2.6 Laser Ablatif dan Modalitas Lainnya
2.6.3 Dermal Fillers
Dermal fillers digunakan untuk memperbaiki kerutan dan memberi volum pada area lipatan maupun skar, dengan cara mengisi secara langsung pada area
„cekungan‟ tersebut, hingga menstimulasi fibroblas di sekitarnya untuk memproduksi kolagen baru serta berperan sebagai kerangka untuk terbentuknya kolagen tersebut. Dermal fillers dapat dibagi menjadi 3 kategori, yaitu agen non-permanen/ biodegradable (kolagen, asam hialuronat, alginat); agen semi
32
permanen [autologous fat, calcium hydroxylapatite (CaHa), poly-L-lactic acid (PLLA)]; dan agen permanen (silikon, polyacrylamide, polyalkylimide).43 Asam hialorunat merupakan polimer glikosaminoglikan yang paling banyak digunakan untuk filler karena profil keamanannya yang baik, durasi efek sedang 3-9 bulan, dan potensi hipersensitivitas yang rendah.41 Meskipun dengan ketrampilan dan pengalaman yang baik, memposisikan filler secara tepat pada dermis cukup sulit.
Perbedaan kekendoran kulit, hidrasi, ketebalan epidermis dan epidermis pada masing-masing pasien dapat menyebabkan berbagai variasi dalam meletakkan filler.41,43
Kombinasi terapi filler dan laser mulai banyak diteliti dan menjadi pusat perhatian para dermatolog karena keduanya dapat menjadi kombinasi terapi non-invasif untuk peremajaan kulit. Sebuah studi pada yorkshire pigs, mengevaluasi efek terapi laser setelah 2 minggu injeksi filler asam hialuronat, didapatkan bahwa tidak ada interaksi laser non-ablatif dan ablatif superfisial dengan filler dermis.
Terapi laser yang lebih agresif dan lebih dalam menunjukkan interaksi dengan filler dan dapat mempengaruhi efek klinis pada durasi filler. Laser ablatif fraksional dan laser ablatif dalam dapat melakukan penetrasi dalam pada dermis, dan sebaiknya tidak digunakan secara bersamaan dengan dermal filler.44 Apabila dikombinasikan, lebih baik dilakukan terapi laser ablatif dahulu sebelum filler, dan filler dapat diinjeksikan setelah terjadi penyembuhan yang sempurna.20 2.6.4 Platelet-rich Plasma (PRP)
Platelet-rich plasma (PRP) adalah produk yang dihasilkan dari darah utuh segar yang mengandung trombosit dalam konsentrasi yang tinggi di atas normal.45 Saat ini, PRP digunakan dalam bidang dermatologi karena mengandung sejumlah growth factors (GF) yang terkandung dalam α-granules, yaitu PDGF (Platelet derived growth factor), TGF-β (Transforming growth factor- β), VEGF (vascular endothelial growth factor), dan EGF (epidermal growth factor).46 PDGF merupakan mitogen poten untuk sel jaringan ikat, menghambat apoptosis, meningkatkan motilitas sel mesenkim, sel fibroblast, sel endotel dan sel neuron.
TGF-β memiliki peran proliferasi dan diferensiasi berbagai macam tipe sel. VEGF menginduksi angiogenesis dengan mengindukasi mitosis sel endotel dan mengatur
33
perubahan fisiologi dan permiabilitas vaskuler. EGF menginduksi diferensiasi sel dan mitosis sel ektodermal dan mesodermal.47,48,49 Aktivasi platelet terjadi melalui koagulasi dan memicu sekresi GF, menimbulkan efek mitogenik pada berbagai tipe sel. PRP menstimulasi proliferasi fibroblas dan produksi kolagen (melalui induksi ekspresi mRNA COL1A1 dan COL1A2), serta meningkatkan produksi peptida-C terminal pada prokolagen tipe I (PIP), yang mencerminkan jumlah keseluruhan kolagen pada jaringan. Akumulasi kolagen baru tersebut akan memperbaiki integritas struktural matriks ekstraseluler dan selanjutnya juga menstimulasi fibroblas lebih lanjut untuk memproduksi kolagen. Selain meningkatkan produksi kolagen, PRP juga meningkatkan ekspresi matrix metalloproteinase-1 dan -3 (MMP). MMP ini akan memfasilitasi pembersihan fragmen kolagen yang telah rusak (photodamaged ECM components) pada dermis, sehingga memberikan fondasi yang lebih baik untuk deposisi kolagen baru.49
Pada studi PRP untuk peremajaan kulit, belum disebutkan metode yang jelas untuk pengaplikasian PRP. Namun strategi untuk meningkatkan efektivitas dicapai dengan meningkatkan penetrasi PRP dengan efek reaksi inflamasi ringan, seperti pada penggunaan bersama microneedling maupun laser. Min-Kyung dkk melaporkan bahwa PRP dengan terapi laser fraksional merupakan terapi kombinasi yang baik untuk peremajaan kulit.49 MTZ yang dihasilkan oleh laser ablatif fraksional memiliki perubahan histopatologis yang serupa dengan luka, maka pemberian PRP setelah laser dapat mempercepat penyembuhan dan mengurangi efek samping yaitu eritema dan edema, serta memicu proliferasi keratinosit dan fibroblas sehingga meningkatkan elastisitas kulit.47,49
34 BAB III RINGKASAN
Penuaan kulit merupakan proses biologi kompleks yang melibatkan faktor intrinsik yang dipengaruhi juga oleh genetik dan faktor ekstrinsik yang berasal dari lingkungan. Terdapat berbagai macam teori mengenai terjadinya proses penuaan kulit, namun mekanisme yang pasti masih banyak diperdebatkan. Teori yang banyak dianut pada beberapa literatur adalah teori pemendekan telomer dan teori radikal bebas. Teori radikal bebas ini yang banyak memiliki peranan dalam proses kerusakan kumulatif jaringan kulit pada photoaging.
Perubahan kulit akibat penuaan dapat terlihat secara histologis pada epidermis, dermis, dan subkutan. Perubahan histologis ini umumnya berupa penipisan ketiga komponen tersebut, berkurangnya fibroblas, penurunan suplai aliran darah, dan penurunan jumlah kelenjar adneksa. Secara makroskopik perubahan ini mengakibatkan perubahan struktur berupa keriput, kulit kering, dan kendor. Berbeda dengan photoaging, pada photoaging didapatkan hiperplasia tidak teratur pada epidermis yang disertai dengan distribusi melanosit yang tidak teratur, agregasi elastin yang menyebabkan elastosis, serta proliferasi pembuluh darah, maka secara makroskopik akan didapatkan perubahan struktur kulit, gangguan pigmentasi/ diskromia, gangguan vaskular, dan perubahan degenerasi kulit.
Berbagai modalitas terapi tersedia untuk tatalaksana penuaan kulit, antara lain prosedur dermabrasi, peeling kimiawi, injeksi botulinum toksin, filler, laser, radiofrekuensi, dan pembedahan. Pemilihan modalitas terapi merupakan suatu seni dalam terapi peremajaan kulit, tergantung dari ketersediaan alat, ketrampilan dokter, toleransi pasien terhadap risiko dan downtime, serta diimbangi dengan ekspektasi realistik dari pasien. Prosedur laser untuk terapi penuaan kulit telah banyak dilakukan dan terus berkembang. Laser ablatif dengan CO2 dan Er:YAG sudah sejak lama digunakan dalam tatalaksana penuaan kulit dan masih menjadi diindikasikan untuk penuaan kulit derajat sedang-berat. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dan telah banyak dilaporkan
35
efektivitas yang baik pada berbagai kasus penuaan kulit dengan penggunaan laser ablatif ini. Selain dapat digunakan sebagai monoterapi, laser ablatif juga dapat dikombinasikan dengan berbagai modalitas terapi lainnya untuk meningkatkan efikasi klinis dan kepuasan pasien, mengurangi efek samping dan komplikasi laser, serta untuk mempertahankan efek klinis jangka panjang.
36
DAFTAR PUSTAKA
1. Yaar Mina, Gilchrest BA. Aging of Skin. In: Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ, Wolf K, editors. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. 8thed. New York: McGraw-Hill; 2012. p.1213-1226
2. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI [Internet]. [Place unknown]:
Kementrian Keseharan RI; 2016 [diunduh 28 Februari 2018]. Didapat dari http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin
%20lansia%202016.pdf
3. Puizina N. Skin aging. Acta Dermatoven APA. 2008; 17(2): 47-54
4. Kammeyer A, Luiten RM. Oxidation events and skin aging. Ageing Research Reviews. 2015 [diunduh 28 Februari 2018]. Didapat dari http://dx.doi.org/10.1016/j.arr.2015.01.001
5. Rabe JH, Mamelak AJ, McElguun PJS, Morison WL, Saunder DN. Photoaging:
Mechanisms and repair. J Am Acad Dermatol. 2006; 55: 1-19
6. Tobin DJ. Introduction to skin aging. Journal of Tissue Viability. 2016; 26(1): 37-46 7. Alexiades-Armenakas MR, Dover JS, Arndt KA. The spectrum of laser skin
resurfacing: Nonablative, fractional, and ablative laser resurfacing. J Am Acad Dermatol. 2008; 58: 719-37
8. Chwalek J, Goldberg DJ. Ablative Skin Resurfacing. Curr Probl Dermatol. 2011;
42: 40-47
9. Hruza GJ. Rejuvenating the Aging Face. Arch Dermatol. 2004;140(11):1383-1386 10. Oresajo C, Pillai S, Yatskayer M, Puccetti G, David H, McDaniel. Antioxidants and
Skin Aging: A review. Cos derm J.2009; 22(11): 563 – 70.
11. Baumann L, Saghari S. Photoaging. In: Baumann L, Saghari S, Weisberg E.
Cosmetic Dermatology. 2nd ed. United states: McGraw-Hill; 2009. p.34-41
12. Baumann L. Cosmetics and Skin Care in Dermatology. In: Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ, Wolf K, editors. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. 8thed. New York: McGraw-Hill; 2012. p.3018-3020
13. Davis, E.C. and Callender, V.D., 2011. Aesthetic dermatology for aging ethnic skin.
Dermatol. Surg. 37, 901-917.
14. JP da Costa, Vitorino R, Silva GM, Vogel C, Duarte AC, Santos TR. A Synopsis on aging – Theories, mechanisms and future prospects. Ageing Research Reviews. 2016;
29: 90-112
15. Palmer DM, Jennifer SK. Oxidative Damage, Skin Aging, Antioxidants and a Novel Antioxidant Rating System. Drugs in Dermatology J.2010; 9(1): 11-15.
16. Abdollahi M, Moridani MY, Aruoma OI, Mostafalou S. Oxidative Stress in Aging.
Oxidative Medicine and Cellular Longevity. 2014 [diunduh 28 Februari 2018].
Didapat dari http://dx.doi.org/10.1155/2014/876834 Practical Guide to Laser Procedures. New York: Wolters Kluwer; 2016.p. 21-70
37
21. Riggs K, Keller M, Humphreys TR. Ablative laser resurfacing: high-energy pulsed carbondioxide and erbium:yttrium-aluminium-garnet. Clinics in Dermatology. 2007;
25: 462-473
22. Brightmand LA, Brauer JA, Anolik R, Weiss E, Karen J, Chapas A, Hale E, Bernstein L, Geronemus RG. Ablative and Fractional Ablative lasers. DermatolClin 27. 2009; 7:479–89.
23. Small Rebecca. Wrinkles – Ablative Resurfacing. In: Small R, Hoang D. A Practical Guide to Laser Procedures. New York: Wolters Kluwer; 2016.p. 214-242
24. Alster T. Cutaneous Resurfacing with CO2 and Erbium: YAG Lasers: Preoperative, Intraoperative, and Postoperative Considerations. Plast Reconstr Surg. 1999;619-31 25. Kunzi-Rapp K, Dierickx CC, Cambier B, Drosner M. Minimally Invasive Skin
Rejuvenation With Erbium:YAG Laser Used in Thermal Mode. Laser in Surgery and Medicine. 2006; 38: 899-907
26. Metelitsa AI, Alster TS: Fractionated laser skin resurfacing treatment complications:
a review. Dermatol Surg 2010;36:299–306.
27. Zachary CB, Rokhsar CK, Fitzpatrick RE: Laser skin resurfacing; in David Goldberg (ed): Procedures in Cosmetic Dermatology: Lasers and Lights. vol 2. Amsterdam, Elsevier, 2007
28. Kohl E, Meierhofer J, koller M, Zeman F, Groesser L, Karrer S, et al. Fractional Carbon Dioxide Laser Resurfacing of Rhytides and Photoaged Skin – A prospective clinical study on Patient Expectation and Satisfaction. Laser in Surgery and Medicine. 2015; 47: 111-119.
29. Duplechain Jesse Kevin. Fractional CO2 Resurfacing Has It Replaced Ablative Resurfacing Techniques?. Facial Plast Surg Clin N Am. 2013; 21:213-227
30. Tierney EP, Eisen RF, Hanke CW. Fractionated CO2 Laser skin rejuvenation.
Dermatologic Therapy. 2011; 24: 41-53
31. Tina S, Doshi S. Laser Skin Resurfacing. In: Cheryl MB, editors. Cosmetic Dermatology. New York: Springer; 2005. p.111-26.
32. Lapidoth M, Odo MEY, Odo LM. Novel Use of Erbium:YAG (2940-nm) Laser for Fractional Ablative Photothermolysis in the Treatment of Photodamaged Facial Skin: A Pilot Study. Dermatol Surg. 2008; 34: 1048-1053
33. Trelles MA, Mordon S, Velez M, Urdiales F, Levy JL. Results of fractional ablative facial skin resurfacing with the erbium:yttrium-aluminium-garnet laser 1 week and 2 months after one single treatment in 30 patients. Lasers Med Sci. 2009; 24: 186-194 34. Trelles MA, Khomchenko V, Alcolea JM, Martinez-Carpio PA. A novel method of
facial rejuvenation using a 2940-nm erbium:YAG laser with spatially modulated ablation: a pilot study. Laser Med Sci. 2016; 32: 156-163
35. Fitzpatrick RE, Rostan EF, Marchell N. Collagen tightening induced by carbon dioxide laser versus erbium: YAG laser. Lasers Surg Med. 2000; 27(5): 395-403 36. Baleg SMA, Bidin N, Pik Suan L, Ahmad MFS, Krishnan G, Johari AR, et al.
38. Gancevicience R, Liakou AI, Theodoridis A, Makrantonaki E, Zouboulis CC. Skin anti-aging strategies. Dermato-Endocrinology. 2012; 4 (3): 308-319
39. Rendon MI, Berson DS, Cohen JL, Roberts WE, Starker I, Wang B. Evidence and Considerations in the Application of Chemical Peels in Skin Disorders and Aesthetic Resurfacing. Clinical and Aesthetic Dermatology. 2010; 3 (7): 32-43
38
40. Langsdon PR, Milburn M, Yarber R. Comparison of the Laser and Phenol Chemical Peel in Facial Skin Resurfacing. Arch Otolaryngol Head Neck Surg. 2000; 126:
1195-1199
41. Nguyen AT, Ahmad J, Fagien S, Rohrich RJ. Cosmetic Medicine: Facial Resurfacing and Injectables [Internet]. America: American Society of Plastic Surgeon; 2011 [cited 2018 March 23]. Available from http://dx.doi.org/10/1097/prs.0b013e3182362c63
42. Hexsel C, Hexsel D, Porto MD, Schilling J, Siega C. Botulinum toxin type A for aging face and aesthetic uses. Dermatologic Therapy. 2011; 24:54-61
43. Lin ZY, Shah V, Dhinakar A, Yildirimer L, Cui WG, Zhao X. Intradermal fillers for minimally invasive treatment of facial aging. Plast Aesthet Res 2016;3:72-82
44. Farkas JP, Richardson JA, Brown S, Hoopman JE, Kenkel JM. Effects of Common Laser Treatments of Hyaluronic Acid Fillers in a Porcine Model. Aesthetic Surgery Journal. 2008; 28(5): 503-511
45. Na JI, Choi JW, Choi HR, Jeong JB, Park KC, Youn SW, Huh CH. Rapid healing and reduced erythema after ablative fractional carbon dioxide laser resurfacing combined with the application of autologous platelet-rich plasma. Dermatol Surg.
2011 ;37(4):463-8.
46. Dae Hun K, Young Jin J, Chang Deok K, Young Ho L, Young Joon S, Jeung Hoon L, et al. Can Platelet-rich Plasma Be Used for Skin Rejuvenation? Evaluation of Effects of Platelet-rich Plasma on Human Dermal Fibroblast. Ann Dermatol. 2011;
23(4): 424-431
47. Shin MK, Lee JH, Lee SJ, Kim NI. Platelet-rich plasma combined with fractional laser therapy for skin rejuvenation. Dermatol Surg. 2012; 38: 623–630
48. Amini F, Abiri F, Ramasamy TS, Tan ESS. Efficacy of platelet rich plasma (PRP) on skin rejuvenation: A systematic review. Iran J Dermatol. 2015; 18: 119-127 49. Hui Q, Chang P, Guo B, Zhang Y, Tao K.The Clinical Efficacy of Autologous
Platelet-Rich Plasma Combined with Ultra-Pulsed Fractional CO2 Laser Therapy for Facial Rejuvenation. Rejuvenation Res. 2017; 20(1):25-31