• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN KEPUSTAKAAN 2.1. PENDAHULUAN

3.2. DESAIN BALOK I

Setiap komponen struktur yang memikul momen lentur , harus memenuhi persyaratan

πœ™π‘π‘€π‘› β‰₯ 𝑀𝑒 ( 3.10.1 )

dengan :

πœ™π‘ = adalah faktor reduksi untuk lentur = 0,9

𝑀𝑛 = adalah kuat nominal momen lentur dari penampang

𝑀𝑒 = adalah beban momen lentur terfaktor

Besarnya kuat nominal momen lentur dari penampang ditentukan sebagai berikut :

➒ Kasus 1 : 𝑴𝒏 = 𝑴𝒑 (𝑹 > πŸ‘)

Agar penampang dapat mencapai kuat nominal 𝑀𝑛 = 𝑀𝑝 maka penampang harus kompak untuk mencegah terjadinya tekuk lokal . Syarat penampang kompak ditentukan sesuai dengan Tabel 7.5.-1 SNI 03-1729-2002 , yaitu πœ† untuk flens (𝑏/2𝑑𝑓) dan untuk (β„Ž/𝑑𝑀) tidak boleh melebihi πœ†π‘ . Batasan nilai untuk πœ†π‘ ditampilkan pada Tabel 2.7.1. Selain harus kompak , pengaku lateral harus diberikan sehingga panjang bentang tak terkekang L , tidak melebihi 𝐿𝑝𝑑 yang diperoleh.

Tegangan Leleh Tabel 3.3 Batasan Rasio Kelangsingan 𝝀𝒑 untuk penampang Kompak

Balok I (Modulus Elastisitas = 200000MPa)

➒ Kasus 2 : 𝑴𝒏 = 𝑴𝒑 (𝑹 < 3)

agar penampang dapat mencapai momen plastis Mp dengan kapasitas rotasi R

< 3 , maka penampang harus kompak dan tidak terjadi tekuk lokal (𝑏/2𝑑𝑓 dan β„Ž/𝑑𝑀<πœ†π‘ ) . Pengaku lateral harus diberikan sehingga panjangg bentang tak terkekang L tidak melebihi Lp yang ditentukan oleh persamaan 2.7.2 ( untuk 𝐢𝑏= 1 ) ditentukan dalam SNI 03-1729-2002 (pasal 8.3.4) .

𝑀𝑛 = 𝐢𝑏. [π‘€π‘Ÿ+ (βˆ’π‘€π‘Ÿ) πΏπ‘Ÿβˆ’πΏ

πΏπ‘Ÿβˆ’π‘€π‘πΏπ‘] ≀ 𝑀𝑝 ( 3.10.2 )

Mradalah kuat nominal yang tersedia untuk beban layan ketika serat terluar penampang mencapai tegangan fy (termasuk tegangan residu ) dan dapat diekspresikan sebagai .

π‘€π‘Ÿ = 𝑆π‘₯(π‘“π‘¦βˆ’ π‘“π‘Ÿ) ( 2.10.3 )

dengan :

𝑓𝑦 adalah tegangan leleh profil

π‘“π‘Ÿ adalah tegangan residu (70 MPa untuk penampang dirol & 115 MPa untuk penampang dilas)

𝑆π‘₯ adalah modulus penampang

panjang Lr diperoleh dari persamaan berikut :

πΏπ‘Ÿ =𝑋1. π‘Ÿπ‘¦

𝑓𝐿 √1 + √1 + 𝑋2. 𝑓𝐿2

dengan : 𝑓𝐿 = π‘“π‘¦βˆ’ π‘“π‘Ÿ

𝑋1 = πœ‹

𝑆π‘₯√𝐸𝐺𝐽𝐴 2

𝑋2 = 4 (𝑆π‘₯ 𝐺𝐽)

2𝐢𝑀 𝐼𝑦

Gambar 3.15. Kuat Momen Lentur Nominal Akibat Tekuk Torsi Lateral

➒ Kasus 4 : 𝑴𝒑 > 𝑴𝒏 β‰₯ 𝑴𝒓 Kasus ini terjadi jika :

1. 𝐿𝑝 < 𝐿 < πΏπ‘Ÿ

2. πœ†π‘< (πœ† = 𝑏/2. 𝑑𝑓) < πœ†π‘Ÿ (flens tak kompak) 3. πœ†π‘< (πœ† = β„Ž/𝑑𝑀) < πœ†π‘Ÿ (web tak kompak)

Kuat momen lentur nominal dalam kasus 4 harus dihitung berdasarkan keadaan yang paling kritis dari tekuk lokal flens , tekuk lokal web serta tekuk torsi lateral . Untuk membatasi terhadap tekuk lokal flens serta tekuk lokal web , SNI 03-1729-2002 (pasal 8.2.4) merumuskan :

𝑀𝑛 = π‘€π‘βˆ’ (π‘€π‘βˆ’ π‘€π‘Ÿ) πœ† βˆ’ πœ†π‘ πœ†π‘Ÿβˆ’ πœ†π‘

Sedangkan kondisi batas untuk tekuk torsi lateral ditentukan berdasarkan Mn = Cb [Mr+ (Mpβˆ’ Mr) Lrβˆ’ L

Lrβˆ’ Lp] ≀ Mp

Dengan faktor pengali momen ,Cb , ditentukan oleh persamaan :

Cb = 12,5. Mmax

2,5. Mmax+ 3. MA+ 4. MB+ 3. Mc ≀ 2,3 dengan :

Mmax adalah momen maksimum pada bentang yang ditinjau MA adalah momen pada ΒΌ bentang tak terkekang

MB adalah momen pada tengah bentang tak terkekang MC adalah momen pada ΒΎ bentang tak terkekang

Kuat momen lentur nominal dalam kasus 4 ini diambil dari nilai yang terkecil. Batasan rasio kelangsingan penampang πœ†π‘Ÿ untuk penampang tak kompak ditampilkan dalam Tabel 2.7.2

Tabel 2.7.2 Batasan Rasio Kelangsingan πœ†π‘ untuk penampang Tak Kompak Balok I (Modulus Elastisitas E = 200000 MPa)

Tegangan Leleh

➒ Kasus 5 : 𝑴𝒏 < 𝑴𝒓

Kasus 5 terjadi bila L>Lr dan kelangsingan dari flens serta web tak melebihi πœ†π‘Ÿ (penampang kompak) . Kuat nominal momen lentur dalam kondisi ini ditentukan sebagai berikut :

𝑀𝑛 = π‘€π‘π‘Ÿ = 𝐢𝑏.πœ‹

𝐿√𝐸. 𝐼𝑦. 𝐺. 𝐽 + (πœ‹πΈ 𝐿 )

2

𝐼𝑦. 𝐢𝑀

Persamaan 2.7.10 dapat pula dituliskan dengan menggunakan variable X1 dan X2 seperti dalam persamaan 2.7.6b dan c , sehingga menjadi :

𝑀𝑛 = π‘€π‘π‘Ÿ =𝐢𝑏. 𝑆π‘₯. 𝑋1. √2

𝐿/π‘Ÿπ‘¦ √1 + 𝑋12. 𝑋2 2 (𝐿

π‘Ÿπ‘¦)

2

3.3. Perhitungan

Hitung P maksimum (Pcr)

Berikut ini sebuah balok Profil IWF 600x300x14x23, dimana balok tersebut tidak dikekang secara lateral. Fy = 240 MPa.

➒ Berat sendiri π‘Šπ‘π‘  = 1,75 π‘˜π‘/π‘š

➒ 𝐿 = 10 π‘š

Tentukan :

o Beban layan maksimum terpusat jika berat sendiri telah di ketahui.

Section properties penampang adalah sebagai berikut :

β„Žπ‘‘ = 600 mm 𝐼π‘₯ = 137x107 mm4

𝑏𝑓 = 300 mm 𝐼𝑦 =10,6x107mm4

𝑑𝑀 = 14 mm π‘Ÿπ‘₯ = 24,9 cm

𝑑𝑓 = 23 mm π‘Ÿπ‘¦ = 6,90 cm

A = 22240 mm2 r = 28 mm w = 175 Kg/m

β€’ Kontrol terhadap kelangsingan penampang :

Dari hasil yang perhitungan diperoleh nilai πœ† < πœ†π‘ maka, penampang tersebut adalah penampang kompak.

Kuat lentur nominal pada penampang ini adalah:

𝑀𝑛 = 𝑀𝑝

𝑀𝑛 = 𝑍π‘₯𝐹𝑦

𝑀𝑛 = 1,12𝑆π‘₯𝑓𝑦

𝑀𝑛 = 1,12 Γ— 4620 Γ— 240

𝑀𝑛 = 𝑀𝑝 = 1241,8 π‘˜π‘π‘š

β€’ Untuk keadaan balok yang tidak terkekang secara lateral

𝐿𝑝 =790

𝐸= Modulus Elastisitas

𝐺= Modulus Geser

𝑆π‘₯= Section modulus terhadap sumbu x

πΉπ‘Ÿ= Tegangan sisa

𝐴= Luasan penampang profil

Maka:

𝐽 =1

3(2𝑏𝑑𝑓3+ (β„Ž βˆ’ 2𝑑𝑓)𝑑𝑀3)

=1

3((2 Γ— 300 Γ— 233) + (600 βˆ’ 2 Γ— 23)143)

=1

3(8820376) 𝐽 = 2940125,333 π‘šπ‘š4

𝐢𝑀 =(β„Ž βˆ’ 𝑑𝑓)2𝐼𝑦 4

= (600 βˆ’ 23)210,6 Γ— 107 4

𝐢𝑀 = 8,8226 Γ— 1012 π‘šπ‘š6

Untuk nilai G dipakai G = 80000 N/mm

Pada bagian berikut ini nilai tegangan sisa F yang umumnya kita ambil =70MPa r

Maka dengan memasukkan nilai-nilai pada soal diatas pada persamaan tersebut :

𝑋1 = πœ‹

𝑀𝑛 = 𝐢𝑏[π‘€π‘Ÿ+ (π‘€π‘βˆ’ π‘€π‘Ÿ) (πΏπ‘Ÿβˆ’ 𝐿𝑏

Beban terpusat maksimum pada balok adalah P = 246,461 kN

Hitung P maksimum

Berikut ini sebuah balok Profil IWF 600x300x14x23, dimana balok tersebut tidak dikekang secara lateral. Fy = 240 MPa.

➒ Berat sendiri π‘Šπ‘π‘  = 1,75 π‘˜π‘/π‘š

➒ 𝐿 = 12 π‘š

Tentukan :

o Beban layan maksimum terpusat jika berat sendiri telah di ketahui.

Section properties penampang adalah sebagai berikut :

β„Žπ‘‘ = 600 mm 𝐼π‘₯ = 137x107 mm4

𝑏𝑓 = 300 mm 𝐼𝑦 =10,6x107mm4

𝑑𝑀 = 14 mm π‘Ÿπ‘₯ = 24,9 cm

𝑑𝑓 = 23 mm π‘Ÿπ‘¦ = 6,90 cm

A = 22240 mm2 r = 28 mm w = 175 Kg/m 12m

β€’ Kontrol terhadap kelangsingan penampang :

Dari hasil yang perhitungan diperoleh nilai πœ† < πœ†π‘ maka, penampang tersebut adalah penampang kompak.

Kuat lentur nominal pada penampang ini adalah:

𝑀𝑛 = 𝑀𝑝

𝑀𝑛 = 𝑍π‘₯𝐹𝑦

𝑀𝑛 = 1,12𝑆π‘₯𝑓𝑦

𝑀𝑛 = 1,12 Γ— 4620 Γ— 240

𝑀𝑛 = 𝑀𝑝 = 1241,8 π‘˜π‘π‘š

β€’ Untuk keadaan balok yang tidak terkekang secara lateral

𝐿𝑝 =790

βˆšπΉπ‘¦

π‘Ÿπ‘¦

= 790

√240Γ— 6,90 Γ— 102

= 3518,6 π‘šπ‘š

πΏπ‘Ÿ = π‘Ÿπ‘¦π‘‹1

(πΉπ‘¦βˆ’ πΉπ‘Ÿ)√1 + √1 + 𝑋2(πΉπ‘¦βˆ’ πΉπ‘Ÿ)2

Dimana :

𝑋1 = πœ‹

𝑆π‘₯√𝐸𝐺𝐽𝐴 2

𝑋2 = 4𝐢𝑀

𝐢𝑀 =(β„Ž βˆ’ 𝑑𝑓)2𝐼𝑦 4

= (600 βˆ’ 23)210,6 Γ— 107 4

𝐢𝑀 = 8,8226 Γ— 1012 π‘šπ‘š6

Untuk nilai G dipakai G = 80000 N/mm

Pada bagian berikut ini nilai tegangan sisa F yang umumnya kita ambil =70MPa r

Maka dengan memasukkan nilai-nilai pada soal diatas pada persamaan tersebut :

𝑋1 = πœ‹

Maka,

Karena 𝐿𝑏 > πΏπ‘Ÿ , maka kuat nominal dapat dihitung dengan persamaan berikut :

𝑀𝑒 = π‘€π‘šπ‘Žπ‘˜π‘  = 1

8π‘Šπ‘’π‘π‘ πΏ2+1 4𝑃𝑒𝐿

𝑀𝑒 =1

81,2 Γ— 1,75 Γ— 122+1

4𝑝𝑒× 12 846,245 = 37,8 + 3𝑃𝑒

𝑃𝑒 = 269,482

𝑃 = 168,426 π‘˜π‘

Beban terpusat maksimum pada balok adalah P = 168,426 kN

Hitung P maksimum

Berikut ini sebuah balok Profil IWF 600x300x14x23, dimana balok tersebut tidak dikekang secara lateral. Fy = 240 MPa.

➒ Berat sendiri π‘Šπ‘π‘  = 1,75 π‘˜π‘/π‘š

Tentukan :

o Beban layan maksimum terpusat jika berat sendiri telah di

ketahui.dengan panjang bentang masing – masing sebagai berikut:

➒ L = 1,4 m

➒ L = 3 m

➒ L = 5 m

➒ L = 7 m

L

Section properties penampang adalah sebagai berikut :

β€’ Kontrol terhadap kelangsingan penampang :

Sayap ( Flange )

πœ† = 34,8

Dari hasil yang perhitungan diperoleh nilai πœ† < πœ†π‘ maka, penampang tersebut adalah penampang kompak.

Kuat lentur nominal pada penampang ini adalah:

𝑀𝑛 = 𝑀𝑝

𝑀𝑛 = 𝑍π‘₯𝐹𝑦

𝑀𝑛 = 1,12𝑆π‘₯𝑓𝑦

𝑀𝑛 = 1,12 Γ— 4620 Γ— 240

𝑀𝑛 = 𝑀𝑝 = 1241,8 π‘˜π‘π‘š

β€’ Untuk keadaan balok yang tidak terkekang secara lateral

𝐿𝑝 =790

βˆšπΉπ‘¦

π‘Ÿπ‘¦

= 790

√240Γ— 6,90 Γ— 102

= 3518,6 π‘šπ‘š

Karena 𝐿𝑝 > 𝐿𝑏 , maka kuat nominal dapat dihitung dengan persamaan berikut :

𝑀𝑛 = 𝑀𝑝

𝑀𝑛 = 1241,8 π‘˜π‘π‘š

βˆ…π‘€π‘› = 0,9 Γ— 1241,8 = 1117,62

𝑀𝑒 π‘šπ‘Žπ‘˜π‘  = βˆ…π‘€π‘› = 1117,62

Beban terpusat maksimum pada balok adalah P = 1994,832 kN

➒ Untuk panjang bentang 3 m

β€’ Untuk keadaan balok yang tidak terkekang secara lateral

𝐿𝑝 =790

Karena 𝐿𝑝 > 𝐿𝑏 , maka kuat nominal dapat dihitung dengan persamaan berikut :

𝑀𝑛 = 𝑀𝑝

𝑀𝑛 = 1241,8 π‘˜π‘π‘š

βˆ…π‘€π‘› = 0,9 Γ— 1241,8 = 1117,62

Beban terpusat maksimum pada balok adalah P = 929,382 kN

➒ Untuk panjang bentang 5 m

β€’ Untuk keadaan balok yang tidak terkekang secara lateral

𝐿𝑝 =790

𝑋1 = πœ‹

=1

Untuk nilai G dipakai G = 80000 N/mm

Pada bagian berikut ini nilai tegangan sisa F yang umumnya kita ambil =70MPa r

Maka dengan memasukkan nilai-nilai pada soal diatas pada persamaan tersebut :

𝑋1 = πœ‹

𝑋2 = 1,2845 Γ— 10βˆ’4/π‘€π‘π‘Ž

Maka,

πΏπ‘Ÿ = π‘Ÿπ‘¦π‘‹1

(πΉπ‘¦βˆ’ πΉπ‘Ÿ)√1 + √1 + 𝑋2(πΉπ‘¦βˆ’ πΉπ‘Ÿ)2

=6,90 Γ— 1554,79

(240 βˆ’ 70) √1 + √1 + 1,2845 Γ— 10βˆ’4(240 βˆ’ 70)2

= 6309,33(1,78066)

πΏπ‘Ÿ = 11234,75 π‘šπ‘š

Karena 𝐿𝑝 < 𝐿𝑏 ≀ πΏπ‘Ÿ , maka kuat nominal dapat dihitung dengan persamaan berikut :

𝑀𝑛 = 𝐢𝑏[π‘€π‘Ÿ+ (π‘€π‘βˆ’ π‘€π‘Ÿ) (πΏπ‘Ÿβˆ’ 𝐿𝑏

πΏπ‘Ÿβˆ’ 𝐿𝑝)] ≀ 𝑀𝑝

Dengan :

π‘€π‘Ÿ = 𝑆π‘₯(πΉπ‘¦βˆ’ πΉπ‘Ÿ)

π‘€π‘Ÿ = 4620 Γ— 103(240 βˆ’ 70)

π‘€π‘Ÿ = 785,4 π‘˜π‘π‘š

Dengan 𝐢𝑏adalah 1,31 maka:

𝑀𝑛 = 1,31 [785,4 + (1241,8 βˆ’ 785,4) 11234,75 βˆ’ 5000

11234,75 βˆ’ 3518,6] < 𝑀𝑝 𝑀𝑛 = 1511,972 π‘˜π‘π‘š > 𝑀𝑝 = 1241,8 π‘˜π‘π‘š

βˆ…π‘€π‘› = 0,9 Γ— 1511,972 = 1360,774

Beban terpusat maksimum pada balok adalah P = 677,106 kN

➒ Untuk panjang bentang 7 m

β€’ Untuk keadaan balok yang tidak terkekang secara lateral

𝐿𝑝 =790

𝑋1 = πœ‹

=1

Untuk nilai G dipakai G = 80000 N/mm

Pada bagian berikut ini nilai tegangan sisa F yang umumnya kita ambil =70MPa r

Maka dengan memasukkan nilai-nilai pada soal diatas pada persamaan tersebut :

𝑋1 = πœ‹

𝑋2 = 1,2845 Γ— 10βˆ’4/π‘€π‘π‘Ž

Maka,

πΏπ‘Ÿ = π‘Ÿπ‘¦π‘‹1

(πΉπ‘¦βˆ’ πΉπ‘Ÿ)√1 + √1 + 𝑋2(πΉπ‘¦βˆ’ πΉπ‘Ÿ)2

=6,90 Γ— 1554,79

(240 βˆ’ 70) √1 + √1 + 1,2845 Γ— 10βˆ’4(240 βˆ’ 70)2

= 6309,33(1,78066)

πΏπ‘Ÿ = 11234,75 π‘šπ‘š

Karena 𝐿𝑝 < 𝐿𝑏 ≀ πΏπ‘Ÿ , maka kuat nominal dapat dihitung dengan persamaan berikut :

𝑀𝑛 = 𝐢𝑏[π‘€π‘Ÿ+ (π‘€π‘βˆ’ π‘€π‘Ÿ) (πΏπ‘Ÿβˆ’ 𝐿𝑏

πΏπ‘Ÿβˆ’ 𝐿𝑝)] ≀ 𝑀𝑝

Dengan :

π‘€π‘Ÿ = 𝑆π‘₯(πΉπ‘¦βˆ’ πΉπ‘Ÿ)

π‘€π‘Ÿ = 4620 Γ— 103(240 βˆ’ 70)

π‘€π‘Ÿ = 785,4 π‘˜π‘π‘š

Dengan 𝐢𝑏adalah 1,31 maka:

𝑀𝑛 = 1,31 [785,4 + (1241,8 βˆ’ 785,4) 11234,75 βˆ’ 7000

11234,75 βˆ’ 3518,6] < 𝑀𝑝 𝑀𝑛 = 1357 π‘˜π‘π‘š > 𝑀𝑝 = 1241,8 π‘˜π‘π‘š

βˆ…π‘€π‘› = 0,9 Γ— 1357 = 1221,3

𝑀𝑒 π‘šπ‘Žπ‘˜π‘  = βˆ…π‘€π‘› = 1221,3

𝑀𝑒 = π‘€π‘šπ‘Žπ‘˜π‘  = 1

8π‘Šπ‘’π‘π‘ πΏ2+1 4𝑃𝑒𝐿

𝑀𝑒 =1

81,2 Γ— 1,75 Γ— 72+1

4𝑝𝑒× 7 1221,3 = 12,8625 + 1,75𝑃𝑒

𝑃𝑒 = 690,537

𝑃 = 431,585 π‘˜π‘

Beban terpusat maksimum pada balok adalah P = 431,585 kN

Tabel nilai P maksimum masing – masing bentang

Panjang bentang

L (m) P maksimum

1,4 1994,832

3 929,382

5 677,106

7 431,585

10 246,461

12 168,426

Grafik hubungan P maks dan panjang bentang

0 500.000 1.000.000 1.500.000 2.000.000 2.500.000

0 1,4 3 5 7 10 12

gaya (P) maksimum

panjang bentang (L)

Dokumen terkait