,65 %

4. Mandailing dan Angkola 9,37 % 9,36 % 9,36 %

5. Minang 8,72 % 8,48 % 8,60 % 6. Melayu 6,57 % 6,62 % 6,59 % 7. Karo 4,01 % 4,20 % 4,20 % 8. Aceh 2,92 % 2,65 % 2,78 % 9. Simalungun 0,68 % 0,70 % 0,69 % 10. Nias 0,80 % 0,58 % 0,69 % 11. Pakpak 0,35 % 0,34 % 0,34 % 12. Lainnya 3,88 % 4,03 % 3,95 %

Sumber : Sensus Penduduk 2000

Dari tabel 4.4., menunjukkan bahwa pada Sensus Penduduk 2000, penduduk Kota Medan berdasarkan komposisi etnik memperlihatkan, penduduk yang bersuku bangsa Jawa menjadi suku bangsa yang dominan mendiami wilayah Kota Medan sebesar 33,03 persen. Kemudian disusul oleh suku bangsa Batak Tapanuli/Toba sebesar 19,21 persen, Cina

sebesar 10,65 persen, suku bangsa Mandailing/Angkola sebesar 9,36 persen dan suku bangsa Minang sebesar 8,60 persen.

Hal yang menarik untuk dicermati adalah sejak lama suku bangsa Melayu diyakini sebagai sebagai penduduk asli yang mendiami wilayah Kota Medan. Tetapi hasil Sensus Penduduk 2000 menunjukkan bahwa penduduk bersuku bangsa Melayu menjadi suku bangsa terbesar keenam yang mendiami wilayah Kota Medan.

Kota Medan merupakan tujuan banyak para perantau dari berbagai daerah dan suku bangsa, maka secara lambat laun Kota Medan menjadi kota yang penghuninya beraneka ragam suku bangsa, budaya dan agama. Keanekaragaman tersebut memperlihatkan suatu keadaan di mana tak ada satu kelompok pun yang menjadi kelompok mayoritas atau memiliki posisi dominan dalam budaya.

4.1.3.3. Pendidikan

Salah satu amanat yang diemban pemerintah menurut Undang – Undang Dasar (UUD) 1945 adalah upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejauh mana amanat ini dilaksanakan tercermin antara lain dari profil pendidikan penduduk karena pendidikan merupakan salah satu indikator keberhasilan pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan sumber daya manusia.

Dalam Sensus Penduduk 2000, pendidikan yang ditamatkan (ditandai dengan ijazah tertinggi yang dimiliki) dibagi menjadi 7 (tujuh) golongan, yaitu: (1) Tidak/belum tamat SD, (2) SD, (3) SLTP, (4) SLTA, (5) Diploma I/II, (6) Akademi/DIII, (7) Perguruan tinggi.

Tidak/belum sekolah adalah mereka yang tidak tamat/belum pernah sekolah. Termasuk mereka yang tamat/belum tamat TK yang tidak melanjutkan ke SD. Masih sekolah adalah mereka yang sedang mengikuti pendidikan di pendidikan dasar, menengah atau tinggi. Tidak sekolah lagi adalah mereka yang pernah mengikuti pendidikan dasar, menengah atau tinggi, tetapi pada saat pencacahan tidak sekolah lagi. Jenjang pendidikan tertinggi yang pernah/sedang diduduki (ditamatkan) adalah jenjang pendidikan yang pernah diduduki (ditamatkan) untuk seseorang yang sudah tidak sekolah lagi atau sedang diduduki oleh seseorang yang masih sekolah.

Tabel 4.5. Persentase Penduduk Kota Medan Berumur 5 Tahun Ke Atas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Tahun 2000 NO. TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI

YANG DITAMATKAN

PENDUDUK

JUMLAH LAKI – LAKI PEREMPUAN

( 1 ) ( 2 ) ( 3 ) ( 4 ) ( 5 ) 1. Tidak/Belum Tamat SD 18,44 % 18,24 % 18,33 % 2. SD 18,51% 22,80 % 20,68 % 3. SMP 20,59 % 20,98 % 20,79 % 4. SMA 34,70 % 31,86 % 33,27 % 5. Diploma I/II 0,82 % 0,91 % 0,87 % 6. Akademi/DIII 1,47 % 1,77 % 1,62 % 7. Perguruan Tinggi 5,47 % 3,44 % 4,44 %

Sumber : Sensus Penduduk 2000

Penduduk berumur 5 tahun ke atas umumnya menamatkan pendidikan tertingginya pada tingkat SMA sebesar 33,27 persen. Kemudian disusul dengan penduduk yang menamatkan pendidikan tertinggi pada tingkat SD dan SMP yang memiliki persentase yang hampir sama, yaitu 20,68 persen dan 20,79 persen. Sedangkan penduduk yang tidak/belum tamat SD menyusul di urutan keempat sebesar 18,32 persen. Masih tingginya

persentase penduduk yang tidak/belum tamat SD menunjukkan bahwa pelaksanaan program wajib belajar masih belum berhasil mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat.

Jika dibedakan antara penduduk laki – laki dan penduduk perempuan, pada tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan SD dan SMP terjadi hal yang berkebalikan. Pada penduduk laki – laki, SMP menempati urutan kedua tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan sebesar 20,59 persen setelah SMA sebesar 34,70 persen. Sedangkan pada penduduk perempuan, SMP menempati urutan ketiga pendidikan tertinggi yang ditamatkan sebesar 20,98 persen setelah SMA sebesar 31,86 persen dan SD sebesar 22,80 persen.

4.1.3.4. Agama

Bidang agama merupakan salah satu institusi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Dalam lima agama besar di Indonesia, yaitu: Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Budha, dan Hindu, Agama Islamlah yang merupakan pemeluk mayoritas. Demikian juga hal di Kota Medan, berdasarkan data dari Kantor Departemen Agama pada tahun 2005, jumlah penduduk yang memeluk Agama Islam menempati urutan pertama sebagai pemeluk agama mayoritas, yakni 1.267.736 jiwa, disusul Agama Kristen Protestan ditempat kedua sebesar 320.754 jiwa dan Agama Budha ditempat ketiga sebesar 202.964 jiwa. Agama Kristen Katolik dan Agama Hindu masing – masing berada diurutan keempat dan kelima dengan pemeluk sebesar 126.378 jiwa dan 22.741 jiwa.

Tabel 4.6. Jumlah Pemeluk Agama Di Kota Medan Menurut Kecamatan Tahun 2005

NO. KECAMATAN A G A M A JUMLAH

ISLAM KATOLIK PROTESTAN BUDHA HINDU

( 1 ) ( 2 ) ( 3 ) ( 4 ) ( 5 ) ( 6 ) ( 7 ) ( 8 ) 1. Medan Tuntungan 60.582 9.765 18.095 100 140 88.682 2. Medan Johor 53.135 15.544 6.574 8.856 218 84.327 3. Medan Amplas 66.311 3.778 24.079 503 54 94.275 4. Medan Denai 99.333 7.121 39.562 6.285 103 152.404 5. Medan Area 75.682 945 5.786 27.578 441 110.432 6. Medan Kota 37.373 21.948 0 23.578 314 83.213 7. Medan Maimun 43.898 1.241 4.586 12.697 746 63.168 8. Medan Polonia 24.455 322 9.722 7.615 2.479 44.593 9. Medan Baru 18.112 10.188 14.689 2.515 894 46.328 10. Medan Selayang 44.250 7.971 21.736 1.060 1.073 76.090 11. Medan Sunggal 42.109 7.746 25.879 6.610 7.838 80.182 12. Medan Helvetia 84.739 14.190 30.174 408 3.188 132.699 13. Medan Petisah 36.301 3.226 16.006 15.599 1.907 73.839 14. Medan Barat 44.702 2.061 10.330 23.162 844 81.099 15. Medan Timur 66.905 5.275 15.307 20.116 1.073 108.676 16. Medan Perjuangan 53.788 6.900 19.091 12.273 547 92.599 17. Medan Tembung 104.500 1.179 20.550 5.766 199 132.194 18. Medan Deli 98.817 2.551 8.241 12.146 460 122.215 19. Medan Labuhan 77.589 830 12.615 7.454 101 98.589 20. Medan Marelan 67.018 623 9.151 4.521 46 81.359 21. Medan Belawan 68.137 3.044 17.781 4.122 76 93.160 K O T A M E D A N 1.267.736 126.378 320.754 202.964 22.741 1.940.573 Sumber : Departemen Agama Kota Medan

4.1.3.5. Tempat Peribadatan

Tempat peribadatan merupakan suatu wadah/tempat bagi para pemeluk agama masing – masing untuk melakukan ritual keagamaannya. Agama – agama besar di Indonesia memiliki masing – masing tempat peribadatan. Agama Islam dengan tempat peribadatannya yang dinamakan Masjid dan Musholla/Langgar, Agama Kristen Protestan dan Katolik dengan Gereja-nya, Agama Budha dengan Wihara, dan Agama Hindu dengan tempat peribadatan yang dinamakan Kuil.

Untuk tahun 2005, jumlah fasilitas peribadatan di Kota Medan berjumlah 1.774 buah yang terdiri dari Masjid 880 buah, Musholla/Langgar 329 buah, Gereja 398 buah, Kuil 19 buah, Wihara 148 buah.

Tabel 4.7. Jumlah Tempat Peribadatan Di Kota Medan Menurut Kecamatan Tahun 2005

NO. KECAMATAN

JENIS TEMPAT PERIBADATAN MASJID LANGGAR/

MUSHOLLA GEREJA KUIL WIHARA

( 1 ) ( 2 ) ( 3 ) ( 4 ) ( 5 ) ( 6 ) ( 7 ) 1. Medan Tuntungan 34 11 29 0 0 2. Medan Johor 67 6 12 0 11 3. Medan Amplas 56 23 19 1 0 4. Medan Denai 33 0 46 0 2 5. Medan Area 55 58 8 0 29 6. Medan Kota 22 7 30 0 12 7. Medan Maimun 22 7 4 1 5 8. Medan Polonia 9 2 19 1 13 9. Medan Baru 14 17 15 0 0 10. Medan Selayang 31 29 21 0 0 11. Medan Sunggal 52 35 16 1 17 12. Medan Helvetia 69 25 14 1 0 13. Medan Petisah 16 7 16 4 13 14. Medan Barat 25 0 14 1 0 15. Medan Timur 27 10 22 2 9 16. Medan Perjuangan 76 0 22 0 2 17. Medan Tembung 71 10 28 4 8 18. Medan Deli 40 44 11 2 11 19. Medan Labuhan 32 8 15 1 12 20. Medan Marelan 55 13 3 0 0 21. Medan Belawan 74 17 34 0 4 K O T A M E D A N 880 329 398 19 148

Dokumen terkait