• Tidak ada hasil yang ditemukan

161073730 Bahan Ajar P3L Tigin Dariati SP MP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "161073730 Bahan Ajar P3L Tigin Dariati SP MP"

Copied!
170
0
0

Teks penuh

(1)

BAHAN AJAR

PERENCANAAN, PERANCANGAN, DAN

PENGELOLAAN LANSKAP

TIGIN DARIATI, SP. MES.

DR. IR NOVATY ENY DUNGGA, MP.

CRI WAHYUNI BRAHMIYANTI, SP. M.Si.

NURFAIDA, SP. M.Si.

PROGRAM HIBAH PENULISAN BUKU AJAR

UNIVERSITAS HASANUDDIN

(2)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS HASANUDDIN

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN

JL. Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 90245 (Gedung Perpustakaan Unhas Lantai Dasar)

Telp. (0411) 586 200, Ext. 1064 Fax. (0411) 585 188 e-mail : [email protected]

HALAMAN PENGESAHAN

HIBAH PENULISAN

BUKU AJAR BAGI TENAGA AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN

TAHUN 2011

Judul Buku Ajar : Perencanaan, Perancangan, dan Pengelolaan Lanskap

Nama Lengkap : Tigin Dariati, SP. MES.

N I P : 19710615 199512 2 001

Pangkat/Golongan : Pembina Tk.I / III-c

Jurusan/Bagian/Program Studi : Agroteknologi

Fakultas/Universitas : Pertanian/Universitas Hasanuddin

Alamat e-mail : [email protected]

Biaya : Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah)

Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin Tahun 2011 Sesuai SK Rektor Unhas

Nomor: 20875/H4.2/KU.10/2011 Tanggal 29 Nopember 2011

Makassar, 29 Nopember 2011

Dekan Fakultas Pertanian, Penulis,

Prof. Dr. Ir. Yunus Musa, M.Sc. Tigin Dariati, SP. MES.

NIP. 19541220 198303 1 001 NIP. 19710615 199512 2 001

Mengetahui:

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Universitas Hasanuddin,

(3)

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan alam dan seisinya sebagai suatu karunia yang besar dan indah. Dia yang memberikan ketentuan dan peraturan yang tepat untuk memelihara dan merawatnya. Atas segala karunia-Nya pulalah bahan ajar Perencanaan, Perancangan, dan Pengelolaan Lanskap ini berhasil diselesaikan.

Pengembangan bahan ajar merupakan tanggung jawab dosen dalam mengemban dan mengembangkan tridarma perguruan tinggi. Perubahan model pembelajaran dari Teacher Central Learning (TCL) menjadi Student Central Learning (SCL) menuntut dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar tetapi juga sebagai fasilitator. Penerapan model pembelajaran SCL membutuhkan bahan ajar sebagai pelengkap kegiatan pembelajaran sehingga dibuatlah bahan ajar ini. Bahan ajar ini dihasilkan melalui Program Hibah Penulisan Buku Ajar Universitas Hasanuddin Tahun 2011.

Penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc. selaku Ketua LKPP dan Dr. Sri Suryani, DEA selaku pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan bahan ajar ini. Terima kasih yang tidak terhingga kepada rekan-rekan sejawat di Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang telah membantu dalam penyusunan tulisan ini. Semoga bahan ajar ini bermanfaat dan dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran khususnya pada Mata Kuliah Perencanaan, Perancangan dan Pengelolaan Lanskap.

Makassar, Nopember 2011

(4)

DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

BAB 2 PERENCANAAN LANSKAP BERDASARKAN SUMBER DAYA ... 11

BAB 3 PERENCANAAN LANSKAP BERDASARKAN FUNGSI REKREASI ... 22

BAB 4 PERENCANAAN LANSKAP BERDASARKAN FUNGSI NON REKREASI 29 BAB 5 PERANGKAT PENDUKUNG PERENCANAAN DAN PERANCANGAN LANSKAP ... 36

BAB 6 DESAIN DAN PENGORGANISASIAN RUANG DALAM LANSKAP ... 46

BAB 7 DESAIN DAN ASPEK VISUAL DALAM LANSKAP ... 58

BAB 8 DESAIN DAN POLA SIRKULASI DALAM LANSKAP ... 75

BAB 9 DESAIN DAN KOMPOSISI STRUKTUR DALAM LANSKAP ... 90

BAB 10 PEKERJAAN LANSKAP ... 98

BAB 11 PRINSIP PENGELOLAAN LANSKAP... 118

BAB 12 PEMELIHARAAN LANSKAP... 127

BAB 13 PENGELOLAAN LANSKAP PERKOTAAN DAN PERDESAAN ... 138

(5)

Aanwijzing: rapat penjelasan.

Analisis data: penyelidikan atau penguraian suatu data atau masalah untuk

mengetahui apa sebab/akibat atau bagaimana kedudukan masalah tersebut secara metodologis dan sistematis.

Arsitektur lanskap: ilmu dan seni yang mempelajari perencanaan, perancangan dan

pengelolaan tata ruang luar dalam arti seluas-luasnya.

Axial: kesan garis tengah atau proses yang ditimbulkan oleh suatu komposisi massa

dan ruang.

Bestek: peraturan dan syarat-syarat pelaksanaan suatu pekerjaan atau proyek.

Client: orang yang meminta bantuan atau nasihat pada orang yang mempunyai

keahlian tertentu; orang yang memberikan penugasan untuk suatu kegiatan proyek perancangan.

Data: bahan yang berdasarkan fakta yang digunakan sebagai dasar pertimbangan,

diskusi, atau keputusan.

Daya dukung adalah perbandingan antara luas area yang diperkenankan untuk

aktivitas tertentu dengan rata-rata standar individunya.

Ekologi: ilmu yang merupakan bagian dari ilmu biologi yang mempelajari hubungan

timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungan.

Force majeure: kondisi diluar kemampuan manusia.

Geographical Information System: sistem informasi yang digunakan untuk

memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis, dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospasial untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya.

Inventarisasi: pengumpulan data, informasi atau fakta tentang suatu hal.

Kawasan bersejarah: lokasi bagi peristiwa bersejarah yang penting dilestarikan

untuk memberikan suatu makna bagi peristiwa terdahulu.

Kawasan konservasi: suatu area dari lahan dan/atau laut yang secara khusus

ditujukan untuk melindungi dan menjaga keanekaragaman biologi, dan sumberdaya alam, serta kebudayaan yang berhubungan, dan pengelolaan melalui hukum dan cara yang efektif lainnya

Konsep: pemikiran dalam hubungan dengan cara bagaimana beberapa elemen

dapat digabungkan menjadi satu kesatuan.

Land suitability: kondisi suatu tapak di suatu daerah yang sesuai dimanfaatkan

(6)

Lanskap: bentang alam atau hamparan lahan, tapak yang berada di luar ruangan

(eksterior).

Perencanaan lanskap: studi pengkajian proyek skala besar untuk mengevaluasi

secara sistematik area yang sangat luas untuk penggunaan berbagai kebutuhan di masa mendatang.

Ruang: dapat didefinisikan sebagai volume dari udara atau atmosfer yang dapat

dinyatakan dengan unsur-unsur fisik dan juga imajinasi visual manusia. Ruang merupakan suatu wadah yang tidak nyata akan tetapi dapat dirasakan oleh manusia.

Site plan: produk hasil dari perencanaan tapak/lanskap.

Skala: menunjukkan perbandingan antara elemen bangunan atau ruang dengan

suatu elemen tertentu yang ukurannya sesuai dengan manusia.

Tanaman lanskap: tanaman yang belum, sedang dan sudah dibudidayakan, ditanam

atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis.

View: pemandangan yang diamati dari suatu titik pandang tertentu (vantage point) Vista: suatu pandangan terbatas dan diarahkan pada suatu terminal atau suatu

(7)

BAB 1

PENDAHULUAN

PROFIL LULUSAN PROGRAM STUDI

Profil alumni yang diharapkan adalah:

1. PELAKU di bidang pertanian (birokrat, teknorat, pengambil kebijakan); 2. MANAJER (planner, designer, organizer, evaluator, mediator);

3. PENGUSAHA (enterpreneur, initiator, adaptor, cooperator); 4. PENELITI; dan

5. PENDIDIK (fasilitator, motivator, mediator).

KOMPETENSI LULUSAN A. Kompetensi Utama

Kompetensi utama minimal yang diharapkan dari seorang lulusan pada Program Studi Agroteknologi untuk mencapai profil lulusan adalah:

1. Kompetensi Utama sebagai PELAKU (birokrat, teknorat, pengambil kebijakan): (a) Kemampuan menerapkan IPTEKS di bidang budidaya tanaman

berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal.

(b) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (c) Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman

secara efektif dan produktif.

(d) Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen.

(e) Keberanian memulai, melaksanakan, dan mengembangkan usaha inovatif bidang produksi tanaman dalam pertanian berkelanjutan.

(f) Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan.

(8)

2

2. Kompetensi Utama sebagai MANAJER (planner, designer, organizer,

evaluator, mediator):

(a) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (b) Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman

secara efektif dan produktif.

(c) Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin.

(d) Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif.

3. Kompetensi Utama sebagai PENGUSAHA (enterpreneur, initiator, adaptor,

cooperator):

(a) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (b) Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan

pasca panen.

(c) Keberanian memulai, melaksanakan, dan mengembangkan usaha inovatif bidang produksi tanaman dalam pertanian berkelanjutan.

(d) Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif.

(e) Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan.

4. Kompetensi Utama sebagai PENELITI:

(a) Kemampuan menerapkan IPTEKS di bidang budidaya tanaman berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal.

(b) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (c) Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman

secara efektif dan produktif.

(d) Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen.

(9)

(f) Kemampuan berinovasi dalam menerapkan IPTEKS di bidang budidaya pertanian ke dalam praktek bisnis.

(g) Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional.

(h) Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan.

5. Kompetensi Utama sebagai PENDIDIK (fasilitator, motivator, mediator):

(a) Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin.

(b) Kemampuan berinovasi dalam menerapkan IPTEKS di bidang budidaya pertanian ke dalam praktek bisnis.

(c) Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan.

(d) Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional.

(e) Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan.

B. Kompetensi Penunjang

1. Kemampuan belajar sepanjang hayat

2. Kemampuan berpikir analitis dan sintesis dengan memperhitungkan dampak penyelesaian masalah di lingkup global dalam berkehidupan bermasyarakat. 3. Kemampuan sebagai fasilitator, motivator, dan mediator secara sistematik dan

efektif.

C. Kompetensi Lainnya

1. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. 2. Kemampuan menerapkan aplikasi bioteknologi pada aspek pertanian terpadu. 3. Kemampuan menggunakan fasilitas internet dalam pencarian literatur dan

(10)

ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN

(1) Perencanaan Lanskap Berdasarkan Sumber Daya (2) Perencanaan Lanskap

Berdasarkan Fungsi Rekreasi

(3) Perencanaan Lanskap Berdasarkan Fungsi Non Rekreasi (4) Perangkat Pendukung Perencanaan dan

Perancangan Lanskap (5) Desain dan Pengorganisasian

Ruang dalam Lanskap (7) Desain dan Pola Sirkulasi

dalam Lanskap

(8) Desain dan Komposisi Struktur dalam Lanskap (6) Desain dan Aspek Visual

dalam Lanskap

(9) Pekerjaan Lanskap (10) Prinsip Pengelolaan Lanskap

(11) Pemeliharaan Lanskap (12) Pengelolaan Lanskap

Pedesaan dan Perkotaan

(13) Pengelolaan Kawasan yang Peka terhadap Perubahan

(11)

Mata Kuliah : Perencanaan, Perancangan, dan Pengelolaan Lanskap

Kompetensi Utama : 1. Kemampuan melaksanakan perencanaan sistem produksi tanaman secara tepat sesuai kaidah pertanian berkelanjutan.

2. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin.

3. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. Kompetensi Pendukung : Kemampuan sebagai fasilitator, motivator, dan mediator secara sistematik dan efektif. Kompetensi Lainnya : Kemampuan menggunakan fasilitas internet dalam pencarian literatur dan juga dalam

berkomunikasi dengan sejawat lainnya dalam bidang teknik budidaya tanaman.

Sasaran Belajar : Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menerapkan teknik-teknik perencanaan, perancangan, dan pengelolaan lanskap yang baik dan benar dalam menghasilkan karya lanskap.

MINGGU KE

SASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN

STRATEGI PEMBELAJARAN

INDIKATOR PENILAIAN BOBOT NILAI (%)

1 Menjelaskan kontrak

pembelajaran

Kontrak pembelajaran Kuliah

2 – 3 Menjelaskan pengertian dan

faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan suatu lanskap melalui kuliah dan praktikum

Perencanaan lanskap

- Ketepatan penjelasan mengenai konsep dan pendekatan perencanaan lanskap

- Ketepatan penjelasan mengenai proses perencanaan lanskap

- Dapat merencanakan suatu lanskap berdasarkan sumber daya

11,5

4 Membuat perencanaan suatu

lanskap berdasarkan fungsi rekreasi melalui kuliah dan praktikum

- Dapat mengidentifikasi dan memberikan contoh lanskap berdasarkan fungsi rekreasi

- Dapat merencanakan suatu lanskap berdasarkan fungsi rekreasi

(12)

6

MINGGU KE

SASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN

STRATEGI PEMBELAJARAN

INDIKATOR PENILAIAN BOBOT NILAI (%)

5 Membuat perencanaan lanskap

berdasarkan fungsi non rekreasi melalui kuliah dan praktikum

Perencanaan lanskap

- Dapat mengidentifikasi dan memberikan contoh lanskap berdasarkan fungsi non rekreasi - Dapat merencanakan suatu lanskap

berdasarkan fungsi non rekreasi

7

6 Menggunakan perangkat

pendukung dalam perencanaan dan perancangan lanskap melalui kuliah dan praktikum

Perangkat pendukung

- Ketepatan penjelasan mengenai sistem informasi geografis

- Dapat merencanakan suatu lanskap dengan menggunakan sistem informasi geografis

7

7 Menjelaskan pengertian dan

faktor-faktor yang berpengaruh dalam desain lanskap serta mengorganisasikan ruang melalui kuliah dan praktikum

Desain dan

- Ketepatan penjelasan mengenai pengertian dan faktor-faktor yang berpengaruh dalam desain lanskap - Ketepatan penjelasan mengenai

pengorganisasian ruang

7

8 Menghasilkan visualisasi suatu

lanskap dalam desain lanskap melalui kuliah dan praktikum

Desain dan aspek visual dalam lanskap

Kuliah interaktif, diskusi, CL, SGD, PBL/CS

- Ketepatan penjelasan mengenai aspek visual

- Dapat menghasilkan visualisasi suatu lanskap pada perancangan lanskap

7

9 Mengatur pola sirkulasi dalam

desain lanskap melalui kuliah dan praktikum

- Ketepatan penjelasan mengenai pola sirkulasi

- Dapat mengatur pola sirkulasi dalam desain lanskap

7

10 Mengatur komposisi struktur

dalam desain lanskap melalui kuliah dan praktikum

- Ketepatan penjelasan mengenai komposisi struktur

- Dapat mengatur komposisi struktur dalam desain lanskap

(13)

MINGGU KE

SASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN

STRATEGI PEMBELAJARAN

INDIKATOR PENILAIAN BOBOT NILAI (%)

11 Menjelaskan spesifikasi

pekerjaan lanskap dan membuat rencana anggaran biaya melalui kuliah dan praktikum

Pekerjaan lanskap Kuliah interaktif,

diskusi, CL, SGD, PBL/CS

- Ketepatan penjelasan mengenai spesifikasi pekerjaan lanskap - Dapat membuat rencana anggaran

biaya

7

12 Menguraikan prinsip dasar

pengelolaan lanskap dan masalah-masalah yang akan dihadapi, serta mampu

menjelaskan proses pengelolaan lanskap melalui makalah hasil kaji pustaka, secara individu

Prinsip pengelolaan lanskap

Kuliah interaktif, diskusi, CL, SGD, PBL/CS

- Ketepatan penjelasan mengenai prinsip-prinsip pengelolaan lanskap - Ketepatan penjelasan mengenai

proses pengelolaan lanskap

7

13 Menjelaskan bentuk-bentuk

pemeliharaan lanskap dan dapat merencanakan serta

mengorganisasikan program pemeliharaan suatu taman

Pemeliharaan lanskap Kuliah interaktif, diskusi, CL, SGD, PBL/CS

- Ketepatan penjelasan mengenai bentuk pemeliharaan lanskap - Dapat merencanakan dan

mengorganisasikan program pemeliharaan suatu taman

7

14 Membedakan lanskap perkotaan

dan perdesaan, serta mampu membuat rencana pengelolaan lanskap di perkotaan dan perdesaan

- Ketepatan penjelasan mengenai karakteristik lanskap perkotaan dan perdesaan

- Dapat memberikan contoh suatu program pengelolaan lanskap di perkotaan dan perdesaan

- Dapat membuat rencana pengelolaan lanskap di perkotaan dan perdesaan

7

15 – 16 Menjelaskan tentang ekologi lanskap, membuat rencana pengelolaan lanskap yang peka dari segi lingkungan, serta menjelaskan analisis mengenai

- Ketepatan penjelasan mengenai ekologi lanskap

- Dapat membuat rencana pengelolaan lanskap yang peka terhadap

perubahan lingkungan

- Ketepatan penjelasan analisis mengenai dampak lingkungan

(14)

8

TINJAUAN MATA KULIAH A. Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas mengenai aspek-aspek dalam perencanaan suatu lanskap berdasarkan sumber daya dan fungsi rekreasi serta non rekreasi dengan menggunakan metode sistem informasi geografis. Pemahaman terhadap aspek-aspek perancangan suatu lanskap sampai tahap pekerjaan lanskap serta prinsip dan konsep pengelolaan lanskap baik perkotaan maupun perdesaan.

B. Prasyarat Mata Kuliah

Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini harus telah melulusi mata kuliah Pengantar Arsitektur Lanskap.

C. Petunjuk Penggunaan Modul 1. Penjelasan bagi mahasiswa

(a) Sebelum mengikuti perkuliahan hendaknya mahasiswa telah membaca bahan ajar ini dan dapat diperkaya dengan sumber acuan lainnya yang relevan pada setiap pertemuan.

(b) Untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan sangat dianjurkan penelusuran literatur khususnya mengenai perencanaan, perancangan, dan pengelolaan lanskap melalui sumber bacaan dan internet.

(c) Mintalah petunjuk dari dosen jika ada hal yang belum terselesaikan, baik dalam tugas kuliah maupun tugas praktikum.

(d) Kerjakan setiap tugas yang diberikan pada setiap akhir kegiatan/pertemuan dengan baik.

(e) Perbanyaklah informasi dalam menata tanaman, baik teori maupun praktek gambar desain dan lapang.

2. Penjelasan bagi dosen/tutor/asisten

(15)

(b) Dosen/tutor/asisten sebaiknya menyiapkan materi dalam bentuk power

point yang dilengkapi contoh, gambar atau foto.

(c) Dosen/tutor/asisten dianjurkan menyediakan waktu di luar jadwal perkuliahan untuk memberikan petunjuk kepada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas kuliah atau tugas praktikum.

D. Tujuan Pembelajaran (TIU)

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu merencana, merancang, dan mengelolan lanskap berdasarkan fungsi dan estetika dengan baik dan benar.

E. Elemen Kompetensi (TIK)

Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu:

1. Menjelaskan pengertian dan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan suatu lanskap melalui kuliah dan praktikum.

2. Membuat perencanaan suatu lanskap berdasarkan fungsi rekreasi melalui kuliah dan praktikum.

3. Membuat perencanaan lanskap berdasarkan fungsi non rekreasi melalui kuliah dan praktikum.

4. Menggunakan perangkat pendukung dalam perencanaan dan perancangan lanskap melalui kuliah dan praktikum.

5. Menjelaskan pengertian dan faktor-faktor yang berpengaruh dalam desain lanskap serta mengorganisasikan ruang melalui kuliah dan praktikum.

6. Menghasilkan visualisasi suatu lanskap dalam desain lanskap melalui kuliah dan praktikum.

7. Mengatur pola sirkulasi dalam desain lanskap melalui kuliah dan praktikum. 8. Mengatur komposisi struktur dalam desain lanskap melalui kuliah dan

praktikum.

(16)

10

10. Menguraikan prinsip dasar pengelolaan lanskap dan masalah-masalah yang akan dihadapi, serta mampu menjelaskan proses pengelolaan lanskap melalui makalah hasil kaji pustaka, secara individu.

11. Menjelaskan bentuk-bentuk pemeliharaan lanskap dan dapat merencanakan serta mengorganisasikan program pemeliharaan suatu taman.

12. Membedakan lanskap perkotaan dan perdesaan, serta mampu membuat rencana pengelolaan lanskap di perkotaan dan perdesaan.

(17)

BAB 2

BERDASARKAN SUMBERDAYA

PERENCANAAN LANSKAP

PENDAHULUAN

Lanskap adalah bentang alam yang dapat dilihat oleh manusia di alam ini.

Lanskap yang baik adalah lanskap yang secara visual dan fungsinya indah serta

memiliki kesatuan. Agar dapat diperoleh suatu lanskap yang baik, diperlukan suatu

perencanaan yang tepat. Dalam merencanakan perancangan suatu lanskap, selain

perlu memperhatikan material-material yang ada pada tapak tersebut, juga perlu

memperhatikan peranan dan keberadaan manusia dalam alam tersebut. Jadi, untuk

dapat merencanakan lanskap suatu wilayah menjadi lebih baik, seluruh sumberdaya

di wilayah tersebut perlu dipertimbangkan.

Sasaran Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran ini, mahasiswa akan mampu menjelaskan

pengertian dan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan suatu

lanskap melalui kuliah dan praktikum.

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Pengertian Perencanaan Lanskap

Perencanaan adalah susunan rumusan dari tindakan yang dapat dianggap

perlu untuk mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Perencanaan yang baik bersifat dinamis, kontinyu dan fleksibel. Perencanaan

lanskap merupakan alat/ instrumen dalam mengelola sumberdaya alam dan lanskap.

Perencanaan lanskap merupakan studi pengkajian proyek skala besar untuk

mengevaluasi secara sistematik area yang sangat luas untuk penggunaan berbagai

kebutuhan di masa mendatang (Laurie, 1986). Pengamatan masalah ekologi dan

lingkungan alam sangat diperhatikan. Kerjasama lintas disiplin sangat dibutuhkan

(18)

12

cakupan pekerjaan regional lanskap, lanskap perkotaan, lanskap pedesaan, lanskap

daerah aliran sungai, taman nasional, dan sebagainya.

Tahap perencanaan merupakan tahap yang penting karena merupakan tahap

penelitian dan analisis untuk memperoleh data yang nantinya akan menjadi

dasar/acuan untuk tahap berikutnya yaitu tahap perancangan/desain.

B. Proses Perencanaan

Proses perencanaan adalah upaya menciptakan integrasi antara tujuan

penggunaan, struktur, dan tapak. Diharapkan akan diperoleh keharmonisan antara

site existing dengan lingkungan yang akan direncanakan.

Alur proses perencanaan lanskap adalah sebagai berikut:

Pertemuan Inventarisasi Analisis Sintesis Konsep Komisi

1. Pertemuan Komisi

Pertemuan komisi terjadi pada pertemuan antara arsitek lanskap sebagai

perencana, pemberi tugas/client, juga pihak terkait lainnya. Pertemuan ini dilakukan

dengan tujuan sebagai berikut.

a. Memperoleh informasi awal tentang keinginan client.

b. Mengetahui definisi pekerjaan/pelayanan.

c. Merumuskan tujuan, sasaran, dan gagasan awal (termasuk waktu yang

dibutuhkan).

d. Memutuskan kesepakatan/persetujuan akhir.

Agar pihak perencana, sebagai pelaksana tugas, dengan pihak client, sebagai

pemberi tugas, memperoleh kejelasan serta tidak terjadi kesalahpahaman sebaiknya

kesepakatan dilakukan secara tertulis dengan standar professional, jika perlu dengan

kekuatan hukum (utamanya untuk perencanaan dengan skala yang luas, kompleks,

dan berjangka panjang). Akan tetapi, jika proyek perencanaan berskala kecil, sebagai

contoh taman rumah tinggal, kesepakatan dapat dilakukan cukup secara verbal.

Dengan demikian, persetujuan pelayanan professional, baik dalam bentuk tertulis

(19)

2. Inventarisasi

Setelah memperoleh persetujuan dari pemberi tugas, langkah selanjutnya

adalah melakukan inventarisasi tapak. Dalam inventarisasi ini seorang perencana

melakukan survei karakteristik tapak, mengumpulkan data sekunder yang terkait

(berupa peta, laporan), menginterview calon pengguna dan pihak terkait lainnya,

serta mengambil dokumentasi.

Survei terhadap karakteristik tapak mencakup:

a. Luas tapak dan batas-batasnya;

b. Orientasi terhadap mata angin;

c. Keadaan tanah (guna memenentukan jenis konstruksi di atasnya dan jenis

tanaman), mencakup: jenis, tekstur, kedalaman solum, kesuburan (N, P, K, S, dan

lain-lain), kadar air tanah, serta pH;

d. Hidrologi: sumber air, debit, tinggi gelombang, tinggi pasang surut;

e. Geologi : jenis dan kedalaman batuan;

f. Iklim: curah hujan, intensitas cahaya, arah dan kecepatan angin, kelembaban

udara, suhu udara;

g. Topografi: kontur (datar/berbukit), kemiringan lahan;

h. Drainase: permukaan tanah/dalam tanah;

i. Vegetasi: jenis dan jumlah dari vegetasi pohon, semak, dan groundcover;

j. Satwa: jenis, jumlah, habitat, dan sifat/kebiasaan;

k. View: titik pandang yang indah atau titik pandang yang tidak baik;

l. Lingkungan sekitar tapak: kebisingan, aroma;

m. Fasilitas dan utilitas;

n. Aksesibilitas dan sirkulasi;

o. Aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat sekitar (jumlah, jenis kelamin,

umur, pekerjaan, tingkat ekonomi, kebiasaan, dan budaya).

Hasil yang diperoleh dari tahap inventarisasi ini dituangkan dalam bentuk peta

(20)

14

3. Analisis

Tahap analisis merupakan tahap penilaian tapak. Aspek yang dinilai pada

suatu lanskap adalah visual lanskap, sosial budaya dan historik, komposisi fisik,

ekologi lanskap, dan fasilitas yang ada. Penilaian dilakukan terhadap:

a. Sumberdaya lanskap: air bersih, produktifitas lahan, dan nilai visual.

b. Bencana alam/lanskap: bencana alami dan bencana buatan manusia.

c. Dampak aktivitas manusia terhadap lanskap.

Analisis tapak (in site) dilakukan untuk melihat potensi dan kendala yang

mungkin timbul dari perencanaan yang akan dilakukan. Analisis selalu mengarah

kepada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Analisis tapak perlu pertimbangan yang sistematis terhadap 3 konteks utama

(Hakim, 2003), sebagai berikut.

a. Konteks penganalisisan terhadap aktivitas dan fungsi pemakai.

b. Konteks penganalisisan terhadap spatial/lingkungan tapak tersebut (alami dan

buatan).

c. Konteks penganalisisan terhadap behavioral/kebiasaan (pola aktivitas sosial,

ekonomi, dan budaya serta lingkungan tapak sekitarnya, termasuk kebijakan

umum yang mempengaruhi pengembangan tapak.

Analisis terhadap aktivitas dan fungsi adalah untuk menentukan kebutuhan

dan ruang aktivitas yang diperlukan berdasarkan pola tingkah laku manusia

(pemakai) dan tingkat sosialnya. Selanjutnya dapat ditentukan bagaimana pola

hubungan ruangnya.

Contoh kegiatan analisis suatu tapak alami:

(1) Iklim: panas atau teduhnya suatu ruang

(2) Vegetasi: vegetasi yang ada menciptakan ruang, berfungsi sebagai pembatas,

atau mempengaruhi iklim mikro, atau memiliki fungsi yang lain. Dianalisa perlu

atau tidaknya mempertahankan vegetasi yang ada.

(3) Topograf: datar atau berbukit, dan terkait dengan tujuan perencanaan dianalisa

(21)

Contoh kegiatan analisis tapak buatan:

(1) Konsep ruang: analisis berdasarkan public space, private space, dan service

space.

(2) Pola sirkulasi: untuk kendaraan dan pejalan kaki, serta hubungannya dengan

bangunan, termasuk letak, luas, dan pola parkir.

(3) Drainase: pola aliran, letak pembuangan utama, dan lebar saluran.

Contoh kegiatan analisis sosial, ekonomi, dan budaya serta lingkungan tapak

sekitarnya, termasuk kebijakan umum yang mempengaruhi pengembangan tapak,

misalnya:

(1) Sosekbud: menganalisa kegiatan masyarakat sekitar, apakah memberi dampak

positif atau negatif terhadap perencanaan yang akan dilakukan, ataukah bahkan

kegiatan perencanaan ini yang akan memberi dampak positif atau negatif

terhadap masyarakat sekitar.

(2) Peraturan pemerintah: ketentuan garis sepanjang pantai, sempadan, dan limbah

buangan.

4. Sintesis

Tahap sintesis merupakan pemikiran terhadap masalah atau potensi yang ada

di dalam tapak. Dalam tahap ini masalah yang ada dicarikan solusinya, dan potensi

yang ada ditingkatkan. Skema yang tidak sesuai dibuang atau dimodifikasi

sedangkan konsep yang sesuai dikembangkan. Dampak lingkungan yang negatif

dibuang dan yang positif ditingkatkan.

Hasil yang diperoleh dari tahap analisis dan sintesis adalah berupa konsep

pemecahan masalah dan peningkatan potensi yang ada di tapak tersebut.

5. Konsep

Konsep yang dimaksud adalah konsep programatik yang mengacu pada

gagasan yang dituju terutama sebagai pemecahan masalah fungsional dan

operasional dalam tapak. Konsep programatik merupakan penjabaran dari konsep

umum yang mengacu pada tujuan, dan mencakup konsep terhadap lingkungan,

zoning, ruang, sirkulasi, tata hijau, pembentukan muka tanah, dan rekayasa lanskap.

Hasil dari tahap konsep ini adalah berupa gambar konsep perencanaan, yang

(22)

16

hijau, gambar konsep fasilitas dan utilitas, dan gambar konsep yang terkait dengan

tujuan dari perencanaan yang dilakukan.

C. Karakteristik Perencana

Seorang perencana harus betul-betul memahami situasi apa yang ingin

dicapai dari perencanaannya. Seorang perencana yang baik harus memiliki

kemampuan sebagai berikut.

1. Mengumpulkan data yang benar dan bermakna.

2. Mengintepretasikan dan mengarahkan pada kepentingan masa mendatang.

3. Mengidentifikasikan permasalahan.

4. Memberikan pendekatan yang reasonable dalam memecahkan masalah dengan

jadwal dan biaya yang baik.

Inti dalam proses perencanaan adalah pada analisis dan sintesis.

Perencanaan yang buruk merupakan hasil pemikiran yang tidak efektif. Perencanaan

yang baik merupakan hasil pemikiran yang logis. Perencanaan yang sangat baik

memberi bukti respon pada semua faktor, persepsi kebutuhan yang jelas dan

hubungan antara satu dengan lainnya, serta ekspresi sensitif terhadap semua

komponen kerja.

D. Perencanaan Tata Guna Tanah/Lahan

Perencanaan tata guna lahan/tanah adalah perencanaan yang mengatur

jenis-jenis penggunaan lahan di suatu daerah agar lahan dapat digunakan secara optimal

(memberi hasil tertinggi tanpa merusak tanah dan lingkungan). Sasaran dari

perencanaan ini adalah memilih penggunaan lahan terbaik dengan asas Lestari,

Optimal, Serasi, dan Seimbang (LOSS).

Pelaksanaan perencanaan tata guna lahan dapat dilakukan dengan bottom up

planning, juga top down planning. Para pihak yang terkait dalam perencanaan tata

guna lahan, antara lain, pengambil keputusan/kebijakan (pemerintah), perencana,

dan pengguna lahan/penduduk.

Proses dalam perencanaan tata guna lahan dapat diuraikan sebagai berikut.

(23)

2. Pengaturan kerja (rencana kerja, SDM, waktu, dan lain-lain).

3. Analisis masalah.

4. Identifikasi peluang untuk perubahan.

5. Evaluasi kesesuaian lahan.

6. Penilaian berbagai alternatif.

7. Tentukan pilihan terbaik.

8. Siapkan rencana tata guna lahan.

9. Pelaksanaan rencana.

10. Pemantauan dan revisi rencana.

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam membuat perencanaan lanskap

berdasarkan sumber daya adalah melakukan evaluasi kesesuaian lahan. Evaluasi

kesesuaian lahan bertujuan untuk mengevaluasi potensi suatu lahan untuk jenis-jenis

penggunaan tertentu.

Ada dua standar pendekatan evaluasi lahan yang dapat digunakan, sebagai berikut.

1. Standar pendekatan yang ditetapkan oleh FAO (Food and Agriculture

Organization), yang hasilnya adalah Land Suitability.

2. Standar pendekatan yang ditetapkan oleh USDA (United States Department of

Agriculture), yang hasilnya adalah Land Capability.

Berdasarkan kriteria dari FAO terdapat 5 kelas kesesuaian lahan, yaitu:

a. S1 = sesuai

b. S2 = agak sesuai

c. S3 = sesuai marginal

d. N1 = Tidak sesuai saat ini

e. N2 = sangat tidak sesuai

Sementara itu kriteria USDA menunjukkan kelas kemampuan lahan I – VIII (makin

tinggi kelasnya maka resiko kerusakan dan besarnya faktor penghambat bertambah)

(24)

18

Tabel 1. Kelas kemampuan lahan berdasarkan kriteria USDA

Jenis Kegiatan I II III IV V VI VII VIII

Cagar alam √ √ √ √ √ √ √ √

Hutan √ √ √ √ √ √ √

Penggembalaan terbatas √ √ √ √ √ √ √

Penggembalaan sedang √ √ √ √ √ √

Penggembalaan intensif √ √ √ √ √

Pertanian terbatas √ √ √ √

Pertanian sedang √ √ √

Pertanian intensif √ √

Pertanian sangat intensif √

(Sumber: Hardjowigeno, 1996)

E. Rangkuman

Perencanaan adalah susunan rumusan dari tindakan yang dapat dianggap

perlu untuk mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Perencanaan yang baik bersifat dinamis, kontinyu dan fleksibel. Perencanaan

lanskap merupakan alat/ instrumen dalam mengelola sumberdaya alam dan lanskap.

Tujuan perencanaan adalah meningkatkan keindahan, keselarasan, kenyamanan,

dan keamanan lingkungan. Melalui perencanaan lanskap diharapkan dapat

menyelamatkan dan memperbaiki keadaan lanskap secara keseluruhan.

Proses dalam perencanaan diawali dengan melakukan pertemuan komisi,

dilanjutkan dengan inventarisasi lahan/tapak, melakukan analisis dan sintesis dari

data yang diperoleh dalam inventarisasi, membuat konsep berdasarkan hasil analisis

dan sintesis, sehingga pada akhirnya diperoleh suatu gambar perencanaan dari

tapak perencanaan.

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang perencanaan lanskap, serta

(25)

sumber daya, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas dibawah ini dan

mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda.

1. Jelaskan pengertian dari perencanaan lanskap!

2. Jelaskan ciri-ciri perencanaan lanskap yang baik!

3. Pada tahap inventarisasi, data apa saja yang harus dikumpulkan agar terkumpul

informasi yang lengkap untuk kebutuhan perencanaan yang baik.

4. Jelaskan karakteristik seorang perencana lanskap yang baik!

5. Berikan satu contoh cara menganalisa data hasil inventarisasi tapak guna

perencanaan tapak untuk kebun buah!

Petunjuk Jawaban :Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus memperhatikan rambu-rambu sebagai berikut:

1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut

dengan kawan-kawan Anda.

2. Renungkan dan ingatlah kembali tentang perencanaan lanskap dengan

memperhatikan sumberdaya yang ada di kawasan perencanaan, serta proses

perencanaan yang perlu dilakukan agar diperoleh hasil perencanaan yang baik.

B. Tes Formatif / Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkarilah jawaban yang paling benar dari setiap soal dibawah ini.

1. Inti dari proses perencanaan adalah...

(a) Inventarisasi

(b) Analisis dan sintesis

(c) Konsep

(d) Pertemuan komisi

2. Tahap dalam perencanaan yang berusaha untuk memecahkan masalah yang

ditemukan serta mengembangkan potensi yang ada sesuai dengan tujuan

perencanaannya, merupakan pelaksanaan dari tahap...

(a) Pertemuan komisi

(b) Inventarisasi

(c) Analisis

(26)

20

3. Hasil yang diperoleh dari tahap inventarisasi adalah berupa...

(a) Persetujuan pelayanan profesional

(b) Peta dasar dan data pendukung

(c) Gambar konsep

(d) Gambar perencanaan

4. Standar pendekatan evaluasi lahan yang ditetapkan oleh FAO (Food and

Agriculture Organization) hasilnya adalah berupa...

(a) Kesesuaian lahan

(b) Kemampuan lahan

(c) Ketepatan lahan

(d) Keselarasan lahan

5. Contoh hal yang dianalisis untuk data drainase adalah...

(a) Perlu atau tidaknya mempertahankan vegetasi yang ada

(b) Keadaan datar atau berbukit, dan terkait dengan tujuan perencanaan dianalisa

kebutuhan untuk cut and fill-nya

(c) Menganalisa pola aliran air, letak pembuangan utama, dan lebar saluran

(d) Menganalisa berdasarkan public space, private space, dan service space

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di

bagian akhir bab ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus

di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 2.

Rumus:

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:

90% - 100% = baik sekali

80% - 89% = baik

70% - 79% = cukup

- 69% = kurang

Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas, bagus! Anda cukup

(27)

penguasaan Anda masih dibawah 80%, Anda harus mengulangi Bab 2, terutama

bagian yang belum Anda kuasai.

C. Sumber/Referensi

1. Djaenuddin, D., Basuni, S. Hardjowigeno, H. Subagyo, M. Sukardi, Ismangun

MD, N. Suharta, L. Hakim, Widagdo, J. Dai, V. Suwandi, S. Bachri, ER

Jordens. 1994. Second Land Resource Evaluation and Planning Project.

Centre for soil and agroclimate research. Bogor.

2. Hakim, R. 2003. Arsitektur Lanskap ; Manusia, Alam, dan Lingkungan. Univ.

Trisakti, Jakarta.

3. Hardjowigeno, S. 1996. Perencanaan Tata Guna Tanah. Program

Pascasarjana IPB. Bogor.

4. Laurie, M. 1986. Pengantar Arsitektur Pertamanan (terjemahan). PT.

Intermatra, Bandung.

5. Simonds, J.O. 1983. Landscape Architecture. McGraw Hill Publishing

Company, USA

D. Kunci Jawaban

1. b

2. d

3. b

4. a

(28)

BAB 3

PERENCANAAN LANSKAP REKREASI

PENDAHULUAN

Perkembangan pembangunan kota yang semakin pesat cenderung menyebabkan masyarakat perkotaan membutuhkan suatu tempat untuk menghilangkan kepenatan dari aktifitas kerja sehari-hari. Oleh karena itu, penyediaan tempat-tempat rekreasi merupakan suatu solusi. Rekreasi merupakan variasi dalam kehidupan yang biasanya dilakukan untuk mengisi waktu senggang. Melalui kegiatan rekreasi maka seseorang akan memperoleh kepuasan jiwa.

Berbagai alternatif tempat rekreasi dapat direncanakan sesuai ketersediaan sumber daya dan ragam aktivitas rekreasi seperti rekreasi pantai, rekreasi danau, rekreasi alam, rekreasi budaya, rekreasi tempat bersejarah, agrowisata, dan lain sebagainya.

Perencanaan lanskap rekreasi adalah suatu proses yang merupakan perpaduan antara seni dan ilmu yang menggunakan konsep dan metode dari multidisiplin untuk menyediakan tempat rekreasi. Oleh karena itu, dibutuhkan perpaduan antara pengetahuan dan keterampilan dalam desain lingkungan dan ilmu sosial untuk membangun alternatif-alternatif dalam penggunaan waktu, ruang, energi, dan dana untuk mengakomodasi kebutuhan manusia akan tempat rekreasi.

Sasaran Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran ini, mahasiswa akan mampu membuat perencanaan suatu lanskap berdasarkan fungsi rekreasi melalui kuliah dan praktikum.

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN

A. Tujuan dan Sasaran Perencanaan Lanskap Kawasan Rekreasi

(29)

rekreasi adalah menemukan apa yang diinginkan untuk terjadi, melakukan sesuatu yang diinginkan terjadi, dan mencegah sesuatu yang tidak diinginkan untuk terjadi.

Oleh karena itu, suatu perencanaan kawasan rekreasi akan menghasilkan sebuah perspektif dari berbagai masalah yang ada, membangun beberapa alternatif yang realistis, memformulasi sasaran, kebijakan, dan rekomendasi bagi keputusan pemerintah dan swasta, serta melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, desain, dan pengambilan keputusan.

Adapun sasaran dari perencanaan kawasan rekreasi adalah untuk memaksimalkan kesejahteraan manusia melalui hasil karya yang lebih baik, lebih sehat, dan menyenangkan pada lingkungan yang aktraktif atau dengan kata lain menjadikan lingkungan fisik masyarakat lebih fungsional, indah, aman, menarik, dan efisien.

B. Prinsip-Prinsip Perencanaan Lanskap Kawasan Rekreasi

Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan ketika membuat perencanaan untuk sebuah kawasan rekreasi adalah :

1. Semua orang bisa melakukan aktivitas dan menikmati fasilitas sesuai pilihannya, umur, jenis kelamin, keuangan, latar belakang budaya, atau lingkungan kehidupannya.

2. Suatu bentuk rekreasi harus dikordinasikan dengan bentuk rekreasi yang sudah ada agar tidak terjadi duplikasi.

3. Suatu bentuk rekreasi harus terintegrasi dengan pelayanan publik yang lainnya seperti kesehatan, pendidikan, dan transportasi.

4. Fasilitas diadaptasikan untuk kebutuhan mendatang.

5. Fasilitas dan program wisata harus sesuai dengan tingkat perekonomian masyarakat.

6. Masyarakat dilibatkan dalam proses perencanaan.

7. Perencanaan merupakan proses yang berkelanjutan sehingga perlu dievaluasi. 8. Mengintegrasikan antara perencanaan lokal dan regional.

(30)

24

10. Fasilitas dibangun untuk memberikan kenyamanan, keamanan, kesehatan, dan kepuasan bagi pengguna, serta didesain dengan indah sesuai konsep konservasi energi.

C. Metode Pendekatan dalam Perencanaan

Perencanaan lanskap rekreasi dapat dibuat dengan beberapa metode pendekatan sebagai berikut.

1. Sumberdaya; perencanaan dibuat sesuai sumberdaya alam yang tersedia misalnya pantai, danau, air terjun, persawahan, dan lain-lain.

2. Aktivitas; perencanaan dibuat sesuai dengan kebutuhan aktivitas dari masyarakat. Metode ini dapat diterapkan pada luas wilayah yang kecil dengan populasi homogen. Misalnya masyarakat menginginkan suatu bentuk kegiatan rekreasi yang bertemakan perkebunan maka dapat dibuatkan perencanaan lanskap agrowisata.

3. Ekonomi; perencanaan dibuat dengan mempertimbangan aspek tingkat perekonomian masyarakat dimana dalam hal ini perlu perhitungan yang tepat antara biaya pembangunan dan operasional tempat wisata tersebut dengan prediksi keuntungan yang dapat diperoleh. Metode perencanaan ini dapat diterapkan pada populasi yang beragam.

4. Behavior/budaya; perencanaan dibuat sesuai budaya atau kebiasaan dari masyarakat yang berkaitan dengan bentuk aktivitas, tempat, dan waktu dalam memanfaatkan waktu luang. Dengan metode ini maka perencanaan menjadi lebih fleksibel dan hasilnya sesuai pilihan dan tingkat kepuasan masing-masing orang.

D. Daya Dukung

(31)

Daya dukung adalah perbandingan antara luas area yang diperkenankan untuk aktivitas tertentu dengan rata-rata standar individunya. Perhitungan daya dukung dapat dilakukan dengan menggunakan formula Boullon (Libosada, 1998):

;

Keterangan:

DD : Daya Dukung

AW : Area untuk Wisatawan (m2)

SI : Standar Individu untuk aktivitas tertentu (m2 / individu) KR : Koefisien Rotasi

TJ : Total Jam kunjung di satu area dalam satu hari (jam) RD : Rata-rata Durasi kunjungan (jam)

TP : Total Pengunjung dalam satu hari (Daya Dukung Total)

Beberapa acuan standar individu untuk beberapa jenis aktivitas : Sightseeing : 15 m2 / orang

Piknik : 10 m2 / orang Berkemah : 20 m2 / orang Memancing : 10 m2 / orang

Nonton : 1,44 m2 / orang (posisi duduk)

Perhitungan daya dukung untuk suatu tempat rekreasi adalah total dari daya dukung untuk setiap akrtivitas yang tersedia di tempat tersebut.

E. Rangkuman

Perencanaan lanskap rekreasi merupakan suatu proses yang dimulai dengan penetapan tujuan, kemudian melakukan pengumpulan data pendukung berupa data fisik, biofisik, dan social. Analisis, sintentesis dan konsep perencanaan dibuat sesuai metode pendekatan dalam perencanaan yang dipilih (berdasarkan sumberdaya, aktivitas, ekonomi, atau budaya), serta mempertimbangkan prinsip-prinsip

(32)

26

perencanaan lanskap untuk tempat rekreasi dan memperhitungkan daya dukung wilayah tersebut.

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang perencanaan lanskap rekreasi, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas dibawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda.

1. Apa tujuan dari perencanaan lanskap?

2. Apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode pendekatan perencanaan rekreasi yang bisa digunakan?

3. Mengapa dalam perencanaan lanskap rekreasi perlu penentuan daya dukung setiap aktivitas yang direncanakan?

Petunjuk Jalaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus memperhatikan rambu-rambu sebagai berikut.

1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda.

2. Pahami dan ingatlah kembali tentang tujuan perencanaan lanskap rekreasi, metode pendekatan perencanaan, dan daya dukung kawasan.

B. Tes Formatif / Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkarilah jawaban yang paling benar dari setiap soal dibawah ini. 1. Dalam sebuah perencanaan lanskap rekreasi sebaiknya...

(a) Tidak perlu melibatkan masyarakat setempat (b) Memperhatikan keinginan dari masyarakat (c) Memperhatikan keinginan kelompok tertentu

(d) Tidak perlu menyesuaikan dengan program pemerintah

2. Daya dukung adalah perbandingan antara luas area suatu aktivitas dengan...

(a) Rata-rata standar individu (b) Koefisien rotasi

(c) Durasi kunjungan

(33)

3. Perencanaan yang dibuat sesuai budaya atau kebiasaan dari masyarakat yang berkaitan dengan bentuk aktivitas, tempat, dan waktu dalam memanfaatkan waktu luang adalah perencanaan dengan metode pendekatan...

(a) Sumberdaya (b) Ekonomi (c) Aktivitas

(d) Budaya dan behavior

4. Perhitungan daya dukung dapat dilakukan dengan menggunakan formula Boullon dengan rumus...

(a)

(b)

(c)

(d)

5. Daya dukung suatu kawasan rekreasi seluas 1000 m2 yang digunakan untuk kegiatan piknik adalah...

(a) 10 (b) 50 (c) 100 (d) 500

(34)

28

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% - 100% = baik sekali 80% - 89% = baik

70% - 79% = cukup - 69% = kurang

Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas, bagus! Anda cukup memahami Bab 3. Anda dapat meneruskan pada Bab 4. Akan tetapi, apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%, Anda harus mengulangi Bab 3, terutama bagian yang belum Anda kuasai.

C. Sumber/Referensi

1. Libosada CMJr. 1998. Ecotourism in the Philippines. Makati City. Bookmark. 2. Gold, SM. 1980. Recreation Planning and Design. McGraw-Hill Book

Company. USA.

D. Kunci Jawaban

(35)

BAB 4

PERENCANAAN LANSKAP NON

REKREASI

PENDAHULUAN

Perencanaan lanskap non rekreasi tidak jauh berbeda dengan perencanaan lanskap rekreasi yang merupakan suatu proses perpaduan antara seni dan ilmu yang menggunakan konsep dan metode dari multidisiplin untuk menghasilkan rencana lanskap yang fungsional dan estetik. Perencanaan lanskap non rekreasi dapat dilihat berdasarkan fungsi lanskap, antara lain, sosial budaya, sejarah, ekonomi, pendidikan, dan konservasi. Lanskap non rekreasi dalam hal ini lebih difokuskan pada area lanskap konservasi. Oleh karena itu, pembangunan lanskap yang diterapkan adalah preservasi dan aksentuasi.

Sasaran Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran ini, mahasiswa akan mampu membuat perencanaan lanskap berdasarkan fungsi non rekreasi melalui kuliah dan praktikum.

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Fungsi Sosial Budaya

Perencanaan lanskap berdasarkan fungsi sosial budaya didasarkan pada sudut pandang manusia dengan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang disebut juga interaksi sosial. Interaksi sosial menyangkut hubungan orang-perorang, antara kelompok-kelompok manusia, dan antara orang-perorang dengan kelompok manusia. Hubungan ini juga terkait dengan perubahan sosial yaitu semua perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial manusia termasuk nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilaku di dalam masyarakat.

(36)

30

dapat diarahkan sesuai tujuan yang diinginkan. Contoh perencanaan lanskap berdasarkan fungsi sosial budaya adalah perencanaan desa tradisional, seperti Kampung Naga, Desa Tradisional di Bali, Desa Tradisional di Tanah Toraja, dan lain sebagainya.

B. Fungsi Sejarah

Kawasan bersejarah merupakan lokasi bagi peristiwa bersejarah yang penting dilestarikan untuk memberikan suatu makna bagi peristiwa terdahulu. Lingkungan fisik kawasan bersejarah dapat merupakan suatu yang membantu menghubungkan peristiwa masa lalu dengan peristiwa sekarang yang akan menentukan masa depan manusia.

Perencanaan lanskap berdasarkan fungsi sejarah harus dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan bagian-bagian lain dari lokasi obyek bersejarah tersebut berada termasuk permasalahan fisik, ekonomi, dan sosial budaya di kawasan tersebut. Konsep perencanaannya adalah meningkatkan arti dan makna sejarah obyek dan lingkungannya. Contoh perencanaan lanskap berdasarkan fungsi sejarah adalah perencanaan kawasan Benteng Rotterdam, Gua Sumpang Bita di Pangkep, dan lain sebagainya.

C. Fungsi Konservasi

Definisi dari suatu kawasan konservasi berdasarkan hasil rumusan dalam IVth

World Congress on National Parks and Protected Areas tahun 1994 adalah suatu

area dari lahan dan/atau laut yang secara khusus ditujukan untuk melindungi dan menjaga keanekaragaman biologi, dan sumberdaya alam, serta kebudayaan yang berhubungan, dan pengelolaan melalui hukum dan cara yang efektif lainnya.

Lanskap konservasi terkait dengan area atau kawasan-kawasan yang perlu mendapat perhatian khusus guna keberlanjutan dan kestabilan ekosistemnya. Adapun ciri-ciri dari kawasan yang perlu dilindungi tersebut antara lain:

(37)

2. Keberadaan spesies khusus yang diminati, langka atau terancam. Misalnya badak, harimau, dan lain-lain.

3. Tempat yang memiliki keanekaragaman spesies.

4. Lanskap yang memiliki nilai estetik, atau nilai pengetahuan. Misalnya sumber mata air panas, air terjun, dan lain-lain

5. Fungsi perlindungan hidrologi, tanah, dan iklim lokal.

6. Fasilitas untuk rekreasi alam / wisata, misalnya danau, pantai, dan pegunungan. 7. Tempat peninggalan budaya dan sejarah, misalnya candi, kuil, dan lain-lain.

Beberapa kategori kawasan yang termasuk sebagai kawasan yang dilindungi sebagai berikut.

1. Cagar alam: melindungi alam dan menjaga proses alami untuk keperluan studi ilmiah dan pemeliharaan sumberdaya plasma nutfah. Ukurannya kecil dan habitatnya rapuh.

2. Taman nasional: melindungi kawasan pelestarian alam yang relatif luas mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi (Pasal 1 butir 14 UU No. 5 Tahun 1990).

3. Suaka margasatwa: menjamin kondisi alami bagi perlindungan spesies, komunitas hayati. Ukuran sedang atau luas dengan habitat stabil

4. Cagar budaya: memungkinkan berlangsungnya cara hidup masyarakat yang serasi dengan lingkungannya, tidak terganggu oleh teknologi modern.

5. Kawasan sumber daya dikelola: menyediakan produksi air, kayu, satwa, padang penggembalaan, dan obyek wisaya secara berkelanjutan, untuk mendukung kegiatan ekonomi.

6. Hutan lindung: kawasan alami atau hutan tanaman berukuran sedang sampai besar, pada lokasi curam, mudah erosi.

(38)

32

Prinsip perencanaan lanskap yang digunakan dalam perencanaan lanskap konservasi adalah:

1. Preservation on natural order; yaitu mengutamakan kelestarian dari sumberdaya alami yang ada misalnya kesuburan tanah dipelihara, sumberdaya alam yang non

renewable digunakan secara ekonomis, badan-badan air diproteksi dari

pencemaran, polusi udara dan kebisingan dikurangi, Wild plant dan animal dilindungi, serta lanskap budaya dan lanskap sejarah dipertahankan.

2. Daya dukung kawasan yang digunakan adalah dengan mengambil nilai standar yang lebih kecil.

3. More uses in less area; yaitu memiliki banyak aktivitas pada area yang terbatas, misalnya area piknik, juga sekaligus sebagai area kemping sehingga tidak terlalu banyak mengambil ruang yang ada untuk aktivitas aktif.

D. Rangkuman

Perencanaan lanskap non rekreasi merupakan suatu proses yang dimulai dengan penetapan tujuan, kemudian melakukan pengumpulan data pendukung berupa data fisik, biofisik, dan sosial. Analisis, sintentesis dan konsep perencanaan dibuat sesuai dengan prinsip-prinsip perencanaan lanskap konservasi dan memperhitungkan daya dukung wilayah tersebut.

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang perencanaan lanskap non rekreasi, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas dibawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda.

1. Apa yang dimaksud dengan kawasan konservasi? 2. Tuliskan ciri-ciri dari kawasan konservasi.

3. Jelaskan prinsip yang digunakan dalam perencanaan lanskap konservasi.

Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus

memperhatikan rambu-rambu sebagai berikut:

(39)

2. Renungkan dan ingatlah kembali tentang pengertian kawasan konservasi, ciri-ciri dari kawasan konservasi, dan prinsip perencanaan lanskap konservasi.

B. Tes Formatif / Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkarilah jawaban yang paling benar dari setiap soal dibawah ini.

1. Suatu area dari lahan dan/atau laut yang secara khusus ditujukan untuk melindungi dan menjaga keanekaragaman biologi, dan sumberdaya alam, serta kebudayaan yang ada merupakan pemahaman dari...

(a) Kawasan rekreasi (b) Kawasan margasatwa (c) Kawasan pedesaan (d) Kawasan Konservasi

2. Nilai daya dukung yang digunakan sebagai pertimbangan dalam perencanaan lanskap konservasi adalah...

(a) Sesuai nilai standar

(b) Lebih kecil dari nilai standar (c) Lebih besar dari nilai standar (d) Sesuai nilai standar rekreasi

3. Prinsip preservasi pada perencanaan kawasan konservasi adalah... (a) Memfasilitasi area rekreasi aktif secara meluas

(b) Merencanakan pemanfaatan badan-badan air secara maksimal (c) Melestarikan keberadaan vegetasi alami dan fauna yang ada (d) Memperbaiki lanskap yang rusak

4. Perencanaan yang didasarkan pada sudut pandang manusia dengan hubungan-hubungan sosial yang dinamis adalah perencanaan lanskap berdasarkan fungsi...

(a) Sosial budaya (b) Sejarah

(40)

34

5. Contoh perencanaan lanskap berdasarkan fungsi sejarah adalah... (a) Kampus Unhas

(b) Kawasan CBD

(c) Kawasan Benteng Portugis (d) Desa Tradisional

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 4. Rumus:

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% - 100% = baik sekali 80% - 89% = baik

70% - 79% = cukup - 69% = kurang

Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas, bagus! Anda cukup memahami Bab 4. Anda dapat meneruskan pada Bab 5. Akan tetapi, apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%, Anda harus mengulangi Bab 4, terutama bagian yang belum Anda kuasai.

C. Sumber/Referensi

1. Daryadi, L., Qurrotu ABP, Titien SR, Endang W. 2002. Konservasi Lanskap. Perhimpunan kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI). Jakarta.

(41)

D. Kunci Jawaban

(42)

BAB 5

PERANGKAT PENDUKUNG

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

LANSKAP

PENDAHULUAN

Untuk menghasilkan karya arsitektur lanskap yang fungsional dan estetis, perancang lanskap dapat mendesain baik secara manual maupun dengan alat bantu. Pada era teknologi informasi di abad 21 ini, telah berkembang “alat bantu” atau perangkat pendukung berupa teknologi komputer. Banyak program software aplikasi teknologi komputer ditawarkan untuk membantu pekerjaan perencanaan dan perancangan lanskap, antara lain, AutoCAD, Coreldraw, Sketchup, Adobe Photoshop, dan GIS. Teknologi komputer dapat digunakan dalam proses perencanaan dan perancangan lanskap mulai dari survei tapak di lapangan, pekerjaan di studio hingga presentasi hasil. Penggunaan teknologi komputer tersebut membuat pekerjaan dapat diselesaikan lebih mudah dan cepat.

Sasaran Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran ini, mahasiswa akan mampu menggunakan perangkat pendukung dalam perencanaan dan perancangan lanskap melalui kuliah dan praktikum.

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN

(43)

arsitektur bangunan, interior, teknik sipil, teknik mesin, teknik elektronika, dan desain grafis. Beberapa software yang termasuk kelompok CAD, antara lain, AutoCAD, Bryce, 3D MAX, 3D Viz, Sketch up, Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Adobe Pagemaker, Corel Draw, Corel Photo Paint, Freehand, Macromedia, dan lain-lain.

A. AutoCAD

AutoCAD adalah software buatan Autodesk Corporation. Versi terbaru adalah AutoCAD 2012. AutoCAD berbasis vektor 2 Dimensi (2D) dan 3 Dimensi (3D).

Penggunaan software AutoCAD dalam menggambar memiliki kelebihan sebagai berikut.

1. Akurat, obyek yang dibuat memiliki ukuran yang tepat dengan ketelitian yang akurat. Contoh: suatu garis sepanjang 10 cm yang digambar menggunakan AutoCAD akan benar-benar memiliki panjang 10,000 cm, bukannya 10,001 cm atau 10,015 cm. Berbeda jika menggunakan penggaris, maka panjang garis 10 cm mungkin akan tergambar 10,1 atau 10,2 cm.

2. Rapi, setiap obyek tergambar dengan akurat sehingga akan tercipta suatu gambar yang rapi. Contoh: tidak akan ada garis yang terlalu panjang, terlalu pendek, putus, melenceng, dan lain-lain.

3. Bersih, output dari AutoCAD berupa softcopy atau hardcopy sehingga setiap kesalahan menggambar masih dapat diedit sebelum dicetak dan tidak ada bekas penghapus, tipe-X, dan lain-lain.

4. Efisiensi biaya, perancang dapat menghemat penggunaan kertas dan alat tulis (rapidograph, warna, tinta, dan lain-lain).

5. Efisiensi waktu, untuk membuat setiap tahapan gambar, perancang tidak perlu membuat format gambar dan denah/peta dasar yang baru karena dapat menggunakan format gambar dan peta dasar dari gambar sebelumnya. Kalaupun ada revisi gambar, perancang tidak perlu menggambar dari awal lagi, cukup mengedit softcopy kemudian diprint kembali.

(44)

38

B. Bryce 5.0

Software Bryce awalnya diproduksi oleh Corel Corp. Mulai versi Bryce 5.5 ke atas, lisensi produksi Bryce dibeli oleh DAZ Corp. Beberapa fungsi software Bryce 5.0 sebagai berikut.

1. Rendering obyek 3D dari AutoCAD.

2. Pembuatan lanskap 3D seperti membuat model pohon 3D, gazebo 3D, dan lain-lain.

3. Pembuatan animasi lanskap 3D.

Contoh gambar yang dihasilkan software Corel Draw dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Contoh desain taman (Sumber: Rijal, 2011)

C. Adobe Photoshop 7.0

(45)

Software Adobe Photoshop 7.0 memiliki beberapa kegunaan dalam bidang arsitektur lanskap, sebagai berikut.

1. Dapat memperbaiki citra sebelum didigitasi (seperti memperbesar ketajaman gambar dan menambah pixel).

2. Dapat merekayasa foto (foto image).

3. Dapat memperbaiki image hasil render sebelum dipresentasikan (seperti mengatur tata letak, ukuran, ketajaman, dan efek tertentu).

D. Geographical Information System

Geographical Information System (GIS) merupakan teknologi komputer yang banyak digunakan di kalangan perencana dalam hal pemetaan sumber daya. Geografi berasal dari kata ‘Geo’ yang berarti bumi dan ‘Graphy’ yang berarti penulisan. Jadi geografi artinya bentuk penulisan atau penggambaran dari bumi.

Pengertian GIS adalah sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis, dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospasial untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya. SIG sebagai suatu kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi, dan personil yang dirancang secara efisien untuk memperoleh, menyimpan, mengupdate, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua bentuk informasi yang bereferensi geografi (ESRI, 1997; Budiyanto, 2005). Dengan demikian, basis analisis dari GIS adalah data spasial dalam bentuk digital yang diperoleh melalui data satelit atau data lain terdigitasi.

(46)

40

tahun anggaran, 4) kemudahan perubahan multi fungsi dari peta digital yang dihasilkan, dan 5) kemudahan mendesain model multi fungsi yang digital.

Sistem ini merupakan sistem komputer yang memiliki empat kemampuan dalam menangani data yang bereferensi geografis, yaitu 1) masukan, 2) keluaran, 3) manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan data), serta 4) analisis dan manipulasi data. Proses GIS terdiri atas: 1) proses pemasukan data tabulasi ke komputer, 2) proses pengumpulan database di komputer, 3) proses pengaturan data yang disesuaikan dengan informasi latitude dan longitudenya, 4) proses pengolahan data, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, 5) proses analisis data, seperti proses modeling dan evaluasi lahan, dan 6) proses pengeluaran data yang merupakan keluaran hasil akhir (output) (Gambar 2).

(47)

Analisis data menggunakan GIS memerlukan beberapa komponen yang saling terkait dari berbagai unsur, baik manusia sebagai ahli (expert) sekaligus operator, perangkat alat maupun obyek permasalahan. Komponen GIS sebagai berikut.

1. Perangkat Keras (hardware) 2. Perangkat Lunak (software) 3. Data

4. Sumber daya manusia (people) 5. Metode (methods)

Data merupakan komponen yang sangat penting dalam GIS. Keakurasian data sangat dituntut dalam GIS. Terkait data yang digunakan, dikenal konsep “Garbits In

Garbits Out” dan sebaliknya “Gold In Gold Out”. Data GIS dikenal sebagai data

geospasial yang terdiri atas:

1. Data grafis/data geometris, menjabarkan lokasi dan bentuk dari fitur geografis dan hubungan spasial pada fitur lainnya.

2. Data atribut/data tematik, yang berisi keterangan/atribut dari suatu fitur. Data grafis mempunyai 3 elemen, yaitu:

a. Titik (Node), merupakan sepasang koordinat (X,Y) tanpa dimensi (tidak mempunyai panjang dan luas serta tinggi). Data ini merupakan lokasi diskrit, biasanya digambarkan sebagai simbol atau label. Titik menggambarkan suatu fitur yang batas atau bentuknya terlalu kecil untuk ditampilkan dalam garis atau luasan. Titik biasanya juga digunakan untuk menggambarkan lokasi yang tidak mempunyai luasan, seperti titik tinggi atau puncak gunung.

b. Garis (arc), merupakan pasangan-pasangan koordinat yang mempunyai titik awal dan titik akhir (X1,Y1; X2,Y2), disebut berdimensi 1. Garis adalah fitur yang

dibentuk oleh sekumpulan koordinat yang saling berhubungan. Garis biasanya menggambarkan fitur linier di peta yang terlalu sempit untuk digambarkan sebagai luasan atau untuk menggambarkan fitur yang tidak mempunyai lebar, seperti garis kontur.

(48)

42

akhir (X1,Y1 = Xn,Yn) atau loop, disebut berdimensi 2, mempunyai ukuran dimensi

panjang dan luas. Polygon adalah fitur luasan yang dibentuk dari garis yang tertutup menggambarkan suatu area yang homogen. Biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu fitur seperti batas negara, kecamatan, danau, dan lain-lain.

Teknologi GIS menjadi sangat terbatas kemampuannya jika tidak ada sumber daya manusia yang mengelola sistem dan mengembangkan sistem untuk aplikasi yang sesuai. Sumber daya manusia pengguna sistem dan sumber daya manusia pembuat sistem harus saling bekerjasama untuk mengembangkan teknologi GIS.

Sumber data GIS dapat berupa citra satelit atau data foto udara digital serta foto udara yang terdigitasi (scanning). Data lain dapat berupa peta dasar terdigitasi. Citra satelit yang berasal dari satelit Landsat TM merupakan contoh data citra digital dengan format raster. Metode untuk digitasi peta dapat dilakukan secara manual dengan alat digitizer atau menggunakan perangkat lunak dengan teknik digitasi on

screen. Untuk analisis data, metode yang digunakan adalah overlay beberapa peta

(Gambar 3).

(49)

E. Rangkuman

Karya arsitektur lanskap dapat dihasilkan baik secara manual maupun dengan “alat bantu” berupa perangkat pendukung teknologi komputer. Aplikasi software yang dapat digunakan, antara lain, AutoCAD, Bryce 5.5, Adobe Photoshop 7.0, dan Geographical Information System. Masing-masing software memiliki kegunaan untuk membantu pekerjaan perencanaan dan perancangan lanskap.

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang perangkat pendukung perencanaan dan perancangan lanskap, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda!

1. Sebutkan perangkat pendukung yang dapat digunakan dalam perencanaan dan perancangan lanskap.

2. Jelaskan kegunaan masing-masing perangkat software. 3. Jelaskan komponen dan data yang digunakan dalam GIS.

Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus

memperhatikan rambu-rambu berikut:

1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda.

2. Lakukan penelusuran literatur mengenai perangkat pendukung perencanaan dan perancangan lanskap melalui sumber bacaan dan internet.

B. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Software yang termasuk dalam kelompok CAD adalah...

(a) GIS

(b) Remote sensing (c) Ms Word

(50)

44

2. Fungsi software Bryce 5.5 adalah... (a) Rendering obyek 3D

(b) Pembuatan lanskap 2D (c) Rekayasa foto

(d) Perbaikan image

3. Data yang menjabarkan lokasi dan bentuk dari fitur geografis dan hubungan spasial pada fitur lainnya disebut data...

(a) Grafis (b) Atribut (c) Tematik (d) Surface

4. Psangan-pasangan koordinat yang mempunyai titik awal dan titik akhir (X1,Y1;

X2,Y2)...

(a) Tidak berdimensi (b) Berdimensi 1 (c) Berdimensi 2 (d) Berdimensi 3

5. Data ini yang menunjukkan lokasi diskrit digambarkan dengan... (a) Titik

(b) Garis (c) Polygon (d) Surface

(51)

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% - 100% = baik sekali 80% - 89% = baik

70% - 79% = cukup - 69% = kurang

Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas, bagus! Anda cukup memahami Bab 5. Anda dapat meneruskan pada Bab 6. Akan tetapi, apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%, Anda harus mengulangi Bab 5, terutama bagian yang belum Anda kuasai.

C. Sumber/Referensi

1. Budiyanto E. 2005. Sistem Informasi Geografis Menggunakan Arc View GIS. Yogyakarta: Penerbit Andi.

2. ESRI. 1997. Getting to Know Arc View GIS. USA: Environmental System Research Institutes.

3. Madcoms. 2002. Seri Panduan Lengkap: Adobe Photoshop 7.0. Yogyakarta: Penerbit Andi.

D. Kunci Jawaban

(52)

BAB 6

DESAIN DAN PENGORGANISASIAN

RUANG DALAM LANSKAP

PENDAHULUAN

Perancangan lanskap atau desain lanskap merupakan perluasan dari perencanaan. Perencanaan hanya menunjukkan daerah-daerah fungsional berikut jalur-jalur sirkulasinya, sedangkan perancangan berkenaan dengan usaha seleksi dan ketepatan penggunaan komponen/elemen, material/bahan lanskap, tanaman, kombinasi pemecahan detail berbegai elemen taman seperti pedestrian, plaza, air mancur, kolam, dan sebagainya. Perancangan merupakan pemecahan yang spesifik dan berkualitas dari diagram/program ruang dan area dari rencana rinci tapak.

Sasaran Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran ini, mahasiswa akan mampu menjelaskan pengertian dan faktor-faktor yang berpengaruh dalam desain lanskap serta mengorganisasikan ruang melalui kuliah dan praktikum.

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Pengertian Desain

Gambar

Tabel 1. Kelas kemampuan lahan berdasarkan kriteria USDA Jenis Kegiatan I II III IV
Gambar 1. Contoh desain taman (Sumber: Rijal, 2011)
Gambar 2. Proses GIS (Budiyanto, 2005)
Gambar 3. Proses GIS
+7

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Tanoyo (2015), tujuan utama dari green architecture adalah menciptakan eco desain, arsitektur ramah lingkungan, arsitektur alami, dan pembangunan

Menurut Tanoyo (2015), tujuan utama dari green architecture adalah menciptakan eco desain, arsitektur ramah lingkungan, arsitektur alami, dan pembangunan

sosial, artinya teori yang didasarkan atas pertanyaanpertanyaan yang berhubungan dengan sifat dasar, cara kerja dan pengaruh komunikasi massa bersumber pada observasi

Agenda 21 Sektoral, 2000, Agenda ENERGI Untuk Pembangunan Kualitas Hidup Secara Berkelanjutan, Proyek Agenda 21 Sektoral Kerjasama Kantor Menteri Negara Lingkungan

4) Pembangunan Infrastruktur dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan 5) Pengembangan Sumber Daya Manusia yang Beriman, Berkualitas dan Berdaya Saing...

Usaha perlindungan tanaman dapat dilakukan dengan memberikan bahan pembenah tanah dan zat pemacu tumbuh tanaman dengan menciptakan produk yang lebih ramah lingkungan seperti pemberian

Perpindahan energi antara sistem dan lingkungan yang terjadi karena perbedaan temperatur sistem dan lingkungan disebut dengan kalor Definisi termodinamika dari kalor adalah: ‘Bila