Langkah 5 : Merefleksikan hasil dan proses
2.2.4 Desain Industri (DI)
Perhimpunan Desainer Industri Amerika (IDSA) mendefinisikan desain
industri sebagai “jasa profesional” dalam menciptakan dan mengembangkan
konsep dan spesifikasi guna mengoptimalkan fungsi-fungsi, nilai, dan
penampilan produk serta system untuk mencapai keuntungan yang mutual
antara pemakai dan produsen (Ulrich,p200).
Bentuk dan ciri memegang peranan besar dalam peralatan dan produksi.
Karena itu, hal ini harus diperhatikan secara bersama-sama oleh tim. Total
biaya DI dan persentase anggaran pengembangan produk yang investasikan
untuk DI diperlihatkan pada para pemakai produk dan industri yang
menghasilkan berbagai produk. Statistik ini harus memberikan tim desain
sebuah produk baru. Biaya relatif untuk DI sebagai bagian seluruh anggaran
pengembangan juga memperlihatkan jangkauan yang luas.
Biaya DI terdiri dari biaya langsung, biaya manufaktur, dan biaya waktu.
Biaya langsung terdiri dari biaya konsultan, biaya tim pengembang, dan biaya
material. Biaya konsultan merupakan biaya pada jasa untuk dapat
mengkonsultasikan produk dan lebih terpercaya dalam perbandingan dengan
produk yang lain. Biaya material terdiri dari biaya untuk bahan-bahan membuat
prortotype. Biaya manufaktur hanya terdiri dari biaya desain termasuk dalam biaya proses produksi untuk pembuatan prortotype ini.
Desain industri sangat penting terhadap suatu produk tertentu dari dua
dimensi. Untuk menjelaskan pentingnya DI ada dua dimensi yaitu ergonomik
dan estetis.
Dimensi yang pertama yaitu dari segi ergonomiknya. Dapat kita lihat bahwa
dimensi ini merupakan bentuk jamak ergonomik untuk menampung semua
aspek suatu produk yang berhubungan dengan sisi manusia. Semakin penting
aspek ergonomik terhadap kesuksesan produk, semakin tergantung pula produk
tersebut terhadap desain industri. Oleh karena itu, dengan menjawab
serangkaian pertanyaan dalam aspek ini, secara kualitatif kita dapat menilai
pentingnya desain industri.
Seberapa penting kemudahan pemakaian? Kemudahan pemakaian mungkin sangat penting untuk produk-produk yang sering digunakan.
Kemudahan pemakaian akan lebih diperlukan jika produk mempunyai
beberapa ciri atau cara mengoperasikannya yang mungkin membingungkan
dan menyebabkan pemakainya frustasi dalam penggunaannya. Ketika
kemudahan pemakaian menjadi kriteria yang penting, desainer industri
perlu menjamin bahwa ciri-ciri produk secara efektif dapat
memberitahukan fungsi-fungsinya.
Seberapa pentingnya kemudahan perawatan? Jika produk perlu diperbaiki secara berkala, kemudahan perawatan menjadi penting. Sekali
lagi, adalah penting bahwa ciri-ciri suatu produk untuk memberitahukan
prosedur perawatan / perbaikan kepada pemakainya. Bagaimanapun, dalam
banyak kasus, penyelesaian yang lebih, diperlukan untuk memenuhi
perawatan secara keseluruhan.
Berapa banyak interaksi pemakai yang diperlukan untuk fungsi-fungsi produk? Secara umum, semakin banyak interaksi pemakai dengan produk, produk akan semakin tergantung dengan desain industri. Semua ini harus
dipahami benar oleh desainer industri. Lebih jauh lagi, setiap interaksi
mungkin membutuhkan suatu pendekatan desain yang berbeda dan / atau
riset tambahan.
Berapa pembaruan yang interaksi pemakai perlukan? Suatu antarmuka pemakai memerlukan perbaikan terhadap desain yang telah ada yang secara
pada interfase pemakai mungkin memerlukan riset yang substansial dan
studi kemungkinan.
Apa pokok permasalahan keamanan? Semua produk mempunyai pertimbangan keamanan. Untuk beberapa produk, hal ini dapat
menghasilkan tantangan yang nyata bagi tim desain.
Dimensi kedua dari desain industri adalah dimensi estetis. Seperti halnya
dengan dimensi dari segi ergonomik, dimensi ini merupakan suatu dimensi
yang penting yang harus diperhatikan dalam desain industri. kita juga dapat
menilai pentingnya desain industri secara kualitatif dengan menjawab beberapa
pertanyaan.
Apakah diferensiasi produk visual diperlukan? Produk dengan market dan tekhnologi yang stabil sangat tergantung pada desain industri untuk
menciptakan daya tarik estetis dan tentunya diferensiasi visual. Sebaliknya
produk seperti internal disk drive komputer, yang dibedakan oleh kinerja
tekhnologinya lebih sedikit tergantung pada desain industrinya.
Seberapa penting gengsi kepemilikan, kesan, dan mode? Persepsi pelanggan terhadap suatu produk sebagian didasarkan oleh daya tarik
estetis. Produk yang menarik mungkin diasosiasikan dengan mode dan
kesan yang tinggi. Pada akhirnya hal itu akan menciptakan perasaan gengsi
yang tinggi pada pemiliknya. Hal ini mungkin berlawanan dengan suatu
seperti itu penting, desain industri akan memainkan peranan penting dalam
menentukan kesuksesan akhir.
Akankah suatu produk estetis memacu atau memotivasi tim? Suatu produk yang mempunyai daya tarik estetis dapat membangkitkan perasaan
bangga diantara para staf desain dan manufaktur. Kebanggaan tim dapat
memotivasi dan menyatukan setiap orang yang berhubungan dengan
proyek. Konsep awal desain industri memberikan tim suatu visi konkrit
terhadap hasil akhir dari usaha pengembangan produk.
Secara spesifik, proses DI dapat dipikirkan seperti fase-fase yang tertera
berikut ini:
1. Penyelidikan kebutuhan-kebutuhan pelanggan
Tim pengembangan produk mulai dengan mendokumentasikan
kebutuhan-kebutuhan pelanggan yang diperoleh dari proses mengidentifikasi
kebutuhan pelanggan. Karena desainer industri mempunyai kemampuan
untuk mengenali pokok-pokok permasalahan yang melibatkan interaksi
pemakaian, keterlibatan DI penting dalam proses kebutuhan.
2. Konseptualisasi
Setelah kebutuhan dan tututan pelanggan dipahami, desainer industri
membantu tim untuk membuat konsep produk. Selama tahap penggalian
konsep ahli teknik dengan sendirinya memfokuskan perhatian mereka
desainer industri berkonsentrasi menciptakan bentuk produk dan
penghubung pemakai. Desainer industri membuat sketsa yang sederhana.
Untuk setiap konsep sketsa itu dikenal dengan sketsa yang pendek sekali.
Sketsa-sketsa ini adalah media yang cepat dan tidak mahal untuk
mengekspresikan ide-ide dan mengevaluasi kemungkinan-kemungkinan.
Konsep-konsep yang telah diajukan kemudian dicocokkan dan
digabungkan dengan penyelesain teknis selama penggalian. Konsep-konsep
ini dikelompokkan dan dievaluasi oleh tim berdasarkan kebutuhan
pelanggan, kemungkinan teknis, biaya, dan pertimbangan manufaktur.
Sangatlah tidak menguntungkan jika didalam beberapa perusahaan,
desainer industri bekerja terpisah dari ahli teknis. Ketika hal itu terjadi, ID
yang ajukan untuk konsep melibatkan bentuk dan gaya yang terikat.
Ketikan ahli-ahli teknik menemukan konsep-konsep tersebut secara teknis
tidaklah memungkinkan biasanya terdapat sejumlah pengulangan.
Karenanya perusahaan telah menemukan keuntungan dengan
menggabungkan koordinasi antara desainer industri dengan ahli-ahli teknik
melalui fase pengembangan konsep sehingga pengulangan ini dapat dicapai
dengan cepat bahkan dalam bentuk sketsa.
3. Perbaikan awal
Pada fase perbaikan awal, desainer industri membuat model dari konsep
yang paling menjanjikan. Model lunak (soft model) biasanya dibuat dalam
metode kedua tercepat, namun sedikit lambat dari sketsa, digunakan untuk
mengevaluasi konsep. Desainer industri menggunakan sejumlah model
lunak untuk menilai ukuran, proposi, dan bentuk keseluruhan dari banyak
konsep yang diajukan. Perhatian khusus ditujukan pada kehalusan produk
di tangan dan di wajah.
4. Perbaikan lanjutan dan pemilihan konsep akhir
Pada tahap ini, para desainer industi sering mengganti dari model lunak dan
sketsa menjadi model keras dan gambaran informasi-intensif yang dikenal
dengan rendering. Rendering meperlihatkan detail desain dan sering
melukiskan penggunaan produk. Yang digambarkan dalam bentuk dua
dimensi atau tiga dimensi. Langkah perbaikan akhir sebelum memilih suatu
konsep adalah menciptakan model keras (hard model). Model ini secara
teknis belum berfungsi karena hanya mendekati replica desain akhir dengan
penampilan yang realistic. Model keras terbuat dari kayu, busa tebal,
plastik, atau logam. Model itu dilukiskan dan diberi tekstur; untuk
mendorong atau meluncurkan gerakan.
5. Penggambaran kontrol
Desainer industri menyelesaikan proses pengembangan mereka dengan
membuat gambar control dari konsep akhir. Penggambaran akhir
mendokumentasikan fungsi, ciri, ukuran, warna, sentuhan akhir permukaan,
6. Koordinasi dengan ahli tekik,menufaktur, dan pengecer
Desainer industri harus bekerja berdekatan dengan ahli teknik dan personil
manufaktur melalui subsekuen proses pengembangan produk. Beberapa
perusahaan konsultasi desain industri menawarkan jasa pengembangan
produk yang cukup luas, termasuk desain teknik detail dan pemilihan serta
menajemen di luar pengecer baik material, peralatan, komponen, dan jasa
perakitan.
Penilaian kualitas ID untuk produk yang sudah jadi adalah tugas subjektif
yang sudah melekat. Namun kita dapat menentukan secara kualitatif apakah ID
mengerjakan tujuannya dengan menimbang setiap aspek dari produk yang
dipengaruhi oleh ID. Dibawah ini ada 5 kategori untuk mengevaluasi sebuah
produk.
1. Kualitas dari Antarmuka Pengguna
Ini adalah rating tentang bagaimana mudahnya produk itu digunakan.
Kualitas antarmuka pengguna dengan penampilan produk, rasa dan bentuk
interaksi.
Apakah keistimewaan dari produk secara efektif dapat menyampaikan
operasinya kepada pengguna?
Apa penggunaan produk intuitif?
Apakah semua pengguna yang potensial dan menggunakan produk telah
diidentifikasi?
2. Daya Tarik Emosional
peringkat secara keseluruhannya, konsumenlah yang menjadi daya tarik
bagi suatu produk. Daya tarik ini dicapai lewat penampilan, sentuhan, suara
dan baunya.
Apakah produk ini menarik? Mengasyikkan?
Apakah produk ini bagus mutunya?
Apa bayangan yang akan terlintas di pikiran anda jika melihat produk
ini?
Apakah produk ini menimbulkan perasaan bangga bagi pemiliknya?
Apakah produk ini menyebabkan rasa bangga pada tim pengembangan
dan staf bagi penjualan?
3. KemampuanMemelihara dan Memperbaiki Produk
Ini adalah peringkat kesenangan untuk memelihara dan memperbaiki suatu
produk. Pemeliharaan dan perbaikan seharusnya dipertimbangkan dengan
interaksi antar pemakai.
Apakah pemeliharaan dari produknya jelas? Apakah mudah?
Apakah produk ini secara efektif menyampaikan cara membongkar dan
4. Ketepatan Penggunaan Sumber
Ini adalah peringkat bagaimana sebaiknya sumber daya digunakan untuk
memenuhi kebutuhan konsumen. Jenis sumber daya lebih diarahkan pada
ID pengeluaran dolar dan fungsi lainnya. Faktor ini cenderung untuk
menggerakkan harga – harga seperti pada pembuatan barang – barang.
Rancangan produk yang kurang baik, salah satunya dari segi yang kurang
penting atau produknya terbuat dari bahan yang tidak biasa yang akan
mempengaruhi hasil peralatannya, proses pembuatan barang – barang,
proses pemasangan dan lainnya. Kategori ini mempertanyakan apakah
investasi tersebut akan diberikan.
Bagaimana sumber daya digunakan untuk memenuhi kebutuhan
pelanggan?
Apakah bahan pilihannya tepat (baik harga dan kualitasnya)?
Apakah produknya sudah ketinggalan atau rancangannya dibawah
standar (apakah keistimewaannya tidak penting atau dapat diabaikan)?
Apakah faktor ekologi juga dipertimbangkan?
5. Perbedaan Produk
Ini adalah peringkat dari suatu produk yang unik dan konsisten terhadap
Apakah pelanggan yang melihat produk di toko dapat menjadikannya
suatu hal yang khusus oleh karena bentuknya ?
Apakah pelanggan mengingat produk yang telah dilihatnya di TV?
Apakah produk alkan menjadi terkenal ketika terlihat di jalan?
Apakah produk cocok atau dapat mempertinggi identitas perusahaan?