BAB II. KAJIAN PUSTAKA
B. Tinjauan Desain Komunikasi Visual
2. Desain Grafis
Design atau desain, rancangan, merupakan “usaha deskripsi gagasan mengenai bentuk rupa, ukuran warna dan ukuran tata letak beserta unsur – unsurnya yang membentuk wajah suatu benda”. Dalam pengertian lain, desain merupakan “elemen visual yang dikembangkan dengan dalih tertentu dan diolah sesuai dengan pengiklanan dan pengemasan” ( Kamus Istilah Periklanan Indonesia 1996:52)
Desain Grafis dapat didefinisikan sebagai aplikasi dari ketrampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri ( yang biasa di sebut seni komersial). Menurut Adi Kusrianto, Istilah seni grafis yaitu seni gambar dalam dua dimensi pada umumnya mencakup beberapa bentuk kegiatan, seperti menggambar, melukis, dan fotografi. Secara spesifik, cakupan tadi terbatas pada karya yang dicetak atau karya yang dibuat untuk diperbanyak melalui proses cetak.
Elemen – elemen dasar grafis dua dimensi terdiri dari garis, bentuk, warna, kontras nilai, tekstur, dan format. (M.Suyanto 2004:37)
a.Garis
Garis di definisikan sebagai titik-titik yang bergerak. Garis juga disebut sebagai jalur terbuka. Garis dikategorikan berdasarkan tipe,arah dan kualitasnya.
commit to user
Tipe garis atau atribut garis merujuk pada gerakan garis dari awal hingga akhir. Tipe garis ini dapat berupa garis lurus, lengkung, atau siku – siku.
2) Arah garis
Arah garis menggambarkan hubungan antargaris terhadap halaman. Arah garis ini dibedakan menjadi tiga, yaitu garis horizontal, garis vertical, dan garis diagonal.
3) Kualitas garis
Kualitas garis merujuk pada bagaimana garis itu digambar. Kualitas garis dapat diserupakan dengan kualitas suara atau kualitas musik. Menilai kualitas garis lebih banyak menggunakan perasaan. Mungkin kualitas garis itu dapat berupa garis yang takut – takut atau tegas, halus atau patah – patah, tebal atau tipis, tetap atau berubah – ubah.
b. Bentuk
Bentuk merupakan gambaran umum sesuatu atau formasi yang tertutup atau jalur yang tertutup. Bentuk dapat dilukiskan melalui garis dan warna.
c. Warna
Elemen grafik yang sangat kuat dan provokatif adalah warna. Multimedia yang dirancang sesuai dengan warna yang disukai pasar akan memberikan keunggulan bersaing dalam periklanan.
commit to user
Nilai digunakan untuk mengganbarkan rentang kecerahan dan kegelapan sebuah elemen visual. Sebuah iklan membutuhkan kontras nilai untuk membaca kata atau tulisan pada suatu layar multimedia.
e. Tekstur
Tekstur merupakan kualitas permukaan atau kualitas papan atau kertas atau halaman elektronik. Di dalam seni tekstur dikategorikan menjadi dua, yaitu teksture tactile dan tekstur visual. Tekstur tactile adalah nyata, kita dapat merasakan permukaannya tersebut dengan jari kita. Sedangkan tekstur visual adalah ilusi, tekstur tersebut memberikan impresi yang sederhana dari tekstur yang nyata.
f. Format
Elemen – elemen grafis yang terdiri dari berbagai macam tersebut dapat meningkatkan kemampuannya menarik perhatian jika ada sedikit penataan ulang yang disebut format. Format terdiri dari ukuran dan ilustrasi. Iklan untuk ukuran besar menarik lebih banyak perhatian daripada iklan yang berukuran kecil. Ilustrasi terdiri dari ilustrasi gambar bermakna, ilustrasi hubungan tanda dan ilustrasi symbol.
Prinsip dasar desain yang digunakan untuk menciptakan sebuah desain adalah sebagai berikut :
1) Keseimbangan ( balance)
Yaitu nilai timbang yang sama beratnya. Adalah mendasar sekali bahwa suatu komposisi desain harus menampilkan keseimbangan unsur – unsur pembentukannya. Keseimbangan merupakan prinsip dalam komposisi yang menghindari kesan berat sebelah atau suatu bidang atau ruang yang diisi
commit to user
dengan unsur – unsur rupa ( Adi Kusrianto, 2007). Ada tiga jenis keseimbangan dalam desain :
a) Keseimbangan simetris
Keseimbangan ini dicapai dengan membalikkan bentuk dengan batas poros tertentu, seperti manusia, hewan, kapal terbang, mobil dan lain sebagainya. Komponen desain seakan dicerminkan pada garis sumbu khayal. Keseimbangan ini memiliki kesan statis, agung, formal, tenang, tradisional atau kuno bahkan terkadang terkesan membosankan.
b) Keseimbangan asimetris
Keseimbangan ini terwujud dengan pengaturan bentuk yang berbeda besar, warna, beratnya dalam kedudukan yang berlawanan. Keseimbangan ini terkesan dinamis, riang, modern, informal, menraik dan berani.
c) Keseimbangan radial
Dalam keseimbangan ini arah perhatian terarah pada bagian tengah, kesan yang ditampilkan seperti ada pancaran dari tengah lingkaran, mudah ditangkap mata karena seakan diarahkan focus ke titik pusat lingkaran. 2) Irama (rhythm)
Irama adalah pengulangan unsur – unsur desain pembentukannya. Irama dibentuk dengan menempatkan unsure pembentukannya secara berkesinambungan dan berselang – seling, sehingga kesan yang timbul merupakan kesan gerak yang harmonis dan teratur. Ada beberapa jenis pengulangan irama yaitu :
commit to user
a) Reguler, yakni pengulangan komponen grafis dengan jarak dan bentuk yang sama. Biasa dipakai dalam desain border atau bingkai, ubin lantai, kertas dan motif fashion.
b) Mengalir (flowing) adalah pengulangan bentuk seakan menciptakan kesan bergerak, dinamis, dan mengalir. Pengulangan ini biasa digunakan untuk animasi.
c) Progresif/Gradual adalah pengulangan yang terdapat peralihan antar stepnya, sehingga menimbulkan kesan berproses sedikit demi sedikit. Dalam animasi disebut morphing. Sebagai contoh gambar kotak berubah menjadi lingkaran secara bertahap, gradasi warna dan lainnya.
3) Proporsi dan skala
Proporsi atau sering disebut perbandingan adalah suatu acuan yang digunakan merancang, meliputi masalah jangka – pendek, besar – kecil, berat – ringan untuk mencapai suatu kesatuan bentuk yang utuh.
4)Fokus (pusat perhatian)
Merupakan suatu pandangan yang terarahkan kepada sesuatu titik yang terpusat, focus tidak selamanya berada di tengah. Ada beberapa jenis fokus atau pusat perhatian dalam pembuatan suatu desain;
a) Hirarki
Tidak semua komponen grafis sama pentingnya, audien harus fokuskan atau arahkan pada satu titik. Ada beberapa tahap fokus, mulai dari yang terpenting (dominant), pendukung (sub-dominant) dan pelengkap (
sub-ordinant).
commit to user
(2) Sub-dominant adalah objek yang mendukung penampilan dari objek
dominant.
(3) Sub-ordinant adalah objek yang kurang menonjol bahkan tertindih oleh
dominant dan sub dominant, sebagai contohnya adalah background. b) Kontras
Kontras adalah penekanan karena adanya perbedaan atau konflik pada komponen desain. Sebagai contohnya kontras warna hitam dan warna putih, kontras garis tebal dan tipis, kontras huruf yang berukuran besar dan kecil.
5)Kesatuan (unity)
Kesatuan/ Unity, yaitu keutuhan suatu komposisi yang terdiri dari berbagai unsur yang berbeda. Kesatuan dalam komposisi merupakan hal yang penting dalam desain, tidak ada unsure yang tidak berguna, tidak ada unsur yang saling mengganggu, tidak kurang dan tidak lebih, saling melengkapi, tidak cacat dan sempurna.
Semua bagian suatu komposisi desain harus menyatu guna membentuk keseluruhan desain. Kesatuan bagian komposisi ini dapat dikacaukan oleh suatu btasan yang menganggu, terlalu banyak jenis huruf yang berbeda dan berlawanan, warna yang didistribusikan berlawanan dengan sembarangan, unsur– unsur yang kurang proporsional, atau komposisi yang semarak dengan bagian – bagian yang membingungkan. Untuk mendapatkan desain yang utuh, bisa dipakai pendekatan prinsip – prinsip sebagai berikut : (Hendi Hendratman 2006:37)
commit to user
Objek – objek saling didekatkan sehingga membentuk sebuah kesatuan, yang dapat menjadi daya tarik bagi orang yang melihatnya.
b)Kesinambungan (continuity)
Dengan gambar yang berkesinambungan, dan terarah, mata audien akan bisa diarahkan pada objek tertentu. Dengan perspektif dan garis Bantu yang akan membantu untuk mengarahkan mata menuju objek lain.
c)Kesamaan (sismilarity) dan Konsiten (consistency)
Objek dengan bentuk, ukuran, proporsi warna yang sama cenderung terlihat sebagai sebuah kesatuan.
d)Perataan (alignment)
Seperti dalam tulisan dalam mengetik, sebuah desain juga bisa dibuat dengan rata kanan, rata kiri, atau rata tengah (center). Hal ini akan memberi kesan desain yang rapi dan mudah dibaca.
Dalam sebuah desain yang paling penting adalah bagaimana desain itu bisa menarik perhatian dari audien sehingga audien mengerti pesan yang disampaikan dari desain tersebut. Penerapan prinsip – prinsip desain seperti yang telah disampaikan di atas, dapat membantu dalam membuat sebuah desain yang menarik. Tetapi dalam perkembangannya sekarang ada suatu pendekatan lain yang bisa dipakai dalam mendesain yaitu pendekatan ‘melewati batas atau menabrak batas’. Agar sebuah desain menarik perhatian, sebuah desain sengaja dibuat bertabrakan, berpotongan pada batas – batas yang ada. ( Hendi Hendratman 2006:38)