BAB II TINJAUAN PUSTAKA
D. Desain Grafis
1. Definisi Desain Grafis
Dalam pembuatan baik perencanaan dan perancangan iklan media cetak, tidak lepas dari apa yang namanya sebuah desain grafis. Adapun desain grafis didefinisikan sebagai berikut :
a. Desain grafis adalah sebagai aplikasi dari ketrampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri (yang biasanya di sebut dengan seni komersial). Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi
commit to user
periklanan dan penjualan produk ,menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi dan dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi. Media komunikasi cetak dan elektronik adalah sarana untuk pesan visual.
(M. Suyanto, 2004 : 27)
b. Desain grafis adalah evektifitas media cetak, baik untuk publikasi dan dokumentasi ditentukan oleh kualitas isi dan cara menyajikan dihalaman. Sama halnya jika halaman media cetak dapat menyajikan isi pesan yang dapat dimengerti dengan ide-ide pokoknya dengan mudah sehingga dikatakan media cetak tersebut efektif dan efisien seperti yang di katakan pakar bahwa penampilan informasi merupakan hal yang penting
(Coward, 1992 : 13)
2. Tujuan Desain Grafis
Bidang desain grafis tidak lepas dari tujuan komersial dan pengekspresian seni yang disampaikan dalam bentuk visual baik baik secara elektronik maupun non elektronik yang didalamnya mempunyai arti penyempurnaan pesan untuk dipublikasikan tanpa memperhatikan tugas spesifik seorang desainer grafis yang mempunyai dua tujuan yang saling berhubungan.
commit to user
Jika dilihat dari beberapa pengertian Desain Grafis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan desain grafis adalah menyampaikan sebuah pesan kepada audiens (masyarakat) dan menciptakan desain yang bersifat memaksa kehendak pengirim pesan atau bersifat menyenangkan yang bersifat menyenangkan yang akan menyempurnakan pesan yang disampaikan. (Artikel Divisi Pendidikan Sekolah-LP3TNF)
3. Definisi Pekerjaan Desain Grafis
Pekerjaan kreatif, setelah suatu strategi kreatif ditetapkan, maka proses pengerjaan pun bisa dimulai. Pengerjaan kreatif mencakup pelaksanaan dan pengembangan konsep atau ide yang dapat mengemukakan strategi dasar bentuk komunikasi yang efektif.
(Kasali, 1992 : 8)
Desainer grafis menggunakan kata (huruf) dan gambar serta elemen-elemen grafis lain untuk komunikasi. Seni mereka mereka merupakan ekspresi verbal-visual. Desainer menjembatani antara klien dengan sebuah pesan yang dikirim ketarget sasaran secara visual. Desainer atas nama klien memberi informasi, membujuk mengingatkan dan menjual.
Tanpa memperhatikan tugas yang spesifik, desainer grafis mempunyai dua tujuan yang saling berhubungan. Pertama, menyampaikan sebuah pesan kepada audiens, kedua, menciptakan desain yang memaksakan atau menyenangkan, yang akan menyempurnakan pesan.
commit to user
Desain merupakan aturan dari bagian-bagian kedalam sebuah koherensi yang menyeluruh. Desainer grafis mengambil bagian kata, gambar, dan elemen-elemen grafis lain dan mengaturnya kedalam komunikasi yang menyatu dalam format. Oleh karna itu, desain grafis membutuhkan pengertian yang mendalam mengenai elemen-elemen dasar dan prinsip-prinsip desain. Elemen-elemen ini meliputi garis, bentuk, volume, tekstur, warna dan format.
(M.Suyanto, 2004 : 28)
4. Prinsip Dasar Desain Grafis
Prinsip dasar desain merupakan prinsip keseimbangan, prinsip titik fokus, prinsip hirarki visual, prinsip ritme, dan prinsip kesatuan. Prinsip ini harus diketahui untuk menghasilkan desain grafis yang baik untuk tampilan. (M. Suyanto, 2004 : 57 )
a. Prinsip Keseimbangan
Prinsip keseimbangan dalam hidup sehari-hari dapat diterapkan dalam desain grafis multimedia. Sangat sederhana. Keseimbangan adalah kesamaan distribusi dalam bobot. Kita mendesain dengan keseimbangan yang cenderung merasakan ketertarikan bersama, kelihatan bersatu, dan perasaan harmonis. b. Prinsip Titik Fokus
Kita dibombardir oleh informasi visual iklan televisi, presentasi multimedia, iklan, iklan di internet dan sebagainya. Dengan
commit to user
banyaknya informasi visual tersebut, penonton tidak dapat memfokuskan informasi yang diterimanya, karena itu, dalam mendesain grafis multimedia dibutuhkan prinsip titik fokus.
c. Prinsip Hirarki Visual
merupakan prinsip yang mengatur elemen-elemen mengikuti perhatian yang berhubungan secara langsung dengan titik fokus merupakan perhatian yang pertama, kemudian di ikuti perhatian lainnya. Tiga pertanyaan mengenai hirarki visual adalah:
1) Mana yang anda lihat pertama? 2) Mana yang anda lihat kedua? 3) Mana yang anda lihat ketiga?
d. Prinsip Ritme
Didalam desain grafis, ritme merupakan pola yang di ciptakan dengan mengulang atau membuat variasi elemen terhadap ruang yang ada diantaranya dan dengan membangun perasaan berpindah dari satu elemen ke elemen lain.
e. Prinsip Kesatuan
Prinsip kesatuan dalam desain grafis multimedia adalah prinsip bagaimana mengorganisasikan seluruh elemen dalam suatu tampilan grafis. Untuk mencapai tujuan tersebut desainer harus mengerti tentang garis bentuk, warna, tekstur, kontras nilai, format keseimbangan, titik fokus, dan ritme. Dengan kata lain, seorang
commit to user
desainer harus mengetahui bagaimana mengorganisasikan elemen dan membangun ikatan atau hubungan diantaranya.
5. Elemen-Elemen Dasar Desain
Elemen-elemen desain grafis sama dengan unsur dasar dalam disiplin desain lainya, unsur2 tersebut antara lain : (M. Suyanto, 2004 : 37 )
a. Garis (Line)
Garis didefinisikan sebagai titik-titik yang bergerak dan merupakan tanda yang dibuat oleh alat untuk menggambar melewati permukaan. Alat yang digunakan untuk menggambar tersebut antara lain pensil, ballpoint, pointed brush, keyboard,mouse dan sebagainya. Dalam pekerjaan desain grafis, garis digunakan untuk memisahkan posisi antara elemen grafis lainya di dalam halaman. Selain itu bisa digunakan sebagai petunjuk bagian-bagian tertentu dengan tujuan sebagai penjelas kepada pembaca.
b. Bentuk (shape)
Bentuk merupakan gambaran umum sesuatu atau formasi yang tertutup atau jalur yang tertutup. Banyak cara melukiskan bentuk pada permukaan dua dimensi. Salah satu cara melukiskan bentuk adalah dengan garis. Garis dapat digunakan untuk menggambarkan bentuk yang datar, misalkan lingkaran, elips, silinder, piramid, atau kubus. Bentuk dapat diisi dengan warna, nada, dan tekstur. Sehingga
commit to user
bentuk tersebut digambarkan akan menunjukan kualitasnya. Cara lain menggambarkan bentuk adalah menggunakan warna dan kolase.
Berdasarkan sifatnya, bentuk dapat dibagi menjadi 3 yaitu : 1) Huruf (Character) : yang dipresentasikan dalam bentuk visual yang
dapat digunakan untuk membentuk tulisan sebagai wakil dari bahasa verbal dengan bentuk visual langsung, seperti A, B, C, dan sebagainya.
2) Simbol (Symbol) : yang dipresentasikan dalam bentuk visual yang mewakili bentuk benda secara sederhana dan dapat dipahami secara umum sebagai simbol atau lambang untuk menggambarkan suatu bentuk benda nyata, misalnya gambar orang, binatang, matahari dalam bentuk sederhana (simbol), bukan dalam bentuk nyata (dengan detail).
3) Bentuk nyata (form) : bentuk ini betul-betul mencerminkan kondisi fisik dari suatu obyek. Seperti gambar manusia secara detil, hewan atau benda lainnya.
c. Warna
Warna merupakan elemen grafis yang sangat kuat dan provokatif. Empat warna bukan (hitam putih) akan meningkatkan efektifitas dan biaya produksi. Dengan demikian, multimedia yang dirancang sesuai dengan warna yang disukai pasar akan memberikan keunggulan bersaing dalam produksi. Warna sulit dikendalikan ketika menciptakan pekerjaan desain grafis yang orisinil dan ketika
commit to user
menampilkannya pada layar multimedia, baik di televisi maupun di web. Beberapa saran merancang warna yang efektif adalah sebagai berikut :
1) Pilihlah warna sesuai dengan konsep yang anda desain
2) Pilihlah warna yang akan mengkomunikasikan semangat dan
kepribadian pemesan.
3) Buatlah keyakinan bahwa warna menyempurnakan kemampuan
baca pada pada pesan yang disampaikan lewat desain
4) Periksalah diantara warna yang kontras dalam desain anda untuk memberikan dampak visual
5) Ciptakan seketsa dengan banyak warna
6) Cobalah mendesain dengan satu warna, dengan dua warna dan akhirna warna penuh
7) Analisislah penggunaan warna komputer yang sukses dan dalam solusi desain master
8) Ketika anda mendesain dengan komputer ingatlah anda melihat dilayar elektronik dan warna dapat berbeda apabila dicetak
9) Pelajarilah penggunaan warna pada budaya yang berbeda. Simbol warna tidak universal
10)Lihatlah warna treen melalui warna sampul CD, sampul buku, sampul majalah, iklan TV, dan sebagainya
11)Bicaralah dengan profesional desain tentang warna yang di sukai pelanggan.
commit to user d. Kontras Nilai
Nilai digunakan untuk menggambarkan tentang kecerahan dan kegelapan elemen visual. Kontras Nilai adalah hubungan antara elemen satu dengan elemen lain yang berkaitan dengan kecerahan dan kegelapan sehingga memberikan citra dan persepsi secara rinci untuk membaca kata atau tulisan suatu layar multimedia. Jika tulisan pada layar yang mempunyai nilai hampir sama membuat kita kesulitan bahkan tidak dapat membacanya. Gunakan nilai kontras, misalkan jika tipe tulisan putih, maka layar berwarna hitam atau yang lebih gelap. Perbedaan kontras nilai memberikan efek yang berbeda baik visual maupun emosional. Jika rentang kontras nilai sempit maka disebut rendah, tetapi jika nilai rentang tinggi disebut rentang tinggi.
e. Tekstur
Tekstur merupakan kualitas papan atau keras atau halaman elektronik. Di dalam seni, tekstur dikategorikan menjadi dua, yaitu tekstur tectile atau tekstur visual. Tekstur tectile adalah nyata, kita dapat merasakan permukaannya tersebut dengan jari kita. Sedangkan tekstur visual adalah ilusi, tekstur tersebut memberikan impresi yang sederhana dari tekstur yang nyata.
Tekstur tectile dapat diciptakan dengan berbagai cara. Anda dapat memotong dan menempelkan pada tekstur, anda juga dapat
commit to user
menginpresi tekstur dalam relief. Bisa juga anda membuat permukaan papan atau kanvas atau dengan cat ini bisa disebut impasto.
Tekstur visual diciptakan menggunakan garis, kontras nilai, dan atau warna. Tekstur visual dalam halaman elektronik dapat dibuat langsung dengan perangkat lunak komputer, misalkan Corel Draw, Adobe Photosop, adobe after effect, Adobe Premier, Indesain dan sebagainya. Anda juga dapat menggunakan CD tekstur visual serupa dengan metode yang digunakan untuk menciptakan pola.
f. Merancang Format
Elemen-elemen grafik seperti garis, bentuk, warna, tekstur, kontras nilai, format dan audio dari multimedia membuat perbedaan terhadap dampak multimedia maupun biayanya. Sedikit penataan ulang atas elemen-elemen mekanis dalam multimedia dapat meningkatkan kemampuannya menarik perhatian. Format terdiri dari ukuran dan ilustrasi. Iklan untuk ukuran besar menarik lebih banyak perhatian dari pada iklan yang berukuran kecil, yang tidak sebesar perbedaan biayanya. Ilustrasi terdiri dari ilustrasi gambar bermakna ilustrasi hubungan tanda, dan ilustrasi simbol.
g. Ruang (space)
Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk lainya yang pada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain. Sebagai contoh, tanpa ruang anda tidak akan tahu mana kalimat atau paragraf. Tanpa ruang anda tidak tahu mana yang harus
commit to user
dilihat terlebih dahulu, kapan harus membaca dan kapan harus berhenti sebentar.
6. Pengertian Unsur Desain a. Warna
Sebagai bagian dari element tata rupa, warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari sebuah karya desain. Dalam perencanaan corporate Identitas, warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas. Lebih lanjut dikatakan oleh Henry Dreyfuss, bahwa warna digunakan dalam simbol grafis untuk mempertegas maksud dari simbol-simbol tersebut. Sebagai contoh adalah penggunaan warna merah pada segitiga pengaman, warna-warna yang digunakan untuk trafic light merah untuk berhenti, kuning untuk bersiap-siap dan hijau untuk jalan. Dari contoh tersebut ternyata pengaruh warna mampu memberikan impresi yang cepat dan kuat.
Kemampuan warna menciptakan impresi, mampu
menimbulkan efek-efek tertentu. Secara psikologis diuraikan oleh J.Linschoten dan Drs. Mansyur tentang warna Sbb: warna-warna bukanlah suatu gejala yang hanya dapat diamati saja, warna itu mempengaruhi kelakuan, memegang peran penting dalam penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya kita akan bermacam-macam benda.
commit to user
Dari pengalaman diatas dapat dijelaskan bahwa warna, selain dapat dilihat dengan mata ternyata mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi nilai estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda. Berikut kami sajikan potensi karakter warna yang mampu memberikan kesan pada seseorang sbb : Respon Psikologi yang ditimbulkan warna :
1. Hitam, sebagai warna yang tertua (gelap) dengan sendirinya melambangkan sifat gulita dan kegelapan (juga dalam hal emosi).
2. Putih, sebagai warna yang paling terang, melambangkan cahaya, kesucian.
3. Abu-abu, merupakan warna yang paling netral dengan tidak adanya sifat atau kehidupan spesifik.
4. Merah, bersifat menaklukkan, ekspansif (meluas), dominan (berkuasa), aktif dan vital (hidup).
5. Kuning, dengan sinarnya yang bersifat kuarang dalam,
merupakan wakil dari hal-hal atau benda yang bersifat cahaya, momentum dan mengesankan sesuatu.
6. Biru, sebagai warna yang menimbulkan dalamnya sesuatu
(dediepte), sifat yang tak terhingga dan transenden, disamping itu memiliki sifat tantangan.
commit to user
7. Hijau, mempunyai sifat keseimbangan dan selaras,
membangkitkan ketenangan dan tempat mengumpulkan daya-daya baru.
Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan sistem warna Prang System yang di temukan oleh Louis Prang pada 1876 meliputi :
1. Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru , hijau dsb
2. Value, adalah dimensi kedua / mengenai tentang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.
3. Intensity, seringkali disebut dengan Croma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya warna.
Selain Prang System terdapat beberapa warna lain yakni, CMYK atau Proses Color System, Munsell Color System, Ostwald Color System, Schopenhauer/Goethe Weighted Color System, Subtractive Color System serta Additive Color/RGB Color System.
Diantara bermacam-macam sistem diatas, kini yang banyak dipergunakan dalam industri media Visual cetak adalah CMYK atau Proses color System yang membagi warna menjadi Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Sedangkan RGB Color System dipergunakan dalam industri media visual elektronika.
commit to user
Andreas Slamet, S.Sn (2009). Menjelaskan respon pesikologi yang ditimbulkan pada warna. Warna merupakan fenomena yang terjadi karena adanya 3 unsur, yaitu:
- Cahaya
- Objek
- Observer (dapat berupa mata kita/pun alat ukur)
Secara visual, warna memiliki kekuatan yang mampu mempengaruhi citra orang yang melihatnya. Masing-masing warna mampu memberikan respon secara psikologis. Karena itu, ada baiknya seorang desainer grafis mempelajari tentang psikologi warna.
Berikut beberapa ulasan Psikologi warna : 1. Psikologi warna Biru
Biru : Tenang – menyejukkan
Secara psikologis warna biru mampu memberikan kesan respons
kepercayaan, kedamaian, konservatif, keamanan, teknologi,
kebersihan.
Biru selalu dihubungkan dengan langit dan air bagai kehidupan dan kekuatan. Warna ini sering diasosiasikan dengan sesuatu yang bersifat dingin. Karena itulah biru adalah warna yang paling sering digunakan untuk hal-hal yang memerlukan ketenangan
commit to user 2. Psikologi Warna Hijau
Hijau : Alami-sehat- menyegarkan
Dari semua spectrum warna, hijau menawarkan pilihan warna yang lebih banyak. Secara psikologis warna hijau mampu memberikan
kesan respons alami, kesehatan, pandangan yang enak,
kecemburuan, pembaharuan, harmonis, keberuntungan.
Warna hijau adalah warna yang langsung mengasosiasikan kita akan pemandangan alam. Asosiasi kita terhadap warna bukan hanya secara visual, ketika kita memvisualisasikan warna hijau, seketika itu juga kita membayangkan segarnya udara pagi dan sejuknya hawa pegunungan. Oleh karena itu, hijau sangat tepat untuk merefleksikan kesegaran dan relaksasi. Hijau muda yang cerah mengandung banyak kuning akan berkesan ringan, segar dan menyenangkan. Sedangkan hijau tua yang mengandung banyak biru berkesan sejuk cenderung dingin. Hijau tua ini juga identic dengan keberuntungan dan kesejahteraan.
3. Psikologi Warna Hitam Hitam : Keabadian-keagungan
Secara psikologis hijau mampu memberikan kesan respon kekuatan, kemewahan, kematian, kecanggihan, keagungan, keangunan, ketakutan, ketidak bahagiaan, misteri dan mengandung unsur magic.
Hitam dapat menggambarkan keheningan, kematangan berfikir dan kedalaman akal yang menghasilkan karya. Terutama
commit to user
karya-karya yang bernilai seni. Tak heran jika para seniman, seperti pelukis, penyair dan pelakon karakter juga menggemari warna ini. Demikian juga mereka yang berkecimpung di dunia desain seperti para arsitek, desainer dan fotografer. Bagi para penggemar mode, hitam adalah warna yang abadi, selalu terlihat modern gaya. Hitam juga sangat digemari sekaligus menampilkan kesan elegan dan mewah. Serta cocok dipadukan dengan hampir setiap jenis warna. 4. Psikologi Warna Kuning
Kuning : Terang- Kehangatan
Secara Psikologis kuning mampu memberikan kesan respon segar,
cepat, optimis, harapan, filosofi, kecurangan, pengecut,
penghianatan.
Kuning adalah warna matahari, sumber energy dan sumber cahaya alam di bumi. Sebagai salah satu warna primer, kuning adalah warna dengan efek yang kuat sehingga secara psikologis warna ini sangat efektif diterapkan pada hal-hal yang membutuhkan motivasi dan menaikkan mood. Dalam psikologis warna, kuning dikaitkan dengan kecerdasan, ide baru serta kepercayaan terhadap potensi diri. Kuning juga sangat membantu orang dalam menghadapi rasa takut dan depresi. Karena itu, warna ini banyak digunakan pada ruang-ruang pemulihan rumah sakit atau pusat rehabilitasi.
commit to user 5. Psikologi Warna Ungu
Ungu : Agung-Keindahan
Ungu adalah warna yang mewah dan kompleks. Secara psikologis ungu mampu memberikan kesan respon artistic spiritual, misteri, keagungan, perubahan bentuk, galak, arogan.
Ungu dapat mempunyai banyak arti dari sederhana sampai agung tergantung banyaknya latar belakang yang digunakan. Ungu merupakan warna unik karena karakternya berubah-ubah begitu drastic tergantung intensitas yang dimilikinya. Warna ungu tua dengan intensitas penuh berkarakter misterius, mistis, dalam dan angkuh. Sebaliknya ungu muda pastel justru memiliki karakter yang lembut, ringan dan menyenangkan. Biasanya warna ini digemari oleh mereka yang berjiwa unik seperti paranormal, desainer, entertainer dan mereka yang memiliki kemampuan artistic tinggi. 6. Psikologi Warna Pink
Pink : Romantis-sensual-ceria-jiwa muda
Merah muda adalah warna yang dapat memberikan suasana
berbeda-beda, tetapi kecenderungannya mengarah kepada
kelembutan dan romantis.
Segala sesuatu yang berbau kasih sayang dilambangkan dengan gambar hati, dan warna pink/merah muda yang diasosiasikan dengan keromantisan. Pink terlihat sebagai warna yang energik, terlihat muda dan menciptakan perasaan yang lembut dan bebas.
commit to user
Pink dengan mudah menggambarkan permukaan material yang halus lembut. Pink identic dengan wanita atau karakter feminism. Warna pink, terutama pink yang mengandung banyak warna putih atau tint menggambarkan kelembutan, kehalusan, rasa sensitive dan romantis. 7. Psikologi Warna Orange
Orange : Kreatif-Optimis
Secara psikologis orange mampu memberikan kesan respon energy, keseimbangan, kehangatan, persahabatan.
Orange bukan warna yang serius, pada umumnya lebih disukai oleh orang-orang berkepribadian “Ektrovert”. Orange merupakan warna paling hangat karena memiliki energi dua warna merah yang panas dan kuning yang hangat lembut. Warna ini menebarkan energy, menghangatkan hati, sekaligus memancarkan keceriaan. Di kehidupan sehari-hari warna orange juga diasosiasikan pada kehangatan alam, dari sisi psikologis, orange merupakan lambang persahabatan. Warna ini dapat memecahkan kekuatan dan menciptakan rasa akrab. Pada otak manusia, orange mampu merangsang kreativitas dan daya cipta, sehingga cocok diaplikasikan pada ruang kerja bagi yang berprofesi di dunia desain dan seni. 8. Psikologi Warna Merah
Merah : Panas –penuh energy
Secara psikologis merah mampu memberikan kesan respon kekuatan, bertenaga, kehangatan, nafsu, cinta, agresifitas, bahaya.
commit to user
Merah memang identic dengan rona buah apel, kelopak mawar, warna darah, panasnya nyala api, sehingga barasosiasikan pada sesuatu yang membangkitkan selera, kegairahan, emosi, menggelegak dan semangat yang membara. Merah sangat ekspresif dan dinamis dalam mempresentasikan cinta dan kehidupan. Merah adalah warna paling panas dan memiliki gelombang warna paling panjang, warna inilah yang paling cepat tertangkap mata. Itu sebabnya merah biasanya merupakan warna pertama yang dikenali anak-anak sekaligus menjadi warna paling menarik bagi mereka. 9. Psikologi Warna Coklat
Coklat : alami
Secara psikologis coklat mampu memberikan kesan respon bumi, dapat dipercaya, nyaman, bertahan.
Warna coklat dihubungkan dengan kesederhanaan yang abadi. Coklat sangat identic dengan warna tanah dan warna kayu, sehingga penggunaan warna coklat memberi perasaan dekat dengan lingkungan alam seperti hijau. Namun coklat lebih memiliki karakter yang hangat. Coklat memang berdekatan dengan hal-hal yang bersifat alamiah. Coklat juga mencerminkan tradisi dan kebudayaan. 10. Psikologi Warna Putih
Putih : Bersih-murni
Putih adalah warna yang memberikan kemurniaan dan
commit to user
Respons kesucian/murni, ketulusan, bersih, cermat, steril, monoton, kaku, kematian.
Putih adalah warna yang melambangkan kesucian, karena itulah sering digunakan untuk acara-acara yang bersifat sakral seperti pernikahan, atau acara ibadah keagamaan. Putih membuat suatu produk terlihat jernih dan bersih. Untuk produk bayi atau produk yang berhubungan dengan kebersihan pribadi dan kesehatan, putih
merupakan pesan yang bagus untuk ditampilkan karena
mengasosiasikan rasa higienis. Setiap warna yang berada diatas putih menjadi warna menonjol karena putih berperan sebagai latar belakangnya.
11. Psikologi Warna Abu-abu
Respon Psikologi: Intelek, Masa Depan (kayak warna Milenium), Kesederhanaan, Kesedihan.
Teknik Warna
- Additive Color (RGB)
Warna yang dihasilkan bersumber pada sinar Contoh : TV, monitor Komputer CRT/LCD
- Subtractive Color (CMYK)
Warna yang dihasilkan dikarenakan adanya pantulan cahaya Contoh : Offset, Digital Print
Catatan : agar hasil cetakan sempurna mendekati warna pada layar maka dibutuhkan Color Guide.
commit to user b. Kesan Garis
- Garis Tegak : kuat, kokoh, tegas dan hidup