PENDAHULUAN
Struktur dalam lanskap merupakan salah satu elemen pembentuk yang dapat mendukung fungsi dan memperindah penampilan suatu taman. Perencanaan lanskap yang baik harus mempertimbangkan komposisi struktur dalam suatu ruang sehingga tercipta keseimbangan yang proporsional antara struktur dan elemen taman lainnya.
Sasaran Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengatur komposisi struktur dalam desain lanskap melalui kuliah dan praktikum.
URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN
Struktur dalam lanskap merupakan elemen pembentuk atau bagian dari ruang yang terdiri dari elemen lunak atau material alami baik hidup maupun mati dan elemen keras baik alami maupun buatan. Misalnya halaman depan (entrance area) sebaiknya direncanakan sebagai bagian integral dari struktur lanskap. Tujuannya untuk menarik perhatian, sebagai ruang penerima tamu, dan persiapan untuk masuk ke dalam ruang yang dituju.
Struktur dan ruang terbuka sebaiknya direncanakan pada waktu yang sama karena ruang terbuka merupakan bagian integral dari struktur. Apabila manusia sebagai pengguna dari ruang luar ke atau masuk sebuah ruangan, sebaiknya pengguna tersebut mengalami suatu perubahan yang menyenangkan. Atau ketika melewati halaman depan, orang harus mempunyai perasaan “memasuki rumah”.
Struktur ruang luar (eksterior) dan struktur ruang dalam (interior) sebaiknya merupakan suatu kesatuan yang kontinu/berkesinambungan. Potensi alamiah yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan ruang luar adalah pemanfaatan cahaya matahari yang cemerlang, hembusan angin, dan lain-lain. Bangunan yang letaknya tidak beraturan dapat dibuat lebih menyenangkan dengan cara penambahan atau
pembangunan tembok, pagar, bidang-bidang, dan deretan pohon (perdu) sehingga mengikat komposisi struktur yang tidak teratur tersebut menjadi suatu kesatuan yang harmonis. Perancangan struktur yang dikomposisikan secara maksimal akan menghasilkan ekspresi pemandangan yang menyenangkan.
A. Komposisi dari Struktur
Hal penting dalam mendesain struktur adalah komposisi. Misalnya jika seorang desainer lanskap akan meletakkan bangunan atau struktur di atas tanah datar, berapa banyak alternatif peletakan struktur? Jawabannya terdapat beberapa alternatif dalam meletakkan struktur pada suatu tapak (Gambar 24).
Seorang desainer lanskap harus merencanakan dengan baik hubungan antara bangunan dengan ruang-ruang yang tersebar di sekelilingnya. Misalnya, hubungan bangunan dengan halaman depan, dua bangunan yang saling berhadapan atau berseberangan, di antara tempat pejalan kaki terdapatnya deretan pohon atau kelompok struktur dalam ruang tersebut.
Peletakan bangunan dan/atau struktur lainnya di atas bidang datar harus mempertimbangkan berapa luasan tapak yang tersedia agar komposisi struktur dapat terakomodasi secara seimbang. Perencanaan lanskap yang baik harus mempertimbangkan komposisi struktur suatu ruang mempunyai keseimbangan yang proporsional dan disesuaikan dengan fungsi ruang serta elemen struktur pembentuk ruang.
Gambar 24. Alternatif peletakan struktur pada suatu tapak (Simonds dan Starke, 2006)
92
Hal yang harus diperhatikan dalam desain lanskap terkait dengan komposisi sebagai berikut.
1) Ketersediaan ruang untuk fungsi-fungsi eksterior, misalnya untuk tempat parkir, service area, teras, dan lain-lain.
2) Keseimbangan komposisi, mencakup keseimbangan antara fungsi dan elemen- elemen lanskap.
Bentuk dari elemen-elemen lanskap atau struktur sering tidak begitu penting, yang penting bagaimana mengaturnya sehingga komposisinya seimbang. Dalam merencana, seorang perencana harus memikirkan apa yang akan dialami jika seorang bergerak menuju, melalui, dan mengelilingi sebuah komposisi struktur ruang.
B. Pengelompokan Struktur
Setiap struktur mempunyai fungsi primer dan fungsi sekunder. Dalam hubungannya dengan pengelompokan struktur, untuk perencanaan eksterior sebaiknya dilakukan dengan teliti sehingga dapat memberi kesan yang baik dan logis. Pengelompokan struktur dapat diatur sesuai dengan fungsi, pemandangan, latar belakang, memberi rangka pada lanskap, variasi atau aksentuasi lanskap, dan mendramatisasi fungsi sesuai dengan karakteristik yang ada dalam struktur.
Jika dua atau lebih bangunan dihubungkan, bangunan-bangunan sebagai kelompok kesatuan, bersama dengan ruang-ruang yang berhubungan menjadi suatu nilai arsitektur yang sebenarnya. Dalam keadaaan yang demikian, setiap struktur selain fungsi primer sebagai bangunan, mempunyai fungsi sekunder dalam hubungan dengan kelompok. Struktur dapat diletakkan sebagai elemen yang mengelilingi, sebagai elemen pemandangan, dan sebagai elemen latar belakang. Alternatif pengelompokan struktur dapat dilihat pada Gambar 25.
Gambar 25. Alternatif pengelompokan struktur pada suatu tapak (Simonds dan Starke, 2006)
C. Rules of Composition
Rules of composition adalah tata tertib atau aturan untuk menghasilkan komposisi yang indah. Dua hukum harmoni arsitektur sebagai berikut.
1. Hukum Kesamaan
Harmoni arsitektur yang dapat ditangkap oleh indera manusia tercipta melalui komposisi pengulangan unsur-unsur, bentuk-bentuk dan ruang-ruang yang sama. 2. Hukum Kemiripan
Harmoni arsitektur yang dapat ditangkap oleh indera manusia diciptakan dalam komposisi yang mencapai ketertiban melalui pengulangan dari unsur-unsur, bentuk-bentuk dan ruang-ruang yang mirip.
Untuk mendesain struktur dalam lanskap, terdapat beberapa hal yang harus diketahui oleh desainer lanskap, yaitu 1) pengetahuan material atau bahan lanskap, 2) dasar ilmu mekanika dan keseimbangan, 3) teknik konstruksi kayu, 4) teknik konstruksi beton, 5) teknik rekayasa pengamanan muka tanah, dan 6) rekayasa penanaman (Hakim dan Utomo, 2003).
94
Penguasaan material atau bahan lanskap dalam struktur konstruksi perlu dipahami, dikuasai tentang bentuk, fungsi, ukuran, warna, kekuatan, sistem pemasangan, serta pengaruhnya terhadap bahan lainnya. Salah satu struktur yang banyak digunakan dalam taman adalah sculpture. Penggunaan sculpture dapat meningkatkan daya tarik taman. Semakin besar sculpture akan semakin bagus sebagai focal point. Untuk menguatkan detail, dapat ditambahkan lampu sorot pada malam hari, baik dengan teknik up maupun down lighting.
Struktur konstruksi dalam desain berkaitan erat dengan ilmu mekanika teknik. Penguasaan terhadap ilmu mekanika sangat berguna untuk mengetahui kekuatan bahan atau material terhadap gaya tekan dan gaya tarik yang terjadi. Demikian pula dengan memadukan suatu bahan terhadap bahan lainnya.
Konstruksi berbahan kayu banyak digunakan dalam desain lanskap. Kecenderungan penggunaan bahan kayu ini karena tekstur dan warna kayu lebih menampilkan kesan alamiah. Oleh karena itu, yang perlu dikuasai adalah cara mengikat dan sistem penyambungan kayu, struktur konstruksi kayu, dan jenis kayu. Pada taman-taman modern, kayu banyak digunakan untuk elemen keras. Dek kayu biasanya ditata pada taman untuk membuat kontur tinggi-rendah. Selain itu, dek kayu juga paling sering digunakan untuk menutup bagian pinggir kolam renang. Hal ini karena sifat kayu yang kesat menyebabkan air dapat langsung terserap dan tidak menggenang sehingga orang tidak gampang tergelincir.
Rekayasa pengamanan muka tanah sering dilakukan untuk menghindari terjadinya longsor terutama pada bentuk permukaan tanah yang mempunyai sudut kemiringan terjal. Untuk itu diperlukan dinding penahan tanah (retaining wall). Desain dinding penahan tanah harus memperhatikan faktor kekuatan, bentuk struktur, dan penampilan luar dinding penahan tanah.
Rekayasa penanaman terkait dengan konstruksi pada penanaman pohon. Berdasarkan tempat peletakannya, rekayasa penanaman dibagi menjadi tiga, yaitu 1) penanaman pada permukaan tanah, 2) penanaman pada tempat khusus seperti bak atau pot tanaman, dan penanaman pada permukaan air. Hal yang perlu diperhatikan dalam rekayasa penanaman adalah kondisi tanaman yang akan ditanam, metode penanaman, kondisi tanah, media tanah, dan pasca penanaman.
D. Rangkuman
Desain lanskap ideal yang memenuhi fungsi dan estetika dengan pedoman prinsip desain mempertimbangkan hubungan ruang, unsur pembentuk ruang serta membangun struktur lanskap disesuaikan dengan karakter ruang yang ingin diwujudkan agar dapat memenuhi kepuasan manusia sebagai pengguna dan kelestarian lingkungan yang berkualitas.
PENUTUP A. Tugas dan Latihan
Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang desain dan komposisi struktur dalam lanskap, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda!
1. Jelaskan bagaimana mengatur komposisi dari struktur.
2. Jelaskan bagaimana mengelompokkan struktur dalam suatu tapak. 3. Jelaskan dua hukum harmoni arsitektur.
Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus
memperhatikan rambu-rambu berikut:
1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda.
2. Lakukan penelusuran literatur mengenai desain dan komposisi struktur dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet.
B. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran
Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Struktur ruang luar dan struktur ruang dalam sebaiknya dirancang sebagai
suatu... (a) Kesatuan (b) Yang terpisah (c) Yang tidak kontinu (d) Yang tidak seimbang
96
2. Desain lanskap dan pengorganisasian struktur sangat terkait dengan... (a) Tema
(b) Komposisi (c) Bentuk (d) Warna
3. Penggunaan sculpture yang tepat sebagai salah satu struktur dalam lanskap adalah sebagai...
(a) Pembatas (b) Penghalang (c) Latar belakang (d) Focal point
4. Harmoni arsitektur yang dapat ditangkap oleh indera manusia tercipta melalui komposisi pengulangan unsur-unsur, bentuk-bentuk dan ruang-ruang yang sama adalah hukum...
(a) Kesamaan (b) Kemiripan (c) Perbedaan (d) Serupa
5. Untuk menampilkan kesan alamiah pada struktur dapat dilakukan dengan penggunaan elemen...
(a) Kayu
(b) Stainless steel (c) Batu bata (d) Keramik
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 9. Rumus: 100% 5 benar yang jawaban Jumlah penguasaan Tingkat = ×
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% - 100% = baik sekali 80% - 89% = baik
70% - 79% = cukup - 69% = kurang
Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas, bagus! Anda cukup memahami Bab 9. Anda dapat meneruskan pada Bab 10. Akan tetapi, apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%, Anda harus mengulangi Bab 9, terutama bagian yang belum Anda kuasai.
C. Sumber/Referensi
1. Hakim R, H. Utomo. 2003. Komponen Perancangan Arsitektur Lanskap,
Prinsip – Unsur dan Aplikasi Desain. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.
2. Simonds JO, BW. Starke. 2006. Landscape Architecture, A Manual of
Environmenal Planning and Design. Ed ke-4. New York: McGraw-Hill Book Inc.
D. Kunci Jawaban 1. a 2. b 3. d 4. a 5. a