commit to user
i
PENGANTAR TUGAS AKHIR
PERANCANGAN
MEDIA KOMUNIKASI VISUAL
KAMPANYE PEMAKAIAN JILBAB
DALAM EVENT ‘JILBAB ITU INDAH’
Diajukan untuk Menempuh Ujian Tugas Akhir sebagai Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Seni Rupa Jurusan Desain Komunikasi Visual
oleh
PERMATA DINDA C0704023
FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
commit to user
ii
PERSETUJUAN
Konsep pengantar karya Tugas Akhir dengan judul
PERANCANGAN MEDIA KOMUNIKASI VISUAL KAMPANYE MEMAKAI JILBAB DALAM SEBUAH EVENT ” JILBAB ITU INDAH ”
telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan tim penguji dalam sidang ujian
tugas akhir.
Pembimbing Tugas Akhir I Pembimbing Tugas Akhir II
Drs. Ahmad Kurnia W Arief Iman Santoso, S.Sn
NIP. 130 885 641 NIP. 197 903 272 005 011 002
Koordinator Tugas Akhir
Arif Iman Santoso, S.Sn
commit to user
iii
PENGESAHAN
Konsep pengantar karya Tugas Akhir dengan judul
PERANCANGAN MEDIA KOMUNIKASI VISUAL KAMPANYE MEMAKAI JILBAB DALAM SEBUAH EVENT ” JILBAB ITU INDAH ”
Diterima dan disahkan oleh Panitia Penguji Tugas Akhir Jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret
Surakarta
Pada Tanggal ...
Panitia Penguji, Ketua Sidang Tugas Akhir
(Drs. Edi Wahyono Hardjanto, M.Sn) ( )
NIP. 195 107 131 982 031 001
Sekretaris Sidang Tugas Akhir
(Hermansyah Muttaqin, S.Sn) ( )
NIP. 197 111 152 006 041 001
Pembimbing Tugas Akhir I
(Drs.Ahmad Kurnia W) ( )
NIP. 130 885 641
Pembimbing Tugas Akhir II
(Arief Iman Santoso, S.Sn) ( )
NIP. 197 903 272 005 011 002
Mengetahui
Dekan Fakultas Sastra dan Seni Rupa Ketua Jurusan
Universitas Sebelas maret Desain Komunikasi Visual
(Drs. SUDARNO, MA) (Drs. Edi Wahyono H, M.Sn)
commit to user
iv
PERSEMBAHAN
commit to user
v
MOTTO
”My Imagination creates my reality” Walt Disney
”Perang terbesar adalah melawan hawa nafsu” Muhammad SAW
”Ukuran suskses sejati terletak pada kemampuan Anda merasakan pikiran bahagia”
commit to user
vi
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah
memberikan nikmat iman, nikmat ilmu dan nikmat Islam sehingga penulis dapat
menyelesaikan penulisan tugas akhir.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang
sebesar-besarnya atas segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis, terutama
kepada :
1. Drs. Sudarno MA. Selaku Dekan Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas
Sebelas Maret Surakarta.
2. Drs. Edi Wahyono, M.Sn selaku Ketua Jurusan Desain Komunikasi Visual
Fakultas Sastra dan Senirupa Universitas Sebelas Maret Surakarta.
3. Drs. Ahmad Kurnia dan Arief Iman S, S.Sn selaku dosen pembimbing yang
telah memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis selama
penyelesaian tugas ini.
4. Dosen Jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Sastra dan Seni Rupa
Universitas Sebelas Maret yang telah memberikan pengetahuan serta
pengalamannya kepada penulis selama belajar di kampus.
5. Segenap citivas akademik jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sastra
dan Seni Rupa, atas kerjasamanya.
Penulis menyadari, bahwa dalam penyusunan tugas akhir ini masih jauh
dari sempurna dan masih banyak kekurangan, hal ini dikarenakan keterbatasan
pengetahuan, kemampuan dan pengalaman yang dimiliki penulis. Semoga
penulisan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dan pihak-pihak yang
memerlukan.
Surakarta, Juli 2009
commit to user
vii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL... i
HALAMAN PERSETUJUAN ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
PERSEMBAHAN ... iv
MOTTO ... v
KATA PENGANTAR... vi
DAFTAR ISI ... vii
4. Pakaian Wanita Menurut Ajaran Islam ... 11
5. Tata Cara Berjilbab ... 12
6. Persyaratan Lain Pakaian Wanita Menurut Ajaran islam ... 13
B. Tinjauan Desain Komunikasi Visual ... 15
1. Komunikasi ... 15
2. Desain Grafis ... 23
C. Kampanye ... 30
commit to user
viii
BAB III. IDENTIFIKASI DATA... 34
commit to user
ix
ABSTRAKSI
PERANCANGAN
MEDIA KOMUNIKASI VISUAL KAMPANYE PEMAKAIAN JILBAB DALAM EVENT ‘JILBAB ITU INDAH’
Permata Dinda1
Drs. Ahmad Kurnia2 Arief Iman Santoso, S.Sn3
Permata Dinda. 2009. Pengantar Karya Tugas Akhir berjudul Perancangan Media Komunikasi Visual Kampanye Pemakaian Jilbab Dalam Event ‘”Jilbab Itu Indah”. Adapun permasalahan yang akan dikaji adalah bagaimana menciptakan strategi promosi dan perancangan media grafis dalam rangka mempromosikan sebuah even sebagai wujud dari kampanye pemakaian jilbab, sehingga masyarakat tertarik untuk mendatangi acara tersebut. Sekaligus mengajak kepada wanita islam untuk memakai jilbab.
1
Mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS dengan NIM C0704023
2
Dosen Pembimbing 1 3
commit to user
x
ABSTRACT
PLANNING
VISUAL COMMUNICATION MEDIA OF CAMPAIGN WEARING JILBAB
ON ‘JILBAB ITU INDAH’ EVENT
Permata Dinda1
Drs. Ahmad Kurnia2 Arief Iman Santoso, S.Sn3
Permata Dinda. 2009. Attendant of final task with the title is Planning Visual Communication Media of Campaign Wearing Jilbab on ‘Jilbab Itu Indah” Event. There are some problems that will be studied are how to create the strategy of promotion and create graphical media scheme in order to promoting an event as existing from campaign about wearing jilbab, so that peoples interested to visit that event. All at once invite to moslem girls to wearing jilbab.
1
College Student Majority Visual Communication Design and Letter and Art Faculty UNS with NIM C0704023
2
Guider Lecture I
3
commit to user
1
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Pada zaman sekarang ini masyarakat memiliki berbagai macam budaya. Baik itu budaya lokal, nasional maupun yang di import dari luar negri. Begitu juga Indonesia, dengan berbagai macam suku dan bangsa, yang hidup bersama – sama tentulah proses akulturasi budaya begitu sangat cepat dan beragam. Maka tidak heran jika anak muda sekarang bergaya kebarat – baratan. Ada juga yang berkiblat pada negara timur seperti jepang.
Terpisah dari kenyataan seperti itu, sebagai negara yang mayoritas penduduknya adalah islam, tentu banyak sekali lembaga islam yang berdiri dan menyorak – nyorakkan agar masyarakat kembali kepada syariat dan norma – norma agama yang sudah ada.
Termasuk dalam berpakaian, terutama seorang perempuan. Dalam islam yang menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan, dengan cara-cara yang sudah ada dalam kitab islam, agar seorang perempuan terlindung dari kekerasan zaman. Jika kita boleh merenung, banyak sekali kekerasan terhadap perempuan dan pelecehan terhadap perempuan, semua itu menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat.
commit to user
2
Untuk itulah kampanye JILBAB ITU INDAH diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk mengingatkan kembali kewajiban – kewajiban seorang perempuan sehingga mereka mendapatkan hak – hak sebagai seorang perempuan.
Jilbab, pada saat ini sudah bebas dipakai oleh masyarakat. Di tempat umum bahkan ditempat – tempat khusus. Belum lagi jika kita melihat banyak sekali sekolah islam yang bermunculan dari mulai pra-TK sampai pada Universitas, di kantor, di lembaga – lembaga, dan di perusahaan, meskipun ada sebagian perusahaan yang melarang pegawainya untuk memakai jilbab. Tidak hanya itu, sekarang ini sudah bermacam – macam model jilbab yang ditawarkan kepada para jilbaber ( pengguna jilbab ). Dari yang ketat sampai jilbab besar. Banyak supplier
fashion yang memasukkan jilbab dalam daftar pesanan mereka. Entah itu untuk
sekadar seragam sekolah ataupun untuk menutup aurat, membuat jilbab sebagai sebuah kebutuhan.
commit to user
3
mereka lebih cenderung mendukung atas apa yang telah menjadi tujuan dari kampanye tersebut yaitu agar para wanita penganut agama islam benar – benar mengerti bagaimana mengenakan jilbab dengan benar.
Kampanye ini lebih di fokuskan kepada masyarakat yang berusia sekolah SMP dan SMA, karena usia ini dianggap sebagai usia peralihan, yang pada saat – saat seperti itu biasanya seorang manusia mulai mencari kebenaran dalam hidupnya dan mulai menentukan mana yang benar juga sesuai dengan kepribadiannya.
B.
Rumusan Masalah
Melihat latar belakang yang telah dipaparkan diatas maka dapat dirumuskan beberapa masalah yang dihadapi adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana agar masyarakat lebih tahu tentang pemakaian Jilbab yang benar melalui kampanye JILBAB ITU INDAH dalam sebuah event ?
2. Bagaimana menentukan elemen – elemen pendukung event agar kampanye jilbab dapat diterima masyarakat?
C.
Tujuan Perancangan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah disampaikan di atas maka dapat dijadikan acuan dalam menentukan tujuan perancangan kampanye JILBAB ITU INDAH adalah sebagai berikut :
commit to user
4
2. Membuat media komunikasi visual pendukung event yang tepat agar kampanye jilbab dapat diterima oleh masyarakat dan event dapat berjalan sukses mencapai target audience.
D.
Target Visual
Direncanakan event kampanye jilbab ini menggunakan media – media pendukung sebagai berikut :
1. Above The Line
b. Stationary ( kop surat, amplop, undangan, cover proposal ) c. folder
d. Sapnduk
e. x-banner
f. merchandise ( gantungan kunci, stiker mobil, pin, pembatas buku)
commit to user
5
j. Tenda pameran
k. Eksterior panggung
E.
Target Audience dan Target Market
Target audience dan target market dalam perancangan kampanye “Jilbab Itu Indah” meliputi :
1. Target Primer
a. Segmentasi Geografis : Kawedanan Pedan b. Segmentasi Demografis
1) Jenis Kelamin : perempuan
2) Usia : 13 –19 tahun
3) Status Sosial : semua lapisan
4) Agama : islam
c. Segmentasi Psikografis : Pelajar yang belum memakai
Jilbab.
2. Target Sekunder
a. Segmentasi Geografis : Kabupaten Klaten b. Segmentasi Demografis
1) Jenis Kelamin : laki – laki dan perempuan
2) Usia : 19 tahun keatas
3) Status Sosial : semua lapisan
commit to user
6
commit to user
7
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.
Prinsip Jilbab
Akhir – akhir ini, perkara hijab atau jilbab banyak dipermasalahkan. Terjadilah polemik antara yang pro dan yang kontra, sampai – sampai ada pihak tertentu yang dengan gegabah menyelewengkan penafsiran ayat –ayat tentangnya.
Jilbab, sebenarnya tidak hanya tertuju kepada remaja dan pelajar – pelajar putri serta mahasiswa – mahasiswa saja, melainkan merupakan satu kewajiban umum atas wanita yang harus mereka laksanakan sejak masa baligh hingga masa tuanya. Dan juga Jilbab bukanlah suatu masalah kontroversial, sehingga wanita muslimah bebas mengenakannya atau tidak.
1. Masalah Hijab
Pokok pangkal perkara hijab sebenarnya bukan apakah sebaiknya wanita berhijab dalam pergaulannya dengan masyarakat, melainkan apakah laki – laki bebas mencari kelezatan dan kepuasan dalam memandang wanita. Dalam ajaran islam, hijab menanamkan suatu tradisi yang universal dan fundamental untuk mencabut akar – akar kemerosotan moral, dengan menutup pintu pergaulan bebas. Sungguh, sangat berbeda dengan peradaban barat yang mengutamakan kesenangan pada masa lajang dan memandang pernikahan sebagai penjara dan keterikatan.
commit to user
dan dominan. Sedang jiwa manusia ini betul – betul mudah goyah dan berubah. Sebagaimana manusia tidak pernah puas dengan harta dan kedudukan. Demikian juga mereka tidak pernah puas dengan kelezatan pemuasan hawa nafsu. Tak heran jika pergaulan bebas dan propaganda seksual di barat banyak melahirkan penderita – penderita penyakit jiwa dan penyakit seksual. ( Shahab Husein 2004:18-19)
Dengan pakaian islami ini, kaum wanita akan lebih terhormat dan terpandang. Mereka akan terjaga dari gangguan orang – orang usil dan amoral. Pakaian yang lengkap akan lebih mengesankan wanita yang mulia dan terhormat. Sebaliknya, wanita yang berpakaian terbuka, mengesankan panggilan kepada lawan jenisnya.
Tapi, dengan memakai hijab, tidak berarti wanita dilarang dan dibatasi aktifitas – aktifitas sosialnya. Bahkan Islam mewajibkan setiap muslim, baik pria maupun wanita, untuk menuntut ilmu, dan tidak berpangku tangan serta memencilkan diri di pojok rumah. Jelaslah hijab sama sekali bukan penyebab kebobrokan masyarakat. Yang benar adalah yang sebaliknya, kebobrokan masyarakat berakar dan tumbuh di dalam lingkungan pergaulan tanpa hijab.
commit to user
Sungguh jika demikian, wanita akan telah menyumbangkan saham terbesar bagi pembentukan masyarakat Islami. Jika sebuah masyarakat kaum wanitanya baik, maka baiklah bangunan masyarakat dan bangsa itu. (Syaikh Abdul Hamid Al Bilaly 2000:4)
2. Jilbab Sebagai Produk Ideologi
Jilbab memang produk gerakan islam. Kesadaran muslimah mengenakan jilbab mulai marak pada awal tahun 80-an, ketika dakwah semakin intensif dilakukan berbagai kalangan islam. Namun tahun 1980-an tercatat sebagai fenomena, karena pemakaian jilbab secara menyolok, terjadi di sekolah – sekolah dan kampus negeri yang cenderung divonis sekuler.
Pada era tahun 1980-90-an pemakaian jilbab masih mengalami hambatan yang menyebabkan para pemakainya ‘gerah’. Para jilbaber mesti memperjuangkan hak – hak mereka untuk menggunakan jilbab. Dengan perjuangan yang sangat berat, sejak tahun 1991 keluar SK No.100/C/KEP/D/1991. Pemakai jilbab pun bisa merasa lega, hingga sekarang sudah tidak ada pelarangan jilbab lagi di Indonesia. (Deasylawati 2007:35)
3. Jilbab Sebagai Produk Mode
commit to user
Jilbab pun beralih fungsi dari alat untuk menutupi aurat menjadi ajang pameran. Jilbab mereka memang menutupi rambut dan badan, namun kaidah melindunginya tidak tercakup.
Penyebab maraknya kerudung gaul, menurut Qonita Salsabila dalam bukunya Akhwat VS Cewek menuliskan sebagai berikut;
a. Televisi
Televisi membawa berbagai informasi dari dunia luar, seperti misalnya tayangan fashion dengan mode pakaian yang menarik perhatian tapi tidak sesuai syariat islam. Sudah merupakan sunatullah jika perempuan senang diperhatikan laki – laki dan juga laki- laki menikmati jika melihat aurat perempuan. Sehingga dengan tayangan fashion yang menyuguhkan berbagai rancangan pakaian atraktif, seakan memberi minyak pada api yang sedang berkobar.
b. Pengetahuan yang minim mengenai nilai – nilai islam
Sebagai muslimah sudah tentu harus menggunakan Qur’an dan Al-Hadits sebagai pegangan dalam menjalani hidup. Artinya muslimah harus terus mencari tahu tentang ajaran islam agar akhlaknya menjadi baik. Bagi muslimah yang awam nilai islami dan pengetahuannya hanya setengah – setengah, maka bombardier dari dunia luar akan mengikis habis akhlak seseorang.
commit to user
hari, jumlah jamaah masjid dan di pengajian – pengajian pasti lebih sedikit daripada penonton konser musik.
c. Perancang busana yang tidak paham prinsip islami
Meskipun kita sering melihat ada banyak sekali perancang busana muslim pada saat ini, namun model – model yang mereka keluarkan belum tentu sesuai dengan syariat yang sudah ada. Masalah ini dikarenakan perancang busana yang tidak paham tentang prinsip – prinsip berbusana dalam islam.
d. Usia remaja yang belum matang
Usia yang belum matang menyebabkan remaja masih labil jika menentukan sesuatu. Apa yang menjadi pegangan dan nilai dalam kehidupannya masih berubah – ubah.
4. Pakaian Wanita Menurut Ajaran Islam
commit to user
menutupi kepala dan muka, bila mereka hendak keluar rumah. Al-Hafiz dan Ibnu Hazm mengartikan jilbab sebagai pakaian yang menutupi seluruh tubuh ( kecuali yang diperbolehkan tampak), dan bukan sebagiannya.
Kita lihat, para ahli tafsir tidak sepakat dalam semua hal mengenai arti perkataan jilbab ini. Tapi yang pasti, mereka semua sepakat bahwa jilbab mempunyai arti pakaian yang longgar dan luas menutupi kepala dan dada. Perintah berjilbab ada dalam al-qur’an:
Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “ Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…
( QS.AN-NUR 24:31)
5. Tata Cara Berjilbab
Bagi perempuan muslim, memakai jilbab hukumnya wajib. Berjilbab bukan cuma sekedar memakai kerudung yang menutup kepala. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi sehingga fungsi jilbab dapat berjalan sebagaimana mestinya yaitu (Qonita Salsabila 2008:46) :
a. Pakaian menutup seluruh tubuh selain yang dikecualikan.
commit to user
bagi muslimah memperlihatkan perhiasaannya kecuali bagian yang boleh dibuka, yaitu muka dan kedua telapak tangan. Batas aurat seorang perempuan yang wajib ditutupi adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan sampai pergelangan telapak tangan.
b. Pakaian bukan untuk perhiasan kecantikan, tidak aneh, tidak menarik perhatian, dan tidak berbau wangi – wangian yang menyengat.
c. Tidak tipis dan tidak berbentuk sehingga menampakkan tubuh.
Dalam memilih pakaian seorang muslimah juga harus memperhatikan jika jenis kain dari pakaiannya tipis atau ketat.
d. Tidak menampakkan rambut dan leher walau hanya sedikit
Tubuh perempuan adalah sumber keindahan. Begitu juga dengan rambut dan lehernya. Rambut dan leher termasuk dari bagian perhiasan perempuan yang dapat menimbulkan fitnah dan hasrat bagi laki – laki yang melihatnya.
e. Tidak menyerupai pakaian laki – laki dan pakaian wanita yang tidak islami. Seorang muslim tidak boleh menyerupai orang – orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakaian khas mereka.
6. Persyaratan Lain Pakaian Wanita menurut Ajaran islam.
commit to user
“ termasuk golongan ahli neraka, wanita yang berpakaian tapi (sebenarnya) telanjang” (HR.Ahmad)
Maksudnya, meskipun pakaian sudah menutup aurat dan longgar, seperti diuraikan diatas, tetap saja fitnah yang sama akibat terbukannya aurat masih bisa timbul, jika beberapa persyaratan lainnya tidak dipenuhi sebagai berikut :
a. Tebal
Bahan pakaian wanita muslimah tidak boleh sedemikian tipis sehingga tidak menyembunyikan warna kulit yang ditutupinya.
b. Tidak mencolok dan menarik perhatian
Wanita muslimah dilarang berpakaian ala jahiliyah. Di dalamnya termasuk pula larangan untuk mengenakan pakaian yang mencolok atau menarik perhatian dengan tujuan memamerkan diri.
c. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
Persyaratan ini berdasar pada hadist – hadist dari rasulullah. Seorang wanita muslimah tidak boleh bertingkah laku dan berpakaian seperti laki – laki.
commit to user
B.
Tinjauan Desain Komunikasi Visual
1. Komunikasi
Istilah Komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata latin communication, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama makna. Akan tetapi, pengertian komunikasi yang dipaparkan di atas sifatnya dasariah, dalam arti kata bahwa komunikasi itu minimal harus mengandung kesamaan makna antara dua pihak yang terlibat. Dikatakan minimal karena kegiatan komunikasi tidak hanya informatif, yakni agar orang lain mengerti dan tahu, tetapi juga persuasif, yaitu agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan melakukan suatu perbuatan atau kegiatan, dan lain – lain. ( Prof. Drs. Onong Uchjana Efendy, M.A 1990:9)
Menurut Carl I. Hovland, komunikasi didefinisikan sebagai proses mengubah perilaku orang lain ( communication is the process to modify the
behavior of other individuals).
Menurut Harold Lasswell komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Dalam karyanya, The structure and Function of Communication in
Society, dia menunjukkan bahwa komunikasi meliputi unsur sebagai berikut:
1. Komunikator ( communicator, source, sender ) 2. Pesan ( message )
3. Media ( channel, media )
commit to user
a. Proses KomunikasiProses komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang ( komunikator ) kepada orang lain ( komunikan) pikiran bisa merupakan gagasan, informasi, opini dan lain – lain yang muncul dari benaknya. Komunikasi akan berhasil apabila pikiran disampaikan dengan menggunakan perasaan yang disadari; sebaliknya kemunikasi akan gagal jika sewaktu menyampaikan pikiran, perasaan tidak tekontrol.
Dalam bukunya Ilmu komunikasi teori dan praktek, Prof Drs. Onong Uchjana Efendy,MA menulis proses komunikasi terbagi menjadi dua tahap, yakni secara primer dan secara sekunder.
1) Proses komunikasi secara primer
Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Lambang dalam media komunikasi primer adalah bahasa, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya yang secara langsung mampu “menterjemahkan” pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan.
Media primer yang sering banyak digunakan dalam komunikasi adalah bahasa. Akan tetapi, tidak semua orang pandai mencari kata – kata yang tepat dan lengkap yang dapat mencerminkan pikiran dan perasaan yang sesungguhnya. Selain itu, sebuah perkataan belum tentu mengandung makna yang sama bagi semua orang.
commit to user
denotatif adalah yang mengandung arti sebagaimana tercantum dalam kamus (dictionary meaning) dan diterima secara umum oleh kebanyakan orang dengan bahasa dan kebudayaan yang sama. Perkataan dalam pengertian konotatif adalah yang mengandung pengertian emosional atau mengandung penilaian tertentu ( emotional
or evaluative meaning).
2) Proses komunikasi secara sekunder
Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Seorang komunikator menggunakan media kedua dalam melancarkan komunikasinya karena komunikan sebagai sasarannya berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. Seperti contohnya komunikasi menggunakan surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film dan banyak lagi.
Peranan media menjadi penting dalam proses komunikasi, karena dinilai lebih efisien dalam mencapai komunikan, walaupun dalam jumlah yang amat banyak. Seperti menggunakan media surat kabar, radio dan televisi, dengan menyiarkan sebuah pesan satu kali saja, sudah dapat tersebar luas kepada khalayak yang begitu banyak jumlahnya.
commit to user
contohnya radio, televisi, surat kabar memiliki ciri massif (massive) atau massal yakni tertuju kepada sejumlah orang yang relatif banyak. Sedangkan media nirmassa atau media non massa ditujukan kepada sejumlah orang yang relatif sedikit. Sebagai contohnya media nirmassa atau media non massa yaitu surat, poster, telegram, spanduk, bulletin, papan pengumuman.
Model proses komunikasi yang ditampilkan oleh Philip Kotler dalam bukunya, Marketing Management, berdasarkan paradigma Harold Lasswell, terdapat unsur – unsur dalam proses komunikasi
Penegasan tentang unsur – unsur dalam proses komunikasi itu adalah sebagai berikut :
a) Sender : Komunikator yang menyampaikan pesan kepada seseorang
atau sejumlah orang.
b) Encoding : Penyandian, yakni proses pengalihan pikiran ke dalam
bentuk lambang.
c) Message : pesan yang merupakan seperangkat lambang bermakna
yang di sampaikan oleh komunikator.
d) Media : saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari
komunikator kepada komunikan.
e) Decoding : pengawasandian, yaitu proses dimana komunikan
menetapkan makna pada lambang yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.
commit to user
g) Response : Tanggapan, seperangkat reaksi pada komunikan setelah
diterpa pesan.
h) Feedback : Umpan balik, yakni tanggapan komunikan apabila
tersampaikan atau disampaikan kepada komunikator.
i) Noise : Gangguan tak terencana yang terjadi dalam proses
komunikasi sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh komunikan yang berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.
Sender Encoding Message Decoding Receiver
Media
Noise
Feedback Response
Bagan.1
b. Komunikasi Persuasif
commit to user
Sedangkan R. Pace, Brend D. Peterson dan M Dallas Burnett mengartikan komunikasi persuasif adalah secara umum merupakan tindakan komunikasi yang bertujuan untuk menciptakan khalayak mengadopsi pandangan komunikator tentang suatu hal atau melakukan suatu tindakan.
Penyampaian persuasif lebih efektif dan efisien adalah melalui komunikasi tatap muka karena kerangka acuan (frame of reference) komunikan dapat diketahui oleh komunikator, sedangkan dalam proses komunikasinya, komunikator mengetahui tanggapan atau reaksi komunikan secara langsung. Agar komunikasi berhasil maka diperlukan suatu strategi komunikasi dengan memperhatikan komponen – komponen dan factor pendukung dan penghambat dalam setiap komponen tersebut, yakni :
1) Mengenali Sasaran Komunikasi
Sebelum kita melancarkan komunikasi, kita perlu mempelajari siapa – siapa yang akan menjadi sasaran komunikasi kita itu. Sudah tentu ini bergantung pada tujuan komunikasi. Apakah dengan metode informatis atau metode persuasif. Apapun tujuannya, metodenya dan banyaknya sasaran komunikasi perlu diperhatikan faktor – faktor berikut :
a) Faktor Kerangka Referensi
Komunikasi akan berhasil apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan kerangka acuannya, yakni perpaduan pengalaman dan pengertian yang pernah diperoleh komunikan. ( Oong Uchjana, 2000:13)
commit to user
status sosial, dan sebagainya. Kerangka referensi seseorang akan berbeda dengan orang lain. Makin beragam individu dalam sebuah kelompok, makin sukar mencari kerangka referensinya.
b) Faktor Situasi dan Kondisi
Yang dimaksudkan dengan situasi di sini ialah situasi komunikasi pada saat komunikan akan menerima pesan yang kita sampaikan. Situasi yang bisa menghambat jalannya komunikasi dapat diduga sebelumnya, dapat juga datang tiba – tiba pada saat komunikasi dilancarkan. Contohnya mengadakan rapat dengan para karyawan pada waktu gajian atau berpidato dalam suatu malam kesenian pada saat hadirin mengharapkan hiburan segera dimulai. Yang pertama dapat dihindarkan dengan menangguhkan atau memajukan harinya, sedangkan yang kedua dengan memberikan pidato yang singkat tetapi padat. Yang dimaksud dengan kondisi disini ialah state of
personality komunikan, yaitu keadaan fisik dan psikis komunikan
pada saat ia menerima pesan komunikasi. Disini faktor empati sangatlah penting.
2) Pemilihan Media Komunikasi
commit to user
untuk mengindera hal – hal lain, pesan melalui media audio – visual dapat ditangkap secara lengkap, dapat dilihat dan didengarkan.
3)Pengkajian Tujuan Pesan Komunikasi
Pesan komunikasi (message) mempunyai tujuan tertentu. Ini menentukan teknik yang harus diambil, apakah itu teknik informasi, teknik persuasi, atau teknik instruksi. Seperti telah disinggung di muka, apapun tekniknya, pertama – tama komunikasi harus mengerti pesan komunikasi itu.
4). Peranan Komunikator Dalam Komunikasi
Ada beberapa faktor pada diri komunikator pada saat melakukan komunikasi yaitu :
a). Daya tarik sumber
Seorang komunikator akan berhasil dalam komunikasi, akan mampu mengubah sikap, opini dan perilaku komunikan melalui mekanisme daya tarik jika pihak komunikan merasa bahwa komunikator ikut serta dengannya. Dengan lain perkataan, komunikan merasa ada kesamaan antara komunikator dengannya sehingga komunikan bersedia taat pada isi pesan yang dilancarkan oleh komunikator.
b). Kredibilitas sumber
Faktor Kedua yang bisa menyebabkan komunikasi berhasil ialah kepercayaan komunikan pada komunikator. Kepercayaan ini banyak bersangkutan dengan profesi atau keahlian yang dimiliki seorang komunikator.
commit to user
kemampuan seseorang untuk memproyeksikan dirinya kepada peranan orang lain. Dengan kata lain, dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
2. Desain Grafis
Design atau desain, rancangan, merupakan “usaha deskripsi gagasan mengenai bentuk rupa, ukuran warna dan ukuran tata letak beserta unsur – unsurnya yang membentuk wajah suatu benda”. Dalam pengertian lain, desain merupakan “elemen visual yang dikembangkan dengan dalih tertentu dan diolah sesuai dengan pengiklanan dan pengemasan” ( Kamus Istilah Periklanan Indonesia 1996:52)
Desain Grafis dapat didefinisikan sebagai aplikasi dari ketrampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri ( yang biasa di sebut seni komersial). Menurut Adi Kusrianto, Istilah seni grafis yaitu seni gambar dalam dua dimensi pada umumnya mencakup beberapa bentuk kegiatan, seperti menggambar, melukis, dan fotografi. Secara spesifik, cakupan tadi terbatas pada karya yang dicetak atau karya yang dibuat untuk diperbanyak melalui proses cetak.
Elemen – elemen dasar grafis dua dimensi terdiri dari garis, bentuk, warna, kontras nilai, tekstur, dan format. (M.Suyanto 2004:37)
a.Garis
Garis di definisikan sebagai titik-titik yang bergerak. Garis juga disebut sebagai jalur terbuka. Garis dikategorikan berdasarkan tipe,arah dan kualitasnya.
commit to user
Tipe garis atau atribut garis merujuk pada gerakan garis dari awal hingga akhir. Tipe garis ini dapat berupa garis lurus, lengkung, atau siku – siku.
2) Arah garis
Arah garis menggambarkan hubungan antargaris terhadap halaman. Arah garis ini dibedakan menjadi tiga, yaitu garis horizontal, garis vertical, dan garis diagonal.
3) Kualitas garis
Kualitas garis merujuk pada bagaimana garis itu digambar. Kualitas garis dapat diserupakan dengan kualitas suara atau kualitas musik. Menilai kualitas garis lebih banyak menggunakan perasaan. Mungkin kualitas garis itu dapat berupa garis yang takut – takut atau tegas, halus atau patah – patah, tebal atau tipis, tetap atau berubah – ubah.
b. Bentuk
Bentuk merupakan gambaran umum sesuatu atau formasi yang tertutup atau jalur yang tertutup. Bentuk dapat dilukiskan melalui garis dan warna.
c. Warna
Elemen grafik yang sangat kuat dan provokatif adalah warna. Multimedia yang dirancang sesuai dengan warna yang disukai pasar akan memberikan keunggulan bersaing dalam periklanan.
commit to user
Nilai digunakan untuk mengganbarkan rentang kecerahan dan kegelapan sebuah elemen visual. Sebuah iklan membutuhkan kontras nilai untuk membaca kata atau tulisan pada suatu layar multimedia.
e. Tekstur
Tekstur merupakan kualitas permukaan atau kualitas papan atau kertas atau halaman elektronik. Di dalam seni tekstur dikategorikan menjadi dua, yaitu teksture tactile dan tekstur visual. Tekstur tactile adalah nyata, kita dapat merasakan permukaannya tersebut dengan jari kita. Sedangkan tekstur visual adalah ilusi, tekstur tersebut memberikan impresi yang sederhana dari tekstur yang nyata.
f. Format
Elemen – elemen grafis yang terdiri dari berbagai macam tersebut dapat meningkatkan kemampuannya menarik perhatian jika ada sedikit penataan ulang yang disebut format. Format terdiri dari ukuran dan ilustrasi. Iklan untuk ukuran besar menarik lebih banyak perhatian daripada iklan yang berukuran kecil. Ilustrasi terdiri dari ilustrasi gambar bermakna, ilustrasi hubungan tanda dan ilustrasi symbol.
Prinsip dasar desain yang digunakan untuk menciptakan sebuah desain adalah sebagai berikut :
1) Keseimbangan ( balance)
commit to user
dengan unsur – unsur rupa ( Adi Kusrianto, 2007). Ada tiga jenis keseimbangan dalam desain :
a) Keseimbangan simetris
Keseimbangan ini dicapai dengan membalikkan bentuk dengan batas poros tertentu, seperti manusia, hewan, kapal terbang, mobil dan lain sebagainya. Komponen desain seakan dicerminkan pada garis sumbu khayal. Keseimbangan ini memiliki kesan statis, agung, formal, tenang, tradisional atau kuno bahkan terkadang terkesan membosankan.
b) Keseimbangan asimetris
Keseimbangan ini terwujud dengan pengaturan bentuk yang berbeda besar, warna, beratnya dalam kedudukan yang berlawanan. Keseimbangan ini terkesan dinamis, riang, modern, informal, menraik dan berani.
c) Keseimbangan radial
Dalam keseimbangan ini arah perhatian terarah pada bagian tengah, kesan yang ditampilkan seperti ada pancaran dari tengah lingkaran, mudah ditangkap mata karena seakan diarahkan focus ke titik pusat lingkaran. 2) Irama (rhythm)
commit to user
a) Reguler, yakni pengulangan komponen grafis dengan jarak dan bentuk yang sama. Biasa dipakai dalam desain border atau bingkai, ubin lantai, kertas dan motif fashion.
b) Mengalir (flowing) adalah pengulangan bentuk seakan menciptakan kesan bergerak, dinamis, dan mengalir. Pengulangan ini biasa digunakan untuk animasi.
c) Progresif/Gradual adalah pengulangan yang terdapat peralihan antar stepnya, sehingga menimbulkan kesan berproses sedikit demi sedikit. Dalam animasi disebut morphing. Sebagai contoh gambar kotak berubah menjadi lingkaran secara bertahap, gradasi warna dan lainnya.
3) Proporsi dan skala
Proporsi atau sering disebut perbandingan adalah suatu acuan yang digunakan merancang, meliputi masalah jangka – pendek, besar – kecil, berat – ringan untuk mencapai suatu kesatuan bentuk yang utuh.
4)Fokus (pusat perhatian)
Merupakan suatu pandangan yang terarahkan kepada sesuatu titik yang terpusat, focus tidak selamanya berada di tengah. Ada beberapa jenis fokus atau pusat perhatian dalam pembuatan suatu desain;
a) Hirarki
Tidak semua komponen grafis sama pentingnya, audien harus fokuskan atau arahkan pada satu titik. Ada beberapa tahap fokus, mulai dari yang terpenting (dominant), pendukung (sub-dominant) dan pelengkap (
sub-ordinant).
commit to user
(2) Sub-dominant adalah objek yang mendukung penampilan dari objek
dominant.
(3) Sub-ordinant adalah objek yang kurang menonjol bahkan tertindih oleh
dominant dan sub dominant, sebagai contohnya adalah background. b) Kontras
Kontras adalah penekanan karena adanya perbedaan atau konflik pada komponen desain. Sebagai contohnya kontras warna hitam dan warna putih, kontras garis tebal dan tipis, kontras huruf yang berukuran besar dan kecil.
5)Kesatuan (unity)
Kesatuan/ Unity, yaitu keutuhan suatu komposisi yang terdiri dari berbagai unsur yang berbeda. Kesatuan dalam komposisi merupakan hal yang penting dalam desain, tidak ada unsure yang tidak berguna, tidak ada unsur yang saling mengganggu, tidak kurang dan tidak lebih, saling melengkapi, tidak cacat dan sempurna.
Semua bagian suatu komposisi desain harus menyatu guna membentuk keseluruhan desain. Kesatuan bagian komposisi ini dapat dikacaukan oleh suatu btasan yang menganggu, terlalu banyak jenis huruf yang berbeda dan berlawanan, warna yang didistribusikan berlawanan dengan sembarangan, unsur– unsur yang kurang proporsional, atau komposisi yang semarak dengan bagian – bagian yang membingungkan. Untuk mendapatkan desain yang utuh, bisa dipakai pendekatan prinsip – prinsip sebagai berikut : (Hendi Hendratman 2006:37)
commit to user
Objek – objek saling didekatkan sehingga membentuk sebuah kesatuan, yang dapat menjadi daya tarik bagi orang yang melihatnya.
b)Kesinambungan (continuity)
Dengan gambar yang berkesinambungan, dan terarah, mata audien akan bisa diarahkan pada objek tertentu. Dengan perspektif dan garis Bantu yang akan membantu untuk mengarahkan mata menuju objek lain.
c)Kesamaan (sismilarity) dan Konsiten (consistency)
Objek dengan bentuk, ukuran, proporsi warna yang sama cenderung terlihat sebagai sebuah kesatuan.
d)Perataan (alignment)
Seperti dalam tulisan dalam mengetik, sebuah desain juga bisa dibuat dengan rata kanan, rata kiri, atau rata tengah (center). Hal ini akan memberi kesan desain yang rapi dan mudah dibaca.
commit to user
C.
Kampanye
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kampanye merupakan tindakan serentak untuk melawan atau mengadakan aksi. Kampanye sosial merupakan kampanye yang bersifat menginformasikan hal – hal sosial yang ada dalam masyarakat. Kampanye juga dapat diartikan proses mengkomunikasikan gagasan, ide, dan pesan sebagai suatu usaha untuk menarik simpati orang terhadap suatu ide atau gagasan yang bersifat kemasyarakatan dalam bentuk gerakan atau tindakan bersama yang dilakukan dengan serentak, agar dapat mempengaruhi sasaran sehingga melakukan tindakan sesuai dengan apa yang diterjemahkan komunikator (penyampai pesan).
Dalam pelaksanaannya kampanye banyak melibatkan perusahaan, pers, LSM ( Lembaga Swadaya Masyarakat ) dan media komunikasi audio maupun audiovisual. Karena kampanye yang dilakukan pada permasalahannya adalah mengkomunikasikan informasi serta gagasan yang ditujukan pada khalayak secara serempak atau besar – besaran.
Desain Komunikasi Visual dalam kaitannya sebagai sarana pendukung fungsional adalah sebagai alat Bantu promosi atau kampanye yang bersifat sosial.
Kampanye dilakukan untuk mengangkat suatu tema yang berhubungan dengan kepentingan umum, oleh sebab itu dalam suatu kampanye harus memenuhi unsur – unsur pokok kampanye, yaitu :
1. Tujuan
Apa yang hendak diraih dengan dilaksanakannya kampanye sehingga dapat menyampaikan suatu pesan dengan tepat bagi audiens.
commit to user
Jangka waktu proses kampanye untuk mencapai tujuan harus ditetapkan dan diprediksikan secara matang.
3. Strategi Kreatif
Gagasan – gagasan kreatif yang paling efektif dan efisien dipersiapkan secara maksimal sebelum dipromosikan dalam masyarakat.
Tujuan kampanye sebagai efek dari proses komunikasi dapat dijabarkan sebagai berikut :
a. Menumbuhkan persepsi pelanggan terhadap suatu kebutuhan (category
need).
b. Memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang suatu produk kepada konsumen ( brand awareness).
c. Mendorong pemilihan terhadap suatu produk ( brand attitude).
d. Membujuk pelanggan untuk membeli suatu produk ( brand purchase
intention ).
e. Mengimbangi kelemahan unsur bauran pemasaran lain (purchase
facilitation).
f. Menanamkan citra produk dan perusahaan.
D. Event
commit to user
launching produk, seminar, pesta perkawinan. Ulang tahun, pameran, pelantikan,
event olahraga dan sebagainya. Semua event pada dasarnya mengacu pada
kegiatan : Entertainment, Exhibition dan Education. Sebuah event harus mampu menghibur, memamerkan, dan memiliki unsur mendidik. Semua unsur tersebut memang selayaknya ada dalam sebuah event, karena disitulah event dapat memiliki dan memberikan nilai lebih. (Ibnu Novel Hafidz 2007 : 36)
1. Entertaiment
Sebuah event harus dapat menghibur setiap target audience-nya. Event yang memfokuskan diri untuk menghibur penontonnya akan menonjolkan diri untuk lebih memanjakan penonton. Membuat mereka senyaman mungkin dan menikmati setiap acara adalah tugas utama disini. Event yang bersifat
entertainment harus bisa membawa emosi setiap penonton. Jenis event
entertainment seperti : pagelaran musik, kesenian, pertandingan olahraga.
2. Exhibition
Semua event memerlukan sisi – sisi yang memamerkan. Event yang menonjolkan sisi – sisi exhibition yaitu pameran promosi, pameran otomotif, pameran dagang, dan lainnya. Event – event tersebut lebih cenderung memiliki keuntungan yang sangat besar, karena bekerja sama dengan lebih banyak pihak dalam perdagangan.
3. Education
commit to user
commit to user
34
BAB III
IDENTIFIKASI DATA
A.
Objek Perancangan
1. Macam – macam jilbab
Yang sudah ada saat ini dimasyarakat jilbab dikenal dari berbagai macam model, bahan, dan warna. Secara umum jilbab terdiri dari beberapa komponen pakaian. Yaitu atasan, berupa baju lengan panjang, Bawahan, beruapa celana atau rok, dan memakai penutup kepala berupa kerudung.
Jilbab yang kebanyakan dipakai masyarakat sekarang ini dapat kita kategorikan menjadi 2, yaitu jilbab gaul dan jilbab yang baik dalam pemakaiannya.
a.Jilbab gaul
Dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang jilbab, banyak yang salah mempresepsikan mengenai pemakaian jilbab. Orang awam biasanya berpendapat asal menutup seluruh tubuh, itu sudah bisa dikatakan memakai jilbab. Padahal menutup yang seperti apa, tidak begitu diperhatikan. Entah itu benar – benar tertutup dengan kain longgar, atau tertutup tetapi masih menonjolkan lekuk – lekuk tubuh.
commit to user
35
tidak menutup leher dan cenderung banyak variasinya. Berikut ini adalah ilustrasi dari jilbab gaul.
Gambar 1 b.Jilbab yang baik
commit to user
36
Gambar 2 c.Jilbab menurut Husein Shahab
Menurut Husein Shahab dalam bukunya Jilbab Menurut Al – Qur’an dan As-Sunnah, pemakaian jilbab lebih longgar dan lebih panjang. Secara verbal dalam buku itu disampaikan jilbab yang benar adalah yang menutup seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan muka, kainnya longgar, juga tidak mencolok. Ilustrasi dalam buku itu adalah sebagai berikut
Gambar 3
Masalah model pakaian tentu menjadi persoalan tersendiri, selain itu juga lebih kompleks. Tergantung kita yang memakai jilbab, menentukan pilihan haruslah lebih bijaksana dengan dilandasi ilmu.
commit to user
37
tetapi jika kita mengerti maksud dan tujuan memakai jilbab, akan lebih berarti dan tidak akan sia – sia terhadap keputusan kita untuk mengenakan jilbab. Karena itu ada baiknya jika kita terus mencari ilmu untuk mengkaji segala sesuatu di sekitar kita.
2. Maksud dan Tujuan Kampanye Jilbab
Pada kampanye jilbab yang mengambil tema ‘Jilbab Itu Indah’ ini, hanya sebatas pengenalan kepada masyarakat islam, remaja putri khususnya, tentang jilbab berikut pemakaiannya. Meskipun ada kajian tentang jilbab secara lebih mendetail, namun karena Indonesia adalah negara demokrasi, semuanya dikembalikan kepada pribadi masing – masing.
a. Maksud
Maksud dari kampanye jilbab adalah mengajak kepada remaja putri untuk menutup aurat mereka dengan mengenakan jilbab.
b. Tujuan
1) Mengenalkan jilbab.
2) Memberikan informasi tentang pemakaian jilbab yang benar. 3) Menambah pengetahuan para remaja putri tentang jilbab.
4) Dapat difungsikan untuk mengenalkan sebuah organisasi remaja islam putri.
5) Mensyiarkan agama islam.
commit to user
38
c. Sasaran
1) Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang jilbab. 2) Terwujudnya masyarakat yang muslimah.
3) Meningkatkan perekonomian mikro islam.
3. Statistik target audience
Pedan adalah sebuah wilayah kecamatan yang sedang bertumbuh. Posisinya yang jauh dari kota kabupaten, membuat wilayah ini lebih mandiri dalam mencukupi fasilitas infra struktur kota. Dengan luas wilayah 189.069 ha dan jumlah penduduk mencapai 48.759 ribu jiwa, dapat dikatakan wilayah ini merupakan daerah yang padat penduduk.
Sebagian besar masyarakat pedan bermata pencaharian sebagai pedagang. Dengan prosentase 61% ditahun 2008, menurut data statistik kecamatan. Dengan adanya sebuah pasar yang menghubungkan beberapa kecamatan dan kota, perekonomian disini sangat cepat berkembang. Banyak pedagang, pengusaha, investor yang datang dari daerah lain yang ikut andil dalam perputaran uang.
Selebihnya mata pencahariannya adalah 13,5% petani, 12,47% buruh, 10% peternak, 1% pengrajin, selebihnya adalah PNS, ABRI dan Pensiunan.
commit to user
39
Sedangkan untuk SMA yaitu SMK N 1, SMK PGRI, STM KRISTEN dan SMA Muhammadiyah.
Target audience dalam kampanye jilbab ini diperuntukkan murid yang beragama islam. Sesuai dengan data yang ada disekolah – sekolah yang disurvei penulis, terdapat total murid SMP dan SMA (kecuali STM KRISTEN) sekitar 3.726 orang dengan 90% mayoritas beragama islam. Jadi dapat disimpulkan target
primer secara statistik kurang lebih sekitar 3.443 orang.
Sedangkan target sekunder dalam kampanye ini adalah untuk orang – orang umum masyarakat pedan dan sekitarnya yang beragama islam, berusia 13 - 80 tahun. Data statistik dari kecamatan yang diperoleh yaitu sekitar 32.914 jiwa
4. Analisa data kuesioner
Untuk memperkuat data – data seputar anak –anak SMP dan SMA yang mengenakan jilbab, juga untuk mengetahui keinginan, alasan, pendapat mereka mengenai kampanye ini, maka dilakukan riset dengan menggunakan kuesioner.
Penyebaran kuesioner dibagikan kepada anak SMP dan SMA di kecamatan pedan disekolah masing – masing. Jumlah responden adalah 130 responden dengan perincian sebagai berikut :
Laki – laki : 36 orang Perempuan : 94 orang
Pertanyaan untuk siswi (perempuan) 1.Berapa teman cewek kamu ?
commit to user
40
b.10-50 : 19,83 % c.50-100 : 13,79 % d.Lebih dari 100 : 62,93 %
2.Secara fisik, kamu lebih suka dirimu yang seperti apa ? a.Modis : 12,07 %
b.Seksi : 1,72 % c.Biasa : 75,86 % d.Tertutup : 10,35 %
3.Menurutmu jilbab itu wajib atau sunah ? a.Sunah : 26,72 %
b.Wajib : 66,38 % c.Tidak tau : 6,9 %
4.Apakah saat ini kamu sudah berjilbab ? a.Sudah : 8,85 %
b.Belum : 91,15 %
5.Bagi yang sudah berjilbab apa yang melatar belakangimu berjilbab ? a.Sudah tau hukumnya : 100 %
b.Disuruh orang tua : 0 % c.Ikut – ikutan teman : 0 %
6.Jika belum, apa yang menghalangimu berjilbab ? a.Tidak wajib : 1,37 %
commit to user
41
c.Belum dapat hidayah : 41,2 % d.Belum Siap : 17,75 % e.Belum yakin : 17,75 % Pertanyaan untuk siswa ( laki –laki ) 1.Berapa temanmu yang cewek ?
a.Kurang dari 10 : 19,6 % b.10 – 50 : 52,9 % c.50 – 100 : 17,6 % d.Lebih dari 100 : 9,9 %
2.Kamu lebih suka cewek yang seperti apa ? a.Modis : 3,7 %
b.Seksi : 22,6 % c.Biasa : 47,2 % d.Tertutup : 26,5 %
3.Jika kamu punya saudara cewek, apakah kamu akan melindunginya dari cowok – cowok yang lain ?
a.Iya : 58,8 %
b.Kalau pas diganggu : 37,2 % c.Enggak, ngapain ngatur – ngatur orang : 2 % d.Bukan urusanku : 2 % Pertanyaan untuk siswa dan siswi
commit to user
42
a.Peduli : 71,7 %
b.Tidak begitu peduli : 24,7 % c.Terserah mereka mau seperti apa : 3,6 % 2. Bagaimana pendapatmu tentang wanita berjilbab ?
a.Bagus : 85,3 % b.Biasa saja : 14,7 % c.Jelek : 0 %
3. Wanita muslim itu apakah harus berjilbab ? a.Harus : 72 %
b.Tidak wajib : 26,2 % c.Tidak perlu : 1,8 %
4. Seberapa banyak kamu tau tentang kampanye berjilbab ? a.Tidak tahu : 34,7 %
b.Sedikit : 50,9 % c.Sekedar tahu : 13,2 % d.Tahu banyak : 1,2 %
5. Apakah kamu setuju kampanye jilbab diadakan di daerahmu ? a.Ya : 78,5 %
b.Tidak : 21,5 % 6. Manakah yang lebih menarik ?
commit to user
43
c.Poster : 9,3 % 7. Tempat favoritmu disekolah ?
commit to user
44
d.Lainnya : 5,1 % Kesimpulan kuesioner
Penelitian mengenai perilaku dan respon konsumen yang dilakukan di beberapa SMP dan SMA di kecamatan Pedan terhadap 130 orang responden mengemukakan fakta bahwa :
1. Lebih dari setengah responden siswi perempuan memiliki teman perempuan lebih dari 100 orang lebih, sedangkan siswa laki – laki cenderung kurang dari 50 orang teman perempuan.
2. Siswi perempuan lebih suka dirinya yang biasa saja, lebih dari 75 % responden menjawab sama, 12,07 % perempuan suka terlihat dirinya modis, 10,35 % tertutup dan sisanya dengan prosentase yang sangat kecil, perempuan yang suka dirinya terlihat seksi.
3. Sedangkan siswa laki – laki juga lebih suka perempuan yang biasanya namun dengan prosentase yang lebih kecil yaitu 47,2 % (kurang dari setengah responden) 26,5 % lebih suka perempuan yang tertutup 22,6 % lebih suka perempuan yang seksi dan 3,7 % lebih suka perempuan yang selalu mengikuti model.
4. Menurut siswi perempuan dari 94 responden, 66,38 % sudah tahu kalu jilbab itu hukumnya wajib, sedangkan 26,72 % menjawab sudah dan sisanya menjawab tidak tahu dengan prosentase 6,9 %.
commit to user
45
hukumnya. Sedangkan 91,15 % sisanya adalah mereka yang belum memakai jilbab atau memakai jilbab jika disekolah saja.
6. Para siswi yang belum mengenakan jilbab ketika ditanyai apa yang menghalangi mereka untuk berjilbab, 41,2 % siswi menjawab belum mendapat hidayah, 21,92 % menjawab masih ingin bebas, 17,75 % menjawab belum siap, 17,75 % hatinya belum yakin, dan 1,37 % menjawab memakai jilbab itu tidak wajib.
7. 130 responden sebagian besar masih peduli dengan perempuan, dengan prosentase sebanyak 71,7 % sedangkan 24,7 % lainnya tidak begitu peduli, dan 3,6 % menjawab tidak peduli.
8. 85,3 % responden mengatakan bahwa perempuan yang berjilbab itu rata – rata bagus, 14,7 % menjawab biasa saja.
9. 72 % dari responden sepakat bahwa wanita muslim itu harus berjilbab. 26,2 % mengatakan tidak wajib dan 1,8 % mengatakan tidak perlu berjilbab. 10. dari 130 responden 50,9 % hanya tahu sedikit tentang kampanye berjilbab,
34,7 % tidak tahu mengenai kampanye ini.
11. Respon responden terhadap penyelanggaraan kampanye ini cukup bagus, dengan prosentase yang cukup tinggi untuk jawaban setuju yaitu 78,5 % sedangkan yang tidak setuju 21,5 %.
commit to user
46
13. Tempat yang paling dikunjungi pelajar SMP dan SMA di sekolah setelah kelas adalah kantin (38 %) kemudian tempat sepeda (6,6%) dan papan pengumuman hanya 1,8% responden yang menjawabnya.
14. Warna yang disuka rata – rata oleh siswa SMP dan SMP adalah Biru (26,2%), Hitam dan Putih (17%) Pink (10,5%), Hijau (8,7%) merah (8,3%), Ungu (7,9), Kuning (2,6%), dan sisanya adalah warna lain.
15. Pertunjukkan yang paling menarik bagi siswa SMP dan SMA adalah konser musik (73,4%) kemudian pameran (16,4%) dan sisanya adalah seminar dan pertunjukkan lainnya.
B.
Studi Komparasi
Kampanye jilbab sejenis juga dilakukan oleh sebuah organisasi kampus di universitas – universitas di Indonesia salah satunya adalah kampanye jilbab yang dilakukan nisa, yang bermarkas di masjid Nurul Huda, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
1. Kampanye Jilbab Nisa’
commit to user
47
Salah satu kegiatan nisa’ adalah adanya program kampanye jilbab yang saat ini dilaksanakan di seluruh fakultas di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pelaksanaannya di mulai pada bulan oktober sampai sekarang.
Mereka menyuarakan jilbab agar pemakainya meningkat di lingkungan Universitas Sebelas Maret. Sehingga tercipta lingkungan islami yang beradab dalam berpakaian. Kampanye ini ditujukan untuk mahasiswi yang belum berjilbab, agar mau menutup aurat mereka. Meskipun mereka juga ingin meng-kampanyekan pemakaian jilbab yang benar, namun dalam pelaksanaannya mereka belum menyertakan informasi tersebut, karena dinilai masih kurang pas jika langsung menginformasikan pemakaian jilbab yang benar.
Kegiatan kampanye ini dilakukan dengan beberapa cara. Diantaranya pemasangan spanduk kampanye pemakaian jilbab yang tersebar di setiap fakultas. Kemudian proses evaluasi yang terkoordinir oleh SKI di masing – masing fakultas, dengan menyensus mahasiswi yang sudah dan belum memakai jilbab dikalangan kampus. Untuk selanjutnya dihitung pula jumlah penambahan mahasiswi yang memakai jilbab setelah kampanye jilbab diadakan. Di dalam kampanye ini juga disediakan pin penghargaan bagi mereka yang sudah memutuskan untuk memakai jilbab setelah kampanye berlangsung. Selain itu mereka juga melakukan pengumpulan jilbab massal. Yaitu berupa jilbab pantas pakai yang bisa diberikan bagi mereka yang kurang mampu membeli jilbab.
commit to user
48
publikasi dan kegiatan yang diadakan untuk menarik simpati, kampanye jilbab yang sudah dilakukan cenderung masih terkesan tertutup.
C.
Analisis SWOT (Streght, Weakness, Opportunity & Threat)
Setelah melakukan pengamatan langsung terhadap target audience serta input informasi dari lembaga – lembaga yang terkait tentang kampanye jilbab, maka dapat disusun analisis SWOT adalah sebagai berikut :
SWOT Kampanye ‘Jilbab Itu Indah’ Kampanye Jilbab Nisa’
Strenght - Banyaknya target audience usia
SMP dan SMA yang tertarik dengan kampanye jilbab juga mereka ingin tahu lebih banyak mengenai informasi jilbab dan usia – usia tersebut adalah usia perkembangan dimana seorang anak lebih cepat menyerap sesuatu daripada usia dewasa.
-Masyarakat daerah Pedan rata – rata tertarik dengan acara event terbuka.
- Perkembangan ekonomi daerah Pedan yang baik membuat acara ini dapat terselenggara dengan baik.
-Memiliki lembaga atau organisasi yang mau menangani proses pelaksanaan kampanye ini dengan sangat terkoordinir. Karena dalam organisasi tersebut memiliki banyak personil mahasiswa yang rata – rata memiliki lebih banyak waktu luang.
-Memiliki dukungan dari kampus sehingga jika ada kegiatan dengan mudah mencari dukungan dana untuk pelaksanaan program.
Weakness Belum pernah dilakukan sehingga
untuk penggarapan pertama kali belum ada referensi dari pihak lain.
-Belum bisa mem-publikasikan
commit to user
49
-Target audience yang membidik kalangan mahasiswa, kurang luas cakupannya. Karena mahasiswa biasanya tidak beditu peduli dengan hal – hal seperti itu. Mereka lebih cenderung memikirkan diri sendiri.
Opportunity Dengan mengemas kampanye jilbab
secara lebih menarik dan edukatif, masyarakat akan melihat keberadaan kampanye ini begitu pula dengan penyelenggaranya.
Terwujudnya nisa’ sebagai organisasi mahasiswi islam yang mendapat tempat dimata seluruh akademia.
Threat Kampanye jilbab yang mengusung
tema ‘jilbab itu cantik’ ini, didalamnya terdapat penjabaran mengenai cara pemakaian jilbab yang benar. Jika tidak hati – hati dalam menginformasikan hal yang dimaksud, bisa jadi orang awam akan berfikiran diarahkan kepada kelompok tertentu, mengingat islam terdiri dari berbagai macam kelompok yang berbeda – beda.
commit to user
50
D.
Positioning
Peranan kampanye ‘jilbab itu indah’ adalah sebagai sebuah tempat dimana masyarakat bisa belajar sekaligus mencari tahu sebuah kebenaran tentang informasi dari pemakaian jilbab. Dengan mengikuti kampanye ini masyarakat juga akan tahu keberadaan komunitas wanita muslim yang bersama – sama menyerukan sebuah perhatian kepada saudara seimannya agar tercipta masyarakat islam yang menjunjung tinggi harkat dan martabat seorang wanita.
Selain itu juga kampanye ini sebagai tempat bertemunya para pengusaha kecil disekitar pedan yang masih ada kaitannya dengan fashion ataupun produk – produk islam untuk menawarkan dagangan mereka sehingga ikut membantu perekonomian islam pada khusunya.
Visi – visi tersebut, dapat dicapai dengan permulaan kampanye jilbab sebagai sosialisasi pengenalan jilbab kepada masyarakat.
E.
USP (Unique Selling Proposition)
commit to user
51
commit to user
52
BAB IV
KONSEP PEMIKIRAN DESAIN
A.
Konsep Kreatif
Sebuah promosi harus dapat menonjol dibandingkan dengan iklan – iklan yang lain. Selain itu juga promosi harus memiliki daya tarik tersendiri dimata konsumen sehingga dapat diterima sesuai dengan sasaran yang diinginkan. Media visual dapat dikatakan sebagai ujung tombak dalam periklanan, karena ini merupakan kemenangan awal produsen untuk menarik calon konsumennya.
1. Isi pesan
Isi pesan yang hendak disampaikan dalam strategi komunikasi visual ini adalah ingin menginformasikan tentang sebuah event ‘Jilbab Itu Indah’ dalam rangka mengkampanyekan pemakaian jilbab kepada siswa SMP dan SMA, pada khususnya, juga masyarakat Pedan pada umumnya.
2. Bentuk pesan
a. Pesan Verbal
Bentuk pesan verbal yang akan disampaikan dalam strategi komunikasi visual ini terbagi menjadi :
Headline : jilbab itu indah
Tagline : pakai jilbabmu
Sub Headline : jika islam adalah identitas kamu pakai jilbabmu dan
gabung sama kita
Body Copy : secara garis besar body copy/ teks menjelaskan
commit to user
terhadap masyarakat. Dalam event ini juga sebagai tempat untuk bertukar pikiran antara pelajar satu dengan yang lain untuk mencari ilmu yang tidak mereka pelajari secara mendalam di sekolah. Selain itu, juga menjelaskan contoh – contoh jilbab yang benar disertai dengan ilustrasi.
Susunan kata – kata dalam pesan verbal dipilih kata yang menarik, terutama dikalangan pelajar sebagai target utama. Bahasa yang dipilih adalah bahasa sehari – hari yang sering dipakai anak-anak usia remaja, agar pesan yang disampaikan tidak terkesan kaku dan mudah dipahami.
b. Pesan Non-Verbal 1) Ilustrasi
Ilustrasi yang digunakan dalam perancangan media promosi ini sebagian besar menggunakan ilustrasi gambar yang berupa gambar sketsa tangan. Selain memang banyak dibutuhkan ilustrasi gambar untuk menjelaskan secara detail keterangan tentang jilbab, ilustrasi gambar dirasa banyak menarik perhatian sasaran yang sebagian besar adalah pelajar. Tentu saja disertai dengan sisipan bernuansa islami dalam keseluruhan ilustrasinya. 2) Tipografi
Huruf yang dipilih dalam perancangan media komunikasi ini adalah huruf – huruf yang memiliki karakter simple untuk headline, karena yang menjadi target utama disini adalah anak sekolah. Untuk selanjutnya huruf – huruf yang mudah dibaca, tidak resmi dan menarik kalangan remaja putri. Huruf yang dipilih adalah huruf dekotarif yang bergaya italic, jenis
sans serif dan arial.
commit to user
a) Britany boldAa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo
Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz
b) Bauhauss 93
Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo
Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz
c) Bankgothic
Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp
Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz
d) Arial Narrow
Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww
Xx Yy Zz
3) Warna
commit to user
C: 40, M:40, Y:0, K:0C:0, M:40, Y:0, K:0
C:0, M:0, Y:0, K:100
C:0, M:0, Y:0, K:0
4) Layout
Layout yang khas pada objek perancangan adalah yang bernuansa islami.
Yang disusun secara sederhana dan menarik namun tetap mengeksplorasi konsep – konsep desain. Dimana layout tersebut harus dapat menggabungkan ornament – ornament islam dengan komponen – komponen menarik yang disukai para remaja. Sesuatu yang mereka sebut
style yang harus selalu up to date. Sehingga menciptakan desain yang
atraktif dan mampu menarik target audience sekaligus menyampaikan pesan yang ada di dalamnya.
3. Konsep Logo
commit to user
a. WarnaYang digunakan adalah warna hitam dan ungu agak kebiruan, dengan rincian warna sebagai berikut
commit to user
b. Grafik Standart Manual Logocommit to user
Gb. Grid Logocommit to user
c. FilosofiKarakter wanita digambarkan sebagai garis lengkung yang menunjukkan kelemah lembutannya. Dalam logo ini, garis lengkung sangat ditonjolkan, untuk memberikan kesan bahwa acara ini merupakan acara yang memberikan perhatian khusus kepada wanita. Garis – garis lengkung tersebut membentuk wajah yang sedang tersenyum, artinya bahwa kegiatan ini diharapkan bisa memberikan senyum kepada semua wanita muslim d. Typografi
Typografi yang membentuk huruf J, I, I, dibuat selaras dengan bentuk icon wanita di dalam logo. Difungsikan juga sebagai pembentukan karakter manusia dalam logo tersebut.
B.
Pemilihan Media dan Media Placement
Media merupakan sarana pembawa pesan yang akan dikomunikasikan pada masyarakat. Sarana berupa ruang dan waktu untuk pemasangan iklan dalam bentuk cetak maupun elektronik. Pemilihan media yang tepat merupakan hal yang penting dalam strategi komunikasi visual. Pemilihan media dalam strategi komunikasi ini mempertimbangkan tujuan, konsumen, dan efektivitas pada tiap media.
commit to user
yang cenderung spesifik karena satu sama lain memiliki karakteristik yang berbeda.
1. Stationary
Media ini dibuat sebagai kebutuhan persiapan event pada tahap awal. Yaitu pencarian dana sponsor. Dengan mendesain proposal berikut isi dan amplopnya.
Media Placement :
Stationary digunakan sebagai identitas kampanye yang nantinya dibutuhkan dalam penggalangan dana.
2. ID Card Panitia
ID Card merupakan tanda untuk panitia yang mengurusi kampanye jilbab ini. Di dalamnya terdapat nama dan beberapa sponsor yang ikut andil dalam event.
Media Placement :
Untuk penempatan media ini tentu saja hanya dipakai oleh penyelenggara dan panitia yang berkepentingan.
3. Iklan Koran
Mengingat audience yang berdomisili di pedan dan sekitarnya, Koran dirasa cukup mencakup semua strata sosial masyarakat setempat. Selain karena TV lokal yang ada tidak begitu banyak pemirsanya, Iklan Koran lebih fleksibel dan memiliki pasaran yang cukup luas dibandingkan TV lokal yang ada di daerah tersebut.
commit to user
Iklan Koran di tayangkan di Harian Solopos untuk iklan hitam putih, pada halaman kalten dengan masa tayang 2 hari sebelum hari H, yaitu hari jum’at dan sabtu.
4. Baliho
Baliho merupakan media luar ruangan yang sangat mudah dijangkau oleh masyarakat. Dengan banyaknya orang lalu-lalang dapat mengakses informasi yang dipaparkan oleh sebuah baliho. Asalkan dalam perancangannya baliho benar – benar diperhitungkan dari segi informatif, estetik dan persuatif.
Media Placement :
Dapat ditempatkan di sekitar tempat diadakannya event kampanye jilbab. Dan bisa dipasang 1 bulan sebelum hari H agar lebih banyak waktu yang dapat dicapai konsumen untuk memperoleh informasinya.
5. Spanduk
Spanduk merupakan media promosi yang sangat terjangkau. Isinya dapat berupa promosi, dapat juga semua informasi ataupun dapat digunakan untuk menyambut dengan ucapan selamat datang. Spanduk promosi digunakan untuk mempromosikan acara yang akan diadakan. Sebagai pengganti baliho, spanduk cenderung lebih murah.
Media Placement
commit to user
6. X-banner
Untuk memajang logo para sponsorship, juga untuk memberikan pesan kepada audience mengenai kampanye jilbab. X-banner bisa digunakan untuk mengisi sebuah ruang yang kosong dipanggung.
Media placement
Dipasang di sekitar panggung. Pada hari H.
7. Poster
Poster adalah iklan warna yang berukuran besar dicetak pada selembar kertas di tempelkan pada panel, dinding atau kaca jendela. Kebanyakan pelajar lebih menyukai poster dengan full color daripada media lainnya. Selain media ini simple juga dapat ditempatkan dimana saja.
Media Placement
Poster dapat ditempatkan di kantin sekolah, atau di majalah dinding. Tempat yang banyak orang lalu lalang dan sempat berhenti sebentar untuk membaca informasi yang dipaparkan. Selain disekolah, poster juga dapat ditempatkan di papan pengumuman di masjid – masjid sekitar yang mencakup target sekunder dari kampanye ini.
8. Backdrop
Backdrop digunakan untuk background sebuah panggung yang akan
commit to user
Media Placement
Sebagai background panggung pada saat acara berlangsung
9. Folder
Penjelasan mengenai kampanye jilbab akan memilih folder sebagai media penunjangnya. Berupa kertas yang dilipat – lipat sedemikian rupa. Juga berisi tentang informasi – informasi tentang jilbab berikut kampanye yang sedang dilaksanakan. Di buat sebanyak – banyaknya dan disebarkan kepada peserta kampanye.
Media Placement
Dibagikan kepada audience pada saat acara berlangsung
10.Flyer
Berupa lembaran kertas kecil yang memuat informasi tentang acara festival.
Media Placement
Disebarkan sebelum hari H dijalan – jalan utama, dengan menggunakan mobil berikut pengeras suaranya.
11.Tenda Pameran
Tenda akan digunakan sebagai tempat untuk memajang barang – barang yang dipemerkan di festival jilbab. Tenda ini memuat identitas dari kampanye jilbab, beserta sub head line yang menyurakan tentang pemakaian jilbab.
Media Placement
commit to user
12. Panggung dan eksteriorDalam sebuah festival panggung sangatlah penting dalam penyelenggaraannya. Karena sebagai titik fokus dari para penonton dalam event ini.
Media Placement
Ditempatkan area festival pada hari berlangsungnya acara sebagai titik fokus keseluruhan acara
13. Website
Difungsikan sebagai tindak lanjut setelah event berlangsung. Disini akan ada banyak informasi tentang kampanye jilbab. Seperti penggunaan jilbab, agenda even yang akan berlangsung. Juga dapat mengakses ke website lain yang ada kaitannya dengan jilbab. Seperti situs – situs islam dan situs belanja online yang menyediakan keperluan berjilbab. Selain itu para pengguna website juga dapat saling membagikan pengalaman pribadinya dalam berjilbab sehingga bias menjadi inspirasi antar pengunjung website.
Media placement
Dapat diakses dari manapun seseorang berada, sehingga informasi dapat tersebar luas. Dalam promosinya website dicantumkan dibeberapa media promosi.
14.Merchandise
a. Pin