• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESAIN INDUSTRI 6.1 Pengertian Umum

Dalam dokumen DASAR DASAR PENGENALAN HAK KEKAYAAN INTE (Halaman 36-41)

28 5.7 Prosedur Pendaftaran Merek

VI. DESAIN INDUSTRI 6.1 Pengertian Umum

Pengertian beberapa istilah berikut ini berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri yang umum digunakan dalam ruang lingkup Desain Industri adalah sebagai berikut:

1. Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi,

atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan.

2. Pendesain adalah seorang atau beberapa orang yang

menghasilkan Desain Industri.

3. Ciri utama Desain Industri adalah karya desain tersebut dapat

diwujudkan dalam pola atau cetakan untuk menghasilkan barang-barang dalam proses produksi.

4. Hak Desain Industri adalah hak eksklusif yang diberikan oleh

negara Republik Indonesia kepada Pendesain atas hasil kreasinya untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri, atau

memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk

melaksanakan hak tersebut.

5. Pemegang Hak Desain Industri memiliki hak eksklusif untuk

melaksanakan Hak Desain Industri yang dimilikinya dan untuk melarang orang lain yang tanpa persetujuannya membuat,

memakai, menjual, mengimpor, mengekspor, dan/atau

mengedarkan barang yang diberi Hak Desain Industri.

6. Bukan tindak pelanggaran Desain Industri jika pemakaian Desain

Industri untuk kepentingan penelitian dan pendidikan sepanjang tidak merugikan kepentingan yang wajar dari pemegang hak Desain Industri.

6.2 Objek Perlindungan Desain Industri

Yang menjadi objek perlindungan Desain Industri adalah bentuk dekorasi pada permukaan suatu produk dan bukan atas

31

teknologi dengan syarat “baru”. Artinya, ditetapkan dengan suatu pendaftaran yang pertama kali diajukan dan pada saat pendaftaran itu diajukan, tidak ada pihak lain yang dapat membuktikan bahwa

pendaftaran tersebut tidak baru atau telah ada

pengungkapan/publikasi sebelumnya, baik tertulis atau tidak tertulis.

Berbeda dengan syarat kebaruan pada Hak Cipta yang menekankan kepada unsur orisinal. Artinya, sesuatu yang langsung berasal dari sumber asal orang yang membuat atau yang mencipta atau sesuatu yang langsung dikemukakan oleh orang yang dapat membuktikan sumber aslinya.

Secara prinsipil, Desain Industri tidak baru/orisinal bila secara menyolok tidak berbeda dengan desain yang sudah ada. 6.3 Jangka Waktu Perlindungan

1. Perlindungan terhadap Hak Desain Industri diberikan untuk

jangka waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak Tanggal Penerimaan.

2. Tidak dapat dilakukan perpanjangan pendaftaran desain yang

telah habis masa berlakunya. 6.4 Status Pendaftaran

1. Hak Desain Industri diberikan atas dasar Permohonan.

2. Satu permohonan hanya dapat diajukan untuk 1 (satu) Desain

Industri atau beberapa Desain Industri yang merupakan satu kesatuan Desain Industri atau yang memiliki kelas yang sama.

3. Tanggal Penerimaan dicatat oleh direktorat Jenderal atas

Permohonan yang telah memenuhi syarat kelengkapan.

4. Penarikan kembali permohonan dapat diajukan secara tertulis

kepada Direktorat Jenderal oleh Pemohon atau Kuasanya selama Permohonan tersebut belum mendapat keputusan.

5. Direktorat Jenderal memberikan keputusan untuk menyetujui

atau menolak Permohonan.

6. Dalam hal Permohonan ditolak, Direktur Jenderal wajib

memberitahukannya secara tertulis melalui surat pemberitahuan penolakan Permohonan dengan mencantumkan alasan dan pertimbangan yang menjadi dasar penolakan.

32

7. Dalam hal Permohonan diterima, Direktorat Jenderal memberikan

Sertifikat Merek kepada Pemohon atau Kuasanya.

8. Sertifikat Desain Industri merupakan bukti hak atas Desain

Industri, dan mulai berlaku sejak Tanggal Penerimaan.

9. Setiap pihak dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh

salinan Sertifikat Desain Industri yang terdaftar dalam Daftar Umum Desain Industri dengan membayar biaya.

10.Bukti/tanda pengajuan permohonan bukan merupakan Sertifikat

Desain Industri.

6.5 Pengalihan dan Lisensi

1. Oleh karena Desain Industri merupakan kekayaan dan

dikategorikan sebagai benda bergerak, maka haknya dapat beralih atau dialihkan kepada orang lain, baik seluruhnya maupun sebagian dengan cara:

¡pewarisan;

¡hibah;

¡wasiat;

¡perjanjian tertulis; atau

¡sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan

perundang-undangan.

2. Cara-cara pengalihan di atas tidak dapat dilakukan secara lisan, tetapi harus secara tertulis baik dengan maupun tanpa akta notariil.

3. Lisensi:

P Tujuan utama pemberian lisensi: untuk memberi kesempatan

kepada pihak yang bukan pemegang hak Desain Industri agar dapat memanfaatkan Desain Industri, sekaligus pemegang hak Desain Industri dapat menerima imbalan atau royalti atas hasil kreasinya.

P Pemegang hak Desain Industri berhak memberi lisensi kepada

pihak lain berdasarkan Surat Perjanjian Lisensi.

P Kecuali diperjanjikan lain, lingkup lisensi meliputi larangan

atau pembolehan membuat, memakai, menjual, mengimpor, mengekspor, dan/atau mengedarkan barang yang diberi Hak Desain Industri, dan penggunaannya terhadap kepentingan penelitian dan pendidikan secara wajar.

33

P Perjanjian lisensi wajib dicatatkan di Direktorat Jenderal agar mempunyai akibat hukum terhadap pihak ketiga.

P Perjanjian lisensi dilarang memuat ketentuan yang dapat

menimbulkan akibat yang merugikan perekonomian Indonesia atau memuat ketentuan yang mengakibatkan persaingan usaha tidak sehat.

6.6 Pelanggaran dan Sanksi

1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak membuat, memakai,

menjual, mengimpor, mengekspor, dan/atau mengedarkan barang yang diberi Hak Desain Industri, dan merugikan kepentingan yang wajar dari pemegang hak Desain Industri dengan alasan penelitian dan pendidikan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).

2. Tidak mencantumkan nama pendesain dalam Berita Resmi Desain

Industri/dalam sertifikat Desain Industri diancam pidana penjara 1 tahun dan denda Rp. 45.000.000,- (empat puluh lima juta rupiah).

34

1. Mengisi formulir pendaftaran Desain Industri rangkap 4.

2. Mengisi formulir Surat Pernyataan kebaruan dan kepemilikan

produk, bermaterai Rp. 6.000,-.

3. Melampirkan gambar atau foto produk dengan perspektif tampak

depan,belakang, samping kanan, samping kiri, atas dan bawah (rangkap 6).

4. Melampirkan uraian dari desain industri meliputi arti, fungsi dan

kegunaan produk yang akan didaftarkan.

5. Melampirkan contoh fisik produk.

6. Dalam hal Permohonan yang diajukan secara bersama lebih dari

satu pemohon, permohonan tersebut ditandatangani oleh salah satu pemohon dengan melampirkan persetujuan tertulis dari para pemohon yang lain.

7. Dalam hal permohonan diajukan oleh bukan pendesain,

permohonan harus disertai pernyataan yang dilengkapi surat pengalihan hak Desain Industri.

8. Pihak yang pertama kali mengajukan permohonan dianggap

sebagai pemegang hak Desain Industri.

9. Setiap permohonan hanya dapat diajukan untuk:

5 satu desain industri atau

5 beberapa desain industri yang merupakan satu kesatuan desain

industri atau memiliki kelas yang sama.

10.Pemohon yang bertempat tinggal di luar negara Republik

Indonesia harus mengajukan permohonan melalui kuasa yang berdomisili di wilayah Indonesia.

35

VII. HAL-HAL PENTING LAINNYA

Dalam dokumen DASAR DASAR PENGENALAN HAK KEKAYAAN INTE (Halaman 36-41)

Dokumen terkait