• Tidak ada hasil yang ditemukan

Derecognition of financial assets and liabilities

Dalam dokumen 73 financial statement 30 september 2010 (Halaman 32-40)

Aset keuangan

Aset keuangan (atau mana yang lebih tepat, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya pada saat: (1) hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut telah berakhir; atau (2) Perusahaan dan Anak Perusahaan telah mentransfer hak kontraktual mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga dalam perjanjian pass-through; dan baik (a) Perusahaan dan Anak Perusahaan telah secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau (b) Perusahaan dan Anak Perusahaan secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat suatu aset, namun telah mentransfer kendali atas aset tersebut.

Financialassets

A financial asset, (or where applicable, a part of a financial assets, or part of a group of similar financial assets) is derecognized when: (1) the rights to receive cash flows from the asset have expired; or (2) the Company and Subsidiaries have transferred their rights to receive cash flows from the financial assets or have assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay to a third party under a “pass-through” arrangement; and either (a) the Company and Subsidiaries have transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Company and Subsidiaries have neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but have transferred control of the asset.

Kewajiban keuangan

Kewajiban keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban tersebut dihentikan atau dibatalkan atau telah kadaluwarsa.

Financial liabilities

A financial liability is derecognized when it is discharged or canceled or has expired.

e. Instrumen Keuangan (Lanjutan) e. Financial Instruments (Continued) 7. Penghentian pengakuan aset dan kewajiban

keuangan (Lanjutan)

7. Derecognition of financial assets and liabilities (Continued)

Ketika suatu kewajiban keuangan yang ada digantikan oleh kewajiban keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau ketika telah dilakukannya modifikasi secara substansial atas persyaratan dari suatu kewajiban yang saat ini ada, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan kewajiban awal dan pengakuan kewajiban baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing kewajiban diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian.

When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as a derecognition of the original liability and the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in consolidated statements of income.

8. Instrumen keuangan derivatif 8. Derivative financial instruments Derivatif dicatat sebagai aset keuangan saat

memiliki nilai wajar positif dan sebagai kewajiban keuangan apabila memiliki nilai wajar negatif. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar derivatif selama periode berjalan yang tidak memenuhi persyaratan sebagai akuntansi lindung nilai diakui langsung pada laporan laba rugi konsolidasian.

Aset dan kewajiban derivatif disajikan masing- masing sebagai aset dan kewajiban lancar. Derivatif melekat disajikan bersama dengan kontrak utamanya pada neraca konsolidasian yang mencerminkan penyajian yang tepat atas seluruh arus kas pada masa datang dari instrumen tersebut secara keseluruhan.

Perubahan bersih nilai wajar instrumen derivatif, pendapatan atau beban swap, pendapatan atau beban terminasi, dan penyelesaian dari instrumen derivatif dibebankan pada "Rugi (Laba) atas Instrumen Derivatif - Bersih", yang disajikan sebagai bagian Beban (Penghasilan) Lain-lain dalam laporan laba rugi konsolidasian.

Derivatives are carried as financial assets when the fair value is positive and as financial liabilities when the fair value is negative.

Any gains or losses arising from changes in fair value of derivatives during the period that do not qualify for hedge accounting are taken directly to consolidated statements of income.

Derivative assets and liabilities are presented under current assets and liabilities, respectively. Embedded derivative is presented with the host contract on the consolidated balance sheets which represents an appropriate presentation of overall future cash flows for the instrument taken as a whole.

The net changes in fair value of derivative instruments, swap cost or income, termination cost or income, and settlement of derivative instruments are charged to “Loss (Gain) on Derivative Instruments - Net”, which is presented under Other Charges (Income) in the consolidated statements of income.

f. Piutang f. Receivables

Sebelum tanggal 1 Januari 2010, piutang diakui dan dicatat sebesar nilai asalnya dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu. Penyisihan piutang ragu-ragu ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode. Besarnya penyisihan ini ditentukan berdasarkan pertimbangan manajemen dan faktor lainnya yang dapat mempengaruhi kemungkinan tidak tertagihnya piutang.

Before 1 January 2010, receivable are recognized and carried at original amount less any allowance for doubtful accounts. Allowance for doubtful accounts is provided based on a review of the status of individual receivable accounts at the end of the period. The level of this allowance is based on management’s evaluation of collection experience and other factors that may affect collectability.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

g. Transaksi dengan Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

g. Transactions with Related Parties

Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa, sebagaimana yang didefinisikan oleh PSAK No. 7,

“Pengungkapan Pihak-Pihak yang Mempunyai

Hubungan Istimewa”.

The Company and Subsidiaries have transactions with certain parties, which have a related party relationship, as defined in SFAS No. 7, “Related Party Disclosures”.

Semua transaksi yang penting dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga ataupun tidak, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.

All significant transactions with related parties whether or not conducted under the same terms and conditions as those with third parties, are disclosed in notes to the consolidated financial statements.

h. Persediaan h. Inventories

Efektif tanggal 1 Januari 2009, Perusahaan dan Anak Perusahaan menerapkan PSAK No. 14 (Revisi 2008),

“Persediaan” (“PSAK 14 Revisi”) yang menggantikan

PSAK No. 14 (1994), “Persediaan”. Penerapan PSAK 14 Revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.

Effective 1 January 2009, the Company and Subsidiaries applied SFAS No. 14 (Revised 2008), “Inventories” (“Revised SFAS 14”), which supersedes SFAS No. 14 (1994), “Inventories”. The adoption of Revised SFAS 14 had no significant impact on the consolidated financial statements.

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata (average method). Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan hasil penelaahan atas keadaan persediaan pada akhir periode.

Inventories are valued at the lower of cost or net realizable value. Cost is determined using the average method. Allowance for inventory obsolescence is provided based on a review of the condition of inventories at the end of the period.

i. Biaya Dibayar di Muka i. Prepaid Expenses

Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya.

Prepaid expenses are amortized over the periods benefited.

j. Perkebunan Inti Plasma (Plasma) j. Nucleus Plasma Plantations (Plasma) Plasma merupakan kebijakan pemerintah Indonesia

berkaitan dengan kerjasama pengembangan perkebunan. Sebagai pihak inti, Anak Perusahaan tertentu berkewajiban untuk melatih dan mengawasi Plasma dan membeli hasil perkebunan milik Plasma.

Plasma is a government of Indonesia’s policy in connection with the development of plantations. Certain Subsidiaries, being a major part of the project, are required to train project personnel and control the Plasma project, as well as purchase Plasma plantation crops.

(Continued)

k. Investasi pada Perusahaan Asosiasi k. Investments in Associates Investasi pada perusahaan asosiasi dengan persentase

kepemilikan paling sedikit 20% tetapi tidak lebih dari 50% dan tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan, atau jika Perusahaan atau Anak Perusahaan mempunyai pengaruh signifikan terhadap Perusahaan asosiasi, dicatat dengan menggunakan metode ekuitas (equity method). Dengan metode ini, investasi pada perusahaan asosiasi dinyatakan sebesar biaya perolehannya dan ditambah atau dikurangi dengan bagian Perusahaan atau Anak Perusahaan atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi sejak tanggal perolehan serta dikurangi dengan dividen kas yang diterima. Investasi dengan persentase kepemilikan kurang dari 20% dinyatakan sebesar biaya perolehan (cost method).

Investments in associates with an ownership interest of at least 20% but not exceeding 50% and with no ability to control, or when the Company or Subsidiaries have significant influence over the associates, are accounted for under the equity method whereby the costs of the investments are increased or decreased by the Company or Subsidiaries equity in the net income or loss of the associates since the date of acquisition and decreased by cash dividends received. Investment with ownership interest of less than 20% is carried at cost.

Apabila perusahaan asosiasi menggunakan kebijakan akuntansi selain yang digunakan oleh Perusahaan dan Anak Perusahaan untuk transaksi dan peristiwa yang sama, maka penyesuaian tertentu dilakukan terhadap laporan keuangan perusahaan asosiasi apabila laporan tersebut digunakan oleh Perusahaan dan Anak Perusahaan dalam menerapkan metode ekuitas. Apabila hal penyesuaian semacam itu tidak dapat dilakukan, fakta adanya perbedaan tersebut harus diungkapkan.

If associates use accounting policies other than those adopted by the Company and Subsidiaries for like transactions and events in similar circumstances, appropriate adjustments are made to the associates financial statements when they are used by the Company or Subsidiaries in applying the equity method. If it is not practicable for such adjustments to be calculated, that fact is generally disclosed.

l. Tanaman Perkebunan l. Plantations

Tanaman perkebunan dibedakan menjadi tanaman menghasilkan dan tanaman belum menghasilkan. Tanaman belum menghasilkan dinyatakan sebesar biaya perolehan yang terdiri dari biaya pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemupukan dan pemeliharaan serta alokasi biaya tidak langsung.

Plantations consist of mature and immature plantations. Immature plantations are stated at cost consisting of seedlings, land preparation, planting, fertilizing and maintenance, and allocation of indirect cost.

Tanaman belum menghasilkan akan direklasifikasi ke dalam tanaman menghasilkan dan mulai disusutkan apabila sudah memenuhi kriteria sebagai berikut:

Immature plantations will be reclassified to mature plantations and depreciated when they fulfill the criteria as follows:

1) Tanaman karet dinyatakan sebagai tanaman menghasilkan apabila 70% dari jumlah seluruh pohon per blok sudah dapat dideres dan mempunyai ukuran lilit batang 45 cm atau lebih pada ketinggian 160 cm dari permukaan tanah.

1) Rubber plantations is considered as mature when 70% of the trees per block are tapable, that is, the circumference of the tree trunk is 45 cm or more at the height of 160 cm from the ground.

2) Tanaman kelapa sawit dinyatakan sebagai tanaman menghasilkan apabila 60% dari jumlah seluruh pohon per blok telah menghasilkan tandan buah dan dua lingkaran tandan telah matang atau berat rata-rata buah per tandan telah mencapai 3 (tiga) kg atau lebih.

2) Oil palm plantations are considered as mature when 60% of the trees per block bear fruit bunches, where two rows of these bunches are ripe or if the average weight per bunch is 3 (three) kg or more.

Tanaman menghasilkan disusutkan dengan metode garis lurus dengan perkiraan masa manfaat 20 tahun sampai 30 tahun.

Mature plantation is depreciated using the straight-line method with an estimated useful life of 20 to 30 years.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

m. Aset Tetap m. Fixed Assets

Perusahaan dan Anak Perusahaan menerapkan PSAK

No. 16 (Revisi 2007), “Aset Tetap” (“PSAK 16

Revisi”). Berdasarkan PSAK 16 Revisi, suatu entitas

harus memilih antara model biaya dan model revaluasi sebagai kebijakan akuntansi pengukuran atas aset tetap. Perusahaan dan Anak Perusahaan telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran atas aset tetapnya.

The Company and Subsidiaries applies SFAS No. 16 (Revised 2007), “Fixed Assets” (“Revised SFAS 16”). Based on Revised SFAS 16, an entity shall choose between the cost model and revaluation model as the accounting policy for its fixed assets measurement. The Company and Subsidiaries have chosen the cost model as the accounting policy for their fixed assets measurement.

Aset tetap dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.

Fixed assets are stated based on at cost after deduction accumulated depreciation, except land is stated at cost and is not depreciated.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus, berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap, sebagai berikut:

Depreciation is computed using the straight-line method, over the estimated useful lives of the assets, as follows:

Tahun /Years

Jalan, jembatan dan saluran air 10 – 30 Roads, bridges and drainages

Bangunan dan prasarana 8 – 20 Buildings and improvements

Mesin dan peralatan 5 – 10 Machinery and equipment

Alat pengangkutan: Transportation equipment:

Kendaraan di atas rel 20 Railroad equipment

Mobil dan truk 5 Vehicles and trucks

Peralatan dan perabotan kantor 5 Office furniture and equipment

Umur dan metode penyusutan aset ditelaah, dan disesuaikan jika layak, pada setiap akhir periode.

The assets’ useful lives and method of depreciation are reviewed, and adjusted if appropriate, at the end of the period.

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari “Aset Tetap” dalam neraca konsolidasian. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.

Construction-in-progress is stated at cost and presented as part of “Fixed Assets” in the consolidated balance sheets. The accumulated costs will be reclassified to the appropriate fixed assets account when construction is completed and the assets are ready for their intended use.

Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya; biaya pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya dan jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan Anak Perusahaan, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laporan laba rugi konsolidasian pada periode aset tersebut dihentikan pengakuannya.

The cost of repairs and maintenance is charged to the consolidated statements of income as incurred; significant renewals and betterments are capitalized when incurred and if it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the Company and Subsidiaries, and the cost of the item can be measured realibly. An item of fixed assets is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the asset is included in the consolidated statements of income in the period the asset is derecognized.

(Continued)

n. Penurunan Nilai Aset n. Impairment of Assets Value

Nilai aset ditelaah terhadap kemungkinan adanya penurunan nilai pada saat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan mengindikasikan nilai tercatatnya mungkin tidak dapat dipulihkan kembali. Apabila nilai tercatat aset melebihi jumlah yang dapat diperoleh kembali, maka selisihnya dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian periode berjalan. Nilai yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara harga jual neto dengan nilai pakai suatu aset.

Asset values are reviewed for any impairment and possible write-down whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying value may not be recoverable. Whenever the carrying amount of an asset exceeds its recoverable amount, an impairment loss is recognized in the current period consolidated statements of income. Recoverable amount is the higher of an asset’s net selling price and its value in use.

o. Dana dalam Pembatasan o. Restricted Funds

Rekening bank yang dibatasi penggunaannya disajikan sebagai aset tidak lancar.

Restricted cash in banks in use are presented under non- current assets.

p. Proyek Pengembangan Usaha p. Business Development Projects Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan rencana

pengembangan proyek Perusahaan dan Anak Perusahaan dikelompokkan sebagai proyek pengembangan usaha. Biaya-biaya ini akan dikapitalisasi ke proyek bersangkutan berdasarkan realisasinya atau dihapuskan bila proyek tersebut gagal.

Expenses incurred in connection with the Company and Subsidiaries’ ongoing projects are classified as business development projects. These expenses will be capitalized to the corresponding projects upon their realization or written-off if the project is abandoned.

q. Beban Tangguhan Hak Atas Tanah q. Deferred Cost of Land Rights Biaya-biaya pengurusan legal hak atas tanah,

sehubungan dengan perolehan hak atas tanah, ditangguhkan dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomis aset tanah, yang mana lebih pendek.

Specific legal costs associated with the acquisition of land rights are deferred and amortized using the straight-line method over the legal term or economic life of the land assets, whichever is shorter.

r. Dividen r. Dividends

Pembagian dividen final diakui sebagai kewajiban ketika dividen tersebut disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan. Pembagian dividen diakui sebagai kewajiban ketika dividen disetujui berdasarkan keputusan rapat Direksi sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan.

Final dividend distributions are recognized as a liability when the dividends are approved by the Company’s General Meeting of the Shareholders. Dividend distributions are recognized as a liability when it is approved by the Board of Directors’ resolution in accordance with the Company’s Articles of Association.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

s. Imbalan Kerja s. Employee Benefits

Perusahaan dan Anak Perusahaan menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2004), “Imbalan Kerja" (“PSAK 24 Revisi") untuk menentukan kewajiban imbalan kerja sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 ("Undang-Undang") tanggal 25 Maret 2003. Sesuai PSAK 24 Revisi, beban imbalan kerja berdasarkan Undang-Undang ditentukan dengan menggunakan metode aktuarial "Projected Unit Credit". Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi jumlah yang lebih besar diantara 10% dari nilai kini imbalan pasti dan 10% dari nilai wajar aset program pada tanggal neraca. Keuntungan atau kerugian diakui atas dasar metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan yang diharapkan. Beban jasa lalu yang terjadi ketika memperkenalkan program imbalan pasti atau mengubah imbalan terhutang pada program imbalan pasti yang ada, diamortisasi selama periode sampai imbalan tersebut menjadi hak.

The Company and Subsidiaries adopted SFAS No. 24 (Revised 2004) on “Employee Benefits" ("Revised SFAS 24”) to determine their employee benefits obligation under the Labor Law No. 13/2003 dated 25 March 2003 (the “Law”). Under Revised SFAS 24, the cost of employee benefits based on the Law is determined using the “Projected Unit Credit” actuarial valuation method. Actuarial gains or losses are recognized as income or expense when the net cumulative unrecognized actuarial gains and losses at the end of the previous reporting year exceed the higher of 10% of the defined benefit obligation and 10% of the fair value of plan assets at that balance sheets date. These gains or losses are recognized on a straight-line basis method over the expected average remaining working lives of the employees. Past-service cost arising from the introduction of a defined benefit plan or changes in the benefits obligation of an existing plan are required to be amortized over the period until the benefits concerned become vested.

Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetap yang memenuhi syarat. Pendanaan program ini terdiri dari iuran yang dihitung secara aktuarial termasuk biaya jasa lalu yang diamortisasi selama sisa taksiran masa kerja rata-rata karyawan, yaitu selama 5 sampai 27 tahun. Kontribusi karyawan untuk dana pensiun adalah sebesar 5% dari gaji pokok untuk biaya jasa kini dan 3,9% sampai 4,6% dari gaji pokok untuk amortisasi

Dalam dokumen 73 financial statement 30 september 2010 (Halaman 32-40)

Dokumen terkait