• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain Industri (DI)

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 45-55)

Langkah 5 : Merefleksikan hasil dan proses

2.2.4 Desain Industri (DI)

Perhimpunan Desainer Industri Amerika (IDSA) mendefinisikan desain

industri sebagai “jasa profesional” dalam menciptakan dan mengembangkan

konsep dan spesifikasi guna mengoptimalkan fungsi-fungsi, nilai, dan

penampilan produk serta system untuk mencapai keuntungan yang mutual

antara pemakai dan produsen (Ulrich,p200).

Bentuk dan ciri memegang peranan besar dalam peralatan dan produksi.

Karena itu, hal ini harus diperhatikan secara bersama-sama oleh tim. Total

biaya DI dan persentase anggaran pengembangan produk yang investasikan

untuk DI diperlihatkan pada para pemakai produk dan industri yang

menghasilkan berbagai produk. Statistik ini harus memberikan tim desain

sebuah produk baru. Biaya relatif untuk DI sebagai bagian seluruh anggaran

pengembangan juga memperlihatkan jangkauan yang luas.

Biaya DI terdiri dari biaya langsung, biaya manufaktur, dan biaya waktu.

Biaya langsung terdiri dari biaya konsultan, biaya tim pengembang, dan biaya

material. Biaya konsultan merupakan biaya pada jasa untuk dapat

mengkonsultasikan produk dan lebih terpercaya dalam perbandingan dengan

produk yang lain. Biaya material terdiri dari biaya untuk bahan-bahan membuat

prortotype. Biaya manufaktur hanya terdiri dari biaya desain termasuk dalam biaya proses produksi untuk pembuatan prortotype ini.

Desain industri sangat penting terhadap suatu produk tertentu dari dua

dimensi. Untuk menjelaskan pentingnya DI ada dua dimensi yaitu ergonomik

dan estetis.

Dimensi yang pertama yaitu dari segi ergonomiknya. Dapat kita lihat bahwa

dimensi ini merupakan bentuk jamak ergonomik untuk menampung semua

aspek suatu produk yang berhubungan dengan sisi manusia. Semakin penting

aspek ergonomik terhadap kesuksesan produk, semakin tergantung pula produk

tersebut terhadap desain industri. Oleh karena itu, dengan menjawab

serangkaian pertanyaan dalam aspek ini, secara kualitatif kita dapat menilai

pentingnya desain industri.

Seberapa penting kemudahan pemakaian? Kemudahan pemakaian mungkin sangat penting untuk produk-produk yang sering digunakan.

Kemudahan pemakaian akan lebih diperlukan jika produk mempunyai

beberapa ciri atau cara mengoperasikannya yang mungkin membingungkan

dan menyebabkan pemakainya frustasi dalam penggunaannya. Ketika

kemudahan pemakaian menjadi kriteria yang penting, desainer industri

perlu menjamin bahwa ciri-ciri produk secara efektif dapat

memberitahukan fungsi-fungsinya.

Seberapa pentingnya kemudahan perawatan? Jika produk perlu diperbaiki secara berkala, kemudahan perawatan menjadi penting. Sekali

lagi, adalah penting bahwa ciri-ciri suatu produk untuk memberitahukan

prosedur perawatan / perbaikan kepada pemakainya. Bagaimanapun, dalam

banyak kasus, penyelesaian yang lebih, diperlukan untuk memenuhi

perawatan secara keseluruhan.

Berapa banyak interaksi pemakai yang diperlukan untuk fungsi-fungsi produk? Secara umum, semakin banyak interaksi pemakai dengan produk, produk akan semakin tergantung dengan desain industri. Semua ini harus

dipahami benar oleh desainer industri. Lebih jauh lagi, setiap interaksi

mungkin membutuhkan suatu pendekatan desain yang berbeda dan / atau

riset tambahan.

Berapa pembaruan yang interaksi pemakai perlukan? Suatu antarmuka pemakai memerlukan perbaikan terhadap desain yang telah ada yang secara

pada interfase pemakai mungkin memerlukan riset yang substansial dan

studi kemungkinan.

Apa pokok permasalahan keamanan? Semua produk mempunyai pertimbangan keamanan. Untuk beberapa produk, hal ini dapat

menghasilkan tantangan yang nyata bagi tim desain.

Dimensi kedua dari desain industri adalah dimensi estetis. Seperti halnya

dengan dimensi dari segi ergonomik, dimensi ini merupakan suatu dimensi

yang penting yang harus diperhatikan dalam desain industri. kita juga dapat

menilai pentingnya desain industri secara kualitatif dengan menjawab beberapa

pertanyaan.

Apakah diferensiasi produk visual diperlukan? Produk dengan market dan tekhnologi yang stabil sangat tergantung pada desain industri untuk

menciptakan daya tarik estetis dan tentunya diferensiasi visual. Sebaliknya

produk seperti internal disk drive komputer, yang dibedakan oleh kinerja

tekhnologinya lebih sedikit tergantung pada desain industrinya.

Seberapa penting gengsi kepemilikan, kesan, dan mode? Persepsi pelanggan terhadap suatu produk sebagian didasarkan oleh daya tarik

estetis. Produk yang menarik mungkin diasosiasikan dengan mode dan

kesan yang tinggi. Pada akhirnya hal itu akan menciptakan perasaan gengsi

yang tinggi pada pemiliknya. Hal ini mungkin berlawanan dengan suatu

seperti itu penting, desain industri akan memainkan peranan penting dalam

menentukan kesuksesan akhir.

Akankah suatu produk estetis memacu atau memotivasi tim? Suatu produk yang mempunyai daya tarik estetis dapat membangkitkan perasaan

bangga diantara para staf desain dan manufaktur. Kebanggaan tim dapat

memotivasi dan menyatukan setiap orang yang berhubungan dengan

proyek. Konsep awal desain industri memberikan tim suatu visi konkrit

terhadap hasil akhir dari usaha pengembangan produk.

Secara spesifik, proses DI dapat dipikirkan seperti fase-fase yang tertera

berikut ini:

1. Penyelidikan kebutuhan-kebutuhan pelanggan

Tim pengembangan produk mulai dengan mendokumentasikan

kebutuhan-kebutuhan pelanggan yang diperoleh dari proses mengidentifikasi

kebutuhan pelanggan. Karena desainer industri mempunyai kemampuan

untuk mengenali pokok-pokok permasalahan yang melibatkan interaksi

pemakaian, keterlibatan DI penting dalam proses kebutuhan.

2. Konseptualisasi

Setelah kebutuhan dan tututan pelanggan dipahami, desainer industri

membantu tim untuk membuat konsep produk. Selama tahap penggalian

konsep ahli teknik dengan sendirinya memfokuskan perhatian mereka

desainer industri berkonsentrasi menciptakan bentuk produk dan

penghubung pemakai. Desainer industri membuat sketsa yang sederhana.

Untuk setiap konsep sketsa itu dikenal dengan sketsa yang pendek sekali.

Sketsa-sketsa ini adalah media yang cepat dan tidak mahal untuk

mengekspresikan ide-ide dan mengevaluasi kemungkinan-kemungkinan.

Konsep-konsep yang telah diajukan kemudian dicocokkan dan

digabungkan dengan penyelesain teknis selama penggalian. Konsep-konsep

ini dikelompokkan dan dievaluasi oleh tim berdasarkan kebutuhan

pelanggan, kemungkinan teknis, biaya, dan pertimbangan manufaktur.

Sangatlah tidak menguntungkan jika didalam beberapa perusahaan,

desainer industri bekerja terpisah dari ahli teknis. Ketika hal itu terjadi, ID

yang ajukan untuk konsep melibatkan bentuk dan gaya yang terikat.

Ketikan ahli-ahli teknik menemukan konsep-konsep tersebut secara teknis

tidaklah memungkinkan biasanya terdapat sejumlah pengulangan.

Karenanya perusahaan telah menemukan keuntungan dengan

menggabungkan koordinasi antara desainer industri dengan ahli-ahli teknik

melalui fase pengembangan konsep sehingga pengulangan ini dapat dicapai

dengan cepat bahkan dalam bentuk sketsa.

3. Perbaikan awal

Pada fase perbaikan awal, desainer industri membuat model dari konsep

yang paling menjanjikan. Model lunak (soft model) biasanya dibuat dalam

metode kedua tercepat, namun sedikit lambat dari sketsa, digunakan untuk

mengevaluasi konsep. Desainer industri menggunakan sejumlah model

lunak untuk menilai ukuran, proposi, dan bentuk keseluruhan dari banyak

konsep yang diajukan. Perhatian khusus ditujukan pada kehalusan produk

di tangan dan di wajah.

4. Perbaikan lanjutan dan pemilihan konsep akhir

Pada tahap ini, para desainer industi sering mengganti dari model lunak dan

sketsa menjadi model keras dan gambaran informasi-intensif yang dikenal

dengan rendering. Rendering meperlihatkan detail desain dan sering

melukiskan penggunaan produk. Yang digambarkan dalam bentuk dua

dimensi atau tiga dimensi. Langkah perbaikan akhir sebelum memilih suatu

konsep adalah menciptakan model keras (hard model). Model ini secara

teknis belum berfungsi karena hanya mendekati replica desain akhir dengan

penampilan yang realistic. Model keras terbuat dari kayu, busa tebal,

plastik, atau logam. Model itu dilukiskan dan diberi tekstur; untuk

mendorong atau meluncurkan gerakan.

5. Penggambaran kontrol

Desainer industri menyelesaikan proses pengembangan mereka dengan

membuat gambar control dari konsep akhir. Penggambaran akhir

mendokumentasikan fungsi, ciri, ukuran, warna, sentuhan akhir permukaan,

6. Koordinasi dengan ahli tekik,menufaktur, dan pengecer

Desainer industri harus bekerja berdekatan dengan ahli teknik dan personil

manufaktur melalui subsekuen proses pengembangan produk. Beberapa

perusahaan konsultasi desain industri menawarkan jasa pengembangan

produk yang cukup luas, termasuk desain teknik detail dan pemilihan serta

menajemen di luar pengecer baik material, peralatan, komponen, dan jasa

perakitan.

Penilaian kualitas ID untuk produk yang sudah jadi adalah tugas subjektif

yang sudah melekat. Namun kita dapat menentukan secara kualitatif apakah ID

mengerjakan tujuannya dengan menimbang setiap aspek dari produk yang

dipengaruhi oleh ID. Dibawah ini ada 5 kategori untuk mengevaluasi sebuah

produk.

1. Kualitas dari Antarmuka Pengguna

Ini adalah rating tentang bagaimana mudahnya produk itu digunakan.

Kualitas antarmuka pengguna dengan penampilan produk, rasa dan bentuk

interaksi.

 Apakah keistimewaan dari produk secara efektif dapat menyampaikan

operasinya kepada pengguna?

 Apa penggunaan produk intuitif?

 Apakah semua pengguna yang potensial dan menggunakan produk telah

diidentifikasi?

2. Daya Tarik Emosional

peringkat secara keseluruhannya, konsumenlah yang menjadi daya tarik

bagi suatu produk. Daya tarik ini dicapai lewat penampilan, sentuhan, suara

dan baunya.

 Apakah produk ini menarik? Mengasyikkan?

 Apakah produk ini bagus mutunya?

 Apa bayangan yang akan terlintas di pikiran anda jika melihat produk

ini?

 Apakah produk ini menimbulkan perasaan bangga bagi pemiliknya?

 Apakah produk ini menyebabkan rasa bangga pada tim pengembangan

dan staf bagi penjualan?

3. KemampuanMemelihara dan Memperbaiki Produk

Ini adalah peringkat kesenangan untuk memelihara dan memperbaiki suatu

produk. Pemeliharaan dan perbaikan seharusnya dipertimbangkan dengan

interaksi antar pemakai.

 Apakah pemeliharaan dari produknya jelas? Apakah mudah?

 Apakah produk ini secara efektif menyampaikan cara membongkar dan

4. Ketepatan Penggunaan Sumber

Ini adalah peringkat bagaimana sebaiknya sumber daya digunakan untuk

memenuhi kebutuhan konsumen. Jenis sumber daya lebih diarahkan pada

ID pengeluaran dolar dan fungsi lainnya. Faktor ini cenderung untuk

menggerakkan harga – harga seperti pada pembuatan barang – barang.

Rancangan produk yang kurang baik, salah satunya dari segi yang kurang

penting atau produknya terbuat dari bahan yang tidak biasa yang akan

mempengaruhi hasil peralatannya, proses pembuatan barang – barang,

proses pemasangan dan lainnya. Kategori ini mempertanyakan apakah

investasi tersebut akan diberikan.

 Bagaimana sumber daya digunakan untuk memenuhi kebutuhan

pelanggan?

 Apakah bahan pilihannya tepat (baik harga dan kualitasnya)?

 Apakah produknya sudah ketinggalan atau rancangannya dibawah

standar (apakah keistimewaannya tidak penting atau dapat diabaikan)?

 Apakah faktor ekologi juga dipertimbangkan?

5. Perbedaan Produk

Ini adalah peringkat dari suatu produk yang unik dan konsisten terhadap

 Apakah pelanggan yang melihat produk di toko dapat menjadikannya

suatu hal yang khusus oleh karena bentuknya ?

 Apakah pelanggan mengingat produk yang telah dilihatnya di TV?

 Apakah produk alkan menjadi terkenal ketika terlihat di jalan?

 Apakah produk cocok atau dapat mempertinggi identitas perusahaan?

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 45-55)

Dokumen terkait