• Tidak ada hasil yang ditemukan

Departemen Pertanian Negara Bagian Tennessee

DAFTAR LAMPIRAN

D. GOOD RETAILING PRACTICES (GRP)

2. Departemen Pertanian Negara Bagian Tennessee

Tennessee adalah salah satu negara bagian Amerika Serikat yang telah menjalankan program inspeksi bagi hampir 8000 industri ritel. Pelaksanaan inspeksi dilakukan minimal enam bulan sekali di bawah tanggung jawab Departemen Pertanian Negara Bagian Tennessee. Penilaian dalam metode inspeksi tidak dirancang untuk menunjukkan pengkelasan atau status kondisi tertentu suatu industri ritel. Hasil inspeksi hanya mengindikasikan besarnya kepatuhan industri ritel terhadap peraturan dan hukum yang berlaku di negara bagian Tennessee.

Menurut Jhonson (2008), terdapat sepuluh aspek yang mempengaruhi penilaian terkait penyimpanan makanan, sanitasi, dan kondisi fasilitas, yaitu:

1. Perlindungan pangan dan suhu;

2. Kesehatan dan kebersihan diri karyawan; 3. Air dan pengelolaan limbah;

4. Toilet dan fasilitas cuci tangan; 5. Pembuangan limbah;

6. Pengendalian hama;

7. Pembersihan dan sanitasi peralatan maupun perlengkapan yang kontak dengan makanan; 8. Pemeliharaan lantai, dinding, dan langit-langit;

9. Kecukupan pencahayaan dan ventilasi; dan

III.

METODOLOGI

A.

MEMPELAJARI KEADAAN UMUM PERUSAHAAN

1. Observasi

Observasi atau pengamatan merupakan salah satu teknik pengumpulan data atau fakta yang cukup efektif untuk mempelajari suatu sistem. Observasi ini menggunakan metode studi deskriptif. Observasi dilaksanakan di gerai Hero Supermarket Gatot Subroto (Hero Gatsu), Tebet, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dimulai pada tanggal 21 Februari 2011 sampai 21 Juni 2011. Observasi dilakukan dengan mengidentifikasi seluruh kegiatan operasional yang berlangsung di lapangan, kondisi karyawan, kondisi umum bangunan, dan kondisi lingkungan sekitar Hero Gatsu. Identifikasi ini penting untuk mengetahui aktivitas sehari-hari yang terjadi di dalam gerai. Hasil observasi disusun berdasarkan obyek yang sedang diamati. Khusus kegiatan operasional, hasil observasi disusun mengikuti alur proses yang berlangsung dari mulai penerimaan sampai aktivitas penjualan produk. Melalui cara tersebut, proses verifikasi menjadi lebih mudah dilakukan sehingga kesalahan dalam proses evaluasi dapat ditekan seminimal mungkin.

2. Wawancara

Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi kepada sumber data melalui dialog tanya jawab. Sumber data meliputi pihak manajemen perusahaan, supervisor, manajer, pembimbing lapang, dan karyawan. Hasil wawancara dapat bersifat subyektif maupun obyektif tergantung dari pendidikan, pengetahuan, dan pengalaman yang diterima sumber selama berada di tempat kerja.

3. Data Sekunder

Data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen resmi yang dikeluarkan oleh manajemen Hero Supermarket dan Hero Gatsu. Dokumen resmi dapat menjelaskan profil perusahaan secara umum, tata tertib, dan prosedur operasi yang berlaku di perusahaan. Selain itu, sumber lain seperti artikel majalah, internet, jurnal, dan buku-buku dapat menjadi sumber referensi yang akurat dalam mempelajari dan menganalisis keadaan umum perusahaan.

B.

PRAKTIK KERJA LANGSUNG

1. Pekerjaan

Pekerjaan yang dijalani sebagai karyawan Hero Gatsu terdiri dari dua jenis, yaitu pekerjaan staf Divisi Produce dan pekerjaan lainnya di luar staf Divisi Produce. Penempatan kerja telah dikoordinasikan sebelumnya oleh para manajer yang disesuaikan dengan keahlian karyawan. Selama bekerja langsung, perlu diperhatikan pengarahan dan bimbingan dari para manajer dan supervisor sebelum memulai pekerjaan. Arahan mencakup prosedur pekerjaan yang akan dijalani dan penggunaan atribut karyawan, seperti seragam dan tanda pengenal. Hal ini bertujuan untuk membantu dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja, mempermudah melaksanakan pekerjaan yang belum dikuasai sebelumnya, dan mengurangi risiko terjadinya penyalahgunaan SOP yang berlaku di Hero Gatsu.

2. Supervisi

Kegiatan magang yang dilakukan di Hero Gatsu berada di bawah supervisi Bapak Wahyu Hidayat selaku Store Manager Hero Gatsu dan dibantu oleh dua Section Manager, yaitu Bapak Nalim Saputra selaku Fresh Manager dan Bapak Sulaeman selaku Grocery Manager. Tugas supervisi dilakukan secara bergantian menurut jadwal kerja masing-masing manajer. Seluruh karyawan bekerja sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh pihak pusat Hero Supermarket dan di bawah pengawasan para manajer. Manajer sesekali turut berpartisipasi dalam kegiatan operasional yang dilakukan oleh para karyawan, seperti melakukan penyortiran dan pengecekan tanggal kadaluarsa produk.

Dalam melaksanakan tugasnya, para manajer dituntut memiliki dua fungsi secara bersamaan, yaitu fungsi manajemen dan fungsi kepemimpinan. Fungsi manajemen yang telah dijalankan para manajer Hero Gatsu adalah melalui tindakan perencanaan kebijakan, pengaturan dan pengendalian seluruh aktivitas gerai, koordinasi antar sesama manajer dan karyawan, serta tindakan monitoring yang rutin dilaksanakan setiap hari. Seorang manajer menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan memberikan pengarahan dan motivasi kepada seluruh karyawan terkait visi dan misi perusahaan yang hendak dicapai pada setiap kegiatan briefing serta memberikan contoh yang baik dan benar bagi seluruh karyawan termasuk dalam pelaksanaan kegiatan operasional. Kedua fungsi tersebut sudah terlaksana dengan baik karena penyampaian informasi dari atas (pihak pusat Hero Supermarket) ke bawahannya (seluruh karyawan Hero Gatsu) secara vertikal maupun ke manajer yang setingkat secara horizontal terjalin cukup efektif. Sistem pengambilan keputusan yang melibatkan karyawan terjalin secara demokratis sehingga karyawan berhak mengeluarkan ide, saran, maupun kritik yang bertujuan membangun perusahaan.

3. Ruang Lingkup Pekerjaan

Pelaksanaan praktik kerja langsung dilaksanakan di Divisi Produce yang khusus menangani produk hortikultura segar. Divisi Produce merupakan bagian dari Departemen Fresh Hero Gatsu. Selain Divisi Produce, penulis diperbolehkan bekerja di divisi lain namun atas izin manajer dan supervisor sebelumnya. Bobot pekerjaan disesuaikan dengan keahlian penulis dalam menjalankan kegiatan operasional yang ada.

4. Jam Kerja

Waktu kerja dimulai dari hari Senin sampai hari Jumat dengan jam kerja antara pukul 07.00-15.00 WIB (shift satu). Waktu kerja tersebut bersifat fleksibel mengingat penulis masih memiliki tanggung jawab untuk mengikuti sejumlah kegiatan wajib seminar dan pengambilan data yang dilaksanakan di luar waktu kerja.

C.

EVALUASI PENERAPAN GRP

Evaluasi penerapan GRP diawali dengan pencarian standar dan pedoman inspeksi GRP berdasarkan studi literatur dari berbagai sumber, seperti buku-buku, jurnal, dan dokumentasi instansi atau badan tertentu. Standar dan pedoman inspeksi GRP belum tersedia di Indonesia. Oleh karena itu, penilaian penerapan GRP atau evaluasi di Hero Gatsu menggunakan pedoman inspeksi yang diadopsi dari County of San Bernardino Environmental Health Service, California, Amerika Serikat, yang disebut juga dengan ABC Retail Food Inspection Guide. Tahapan yang dilakukan selama proses evaluasi GRP seperti terlihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Diagram Alir Proses Evaluasi Penerapan GRP

Evaluasi dilakukan terhadap lokasi-lokasi yang digunakan selama proses penanganan produk pangan segar, mulai dari penerimaan sampai penjualan. Waktu pelaksanaan inspeksi sebanyak dua hari di tiap divisi produk pangan segar (hortikultura, perikanan, dan daging). Evaluasi memakai alat bantu berupa form yang berisi parameter penilaian dan kolom nilai pelanggaran (Lampiran 1). Secara sederhana, metode inspeksi ABC Retail Food Inspection Guide dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2. Skema Klasifikasi Penilaian pada ABC Retail Food Inspection Guide Evaluasi penerapan GRP

Mulai

Studi pustaka

Adopsi pedoman inspeksi GRP

Melakukan inspeksi GRP

Selesai

Pedoman inspeksi GRP ABC Retail Food Inspection Guide

Aspek mayor Aspek minor Pelanggaran mayor Pelanggaran minor (1) Pelanggaran minor (2) Bentuk penilaian

Rincian kategori aspek mayor dan aspek minor, dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Kategori Aspek Mayor dan Minor GRP

Kategori Aspek Mayor Kategori Aspek Minor

1. Penguasaan pengetahuan oleh karyawan 1. Tindakan supervisi 2. Kesehatan karyawan dan praktik higiene 2. Kebersihan personal

3. Pencegahan kontaminasi oleh tangan 3. Persyaratan umum keamanan pangan 4. Hubungan antara waktu dan suhu 4. Penyimpanan pangan, pemajangan, 5. Perlindungan terhadap kontaminasi atau pelayanan

6. Produk pangan dari sumber yang telah 5. Peralatan, perlengkapan, dan kain

disetujui 6. Fasilitas fisik bangunan

7. Kesesuaian dengan prosedur yang telah 7. Fasilitas makanan permanen

disetujui 8. Syarat tanda

8. Pemberitahuan kepada konsumen 9. Pemenuhan dan pelaksanaan* 9. Populasi yang sangat rentan

10. Ketersediaan air 11. Pembuangan limbah

12. Pencegahan dan pengendalian hama

*Tidak dimasukan dalam penilaian karena kurangnya data

Sumber: County of San Bernardino Environmental Health Service (2010)

Adapun parameter penilaian aspek mayor (23 parameter) dan aspek minor (31 parameter), dapat dilihat pada Lampiran 2 dan Lampiran 3. Cara pengisian form inspeksi GRP mengikuti petunjuk yang dijelaskan pada Tabel 4.

Tabel 4. Petunjuk Pengisian Form Inspeksi GRP

Jenis Cara Penandaan pada Form Keterangan

IN Diisi berdasarkan kondisi di lapangan

N/O Diisi berdasarkan kondisi di lapangan

N/A Diisi berdasarkan kondisi di lapangan

COS

+

Karyawan melakukan tindakan koreksi terhadap pelanggaran tepat pada saat inspeksi berlangsung

MAJ Wajib diisi

OUT Wajib diisi

Sumber: County of San Bernardino Environmental Health Service (2010)

Keterangan:

Š Parameter yang telah ditandai dengan pilihan “IN” wajib menandai pilihan “N/O”, “N/A”, “COS”, “MAJ”, atau “OUT” sesuai hasil inspeksi di lapangan.

Š Paramater yang telah ditandai dengan pilihan “N/O” dan “N/A” tidak diperbolehkan untuk menandai pilihan “COS”, “MAJ”, atau “OUT”.

Š Parameter yang memiliki kemungkinan terjadinya pelanggaran mayor (MAJ) dan minor (OUT), hanya boleh ditandai salah satu dari keduanya.

Š Pilihan “COS” hanya diberikan pada parameter yang mengalami pelanggaran mayor (MAJ) dan minor (OUT) untuk menunjukkan adanya perbaikan pada pelanggaran yang terjadi saat inspeksi dilakukan.

Hasil penilaian kegiatan inspeksi GRP menurut ABC Retail Food Inspection Guide menggunakan sistem skoring dan grading untuk menyatakan status pelaksanaan GRP di suatu industri ritel (Lampiran 4). Tata cara penilaian merujuk pada jenis pelanggaran yang ditunjukkan oleh Gambar 2. Sebelum inspeksi dilakukan, skor maksimal adalah 100 poin atau bebas dari segala bentuk pelanggaran. Apabila selama inspeksi diketahui telah terjadi pelanggaran, maka poin skor awal akan dikurangi dengan poin pelanggaran tersebut. Kemudian, poin skor akhir akan disesuaikan dengan sistem grading yang tertera pada Tabel 5.

Rumus perhitungan poin : Skor maksimal = 100 poin Total poin pelanggaran = x poin – Skor akhir = y poin Sistem pemberian poin pelanggaran di tiap parameter:

Š Pelanggaran mayor = 4 poin Š Pelanggaran minor (1) = 2 poin Š Pelanggaran minor (2) = 1 poin

Tabel 5. Sistem Grading yang Menunjukkan Klasifikasi Penerapan GRP

Skala Huruf Keterangan

90- 100 A Secara umum sangat baik dalam hal praktik penanganan makanan maupun keseluruhan upaya pemeliharaan dan sanitasi fasilitas makanan.

80-89 B Secara umum diterima dalam hal praktik penanganan makanan maupun keseluruhan upaya pemeliharaan dan sanitasi fasilitas makanan.

70-79 C Secara umum tidak dapat diterima dalam hal praktik penanganan makanan maupun keseluruhan upaya pemeliharaan dan sanitasi fasilitas yang umum untuk makanan.

0-69 Closure Buruk dalam praktik penanganan makanan maupun keseluruhan upaya pemeliharaan dan sanitasi fasilitas makanan.

 

IV. TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

A.

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PERUSAHAAN

PT. Hero Supermarket (Hero Supermarket) merupakan perusahaan ritel modern pertama di Indonesia. Pendirinya adalah Muhammad Saleh Kurnia, seorang pedagang sukses yang menuruni bakat bisnis kedua orangtuanya. Hero Supermarket didirikan pada tanggal 23 Agustus 1971 melalui akta notaris Djoko Mulyadi S.H. No.19 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman dengan surat keputusan No.J.A.5/169/11 pada tanggal 5 Agustus 1972. Awalnya Hero Supermarket membuka gerai (outlet) dengan nama Hero Mini Supermarket yang berlokasi di Jl. Faletehan I No. 23, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan luas gedung kurang lebih 251 meter persegi. Skala produk yang dijual cukup besar mencakup berbagai jenis produk pangan dan non pangan lokal maupun impor. Melihat potensi pasar produk impor yang semakin besar serta belum adanya tempat belanja keluarga yang modern dan memadai bagi orang asing pada waktu itu, menjadi alasan utama didirikannya Hero Supermarket.

Untuk menunjang kenyamanan dan peningkatan perusahaan, pada tahun 1987 kantor pusat Hero Supermarket menempati gedung di Jl. Gatot Subroto Kav.64 No.177A, Tebet, Jakarta Selatan. Pada tahun ini pula perusahaan membuktikan kinerjanya dengan mendapatkan piala ARTA dari kamar dagang Indonesia sebagai pasar swalayan terbaik di Indonesia. Upaya lain yang dilakukan oleh Hero Supermarket adalah mencoba go public melalui penjualan sahamnya secara bebas kepada masyarakat luas di pasar modal Bursa Efek Jakarta pada tahun 1987. Oleh sebab itu, berdirilah PT. Hero Supermarket Tbk. dimana Hero Supermarket termasuk bagian di dalamnya.

Tahun 1998 merupakan masa restrukturisasi perusahaan dan manajemen kepemilikan saham PT. Hero Supermarket Tbk. Hal ini ditandai dengan adanya aliansi strategis dengan Dairy Farm Hongkong, anggota Jardine Matheson. Jalinan kerjasama ini juga diwujudkan dengan bergabungnya eksekutif Dairy Farm dalam jajaran Direksi dan Komisaris PT. Hero Supermarket Tbk. Selain itu, beberapa usaha yang tergabung dalam Hero Grup dipersatukan dalam PT. Hero Supermarket Tbk. yang meliputi PT. Hero Supermarket (Hero Supermarket), PT. Wiramaju Karismajaya (Mitra Toko Discount), PT. Catur Abadi Jayasakti (Shop In), Start Mart, dan Dairy Farm (kini dikenal dengan nama Guardian) serta yang lainnya dijual. Penyatuan berbagai perusahaan tersebut menimbulkan upaya ekspansi gerai secara besar-besaran di seluruh wilayah Indonesia. Sampai tahun 2008, PT. Hero Supermarket Tbk. memiliki 399 gerai yang terdiri dari enam jenis gerai ritel, antara lain Hero Supermarket (68 gerai), Giant Supermarket dan Giant Hypermarket (62 gerai), Star Mart Convenience Store (91 gerai), Guardian Toko Kecantikan dan Apotik (168 gerai), serta Mitra Toko Discount (10 gerai).

Kekuatan PT. Hero Supermarket Tbk. terletak pada keterpaduan operasi (supply chain management) antara pihak ritel, distributor, dan pemasok produk. PT. Hero Supermarket Tbk. memiliki gudang penyimpanan pusat terbesar yang dinamakan Hero Supermarket Distribution Center (HSDC) yang terletak di kawasan industri Cibitung, Jawa Barat. HSDC berdiri pada tanggal 28 Maret 2005 dan telah menggantikan beberapa gudang penyimpanan terdahulu. HSDC juga berfungsi sebagai distributor yang menyalurkan produk-produk ke seluruh gerai di Indonesia, sehingga sangat membantu dalam mengefisienkan jalur tataniaga produk dari pemasok utama.

Dari semua jenis ritel yang tergabung dalam PT. Hero Supermarket Tbk., kunci kesuksesan Hero Supermarket adalah menyediakan mutu produk dan pelayanan yang terbaik kepada

 

pelanggannya agar mereka dapat berbelanja dengan puas dan nyaman. Hal ini diwujudkan dengan fokus komunikasi dan positioning-nya kepada masyarakat sampai saat ini yaitu kesegaran produk dengan mengusung taglineThe fresh food people” yang selalu digunakan di setiap logo Hero Supermarket.

Berdasarkan segmen pasar penjualan produk, terdapat empat jenis kelas gerai Hero Supermarket yaitu D,C, AB, dan A. Namun, sejak terjadi jual beli saham dan ekpansi gerai besar- besaran, kelas D dan C berubah nama menjadi Giant Hypermarket dan Giant Supermarket yang terkenal dengan penyediaan produk ritel super murah, sedangkan kelas A berubah peringkat menjadi kelas A plus. Kelas AB merupakan supermarket yang menjual berbagai produk ritel, baik lokal maupun impor dengan rata-rata harga sedikit di atas supermarket atau perusahaan ritel modern lainnya, seperti hipermarket dan minimarket. Lokasi kelas AB umumnya berada di kawasan pinggiran atau terletak di daerah yang berada jauh dari pusat perkotaan. Konsumen targetnya adalah kalangan menengah biasa. Kelas A plus menawarkan lebih banyak produk impor dimana sebagian besar produk dijual dengan rata-rata harga di atas kelas AB maupun perusahaan ritel modern lainnya. Selisih harga antara supermarket lainnya dengan kelas A plus cukup signifikan untuk brand tertentu yang tidak banyak ditemukan di pasaran. Melalui penawaran harga tersebut, kelas A plus dituntut untuk memiliki pelayanan yang lebih baik dalam hal manajemen mutu secara keseluruhan, termasuk penyediaan jenis produk yang lebih beragam, mutu produk, kinerja karyawan, dan desain gerai. Lokasi kelas A plus dirancang untuk berada di jantung kota Jakarta dimana target konsumennya adalah kalangan menengah atas.

Hero Supermarket Gatot Subroto (Hero Gatsu) merupakan gerai yang pernah dijadikan sebagai kantor pusat bagi gerai-gerai Hero Supermarket lainnya. Sejak pertama dibangun pada tahun 1987 hingga saat ini, Hero Gatsu telah mengalami renovasi bangunan sebanyak lima kali. Upaya renovasi ini digunakan untuk memperbaiki desain gerai agar konsumen tertarik untuk berkunjung dan berbelanja. Desain bangunan yang tertata apik dan penawaran produk yang bervariasi, mengubah kelas Hero Gatsu dari A menjadi A plus. Keistimewaan inilah yang menjadikan manajemen Hero Gatsu bekerja keras dalam upaya menjamin mutu produk-produk, baik pangan maupun non pangan.

B.

VISI, MISI, DAN FILSAFAT PERUSAHAAN

Hero Supermarket memiliki filsafat yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Filsafat kebanggaan Hero Supermarket sudah merangkum visi dan misi perusahaan serta wajib dibacakan setiap apel pagi (briefing) sebelum gerai dibuka bagi pelanggan. Berikut ini adalah visi, misi, dan filsafat Hero Supermarket:

1. Visi

Menjadi peritel terkemuka di Indonesia dalam segi penjualan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

2. Misi

Meningkatkan nilai investasi pemegang saham kami melalui keberhasilan komersial dengan menarik pelanggan dan meningkatkan daya saing yang mantap.

3. Filsafat

a) Kita selalu mengutamakan service yang terbaik kepada pelanggan.

C.

D.

E.

  c) Kit ber me

LOGO PE

Log sebagai sara yang mengg dimiliki oleh

LOKASI

Her Subroto (He Selatan 128 yang mudah kota besar d sehingga me Ban berada di ar beberapa ba (gudang), ar karyawan. A pemasok da ke dalam sto

STRUKT

Org tujuan. Pem untuk melak organisasi, s berjalan efe atau manaje ta bersama-sa rpartisipasi da enuju kemajua

ERUSAHA

go atau lamb ana sosialisasi gambarkan id h Hero Superm

DAN TAT

ro Supermark ero Gatsu). L 70 (Lampiran h dan terletak di DKI Jakarta ekanisme rant ngunan Hero ea basement, agian melipu rea persiapan Adapun tingk an tempat peni ore area. Den

TUR ORGA

ganisasi adala mbentukan stru kukan fungsi semakin bany ektif. Penyusu men sumberd ama menciptak alam pembang an perusahaan

AAN

bang merupak mengenai keb dealisme peru market: Gambar

TA LETAK

ket yang men Lokasi gerai te n 5). Gerai ini di pinggir jal a. Pemasok da tai suplai prod Gatsu memili merupakan ar uti area pene n produk, area kat kedua me itipan barang ah bangunan H

ANISASI

ah sebuah wa uktur organisa i dari tugas yak tingkat ko unan struktur o daya yang ada

kan kesatuan gunan negara k . kan identitas beradaan peru sahaan dalam 3. Logo Peru

K PERUSAH

njadi lokasi m erletak di Jl. memiliki lok lan raya yang an pelanggan p duk dari produ

iki luas 1824 rea inti kegiat empatan rak a administras erupakan tem

yang dibawa Hero Gatsu kh

adah yang ter asi mempermu dan tanggung ordinasi yang organisasi dip di perusahaan manajemen y kita mencapai penting bagi usahaan dan um m mencapai tu usahaan Hero

HAAN

magang penu Gatot Subrot kasi yang cuku

menjadi salah pun tidak kesu usen ke konsum

m2 yang terd tan gerai (stor display (sho si dan kantor, mpat penerima

oleh karyawa husus lantai 1

rdiri dari kum udah orang ya g jawab yan g diperlukan a perlukan seba n. yang sempurn i kesejahteraan i suatu perus mumnya men ujuan. Beriku Supermarket ulis adalah He to No.177A K up strategis ka h satu jalur ut ulitan untuk m men tidak terh diri dari dua ti

re area). Ruan owcase), area , ruang maka aan produk y an maupun pe dapat dilihat mpulan orang ang berada da g ada. Sema agar fungsi ya agai upaya me na sehingga H n sesama kary ahaan. Logo ngandung mak ut ini adalah l ero Supermar Kav. 64, Tebe arena akses tr tama penghub menjangkau lo hambat. ingkat. Tingka ngan ini terbag penyimpana an, serta temp

yang datang emasok sebelu pada Lampira untuk menca alam organisas akin komplek ang satu denga eningkatkan p Hero dapat yawan dan berfungsi kna khusus logo yang rket Gatot et, Jakarta ransportasi bung kota- okasi gerai at pertama gi menjadi an produk pat ibadah dari para um masuk an 6. apai suatu si tersebut ks struktur an lainnya pengaturan

 

Hero Gatsu memiliki tiga departemen utama yang menunjang tujuan perusahaan yaitu Departemen Fresh (produk segar), Departemen Grocery makanan dan non makanan, serta Departemen Administrasi. Secara umum, Hero Gatsu berada di bawah pimpinan manajer gerai (Store Manager). Untuk mempermudah dalam pengontrolan kegiatan di tiga departemen utama, Store Manager dibantu oleh wakil manajer bagian produk pangan segar (Fresh Section Manager), wakil manajer bagian produk grocery (Grocery Section Manager), dan wakil manajer bagian administrasi (Administration Section Manager). Masing-masing wakil manajer membawahi supervisor yang bekerja di setiap departemen utama. Supervisor tersebut memiliki sejumlah staf yang mendukung dalam pelaksanaan kerja di lapangan.

Tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau pun perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Struktur organisasi karyawan Hero Gatsu tercantum dalam Lampiran 7, sedangkan pembagian tugas masing- masing karyawan tercantum dalam Lampiran 8.

F.

KETENAGAKERJAAN

Hero Gatsu memiliki karyawan pria dan wanita dari berbagai tingkat pendidikan mulai dari sekolah tingkat atas sampai dengan tingkat sarjana. Semua karyawan Hero Gatsu merupakan karyawan tetap walaupun ada yang masih menjalani tahap pelatihan. Karyawan tetap adalah tenaga kerja yang bekerja secara tetap tanpa jangka waktu kontrak. Total karyawan yang ada di Hero Gatsu adalah 61 orang dengan perbedaan jam kerja dan sistem penggajian setiap karyawan.

Hero Gatsu aktif beroperasi sejak pukul 08.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB. Setiap karyawan memiliki jam kerja normal selama delapan jam. Untuk menunjang aktivitas perusahaan dan karyawan, jadwal kerja karyawan Hero Gatsu dibagi menjadi tiga shift, yaitu shift pagi, shift pertengahan (middle), dan shift siang. Shift pagi bekerja pada pukul 07.00-15.00 WIB, shift

Dokumen terkait